Jumat, 13 Maret 2009

Diplomasi Kakus Hillary



Katagori : Politik
Oleh : Redaksi 12 Mar 2009 - 5:00 pm

Oleh : Munarman (Panglima Komando Laskar Islam)


Bangsa ini baru bisa memasukkan makanan keperut, bingung membuang limbah, sehingga perlu diberi hadiah kakus

Kunjungan menlu AS Hillary Rodham Clinton ke Indonesia baru baru ini menjadi kebanggaan antek antek mereka yang ada di disini. Lihat saja jubir Presiden bidang luar negeri, yang dengan gaya tengilnya dengan bangga menyatakan bahwa Indonesia mendapatkan posisi terhormat dan sangat penting bagi amerika saat ini, dilihat dari route yang dipilih hillary dari jepang langsung ke Indonesia, negara asia kedua yang dikunjungi oleh seorang menlu AS yang biasanya lebih dulu mengunjungi eropa.

Bagitu juga media massa indonesia, yang dengan politik propagandanya menjadikan hillary sebagai tuan terhormat.

Bahkan diundang ke acara hiburan remaja, agar remaja indonesia terkagum kagum dgn sosok hillary dan bangsa amerika secara umum. Begitu juga komunitas LSM komprador kapitalis liberal, mereka dgn bangga dan jadi sok penting hanya karena diundang makan malam oleh hillary di gedung arsip nasional.


Harapan mereka Amerika bisa menekan pemerintah RI agar menuntaskan berbagai kasus pelanggaran HAM disini, padahal berjibun kasus pelanggaran HAM dan pembunuhan politik di AS tidak terselesaikan hingga hari ini. Jadi tidak ada legitimasi moral bagi AS untuk mempersoalkan problem HAM negara lain. Masalah HAM bagi AS dan negara barat lainnya adalah merupakan instrumen politik luar negeri mereka dalam menekan negara lain. Inilah paradoks dan kedunguan para aktivis HAM dan aktivis demokrasi di Indonesia, menjadikan instrumen politik orang lain sebagai nilai kemanusiaan dan parameter dalam hidup mereka, padahal negara barat sendiri tidak pernah menjadikan HAM dan demokrasi sebagai standar mereka kecuali semata sebagai instrumen politik.

Begitu juga militer Indonesia, dengan bangganya marinir Indonesia baru baru ini melakukan latihan bersama marinir AS. Marinir Indonesia mengajak rekan mereka dari AS tersebut "jalan jalan" ke route perang marinir indonesia dan "memberikan" pelajaran jungle survival kepada "rekan" mereka dari AS.

Tidak terbayang oleh marinir Indonesia bahwa mereka telah memberitahu jalur jalur perang kepada calon lawan mereka dikemudian hari, atau telah memberikan orientasi medan kepada pihak lawan. Juga tidak terbayang oleh marinir Indonesia bahwa dengan "pelajaran" jungle survival tersebut telah membekali militer musuh untuk dapat bertahan hidup di wilayah pendudukan pada suatu saat.

Inilah kedunguan tak terhingga dari bangsa ini, baik kalangan sipil maupun militer, bangga sebagai inlander dan orang terjajah mental dan pikiran.

Kembali ke kujungan menlu AS, Tidak ada satupun media massa atau politisi Indonesia, apalagi kalangan LSM komprador yang mengkritisi agenda dan misi yang dibawa oleh nyonya clinton ini. Semua membanggakan bahwa dirinya dan Indonesia seolah sedang mendapatkan perhatian dari perjaka ganteng amerika. Tak ada yang berpikir bahwa si perjaka sedang merencanakan pemerkosaan dan perampokan terhadap gadis lugu yang kaya bernama Indonesia.

Yang paling jahat adalah seorang presiden indonesia, yaitu menggunakan kunjungan nyonya clinton tersebut untuk mengambil hati umat islam dan mengangkat citra dirinya yang saat ini terpuruk dikalangan islam, dengan membuat pernyataan tak bermakna dan tanpa tindakan kongrit serta harapan kosong, yaitu meminta AS segera mewujudkan negara Palestina.

Ucapan yang luar biasa lucu dari seorang presiden. Bagaimana mungkin seorang presiden dari negeri yang berpenduduk muslim dan beragama islam, memiliki kekuasaan untuk menggerakkan angkatan perang guna membela saudara muslimnya, dan bisa mengerahkan sumber daya yang ada dengan kekuasaaannya untuk mewujudkan negara Palestina, malah meminta kepada negara kafir pembela Israel dan telah berkali kali khianat terhadap janjinya kepada Palestina. Inilah tipuan kampanye dari seorang presiden kepada umat islam dan dunia islam.

Tidak ada satu orangpun yang mempersoalkan agenda nyonya clinton guna mempertahankan exxon mobil di blok cepu dan natuna, freeport di papua, caltex di riau dan ratusan perusahaan AS lainnya yang telah merampok kekayaan Indonesia dan diangkut ke AS, dimana keuntungan ratusan perusahaan tersebut digunakan untuk membiayai pencalonan nyonya clinton dan obama serta sistem politik AS. Bahkan digunakan untuk membiayai Israel dalam memerangi Palestina dan membiayai zionis/illuminati/freemasonry dalam memerangi dunia Islam secara keseluruhan.

Misi bawah tanah (hidden agenda) untuk kepentingan bisnis perusahaan AS yang dibawa oleh para pejabat negara amerika ini tidak pernah di perhatikan apalagi di counter oleh bangsa ini. Padahal nyonya clinton jelas jelas dan terang benderang menyatakan hal tersebut di depan ratusan wartawan ketika melakukan konferensi pers di deplu pejambon. Nyonya clinton dengan tegas menyatakan bahwa akan "membantu dan terus menjadikan Indonesia sebagai kawasan atau tempat berdagang yang nyaman" - bagi ratusan perusahaan AS" tentunya.

Saya jadi berpikir, orang amerika yang terlalu pintar bagi para elit republik ini atau para elit indonesia yang terlalu dungu, sehingga dengan gampang ditipu dan dibodohi, sehingga menjadi terbius dan tidak sadar dengan cara cara penipuan yang dilakukan oleh AS.

Dan yang membuat saya tidak habis pikir, imbalan dari semua keuntungan yang diperoleh oleh AS tersebut adalah sebuah kakus bau dikawasan kumuh yang disulap dan dipropagandakan sebagai kakus modern, sehingga membuat banyak orang terkagum kagum. Dan elit bangsa ini, Pemerintah, LSM, media massa, merasa senang sekali diberi kakus bau seharga seratusan juta rupiah.

Barangkali memang bangsa ini baru bisa sebatas memasukkan makanan kedalam perut, namun bingung untuk membuang limbah sisa makanan yang telah diolah dalam perut, Sehingga orang amerika perlu mengahadiahkan kakus tersebut.

Mungkin pikiran dan cara berpikir sebagian elit dan "kaum terpelajar" bangsa ini baru bisa memikirkan urusan perut dan bahkan untuk urusan pembuangan sisa urusan perut perlu dibantu oleh orang orang kafir amerika.

Kondisi inilah yang perlu segera diubah oleh para ulama dan aktivis islam, agar manusia yang berada di Indonesia ini tidak sekedar menjadi hewan berkaki dua bahkan lebih hina dari hewan seperti saat ini. Sebagaimana yang telah di firmankan Allah dalam surah At Tiin : 4-6.

"Sungguh, kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. kemudian Kami kembalikan dia ketempat yang serendah-rendahnya. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya".

Artinya Iman Islam dan mengaplikasikan iman islam dalam perbuatan amal saleh yang akan menyelamatkan manusia dari tempat yang lebih rendah daripada hewan. Dan untuk memperoleh iman dan mampu mengaplikasikan dalam sistem kehidupan sehari-hari, maka itu harus dimulai dari pemikiran yang cemerlang tentang sistem kehidupan islam dan menerapkan sistem Islam tersebut melalui metode yang juga berasal dari Islam. Penegakkan syariat islam dan membentuk pemerintahan, menerapkan ekonomi, politik, pendidikan dan hukum yang berdasarkan Islam adalah fikrah dan tariqah untuk menjadikan Islam sebagai sistem kehidupan. Sehingga nilai dan martabat manusia muslim tidak lagi dihargai sebatas kakus tempat buang air. (mj/suara-islam)



This Article Posted by : Redaksi
Date : 12 Mar 2009 - 5:00 pm

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar