Senin, 09 November 2009

Pasal 12 - Aku Tersadar

Sama halnya dengan banyak orang lain, Andrea berpindah agama menjadi pemeluk Islam, dan sementara tidak setiap orang yang berpindah agama memiliki pengalaman yang sama, tetapi Andrea sungguh-sungguh percaya bahwa banyak yang memiliki pengalaman yang sama. Ia membagikan kisahnya untuk memperingatkan setiap orang agar mereka sungguh-sungguh merenungkan kengerian-kengerian yang ia alami; dan di sini Andrea merasa bahwa merupakan kewajibannya untuk memperingatkan mereka. Karena tampaknya untuk jatuh cinta dengan seorang Muslim yang tegas berarti bahwa seseorang juga harus dengan sepenuhnya memeluk setiap aspek dari Islam!

Mereka berkata jika cinta itu buta. Dalam hal ini, cinta Andrea kepada suaminya telah membutakan matanya terhadap realitas betapa kerasnya keyakinan Islam suaminya itu. Bisakah seorang Kristen dari Barat berbahagia menikahi seorang pria Muslim? Sebelumnya Andrea berpikir bahwa hal itu mungkin. Tetapi kemudian mimpi pernikahannya berubah menjadi sebuah mimpi buruk.

Kesaksian Andrea

Kisah saya seperti cerita dari ribuan orang-orang yang telah mengganti agamanya menjadi Islam. Saya bertumbuh jadi seorang pemberontak, dan benci pergi ke gereja setiap Minggu. Saya tipe orang yang suka mempelajari orang lain, budaya lain, dan agama-agama yang lain.

Ketika saya mulai belajar Islam, saya benar-benar merasa tertarik. Buku-buku yang ditulis untuk mereka yang tertarik dengan agama ini menunjukkan betapa sempurnanya agama Islam itu. “Membunuh seorang manusia sama nilainya dengan membunuh seluruh manusia.” Saya benar-benar menyukai kalimat itu. (Kini ketika mengingat hal itu, saya bisa melihat betapa bodohnya kalimat itu).

Saya mempelajari Islam secara dalam; situs-situs Islam yang saya kunjungi secara khusus telah didisain oleh mereka yang benar-benar paham apa yang ingin ditemukan oleh mereka yang mau memeluk Islam. Seorang pemeluk Islam yang masih baru mencari sebuah agama yang secara umum tidak membantah ilmu pengetahuan alam, agama yang damai, dan agama yang didasarkan pada pemahaman bahwa Tuhan itu satu. Mereka yang membuat situs ini tahu akan hal itu, dan mereka mempengaruhi pemikiran mereka yang sedang mencari spiritualitas dengan pemikiran yang naif. Sesungguhnya saya adalah orang yang tengah mencari hal-hal rohani; saya merasa bahwa saya ingin terhubung dengan sesuatu yang lebih besar daripada diriku sendiri, dan saya ingin dikelilingi oleh orang-orang bermoral, dengan keyakinan yang tegas menolak hal-hal yang tidak bermoral. Islam oleh karena itu adalah semua yang baik untuk saya. Kemudian saya menjadi sangat terlibat dengan agama ini, dan manakala saya tersandung dengan kata “radikal” atau seperti saya menyebut mereka hari ini “kebenaran Islamik”, secara sederhana saya berkata,”Mereka adalah orang-orang dengan pandangan yang kacau, bukankah semua agama memiliki kelompok radikal dan bahwa mereka malu akan hal itu?” Saya bertemu dengan banyak orang Muslim di ruang chatting, dan kami semua bersatu dalam pandangan kami bahwa penyebab dari radikalisme ini adalah karena Israel telah merampas Tanah Palestina, Barat sudah terkorupsi dan jahat, dan orang-orang Yahudi ada di belakang semua aksi-aksi jahat itu. Lucu sekali, betapa mudahnya anda meyakini kata-kata yang kelihatannya mengesankan!

Lalu kemudian suatu hari saya bertemu dengan Muhammad (bukan si pedofil yang memulai bidat ini). Ini adalah Muhammad dari Maroko, dan ia datang ke Amerika Serikat dan tinggal sangat dekat denganku. Kami banyak mendiskusikan mengenai Islam, dan kami berdua sangat cukup liberal; kami mendengarkan musik, dan setuju bahwa wanita tidak boleh dipaksa mengenakan jilbab, dan bahwa jika seorang wanita ingin bekerja, hal itu boleh-boleh saja, dan bahwa poligami sudah kadaluwarsa. Saya sangat menyukai pandangannya, karena itu kami berbicara hampir setiap malam, chatting dengan suara, dengan menggunakan webcam (ini sesungguhnya dosa besar dalam Islam, berbicara dengan non-Muslim, khususnya dengan saling melihat wajah).

Kami hanya berteman, dan sebenarnya ia sudah memiliki tunangan di Maroko, tetapi ia menyampaikan kepada saya bahwa tunangannya itu sangat berkeinginan untuk bisa berbaring di pantai dengan bikini. Kami berdua setuju bahwa pikiran tunangannya itu sudah terkontaminasi oleh nilai-nilai Barat, dan wanita seharusnya tidak memperlihatkan tubuhnya untuk dilihat oleh pria. Karena itu ia kemudian memutuskan hubungan dengan tunangannya itu. Ya, kami memutuskan bahwa kamilah pasangan serasi untuk masuk ke pelaminan. Lalu ia pun mengunjungiku, dan kami menegaskan keyakinan itu lebih besar lagi. Kemudian saya segera pindah ke negara bagian yang lain, dan ia juga memutuskan untuk pindah bersama dengan saya, dan segera setelah ia sendiri mapan secara finansial maka kami akan segera menikah. Inilah hal yang tampaknya sangat sempurna bagiku: Sebelumnya ia selalu ingin kembali ke negaranya dan tinggal di sana setelah menyelesaikan pendidikannya, tetapi sekarang, karena ia sudah mengenal saya, ia rela untuk membatalkan semua yang ia rencanakan untuk ia lakukan. Betapa romantisnya bukan? Bagaimana seseorang bisa berkata bahwa pria Muslim sangat mengendalikan wanita?

Hal-hal berjalan lebih baik bagi Mo, itulah panggilanku untuknya; karena itu kami pun mulai merencanakan seluruh masa depan kami. Saya bekerja di bidang politik, dan ia bekerja di bidang komputer. Kami tinggal di Connecticut (di pinggiran kota). Saya benar-benar jatuh cinta. Kemudian suatu malam, saya mengatakan sesuatu yang di luar dari rencana masa depan kami. Aku berkata,”Aku tidak bisa membayangkan para pria yang ingin memiliki lebih dari satu isteri; maksudku hal itu benar-benar bodoh, dan hal itu membuat para wanita jadi tidak berarti.”

Sebenarnya waktu itu aku tidak sedang berbicara mengenai Muslim, tetapi mengenai Mormon dan orang-orang primitif lainnya yang tidak setuju dengan ide ini. Tiba-tiba wajahnya yang biasanya gembira berubah menjadi wajah yang merendahkan. Ia berkata: “Bagaimana engkau bisa membantah firman Allah?” Saya katakan, “Pada masa Muhammad, budayanya kan berbeda, karena itu ia tidak melihat sebagai sesuatu yang salah jika orang memiliki lebih dari satu isteri, dan peperangan-peperangan itu menyebabkan banyak wanita menjadi janda, dan mereka membutuhkan orang lain untuk merawat mereka.” Di sini saya mengulangi respon Islam yang biasanya mereka karang-karang ketika ada orang yang menanyakan hal ini. Kemudian ia bertanya kepadaku apakah Islam itu sudah kadaluwarsa. Saya menjawab, “Bukankah engkau setuju jika memenggal kepala manusia itu adalah sebuah tindakan barbar, dan bahwa wanita yang bekerja adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh masyarakat kita?” Ia berkata,”Ya, tetapi aku tidak akan coba membantah kehendak Allah. Engkau mengatakan bahwa Allah itu salah ketika berpendapat bahwa poligami itu salah...dan mereka yang tidak sepenuhnya percaya kepada firman-firman Allah adalah orang-orang kafir, dan kafir akan pergi ke neraka.” Wow, benar-benar sebuah perubahan drastis! Saya segera mengucapkan selamat malam, karena saya tidak mau berbicara dengan orang yang irasional seperti itu. Keesokan harinya saya menerima sebuah email bernada ramah, yang penuh dengan permohonan maaf. Saya merasa lega. Sangat naif, bahwa saya menerima permintaan maafnya dan kami pun meneruskan hubungan seperti sebelumnya. Saya harus menambahkan, saya sangat khawatir mengenai bagaimana saya harus membiayai aspek-aspek tertentu dalam pendidikan saya yang sangat mahal.

Saya tidak tahu persis dimana titik balik itu datang, tetapi saya mulai sedikit curiga dengan sejumlah ide di dalam Islam sementara saya menelitinya lebih jauh. Tidak berteman dengan kafir, MEMBUNUH, berdusta, STATUS WANITA. Wow, apa yang saya lewatkan di sini? Karena itu aku membicarakan hal-hal itu dengan Mo, dan apa yang terjadi, ia tiba pada titik mendidih. Inilah email yang saya terima darinya. Kata-kata saya dibold di paragrapf berikutnya.

Apa sebenarnya masalahmu? Saya rela mengorbankan segalanya bagimu, negara saya, hidup saya, kebanggaan saya....dan ketika saya memintamu untuk mengorbankan satu hal, engkau menjadi takut akan hal itu, takut dengan kehendak Allah (Catat: Pengorbanan yang ia sebut di sini adalah ketidaksetujuan saya menjadi seorang ibu rumah tangga). Bagaimana engkau menolak apa yang dengan jelas telah dikatakan oleh Allah? Engkau hanya memperdulikan uang....Memperdulikan? Bukan itu kata yang saya maksudkan....Engkau sangat terobsesi dengan uang sama buruknya dengan orang Yahudi. Mimpimu bukanlah bagaimana engkau bisa menyembah Tuhanmu, dan tunduk kepada kehendakNya, tetapi bagaimana engkau bisa mendapatkan uang lebih banyak lagi, dan mendapatkan kekuasaan. Ketika aku bermimpi, aku bermimpi pulang ke rumah untukmu, setelah seharian bekerja keras, dan aku melihatmu menyiapkan makanan untukku, membersihkan rumah, dan setelah itu, kita menghabiskan waktu kita di tempat tidur. Ketika engkau bermimpi, engkau bermimpi bagaimana bisa mendapatkan uang lebih banyak lagi, bagaimana engkau bisa mendapatkan suami yang sanggup membelikan apa yang engkau inginkan. Ini adalah pikiran dari seorang wanita yang sakit. (Aku seorang wanita yang sakit?). Dengarkan di sini, Allah berkata bahwa pria lebih berkuasa daripada wanita, dan tugasnya adalah untuk memeliharanya, tetapi engkau menolak kesemuanya itu. Ini adalah tuntutan-tuntutanku dan engkau akan mengikutinya bukan karena aku menuntutmu melakukannya, tetapi karena Allah sendiri yang menuntutnya. Dan Allah menghendaki kepatuhan terhadap suami.

Engkau harus mengenakan jilbab kapan pun.

Engkau tidak boleh berteman dengan wanita-wanita Muslim yang tidak mengenakan jilbab, dan engkau sama sekali tidak boleh berteman dengan orang-orang kafir.

Ketika seorang teman pria atau rekan kerjaku masuk ke rumah, maka engkau harus pergi ke ruangan yang terpisah, dan tinggal di sana hingga ia pulang, kecuali saat engkau menyediakan makanan atau minuman kepadanya.

Engkau tidak boleh bekerja, bahkan ketika aku tidak sanggup mensupportmu secara finansial, sebab engkau akan dikelilingi orang-orang kafir di tempat kerja, dan mereka akan memandangmu dengan nafsu dan menggodamu untuk melakukan hal yang salah. Perempuan itu lemah, engkau lemah, dan besar kemungkinan engkau akan dilecehkan oleh seorang kafir.

Jika engkau bepergian, bahkan dengan teman-temanmu sendiri, engkau harus memberitahukan kepadaku dimana saja engkau berada pada waktu-waktu itu, dan apa pun yang engkau beli engkau harus menunjukkannya kepadaku ketika sudah sampai di rumah.

Saya diinjinkan untuk memukulmu dengan pelan, tetapi hanya pada sebuah situasi ekstrem, misalnya ketika engkau menyangkal.

RESPONKU:

Hai Mo,

Saya merasa sangat bodoh dengan ketidaktahuanku, dalam kenaifanku, aku tidak bisa melihat kebenaran. Sebelumnya engkau memperlihatkan hal yang sangat sempurna kepadaku. Sekarang saya melihat diri saya sebagai seorang wanita yang sulit menerima hal-hal yang diharapkan oleh Islam kepadaku. Islam menginginkanku menjadi seorang ibu rumah tangga. Islam mau supaya aku tunduk pada semua permintaanmu. Islam mau supaya tubuhku sepenuhnya tertutup, kecuali wajah dan tanganku. Bagaimana aku bisa tidak mengetahui hal ini sebelumnya? Sekarang saya benar-benar berterimakasih kepadamu sebab engkau menunjukkan kebenaran kepadaku, sebab dalam emailmu engkau dengan jelas menunjukkan apa yang selama ini tersembunyi bagiku.

Engkau menunjukkan padaku bahwa Islam percaya jika wanita itu hanyalah obyek seks dan harta milik kaum pria. Bahwa Islam itu ciptaan seorang Nabi benar-benar busuk dan seorang pedofil. Bahwa Islam menginjinkanmu untuk memukulku. Islam juga mengijinkanmu berpoligami. Apa yang diijinkan oleh Islam untuk aku lakukan? Islam mengijinkanku untuk tinggal di rumah, karena aku ini bukan apa-apa selain sebagai obyek dosa. Jika Allah itu Maha Pemurah, dan Maha Pengampun, maka mustahil Ia memilih seorang Nabi dengan pemikiran yang sangat sakit. Jika Allah itu adalah Tuhan yang harus kita sembah, dan yang padaNya kita mencari pertolongan, maka jangan harap aku akan mengikuti Allah seperti itu! Aku tidak akan mencari pertolongan dari Allah yang pendendam, yang berpikir bahwa memenggal kepala orang itu okay, yang berpikir bahwa memukul wanita itu okay, yang berpikir bahwa melakukan pedofilia itu okay.

Ibuku selalu mengajariku untuk menghargai mereka yang berpandangan berbeda denganmu, dan memahami bahwa setiap orang memiliki pencerahan spiritualnya sendiri. Ia juga selalu mengajariku untuk tidak pernah memakai bahasa yang kacau. Dan yang paling utama, jangan pernah menjadi marah, sebab kelak engkau akan menyesali apa yang engkau katakan. Maaf ibu, sebab kali ini aku tidak melakukan apa yang engkau sarankan.

F (Bangsat) you! (Wow aku benar-benar puas dengan kalimat itu). Aku tidak mau melayanimu, dan aku tidak mau melayani Tuhan yang adalah seorang Monster sebagaimana yang diajarkan oleh Quran. Silahkan saja kau sebut aku seorang kafir, sebab aku lebih suka diasosiasikan dengan budaya itu, daripada menjadi salah seorang yang percaya bahwa membunuh 750 orang Yahudi dalam satu hari bisa diterima, memenggal orang tidak beriman, dan bisa menerima seorang tua untuk menikah dengan anak kecil berusia 6 tahun dan menidurinya saat ia berusia 9 tahun. Jika jannah (surga) yang kau katakan dipenuhi dengan orang-orang seperti engkau, apa kau kira aku mau masuk ke surga seperti itu? Neraka yang sebenarnya adalah neraka yang berisi jutaan orang yang melakukan hal yang sama seperti engkau.

Aku akan mengunci pintu rumahku, mengganti nama, dan pindah ... karena bagi Muslim yang meninggalkan Islam, akan dihukum mati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar