Rabu, 13 Agustus 2008

DPRD Enggan Bahas Fakta Bentrok Mahasiswa SETIA dan Warga

Oleh : Fakta 13 Aug, 08 - 4:00 pm



Alasan Keberatan Warga, Pemerintah Diminta Relokasi SETIAWednesday, 13 August 2008 : Warga Kampung Pulo harus menelan kekecewaan setelah pertemuannya dengan Komisi E DPRD DKI Jakarta pada Jum'at (8/8) lalu tak mengungkap fakta sesungguhnya terkait insiden bentrok antara Mahasiswa SETIA dan warga. Salah satunya, fakta tentang kepemilikan busur dan anak panah oleh mahasiswa Kampus Sekolah Tinggi Theologi Injil Arastamar (SETIA). Hal ini disampaikan juru bicara Kampung Pulo Risman Hadi kepada Suara Islam, Selasa (12/8).

Menurutnya, ini suatu keanehan karena busur dan anak panah itu merupakan senjata berbahaya dan mahasiswa Sekolah Tinggi Theologi Injil Arastamar (SETIA) ada yang memilikinya. Tetapi dalam ruangan tersebut mereka seakan enggan membahas hal ini.

Pengamatan Suara Islam di lapangan pasca bentrokan terjadi juga ditemukan beberapa anak panah yang berada di pekarangan rumah warga. Ada pula korban dari pihak warga yang mengalami luka di kepalanya akibat terkena anak panah.

Risman Hadi juga kecewa dengan pembalikan fakta yang dilakukan pihak SETIA yang dilaporkannya kepada Walikota Jakarta Timur. Laporan tersebut kemudian disampaikan Walikota Murdhani pada kesempatan pertemuan dengan Komisi E DPRD DKI Jakarta.

"Karena faktanya salah seorang mahasiswa SETIA tertangkap oleh warga sedang mengendap-endap di salah satu rumah warga Kampung Pulo, dan Walikota sendiri tidak mengetahui fakta tersebut," ujar Risman Hadi.

Jika Walikota tidak mengetahui fakta dan tidak dapat melindungi kepentingan warganya sendiri, Risman mengatakan lebih baik warga meminta suaka politik ke negara lain lain saja,dan pilihannya adalah Arab Saudi.

Risman melanjutkan, keinginan warga Kampung Pulo Pinang Ranti sampai saat ini belum berubah, yaitu warga bersikukuh agar Kampus SETIA keluar dari Kampung Pulo Pinangranti, karena sesungguhnya keberadaan kampus tersebut sudah ditolak warga sejak lama. Warga terlanjur antipati terhadap civitas akademik Kampus SETIA

Jika sampai ada pejabat pemerintahan yang memberikan izin untuk kembali beroperasinya aktifitas kampus tersebut, Risman mengkhawatirkan hal ini akan menimbulkan masalah yang lebih besar pada masa yang akan datang. "Kampung Pulo adalah bom waktu hanya tinggal menunggu ledakannya," tandasnya. [fahmi/suara-islam.com]


Para Mahasiswa Sekolah Theologi "Ahli Perang"??


Alasan Keberatan Warga atas SETIA
Pada 20 Pebruari 2007 warga Kampung Pulo pernah membuat pernyataan keberatan terhadap keberadaan Kampus SETIA, asrama dan fasilitas lainnya. Dalam surat gugatan yang ditujukan an Ka Biro Kesmas KBY DKI Jakarta dengan tembusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Walikotamadya Jakarta Timur an Kasudin P2B Kotamadya Jakarta Timur, disampaikan beberapa alasan penolakan.

Pertama, keberadaan kampus SETIA yang berada di Kampung Pulo Kelurahan Pinangranti Kecamatan Makasar, Jaktim itu nyata-nyata tidak memberikan manfaat baik langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat Kampung Pulo RW 04 dan 05, tetapi justru menimbulkan keresahan serta kerawanan keamanan di daerah tersebut. Itu karena mahasiswa yang tinggal di Kampung Pulo yang jumlahnya ribuan itu tidak pernah melaporkan kepada RT/RW, sehingga pemerintah terendah RT /RW tidak tahu siapa mereka, dari mana, berapa lama, yang tentu saja kalau terjadi apa-apa masyarakat di kedua RW itu akan menerima imbasnya.

Kedua, keberadaan kampus SETIA nyata-nyata sudah menyalahi fungsinya, karena setiap hari Minggu selalu digunakan untuk kebaktian/difungsikan sebagai rumah ibadah. Jelas-jelas ini menyalahi aturan yang ada (peraturan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri nomor 9 tahun 2006 dan nomor 8 tahun 2006).

Ketiga, Pihak SETIA telah melecehkan aparat pemerintah dengan dibangunnya rumah yang difungsikan sebagai asrama di RT 002/004 Pinangranti yang melanggar bantaran kali dan pernah disegel, tetapi kegiatan pembangunan tetap berjalan terus dan sampai sekarang telah ditempati.

Keempat, bentuk dan lokasi kampus pun tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kelima, Sering terjadi keributan antar mahasiswa dan pernah mengundang kelompok masyarakat dari luar .

Keenam, Keberadaan kampus SETIA dan asramanya mengakibatkan sumur penduduk yang berada di sekitarnya menjadi kering. Hal ini jelas merugikan masyarakat.

Ketujuh, terdapat juga penipuan alamat, yang tertera di IMB adalah RT 006/04, padahal lokasi tersebut ada di RT 008/04 Kel Pinangranti.


Pemerintah Diminta Relokasi SETIA
Perselisihan antara warga Kampung Pulo dan pihak SETIA (Sekolah Tinggi Theologi Injil Arastamar) sebenarnya sudah berlangsung lama. Sejak sekolah tersebut berdiri tahun 1991 warga telah memprotesnya.

"Saya atas nama masyarakat Kam-pung Pulo, tidak menginginkan lagi keberadaan kampus SETIA di kampung Pulo. Segera dan secepatnya dipindahkan keluar!" kata Jufri, Ketua RW 04 Kelurahan Pinangranti usai mengikuti pertemuan bersama Walikota di Keca-matan Makasar, yang dihadiri Kapolres Jakarta Timur, Dandim dan aparat setem-pat Ahad sore (27/7).

Jufri yakin walikota Jakarta Timur, Murdani akan berusaha semaksimal mungkin untuk memindahkan kampus ini. Meskipun tentunya perlu waktu dan proses. "Saya harapkan dia tidak bohong, dia katakan A ya A. Saya sendiri tidak mau dibohongi seperti dengan walikota sebe-lumnya," ujar Jufri lagi.

Hal yang sama disampaikan Risman Hadi, Ketua FKMP. Ia minta pemerintah segera menindaklanjuti urusan ini sampai tuntas. Sebab keberadaan kampus SETIA jelas tidak diharapkan oleh warga. Warga menginginkan mereka keluar dari Kam-pung Pulo. Warga tidak menginginkannya sejak berdirinya hingga sekarang. "Saya pikir pemerintah harus secepatnya menyelesai-kannya," ujar Risman.

Menurut Risman, tidak ada tawar menawar dengan pihak pemerintah soal keberadaan kampus tersebut.

Menanggapi permintaan warga Kam-pung Pulo itu, Walikota Jakarta Timur, Murdani mengatakan, jika persoalan SETIA ini tidak sesuai peraturan, maka dirinya secara bertahap akan mencoba melakukan pendekatan dan mendorong pihak yayasan untuk merelokasi kampus. "Kami akan panggil pihak yayasan. Kalau itu melanggar aturan, akan kita tindak, seperti misalnya izin bangunan dan lainnya akan kita cek," ujar Murdani.

Murdani berjanji akan segera meng-ambil keputusan sesuai dengan hasil pertemuan dan ketentuan yang berlaku. Tentu saja, katanya, itu perlu proses. "Kepada pihak kampus kami minta menghentikan dulu kegiatan-kegiatan yang memancing timbulnya bentrok. Ma-sing-masing pihak hendaknya menahan diri," ujarnya lagi kepada wartawan.

Ketika berita ini ditulis (Senin,28/7) sekitar 1300 mahasiswa telah dievakuasi polisi ke UKI dan kantor PDS. Ketegangan di Kampung Pulo pun mulai mereda. [suara-islam.com]


Kronologi Bentrok Warga dan Mahasiswa Sekolah Theologi Injil Arastamar

Oleh : Fakta 30 Jul, 08 - 3:00 am



Sejak 1991 kampus SETIA diprotes warga Manipulasi Izin Bangunan, malah mendatangi DPR, Ancam Dirikan Negara BaruBerikut ini kronologi bentrok warga Pinang Ranti dan Mahasiswa Sekolah Theologi Injil Arastamar seperti yang diceritakan oleh tokoh masyarakat Risman Hadi kepada Suara Islam, Ahad (27/7) kemarin.

Jum'at malam (25/7), diawali dari tertangkapnya mahasiswa yang berada di mess gang melinjo bernama Julius, dipergoki warga karena berusaha mencuri pompa air. Dari rumah warga dia diamankan ke rumah Ketua RW. Kemudian diserahkan ke petugas dan dibawa ke Polsek Pinangranti. Tiba-tiba dari gang melinjo, ada warga melapor ke masjid kalau rumahnya dilempari oleh mahasiswa SETIA. Kemudian, warga ingin mengecek ke mess mahasiswa, ingin tahu alasan mengapa melempari rumah warga. "Ada maling dari pihak mereka, kok seolah-olah mereka nggak terima," ujar Risman.

Pada saat ingin mengecek, ternyata warga sudah disambut dengan batu bata dan balok (di atas balok ada paku tajam). Ini seolah ada desain dimana ada pemicu awal. Kemungkinan maling itu sebagai pemicu.

Warga yang merasa terserang akhirnya mundur. Menunggu petugas datang. Begitu petugas datang, Massa yang ada ingin mengecek lagi kenapa mahasiswa melempari warga, tapi justru dari pihak mahasiswa lebih beringas akhirnya warga melayani. Terjadilah perang timpuk-timpukan. Walhasil warga yang kalah karena warga dari bawah, sementara mereka berada di tingkat 2 mess.

Hari Sabtu (26/7) pukul 1 pagi, massa dari warga kembali ke masjid. Kemudian dari arah bawah datang 6 orang berbaju hitam dan berkulit gelap, memancing kisruh kembali dan dikejar oleh warga. Bentrok kembali terjadi. Mereka mengaku dari polisi, tetapi saat diminta ditunjukkan KTA tidak mau. Hal itu membuat curiga warga, bahwa mereka itu provokator. Mereka pun dikejar oleh warga.

Keenam orang tak dikenal tersebut diduga bersembunyi di asrama mahasiswa putri.Dari dalam asrama, terdengar provokasi dengan kata-kata kasar, maka akhirnya warga spontanitas menyerang asrama. Penyerangan tersebut semata-mata akibat provokasi.

Sabtu siang kondisi aman seperti keseharian biasa. Namun malamnya, bentrok terjadi lagi. Sekitar 8 yang diduga preman dari pihak SETIA terlihat petantang-petenteng bolak-balik di depan Masjid, sedangkan di dalam Masjid ada pengajian. Salah satu dari mereka melempar masjid. Warga pun mengejar mereka.

Delapan orang tersebut masuk kembali ke dalam asrama putri. Ternyata di dalam asrama sudah ada sekitar seratusan orang. Melihat tersebut, warga agresif lagi ingin menangkap orang tersebut. Kemudian terjadi saling menyerang. Warga pada saat itu hanya membawa alat sekadarnya, seperti gagang sapu dan pentungan. Sementara pihak mahasiswa Kristen tampak lebih siap. Hal ini terbukti dengan adanya anak panah yang diarahkan pada warga.

Walhasil 15 orang warga terluka, 2 orang terkena panah (panah tersebut diduga berasal dari kupang). Panah tersebut berbau anyir, dan begitu luka keluar darah hitam. 3 orang petugas terkena batu yang kebanyakan terkena dari belakang. Karena posisi petugas dan warga berhadap-hadapan.

Pihak yayasan kemudian memohon pihak kepolisian mengevakuasi mahasiswa yang berada di sana. "Jadi, selesai bikin masalah, mereka minta evakuasi," kata Risman. Dia pun sempat bersitegang dengan kepolisian, menuntut preman yang berada di dalam asrama mahasiswi tersebut untuk ditangkap.

Bentrok masih terjadi. Akhirnya polisi mengeluarkan gas airmata. Evakuasi dilakukan, dan diduga ada sekitar 100 orang di dalam karena petugas membawa mereka dengan menggunakan 3 truk.

Pantauan Suara Islam langsung dari lapangan di hari Ahad (27/7) siang, kondisi kembali tegang setelah tertangkapnya 2 pemuda berkulit hitam oleh warga. Mereka berusaha masuk ke dalam kampus SETIA. Sementara itu, beredar isu akan datang preman Ambon dan Tanah Abang yang sengaja dipanggil oleh pihak yayasan untuk mengamankan kampus.

Sorenya, Walikota bersama jajaran aparat setempat menggelar rapat. Hasilnya, Walikota berjanji akan mengevaluasi keberadaan kampus SETIA dan jika dimunginkan akan direlokasi dari Pinangranti. Malamnya, pihak kepolisian mengevakuasi sekitar 1300 mahasiswa dari dalam kampus SETIA. [ihsan/www.suara-islam.com]

Kasus Tawuran di Pinang Ranti : SETIA Manipulasi Izin Bangunan


Ditengah pemukiman padat, kampus SETIA Manipulasi Izin Bangunan

Jakarta - Izin pembangunan Sekolah Tinggi Theologi Injili Arastamar (SETIA) dinilai bermasalah. SETIA semula izin membuat pagar. Tetapi berubah menjadi bangunan. Warga Kampung Pulo pun komplain.

"Dari tahun 1991-1992, SETIA telah memanipulasi data. Yang berawal dari perizinan pagar berubah menjadi bangunan. Ketika dikomplain warga, dia selalu bilang intimidasi pemerintah," kata Ketua Forum Komunikasi Muslim Kampung Pulo Risman Hadi saat ditemui wartawan di Masjid Baiturrahman, Kampung Pulo, Pinang Ranti, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Sabtu (26/7/2008).

Menurut dia, warga tidak pernah menerima SETIA untuk berkepentingan bisnis. Alasannya, tidak memungkinkan mendirikan yayasan di tengah pemukiman padat dan mayoritas muslim.

"Lalu dengan banyaknya jumlah mereka sampai 7.400 orang berdasarkan data tahun 2007, ini memancing kerawanan sosial. Terbukti, dari tadi malam kejadian tindak pencurian," ujarnya.

Selain itu, kata Risman, mahasiswa SETIA sering terlibat bentrok antarsuku.

"Mereka melakukan suka-suka mereka. Ini dilakukan di tengah warga saya. Dari awal, sesepuh masyarakat di sini sudah menolak. Karena akan menimbulkan konflik yang lebih global," tutur pria yang mengenakan kaos lengan panjang warna hitam dan sorban warna hitam putih ini.

SETIA didirikan pada 11 Mei 1987. SETIA punya fasilitas yang mampu menampung 1.500 orang. SETIA memiliki 6 program studi yakni Teologi, Pendidikan Agama Kristen, Pendidikan Guru TK/SD (PGTK/PGSD), PGSLTP jurusan matematika dan bahasa Inggris, D3 Akademi Perawatan, dan Sekolah Menengah Teologi Kristen.

Pada tahun 2007, Front Pembela Islam (FPI) pernah demo menuntut SETIA ditutup.(aan/djo/detik)

Mahasiswa SETIA ke DPR, Ancam Dirikan Negara Baru
Mahasiswa Sekolah Tinggi Theologi Injili Arastamar atau SETIA mengadu ke DPR demi bisa kuliah lagi di kampusnya. Jika tidak dipenuhi, mereka mengancam akan mendirikan negara baru.

"Kita minta ada kepastian, kita ingin kembali belajar dengan tenang di sana. Memang di sini kami ini minoritas, tetapi di daerah kami, kami mayoritas. Kami siap mendirikan negara baru," kata salah satu perwakilan dari SETIA dalam audiensi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/7/2008).

Sekitar 200 mahasiswa SETIA yang didampingi perwakilan dosen, rektor dan pimpinan Aras Gereja Nasional ditemui perwakilan Fraksi PDIP dan Fraksi PDS di ruang rapat Komisi VII DPR.

Menurut koordinator tim Advokasi STT SETIA, Lubis, mahasiswa menuntut kembali ke kampus dan asramanya di Kampung Pulo, Pinang Ranti, Jakarta Timur. Mereka juga meminta DPR menjamin keamanan mereka.

"Kami meminta perlindungan keamanan terhadap mahasiswa dan meminta kepastian hukum terhadap kasus ini," kata Lubis.

Seorang perwakilan mahasiswa, Maruli, juga mengancam akan bertahan di DPR jika keinginan mereka tidak dipenuhi. "Kami berencana akan tetap bertahan di DPR selama mahasiswa tidak dipulangkan," ujar Maruli.

Curhat mereka disimak baik-baik oleh sejumlah anggota FPDIP dan FPDS. Antara lain Ketua Umum PDS Ruyandi Hutasoit dan Ketua FPDS Carol Daniel Kadang.

"Masukan ini akan saya teruskan kepada Kapolri, karena saat ini masih membuat langkah-langkah penanganan," kata anggota FPDIP, Gayus Lumbuun.(fiq/gah/detik)

Atlet-Atlet Berjilbab, Bersinar di Olimpiade Bejing

Katagori : Dunia Islam
Oleh : Redaksi 13 Aug 2008 - 6:00 pm


Panitia Olimpiade Beijing jamin Makanan Halal Bagi kaum Muslim

Banyak atlet berjilbab yang ikut serta dalam olimpiade tahun ini, yang berlangsung di Beizing, China. Keberadaan mereka bukan hanya mengikis stereotipe negara-negara Barat terhadap Muslimah berjilbab tapi juga membuktikan bahwa jilbab bukan halangan untuk mencetak prestasi dalam kehidupan dan olahraga.

Salah seorang atlet berjilbab adalah atlet lari sprint asal Bahrain, Ruqaya al-Ghasara. Sebagai seorang atlet dan muslimah berjilbab, ia telah membuat sejarah dengan meraih medali emas dalam ajang pesta olahraga Asia Barat pada tahun 2006. Ditanya soal jilbabnya, Ruqaya menjawab, "Jilbab tidak pernah jadi masalah buat saya."

Dunia akan melihat muslimah-muslimah berjilbab yang ikut serta dalam aneka kompetisi olahraga dalam Olimpiade Beizing yang dibuka pada 8 Agustus kemarin. Selain Ruqaya, ada enam atlet perempuan Mesir yang mengenakan jilbab, tiga atlet asal Iran, satu atlet asal Afghanistan dan Yaman. Mereka adalah atlet-atlet yang akan bertanding di cabang olahraga lari sprint, mendayung, taekwondo dan panahan.

Atlet anggar asal Mesir Shaimaan El-Gammal, mengenakan jilbab untuk pertamakalinya saat bertanding di Olimpiade Beizing. Ia mengatakan sangat bangga menjadi seorang Muslimah ketika tampil bertanding anggar. "Jilbab adalah sesuatu yang sangat simbolis di negara saya, " kata El Gammal yang masih berusia 28 tahun.

Menurut El Gammal, jilbab memberikan kekuatan dalam dirinya. "Banyak orang melihat kami yang mengenakan jilbab dan berpikir kami sedang naik unta. Padahal seorang Muslimah biasa melakukan apa saja yang mereka inginkan, " tukasnya.

Hal serupa diungkapkan oleh Ruqaya. Ia mengatakan, kaum perempuan di kampung halamannya di Bahrain sangat bangga dengan prestasinya hingga bisa mewakili negaranya di ajang olimpiade. Sebagian dari mereka, bahkan membantu Ruqaya mendesain dan menjahitkan jilbab yang sudah dipikirkan masalah aerodinamisnya agar Ruqaya bisa tampil maksimal saat bertanding.

"Di Bahrain, tempat saya dibesarkan, kaum perempuan banyak yang menjadi duta besar, dokter bahkan pilot. Buat saya, jilbab adalah pembebasan, " ujar Ruqaya yang selalu mengenakan jilbab warga merah putih, warna khas bendera negaranya. (ln/iol/eramuslim)


Shaimaan El-Gammal


Ruqaya al-Ghasara


Sara Khoshjamal


Panitia Olimpiade Beijing Siapkan Makanan Halal Bagi Kaum Muslim
Peserta Olimpiade tentu saja selain datang dari banyak negara juga dari berbagai penganut agama. Sekitar 10 ribu atlet dan ofisial adalah kaum muslim.

Nah, untuk kaum muslim panitia setempat ternyata juga menyediakan makanan halal di banyak tempat. Seorang pejabat di Beijing yang dikutip media setempat menyebut panitia menyediakan 2.053 tempat penjualan makanan halal, termasuk restoran dan toko-toko makanan.

Wu Shixiong, deputi direktur Kongres Rakyat Kota Beijing, menyebutkan pemerintah kota telah menyisihkan 32 juta yuan atau sekitar Rp42,7 miliar untuk membuka tempat-tempat penjualan makanan halal di pusat-pusat transportasi.

Antara lain bandara ibukota dan Stasiun Kereta Api Beijing Barat, serta meningkatkan fasilitas pemrosesan makanan di tempat-tempat utama katering muslim.

NIUJIE STREET
Selain atlet dan ofisial, turis dari kalangan muslim diperkirakan akan banyak yang hadir untuk menyaksikan Olimpiade. Niujie Street di pinggiran Beijing diperkirakan akan menjadi salah satu tujuan wisata Olimpiade. Sebab Niujie menjadi tempat bermukimnya warga muslim China lebih dari 1.000 tahun silam, dan penganutnya mencapai angka 12.000 jiwa. Di daerah ini juga terdapat Mesjid Niujie yang dibangun sejak tahun 996 Masehi.

Sedangkan di Beijing sendiri ada 70 mesjid, 12 di antaranya disiapkan untuk tamu Olimpiade yang bergama Islam untuk aktifitas salat. Para penerjemah pun disiagakan panitia di mesjid-mesjid selama gelaran Olimpade berlangsung. (pkota)


NU JIE MOSQUE

Rabu, 06 Agustus 2008

Hati-Hati terhadap Virus Liberalisme

 
Oleh : Redaksi 07 Aug 2008 - 1:45 am


Musdah Mulia, Pahlawan Selebor asal Kesohor


Menag: Umat Islam Digembosi Oleh Umat Islam SendiriMenteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni mengakui kualitas keimanan umat Muslim di tanah air sedang menghadapi penggembosan dari dalam, sehingga perlu dihadapi dengan serius. "Perlawanan harus dilakukan dengan serius, " kata Maftuh di Kendari, Selasa (5/8).

Ia mengingatkan, umat Muslim harus meningkatkan kualitas keimanan, karena akhir-akhir ini ada beberapa kalangan Muslim yang belajar di negara tertentu (baca: kaum liberal) berupaya menunjukkan jati dirinya sebagai orang cerdik pandai. Namun, cara yang dilakukan oleh yang bersangkutan adalah memberikan argumentasi yang seolah-olah rasional terhadap hal hal yang sudah menjadi kesepakatan para ulama.

Pendapat yang di luar kesepakatan itu, dicontohkan Maftuh, misalnya dalam pelaksanaan ibadah haji yang dapat dilakukan setiap bulan. Padahal, ibadah haji itu hanya dapat dilakukan setahun sekali dan waktunya pun sudah ditentukan, antara 1 Syawal sampai 9 Dzulhijah.


Musdah Mulia, Pahlawan versi AmerikaContoh lain yang disuarakan kelompok orang yang disebutnya sudah 'keblinger' itu adalah soal membolehkan adanya perkawinan sejenis.

Menurut Menteri Agama, pendapat tersebut jelas tak bisa diterima oleh penganut agama Islam, meski alasanmereka juga menjunjung Hak Azasi Manusia.

Pendapat menyimpang ini, lanjutnya, sangat disayangkan sekali berasal dari umat Islam sendiri, yang ketika kecil belajar di pondok pesantren di kampung, akan tetapi ketika mereka ke luar negeri ingin tampil beda dengan membuat pernyataan menyimpang.

"Orang semacam itu juga ada dan pernah menduduki jabatan tinggi di salah satu instansi pemerintah, " imbuh Maftuh. (novel/ant/eramuslim)


Menag: Umat Islam Digembosi Oleh Umat Islam Sendiri
imageMenteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni mengakui kualitas keimanan umat Muslim di tanah air sedang menghadapi penggembosan dari dalam sendiri, sehingga perlu dihadapi dengan serius. Perlawanan harus dilakukan dengan serius, kata Maftuh di Kendari, Selasa (05/08). Kita pun mengakui, serangan terhadap Islam saat ini sedang terus dilakukan. Pelakunya, diantaranya masih umat Islam sendiri.

Menurut Maftuh, dewasa ini ada orang Muslim yang belajar di negara tertentu berupaya menunjukkan jati dirinya sebagai orang cerdik padai. Cara yang dilakukan oleh yang bersangkutan adalah memberikan argumentasi yang seolah-olah rasional terhadap hal-hal yang sudah menjadi kesepakatan para ulama.

Ia mencontohkan ada pendapat yang di luar kesepakatan itu berupa pelaksaan ibadah haji yang dapat dilakukan setiap bulan. Padahal soal ibadah haji itu hanya dapat dilakukan setahun sekali dan waktunya pun sudah ditentukan, antara 1 Syawal sampai 9 Zulhijah.

Contoh lain yang disuarakan kelompok orang yang disebutnya sudah "keblinger "itu adalah soal membolehkan adanya perkawinan sejenis. Menurut Menteri Agama, pendapat tersebut jelas tak bisa diterima oleh penganut agama Islam kendati mereka juga menjunjung Hak Azasi Manusia.

Pendapat menyimpang ini sangat disayangkan berasal dari umat Islam sendiri, yang ketika kecil belajar di pondok pesantren di kampung namun ketika di luar negeri ingin tampil beda dengan membuat pernyataan menyimpang.

Orang semacam itu juga ada dan pernah menduduki jabatan tinggi di salah satu instansi pemerintah, kata Maftuh.

Sebuah Ulasan: Program Sarjana Bayaran


Akhir Akhir Ini, Kelompok Waria, bukan saja semakin BERANI bahkan semakin GANASApa yang dikatakan oleh Menteri Agama, memang benar adanya. Saat ini banyak muncul beberapa orang yang dianggap intelek dari kalangan Muslim tetapi membawa ajaran liberal atas nama Islam. Seperti dikatakan Menag, rata-rata mereka didengungkan oleh orang-orang yang telah dididik di luar negeri.

Mengapa mereka ketika mereka sudah belajar di luar negeri malah membuat pernyataan yang menyimpang dengan ajaran Islam? Adakah pencucian otak telah bekerja di luar negeri? Namun yang jelas, Barat mengerti betul bahwa saat ini Islam telah menjadi ancaman bagi Barat, baik dari segi hosility (permusuhan) maupun dari segi capability (kemampuan).

Dari segi hostility sangat jelas bahwa Islam bertentangan dengan ideologi kapitalisme yang diemban Barat. Bagaimana Islam tidak dikatakan sebagai musuh, ketika Islam sebagai ideologi sangat bertolak belakang dengan ideologi kapitalisme? Seperti misalnya, perbedaan yang sangat tajam dalam persoalan ekonomi. Di dalam Islam tidak bisa barang milik umum dikuasai oleh seseorang atau sekelompok orang. Bandingkan dengan pandangan Kapitalisme yang tidak mengenal pembagian kepemilikan sehingga siapa yang punya uang, maka gunung pun dapat dimiliki.

Saat ini, kesadaran terhadap Islam semakin tinggi. Berarti tingkat persinggungan antara ideologi Islam dengan Kapitalisme akan semakin terasa. Tak aneh bila Barat menganggap Islam sebagai musuh baru. Untuk menanggulangi ini, perlu kiranya umat Islam dilunakkan sehingga persinggungan Islam dengan Kapitalisme tidak terlalu kentara.

Untuk melakukan hal ini, Barat tidak perlu repot-repot terjun ke negeri-negeri Muslim mengajarkan ajaran non Islam. Cukup dengan menyimpan para agen-agen mereka untuk membawakan ajaran Islam yang telah disesuaikan dengan kepentingan mereka. Dari sini kita dapat mengerti, mengapa banyak dari kalangan kaum Muslim sendiri malah berfikiran liberal walaupun dipoles dengan nama Islam. Tentu saja bagi Barat keberadaan para 'pemikir Islam ala Barat' ini sangat membantu untuk meredam persinggungan Islam dengan Kapitalisme. Sebagian Muslim di Barat menyebut mereka itu sebagai "para sarjana bayaran". [f/m/ant/syabab.com]


Senin, 04 Agustus 2008

Makin Banyak Perusahaan-Perusahaan di Texas Sediakan Tempat Salat

Katagori : Dunia Islam
Oleh : Redaksi 03 Aug 2008 - 3:00 am

imagePerkembangan yang patut disyukuri Muslim AS terutama yang tinggal di negara bagian Texas, karena perusahaan-perusahaan yang sadar untuk menyediakan kebutuhan religius para pegawainya yang Muslim, dilaporkan makin meningkat. Saat ini, makin banyak perusahaan-perusahaan di Texas yang menyediakan ruangan khusus sebagai tempat salat.

The Dallas Morning News edisi Sabtu (2/8) mengutip pernyataan Presiden of the Association of Muslim Scientist and Engineers Dr, Khurshid Qureshi yang mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan itu bahkan mengingingkan tenaga kerja Muslim.

"Mereka menginginkan Muslim bekerja di perusahaan-perusahaan mereka. Menyediakan ruang salat bukan keharusan, tapi menyediakannya, " kata Dr. Qureshi. (watch : Turning Muslim in Texas )

Perusahaan-perusahaan di Utara Texas sekarang sudah menyediakan ruang khusus untuk salat bagi pegawainya yang Muslim, antara lain perusahaan Dallas' Texas Instrument, perusahaan maskapai penerbangan American Airlines Dallas, kampus Nortel's Dallas bahkan menyediakan bukan hanya satu ruangan tapi beberapa ruangan sebagai tempat salat dan perusahaan Electronic Data System di Plano.

imageCouncil on American Islamic Relations (CAIR) mempekirakan, hampir setengah dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Texas Utara sudah menyediakan ruang khusus salat. Texas Utara adalah wilayah ketujuh di AS yang paling banyak jumlah warga Muslimnya. Di kawasan ini terdapat sekitar 180.000 Muslim.

Brian Mershon, juru bicara Fluor Corp mengungkapkan pernyataan yang menyegarkan, "Jika pegawai Muslim kami mengajukan permintaan, termasuk tempat untuk menyusui bagi para ibu serta tempat untuk salah bagi para pegawai, kami akan memenuhi permintaan itu, " katanya.

Trend positif semacam ini, tentu saja membuat warga Muslim Texas lega. Seorang teknisi bernama Manzur Mahmud mengatakan, para pengusaha menyadari bahwa jika pegawainya merasa senang, maka mereka akan bekerja lebih baik.

Dulu, Mahmud yang bekerja di Dallas's Texas Instrument kesulitan untuk menemukan tempat salat yang layak, kadang ia harus ke kantor seorang temannya untuk menunaikan salat. Sekarang, ia tinggal jalan menyusuri koridor di tempatnya bekerja dan ia akan dengan mudah menemukan satu ruangan untuk salat.


David Stepien mualaf Amerika


Michael Wolfe mualaf Amerika"Orang-orang mulai berdatangan dan menunjukkan dirinya bahwa sebagai seorang Muslim, " ujar Mahmud.

Masalah diskriminasi dan terbatasnya fasilitas untuk menunaikan ibadah salat menjadi persoalan yang makin banyak dikeluhkan tenaga kerja Muslim di AS dalam beberapa tahun belakangan ini.

Lembaga Equal Employment Opportunity Commission (EEOC) belum lama ini mengeluarkan tata aturan yang melarang diskriminasi berlatar belakang agama di tempat kerja. Tata aturan ini dibuat untuk merespon sekitar 2.900 pengaduan kasus diskriminasi di tempat kerja yang masuk ke EEOC.

"Para pekerja sudah lebih terbuka tentang agama mereka dan menjadikannya sebagai bagian dari kehidupannya sehari-hari, " kata Dianna Johnston, bagian bimbingan hukum EEOC.

Di Texas, kebanyakan warga Muslim bekerja di sektor teknologi informasi dan sektor teknik. Sekarang, mereka bahkan sudah merambah dan mendapatkan posisi-posisi di bidang manajerial. (ln/iol/eramuslim)


Minggu, 06 Juli 2008

Habib Rizieq: Si goen ingin “Menggurui“ Saya ?

Katagori : Focus
Oleh : Redaksi 04 Jul 2008 - 3:30 pm

imageKetua FPI, Habib Rizieq Shihab menyampaikan hak jawab atas tulisan pendiri Tempo Goenawan Muhammad. "Si goen ingin "menggurui" saya dan Ustad Abubakar Ba'asyir tentang iman, " ujarnya.

Di balik jeruji besi, Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab masih lantang. Senin 23 Juni 2008, Advokasi Anti Ahmadiyah, selaku kuasa hukum Habib Muhammad Rizieq Shihab, mendatangi kantor majalah Tempo untuk menyampaikan hak jawab atas tulisan Catatan Pinggir Goenawan Mohamad di majalah itu pada edisi 16-22 Juni 2008.

Sayangnya, hak jawab itu tak dimuat di Tempo. Melalui humas FPI, bantahan yang sedianya sebagai hak jawab itu kemudian dikirim ke redaki hidayatullah.com.

Dalam suratnya yang dikirim melalui faks itu, Habib Rizieq mengatakan panjang lebar tentang beberapa pandangan tulisan Goenawan tentang FPI dan dirinya.

"Setelah membaca catatan pinggir si goen dalam majalah Tempo edisi 16-22 Jui 2008, saya rasakan sel tahanan yang semula sempit dan pengap, berubah menjadi luas dan nyaman," tulisnya.

image"Tadinya, saya enggan menulis tanggapan ini, tapi karena si goen bertanya dan menantang, maka saya gunakan hak jawab saya. Di sini saya sengaja menulis namanya dengan singkat "si goen", itupun cukup dengan huruf kecil. Bagi saya, huruf besar hanya untuk orang besar, apalagi nama Muhammad hanya untuk orang mulia."

Sebagaimana diketahui, dalam rubrik "Catatan Pinggir" di majalah Tempo edisi 16-22 Jui 2008, Goenawan Muhammad yang juga dikenal pendiri Tempo menulis seputur FPI dan Habib Rizieq Shihab.

Dalam tulisan berjudul, "Indonesia", mas Gun, begitu kalangan wartawan menyebutnya, mengulas banyak hal. Diantaranya menyinggung masalah keadilan, kebhinekaan, Pancasila dan masalah keimanan. Ia juga mengatakan bahwa Indonesia bukan Arab Saudi dan bukan Turki. Dan tentusaja, kritik terhadap Habib Rizieq Shihab dan Ustad Abubakar Ba'asyir.

"Keadilan adalah hal yang mulia, Saudara Shihab dan Ba'asyir, sebab itu pelik. Ia tak bisa digampangkan. Ia tak bisa diserahkan mutlak kepada hakim, jaksa, polisi –juga tak bisa digantungkan kepada kadi, majelis ulama, Ketua FPI, atau amir yang manapun. Keadilan yang sebenarnya tak di tangan manusia.

Itulah yang tersirat dalam iman. Kita percaya kepada Tuhan: kita percaya kepada yang tak alang kepalang jauhnya di atas kita. Ia Yang Maha Sempurna yang kita ingin dekati tapi tak dapat kita capai dan samai. Dengan kata lain, iman adalah kerinduan yang mengakui keterbatasan diri. Iman membentuk, dan dibentuk, sebuah etika kedaifan," tulis Goenawan.

imageDalam tulisan lain, Goenawan juga mengatakan, "Gotong-royong" itu juga berangkat dari kerendahan hati dan sikap beradab, sebagaimana halnya demokrasi. Itu sebabnya, bahkan dengan membawa nama Tuhan –siapa pun, juga Saudara Baa'syir dan Saudara Shihab, tak boleh mengutamakan yang disebut Bung Karno sebagai "egoriesme-agama."

Menjawab tulisan itu, Habib Rizieq membalasnya. "Anehnya, si goen yang selama ini tidak pernah memuji pemerintah, tiba-tiba melalui catatan pinggirnya menjilat polisi, jaksa, hakim hingga Presiden, kenapa? Takut atau cari muka? Mungkin si goen sedang depresi, takut dituntut dab diperiksa sebagai "biang kerok" insiden Monas? Atau si goen sedang ketar-ketir kedoknya terbuka sebagai antek asing? Atau si goen sedang bingung hilangkan jejak dana asing ratusan juta dolar yang diterimanya bersama "gang" AKKBB dari bosnya Amerika melalui Asia Foundation, Ford Foundation, USAID, NDI, Rockefeller, dll?", tulis Rizieq.

"Lebih anehnya lagi, si goen ingin "menggurui" saya dan Ustad Abubakar Ba'asyir tentang iman, ketuhanan, kemanusiaan, keadilan dan Pancasila.

imageLucu, si goen dan "gerombolannya" yang selama ini mati-matian membela pornografi, pornoaksi, seks bebas, homoseks, lesbi, nabi palsu, aliran sesat. Bahkan menghina Allah dan Rasul-Nya, memfitnah Islam dan Al-Quran. Dia ingin menggurui kami? Itukah "iman" dan "ketuhanan" yang ingin diajarkan si goen kepada saya dan Syeikh Baa'syir?!."

"Indonesia memang bukan Arab atau Turki, tapi jangan lupa, Indonesia juga bukan Amerika! Indonesia memang bukan negara agama, tapi Indoneisa juga bukan negara syetan yang kau bisa seenaknya menistakan agama dan budaya," tambah Habib Rizieq.

Ketua FPI berada di penjara Polda Metrojaya ini menyelesaikan pendidikan sarjananya dari Fakultas Hukum Islam di King of Saud University, Riyadh, Arab Saudi . Baru-baru ini ia juga lulus master di Universitas Malaya, Kuala Lumpur. Tesis masternya yang dipuji oleh para guru besarnya itu berjudul "Pengaruh Pancasila terhadap Pelaksanaan Syariat Islam di Indonesia".

Karena dianggap baik mutu riset dan penulisan tesisnya itu, para guru besar universitas tertua di Malaysia itu langsung mendukung Habib Rizieq meneruskan pendidikannya ke jenjang doktor. Akibat kasus Monas, studinya itu kita tertunda lagi. [rud/cha/www.hidayatullah.com]


Islam pilihan terakhir Aquil


Katagori : Muslim Convert News
Oleh : Redaksi 07 Jul 2008 - 4:30 am

Oleh : Al Shahida
image'Tatkala kecil ia dimasukkan ke 'Sunday School'. Tapi ia berhenti karena bosan. Mencoba menjadi pengunjung gereja Anglikan, lagi-lagi ia kecewa. Lalu mencoba dengan Kristen spiritual, di situ ia tadak menemukan apa apa. Aquil mencoba mengikuti ritual Budha, secara fisik ia merasakan goncangan namun jiwanya masih merasa kosong. Lewat kebaikan Ibraim teman sekerjanya, serta melalui research dan dari bacaan literatur ISLAM, akhirnya Aquil menemukan Islam sebagai pilihan terakhir.

"Bulan Suci Ramadhan adalah sesuatu yang ingin saya alami sebelum saya memutuskan memeluk agama Islam" ujarnya. Ia mengatakannya di acara buka bersama.

"Sis ini titipan dari Lina, lumayan buat buka puasa," Aquil menyerahkan satu baki penganan manis. "Istri saya mengalah, tinggal di rumah, nemani anak kami berbuka puasa," begitu Aquil mengatakan.

Saya tanyakan bagaimana rasanya menjalankan ibadah shaum. "Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan yang kelima, insya Allah," ujarnya dengan rasa bangga dan bahagia. Aquil, adalah bule Inggris yang hadir pada acara buka bersama di pengajian di Islington London Timur.

Sambil menunggu teman-teman pengajian lainnya, ia lanjut bercerita bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu ia nantikan dan ia ingin melakukan shaum, dan ia sangat menikmatinya, tambahnya lagi. Ternyata ia telah melakukan 2 kali puasa pada 2 ramadhan walau ia belum memeluk agama Islam.

"Saya melakukan shaum dua kali sebelum saya mengikarkan syahadat pada tanggal 2 Juli 2003. Jadi saya sudah melakukan shaum dan saya merasakan dan tahu seperti apa indahnya berpuasa," tambahnya.

"Bagaimana kamu bisa melakukan puasa sedang kamu engga biasa melakukannya?"

"Bila seseorang ingin mengerjakan sesuatu dengan keyakinan dan penuh semangat, maka apapun bisa terjadi. Saya sangat menanti bulan suci ramadhan. "If one wants to do something with conviction and true spirit, then anything is possible and I look forward to the Holy month each year," jawabnya.

"Saya telah mendapatkan banyak pelajaran dari bulan ini. Ramadhan telah banyak memberi barakah berupa kabahagiaan yang sukar digambarkan," tambahnya.

Aquil mengatakan bahwa baginya Islam telah membuatnya bisa memaknai dan arti hidup yang sesungguhnya. "KeIslaman saya bertambah meningkat dan telah banyak memberi manfaat buat diri saya baik secara fisik dan mental' tambahnya begitu yakin."

Hingga hari ini Aquil masih meyembunyikan nama aslinya. Pria yang bekerja di perusahaan kereta bawah tanah atau London Underground sering meminta tak menertawakan perihal pekerjaannya.

"Please don't lough sister…" pintanya.

Padahal sering saya tersenyum mendengar permintaannya. Apa salahnya bekerja di London Underground?

Perbincangan kian menarik dengannya kala itu.

"Tapi memang repot dan berat ya sis, di saat kita memutuskan untuk pindah agama. Saya betul betul dihantui oleh perasaan takut. Takut kehilangan keluarga dan saudara, teman dekat.

Apa yang bakal terjadi kalau saya pindah agama, apa kata teman-temanku..? Hal ini terus menggelayut dikepala saya, sis. Ada rasa bingung dan ragu. Tapi lantas saya menyadari…kenapa kita sibuk dan repot memikirkan apa kata orang ? Seakan kita cuma mau menyenangkan dan mencari ridho manusia, kalau begitu saya belum yakin. Ah, saya kira itu wajar karena kehidupan kita berada dilingkungan manusia."

Itulah hal-hal sekelumit keluhannya. Namun, sampai hari ini, brother Aquil, begitu saya sering memanggilnya terus mempelajari Islam baik lewat bacaan, diskusi dengan teman Muslimnya sampai suatu hari ia memutuskan untuk bersyahadat.

Dan memang benar. Setelah ia memeluk Islam, banyak teman-teman dekatnya menjauhkan diri.

"Saya memang kehilangan teman dan sahabat setelah saya nyatakan bahwa saya masuk Islam. Saya sempat bersedih, namun tidak lama. Ada pepatah mengatakan "Yang pergi dan datang silih berganti". Teman dan sahabatku memang pergi meninggalkan saya. Namun Allah maha Adil dan Pengasih yang pergi tergantikan oleh yang terbaik. Ini terbuktikan. Ternyata teman dan sahabat Muslim saya jauh lebih baik. Persahabatan dan kebaikan mereka murni karena Allah, bukan karena kepentingan lainnya," ujarnya.

Percakapan kami terputus karena teman-teman pengajian mulai berdatangan dan pengajianpun dimulai. Mereka semua duduk bersimpuh, di ruang yang begitu sempit. Duduk berdesakan. Kadang antar kaki beradu, saat mereka ingin meregangkan kaki mereka. Maklum mereka belum terbiasa duduk berlama-lama dilantai . Aquil berjanji untuk melanjutkan cerita dan perjalanannya menuju Islam.

Pra Islam
Aquil dulunya bekerja di Angkatan Udara Britania atau Royal Air Force. Salah satu koleganya kala itu adalah Muslim. Ia cukup dekat dan akrab. Mereke sering terlibat banyak diskusi dan perdebatan politik atau kejadian-kejadian terkini. Bahkan terlibat diskusi tentang agama.

"Di sinilah saya berkenalan dengan agama Islam, saya tidak tahu dan berfikir kalau agama ini akan memberikan banyak pengaruh besar pada kehidupan saya, " kenangnya.

Kala itu, ia sedang mengambil diploma kursus councelling di mana diantara peserta adalah dua Muslimah. Salah satu diantara mereka mengenakan jilbab dan satunya lagi tidak. Saat itu Aquil begitu sinis dan tidak suka melihat perempuan berjilbab.

Aquil dibesarkan dengan tradisi Kristen yang kental. Sejak kecil ia diwajibkan sekolah mingguan pada hari Minggu (semacam Madrasah untuk Islam) oleh bapak dan ibunya.

Tapi itu hanya berjalan sebentar. Ia mengaku tidak mendapatkan manfaat apa-apa dan merasa bosan. Sejak itu ia behenti.

Kondisi ini terus berjalan sampai besar. Di saat sudah bekerja di Angkatan Udara ia merasa tak pernah nyaman datang ke gereja.

"Kunjungan saya yang terakhir ke gereja adalah saaat saya ditempatkan di RAF Beson di Oxfordshire."

Pastur yang kebetulan berkulit putih kala itu, membuat sebuah selorohan (gurau) kepada para jemaah yang kebetulan sudah jelas tidak berkulit putih. Ia merasa betul-betul menjijikan. Sejak itu saya tidak pernah lagi kesana. Kapok!.

Sampai suatu hari, sang pastur bertanya kepadanya kenapa ia jarang terlihat ke gereja. "Saya pergi ke gereja lainnya, jawabnya. Ia berkesimpulan bahwa gereja itu bukan rumah Tuhan yang menghidupkan hati atau ruh dimana dirinya berharap bisa mendapatkan kedamaian dan ketenangan. Sejak insiden itu, ia malah datang ke gereja hanya untuk upacara perkawinan atau acara penguburan (funeral).

Dari gereja satu ke gereja lain. Itulah pekerjaannya. Ia akhirnya terlibat kelompok Kristen spiritual. Kunjungan pertamanya ke gereja itu dirasa sangat menakutkan.

"Saya ingat merasakan ketakutan yang luar biasa. Bayangkan saya sudah bisa jadi perantara, tukang tenung dan bahkan sudah bisa menyembuhkan orang sakit. Satu hal yang menarik pada kelompok ini adalah anggotanya boleh dari berbagai latar belakang, warna dan bahkan agama. Kira-kira begitu asumsi saya saat itu."

"Saya ingat betapa campur aduknya antara lagu-lagu pujian dan doa-doa Tuhan Kristus dan lainnya, bahkan ritual-ritual yang seakan kita berbicara dengan roh… saya bertambah frustrasi dengan acara-acara ritual yang mereka lakukan dibanding dengan gereja yang sebelumnya saya kunjungi."

Akhirnya ia keluar juga atas ketidaknyamanan itu. Sampailah suatu ketika ia aktif masuk Budha.

"Saya sempat duduk bersama mereka dan melakukan secara keseluruhan kegiatan ritual agama ini. Sangat menarik! Ritual-ritual itu telah menghadirkan getaran-getaran yang indah pada seluruh fisik saya namun hal ini tidak memberikan pengaruh apa-apa. Betul-betul tidak ada apa-apanya. Jujur saja hal itu betul- betul nonsen untuk pribadi saya."

Bulan Oktober 2000, ketika ia berkerja di London Underground di sanalah Aquil berjumpa dengan Ibrahim, yang kemudian menjadi mentornya. Ibrahim pula yang membimbingnya memulai dalam perjalanan Islam.

"Ah, terkadang saya senyum sendiri. Penuh penyesalan di kala saya mengenang masa lalu. Betapa jahiliyah nya saya dan rasa-rasanya tak ada satupun mahluk yang bisa menghentikan saya untuk menghentiakan kebiasaan minum alkohol yang membuat kita sangat tergantung dan kecanduan dengannya," katanya mengenang masa lalunya sebelum beralih pada Islam.

"Padahal saya tahu besoknya saya bakalan hangover (sakit kepala & mual karena minum alkohol berlebihan), tidak bisa bangun, makan dan mengerjakan sesuatu, tapi mengapa tidak pernah kapok dan saya lakukan kembali.

"Entahlah.. ternyata Allah bisa menghentikan semua ini. Dengan pelan pelan saya menghentikan kebiasan minum alkohol. Dimulai dengan mengurangi jumlah yang saya minum. Misalnya dari empat 4 pints (kurang dari ½ lt/1 gelas besar) saya kurangi menjadi 2 pints semalamnya dan akhirny saya berhenti secara total.

"Sebuah perubahan besar terjadi pada diri saya. Luar bisa memang dan saya merasakan perbedaannya. Saya sekarang jauh lebih fit baik secara fisik dan mental. Soal babi dan bacon, kebetulan saya sendiri dari dulunya tidak pernah suka dengan makanan jenis ini. Saya merasa mual setelah memakan makanan ini. Kalau saja saya tahu akan kebenaran pada waktu itu, maka tangan Allah-lah yang telah menunjukan jalan yang sangat penuh misteri untuk saya.

"Saya bersyukur ke khadirat Allah SWT .. kini saya telah resmi memeluk agama Islam setelah melewati jalan yang cukup berliku dan cukup lama.. begitulah Allah telah menakdirkan saya," ujar Aquil menyampaikan rasa syukurnya.

Dengan kebesaran Allah pula, ia kini diberi seorang istri, seorang muallaf, Lin, yang sebelumnya penganut Hindu.

"Kami berdua sama-sama baru dalam menjalankan agama Islam dan sama-sama diselimut oleh semangat yang menggelora serta gairah yang cukup tinggi dalam menjalani Islam sepenuhnya".

Lewat pengajian yang sangat saya cintai dari teman-teman Melayu baik yang Singpaore, Malaysia dan Indonesia dan lainnya, terasa sekali ukhuwah yang mendalam, rasa kebersamaan dan persaudaraan (brotherhood) yang ikhlas yang tidak pernah saya dapatkan dulu kini bisa saya dapatkan disini. Semua ini saya dapatkan hanya dalam Islam ini. Allah Maha Besar.

'Saya, tak hentinya menyampaikan rasa syukur ke khadirat Ilahi yang telah menuntun dan memberikan jalan yang akhirnya saya temukan yakni Islam. Semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa saya dimasa lalu. Entahlah, nikmat mana lagi yang hendak kami ingkari'. [hidayatullah.com]