Kamis, 01 November 2007

Apa Persamaan Bush dan Kaisar Hirohito dari Jepang?

Oleh : Redaksi 01 Nov, 07 - 5:54 pm

imageimageSejarawan terkemuka di AS yang pernah memenangkan hadiah Pulitzer, Profesor Herbert Bix menilai, negara AS di bawah pemerintahan Presiden George W. Bush hampir sama dengan Jepang ketika di bawah kepemimpinan Kaisar Hirohito.

"Keganasan Amerika saat ini di Irak dan di mana saja, tanpa harus menyebut ancaman perang pemerintahan Bush terhadap Iran, sangat jelas merupakan replika dari pemerintahan imperialisme Jepang pada masa ketika para pemimpin pemerintahan negara itu tidak mempedulikan hukum internasional dan lebih mengedepankan diplomasi kekuatan senjata, " papar Bix di sela-sela kunjungannya ke Jepang.

Hirohito adalah kaisar Jepang yang ke-124 dan memerintah dari tahun 1926 sampai 1989. Selama pemerintahannya sampai ia wafat, Hirohito tidak pernah dituntut atas peperangan yang dilakukannya.

Di bawah kepemimpinan Hirohito, militer hampir menguasai semua kekuatan politik di Negeri Matahari Terbit itu, dan membawa Jepang ke kancah Perang Sino-Jepang Kedua (1937-1945) dan Perang Dunia II.

imageimageSosok Bush hampir sama dengan Kaisar Hirohito, terutama dalam kebijakannya yang lebih mengedepankan kekuatan militer. Bedanya, Bush mengobarkan perang dengan memakai alasan memberantas terorisme, pasca serangan 11 September 2001 di New York, AS. Lewat kampanye Perang Melawan Teror, Bush menginvasi Afghanistan, kemudian Irak. Dan sekarang mengancam akan menyerang Iran, dengan dalih Iran sedang mengembangkan persenjataan nuklir. Padahal, semua tuduhan Bush untuk melancarkan perangnya ke dunia Islam, tidak pernah terbukti.

Bix juga membandingkan pemboman-pemboman dan kekerasan yang dilakukan AS di Irak dan Aghanistan dengan kejahatan-kejahatan yang dilakukan Jepang pada masa perang.

"Kejahatan perang yang dilakukan AS sudah diinstitusionalkan, seperti yang pernah dilakukan Jepang, " tukas Bix.

Ia melanjutkan, "Di Amerika sekarang ini, penyiksaan bukan hanya standar yang digunakan dalam medan pertempuran yang mereka sebut untuk memberantas terorisme, tapi penyiksaan itu sudah menjadi semacam perayaan yang populer dalam budaya AS. Ini dibuktikan dalam '24', nama program televisi di mana seorang pahlawan melawan skenario bom yang bakal meledak, yang didisain untuk membenarkan penyiksaan. "

Profesor Bix memenangkan hadiah Pulitzer tahun 2001 untuk buku biografi Hirohito yang ditulisnya. Saat ini ia mengajar sejarah dan sosiologi di Bingmiham University, New York. (ln/iol/earmuslim)

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar