Minggu, 03 Oktober 2010

Muslim Ragu Mulai Murtad

DOUBTING MUSLIM (MUSLIM RAGU)

Hello, Aku adalah orang yang beralih memeluk agama Islam. Aku tidak sholat teratur beberapa bulan terakhir ini. Aku dihormati oleh sejumlah masyarakat Muslim, karena mereka bangga bisa mengIslamkan diriku. Tapi mereka tidak tahu bahwa aku meragukan Islam dan tidak beribadah lagi. Sudah dua kali aku tidak melakukan sholat Jum’at (tampaknya seperti yang dikatakan hadis kemunafikan sudah merasuk hatiku)… Aku bingung sekarang siapa diriku sebenarnya dan apa yang kulakukan jika aku tidak percaya Islam lagi (aku meragukan Allah yang ingin aku berjihad dengannya melawan Israel). Muslim adalah identitasku sepenuhnya, dan hidupku dibentuk dan terpusat pada Islam. Dulu aku meninggalkan temank2u, atau mungkin mereka yang meninggalkanku, sebelum aku masuk Islam. Tapi kawan2 Muslilmku yang sekarang terbelakang tingkat intelektualitasnya.

Sekarang aku bagaikan berada di perbatasan. Ada banyak hal2 yang baik dalam Islam… tapi kebanyakan Muslim itu bodoh. Memang sesama Muslim saling menerima dengan baik, ada persaudaraan dan ramah tamah sesama Muslim… Tapi aku tercengang melihat kebodohan Muslim dalam doktrin agama dan masalah2 dunia (terorisme, heboh boneka teddy bear yang diberi nama Muhammad, menghukum korban2 perkosaan, membunuh biarawan2 hanya gara2 kartun Muhammad..)

Aku berulang-kali menulis ulang kesaksianku ini, aku tidak yakin bagaimana tepatnya mengutarakan hal ini dan apa yang harus kukatakan.

Aku berusaha bergabung dengan forum2 muslim moderat, tapi rasanya mereka terlalu suci dan tidak cukup kritis; tapi aku juga merasa islamofobi (orang2 anti-Islam) terlalu negatif, seringkali berbohong karena benci… Jika kebenaran memang nyata, serangan mereka pada Islam akan lebih berhasil jika tidak disertai kebencian untuk membimbing Muslim meninggalkan Islam dengan cara pemberitahuan keterangan yang benar dan dengan rasa belas kasih.

Aku telah melihat beberapa orang yang penuh kebencian di sini, tapi beberapa yang lain adalah ex-muslim yang tulus…

Aku tidak tahu apakah aku siap mengumumkan diriku sebagai atheis… Aku masih banyak terpengaruh paham2 Islam.

Saudara perempuanku mualaf pula, dan dia pun sudah mengutarakan keraguannya akan Islam padaku, tapi masih mencoba menjadi Muslimah yang baik… Ibu kami adalah yang pertama memeluk Islam di keluarga kami ketika saya dan saudaraku masih remaja. Ibuku baru2 ini meninggal sebagai Muslimah.

Aku merasa sangat berdosa karena meragukan Islam, sedangkan ibuku tetap jadi Muslimah sampai di hari wafatnya.

Aku tidak tahu bagaimana jati diriku tanpa Islam. Rasanya hanya gelarku saja yang Muslim. Aku tidak ingin kehilangan kawan2ku atau keluargaku, tapi aku pun tidak mau jadi munafik.

Aku hanya ingin mencari siapa diriku sebenarnya. Aku akan menghargai semua pertolongan dan nasehat yang tulus.

-lost87

Jawaban Ali Sina pada Lost87:

Dear Lost87

Selamat datang di FFI. Kau tidak tersasar, kok. Apa yang kau rasakan sekarang nantinya juga akan hilang. Hal ini sangat wajar dan kami semua pun mengalaminya. Ada beberapa tahap perasaan yang dialami Muslim murtad dalam perubahan dari beriman menuju pencerahan (murtad). Tahap pertama adalah penyangkalan. Lalu shock, bingung, rasa bersalah, depresi, marah, dan akhirnya memaafkan dan kemerdekaan. Kau bisa saja mengalami beberapa tahap ini atau bisa juga semua tahap. Hal ini merupakan proses yang normal.

Juga, tidak ada hal baik apapun dalam Islam. Islam hanyalah kebohongan dan penipuan. Saat ini kau sukar untuk melihatnya. Jika kau meninggalkan Islam cukup jauh, maka kau bisa melihat bahwa Islam tidak punya apapun yang baik untuk ditawarkan. Juga sebenarnya Muslim tidak bodoh, meskipun mereka memang mengucapkan hal2 yang bodoh. Aku heran melihat bagaimana Muslim datang ke forum ini dan mengatakan hal yang paling konyol, tapi begitu mereka meninggalkan Islam, tiba2 saja mereka jadi cerdas dan seketika akan tampak pula nalar yang jelas dalam tulisan2 mereka. Percaya atau tidak, bahkan bahasa Inggris mereka pun bertambah baik dan mereka mulai mengutarakan pikirannya dengan teratur.

Cobalah bina kembali hubungan dengan kawan2 lamamu. Tempatkan pengalamanmu jadi Muslim dalam masa lalu hidupmu dan kau mungkin malah bisa menjadi pelita untuk membimbing Muslim lain. Para murtadin adalah penolong Muslim yang terbaik. Persenjatai dirimu dengan banyak pengetahuan dan ikutlah dalam debat2 internet. Begitu kau bebas dari Islam, kau akan jauh lebih bahagia dari yang pernah kau bayangkan. Ini adalah kebahagiaan yang muncul dari pengertian. Apa yang sedang kau alami sekarang akan berlalu. Bacalah artikel2 di bagian muka. Artikel2 itu akan banyak menolongmu.

Memang benar Islam merampok jati diri seseorang dan hal ini membuatmu dirimu kosong, sehingga Islam bisa menguasainya. Sekarang karena kau meragukan Islam, kau merasa hampa. Tapi tak lama kemudian dirimu akan dipenuhi dengan pengetahuan dan kau pun akan menemukan jati dirimu yang sebenarnya. Kami semua mengalami pengalaman ini. Kau tidak perlu merasa sendirian.

Semoga kau mengalami yang terbaik bagi dirimu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar