Kamis, 17 Juni 2010

“Yesus” Disambar Petir di Ohio

Petir tidak pandang bulu, "orang suci" dan "malaikat" pun ikut pula dihantam

Hidayatullah.com--Sepertinya "tuhan" mengorbankan anaknya. Lagi. Demikian tulis Washington Post (16/6). Senin lalu, petir menyambar sebuah patung Yesus setinggi 62 kaki  yang berdiri di luar sebuah gereja di Monroe, Ohio. Patung itu pun terbakar dan hanya menyisakan kerangka baja yang hangus. Lengan kurusnya masih menunjuk ke langit, sebuah isyarat yang menjadikannya dijuluki "Touchdown Jesus".

Darlen Bishop, wakil pastor dari Gereja Solid Rock mengatakan lega, karena petir menyambar Yesus dan bukan rumah dan para wanita yang tinggal di sekitanya.

"Saya katakan kepada mereka, 'sepertinya Yesus menanggung hantaman itu demi kalian semalam'," ujarnya, seperti dikutip Washington Post.

Orang suci kena strum


Pada tahun 2008, petir juga menghanguskan jemari dan alis Yesus di Redeemer, patung terkenal setinggi 130 kaki yang berdiri di atas kota Rio de Janeiro.

Tahun 2007, petir menyetrum Yesus setinggi 33 kaki di tempat suci Bunda Cabrini di Golden, Colorado, AS. Ketika itu salah satu lengannya putus.

Orang suci dan malaikat rupanya juga tidak aman dari petir. Patung Bunda Maria di Chicago yang berada di kubah sebuah gereja dilalap api akibat petir pada tahun 1978.

St. Joan of Arc pernah tersengat petir di New Orleans, sehingga tongkat yang diacungkannya patah.

Patung-patung Malaikat Moroni, yang biasanya ada di puncak gereja aliran Mormon, menjadi langganan sambaran petir. Sampai-sampai Salt Lake Tribune pernah mengkhawatirkan keselamatan patung-patung itu dalam headline di halaman mukanya.

Orang Romawi Kuno sering mengkaitkan patung yang disambar petir dengan pertanda buruk, seperti halnya ayam yang bisa berbicara dan hujan darah dari langit. Tapi dua peristiwa terakhir sangat langka sekali.

Untuk mencari makna dari sambaran petir atas Touchdown Jesus, Washington Post mencoba mengontak Pat Robertson, pembawa acara "The 700 Club" yang pernah menyatakan bahwa bencana badai Katrina dan gempa Haiti merupakah hukuman dan tanda dari tuhan. Tapi melalui humasnya, Robertson menyatatakan menolak untuk memberikan komentar.

Namun bagi pastor Bishop sendiri, terbakarnya patung Yesus itu tidak menandakan apa-apa.

"Honey, it's just some fiberglass," katanya.

Ya, memang hanya sebuah patung fiberglas, jadi mengapa harus dikhawatirkan. Lagipula petir memang kerap menyambar obyek-obyek yang tinggi.[di/wp/www.hidayatullah.com]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar