Kamis, 09 Agustus 2007

Crazy American - Tom Tancredo : Mekah and Madinah akan Saya Bom!

Muslim AS Protes Pernyataan Seorang Anggota Kongres
imageimageCalon Presiden Amerika dari Partai Republik, Tom Tancredo, mengatakan, jika diberi keleluasaan, dia akan memilih mengebom Mekah dan Madinah.

Belum berkuasa saja sudah begitu bencinya pada Islam. Itulah yang ditunjukkan kepada salah satu calon presiden (capres) AS dari partainya George W Bush, Tom Tancredo baru-baru ini. Tom, mengatakan, jika dirinya diberi keleluasaan, maka, dia akan mengebom kota suci Mekah dan Madinah. "Jika diberikan kepada saya untuk membuat keputusan, saya akan memberitahu bahwa serangan ke atas negara kita akan di balas dengan serangan terhadap tempat suci Mekah dan Madinah," ujarnya dikutip CNN. :video

Pernyataan ini disampaikan saat kampanye memperebutkan jabatan sebagai presiden Amerika di Iowa, AS.

Pernyataan Tom ini disampaikan dengan apa yang disebutnya sebagai 'tindakan pencegahan' terhadap gerakan Islam.

Dalam pernyataan lain, sebagaimana dikutip www.IowaPolitics.com Tom, juga memperingatkan akan adanya kelompoK "teroris" yang akan "menyerang" secara ekonomi di seluruh dunia.

Sebelum ini, capres berkulit hitam Barack Obama dari Partai Demokrat juga pernah menyampaikan akan menyerang Pakistan tanpa persetujuan untuk menumpas apa yang ia sebut "jaringan" Al-Qaidah. Nampaknya, kampanye "menumpas Islam" jualan paling laku untuk dapat terpilih menjadi presiden Amerika. [cnn/cha/www.hidayatullah.com]

Muslim AS Protes Pernyataan Seorang Anggota Kongres
Dewan Hubungan Islam-AS (CAIR) menuntut permohonan maaf dari seorang anggota Kongres AS yang telah melecehkan agama Islam. Kantor berita Reuters dari Washington melaporkan, Tom Tancredo, anggota Kongres AS dari Partai Republik tanggal 14 Juli lalu mengatakan, "Jika Amerika diserang, kita bisa membalas dengan menyerang kota-kota suci Islam seperti Mekah."

Dewan Hubungan Islam-AS hari Rabu lalu merilis statemen yang menuntut Tom Tancredo untuk meminta maaf atas pernyataan tersebut. CAIR mengaku bahwa para pejabat di lembaga ini sedang melakukan lobi dengan para pemimpin masyarakat muslim Colorado untuk mengadakan pertemuan dengan Tom Tancredo. Namun juru bicara anggota Kongres dari kubu Republik ini menolak untuk bertemu dengan para pemuka warga muslim AS.

Pernyataan Tancredo yang provokatif dan sarat dengan pelecehan terhadap Islam juga dikecam oleh James Zagbe, ketua Yayasan Arab-Amerika. Selain menuntut Tancredo untuk meminta maaf, Zagbe juga mengatakan, "Perkataan yang tidak bertanggung semisal pernyataan Tancredo hanya akan memperlebar jurang pemisah antara AS dan Dunia Islam." (irib)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar