Rabu, 30 September 2009

Pasal 6 - Yesus Muslim

Setelah kemunculan atau “kebangkitan” Sang Mahdi, peristiwa terpenting kedua dalam Kiamat Besar adalah kedatangan kembali Yesus Kristus. Orang-orang Kristen yang mengasihi Yesus menjadi bersemangat dengan adanya prospek bahwa bahkan orang Muslim mencari-cari dan menanti-nantikan kedatangan-Nya kembali. Sayangnya, kepercayaan Islam mengenai kedatangan Yesus dan apa yang Ia lakukan ketika kembali, sangatlah berbeda dengan apa yang dipercaya orang Kristen mengenai kedatangan Yesus.

Hal pertama yang perlu dipahami oleh orang Kristen mengenai kepercayaan Islam tentang Yesus adalah, Muslim menolak gagasan bahwa Yesus ialah dan akan selalu menjadi Putera Tuhan. Menurut Islam, Yesus bukanlah sosok yang diceritakan dalam Alkitab, yaitu Tuhan dalam daging. Kedua, dalam kepercayaan Islam, Yesus tidak pernah mati di kayu salib demi dosa-dosa manusia. Secara khusus Qur’an menyangkali bahwa Yesus disalibkan atau mengalami kematian. Muslim percaya setelah Allah secara ajaib melepaskan Yesus dari kematian, Dia diangkat ke surga dengan cara yang sama dengan cerita Alkitab tentang Elia. Sejak saat itu, Muslim percaya, Yesus tinggal bersama Allah dan menunggu kesempatan-Nya untuk kembali ke bumi guna menyelesaikan pelayanannya dan melengkapi kehidupannya. Dengan demikian, dalam pemikiran Islam, Yesus sama sekali bukanlah “juruselamat”.

Bagi umat Muslim, Yesus hanyalah salah satu nabi di antara sekian banyak nabi yang dikirim Allah kepada umat manusia. Gelar khusus Mesias, meskipun ada dalam tradisi Islam, pada intinya tidak ada kesamaannya dengan karakteristik Mesianik dalam Alkitab. Menurut teks-teks suci Islam, seperti yang akan kita lihat, ketika Yesus kembali ia hampir secara pasti tidak akan memulihkan kembali Israel bagi orang-orang Yahudi. Bukan pula tujuan Yesus untuk menyelamatkan dan melepaskan pengikut-pengikut setianya dari penganiayaan Anti Kristus yang sedang berlangsung. Untuk memahami konsep Islam tentang kedatangan Yesus, hal pertama yang harus disadari adalah bahwa ketika Yesus kembali, ia kembali sebagai Muslim radikal!

Pasal ini akan menggambarkan tradisi-tradisi Islam mengenai kedatangan Yesus. Beberapa Hadis di bawah yang menunjuk Yesus, tidak menyebut Dia dengan nama Yesus, melainkan Isa. Terkadang Muslim menyebut Yesus dengan nama Inggris demi kita, namun nama yang diberikan oleh Qur’an, yang digunakan kebanyakan Muslim adalah Isa al Maseeh (Sang Mesias). Gelar umum lainnya yang digunakan Islam ketika menunjuk Yesus adalah Hadrat Isa (Yesus yang Terhormat), Isa bin Maryam (Yesus anak Maria) atau Nabi Isa (Nabi Yesus). Berikut ini adalah beberapa gelar untuk Yesus.

Kedatangan Kembali Yesus versi Muslim
Menurut tradisi suci Islam, kedatangan Yesus biasanya digambarkan akan bertempat di Damaskus:
Pada saat Allah mengutus Kristus, anak Maria, dan dia akan turun di atas menara putih di sebelah timur Damaskus menggunakan dua kain berwarna kuning-jingga dan meletakkan kedua tangannya di atas sayap dua malaikat. Ketika dia menundukkan kepalanya, akan jatuh dua butiran keringat dari kepalanya, dan ketika dia menengadah, butiran menyerupai mutiara akan terpancar dari situ.1

Bawahan Sang Mahdi
Pada waktu itu, Yesus turun untuk menemui pasukan Sang Mahdi yang akan mempersiapkan perang. Hal itu akan terjadi sesaat sebelum waktu sholat.
Muslim akan mempersiapkan diri untuk peperangan yang ada di hadapan mereka. Kemudian, waktu sholat tiba dan kemudian Yesus, anak Maria akan turun.2

Berdasarkan Hadis yang relevan, para cendekiawan Islam sepakat bahwa Sang Mahdi akan meminta Yesus untuk memimpin sholat. Yesus kemudian menolak permintaan ini dan malahan meminta Mahdi untuk memimpin sholat.
Pembawa Pesan Allah mengatakan: sebagian umatku tidak akan berhenti berperang demi kebenaran dan akan menang hingga Hari Kebangkitan. Dia berkata: Yesus anak Maria akan turun dan pemimpin (Mahdi) mereka (Muslim) akan mengundang dia untuk datang dan memimpin mereka dalam sholat. Tetapi Dia akan berkata: Tidak, beberapa dari kalian akan memimpin.3

Elemen penting di sini yang perlu dipikirkan adalah bahwa Yesus akan sholat di belakang Sang Mahdi sebagai pernyataan langsung mengenai kedudukan Yesus yang lebih rendah dibandingkan Mahdi.
Yesus Kristus akan menolak tawaran dan undangan Imam Mahdi untuk datang dan memimpin Muslim dalam sholat, dan melakukan sholat di belakang Imam Mahdi.4
Yesus (damai besertanya) akan datang dan melakukan kewajiban sholat di belakang Mahdi dan mengikuti dia.5
(Yesus) akan mengikuti Sang Mahdi, sang Penguasa Waktu; dan karena itulah dia akan mempersembahkan sholatnya di belakangnya.6

Yesus, Muslim yang Setia
Setelah kedatangan Yesus, untuk menjaga identitasnya sebagai seorang muslim yang setia, dia akan melaksanakan ritual ziarah ke Mekah yang disebut Haji:
Sang Nabi berkata: Isa ibn Maryam akan turun sebagai hakim yang pantas dan penguasa yang adil. Dia akan menapakkan jalannya menuju haji (ziarah) dan mendatangi kuburanku, dan aku pasti akan menjawabnya!7

Yesus akan Menegakkan Hukum Islam
Meskipun Sang Mahdi, sebagai Kalifah (wakil pemerintahan) dan Imam (pemimpin) bagi Muslim dengan jelas memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan Yesus, Yesus masih dikatakan sebagai pemimpin Komunitas Muslim. Menurut tradisi Islam, tujuan utama Yesus adalah untuk mengatur pelaksanaan dan penyelenggaraan Hukum Syariah Islam di seluruh dunia.
Ibn Qayyim menyebutkan dalam Manar al-munif bahwa pemimpin….adalah Sang Mahdi yang akan meminta Yesus untuk memimpin Muslim dalam sholat. Yesus akan tetap berada di bumi, tidak sebagai nabi, tetapi sebagai salah satu anggota Komunitas (Ummah) Nabi Muhammad. Umat Muslim akan mengikutinya sebagai pemimpin mereka. Menurut Shalabi, Sang Mahdi akan memimpin Muslim dalam doa, dan Yesus akan memimpin Muslim menurut Hukum Ilahi (Syariah).8

Yesus, anak Maria akan turun dan memimpin mereka dalam menghakimi mereka berdasarkan Qur’an Suci dan Sunah Nabi Muhammad.9

Yesus: Penyebar Agama Islam Terbesar
Tradisi Islam mengajarkan, karena Yesus akan mendeklarasikan dirinya sebagai seorang Muslim, Dia akan menyebabkan banyak orang Kristen memeluk Islam. Mengenai mereka yang tidak memeluk Islam, Qur’an menyatakan bahwa Yesus akan menjadi saksi yang melawan mereka pada Hari Penghakiman:
Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.
Surah 4:159

Mengomentari ayat di atas, Mufti Muhammad Shafi dan Mufti Mohammad Rafi Usmani dalam buku mereka, Signs of Qiyama (pengadilan terakhir) and the Arrival of the Maseeh (Sang Mesias) menjelaskan bahwa frase “akan percaya padanya sebelum kematiannya,” berarti Kristen dan Yahudi akan:

……menegaskan bahwa dia hidup dan tidak mati dan dia bukanlah Tuhan atau pun anak Tuhan; akan tetapi (hanyalah) hamba dan pembawa pesanNya (Allah). Dan Isa (Yesus) akan memberikan kesaksian melawan mereka yang memanggil dia anak Tuhan, yaitu umat Kristen, dan mereka yang mengingkari dia yaitu orang Yahudi.10

Sheikh Kabbani, ketua Islamic Supreme Council of America dengan jelas menyebutkan perspektif Islam mengenai peran Yesus dalam penyebaran agama ketika dia kembali.

Seperti semua nabi, Nabi Yesus datang dengan pesan ilahi untuk tunduk pada Allah Yang Maha Kuasa, yang diajarkan oleh Islam. Ayat ini menunjukkan, ketika Yesus kembali maka Dia akan secara pribadi mengkoreksi tafsiran yang salah mengenai diriNya. Dia akan menegaskan pesan sesungguhnya yang dia bawa ketika masih menjadi seorang nabi, dan dia tidak pernah mengklaim dirinya sebagai anak Allah. Lebih jauh lagi, dia akan menegaskan kembali pada kedatangannya bahwa yang dia nubuatkan pada kedatangannya yang pertama berisi kesaksian mengenai pembawa pesanNya, Nabi Muhammad. Pada kedatangannya yang kedua, banyak non-Muslim akan menerima Yesus hamba Allah yang Mahakuasa, sebagai Muslim dan anggota Komunitas Muhammad.11

Al-Sadr dan Mutahhari, demikian menuliskan perkiraannya yang sama:

Yesus akan turun dari surga dan menyertai Mahdi. Orang-orang Kristen dan Yahudi akan melihat dia dan mengenali status sebenarnya. Orang-orang Kristen akan meninggalkan keyakinan mereka mengenai ketuhanannya.12


Yesus akan Menghapus Kekristenan
Adalah penting untuk dipahami bahwa menurut tradisi dan kepercayaan Islam, ketika Yesus kembali, Dia tidak hanya akan menyebabkan banyak orang Kristen berubah menjadi Islam, tetapi juga untuk memusnahkan Kekristenan di seluruh dunia. Hal ini dimengerti ketika kita menganalisa sebuah tradisi yang terkenal dan sering dikutip, yang merujuk empat hal khusus yang akan dilakukan Yesus ketika dia kembali. Yesus dikatakan akan:
1.Mematahkan salib.
2.Membunuh semua babi.
3.Menghapuskan pajak jizyah (pajak bagi orang non-Muslim).
4.Membunuh Anti Kristus versi Muslim dan para pengikutnya.

Nabi mengatakan: tidak ada nabi di antara aku dan dia, yaitu Yesus. Dia akan turun (ke bumi)…Dia akan mematahkan salib, membunuh babi, dan menghilangkan jizyah. Allah akan menghilangkan semua agama selain Islam.13

Ketiga tindakan Yesus, yaitu mematahkan “salib”, membunuh babi, dan menghapus jizyah berdasarkan gagasan bahwa Yesus akan menghapuskan semua agama lain di bumi selain Islam. Shafi dan Usmani menjelaskan bahwa “mematahkan salib” berarti “menghapus penyembahan kepada salib.” Beberapa teman Muslim yang saya ajak bicara mengungkapkan pengertian mereka terhadap tradisi ini: Yesus akan mematahkan atau melepaskan semua salib dari atap-atap dan menara gereja di seluruh dunia. Tindakan ini mengindikasikan bahwa Yesus akan membuat pernyataan jelas mengenai ketidaksetujuannya tentang pemikiran yang salah bahwa ia pernah disalibkan. Pembunuhan terhadap babi berarti “kepercayaan hukum Kristen diingkari.”14 Alasan untuk menghapuskan pajak jizyah (kewajiban membayar pajak bagi non-Muslim untuk tetap hidup di tanah orang Muslim) berdasarkan ide bahwa ketika Yesus kembali, pajak jizyah tidak lagi diterima. Satu-satunya pilihan yang harus diterima umat Kristen adalah menerima Islam atau mati. Seperti yang diungkapkan Sideeque M.A Veliankode dalam Doomsday Portents and Prophecies:
Yesus, anak Maria akan segera turun di antara Muslim sebagai seorang hakim yang adil…Maka Yesus akan mengadili menurut hukum Islam…semua orang diharuskan untuk memeluk Islam dan tidak akan ada pilihan lain.15

Bahkan Harun Yahya juga menegaskan kepercayaan ini di dalam bukunya, Jesus Will Return ketika dia berkata, “Yesus akan menghilangkan semua sistem ketidakpercayaan yang ada dalam periode itu.”16
Pengamat Muslim juga mengkonfirmasi tafsiran ini: Misalnya, perhatikanlah perkataan Ahmad ibn Naqib al-Misri (d.1368) dari The Reliance of The Traveller, buku klasik petunjuk hukum Islam:
“….waktu dan tempat untuk hal itu (pajak) berakhir dengan turunnya Yesus (damai besertanya). Setelah kedatangannya yang terakhir, hanya Islam yang akan diterima oleh mereka, karena memungut pajak hanya akan efektif hingga turunnya Yesus (damai beserta dia dan Nabi kita)…”17



Yesus, Pembantai Orang Yahudi
Selain “menyelesaikan” penghapusan Kekristenan di atas bumi, satu tugas utama Yesus yang lain adalah untuk membunuh sosok yang disebut Dajjal, atau Anti Kristus versi Muslim. Yesus tidak hanya akan membunuh Dajjal, tetapi juga para pengikut Dajjal, yang kebanyakan merupakan orang Yahudi. Muhammad Ali ibn Zubair dalam artikel berjudul Who is the Evil Dajjal? menyebutkan:
Orang Yahudi dari Isfahaan akan menjadi pengikut utamanya (Dajjal). Di samping memiliki banyak pengikut Yahudi, dia juga akan memiliki banyak pengikut wanita.

Veliankode menjelaskan bahwa salah satu alasan kedatangan Yesus adalah untuk “membasmi Yahudi atas isu kontroversial, yaitu bahwa mereka telah membunuh Yesus…Namun bagaimana pun juga Yesus akan membunuh mereka termasuk pemimpin mereka, yaitu Anti Kristus.”19 Melihat daftar peristiwa-peristiwa hari terakhir ketika mereka sedang berlangsung, Muhammad Ali Ibn Zubair, penulis The Signs of Qiyama (Hari Penghakiman), memulai dengan:
Pengikut-pengikut Yahudinya akan berjumlah 70.000….(Kemudian) Hadrat Isa (Yesus yang Terhormat) membunuh Dajjal di Gerbang Hudd, dekat pelabuhan udara milik Israel, di lembah “Ifiq”. Perang terakhir antara Yahudi akan terjadi, dan kaum Muslim akan menang.20

Kita akan mendiskusikan “perang terakhir” antara Yahudi dan Muslim ini pada pasal berikutnya. Tetapi untuk sekarang, adalah penting mengingat bahwa ketika perang terakhir ini (atau, lebih tepatnnya pembantaian terakhir) terjadi, menurut tradisi Islam, Yesus versi Islam yang akan memulainya.

Yesus: Kepala Keluarga Islami yang Baik
Ada satu aspek terakhir dalam kedatangan Yesus versi Muslim yang harus diperhatikan. Setelah merubah seluruh dunia menjadi Islam dan membunuh orang tidak percaya yaitu Dajjal dan pengikut-pengikutnya, Yesus dikatakan akan menikah, memiliki anak, dan kemudian mati:
Nabi mengatakan: Tidak ada nabi di antara aku dan dia, yaitu Yesus….dia akan menghancurkan Anti Kristus dan akan hidup di bumi selama empat puluh tahun kemudian mati. Orang-orang Muslim akan mendoakan dia.21


Setelah turunnya ke bumi, Yesus akan menikah. Dia akan memiliki anak-anak, dan tetap tinggal di bumi selama 19 tahun setelah menikah. Dia akan meninggal dunia dan Muslim-muslim akan melaksanakan sembahyang penguburan dan menguburkan di samping Nabi Muhammad.22

Ringkasan
Sekarang mari kita lihat kembali berbagai karakteristik dan tindakan-tindakan yang akan diambil Yesus versi Muslim kala kedatangannya di bumi:
1.Yesus dikatakan akan kembali ke bumi pada hari-hari terakhir di sekat masjid di Damaskus.
2.Dia akan datang pada waktu Sang Mahdi dan pasukannya sedang mempersiapkan diri untuk bersembahyang.
3.Dia akan diminta oleh Sang Mahdi untuk memimpin sholat, tetapi Dia akan langsung menolaknya dan menghormati Mahdi yang dideklarasikan oleh Yesus sebagai pemimpin Muslim.
4.Dia kemudian akan bersembahyang di belakang Mahdi sebagai bawahan.
5.Dia akan menjadi seorang Muslim yang setia.
6.Dia akan berziarah ke Mekah.
7.Dia akan mengunjungi makam Muhammad, dan menyapa Muhammad. Muhammad akan balas menyapa dari kuburnya.
8.Dia akan menghancurkan Kekristenan.
9.Dia akan menghapuskan jizyah sehingga mengakibatkan satu-satunya pilihan bagi Yahudi dan Kristen adalah memeluk Islam atau mati.
10.Dia akan menegakkan (Hukum) Syariah Islam di seluruh dunia.
11.Dia akan membunuh Anti Kristus dan pengikut-pengikutnya yang sebagian besar terdiri dari orang Yahudi dan wanita.
12.Dia akan tetap tinggal di bumi selama kurang lebih empat puluh tahun. Selama waktu itu dia akan menikah, memiliki anak, dan kemudian mati.

Seperti yang sudah kita lihat dengan jelas, Yesus Muslim, baik dalam sifat maupun tindakan-tindakannya sangatlah jauh dari Yesus dalam Alkitab. Bukannya datang untuk memerintah sebagai Raja dan Mesias di seluruh dunia dari Yerusalem, Yesus akan datang mengubah dunia menjadi Islam atau membunuh mereka yang menolak. Bukannya datang untuk menyelamatkan dan melepaskan kaum Yahudi dan Kristen yang setia, dia datang untuk membunuh dan membantai mereka. Kita akan mendiskusikan sedikit lagi tentang apa yang dikatakan Alkitab mengenai kedatangan Yesus pada pasal sembilan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar