Sabtu, 28 November 2009

Lampiran 9 Buang Air Kecil dan Buang Air Besar

Muhammad menderita obsesi psikologis dengan buang air kecil dan buang air besar. Pada kenyataannya, dia menghabiskan banyak waktu untuk mengajarkan mengenai kapan, di mana dan bagaimana seseorang boleh buang air kecil dan buang air besar. Dia sedemikian terobsesinya dengan masalah tersebut sehingga mengajarkan bahwa jika seseorang buang air kecil dan mengenai pakaian atau tubuhnya, dia (orang tersebut) akan menderita Api Neraka setelah meninggal dunia.

Salah satu dosa besar yang dilakukan seseorang adalah bahwa dia tidak menjaga dirinya (pakaian dan tubuhnya) dari air seninya (maksudnya pakaian dan tubuhnya terkena air seninya sendiri). Pada suatu hari Nabi, selagi melewati salah satu kuburan di Medinah atau Mekkah, mendengar suara dari dua orang yang disiksa dalam kuburan mereka. Nabi kemudian menambahkan, “Ya” (mereka disiksa karena suatu dosa besar yang mereka lakukan).

Sesungguhnya, salah seorang di antara mereka tidak pernah menjaga dirinya sendiri dari air seninya. (Hadis jilid I, pasal 57, nomor 215).

Menurut Hadis, II/443, Muhammad berkata bahwa orang-orang disiksa dalam Api Neraka karena mereka mengotori diri dengan air seni mereka sendiri.

Namun, pada saat yang sama, Muhammad memerintahkan orang-orang untuk minum air kencing onta dicampur dengan air susu onta itu juga, sebagai obat.

Maka Nabi memerintahkan mereka untuk pergi mencari kumpulan onta-onta dan minum air susu dan air seni onta-onta tersebut (sebagai obat) (Hadis I/234)

Peraturan-peraturan mengenai buang air kecil dan buang air besar adalah sebagai berikut:

1. Kamu tidak boleh menghadap ke Mekkah ketika kamu buang air kecil atau buang air besar (Hadis I/146, 147, 150, 151).

2. Kamu tidak boleh menggunakan tangan kananmu untuk memegang kemaluan dan untuk cebok. Hadis I/155, 156.

3. Kamu harus membersihkan alat vitalmu dengan air setelah ke kamar kecil. (Hadis I/152, 153, 154, 157).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar