Senin, 09 Maret 2009

Gereja Katolik Luruskan Masalah Santo Valentine's


Katagori : Warta Berita
Oleh : Redaksi 17 Feb 2009 - 7:30 pm


CEO : St Valentine 'not saint of love'

Banyak remaja berdoa di Hari Valentine yang dikenal dalam tradisi Kristen. Karena sering salah sasaran, Gereja meluruskannya!

Gereja Katolik Roma Inggris menasihati orang lajang yang menginginkan hubungan asmara, yang selama ini diperingati dengan Valentine's Day (Hari Kasih Sayang) agar mengarahkan doa permintaan asmaranya pada 14 Februari kepasa kepada Santo Raphael, bukannya Santo Valentine. Selama ini banyak doa yang salah sasaran.

Menurut Gereja Katolik Inggris, bertahun-tahun, Santo Valentine telah keliru diasosiasikan dengan upaya mendapatkan cinta. Menurut kalangan gereja Roma Inggris, dia adalah Santo pelindung bagi mereka yang telah menemukan pasangan hidup mereka. Sedangkan, Santo Raphael adalah santo pelindung untuk hubungan yang bahagia dan dialah seharusnya menjadi tujuan permintaan dalam Hari Valentine.

Campur tangan

Clare Ward, jurubicara pada Catholic Enquiry Office (CEO), lembaga resmi penyedia informasi mengenai kehidupan Katolik, mengatakan, meski pembedaan di antara para santo selalu jelas di dalam Gereja, bertahun-tahun masalah itu menjadi samar di luar.

"Jika besok Anda masih mencari pasangan hidup, santo pelindung sebenarnya adalah Santo Raphael," kata Clare Ward.

"Dia orang yang tepat untuk Anda tujukan doa atau waktu Anda jika Anda mencari calon pasangan Anda," ujarnya.

Menurut legenda, Santo Raphael membantu Tobias menjadi pasangan hidup bagi Sarah, yang calon suaminya meninggal menjelang pernikahan mereka.

Dalam daftar para Santo Katolik, adalah Santo Raphael yang dikait-kaitkan dengan bantuan untuk menjalin hubungan asmara.

Santo Valentine dilaporkan menjadi martir di Roma pada tahun 269.

Meski riwayat patinya tidak jelas, Valetine diyakini memang ada, sebab para arkeolog telah menggalami gereja kuno yang dipersembahkan untuk seseorang dengan nama tersebut.

Salah satu teori menyatakan, dia adalah pendeta di Roma yang tetap menikahkan pasangan Kristen dengan melanggar ketentuan yang berlaku saat itu.

Menjelang eksekusi, dia dikatakan menandatangani pesan kepada putri orang yang memenjarakannya: "From your Valentine."

Mereka yang mengharapkan campurtangan tuhan untuk membantu kehidupan asmara mereka mungkin menghargai koreksi mengenai santo tujuan doa mereka.

"Ada banyak bukti yang mengindikasikan bahwa orang-orang muda yang mengikuti kelompok doa telah mendapatkan pasangan mereka," tambah Clare Ward. "Mereka yang telah menempuh jalur-jalur tradional seperti jasa perjodohan online semeSantoinya mencoba jaringan spiritual," katanya.

"Mengapa tidak mendatangi kelompok doa - ini mungkin malam keberuntungan Anda."

Tadisi Kristen

Sebagaimana diketahui, tradisi Valentine's Day (Hari Kasih Sayang) berasal dari tradisi Kristen kuno. Peringatan ini bermula ketika tahun 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine's Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.

Kata Santa atau Santo sendiri berasal dari bahasa Latin 'sanctus', yang artinya "suci, kudus". Dengan kata lain, seorang santa atau santo adalah seorang yang sangat baik, penuh belas kasihan dan iman. Kalangan Kristen yakin, para Santo adalah seseorang yang telah berada di surga. Gereja mengangkat seorang Santo melalui suatu cara yang khusus, yaitu melalui suatu proses yang disebut "Kanonisasi". [bbc/cha/hidayatullah.com]

Baca : St Valentine 'not saint of love'

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar