Sabtu, 02 Mei 2009

Paus Benediktus Minta Maaf Kasus Pelecehan Anak-anak Kanada


Friday, 01 May 2009 12:56

Paus Benediktus XVI meminta maaf kepada warga asli Kanada yang menjadi korban pelecehan moral di sekolah-sekolah gereja

 

Hidayatullah.com—Sebagaimana dilaporkan Radio IRIB, Paus dalam pertemuannya dengan para mahasiswa korban pelecehan seksual kemarin (Rabu 28/9), meminta maaf atas tindakan amoral terhadap mereka di sekolah-sekolah gereja.

Seraya menyinggung tragedi pahit tersebut, Paus mendoakan para korban pelecehan seksual untuk menjadi obat penawar kepedihan yang dialami mereka.

Sebagaimana diketahui, sejak abad 19 hingga abad 20 pada dekade 70-an, lebih dari 150 anak Kanada dipaksa belajar di sekolah-sekolah pemerintah dan Kristen Kanada dengan alasan menyetarakan kondisi sosial di negara ini.

Pemerintah Kanada membenarkan bahwa anak-anak Kanada yang belajar di sekolah-sekolah gereja Katolik, menjadi korban pelecehan seksual. Para tokoh di Kanada mengatakan, tindakan amoral di sekolah-sekolah gereja berdampak buruk pada para korban.

Disebutkan, mereka menjadi pecandu narkotik dan alkohol akibat tindakan amoral di sekolah-sekolah gereja.

Menyusul permintaan maaf resmi terhadap para korban, pemerintah Kanada siap membayar ganti rugi milyaran dolar. Gereja-gereja Katolik sudah membayar ganti rugi sebesar 79 juta dolar kepada para korban asal Kanada.

Namun hingga kini, gereja-gereja Katolik belum menyatakan permintaan maaf mereka secara transparan. Adapun permintaan maaf baru-baru ini adalah permintaan maaf Benediktus sebagai pemimpin Katolik di dunia, bukan gereja Katolik.

Tahun lalu, Paus dalam kunjungannya ke AS, menyatakan merasa malu atas tindakan amoral para pendeta gereja Katolik di negara ini.

Kasus pelecehan seks di gereja sempat menjadi pembicaraan serius berbagai pihak. Pada 27 Februari 2004, The Associater Press wire menyiarkan satu tulisan berjudul Two Studies Cite Child Sex Abuse yang ditulis Laurie Goodstein.

Disebutkan, pelecehan seksual terhadap anak-anak dilakukan oleh 4 persen pastur Gereja Katolik. Dari tahun 1950 sampai 2002 sebanyak 10.667 anak-anak dilaporkan menjadi korban pelecehan seksual oleh 4.392 pastur.

Studi ini dilakukan oleh The American Catholic Bishops tahun 2002 sebagai respon terhadap tuduhan adanya penyembunyian kasus-kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh para tokoh Gereja. [irb/hid/cha/www.hidayatullah..com]


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar