Minggu, 04 Oktober 2009

Pasal 13 - Kebencian Kuno Islam Terhadap Orang Yahudi

Sementara Islam memimpikan hari dimana orang Kristen dan Yahudi akan bertobat kepada Islam secara massal, ada perbedaan dalam narasi mengenai akhir jaman di dalam ajaran Islam mengenai akhir dari orang Kristen dan Yahudi. Dalam versi hari kiamat menurut Islam, kita melihat bahwa semua orang Kristen akan memeluk Islam, jika tidak mereka akan dibunuh. Tentu saja, jika kita memperhatikan gambaran akhir ini, sangat mungkin untuk mengatakan bahwa Islam mempunyai ketertarikan dengan orang Kristen atau Kekristenan. Namun ketika kita menganalisa pengajaran dan tradisi Islam mengenai orang Yahudi, kita akan sangat merinding ketika melihat bahwa satu-satunya takdir/akhir bagi orang Yahudi menurut Islam adalah pembantaian total dan absolut. Dalam tradisi-tradisi Islam kita melihat sebuah kebencian yang sangat gelap dan persisten terhadap orang Yahudi yang hampir sama dengan ideologi yang diekspresikan oleh Naziisme. Ideologi kebencian ini sepenuhnya didukung dan dipupuk dalam keseluruhan Qur’an dan tradisi-tradisi Islam. Sebagai contoh, berkenaan dengan orang Yahudi Qur’an berkata:

“Dan Kami telah timbulkan kebencian dan permusuhan diantara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan”. Sura 5:64

Ayat ini memperjelas bahwa akan ada “permusuhan dan kebencian” terhadap orang Yahudi sampai akhir jaman. Maka berakhirlah klaim yang menyatakan bahwa penghinaan Qur’an terhadap orang Yahudi hanyalah terbatas pada insiden-insiden historis tertentu dalam karir Muhammad sebagai nabi. Qur’an tidak hanya menggambarkan orang Yahudi sebagai orang-orang yang memulai perang dan menyebabkan banyak penderitaan di muka bumi, tetapi juga secara literal mengklaim bahwa Allah sangat jijik dengan orang Yahudi, sehingga Ia mengutuki mereka dan secara literal mengubah banyak diantara mereka menjadi “monyet dan babi”, menempatkan mereka pada tempat yang terendah diantara umat manusia:
“Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: ‘Jadilah kamu kera yang hina”. Sura 1:166.

“...orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, diantara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi, dan (orang yang) menyembah thaghut?’ Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus”. Sura 5:50

“Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: ‘Jadilah kamu kera yang hina”. Sura 2:65

Diantara banyak orang yang anti-semitis dan Muslim yang vokal, ayat-ayat ini sangat digemari. Walid Shoebat adalah seorang mantan Muslim yang dibesarkan di wilayah Palestina. Ia teringat suatu peristiwa di masa kanak-kanak saat sekolahnya mengadakan perjalanan wisata ke kebun binatang di Yerusalem, Walid mengenang, “Guru Islam kami mengatakan, ‘gorilla ini dulunya adalah seorang Yahudi’”. Kini saat saya memikirkannya, inilah sesungguhnya yang diajarkan oleh Nazi – dalam bentuk yang sangat keji. Hal ini juga yang diajarkan di seluruh Timur Tengah.1 Sebagaimana Nazi menyatakan bahwa orang-orang Yahudi adalah “kutu-kutu kecil” yang lebih rendah dari manusia, untuk membenarkan perlakukan mereka yang tidak manusiawi terhadap orang Yahudi; demikian juga Muslim mengikuti tuntunan Qur’an dengan tidak memanusiakan ras Yahudi.

Sekarang dalam poin ini, para apologis Muslim akan segera berargumen bahwa walaupun di dalam Qur’an ada banyak ayat yang berbicara mengenai orang Yahudi dengan bahasa yang keji, namun masih ada ayat-ayat lain yang berbicara mengenai orang-orang Yahudi dengan bahasa yang positif. Walaupun hal itu benar, namun hal itu pun bisa menyesatkan. Dalam bukunya yang sangat informatif, Islam dan Orang-orang Yahudi, Mark A.Gabriel, Ph.D, seorang mantan Imam Muslim dan Profesor sejarah Islam di Universitas Al Azhar yang ternama di Kairo, memaparkan kecenderungan Islam yang salah terhadap orang Yahudi. Gabriel menjelaskan bahwa menurut teologi Islam, ayat-ayat dalam Qur’an yang kelihatannya “ramah” terhadap orang Yahudi dipahami sebagai ayat-ayat yang telah dibatalkan (mansukh) oleh ayat-ayat yang kemudian diwahyukan kepada Muhammad dalam karir kenabiannya. Ini didasarkan pada gagasan tentang wahyu progresif dalam Islam yang mengatakan, jika ada ayat-ayat yang nampaknya saling berkontradiksi, maka wahyu-wahyu terbaru yang diberikan kepada Muhammad akan membatalkan atau meniadakan wahyu-wahyu terdahulu. Ini adalah doktrin Islam yang sangat dipahami dan yang paling banyak dianut; doktrin ini disebut: nasikh.2 Banyak ayat dalam Qur’an bahkan memuat sebuah daftar di bagian belakang yang berisi ayat-ayat yang lebih tua dan ayat-ayat yang baru agar orang dapat mengetahui ayat-ayat mana yang telah dibatalkan dan ayat-ayat mana yang dipertahankan. Oleh karena ayat-ayat yang menunjukkan kekerasan dan permusuhan terhadap orang Yahudi adalah ayat-ayat yang baru, maka ayat-ayat itu membatalkan ayat-ayat yang mengekspresikan damai. Hal ini sangat jelas dipahami di seluruh dunia Islam.

Saat kita menjajaki pertumbuhan dan perkembangan anti-semitisme dalam Islam, kita akan menjadi sangat sedih karena hal itu tidak hanya terbatas dalam Qur’an, melainkan lebih daripada itu pembantaian akhir orang-orang Yahudi juga mendapat dukungan penuh dalam Hadith. Kami telah mengutip tradisi ini lebih dari sekali, tapi kami akan mengutipnya sekali lagi untuk terakhir kali:
“(Berkatalah Muhammad:) Hari kiamat tidak akan datang kecuali orang Muslim memerangi orang Yahudi dan orang Muslim akan membunuh mereka sampai orang Yahudi akan menyembunyikan diri di balik sebuah batu atau sebatang pohon dan berkata: ‘Muslim, atau hamba Allah, ada seorang Yahudi di belakangku; datang dan bunuhlah dia’; tetapi pohon Gharghad tidak akan berkata, karena itu adalah pohon Yahudi”. – penekanan oleh penulis 3

Kepercayaan apokaliptik mengenai perang di masa depan terhadap Israel dan pembunuhan semua orang Yahudi adalah kepercayaan yang sangat dipegang oleh kebanyakan Muslim. Kita juga harus ingat bahwa tradisi-tradisi dan ayat-ayat yang anti-semitis di dalam Qur’an telah berusia lebih dari seribu tahun. Tradisi sakral Islam berkenaan dengan pembantaian akhir terhadap semua orang Yahudi tidak dapat dikenakan pada konflik yang terjadi saat ini dengan Negara Israel. Walaupun banyak orang pada masa kini berusaha menyalahkan kebencian Muslim pada orang Yahudi semata-mata karena Zionisme dan tuduhan penindasan dan penganiayaan terhadap orang Palestina yang dianggap “mirip Nazi”, hal itu sama sekali tidak dapat menjadi alasan. Kebencian Islam terhadap orang Yahudi telah eksis sejak Islam dilahirkan. Itu bukanlah sebuah fenomena baru. Dan tidak dapat disangkali lagi, hari ini Islam dan dunia Muslim adalah satu-satunya kekuatan dalam dunia yang sangat anti-Semitis. Terutama Palestina, yang menggunakan alasan apokaliptis sebagai dasar atas banyak aksi mereka terhadap Israel dan orang Yahudi dewasa ini. Walaupun pada kenyataannya, alasan ini merupakan salah satu faktor utama yang mengompori konflik yang terus-menerus di Israel saat ini, alasan ini juga seringkali merupakan faktor yang dilupakan oleh para pengamat sekuler yang berusaha menilai konflik yang ada saat ini berdasarkan ekuivalensi moral. Kutipan-kutipan berikut ini merupakan terjemahan dari bagian-bagian ceramah tahun-tahun belakangan ini, yang disampaikan oleh Sheikh Ibrahim Madhi, Imam resmi diangkat oleh otoritas Palestina. Perhatikanlah adanya penggunaan ayat-ayat dan tradisi-tradisi yang telah kita diskusikan sebelumnya, yang biasa digunakan untuk membenarkan dan mendukung kebencian terhadap orang Yahudi:
“Kami bangsa Palestina, takdir kami dari Allah adalah untuk menjadi barisan terdepan dalam perang melawan orang Yahudi hingga kebangkitan orang mati, seperti yang dikatakan oleh nabi Muhammad: “Kebangkitan orang mati tidak akan tiba hingga kamu memerangi orang Yahudi dan membunuh mereka...” Kami orang-orang Palestina adalah barisan terdepan dari upaya ini dan dalam kampanye ini, apakah kami menginginkannya atau tidak...”

“Wahai, saudara-saudara Arab kami...Wahai, saudara-saudara Muslim kami...Janganlah meninggalkan bangsa Palestina sendirian dalam perang melawan Yahudi...Bahkan telah ditetapkan atas kami untuk menjadi barisan terdepan...Yerusalem, Palestina dan Al Aqso (Temple Mount), tanah yang telah diberkati Allah dan daerah-daerah di sekelilingnya akan tetap menjadi pusat pergumulan antara Kebenaran dan Kesesatan, antara Yahudi dan non-Yahudi di tanah suci ini, walau ada banyak kesepakatan telah ditanda-tangani, walau banyak risalah dan perjanjian telah diratifikasi. Karena Kebenaran ada dalam Qur’an, seperti yang telah disahkan oleh perkataan nabi Muhammad, bahwa perang yang telah ditentukan itu akan terjadi di Yerusalem dan sekitarnya: ‘Kebangkitan orang mati tidak akan terjadi hingga kamu memerangi orang Yahudi...”

“Peperangan dengan orang Yahudi benar-benar akan tiba...tidak diragukan lagi, kepastian kemenangan Muslim akan datang, dan nabi telah mengatakannya di lebih dari satu hadith; dan Hari Kebangkitan tidak akan datang tanpa kemenangan orang-orang beriman (Muslim) atas keturunan monyet-monyet dan babi-babi (Yahudi) dan dengan penghapusan mereka”.4

Oh Allah, terimalah para martir kami di langit yang tertinggi...
Oh Allah, tunjukkanlah pada orang Yahudi hari yang gelap...
Oh Allah, hapuskanlah orang Yahudi dan para pendukungnya...
Oh Allah, kibarkanlah bendera jihad di seluruh negeri... 5

Maka, saat dunia sangat menanti-nantikan dan percaya akan datangnya masa dimana orang Yahudi dan orang Palestina hidup berdampingan dalam damai; para imam, pihak otoritas agama bangsa Palestina, memberikan dukungan dan persetujuan penuh pada kepemimpinan politik yang tidak henti-hentinya menabuh genderang “perang terakhir”, pembantaian akhir terhadap orang Yahudi.

KEBENCIAN KUNO SETAN TERHADAP ORANG YAHUDI
Apabila kita membandingkan roh yang kita lihat dalam Islam dengan roh yang kita lihat termanifestasi di bawah pemerintahan Antikristus dan Nabi palsu, ada kebencian kuno yang sama terhadap orang Yahudi dalam kedua roh itu. Itu adalah kebencian kuno yang berasal dari Setan sendiri. Sejak hari pertama Tuhan menyatakan kasih-Nya kepada orang Yahudi, Setan telah memusuhi mereka. Kendaraan-kendaraan utama yang digunakannya untuk memerangi orang Yahudi adalah beberapa kekaisaran besar dunia. Mereka adalah kekaisaran-kekaisaran “binatang” yang telah kita diskusikan di pasal 10. Di sepanjang Alkitab, kita membaca mengenai usaha-usaha Satan untuk menghapuskan atau menganiaya orang-orang Yahudi:
1.Melalui Firaun, penguasa Mesir, ketika ia memerintahkan untuk membunuh semua anak laki-laki Ibrani (Kel.1:5-22).
2.Melalui Salmaneser, penguasa Asyur, ketika ia menaklukkan kerajaan Utara Israel dan membuang serta menyerakkan 10 dari 12 suku Israel ke pembuangan (2Raj 17:5-6)
3.Melalui Nebukadnezar, penguasa Babilonia, ketika ia menyerang Yerusalem, ibukota kerajaan Selatan Yudea, dan membawa sisa orang Yahudi ke pembuangan (1Raj 24:10-16)
4.Melalui Haman, orang yang ditunjuk sebagai pejabat yang berwenang atas Medo/Kerajaan Persia, ketika ia berusaha membunuh semua orang Yahudi yang ada di kerajaan itu (Ester 3:9)
5.Melalui Antiokhus Epiphanes, penguasa Yunani atas Syria, ketika ia menaklukkan Yerusalem, seperti yang digambarkan oleh sejarahwan Josephus sebagai penaklukkan berdarah dalam sejarah Israel (Daniel 8:23-25; 1 Makabe 1-6). 6
6.Melalui Titus, kaisar Romawi, yang menyerang dan menaklukkan Yerusalem, membunuh lebih dari 1,1 juta orang Yahudi, dan memperbudak lebih dari 97.000 orang. (Perang-perang Yahudi, VI, ix, 3).
7.Melalui berbagai kerajaan Islam dan Kristen, yang tidak dapat kami sebutkan namanya. Bahkan kekristenan (yang sesat sekalipun) juga tidak dapat dikatakan tidak bersalah dalam sejarah bangsa Yahudi yang penuh darah.
8.Melalui Adolf Hitler, yang membunuh sekitar 6 juta orang Yahudi selama perang dunia II.
9.Dan pada akhirnya melalui Antikristus dan Nabi palsu dan kerajaan mereka di masa depan, yang telah dengan jelas dinubuatkan oleh nabi Zakharia dan Yehezkiel; yang akan menyerang Yerusalem dan membunuh dua per tiga dari penduduk/bangsa Israel. (Zakharia 13:8-9; Yehezkiel 38).

Pada titik ini orang yang waras harus berhenti dan bertanya: Apa lagi yang dapat menjelaskan sejarah suatu bangsa semacam itu, yang terus-menerus penuh darah dan menyakitkan, selain dari sebuah kebencian yang tidak manusiawi dan demonis? Siapakah yang sanggup memulai serangan yang gelap dan terus-menerus terhadap sebuah bangsa yang jumlahnya hanya 1 persen, karena itu hanya merupakan bagian yang sangat kecil dari populasi dunia – tidak peduli dimanapun mereka tinggal? Siapa lagi kalau bukan Iblis itu sendiri? Sejarah bangsa Yahudi sendiri adalah bukti untuk membuka pikiran kita bahwa Setan eksis dan bahwa ia membenci orang-orang yang dikasihi Tuhan dan yang disebut Tuhan sebagai “biji mata-Nya” (Zakharia 2:8)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar