Minggu, 19 Agustus 2007

Faksi di Militer AS Otak Serangan 11 September?

Katagori : Resensi
Oleh : Redaksi 14 Aug 2007 - 11:00 pm

Lembaga yang berafiliasi dengan Liga Arab mengeluarkan terjemahan buku berjudul"911, The Big Lie". Isinya, faksi militer AS "otak" serangan 11 September

Sebuah lembaga yang berafiliasi dengan Liga Arab mengeluarkan terjemahan buku dari bahasa Inggris yang mengklaim bahwa satu faksi dalam militer AS merencanakan serangan 11 September.

Seorang petugas dari Zayed Center for Coordination and Follow-up, mengatakan lembaga itu mengeluarkan buku versi bahasa Arab karangan warga Perancis, Thierry Meyssan yang sebelumnya diterbitkan dalam bahasa Inggris dengan judul "9-11, The Big Lie" karena ingin orang-orang Arab memiliki akses terhadap interpretasi lain mengenai serangan 11 September.

Petugas itu mengatakan Lembaga itu tidak mendukung teori Meyssan bahwa faksi sayap kanan dalam militer AS merupakan otak di balik serangan 11 September berdasarkan satu agenda militer, termasuk menyulut perang di Afghanistan.

Meyssan mengatakan rudal Amerika, bukan pesawat, yang menghantam Pentagon. Sambil menunjukkan gambar yang diambil setelah kejadian, ia mengatakan lubang yang diciptakan di dinding tidak menunjukkan hasil dari tubrukan pesawat atau sayapnya.

Buku tersebut ditertawakan oleh media Perancis, tapi kemudian menjadi best seller di negara itu. Dalam buku yang menentang teori Meyssan, penulis Guillaume Dasquie dan Jean Guisnel mengatakan beberapa orang Perancis mengatakan mereka adalah korban, kebenaran disembunyikan dari mereka.

Versi Arab buku itu diterbitkan bukan Juli oleh lembaga itu, sebuah organisasi di Emirat yang berafiliasi dengan Liga Arah dan dipimpin oleh Sheik Sultan bin Zayed, putra presiden negara itu.

Persetujuan dicapai dengan Meyssan bulan April seetlah penulis Perancis itu memberikan ceramah mengenai bukunya di lembaga itu, ujar petugas tersebut.

Didirikan tahun 1997, Zayed secara teratur mengundang pemikir-pemikir Arab dan Barat, profesor, tokoh publik -- termasuk mantan Presiden Jimmy Carter -- untuk memberikan ceramah dalam masalah-masalah yang menarik bagi wilayah tersebut. [hpl/www.hidayatullah.com]


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar