Tampilkan postingan dengan label BUKU BARU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUKU BARU. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Oktober 2012

KESAKSIAN SABATINA JAMES MANTAN MUSLIMAH PAKISTAN

KESAKSIAN SABATINA JAMES MANTAN MUSLIMAH PAKISTAN YANG MURTAD DARI ISLAM Kini Menerima YESUS KRISTUS Sebagai TUHAN dan JURU SELAMAT.
Video-Video Youtube Kesaksian Sabatina James yang Telah Murtad Masuk Kristen

Namaku adalah Sabatina James. Aku lahir di tahun 1982 di Pakistan, di negeri yang sampai sekarang dalam nama Islam, para wanita dibakar hidup² atau dibunuhi oleh ayah² atau saudara² laki mereka.
Orangtuaku adalah Muslim. Di usia 10 tahun, aku pindah ke desa kecil di Austria, dekat Linz. Di sana aku mengikuti pendidikan di sekolah, tapi sekolah ini justru memulai proses syahidku.
Semakin banyak aku menyerap cara hidup Barat, semakin besar pula konflik yang kualami antara dua agama, Islam dan Kristen. Di rumah orangtuaku, aku selalu mengalami kekerasan fisik dan tekanan mental, hanya karena aku ingin “merdeka.” Akhirnya malah aku dikirim ke sekolah Islam di Pakistan di tahun 1999.
Di Pakistan, kami diajar untuk membenci Barat dan aku mengalami sendiri bahwa sebagai wanita aku tak berharga sama sekali. Aku dipukuli dan disiksa. Aku dipaksa nikah di luar keinginanku dengan saudara sepupuku, sehingga aku melarikan diri dan kembali ke Eropa.
Aku lalu meninggalkan Islam dan memeluk Kristen. Balasan Islam lalu datang padaku dengan hebatnya: di tahun 2001 ayahku dan seorang imam mengeluarkan keputusan mati bagiku.
Aku harus melarikan diri lagi.
Jutaan wanita telah mengalami siksaan yang sama seperti diriku. Tapi kebanyakan diem saja ketakutan. Akulah suara mereka dan aku gunakan organisasiku, Sabatina e.V. untuk menoong para wanita itu mendapatkan hidup yang lebih baik.
WAWANCARA SABATINA JAMES TENTANG IMAN, HAK ASASI WANITA & OBAMA.
Oleh Michelle A. Vu , Christian Post Reporter
May 4, 2010|1:29 pm
Sabatina James, bekas Muslimah taat yang membelot ke Kristen, hidup dengan menanggung resiko yang berbahaya. Dia harus berpindah-pindah tempat selama 16 kali sejak tahun 2001 karena ancaman mati padanya sebagai murtadin. Dia sekarang hidup di tempat rahasia di Eropa di bawah perlindungan polisi.
James bicara dengan The Christian Post minggu lalu dengan menggunakan telpon genggam yang bisa dibuang setelah pakai. Penulis buku best seller My Fight for Faith and Freedom dan pendiri organisasi kemanusiaan, Sabatian EV, bicara terus terang tentang iman Kristennya, perjuangannya menegakkan hak azasi wanita dan apa pendapatnya tentang Presiden Obama dalam berhubungan dengan negara² Islam.
Berikut adalah ringkasan wawancara.
CP: Berapakah usiamu sekarang?
James: Aku berusia 27 tahun.
CP: Dalam bukumu kau berbicara tentang pandangan Islam terhadap wanita dan bagaimana pria Muslim memperlakukan wanita berdasarkan ajaran² Qur’an. Jadi benar sudah apa yang dikatakan para pengritik Islam – bahwa agama ini mengajar umatnya untuk memukuli istri, wanita itu tak ada harganya, dan syahid merupakan cara masuk surga dan mendapatkan para perawan yang telah menunggu mereka?
James: Ya begitulah, Qur’an mengatakan di Sura 4:34 bahwa jika istrimu tak taat, maka kau boleh menaboknya. Itu memang benar pernyataan Qur’an. Di negara² Islam seperti Pakistan, Afghanistan, diterapkan hukum Syariah. Hukum Syariah ini berasal dari Qur’an dan begitulah yang mereka terapkan. Mereka mengambil ayat² Qur’an dan mengatakan apa yang tertulis di Qur’an lah yang mengharuskan wanita untuk taat dan jika tidak taat maka suami boleh menaboknya. Begitulah faktanya.
Sabatina EV itu adalah organisasiku dan banyak banget Muslimah yang datang pada kami. Kami mengenal para gadis muda yang dipaksa nikah di usia 13 tahun. Di Hamburg, contohnya, ada seorang gadis Afghanistan yang dipaksa nikah di usia 13 tahun. Tapi orang gak mau bicara tentang hal ini karena jika kau kritis akan islam maka orang² akan menuduhmu sebagai rasis. Tapi sebenarnya ini bukan tentang ras, tapi tentang hak azasi manusia. Jika kau hidup di negara demokrasi maka kau harus menegakkan hak azasi manusia, tak peduli apakah agamamu memperbolehkanmu untuk menaboki istrimu.
Ketika aku masih kecil, aku bercita-cita mati demi Allah – seperti pembom bunuh diri itu lho. Aku gak tahu apa yang akan kudapat di surga, tapi aku yakin itulah satu²nya masuk surga karena memang tak ada jaminan bagi Muslim untuk tahu apakah Awlo akan mengampuni mereka atau tidak. Jika kau mati bagi Allah maka kau dan keluargamu dijamin masuk surga; begitulah apa yang kami pelajari di sekolah² Qur’an. Aku berusia 10 tahun ketika baca Qur’an. Kakekku saat itu baru mati dan dia adalah seorang ulama. Aku belajar Qur’an darinya dalam bahasa Arab. Hal itu normal bagi Muslim.
Ketika aku berusia 10 tahun, aku pindah ke Austria dan sejak itu aku yakin bahwa aku tidak mau mati. Tapi hatiku sih tetap berhasrat suatu hari Allah akan memberiku kekuatan untuk mati demi Allah; bahwa aku akan membunuh kafir dan masuk surga. Itu memang impian normal Muslim.
CP: Jadi bahkan anak kecil Muslim yang tak mengikuti sekolah ekstrim Qur’an di masyarakat ternyata juga punya pikiran untuk mati sebagai pembom bunuh diri?
James: Iya. Masyarakat Muslim-ku memang demikian. Aku berasal dari Pakistan dan polisi kafir yang melindungiku sekarang (di Eropa) berkata bahwa Pakistan adalah negara yang paling berbahaya di dunia.
Aku berada di Pakistan tahun 2008 dan aku banyak menangis di sana, rasanya bagai kiamat saja. Keadaan luar biasa jeleknya bagi orang Kristen dan wanita. Aku mewawancara seorang wanita dan dia kehilangan putranya yang ditangkap tentara Pakistan. Putranya ini Kristen dan difitnah membunuh seorang Muslim. Padahal pembunuhnya adalah orang Muslim juga. Para tentara mengangkapnya dan dia dijebloskan ke penjara. Mereka memukulinya, menyodominya, dan lalu menggantungnya.
Ketika ayah anak ini menemukan dia di penjara dan tahu bagaimana nasibnya, sang ayah tak kuat menerima kenyataan sehingga menderita serangan jantung dan mati. Aku mewawancara sang ibu. Sungguh sukar keadaan yang mereka alami. Putra mereka yang meninggal baru saja bertunangan dengan seorang gadis dan sekarang gadis ini tak mau bicara lagi. Aku tak bisa berbuat apapun.
Di hari aku bertemu dengan sang ibu, aku melihat bagaimana pedihnya tangisan sang ibu dan aku melihat kesedihan sang tunangan wanita. Aku begitu malu dengan apa yang kudengar dari negara² barat tentang berdialog dengan Islam dan kami harus hidup damai satu dengan yang lain. Sungguh keadaan yang terbalik. Di negara Islam jutaan orang disiksa, orang² kafir takut bicara, takut akan Islam.
CP: Di bukumu, kau bicara bahwa keluargamu tinggal di negara Barat tapi mereka tetap saja menerapkan Syariah padamu – honor killing (bunuh anak sendiri yang dianggap melanggar Islam dan mempermalukan keluarga). Kenapa kok gitu? Mengapa mereka bisa berpikir untuk tetap hidup di bawah hukum Islam sedangkan itu melanggar UU di negara mereka hidup?
James: Para Muslim yang hidup di negara Kristen mengira mereka dikelilingi umat Kristen. Tapi mereka lalu melihat orang² barat ini tak hidup secara Kristen – contohnya, gak pernah ke gereja, tidak percaya Tuhan, menghina Yesus – bagi Muslim hal ini memuakkan. Bagi Muslim, Tuhan itu maha tinggi. Tuhan itu maha penting dalam kehidupan masyarakat Muslim. Jika orang Kristen berani mengejek Tuhan, gak peduli akan Tuhan, maka Muslim merasa harus melindungi anak² mereka dengan hukum Islam agar anak² itu tak tumbuh jadi seperti para kafir Eropa.
Inilah sebabnya mereka berusaha agar putri² mereka tidak jadi seperti para gadis Jerman atau Eropa yang suka ngesex sebelum nikah. Masyarakat Muslim gak mau yang kayak gitu. Mereka tak bisa membedakan mana umat Kristen yang taat atau Kristen KTP yang datang ke gereja saat hari Natal ajah.
Ketika umat Muslim masuk ke Eropa atau Amerika, mereka tidak meninggalkan cara berpikir Islamiah atau agama Islam mereka di airport. Mereka membawa iman Islam itu dan ingin hidup dengan cara Islamiah. Mereka datang ke negara barat demi duit barat dan lahan pekerjaan yang lebih baik. Jika tidak begitu, tentunya mereka tak akan serius bikin mesjid segala.
Ketika aku berada di Amerika, aku mendengar pidato Presiden Obama ketika dia berada di Mesir. Aku tadinya berharap dia akan bicara tentang penindasan yang dilakukan Muslim terhadap Kristen di Mesir. Tapi dia gak ngomong sepatah kata pun akan hal itu. Dia malah bicara tentang sang Nabi suci, tentang Qur’an, dan aku jadi muak berat karena pikirku, “Okelah kau bicara tentang si Mamad, tapi kenapa kau tidak melindungi orang Kristen di sana? Katamu kau kan Kristen tuh dan kau jelas punya banyak pengaruh. Mengapa kau tidak mengatakan, ‘kami ingin dialog dengan negara² Islam dan kalian boleh kan mendirikan mesjid di negara kafir, jadi kalian pun seharusnya mengijinkan kafir mendirikan mesjid di Mesir dan gak boleh menyiksa umat Kristen di penjara.’ ” Tapi dia tak mengatakan hal itu sepatah kata pun. Inilah sebabnya gw benci politik. Politikus itu tak peduli akan penderitaan orang yang sebenarnya dan pelanggaran HAM.
CP: Di bukumu kau berkata bahwa pidato Obama di Kairo bagaikan tamparan di wajah umat Kristen yang ditindas. Apakah kau merasa banyak umat Kristen yang berperasaan sama seperti dirimu?
James: Iya dong, sebab aku kan salah satu dari mereka. Aku beralih agama ke Kristen. Aku sendiri hidup di bawah perlindungan polisi. Aku berada di Amerika sebelum lari ke Jerman sebentar karena alasan keamanan. Aku hidup bersembunyi dengan keluarga Pakistan Kristen. Aku benar² tak punya rumah. Aku pindah dari satu apartemen ke apartemen lain dan aku tak punya teman bicara. Aku banyak berhubungan dengan teman² ex-Muslim yang lalu memeluk Kristen dan mereka semua berkata, “Tahu gak, tak ada yang memperjuangkan hak² kita.”
Karena itulah aku sangat senang sewaktu mengetahui bukuku laku keras banget di Eropa. Orang² membacanya dan mereka jadi tahu apa yang sebenarnya terjadi di negara Islam dan mengapa para abang membunuh saudara² perempuan mereka gara² masalah kehormatan (honor killing). Mengapa Muslim saling bunuh.
CP: Jadi kau berpendapat bahwa Presiden Obama seharusnya bicara dengan nada lain pada negara Islam?
James: So pasti. Orang yang punya pengaruh sebesar itu seharusnya memberi pesan yang lain. Dia seharusnya bersimpati dengan orang² yang dipenjara yang mungkin mendengar pidatonya. Tapi dia tak membela orang² tertindas sama sekali.
CP: Di bawah Presiden Bush terjadi banyak ketegangan antara dunia Muslim dan AS. Aku mengerti mengapa Presiden Obama mencoba mengurangi ketegangan dan berusaha bekerja sama. Apakah ini akan menolong menciptakan kedamaian?
James: Udah pasti tidak. Aku sangat yakin dialog hanya bisa tercapai jika kedua belah pihak setuju satu bahwa mereka harus saling tolong dan mendengar pendapat pihak lain. Yang terjadi di masyarakat Barat sekarang bukan dialog tapi monolog doank. Mereka justru memperbolehkan Muslim membangun mesjid dan berlaku seenaknya di Eropa. Bagaimana dengan orang² Kristen? Negara² Islam tidak melakukan apapun untuk menolong umat Kristen di sana. Jadi ini tentunya bukan dialog dan tak menolong siapapun.
CP: Sekarang bagaimana umat Kristen Barat bisa menolong para wanita yang menderita, yang kau sebut tadi?
James: Para wanita ini tak punya apapun jika mereka melarikan diri dari rumah mereka. Mereka tak punya keluarga, duit, apapun. Yang mereka butuhkan adalah orang² yang mau menerima mereka sebagai keluarga sendiri. Mereka tidak selalu mau pergi ke organisasi perlindungan karena mereka pikir hanya wanita sial saja yang pergi ke tempat seperti itu. Yang mereka butuhkan adalah keluarga yang mau melindungi mereka.
Contohnya, aku sekarang tak hidup di apartemenku. Aku hidup bersama teman²ku di Jerman karena aku terus berpindah apartemen sejak muncul ancaman bunuh dari ayahku. Aku sudah pindah selama 16 kali sejak tahun 2001, dan sekarang aku hidup bersama teman²ku. Aku gak punya apartemen dan aku bertanya pada Tuhan ke manakah aku harus pergi nanti.
Hari ini aku membaca tulisan Rasul Paulus. Aku bisa merasakan caranya dia hidup. Sang Rasul memberiku banyak harapan karena cara hidupnya yang berpindah membuatku merasa tidak sendirian. Rasul Paulus juga ditindas keras dan aku tidak dipenjara, aku punya pengaruh luas di Jerman, orang² membaca bukuku.
Yang kami butuhkan adalah orang² Kristen yang mau bicara tentang penindasan terhadap umat Kristen dan mau menerima mereka yang tertindas sebagai keluarga mereka.
Sungguh sukar hidup tanpa ayah, ibu, dan harus meninggalkan semuanya. Aku sering sekali menangis dan merasa sendirian. Beberapa hari yang lalu aku berkata, “Tuhan, aku merasa tak ada seorang pun yang bisa mengerti apa yang kualami karena tak ada satu pun orang di masyarakat Barat yang mengalami perlakukan seperti ini.” Yakni penindasan yang dilakukan keluarga Muslim terhadap anggota keluarga yang meninggalkan Islam dan memilih Yesus.
Ketika aku mendirikan organisasiku, kami mendapat banyak tekanan dari pihak Muslim, tapi aku maju teruuus. Aku berkata Tuhan membutuhkan para wanita yang berani maju untuk melakukan pekerjaanNya. Makanya aku berkata, “Baiklah Tuhan, aku akan berlaku seperti Ratu Esther, ‘jika memang udah saatnya mati, maka mati saja.’ Tapi sebelum mati aku ingin membantu para wanita Muslim.”
CP: Kau bicara tentang perbedaan besar pada Islam dan Kristen dalam memperlakukan wanita, terutama dari cara Yesus memperlakukan wanita. Apakah kau bisa menjelaskan perbedaan besar ini dan alasan lain mengapa kau ingin mengikut Yesus?
James: Aku dulu adalah pengikut Islam yang sungguh² karena Tuhan itu sangat penting bagiku. Aku mencoba sekuat tenaga untuk menyenangkan Allah, tapi Allah kok tidak menjawab pertanyaanku sama sekali, padahal aku telah kerja keras untuk menyenangkannya.
Suatu hari aku bicara dengan teman sekelas. Aku berkata, “Aku punya banyak banget masalah di rumah dan aku tak tahu harus berbuat apa.” Teman pria ini berkata padaku, “Kau harus berdoa.” Aku jawab, “Aku sholat lima waktu sehari dan kau orang Kristen hanya berdoa di hari Minggu saja.” Dia berkata, “Iya, tapi kayaknya kau berdoa pada tuhan yang salah.”
Di hari Natal, dia memberiku sebuah Alkitab. Di malam hari aku duduk di ranjang, saat itu orangtuaku sudah pada tidur. Aku berdoa pada Allah, “Siapakah kau ya Allah? Apakah kamu itu Yesus? Atau Mamad?” Aku begitu bingung karena di dunia ini terdapat banyak sekali agama. Lalu aku merasa harus membuka Alkitab. Ketika aku masih kecil aku mendengar bahwa jika kau membuka dan membaca Alkitab maka kau akan terjangkit penyakit kanker. Tapi aku tetap saja merasakan dengan jelas bahwa aku harus membuka Alkitab itu.
Ketika aku membuka Alkitab, aku langsung membaca tulisan yang berkata “siapapun yang mencari aku dengan hati yang tulus akan menemukanku.” Bagiku, itulah jawaban atas pertanyaanku. Aku bertanya siapakah Tuhan, dan Dia menjawab pertanyaanku.
Setelah itu aku bertanya mengapa hal ini tak terjadi pada Qur’an, meskipun aku membaca Qur’an setiap hari. Padahal aku baru saja untuk pertama kali membuka Alkitab, dan “jreng” jawabannya langsung muncul. Setelah itu aku mulai membaca Perjanjian Baru dan salah seorang tokoh Alkitab yang begitu menyentuh hatiku adalah Yesus.
Contohnya nih, ketika seorang wanita akan dirajam, Yesus justru menjadi pelindungnya. Aku merasa sangat senang ketika membaca Yesus bicara pada para wanita, mereka tidak perlu dibunuh ketika mereka datang padanya, atau tidak dipukul, dll. Nabi Muhammad di usia 50 tahunan nikah sama Aisyah yang baru berusia 9 tahun. Inilah contoh yang diikuti orangtuaku, tapi Yesus tidak berbuat seperti itu.
CP: Apakah cara terbaik bagi orang Kristen untuk membagi pesan Kristen pada umat Muslim? Katamu bagi dirimu adalah Alkitab dan teman Kristen?
James: Kupikir setiap orang berbeda ya. Rasanya tak ada satu resep yang manjur. Tapi kupikir yang berakibat jelas bagi Muslim adalah orang² Kristen yang tahu akan iman mereka dan berani mempertahankannya dan membela hak² mereka. Karena jika orang Kristen membiarkan saja Muslim berbuat semaunya dan tidak bicara tentang bagaimana Muslim merusak gereja, maka Muslim mengira umat Kristen itu lemah dan mereka kuat. Inilah sebabnya mengapa Muslim ingin membuat setiap negara jadi negara Islam. Orang Kristen harus berani dan maju bicara dengan lantang, “Denger nih. Aku mengasihi kamu, kamu boleh tinggal di negara barat kafir, tapi kamu harus mengikuti UU negara kafir ini dan jika tidak mau, maka silakan cabut saja.”
CP: Apakah ada hal lain yang ingin kau tambahkan?
James: Cara hidup kita berakibat besar pada Muslim. Contohnya, dengan teman kelasku yang Kristen itu. Dia adalah satu²nya orang yang benar² tahu akan Alkitab. Kristen lain hanya pergi ke gereja saat hari Natal saja. Dulu kupikir, “Kami umat Muslim harus membawa mereka pada Islam karena mereka tak beragama.”
Kita punya pesan tentang harapan dan kita harus membawa pesan ini pada dunia Muslim. Banyak sekali Muslim yang hidupnya sangat susah, contohnya di rumah² suaka. Yesus selalu menolong orang, dan lalu orang² berkata hal yang baik tentang Dia. Janganlah hanya bicara tentang pengampunan dan rahmat, tapi lakukan apa yang kau ucapkan.
“Kiranya KEBENARAN Yang Memerdekakan Muslim/ah.”
TUHAN YESUS Memberkati kita semua ^_^

Kamis, 21 April 2011

Riwayat Hidup Nabi Muhammad – Ilustrasi – Vol. 1

Daftar Isi:
Pendahuluan dari Ali Sina – hal. 1
Kata Pengantar – hal. 2
Jaman Pra-Islam – hal. 3
Awal Hidup Muhammad – hal. 6
Muhammad Menikah – hal. 10
Hajar Aswad – hal. 11
Pengaruh Agama² Besar pada Islam – hal. 14
Muhammad Menyembah Al-Uzza – hal. 16
Mimpi Buruk di Gua Hira – hal. 18
Ujian Khadija – hal. 22
Umat Muslim Pertama – hal. 24
Perseteruan dengan Orang² Quraysh – hal. 27
Darah Pertama dalam Islam – hal. 28
Tiga Pertanyaan – hal. 33
Hijrah Pertama – hal. 40
Boikot – hal. 41
Ayat² Setan – hal. 42
Khadija dan Abû Talib Wafat – hal. 45
Pedofilia dalam Islam – hal. 47
Kunjungan ke Ta’if – hal. 50
Isra Mi’raj – hal. 52
Muslim Anshar – hal. 55
Hijrah ke Medina – hal. 56
Pembunuhan Umm Qirfa – hal. 58 (Klik di sini untuk melihat illustrasinya)
Pembunuhan Kaum Bajila – hal. 63

Pendahuluan dari Ali Sina
Umat Muslim adalah umat yang bertakwa. Mereka siap mati bagi Islam, tapi hanya sedikit dari mereka yang mampu membaca Al-Qur’an dan mengerti artinya. Mereka melafalkan Qur’an dalam bahasa Arab, yang merupakan bahasa yang umumnya tak dikuasai umat Muslim non-Arab. Tujuan mereka membaca Al-Qur’an bukanlah untuk memahami artinya, tapi demi harapan mendapatkan pahala illahi.Umat Muslim berusaha keras untuk melafalkan Al-Qur’an secara benar dan menghafal isinya, tapi bahkan mereka yang hafal Al-Qur’an sekali pun tidak mengerti maknanya.

Salah satu alasan ketidaktahuan ini adalah karena selama berabad-abad, pengetahuan akan Islam hanya dimiliki kaum ulama saja, sedangkan kebanyakan umat Muslim buta huruf. Di jaman modern di mana banyak Muslim sudah mampu membaca sekali pun, kebanyakan dari mereka tetap tidak membaca Al-Qur’an. Hal ini karena isi Al-Qur’an sangat membosankan dan sukar dimengerti.

Meskipun hanya sedikit Muslim yang mengerti Al-Qur’an, terlebih sedikit lagi dari mereka yang membaca hadis dan Sirat (riwayat hidup Nabi Muhammad). Akibatnya, fakta tentang Muhammad tidak diketahui oleh kebanyakan umat Muslim.

Beberapa tahun yang lalu, seorang guru Pakistan mengatakan pada murid²nya bahwa orangtua Muhammad adalah non-Muslim. Para murid melaporkan hal ini pada imam mereka, yang ternyata begitu tak berpengetahuan sehingga dia mengira guru itu menghina Muhammad. Dia lalu menuntut agar guru tersebut dipenjarakan. Kemudian, seperti yang biasa terjadi di Pakistan, ratusan Muslim lalu turun ke jalan dan menuntut agar guru tersebut dihukum mati. Rendahnya pengetahuan para Muslim akan Nabi mereka sangatlah mengejutkan.

Seluruh keterangan buku ilustrasi ini berdasarkan fakta yang benar. Buku ini menggambarkan riwayat hidup Muhammad dari sejak lahir sampai masa hijrah ke Medina, dan membahas peristiwa² penting dalam hidupnya. Buku ini akan membantu para Muslim dan non-Muslim untuk mengenal seorang tokoh yang tak disangkal lagi merupakan orang yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.

Sang pengarang buku menggunakan nama pena Ibn Abi Sarh. Abdullah ibn Abi Sarh adalah juru tulis Muhammad. Karena dia lebih terpelajar daripada Nabinya, maka dia sering mengusulkan perubahan kata dalam ayat² Al-Qur’an dan memperbaiki tatabahasa Nabi yang salah. Sang Nabi menerima usulnya dan memerintahkannya untuk mengganti ayat² Al-Qur’an, yang disebutnya sebagai wahyu Allâh.

Dengan demikian, Ibn Abi Sarh menyadari bahwa Al-Qur’an bukanlah wahyu illahi. Karena takut akan keselamatan jiwanya, ia lalu melarikan diri dan meninggalkan Medina untuk mencari perlindungan di Mekah. Setelah tinggal di Mekah, dia lalu menceritakan kepada orang² tentang apa yang diketahuinya. Empat belas abad kemudian, penulis buku ini melakukan hal yang sama. Dia telah membaca riwayat hidup Muhammad, telah mempelajari apa yang tidak diketahui Muslim pada umumnya, dan melalui illustrasi yang memukau, dia mengutarakan kebenaran kepada dunia.

Untuk mengerti Islam dengan tepat, kita perlu membaca riwayat hidup pendirinya. Buku² Sirat telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan bisa dibeli dengan mudah oleh siapapun yang ingin mengetahui kebenaran.

Buku illustrasi riwayat hidup Muhammad ini mudah dibaca dan seluruh isinya sesuai dengan tradisi Islam terpercaya yang disampaikan oleh para sahabat Muhammad dan dicatat oleh penulis² sejarah Islam terdahulu. Aku berharap Muslim dan non-Muslim membaca buku ini dan tergerak keinginannya untuk mempelajari Islam lebih jauh.

Ali Sina
Ali Sina adalah penulis buku “Mengenal Muhammad: Psikobiografi Nabi Allah.” Dia juga adalah pendiri Faithfreedom.org yang telah banyak menolong ribuan Muslim untuk mengenal wajah Islam yang sebenarnya.

Picture
Picture

Ulasan Buku

dari Todd Rutherford di amazon.com

Buku Abdullah ibn Abi Sarh berjudul Biography of the Prophet Muhammad – Illustrated (Riwayat Hidup Nabi Muhammad – Ilustrasi) tampak menarik secara estetis dan merupakan biografi yang mudah dibaca untuk menggali sejarah sebenarnya Nabi Muhammad yang legendaris. Banyak literatur Islam utama (Qur’an, Hadis, Sira, dll); membaca seluruhnya satu per satu akan memakan sangat banyak waktu, dan seringkali isinya terlalu rumit sehingga orang bisa salah mengerti. Abi Sarh menampilkan buku ini agar sejarah Islam bisa lebih dimengerti oleh kalangan muda Muslim, para pendidik, atau siapa saja yang tertarik untuk mengetahui kisah tentang Nabi Muhammad.

Meskipun tulisan buku ini membahas topik² teror global dan nasional yang sangat sensitif, buku Riwayat Hidup Nabi Muhammad – Ilustrasi bersifat edukatif secara keseluruhan. Setelah kejadian serangan 9/11, terdapat dua pandangan berbeda terhadap Islam dan umatnya. Contohnya, sebagian Muslim menyatakan Islam adalah agama yang damai, tapi di saat yang sama darah² korban terus mengucur atas nama Islam dan jihad.

Ada tiga tujuan Abdullah untuk menulis buku ini: “Pertama, karena terdapat begitu banyak penindasan dan penderitaan atas nama Islam, kedua karena tidak ada ilustrator lain yang berani membuat riwayat hidup Muhammad,” dan ketiga, “buku ilustrasi ini akan menolong orang untuk memahami Islam secara cepat, akurat, tanpa menghabiskan begitu banyak waktu membaca berbagai literatur Islam utama yang sulit dimengerti.” Pada intinya, penulis buku mencoba untuk menggambarkan Islam sebagai yang dilihat oleh mata Nabi Muhammad tanpa filter apapun.

Buku ini sangat menarik karena kreativitas Abdullah dalam mengembangkan struktur tulisan. Pembaca tidak dibuat pusing dalam membahami masalah agama dan budaya yang sangat sensitif, karena ilustrasi dan animasi Abdullah membuat pembaca merasa rileks. Di saat yang sama, teks dihadirkan dalam bentuk yang serupa dengan buku komik, sehingga tidak tampak terlalu rumit bagi pembaca. Meskipun tidak ada satu pun hal yang lucu tentang Islam, teror, dan terutama Nabi Muhammad, kemungkinan besar pembaca generasi muda akan lebih tertarik membaca buku ini daripada membaca berbagai literatur berat yang seringkali sukar dimengerti.

Kisah kehidupan Nabi Muhammad dimulai dari kematian ayahnya, Abdullah – ketika Muhammad masih berada dalam kandungan. Karena mengalami depresi, ibu Muhammad yakni Amina menyerahkannya kepada Halimah, yang merawatnya sampai usia lima tahun, sebelum akhirnya mengembalikannya pada ibunya karena takut melihat penyakit ayannya yang dikira sebagai tanda² kerasukan setan.

Melalui berbagai ilustrasi, penulis terus-menerus menampilkan ayat² Qur’an. Ketika kaum Bajila mencuri unta² Muhammad, penulis menampilkan Qur’an 5:33 yang berbunyi: “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.”

Secara keseluruhan, Riwayat Hidup Nabi Muhammad – Ilustrasi merupakan buku yang memancing orang untuk berpikir, dan merupakan buku awal yang ideal untuk melakukan studi atau riset lebih jauh akan Islam dan budaya Muslim. Singkatnya, buku ini wajib dibaca semua orang, terutama Muslim, para pendidik, ahli² sejarah, dan siapapun yang tertarik untuk mempelajari sosok legendaris Islam, yakni Nabi Muhammad.

zainab bhatterjee melalui PM website

Saya kagum dengan kualitas gambarnya. Saya kira buku ini berisi dengan hinaan dan ejekan akan Islam yang biasa telah kita dengar, apalagi dengan Kata Pengantar dari Ali Sina, orang yang paling anti-Islam. Tapi saya heran sekaligus senang ketika mengetahui buiku ini menjabarkan kejadian² sesuai dengan Qur’an dan berbagai hadis tanpa berpihak, meskipun penulis jelas mengajukan pertanyaan² yang sahih. Untuk orang seperti saya yang telah paham betul dengan pokok bahasan, buku ini berguna untuk membantu kita melihat masalah² utama Islam yang mempengaruhi kehidupan kita sekarang. Bagi orang yang tak paham akan pokok bahasan Islam, buku ini tak dapat disangkal menampilkan intisari berbagai kejadian yang berguna untuk menangkal propaganda atau romantisme Islam. Karena jenis buku ini adalah yang pertama, termasuk di sejarah Islam, aku sangat menganjurkan orang untuk membacanya. Cepat dapatkan, selagi masih bisa. Ada kemungkinan buku ini akan meledak sama seperti buku Salman Rushdie dulu.

dari Abul Kasem (islam-watch.org)

Salah satu sumber utama Islam adalah riwayat hidup Muhammad atau Sirah. Para nabi Alkitab tak memiliki buku khusus riwayat hidup seperti Muhammad, dan catatan riwayat hidup Muhammad sangat bisa dipercaya, karena sewaktu hidupnya orang telah banyak menulis dan banyak sahabat Muhammad yang menjadi juru tulisnya. Selain mencatat ayat² Qur’an, para juru tulis ini juga mencatat berbagai hal dalam kehidupan Muhammad. Dengan demikian dari banyak catatan mereka kita bisa menemukan keterangan berbagai tahap perkembangan hidup Muhammad.

Akan tetapi, tak satu pun dari para juru tulis ini yang membuat gambar atau lukisan apapun akan kehidupan Muhammad. Meskipun tulisna mereka kaya akan keterangan hidup Muhamma, tapi tak ada gambar apapun yang menunjukkan bagaimana kehidupan Muhammad dan masyarakat Arab di jaman itu. Para pembaca tak akan menemukan buku Islam manapun yang mengandung gambar yang jelas tentang sejarah Islam di jaman Muhammad.

Buku Riwayat Hidup Nabi Muhammad – Ilustrasi – Volume 1 oleh ‘Abdullah Ibn Sa’d Ibn Sarh memenuhi kebutuhan ini. Tidak perlu dijelaskan lagi bahwa nama pengarang jelas adalah nama samaran – karena menggunakan nama asli tentunya mengancam keselamatan nyawanya. Dalam islam, penggambaran wajah Muhammad merupakan pelanggaran berat yang bisa mengakibatkan pembunuhan terhadap si penggambar. Dalam sejarah Islam, sebenarnya ‘Abdullah Ibn Sa’d Ibn Sarh adalah juru tulis Muhammad yang bertugas menulis ayat² Qur’an yang diimlakan Muhammad, yang disebutnya sebagai wahyu dari Allah padanya. Tapi ketika ‘Abdullah Ibn Sa’d Ibn Sarh mengetahui bahwa sebenarnya ayat² yang diimlakan itu tak lain hanyalah perkataan Muhammad sendiri dan bukan perkataan Allah, maka ‘Abdullah diam² meninggalkan Muhammad di Medina, dan kembali ke Mekah, lalu murtad. Ketika Muhammad menaklukkan Mekah, dia menangkap ‘Abdullah dan menjatuhkan hukuman mati. Akan tetapi Usman, yang nantinya jadi Kalifah ketiga Islam, memohon Muhammad untuk mengampuni ‘Abdullah. Meskipun menggunakan nama samaran, pengarang buku ilustrasi riwayat hidup Muhammad telah menunjukkan keberanian untuk menjabarkan kebenaran melalui gambar.

Buku ini mungkin merupakan buku yang paling jarang ditemukan di mana pembaca bisa melihat kemungkinan gambaran keadaan kehidupan Muhammad pada jamannya. Buku ini menampilkan gambar² yang sangat jelas akan kehidupan masyarakat Arab. Dalam hal ini, sang ilustrator telah berhasil melakukan pekerjaan yang luar biasa bagus. Kisah² disampaikan dalam komposisi warna-warni yang cemerlang, alur cerita yang lancar dan sangat jelas, yang disusun dengan sangat teliti berdasarkan sumber² literatur Islam yang terpercaya. Daftar pustaka dan catatan² keterangan sangat detail dan mudah diikuti bagi siapapun yang ingin memeriksa ulang sumbernya, sehingga keterangan gambar tampil begitu meyakinkan. Bahasa yang digunakan sederhana, lancar, dan tepat, sehingga anak kecil sekalipun dapat dengan mudah memahami dasar agama Islam dan sang Nabi Islam. Penggambaran kekejaman Muhammad terhadap orang² yang menentangnya benar² tak bisa dilupakan – terutama mutilasi terhadap tubuh Umm Qirfa dan para pencuri dari suku Uki.

Di jaman sekarang, Islam telah menjadi ancaman mematikan bagi dunia beradab. Para Islamis mencoba menghancurkan kebudayaan yang kita kenal sekarang, dan menggantinya dengan Budaya Islamiah. Mereka tak peduli akan nyawa manusia atau nilai² kemanusiaan. Para Islamis ini hanya mengikuti contoh² perbuatan Muhammad secara membuta. Dunia non-Islam di jaman sekarang mengeluarkan biaya trilyunan dollar untuk memerangi teror Islam. Tapi di saat yang sama, negara² kafir ini juga menerima Islam dengan tangan terbuka berdasarkan pandangan Political Correctness (PC = politik yang ‘benar’) yang mereka anut. Demi azas PC inilah maka negara² kafir tidak menghendaki pengungkapan yang sebenarnya akan Islam. Dengan demikian, dunia tetap saja buta akan wajah Islam yang asli – para pemerintah kafir menipu masyarakat mereka melalui PC, dengan mengatakan bahwa Islam adalah agama damai. Cara yang paling tepat untuk melawan ancaman Islam adalah dengan cara menyampaikan kebenaran – bahwa Islam itu palsu, biadab dan imperialis. Buku ilustrasi riwayat hidup Muhammad menyampaikan kebenaran akan Islam dengan sangat jelas dan gamblang.

Selasa, 12 April 2011

JIHAD Perang Suci

Perluas Semua
Tutup Semua

Buku Baru 1000+ Kesalahan Quran

Perluas Semua
Tutup Semua