Senin, 09 November 2009

APENDIKS - LATAR BELAKANG ISLAM

Keimanan Islam

Islam mewajibkan umat Muslim untuk mengamalkan lima Rukun Islam.
1. Mengucapkan dua Kalimat Syahadat yang berbunyi sebagai berikut: bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan bahwa nabi Muhammad adalah RasulNya. Dan kalimat syahadat tersebut diserukan dari Mesjid setiap kali panggilan azan.
2. Mendirikan Salat lima waktu. Salat adalah memanjatkan doa-doa ritual, yang telah dirumuskan dengan menghadap ke arah Mekah.
3. Mengeluarkan Zakat (memberi sedekah). Zakat wajib dilakukan oleh setiap orang Muslim yang baik untuk kebutuhan masyarakat termasuk orang-orang miskin.
4. Menunaikan ibadah Haji di Mekah. Ritual ini merupakan puncak acara peribadahan yang dilaksanakan orang-orang Muslim selama mereka berada di dunia, paling tidak sekali dalam hidupnya.
5. Berpuasa. Sekali dalam satu tahun yaitu selama bulan Ramadan (30 hari) umat Muslim harus berpantang makan dan minum setiap hari mulai dari subuh sampai magrib.
Jihad juga merupakan unsur penting dalam pengajaran Islam walaupun pada umumnya kegiatan ini tidak termasuk dalam Lima Rukun Islam. Jihad adalah suatu perjuangan untuk membela agama Islam dengan menggunakan segala cara, dan merupakan kewajiban bagi semua orang Muslim untuk terlibat di dalamnya.

Umat Muslim tidak menganggap jihad (perjuangan dengan kekerasan) sebagai kewajiban seperti halnya kewajiban yang termasuk dalam Lima Rukun Islam, namun Alquran sendiri menyatakan dengan jelas dalam Surat 9:19 bahwa ada tiga hal/perbuatan yang kalau dilakukan oleh umat Muslim mereka akan menerima pahala yang besar melebihi pahala-pahala lain. Tiga perbuatan tersebut adalah: beriman kepada Allah, beriman kepada hari kemudian (hari kiamat), dan berjihad di jalan Allah. Menurut ayat ini dengan melakukan tiga perbuatan tersebut derajat mereka tidak sama di sisi Allah (maksudnya lebih tinggi derajatnya di sisi Allah).

Keimanan Islam termasuk beriman kepada para malaikat, yang baik maupun yang jahat, percaya kepada Kitab-kitab yang diwahyukan Tuhan termasuk Kitab Taurat, Kitab Zabur (Mazmur), Kitab Injil walaupun isi Kitab-kitab tersebut dalam bentuknya yang sekarang mereka anggap telah diselewengkan dari (bentuk aslinya pada zaman dahulu kala), selain itu isi Kitab-kitab tersebut juga telah dibatalkan dengan kehadiran Alquran yang dianggap sebagai wahyu Allah yang terakhir. Selanjutnya beriman kepada para nabi, termasuk nabi-nabi alkitabiah dan Yesus Kristus, tetapi yang menjadi tokoh sentralnya adalah Muhammad yang mereka anggap sebagai nabi terakhir; juga percaya kepada adanya akhirat (yang dimaksud akhirat adalah lanjutan daripada kehidupan di dunia ini dan sekaligus merupakan saat pengadilan akhir), walaupun pengertian ini berbeda dengan kepercayaan Kristen.

Alquran
Alquran diwahyukan kepada Muhammad secara sedikit demi sedikit dalam berbagai saat dan kesempatan termasuk pada saat suatu keputusan harus diambil dalam kehidupan bermasyarakat. Alquran dianggap sebagai ilham Ilahi yang diwahyukan langsung oleh Allah. Wahyu pertama diturunkan lewat perantara malaikat ketika Muhammad sedang melakukan meditasi di sebuah gua. Wahyu-wahyu berikutnya diturunkan melalui berbagai cara termasuk melalui mimpi-mimpi dan visi-visi, melalui malaikat-malaikat, melalui komunikasi langsung dari Allah, dan melalui kedatangan Muhammad ke surga [catatan penerjemah: menurut kitab Hadis, Muhammad pernah melakukan perjalanan di malam hari menuju Yerusalem (Palestina) dan kemudian melintasi tujuh surga (langit) dimana dia berbicara dengan Adam, Idris (yang dimaksud Henokh), Musa, Yesus, dan Abraham. Perjalanan tersebut dilakukan hanya dalam waktu satu malam dan peristiwa ini dikenal dengan sebutan Isra’ dan Mi’raj. Pada peristiwa ini Muhammad menerima perintah langsung dari Allah tentang Salat lima waktu]. Alquran terdiri dari 114 bab yang disebut Surat-surat, masing-masing Surat dibagi dalam ayat-ayat. Urutan-urutan kronologis Surat dalam Alquran yang sekarang tidak sama dengan urut-urutan pada waktu Alquran diturunkan kepada Muhammad untuk pertama kali, juga tidak mengikuti cara pengurutan historis yang berlaku masa kini. Ilmuwan dapat mendeteksi dua periode utama selama kurun waktu diwahyukannya Alquran tersebut. Kedua kurun waktu utama tersebut diasosiasikan dengan fase-fase kehidupan Muhammad; di Mekah dan di Medinah.
Alquran tidak mudah dibaca dan nampaknya terdapat kontradiksi-kontradiksi dalam penjelasan yang diberikan oleh para ilmuwan dalam menanggapi kenyataan adanya ayat-ayat Alquran yang telah tertulis (telah diwahyukan) sebelumnya namun yang kemudian dihapuskan (dibatalkan) oleh ayat-ayat baru yang diwahyukan belakangan. Waktu Muhammad masih hidup, Alquran belum terkoleksi dalam wujudnya yang sekarang namun masih merupakan ceceran-ceceran informasi dalam berbagai bentuk yang telah diperiksa oleh para saksi yang sah, dan selanjutnya (setelah Muhammad meninggal) ceceran-ceceran informasi dalam berbagai bentuk dan berbagai sumber tersebut digabungkan dan disusun oleh para pengikut Muhammad.
Pada saat ini terdapat banyak versi Alquran walaupun kenyataan tersebut seringkali disangkal oleh Islam. Terdapat keanekaragaman dalam penyusunan jumlah ayat-ayat. Misalnya, Surat 5 dalam terjemahan Yusuf Ali terdiri dari 123 ayat sedangkan dalam terjemahan Al Hilali, Khan Muhsin, dan Muhammad Pickthall terdiri dari 120 ayat. Umat Muslim menyatakan bahwa Alquran merupakan wahyu terakhir yang disampaikan oleh Allah kepada umat manusia dan oleh karenanya Alquran diperlakukan dengan sangat hormat dan Alquran juga merupakan dasar dari agama Islam. Alquran beserta Hadis merupakan satu kesatuan norma-norma yang lengkap yang harus diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan umat Muslim.

Hadis
Sama halnya dengan pengajaran Alquran, umat Muslim juga mendapat pengajaran dari Hadis. Hadis mencakup kebiasaan-kebiasaan pada zaman Muhammad dan tradisi-tradisi nenek moyang yang harus diikuti (dilestarikan) oleh keluarga-keluarga dan suku bangsa-suku bangsa. Hal ini harus diterapkan dalam banyak aspek kehidupan mulai dari masalah-masalah yang sederhana seperti cara berjalan atau mengikat sepatu sandal, sampai pada aspek-aspek kehidupan keluarga dan masyarakat yang lebih kompleks. Para pengikut Muhammad diperintahkan agar mereka mengikuti kebiasaan nabi mereka dalam hal bersikap dan dalam hal melaksanakan kewajiban sehari-hari di berbagai aspek kehidupan sehingga dengan demikian tradisi-tradisi tersebut dapat diturunkan dari generasi ke generasi. Semua riwayat mengenai perilaku, kebiasaan, dan ucapan-ucapan Muhammad tercatat dalam berjilid-jilid kitab Hadis dan interpretasinya untuk masing-masing generasi dikerjakan oleh para pemimpin agama dalam masyarakat Islam.

Sunah
Sunah adalah aturan-aturan agama Islam yang bersifat tradisional yang didasarkan atas segala perbuatan atau perkataan Muhammad yang ditulis bukan oleh Muhammad sendiri (maksudnya ditulis oleh orang lain) dan diterima/diakui sebagai aturan baku oleh golongan Islam Ortodoks namun ditolak oleh golongan Shiah.

Muhammad dan Kebangkitan Islam
Muhammad dibesarkan dalam suatu masyarakat yang terbagi dalam berbagai kelompok kekuasaan dan kelompok agama. Dia dilahirkan pada tahun 571 sesudah Masehi di Mekah (Arab Saudi), dimana pada waktu itu banyak terdapat berhala-berhala dan tempat-tempat pemujaan bagi berbagai dewa baal. Pemujaan dipusatkan di Kaabah, sebuah batu besar berbentuk kubus yang dilapisi oleh kain hitam. Setelah Muhammad menerima wahyu Ilahi, dia mulai mendapatkan banyak pengikut dan sekaligus dia juga menghadapi banyak musuh yang melakukan perlawanan terhadap misinya, dan akhirnya menyebabkan Muhammad dan pengikut-pengikutnya melarikan diri ke Medinah, tempat di mana Islam dicetuskan/dideklarasikan. Dengan adanya wahyu yang diterimanya, statusnya meningkat menjadi nabi sekaligus mengantarkannya untuk menduduki jabatan pimpinan sosial, pimpinan politik, dan pimpinan agama dalam masyarakat. Perlawanan terhadap Islam bermunculan, terutama dari Mekah dan terjadilah sejumlah pertempuran, namun akhirnya Muhammad dan para pengikutnya dapat memenangkan pertempuran dan kemudian Mekah direbut pada tahun 629 sesudah Masehi. Muhammad meninggal pada tahun 632 sesudah Masehi. Sejak saat itu Islam maju pesat dan berhasil menguasai satu demi satu kelompok-kelompok masyarakat yang ada di sana, terutama dengan menggunakan kekerasan senjata (pedang). Sampai saat ini Islam telah dianut oleh hampir satu miliar manusia di seluruh dunia. Sejumlah konflik internal telah mengakibatkan pecahnya Islam dalam beberapa sekte, sekte Sunni dan sekte Shiah merupakan dua sekte utama dalam Islam.

Tidak ada satupun negara Islam sejati yang bersifat demokratis dan tidak ada satupun di antara negara-negara Islam yang pernah menerapkan kehidupan demokratis. Kalau ada negara Islam yang melaksanakan sistem demokratis, hal tersebut pasti merupakan suatu hal yang dipaksakan dengan secara ‘keji’ oleh dunia Barat. Dalam negara Islam manapun tidak terdapat kebebasan untuk berekspresi (mengekspresikan diri) maupun kebebasan melaksanakan ibadah sesuai dengan agama masing-masing.

Tidak terdapat kebebasan untuk berekspresi maupun kebebasan melaksanakan ibadah sesuai dengan agama masing-masing dalam suatu negara Islam yang sejati/murni.





CATATAN – CATATAN

BAB I
1. Cragg, Kenneth, The Call of the Minaret, Wm. Collins Sons&Co., London, 1986, halaman 30.
2. Contohnya lihat Mishkat al Masabih, Sh. M. Ashraf, Lahore (1990) halaman 469. Juga Bukhari Jilid 9 No. 301.

BAB II
1. New Nigerian, 19 Oktober 1988 halaman 3.
2. Mishkat al Masabih Jilid II, halaman 253, dikutip dalam Gerhard Nehls, A guide to Muslim Evangelism, Life Challenge, Nairobi halaman 4.
3. Sumrall, Lester: Where was God when Pagan Religions Began? Thomas Nelson, Nashville (1980) halaman 138.
4. Mishkat al Masabih, Sh. M. Ashraf (1990) halaman 147, 721, 810, 811, 1130.
5. Haykal, M. The Life of Mohammed. Lagos: Islamic Publication Bureau (1982).
6. Khan, M. Ebrahim. Anecdotes from Islam, Sh. Muhammad Ashraf, Lahore (1960) halaman 20.
7. Lamb, David: The Arabs, Random House, New York (1987) halaman 287.
8. Le Point Magazine, No. 599, 12 Maret 1984, halaman 89, 91.
9. Deedat, Ahmed, What is his Name? Islamic Propogation Centre, Durban (1986) halaman 13.
10. Deedat, A. op cit. halaman 14.
11. Nigerian Sunday Punch, 26 Januari 1986.
12. Times International, Lagos 19 Maret 1984.
13. Wurmbrand R. A Hundred Meditations, halaman 142.
14. Daily Sketch, Ibadab, 14 Desember 1989, halaman 8.
15. Good News Magazine, April/Mei, 1998, Kaduna.
16. Op.cit.

BAB IV
1. Lihat Ali, Yusuf, Quran, Text, Translation and Commentary. Catatan 217 (6).

BAB V
1. Buku Arabi, ‘Fusua al Hukum’ halaman 13, 35.
2. Dikutip dalam Zachariah, Brutus, God is One – In the Holy Trinity, Rikon, Switzerland, halaman 25.

BAB VI
1. Haeri, Shahla: Law of Desire, I.B. Tauris & Co., Ltd., 110 Gloucester Avenue, London NW1 BJA, (1989), halaman 1.
2. Khan, M. Ebrahim; ‘Anecdotes dari Islam’ Sh. Muhammad Ashraf, Lahore (1960) halaman 13.

BAB VII
1. Ungkapan ‘pass through the Confines of Hell’ dalam revisi 1990 dirubah menjadi ‘pass through it’.
2. Sahih Muslim, Sh. Muhammad Ashraf, Lahore (1975) Jilid iv halaman 1396-1398. Ini juga ditemukan dalam Mishkat al Masabih, Jilid 3, bab 32-36 sebagaimana dilaporkan oleh Abu Huraira.

BAB IX
1. Yesus sendiri mengisyaratkan kemungkinan ini dalam Matius 26:53.
2. Shorrosh, A. “Islam Revealed”, Suatu Pandangan tentang Islam menurut orang Arab Kristen, Thomas Nelson, Nashville, (1989) halaman 97.
3. Ali, Yusuf, ‘Qur’an Text’, Translation & Commentary’, Commentary No. 398.

BAB X
1. Tidak peduli bagaimanapun populernya agama/kepercayaan tersebut pada saat ini, dan tidak peduli siapapun yang mengimaninya, paham/kepercayaan itu merupakan doktrin dari kuasa iblis. Perhatikan apa yang diucapkan Yesus dalam Yohanes 14:6.
2. Deedat, A. “What is His Name”, halaman 3.
3. Anderson, Jock. ‘Worship the Lord’, Inter-Varsity Press, London, halaman 25.
4. Guillaume, A. The Life of Muhammad, Suatu Terjemahan oleh Ibn Ishaq, Oxford University Press (1955) halaman 66-68.

BAB XI
1. Egun tidak memiliki bunyi ‘r’.
2. Deedat, A. ‘What is His Name?’ Buku ini dan buku-buku karangan Deedat yang lainnya seperti The God That Never Was memang sengaja ditulis untuk melecehkan/menghina konsep Tuhan dalam Kristen dan terutama untuk mentertawakan keilahian Yesus Kristus. Nampaknya Deedat dan banyak penulis Muslim lain yang punya tujuan sama dengan Deedat tidak menyadari bahwa Alquran sendiri telah memperingatkan umat Muslim, “Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan” (Surat 6:108).
3. Jeffery, A. ‘Foreign Vocabulary of the Qur’an’ Al-Biruni, Lahore (1977).
4. Shorrosh, A. ‘Islam Revealed’ Thomas Nelson, Nashville (1989) halaman 267.

BAB XII
1. Sumrall, L. ‘Where was God When Pagan Religions Began? Halaman 141.
2. Dikutip dalam Pfander, C.G. Mizzanul al-Haqq (Neraca Kebenaran) Light of Life, Villach, Austria (1986) halaman 346.
3. The Mizan’l Haqq Haykal, M. ‘The Life of Muhammad’ halaman 337.
4. Ibid, halaman 77.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar