Senin, 09 November 2009

Pasal 22 - Islam "Sejati"

“Islam hari ini adalah agama pembenci terbesar di dunia. Kata “Islam” dan “fundamentalisme” diasosiasikan dengan terorisme, genosida, pembunuhan, pengeboman, kebencian-semua hal yang berlawanan dengan kemanusiaan. Islam menyebabkan bertambahnya kesakitan, kecemasan, panik dan perasaan tidak aman diantara para Islamis.”

Abul Kasem adalah seorang yang nyata. Ia tinggal dan menghirup udara Australia. Ia menulis kesaksiannya dari sebuah kota besar Sidney dimana ia telah bersumpah untuk tidak terkurung dengan ketakutan supaya dapat menyampaikan kebenaran mengenai efek dari Islam terhadap para tetangganya yang ada di Bangladesh, sebuah negara yang pernah ia sebut rumah dan yang masih ia cintai hingga hari ini.

Surat Abul menggambarkan kesaksian dari genosida terhadap orang-orang Bengali di tangan seorang tentara Islam. Sebagai hasilnya, ia telah mendedikasikan hidupnya untuk menghalangi penyebaran Islam. Pertanyaan yang muncul: Jika ini yang dilakukan oleh seorang tentara Islam kepada orang Bengali, apa yang akan mereka lakukan kepada orang-orang Amerika? Pastilah lebih mengerikan!!!

Kesaksian Abul

Nama saya Abul Kasem. Saya berasal dari Bangladesh, sebuah negara dengan mayoritas Muslim. Saat ini saya menjadi warga negara Australia. Saat masih kecil dan telah menginjak dewasa, yaitu saat saya tinggal di tengah-tengah masyarakat Islam Bangladesh, saya menyaksikan bagaimana Islam dengan sengaja merubah budaya Bengali kami yang kaya itu menjadi budak dari budaya Arab Bedouin. Islam telah merampok hal yang sangat mendasar dari keberadaan kami sebagai orang Bengali. Pada tahun 1971, ketika terjadi genosida terhadap orang-orang Bengali oleh para tentara Islam dari Pakistan, itulah saat saya menyaksikan warna sebenarnya dari Islam. Sejak saat itu saya meyakini bahwa Islam adalah agama yang tidak manusiawi, barbar, dan imperialistik. Pengalaman pribadi saya memaksa saya dengan keras mempertanyakan apa yang selalu saya percayai sebagai firman-firman Allah yang tidak mungkin salah yang terdapat dalam Quran, dan aksi-aksi personal yang dilakukan oleh Muhammad, sang Utusan Allah. Saya mempelajari Islam dengan sangat serius, menghabiskan waktu bertahun-tahun membaca dan coba memahami “Islam sejati”, hanya untuk memuaskan diri saya bahwa saya tidak salah dalam memahami Islam.

Hasilnya adalah bahwa saya kemudian tidak memiliki pilihan lain kecuali meninggalkan bidat kebencian, teror, penghancuran, dan kekejaman yang sangat mengerikan ini. Islam berlawanan dengan peradaban. Dalam kesaksian ini anda akan mempelajari lebih banyak persepsi saya mengenai Islam.

Seorang Islamis sama seperti seorang pecandu narkotika. Semakin banyak anda memberitahukan padanya mengenai kebenaran akan “Islam” sebagai obat berbahaya, maka semakin kuat pula ia berpegang padanya. Pada hakekatnya, ia tidak bisa hidup tanpa narkotika itu. Tetapi di dalam dirinya ia tahu persis bahwa ia sedang berada dibawah pengaruh narkotika yang sangat kuat dan bahwa apa yang saat ini sedang terjadi di seluruh dunia sebenarnya diinspirasikan oleh doktrin dari “Islam yang sebenarnya.”

Sama halnya dengan rokok. Kebanyakan perokok tahu potensi bahaya dari merokok, tetapi mereka tetap melakukannya kendati ada begitu banyak peringatan oleh pemerintah dan dokter.

Meski demikian, kita tidak perlu kecewa dengan kenyataan ini. Saya sendiri adalah salah satu dari pecandu obat berbahaya itu. Saya biasa berpikir sama persis dengan reaksi para Islamis ketika mereka melihat kebenaran. Bukan hal yang mudah bagi mereka untuk meninggalkan imannya. Pada kenyataanya, kita sendiri pun sebaiknya tidak mengatakan kepada mereka untuk meninggalkan iman mereka. Sebab hal ini pasti menjadi sesuatu yang kontra produktif. Apa yang bisa kita lakukan hanyalah dengan menunjukkan kepada mereka gambar Islam sejati. Biarkan saja mereka pergi dan menyangkali gambar Islam sejati yang kita perlihatkan. Tetapi mereka pasti menjadi gelisah, sebab jika tidak maka mereka sendiri tidak akan merespon hal itu. Kegelisahan dalam pikiran mereka dan penyangkalan mereka adalah tanda yang paling jelas bahwa pesan itu telah sampai, meskipun ada penyangkalan. Ini yang harus kita lakukan; yaitu kita ciptakan sejumlah keraguan dan sedikit kebingungan. Membutuhkan sejangka waktu sebelum tahap selanjutnya menjadi siap. Dalam tahapan ini besar kemungkinan bahwa mereka bahkan akan lebih kuat berpegang pada agama mereka. Ini adalah tanda lain bahwa seorang Muslim sedang putus asa untuk memastikan bahwa apa yang ia percayai adalah benar. Hal ini akan terus berlangsung dalam sejangka waktu.

Pada satu titik dalam tahapan ini tiba-tiba ia akan terbangun dan memandang kembali keyakinannya yang tak masuk akal itu. Inilah saat ketika ia dengan perlahan akan berhenti mempraktekkan ritual-ritualnya dan akan membaca lebih banyak mengenai apa yang kita tulis. Inilah saat ketika kita berhasil memenangkannya.

Saya menerima cukup banyak surat dan bahkan ancaman-ancaman terhadap hidup saya. Hampir semuanya menyebut saya sebagai seorang pengkhianat. Semua surat-surat bernada kebencian ini membuktikan bahwa pesan yang saya sampaikan menyebabkan kegelisahan dan para Islamis sekarang merasa tidak nyaman. Kapan pun saya menerima surat bernada kebencian, maka saya menjadi sangat yakin bahwa pesan yang saya sampaikan mengenai target. Saya bahkan sama sekali tidak memperdulikan surat-surat ini atau meresponnya. Waktu akan membuktikan semuanya. Kita hanya perlu menanamkan benih keraguan, itu saja! Sisanya biarkan alam yang menentukannya. Ia akan melakukan perannya sendiri. Saya akan beritahukan kepada anda bahwa saya pun telah menerima surat-surat yang tulus dari orang-orang Muslim yang memberitahukan kepada saya bahwa mereka telah meninggalkan Islam setelah mereka dengan seksama menguji ajaran Islam. Biasanya jarang sekali ada orang Muslim yang akan memberitahukan kepada publik bahwa ia telah meninggalkan Islam; karena itu, ketahuilah bahwa kebanyakan Muslim sangat jarang memberitahukan kepada anda bahwa mereka telah meninggalkan Islam.

Karena itu, kita tidak perlu menjadi kecewa ketika kita menerima surat yang irasional dan penuh kebencian dari para Islamis. Membutuhkan waktu yang sangat lama (barangkali satu abad) sebelum kita melihat bukti nyata dari usaha yang kita lakukan hari ini. Pada waktu hal itu terjadi, saya sendiri sudah mati. Bagi saya, hal itu bukan persoalan. Saya tidak berharap bahwa jutaan orang Muslim akan meninggalkan agama mereka hanya dengan membaca sejumlah artikel. Hal ini tidak mungkin terjadi. Jalan bagi pencerahan adalah sesuatu yang sangat lambat.

Catat baik-baik bahwa tanpa kehadiran Internet maka kita tidak akan bisa mencapai apa yang sudah kita capai hari ini. Internet telah merubah segalanya. Anda bisa melihat sekarang ada begitu banyak websites yang memberitahukan “Islam yang sesungguhnya.” Bahkan beberapa tahun lalu hal ini tidak pernah dipikirkan oleh orang-orang Muslim. Saya sendiri paling banyak menemukan kebenaran mengenai Islam dari Internet.

Karena itu, kita membutuhkan kesabaran. Islam hari ini adalah agama pembenci nomor satu. Kata “Islam” dan “fundamentalisme” diasosiasikan dengan terorisme, genosida, pembunuhan, pengeboman, kebencian, dan semua hal yang berlawanan dengan kemanusiaan. Hal-hal itu menyebabkan sakit yang sangat besar, kecemasan, panik, dan perasaan tidak nyaman diantara para Islamis. Mereka sangat mengerti bahwa ada Internet dan ini adalah media elektronik yang sangat ampuh untuk menunjukkan semua perbuatan jahat yang dilakukan atas nama Islam. Sebab itu banyak negara Islam yang menjadikan Internet sebagai musuh mereka. Itulah sebabnya mengapa para Islamis menscan seluruh dunia maya untuk memonitor apa yang dipikirkan oleh dunia mengenai Islam dan mereka berketetapan untuk mengcounter kebenaran dengan penyesatan dan penipuan bahkan jika mereka harus memelintir kitab suci mereka saat melakukannya.

Saya sudah coba memberikan pada anda ide saya mengenai bagaimana merespon seorang Islamis. Respon terbaik adalah jangan merespon secara aktif. Kita hanya perlu memotret “Islam sejati” dan biarkan para Islamis memikirkan hal itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar