Rabu, 24 Agustus 2011

Neraka Menakuti Orang Kristen

PertengkaranSaya dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga Kristen. Sejak kecil saya rajin ikut kebaktian anak-anak, dan setelah remaja aktif pelayanan di gereja. Namun tanpa pengertian dan motivasi yang benar.

Giat Beragama Tanpa Mengenal Kebenaran Allah

Saya tidak mengerti mengapa harus ke gereja, ikut paduan suara atau kegiatan gerejani yang lain. Yang saya tahu, saya Kristen dan itu kewajiban saya. Jadi saya melayani Tuhan karena terpaksa.

Juga saya sering terlibat pertengkaran dengan sesama rekan di gereja. Lingkungan tempat tinggal saya yang non-Kristen, menambah buruk sifat saya yang kasar dan suka melawan. Bahkan saya berani melawan pendeta di gereja kami.

Sebenarnya saya tidak senang dengan keadaan saya sebagai Kristen KTP. Saya mencoba berubah dengan jalan berdoa, puasa, rajin ke gereja dan aktif pelayanan di gereja. Tapi semua sia-sia. Saya tidak memiliki damai dengan Allah.





Obsesi Untuk Masuk Sorga

Saya ingin mendalami Alkitab tetapi tidak tahu caranya. Karena itu saya mengambil keputusan untuk tidak lagi ke gereja selama dua tahun.

Dalam kondisi seperti ini, ada pertanyaan yang selalu mengganggu pikiran saya. “Apakah setelah mati nanti saya masuk sorga?”.

Belajar Tentang Isa Al-Masih

Belajar AlkitabTahun 2005 saya mendapat tawaran untuk belajar Alkitab di sebuah sekolah khusus. Melalui sekolah ini saya berharap menemukan sesuatu yang berarti.

Awalnya saya tidak menemukan sesuatu yang baru, tetapi ketika sampai pada pelajaran teologia (Kristologi, yaitu studi mengenai pribadi Isa Al-Masih), saya mendapat banyak pengertian tentang Isa Al-Masih!

Sejak saat itu saya merasa sangat berdosa dan tidak layak di hadapan Tuhan. Perasaan itu terus menerus menghantui pikiran dan hati saya. Seperti ada suara dari dalam yang menyuruh saya untuk bertobat, tapi saya abaikan. Saya coba berdalih bahwa itu bukan persoalan saya. Akan tetapi suara itu terus-menerus menekan saya untuk bertobat.

Suatu saat di malam hari pikiran saya kacau. Saya gelisah dan tidak dapat tidur. Suara itu terus mengiang-ngiang dalam benak saya. Saya tidak tahu harus berbuat apa lagi kecuali menyerah.

Isa Al-Masih Membebaskan Saya

Ternyata selama ini saya berusaha berubah dengan kekuatan dan usaha sendiri. Karena itu saya gagal terus. Akhirnya saya putuskan untuk bertobat, saya akui dosa-dosa saya dan saya undang Isa Al-Masih masuk dalam hidup saya. Ini sesuai dengan undangan Isa Al-Masih dalam Injil, “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku” (Injil, Kitab Wahyu 3:20).

Saya meminta Isa Al-Masih membaharui hidup saya yang kacau karena dosa. Saya juga mempersilakan Dia mengatur seluruh hidup saya. Mulai saat itu beban berat yang selama ini mengganggu hati dan pikiran saya seolah-olah terlepas. Saya merasa bebas dan lega. Hati saya dipenuhi sukacita yang besar!

Saya Baru Mengerti Artinya Menjadi Pengikut Isa Al-Masih

Sekarang saya mengerti apa artinya menjadi orang Kristen. Isa Al-Masih berkorban mati di salib untuk membebaskan saya dari dosa, Saya menerima Dia sebagai Juruselamat saya pribadi. Sekarang saya tahu bahwa saya pasti masuk sorga karena saya sudah memiliki Juruselamat. Di samping itu sekarang saya bisa melayani Isa Al-Masih dengan pengertian dan motivasi yang benar.



(Poniman, Semarang)

Sumber: ISA dan ALQURAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar