Jumat, 09 Mei 2008

Tiba di AS, Paus Mengaku Malu Skandal Seks Kalangan Gereja


Katagori : Warta Berita
Oleh : Redaksi 16 Apr 2008 - 11:00 pm


Penelitian: Pendeta dan Iman Kristen Terus Merosot di AS
imageKunjungan pemimpin Katolik Roma ke AS, "disambut" fakta penelitan terbaru. Dimana Warga AS makin tak beriman dan hanya sebagian kecil tahu Paus.

"Amerika adalah Kristen," begitu kata banyak orang. Setidaknya dapat dibuktikan dengan tulisan "In God We Trust" (Kami percaya kepada Tuhan) yang tertera dalam tiap helai mata uang Dollar Amerika. Tapi benarkah seperti itu? Nyatanya tidak. Penelitian menyebutkan, warga AS memang mengaku Kristen, tapi jarang ke gereja. Sebuah survai yang dilakukan oleh Pew Research Center for the People dan the Press and the Pew Forum on Religion and Public Life bulan ini menyebutkan banyak hal mengagetkan.

Diantaranya disebutkan, warga Katolik Amerika tak benar-benar tahu siapa pemimpin mereka, Paus Benedictus XVI. Hasil penelitian menyebutkan, tiga dari 10 warga AS mengatakan, mereka tidak cukup tahu siapa Paus Benedictus XVI. Sedangkan, delapan dari 10 orang mengatakan, mereka hanya pernah mendengar sedikit nama Paus.

image"Jika anda menghentikan rata-rata orang di jalan dan meminta pendapat mereka apa mereka mengenal Paus Benedict XVI, saya mencurigai mereka akan mengatakan pada anda, well, dia nampak lebik baik dibanding apa yang banyak dikatakan orang ketika dia dipilih," kata John Allen seorang koresponden Koran National Catholic, Vatikan.

Sebagaimana diketahui, 70 juta warga AS, atau sekitar seperempat penduduknya beragama Katolik. Namun dalam penelitian disebutkan, sebagian besar warga Katholik sudah tidak berurusan lagi dengan gereja. Yang mengagetkan, mereka menentang sejumlah norma yang ditetapkan Vatikan.

Rakyat AS percaya pada Tuhan (38%) di antaranya pergi ke gereja tiap hari Minggu. Namun, dari seluruh warga Katholik hanya 41% pergi ke gereja sedikitnya seminggu sekali.

Anehnya, Paus menerima kenyataan itu dan menganggapnya sebagai 'cara berpikir sederhana'. Meski demikian, gereja Katolik memandang 'kritis kenyataan" dimana banyak warga Katolik AS telah menjauhkan diri dari ajaran-ajaran Vatikan dan lebih memilih "American way of life", yaitu gaya hidup konsumerisme.

imagePebruari lalu, penelitian the Pew Forum on Religion and Public Life menunjukkan, 10% dari orang-orang lahir secara Katolik mengatakan mereka sudah tidak lagi Katolik. Penelitian juga menemukan, jumlah pendeta terus menurun selama beberapa dasawarsa.

Apalagi setelah tahun 2002 lalu, di mana Katolik sempat diguncang skandal pelecehan seks oleh kalangan pendeta di Boston yang sempat menjadi isu nasional di Negera itu.

Karenanya, R. Scott Appleby, profesor sejarah Katolik di Universitas Notre Dame, berpendapat, saat ini diperlukan kehadiran Paus untuk menyampaikan hal-hal yang baik, memberikan kesaksian hidup Amerika, paroki dan jabatan kependetaan serta usaha luar biasa untuk keadilan sosial.

Ia juga berharap agar Paus datang untuk menawarkan kekuatan, kharismatik, penyembuhan terhadap krisis pelecehan pada kaum awam. Pau juga perlu mendengar hal ini, bahwa pekerjaan dari Roh Kudus bersifat baik dan memberi hidup, ujarnya. [cha/tmd/utd, dari berbagai sumber/www.hidayatullah.com]

Puas didemo oleh kaum Gay (Arus Pelangi/di Indonesia)

Lihat Galerinya di Yahoo


Paus Mengaku Malu Skandal Seks Kalangan Gereja
imagePaus Benediktus XVI, mengaku malu atas berbagai skandal pelecehan seksual yang dilakukan para pemimpin gereja Katolik. Ia berjanji tak akan terjadi lagi. Bisa kah?

Paus Benediktus XVI, Selasa (15/4), mengatakan dirinya sangat malu atas skandal pelecehan seksual oleh sejumlah pemimpin agama yang terjadi dalam gereja Katolik.

Dia berjanji akan berusaha untuk memastikan bahwa pelecehan semacam itu tidak akan terjadi lagi dan para paedophilia tidak akan menjadi pendeta.

Benediktus menjawab pertanyaan wartawan di dalam pesawat khusus Alitalia saat dia berangkat dari Roma ke Washington untuk memulai kunjungan kepausan pertamanya ke Amerika Serikat. Dia juga mengatakan akan membicarakan masalah imigrasi saat bertemu dengan President Bush.

Paus Benediktus XVI tiba di AS untuk memulai rangkaian kunjungannya selama 6 hari. Berbagai permasalahan akan dibahas, dari citra buruk gereja Katolik AS akibat skandal seks hingga perang Iraq.

Sebelum bertolak ke AS, Paus sempat menyampaikan rasa penyesalannya atas pelecehan seks terhadap anak-anak yang dilakukan seorang pastur.

"Paedofilia sangat bertentangan dengan nilai agama. Lebih baik hanya ada sedikit pastur yang baik daripada memiliki yang banyak," ujar Paus, Selasa (15/4) kemarin.

Sebagai upaya memulihkan trauma anak-anak yang menjadi korban, Paus berjanji Gereja akan melakukan berbagai cara dan memastikan kejadian tu tidak terulang lagi.

Kedatangan Paus asal Jerman ini akan disambut langsung oleh Presiden George W Bush dan ibu negara Laura Bush di Pangkalan Udara Militer St Andrew di pinggiran kota Washinton. Sebelumnya tidak pernah ada kunjungan dari kepala negara manapun yang mendapat sambutan langsung dari seorang presiden AS di bandara.

Jamuan kenegaraan resmi akan dilakukan di Gedung Putih saat Paus merayakan hari lahirnya yang ke 81. Tembakan meriam sebanyak 21 kali akan menandai seremoni ini.

Agenda selanjutnya kedua pemimpin akan berbicara empat mata mengenai berbagai isu. Rencananya Paus juga akan mengunjungi bekas lokasi menara kembar WTC yang dibom. Sehari sebelumnya Paus akan menyapa 48 ribu warga Katolik AS di Yankee Stadion.

Sebagaimana dieketahui, sejak kasus pelecehan seksual pertama terbongkar pada tahun 2002, gereja Katholik Roma Amerika, telah membayar ganti rugi ratusan juta dolar. Gereja terguncang sejak mulai mengemuka berbagai pelecehan seks yang dilakukan para pendeta. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]

Sex, Shame and the Catholic Church


5-4-07 Nearly 150 Roman Catholic clergymen in Ireland's biggest archdiocese have been linked to child sex abuse allegations over the past 67 years.

The statistics for Dublin archdiocese were released days before the opening of hearings into how the Church handled abuse claims.

Recommend books: The Changing Face of the Priesthood by Donald Cozzens, priest. Leading Catholic authority documents the immorality in Catholic seminaries. "An NBC reports celibacy in the church found that anywhere from 23 to 58 percent of the catholic clergy have a homosexual orientation. Other studies find that approximately half of American priests and ;are homosexually oriented." The Power and the Glory by Graham Green Written over 50 years ago and includes the priesthood of a Latino priest:...
http://www.bishop-accountability.org/accounts/


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar