Sabtu, 02 Mei 2009

Sedot Pajak, Rakyat AS Ramai-Ramai Kecam Israel


Katagori : Solidaritas
Oleh : Redaksi 29 Apr, 09 - 6:30 pm

Walaupun menyatakan dukungan terhadap Israel, mayoritas penduduk AS menginginkan perubahan kebijakan berkenaan dengan konflik Palestina – Israel. Sejumlah besar warga Amerika Serikat mengatakan bahwa bantuan yang diberikan AS ke Israel sudah menembus angka miliaran dollar AS yang bersumber dari uang pajak rakyat AS, dan sebagian besar warga menginginkan agar Israel diberikan sanksi karena telah membangun pemukiman baru di atas tanah Palestina.

Dalam sebuah jajak pendapat yang diadakan oleh Zogby Internasional terhadap 4.320 responden dewasa pada bulan April, beberapa hal menarik ditemukan.

Dukungan terhadap Israel memang masih terlihat, sebanyak 71 persen masih berpandangan positif terhadap Israel dan hanya 21 persen yang berpandangan negatif terhadap Israel. Ketika ditanyakan apakah para responden tersebut setuju bahwa baik warga Israel maupun Palestina memiliki hak-hak yang sama, 84 persen menyatakan setuju. Sebanyak 67 persen responden juga setuju dan mendukung penuh gagasan bahwa negara Palestina merdeka memang seharusnya berdiri.

Sejumlah besar responden menyatakan bahwa hak-hak rakyat Palestina untuk kembali ke tanah kelahiran mereka haruslah dijamin. Mereka juga setuju bahwa pembangunan pemukiman Yahudi di tanah Palestina di Tepi Barat harus dihentikan, bangunan yang telah berdiri harus dirobohkan dan tanah Palestina harus dikembalikan. Mengenai masalah Yerusalem, suara terbagi dua, antara yang mendukung pembagian wilayah menjadi dua, dengan yang tetap mendukung bahwa Yerusalem berada di bawah kendali Israel.

Dalam sebuah acara debat di televisi yang disiarkan dari Universitas Georgetown, disebutkan bahwa mayoritas penonton menginginkan agar pemerintahan AS bersikap lebih keras terhadap Israel, tercatat sebanyak 63 persen penonton mendukung resolusi tersebut.

Dalam jajak pendapat Zogby, ketika ditanyakan "haruskah pemerintah AS bersikap tegas terhadap Israel?" Hanya sedikit yang menyatakan setuju. Namun ketika diberikan pertanyaan "apakah dukungan AS terhadap Israel membuat AS lebih dihormati dunia Internasional atau tidak?" Sebanyak 44 persen menyatakan tidak dan hanya 13 persen yang menjawab "lebih dihormati". Ketika ditanyakan mengenai apa yang seharusnya dilakukan mengenai pembangunan pemukiman Yahudi oleh Israel, 50 persen menjawab bahwa AS harus bersikap lebih keras dan berusaha untuk mencegah perluasan pemukiman, sementara 19 persen mengatakan bahwa AS tidak perlu melakukan apa-apa dan membiarkan pembangunan pemukiman Yahudi berlanjut; 31 persen diantaranya menyatakan tidak yakin.




Dukungan Orang Cacat Eropa Untuk Gaza
Sementara itu, Komite menentang aksi pendudukan (PCAS) mengumumkan bahwa sejumlah warga cacat Eropa sudah menyatakan kesediaan mereka untuk bergabung dalam konvoi Hope for Gaza, yang akan digelar di jalur Gaza pada bulan Mei 2009.

Kampanye Eropa menentang pendudukan di Gaza (ECEGS) menyatakan bahwa pihaknya sudah menerima sejumlah permintaan bergabung dari sejumlah orang cacat di negara-negara Eropa.

Juru bicara konvoi, Ramy Abdu, mengatakan bahwa partisipasi orang-orang cacat semakin menekankan perlunya penyelamatan penduduk Gaza dari pendudukan dengan cara apapun, khususnya dukungan dari orang-orang yang menjadi cacat setelah perang dengan Israel.

Abdu menambahkan bahwa konvoi tersebut juga membawa sejumlah kursi roda elektronik untuk para penyandang cacat Gaza sebagai tambahan dari alat bantu dengar dan obat-obatan. Sebanyak 10 unit ambulan juga akan diberikan kepada sejumlah rumah sakit di Jalur Gaza.

Bill, seorang penyandang cacat fisik yang berasal dari London, menyatakan bahwa dirinya senang dapat berpartisipasi dalam aksi tersebut. Dia mengatakan bahwa perjalanan tersebut akan menjadi perjalanan yang melelahkan baginya, namun dia tetap menyatakan kesediaannya untuk tetap mengikuti aksi tersebut.

Bill juga mengatakan bahwa partisipasinya merupakan sebuah pesan untuk mendukung para penyandang cacat di Gaza, dan juga sebuah pesan bagi seluruh dunia untuk mengulurkan tangan bagi para penduduk Gaza, orang-orang sakit dan cacat yang sangat membutuhkan bantuan pengobatan dan alat bantu yang tidak tersedia di Gaza karena kepungan dari Israel. Bill juga menambahkan bahwa 10 parlemen Eropa dan sejumlah aktivis perdamaian juga telah menyatakan kesediaan untuk bergabung dengan konvoi tersebut. (dn/ipc/imc/smedia)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar