Kamis, 25 Maret 2010

Kyai Cabuli Santri di Bawah Umur

Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya, Rabu, 24/03/2010 14:08 WIB
Surabaya - Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan pendiri Ponpes Nurul Hidayah Jalan Gadel Timur, M. Shodiqin alias Imbar Mulyono (60) terbongkar karena korban, Wulan (11) melapor ke guru MI Miftahul Huda, Adib. Adib pun melapor ke bapak korban, Alfan.

"Awalnya korban cerita ke temannya. Temannya kemudian cerita ke saya. Lalu saya bertanya sendiri ke korban," ujar Adib kepada wartawan di rumahnya Jalan Gadel Sari Timur, Rabu (24/3/2010).

Saat bercerita, kata Adib, korban terlihat tertekan. Meski begitu korban bisa lancar menceritakan kasus yang dialami. Korban mengaku kejadian itu berawal saat dirinya dipanggil oleh pelaku ke sebuah rumahnya di Jalan Gadel Praja. Setelah itu korban diajak masuk ke kamar.

Di dalam kamar, korban disuruh tidur dan melepaskan celananya serta disuruh berbaring. Korban kemudian diciumi dan disetubuhi. "Kulo dikelamuti dan ditumpaki (Saya dijilati dan ditindih)," ujar Adib menirukan omongan Wulan yang saat bercerita sambil menangis.

Bahkan secara detail korban mengaku bahwa saat disetubuhi pertama kali tidak terlalu sakit pada bagian kemaluannya. Namun pada kejadian yang kelima korban mengaku sakit karena 'barangnya' sudah masuk semua. Korban juga terkadang disuruh duduk di atas dan tidur di bawah.

Korban mengaku jika sudah disetubuhi berkali-kali. Persetubuhan pertama dilakukan saat akan naik ke kelas VI. Biasanya persetubuhan itu dilakukan menjelang maghrib usai korban pulang sekolah dan selepas shubuh serta korban sebelum tidur.

"Seminggu biasanya Imbar meminta jatah hingga 3 kali," tambah Adib.

Sebenarnya, kata Adib, korban ingin berontak namun hanya disimpan dalam hati saja. Korban takut dengan kyainya tersebut. (fat/fat)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar