- Bagian I: Pendahuluan dari beberapa topik
- Bab 1: Beberapa perkenalan
- Bab 2: Perkiraan umur dari Al Quran yang berbeda + referensi silang
- Bab 3: Beberapa pertanyaan serius dan komentar
- Bab 4: Untuk pembunuh saya
- Bab 5: Pendahuluan
- Bab 6: Prakata
- Bab 7: Beberapa kata tentang Muhammad (lebih dalam Bab XI)
- Bab 8: Beberapa kata tentang Allah
- Bab 9: Pembuatan dan terjemahan dari Quran (NB: Baca ini!)
- Bab 10: pendek tentang Hadis (yang 2 umat Islam. Dasar untuk)
- Bab 11: Beberapa informasi penting dari dan tentang teks-teks dalam Quran
- Bab 12: Sebuah PS serius. (NB: Jangan baca ini! Serius)
- Bab 13: Mencoba untuk menolak dan mendiskreditkan www.1000mistakes.com oleh muslim dan islam
- Bab 14: Sumber-sumber untuk buku ini:
- Bagian II: kesalahan dalam Quran
- Bab 1: + kesalahan, 1000 fakta keliru – dalam Quran
- A. Beberapa penting untuk memahami Quran
- B. kesalahan mega tersebut dalam Quran (NB: Baca ini!)
- a. Kesalahan tentang Bumi seperti yang dijelaskan dalam Quran
- b. Kesalahan tentang Alam Semesta seperti yang dijelaskan dalam Quran
- c. Kesalahan tentang Manusia dan binatang, penciptaan, kehidupan di Bumi, dan kebangkitan
- d. 4 Mega Kesalahan yang telah membunuh Islam – jika kecerdasan telah dihitung
- C. Kesalahan dalam Quran – berbeda keliru fakta + 400 diatur oleh tema. (Juga sangat baik untuk pencetakan). (Nb: baca ini!)
- a. Beberapa kesalahan nyata dalam Quran tentang Allah
- b. Beberapa kesalahan nyata dalam Quran tentang Quran
- c. Beberapa kesalahan nyata dalam Quran tentang Muhammad
- d. Beberapa kesalahan nyata dalam Quran tentang “tanda”, “bukti”, dll
- e. Beberapa kesalahan nyata dalam Quran tentang non-Muslim
- f. Beberapa kesalahan nyata dalam Quran tentang Yesus
- g. Beberapa kesalahan nyata dalam Quran tentang Alkitab
- h. Beberapa kesalahan nyata dalam Quran tentang Allah / Yahweh
- i. Beberapa kesalahan nyata dalam Quran tentang Takdir
- j. Beberapa kesalahan nyata dalam Quran tentang Langit terlihat / Surga
- k. Beberapa kesalahan nyata dalam Quran tentang Bumi
- l. Beberapa kesalahan nyata dalam Quran tentang manusia dan makhluk hidup di Bumi
- m. Beberapa kesalahan nyata dalam Quran tentang sejarah dan pra-sejarah
- n. Beberapa kesalahan nyata dalam Quran tentang Akhir
- o. Kesalahan dalam Quran yang ditampilkan berasal dari Dongeng, dll
- p. Beberapa kesalahan nyata dalam Quran tentang topik yang berbeda
- D. Kesalahan dan kesalahan – fakta keliru – dalam Quran. Sebuah Daftar “lengkap” + kesalahan nyata 1700. (Gambaran yang sangat baik dan titik awal untuk studi lanjut)
- Bab 2: Kesalahan gramatikal dalam Al-Qur’an (terlepas dari kesempurnaan = bukti Allah)
- Bab 3: Non-kata Arab dalam Quran (meskipun menjadi “murni” Arab)
- Bab 4: Animisme dan Antropomorfisme dalam Quran (khas untuk agama-agama pagan primitif)
- Bab 5: Muhammad dalam Alkitab menurut Quran? (NB: Baca ini!)
- Bab 6: Apakah Allah tuhan yang sama dengan Yahweh (Allah)?
- Bab 7: Apakah Allah yang lebih baik – lebih baik hati, dll – Tuhan selain Yahweh (Allah)?
- Bab 8: 350 + Kontradiksi dalam Quran – meskipun menjadi bukti = sempurna untuk Allah dan untuk Quran yang dibuat oleh Tuhan. (NB: Baca ini!)
- Bab 9: 134 Abrogasi/Pembatalan dalam Quran. Allah mencoba dan gagal? Atau berubah pikiran?
- Bab 1: + kesalahan, 1000 fakta keliru – dalam Quran
- Bagian III: Quran dan Alkitab
- Bagian IV: Alkitab dan Al-Qur’an
- Bagian V: Muslim dan non-muslim dalam Quran
- Bab 1: Surah yang Baik untuk non-Muslim.
- Bab 2: Muslim lebih baik maka orang lain orang. (Dogmatis segregasi, penindasan dan apartheid dalam Quran). (NB! Baca ini!)
- Bab 3: “Jangan berteman dengan ‘orang-orang kafir’” – (apartheid Dogmatis dalam Al-Qur’an)). (NB! Baca ini!)
- Bab 4: Berbagai Hasutan dalam Quran untuk tidak menyukai, memandang rendah, diskriminasi dan benci non-Muslim – (Dogmatis apartheid dan lebih buruk dalam Quran) ini. (NB! Baca!)
- Bab 5: Islam dan budak menurut Quran.
- Bab 6: Non-Muslim di masa depan Dunia Muslim. (Dogmatis penindasan dalam Quran – buku ideologi dalam banyak cara seperti Nazisme).
- Bab 7: Masa keemasan diklaim ko-eksistensi antara Islam berkuasa dan muslim dan non-muslim.
- Bagian VI: Kehidupan Muslim di negara-negara muslim
- Bagian VII Quran – dan Allah
- Bab 1: Apakah Allah yang lebih murah hati tuhan dan lebih baik dari Tuhan / Yahweh?
- Bab 2: Apakah Allah dewa yang baik?
- Bab 3: Dari mana cerita-cerita dalam Quran dipinjam?
- Bab 4: Permintaan dalam Quran untuk bukti untuk Allah dan untuk kontak Muhammad dengan dewa.
- Bab 5: Fenomena alam (dis) yang digunakan sebagai (tidak valid) “tanda”, (tidak valid) “bukti”, dll dalam Quran.
- Bab 6: Hal lain yang patut tidak valid “tanda” dan “bukti” dalam Quran tentang Allah dan tentang Kontak Muhammad dengan dewa.
- Bab 7: Lebih (valid) mengklaim longgar dan pernyataan dalam Quran.
- Bab 8: Membanggakan atau cepat berbicara dalam Quran. “Jika Allah menghendaki – - -”.
- Bab 9: Berbicara Lebih cepat-dalam Quran.
- Bab 10: Beberapa hal penting untuk memahami Quran.
- Bagian VIII: Kehidupan berikutnya sesuai dengan Quran
- Bagian IX: Beberapa aspek lain dari Islam dan Quran
- Bab 1: Predestinasi (= ditentukan sebelumnya oleh Allah) dalam Quran.
- Bab 2: Kehendak Bebas bagi manusia dalam Quran? (Mustahil untuk menggabungkan dengan predestinasi).
- Bab 3: Etika dan moral dalam Quran. (Ini tidak memiliki filsafat moral, hanya Muhammad.)
- Bab 4: Al-taqiyya (bohong halal) dan Kitman (kebenaran sah-setengah) – sesuatu yang hanya dapat anda temukan dalam Islam.
- Bab 5: Bertekun / ketekunan – kata yang esensial non-Muslim sering lupa.
- Bagian X: Berdebat dengan islam dan muslim
- Bagian XI: Lebih lanjut tentang Muhammad.
- Bab 1: Ca. 570-610 AD: Sebelum ia mulai agamanya.
- Bab 2: Apakah TLE (Temporal Lobe Epilepsy)? Penyakit Muhammad? (BBC)
- Bab 3: 610-622 AD: Rasul damai dewa ramah.
- Bab 4: 622-632 M: Nabi tidak manusiawi dari berdarah, jahat dewa perang.
- Bab 5: Muhammad tidak jujur.
- Bab 6: Muhammad paedophil.
- Bab 7: Casanova dan Muhammad pemerkosa.
- Bab 8: Pencuri, perampok, extorter, memperbudak dan pedagang budak Muhammad.
- Bab 9: Muhammad tidak manusiawi.
- Bab 10: Teman-nafsu Muhammad untuk kekuasaan.
- Bab 11: Muhammad pembunuh.
- Bab 12: Muhammad dan penggerebekan untuk kekayaan.
- Bab 13: Muhammad dan perang-Nya.
- Bab 14: Muhammad – seorang pria hancur moral dengan kekuasaan dan keberhasilan?
- Bab 15: Tanggal dan tahun dalam kehidupan Muhammad
- Bagian XII: Beberapa postscript.
- Bagian XIII: Beberapa Alamat relevan.
Selasa, 12 April 2011
Buku Baru 1000+ Kesalahan Quran
Jumat, 08 April 2011
Adian Husaini: Film Hanung "?" = Kampanye Pluralisme yang Vulgar
Jum'at, 08 April 2011
Hidayatullah.com—Pakar pemikiran Islam, Dr Adian Husaini punya kesan sendiri setelah melihat langsung film karya Hanung Bramantyo berjudul '?' (baca: Tanda Tanya) yang mulai menghiasi layar lebar di Indonesia pada 7 April 2011 lalu.
Menurunya, film ini jelas-jelas sebuah kampanye pluralimse yang vulgar.
“Jelas kampanye pluralisme, malah pluralisme yang vulgar,” ujar Adian.
Peniliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) ini menambahkan, dalam pandangan Islam, orang Murtad itu sangat serius, tidak bisa dianggap main-main. Dalam Islam, orang murtad itu dianggap kafir dan kata kafir itu bukan kata main-main.
"Setelah saya melihat trailer film ini yang lebih dulu disebarkan di YouTube, hingga menonton langsung filmnya malam ini, jelas sekali, film ini sangat merusak, berlebihan, dan melampaui batas.”
Menurut pria yang juga kolumnis tetap di hidayatullah.com ini pesan dalam film ini ingin memberikan kerukunan, tetapi justru memberikan streotype (cap) yang buruk pada Islam,
Misalnya; kasus menusup pendeta, mengebom gereja dll. Kasus-kasus itu kemudian diangkat menjadi sterotype. Menurut Adian, peran-peran Islam juga digambarkan dengan buruk. Orang murtad dari Islam dianggambarkan sebagai hal yang wajar saja, juga semua agama digambarkan menuju tuhan yang sama.
“Dalam film ini, dibuat seolah orang keluar dari agama Islam itu sesuatu yang biasa saja,” katanya.
Menurut Adian, semua yang digambarkan Hanung dalam film itu jelas paham Pluralisme yang sangat ditentang dalam Islam. Sebab kerukunan itu, kata Adian, bisa diwujudkan tanpa mengorbankan keyakinan masing-masing.
Karena itu, Adian menilai, pesan film Hanung ini sangat berlebihan, terutama jelas merusak konsep Islam. Merusak konsep tauhid, syirik, iman dan kufur.
“Sangat disayangkan film seperti ini disebarluaskan. Ini bukan menumbuhkan kerukunan, malah merusak kerukunan itu sendiri.”
Menurutnya, atas nama Pluralisme, semuanya dirusak dengan cara berlebih-lebihan. Padahal tidak mungkin semua agama dihilangkan klaim kebenaran.Padahal selama ini tidak ada masalah. Jadi film ini sangat berbahaya.
Adian juga mempertanyakan, “Apa sih yang mau dicapai dengan tontonan-tonan seperti ini?”
Padahal jelas sekali dalam Islam, ada tauhid ada syirik, ada iman ada kufur. Batas-batas itu harus dipegang. Kalau produser, penulis, pemain dan sutradara mengaku dirinya Muslim, seharusnya dia menjaga batas-batas aqidah dan keimanan dia.
Kapan dia memegang keyakinannya dan kapan harus menjaga kerununan dengan orang lain.
“Jadi film ini salah kaprah dan berlebihan yang justru merugikan kerukunan umat beragama sendiri.”
Dia menyarankan, di era kebebasan ini, umat Islam harus berhati-hati, karena banyak ide-ide menyesatkan digambarkan dengan cenematografi yang dibungkus humor atau memancing tawa. Orang lupa, padahal di balik tawa dan canda itu ada sesuatu yang serius.
Dengan era apa saja sekarang ini, di mana orang bisa nonton apa saja, bisa produksi apa saja, langkah terbaik adalah “Kuu anfusakum wa ahlikum naaro” (jagalah keluargamu dari api neraka).
Film Hanung ini, kata Adian seperti pernah disampaikan Allah dalam Qur’an Surat Al-An’am; 112, dengan istilah “Zuhrufal Qauli Ghururo” [perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)].
Sebagaimana disebutkan dalam terjemahan Quran Surat Al-An’am: 112, berbunyi, “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” [Quran Surat 6:112]
Lebih lanjut, ia berharap Hanung memang sedang tidak menyadari kekeliruannya.
“Saya berharap ia (Hanung) tidak sadar dan keliru. Dan bertaubat, memohon ampun pada Allah itu lebih baik daripada mempertahankan hal yang salah,“ ujarnya.
Sebelum ini, KH A.Cholil Ridwan, Ketua MUI Bidang Budaya sempat mengirimkan rilim kepada redaksi hidayatullah.com, yang menyebut film ini dapat mendukung orang murtad (keluar Islam). */the Islam Media
Rep: CR-3
Red: Cholis Akbar
Rabu, 06 April 2011
Shoaib Assadullah Diancam Dibunuh Karena Murtad
Reformata.com - Pindah agama seorang pria Afghanistan dilaporkan pemerintah yang kemudian menjebloskannya ke penjara. Shoaib Assadullah, 23, ditahan di kota Mazar-e-Sharif beberapa waktu lalu karena memiliki sebuah Alkitab yang gara-gara itu ia dilaporkan ke pihak berwenang setempat. Namun karena desakan Internasional Assadullah dibebaskan pada tanggal 30 Maret lalu.
Dalam sebuah surata kepada Bosnewslife ia menceritakan bagaimana kondisinya selama dipenjara. Assadullah mengatakan selama dipenjara dia disiksa secara fisik dan kerap menerima ancaman, tidak hanya dari aparat, tapi juga ancaman akan dibunuh oleh sesama tahanan.
"Beberapa kali saya diserang secara fisik dan diancam hendak dibunuh oleh sesama tahanan, terutama tahanan dari anggota kelompok Taliban dan anti-pemerintah yang berada di penjara," tulisnya dalam surat kepada BosNewsLife .
Upaya menekan hak asasi orang bukan pertama kali terjadi di Afghanistan, sebelumnya ada serangkaian nama lain yang salah satunya adalah Said Musa yang ditangkap oleh pihak berwenang intelijen Afghanistan di dekat Kedutaan Jerman di Kabul karena murtad menjadi Kristen.
Tak hanya itu, menurut direktur zona utara pengadilan Kabul, Qamaruddin Shenwari, seperti dilangsir Reformata.com dari CNN, orang-orang seperti Musa juga berpotensi besar dikenai hukuman mati, sesuai dengan hukum syariah.
"Menurut konstitusi Afghanistan, jika tidak ada putusan yang jelas, apakah perbuatan itu pidana atau tidak dalam hukum pidana Konstitusi Afghanistan, maka akan disebut hukum syariah di mana hakim memiliki kuasa penuh untuk memutuskan, " kata Shenwari
Memeluk agama apapun secara sadar adalah hak setiap orang. Karena itu negara tidak boleh memaksa atau mengintervensi orang untuk memeluk satu agama tertentu. Internasional harus mendesak tindakan pemerintah yang tidak menghargai Hak asasi orang.
Tentang intoleransi di Afganistan sendir, Departemen Luar Negeri AS awal tahun 2011merilis Laporan tahunan tentang Kebebasan Beragama Internasional, yang didalamnya menyebutkan toleransi beragama di Afghanistan menurun drastis, khususnya terhadap kelompok Kristen secara lembaga maupun individu.
Dalam laporan tahunan tersebut disebutkan Kristen, Hindu dan Sikh - serta praktek-praktek umat Islam minoritas lainnya kerap mendapatkan perlakuan intoleran dalam bentuk pelecehan, kekerasan, diskriminasi dan pernyataan publik yang keras. Saat ini sedikitnya terdapat 8.000 orang Kristen yang hidup di Afganistan. Slawi/dbs
Senin, 21 Maret 2011
Father Zakaria Botros mengaku Yesus adalah Tuhan
Para Islamis menghargai kepalanya dengan nilai 60 juta US dollar. Mereka sangat ingin membunuh dia.
Rabu, 16 Maret 2011
Selasa, 08 Maret 2011
KESAKSIAN MOHAMMED AHMED HEGAZY
ISTANBUL, October 10 (Compass Direct News) – Pengacara-pengacara Islam konservatif datang untuk mendukung Pemerintah Mesir minggu lalu dalam acara pengadilan seorang Muslim yang ingin beralih memeluk agama Kristen. Murtadin bernama Mohammed Ahmed Hegazy menuntut Pemerintah Mesir ke pengadilan dengan tuduhan melarang dirinya mengganti nama agama Islam di KTP jadi agama Kristen. Tindakannya menghebohkan seluruh negara. Pengacara-pengacara Islam yang berhubungan erat dengan imam radikal Youssef al-Badry menghadiri acara dengar kasus di tanggal 2 Oktober di Kairo dan secara resmi bergabung membela pihak Pemerintah, demikian dilaporkan Hegaqy pada Compass. Pengacara Hegazy membenarkan bahwa Magdy al-Anany dan setidaknya tiga pengacara Muslim fundamentalis mengajukan diri mendukung Pemerintah. Al-Badry adalah seorang dari beberapa imam di Mesir yang menyatakan pada media nasional Mesir agar Hegazy dibunuh. Hal ini terjadi setelah Hegazy mengumumkan kasusnya di awal bulan Agustus. Islamis radikal ini juga menuntut pengacara Hegazy yang lama, yakni Mamdouh Nakhla, dengan tuduhan menyebabkan perpecahan. Karena kritik dan ancaman mati dari publik, Nakhla menarik kembali kasus Hegazy beberapa hari sebelum diumumkan. Muslim-muslim fanatik mulai mengganggu Hegazy dan istrinya yang lagi hamil, yang juga merupakan seorang murtadin. Mereka menerima telpon penuh amarah sehingga keduanya menyembunyikan diri.
‘Hal ini sangatlah sensitif,’ kata pengacara Hegazy yang baru, Rawda Ahmad, kepada Compass melalui penerjemah. ‘Untuk pertama kalinya Muslim beralih ke Kristen ingin mengubah nama agama di KTPnya.’
Meskipun hukum Islam tidak melarang peralihan kepercayaan dari Islam ke Kristen, tapi tidak ada UU yang mengijinkan perubahan nama agama secara resmi. Muslim yang beralih ke Kristen biasanya menyembunyikan identitas diri agar tidak disiksa dan dipaksa balik ke Islam lagi oleh sanak saudaranya sendiri dan polisi.
‘Saya sakit hati karena di negaraku sendiri, masyarakat telah jadi begitu radikal sehingga aku tidak berhak murtad,’ kata Hegazy pada Compass minggu ini.
Hegazy dan istrinya yang bernama Zeinab berharap bahwa anak pertama mereka yang akan lahir di bulan Januari, akan lahir dengan akte kelahiran beragama Kristen. Mereka terpaksa menjalani perkawinan dengan cara Islam, karena status resmi mereka tetap Muslim. Hegazy dan istri tahu bahwa dengan memiliki KTP Kristen, maka anak mereka dapat mengambil mata pelajaran Kristen di sekolah, menikah di gereja, dan terang-terangan menghadiri kebaktian Kristen tanpa takut dijahati. Saat ini, ancaman-ancaman dari fanatik-fanatik Muslim telah memaksa keduanya untuk tetap bersembunyi, dan bahkan Hegazy sendiri jadi tidak bisa datang ke pengadilan untuk mendengarkan kasusnya minggu lalu. Pasangan murtadin ini mengatakan pada Compass bahwa dia dan istri sehat-sehat saja, tapi frustasi karena dikurung di rumah.
‘Rasanya seperti dipenjara dan tidak ada jalan ke luar,’ katanya.
Hegazy berkata bahwa dia tidak percaya polisi tahu di mana dia bersembunyi. Dia berkata pada Compass bahwa polisi telah menahan beberapa murtadin di dua bulan terakhir, mengintrogasi mereka untuk tahu di mana Hegazy bersembunyi. Media Islam mengritik Hegazy di beberapa bulan terakhir, dengan menyatakan dia murtad gara-gara uang, ancaman, dan tekanan luar negeri untuk mengacaukan Mesir.
‘Media pro Pemerintah sangat menyerang Hegazy,’ demikian dikatakan wakil Informasi Hak Azasi Manusia Jaringan Arab (HAMI) hari ini. ‘Hal ini tentunya berakibat buruk pada kasusnya, membuatnya jadi lebih ke keputusan politik.’
Tapi anehnya, pengadilan dengar kasus minggu lalu tidak disorot media Mesir.Acara dengar kasus di distrik Kairo bernama al-Doqi berjalan singkat. Hakim Muhammad Husseini menunda kasus sampai tanggal 13 November, dan ini memberi waktu bagi pengacara baru untuk mengambil alih kasus dari pengacara lama. Ahmad dan Gamal Eid dari HAMI harus punya ijin resmi dari Hegazy untuk mewakili kasusnya atau mengajukan tuntutan baru, demikian dikatakan juru bicara HAMI. Di bulan April, hakim Husseini menolak 45 kasus orang-orang Kristen yang jadi mualaf, tapi lalu balik lagi ke Kristen. Kasus-kasus mereka sekarang masih tertahan di pengadilan. Sejak tahun 2004, beberapa lusin Kristen Koptik yang beralih jadi mualaf telah menang kasus pengadilan sehingga bisa balik lagi memeluk agama Kristen. Tapi Hegazy merupakan Muslim Mesir pertama yang menuntut perubahan hukum.
Diajarkan untuk Membenci Orang-Orang Kristen
Sekarang Hegazy berusia 24 tahun. Dia berkata bahwa dia pertama kali mengambil keputusan untuk jadi Kristen di usia 16 tahun.
‘Ayahku adalah Muslim KTP, tapi dia benci banget sama orang-orang Kristen dan Yahudi karena dia percaya begitulah yang diajarkan oleh Islam,’ kata Hegazy dalam pernyataan di sebuah website.‘Sewaktu kecil, aku diajar untuk tidak mengasihi dan tidak menghormati orang-orang Kristen, tapi malah mengancam mereka dengan keras karena Tuhan benci mereka.’
Sebagai remaja, Hegazy masuk sekolah tinggi untuk dilatih menjadi Imam Islam tapi dia tidak suka dengan hukum Islam terhadap wanita dan berbagai hal. Sewaktu menginjak usia 16 tahun, dia masuk kelas yang memiliki tujuh murid Kristen. Saat itulah dia mulai berpikir serius tentang agama Kristen.
‘Itulah saat pertama kali aku hidup dekat dengan orang-orang Kristen, dan hidup mereka bagaikan sinar terang bagi diriku,’ kata Hegazy. Suatu hari dia meminjam sebuah buku Kristen dari rekan kelasnya dan membaca pertobatan Saulus. Kisahnya membangkitkan minat dalam dirinya untuk mengetahui lebih jauh tentang agama Kristen. Hegazy berkata bahwa dia dengan cepat yakin akan kebenaran Kristen dan ingin memeluk agama tsb.
‘Yesus muncul padaku beberapa kali sewaktu aku membaca Alkitab,’ katanya. ‘Ayahku sangat marah ketika mengetahui aku pergi ke gereja dan membaca buku-buku Kristen.’
Polisi keamanan negara segera menangkapnya dan menyiksanya selama tiga hari. Mereka bahkan menggunakan seorang pendeta Koptik Ortodoks untuk membujuknya kembali ke Islam, tapi usaha itu gagal. Akhirnya dia dikembalikan ke rumahnya, dan ayahnya mengira dia telah kembali jadi Muslim. Hegazy berkata dia terus aktif dengan iman Kristennya, menulis dan menerbitkan puisi-puisinya. Polisi kembali menangkapnya di tahun 2002 dan menahannya selama 10 minggu di kamp konsentrasi di mana dia bertemu para murtadin lainnya.
Konsekuensi Nyata
Hegazy tahu bahwa perjuangannya akan berat.
‘Aku letakkan keyakinanku dalam Tuhan, dan aku merasa aku harus teguh,’ kata Hegazy. ‘Ini adalah kewajibanku terhadap diriku, keluargaku, semua Muslim yang murtad dan memeluk Kristen, dan semua Kristen.’
Tapi meskipun ada kemungkinan kasusnya menang di Mesir, hal ini bisa mendatangkan akibat buruk bagi masyarakat Kristen Mesir. Untuk membuat kasus pindah agamanya jadi resmi di mata hukum, maka orang-orang Kristen harus membuat dokumen gereja di pengadilan. Hal ini berbahaya bagi orang-orang Kristen yang membantunya jadi murtad.
‘Aku hanya bisa berkata bahwa aku punya dokumen-dokumen yang menunjukkan bahwa aku dan istri telah dibaptis, dan aku bisa menunjukkannya di pengadilan,’ katanya. Dia tidak mau memberitahu di gereja mana dia dibaptis dan menunjukkan dokumen tersebut.
Meskipun tidak ada laporan resmi, jumlah Koptik Kristen Mesir mencapai 8 sampai 15% dari populasi Mesir. Jumlah yang murtad ke Kristen tidak diketahui.
Senin, 28 Februari 2011
Afghanistan Bebaskan Terpidana Mati Atas Kasus Murtad
Perisai.net - SAYED Mussa, 46, seorang tahanan di Afghanistan atas tuduhan murtad dari Islam dan menjadi Kristen, akhirnya dibebaskan oleh pemerintah Afghanistan. Mussa ditahan dan diancam hukuman mati sejak Mei 2010. Pembebasan Mussa dilakukan atas desakan dunia internasional, terutama setelah adanya tekanan diplomatik dari Amerika Serikat.
Mussa dibebaskan pada hari Senin (21/2). Mussa sendiri sebelumnya bekerja untuk Palang Merah Internasional. Ia ditahan setelah sebuah stasiun televisi di Kabul menayangkan gambar ketika ia dibaptis dalam suatu ibadah Kristen.
Menurut seorang jaksa penuntut umum, Mussa dibebaskan setelah ia menyatakan kembali. Namun, pernyataan jaksa tersebut belum bisa dikonfirmasi kepada Mussa. []