Senin, 23 April 2007

20 Tahun "Rencana Islam “Menghijaukan” Amerika"

Senin, 23 April 2007
Evangelis Amerika, Dr. Anis Shorrosh melakukan analisa terhadap kemungkinan Islam akan 'merebut' Amerika 20 tahun ke depan. Khawatir Islam menguasai AS!
[Catatan ketakutan seorang evangelis Amerika terhadap Islam]
Hidayatullah.com—Dr. Anis Sorrosh, seorang pendeta asal Arab-Palestina yang kini hidup di Amerika adalah seorang evangelis cukup terkenal. Ia pernah beberapa kali berdebat dengan almarhum Ahmad Deedat, seorang Kristolog terkemuka dunia. Sorrosh juga pernah menulis "The True Furqan". Buku ini secara sengaja diterbitkan untuk mengaburkan bacaan kaum Muslimin terhadap Kitab Suci, Al-Quran. Di antaranya, ia mengganti arti "Bismillah" dengan "Bismil Abi, Wal Ibni, Waruu hil Quds" (dengan nama Tuhan Bapak, Anak dan roh kudus). Seolah-olah Al-Quran itu meyakini ketuhanan Yesus. Namun usaha pemalsuan Al-Qur'an ini tak ada efek berarti di kalangan Muslim. Sebab, kebanyakan kaum Muslim hafal ayat-ayat suci sehingga cepat ketahuan mana yang asli dan mana yang palsu.
Baru-baru ini, ia menulis sebuah artikel berjudul, "Twenty-Year Plan: Islam Targets America", Shorrosh memaparkan kemungkinan Islam dalam 20 tahun ke depan di Amerika Serikat. Menurutnya, ada 20 kemungkinan kaum Muslim 'menghijaukan' AS.
Karena sebagian di antara analisanya itu bisa dikategorikan fitnah dan provokasi, www.hidayatullah.com menurunkan dan merubah judulnya menjadi, "20 Tahun "Rencana Islam "Menghijaukan" Amerika": [Catatan ketakutan seorang evangelis Amerika terhadap Islam]."
Analisa Sorrosh ini menunjukkan rasa kekhawatiran seorang evangelis yang tinggi bila selama dua puluh tahun ke dapan, tepatnya tahun 2020, Islam akan mampu 'merebut' Amerika Serikat. Di bawah ini kutipannya.
20 poin analisis Islam 'mengambil alih' Amerika pada Tahun 2020
  • Menggantikan kebebasan berpendapat orang Amerika dengan sikap kebencian di seluruh dunia.
  • Berperang dengan kata-kata yang berasal dari pemimpin berkulit hitam, bahwa Islam di Amerika adalah agama asli di sana. Anehnya tidak ada satupun fakta yang menyebutkan bahwa orang-orang Arab menangkap dan menjual mereka sebagai budak. Yang ada adalah penyebutan untuk orang kulit hitam dan budak adalah sama yaitu "Abed."
  • Perlawanan terhadap publik Amerika akan kebaikan Islam.
  • Mencalonkan simpatisan Muslim ke meja politik.
  • Mengambil alih media dan internet dengan membeli perusahannya atau pemegang saham.
  • Mendorong ketakutan terhadap terbatasnya/habisnya persediaan minyak di Timur Tengah.
  • Memprotes setiap saat akan kritik terhadap Islam atau analisis tentang Al-Quran di area publik.
  • Menempati posisi pemerintahan, mendapat keanggotaan dalam panggung sekolah lokal, memberikan pelatihan kepada orang-orang Muslim sebagai doktor-doktor untuk mendominasi bidang kesehatan, penelitian, dan perusahan farmasi. Belum pernah diketahui keberadan jumlah doktor-doktor Muslim di Amerika.
  • Mempercepat pertumbuhan Islam melalui:
a. Perpindahan besar-besaran (100.000 tiap tahun sejak 1961)
b. Menikahi orang-orang Amerika dan mengislamkan mereka (10.000 pertahun)
c. Mengubah kemarahan, menjadikan orang-orang kulit hitam sebagai Islam militan (2000 tahanan telah bergabung dengan Al-Qaidah)
  • Masjid-masjid dan pusat pendidikan harus mengajarkan kebencian terhadap Yahudi, evangelis Kristen dan demokrasi. Ratusan sekolah Muslim harus lebih loyal kepada Al-Quran bukan pada hukum Amerika.
  • Memberikan bantuan kepada perguruan tinggi dan universitas di Amerika untuk pengembangan "pusat studi Islam".
  • Memberitahukan bahwa kata-kata teroris telah 'membajak Islam', padahal sebenarnya tidak, dan bahwa Islam-lah yang 'membajak teroris'.
  • Menyeru kepada orang-orang Amerika untuk bersimpati terhadap orang-orang Muslim yang ada di Amerika dengan menggambarkan sebagai imigran terbesar yang negaranya tertindas.
  • Meruntuhkan pengertian Amerika dari keamanan dengan kesalahfahaman bahwa akan ada penyerangan terhadap, jembatan, terowongan, persediaan air, bandara, gedung apartemen dan mal-mal.
  • Menghasut narapidana dengan permintaan akan hukum Islam, bukan hukum Amerika.
  • Menaikan dana/amal melalui dolar tapi digunakan untuk mendanai aksi keislaman/teror Islam.
  • Menumbuhkan kecintaan terhadap Islam di kampus dan universitas dengan meminta kepada mahasiswa baru untuk mengambil mata kuliah atau kursus keislaman. Meyakinkan pada orang amerika, orang-orang Kristen, dan para sarjana bahwa Al-Quran dapat menangani kekerasan melalui cinta damai, spiritual dan aspek keagamaan
  • Berkonsolidasi dengan orang-orang Muslim, masjid, pusat studi Islam dan media melalui internet dan menangani acara tahunan untuk menyusun rencana penyebaran dakwah.
  • Menyebarkan pesan ketakutan kepada orang yang berusaha mengkritik terhadap Islam dan mencarinya untuk dimusnahkan dengan cara apapun.
  • Menghargai orang-orang Muslim yang loyal terhadap Amerika, dengan menyorotinya sebagai pemberi suara terbesar dari minoritas dan etnik di Amerika. [by Didin/ www.hidayatullah.com]


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar