Senin, 15 Oktober 2012
Para Ustadz-Ustadzah, Ulama dan Tokoh Islam Yang Memeluk Kristen
Rabu, 16 Maret 2011
Senin, 13 Desember 2010
DUA HADIAH TAK TERNILAI – Gratis untuk Anda!!!
Sebagai hadiah tutup tahun 2010, kami mau membagikan dua buah lukisan-langka secara on-line, tanpa pamrih
(A). Lukisan wajah nabi Muhammad remaja
Dilukis oleh seorang pelukis Muslim terkenal yang tinggal di Iran. Pelukis menjual gambarnya on-line, dan sebagian Muslim marah karena lukisan tersebut dianggap menghujat Nabi. Namun sebagian lainnya menganggap itu bukan penghinaan, karena remaja Muhammad hanyalah remaja biasa, ia belum didatangi malaikat Jibril yang menurunkan wahyu Allah, sehingga ia belumlah seorang nabi disaat tersebut.
(B). Lukisan nabi Muhammad sedang bergandengan tangan dengan para nabi lainnya
Nabi Muhammad bergandengan dengan Krisna (?) dan Kong Hu Cu, yang bergandengan dengan Yesus, Budha, Socrates, dan Lao-Tzu. Ini mungkin ingin merepresentasikan pernyataan nabi Muhammad bahwa Allah menempatkan 124.000 nabi yang tersebar disetiap bangsa. Sekaligus menggambarkan sebuah “religious harmony” yang paling diimpikan dunia. Siapa yang akan keberatan?
KETENTUAN REQUEST: Setiap orang yang meminta lukisan-langka ini harus menyampaikan permohonannya dengan mengirimkan komentar bebas yang ditujukan ke: gift.tutuptahun@gmail.com
Komentar bebasnya terhadap keterangan lukisan (A) dan (B) di atas, maximum @ 120 kata.
Note: Tawaran ditutup akhir tahun 2010. Hadiah akan dikirim di awal tahun baru.
Rabu, 03 November 2010
Pemimpin Islam Iran Mengatakan Orang-Orang Muslim Bebas Untuk Menjadi Kristen – Asal Dilakukan Secara Diam-Diam
22 Oktober 2010--Pemimpin Islam Syiah, yang coba menanggapi Sinode para Bishop Timur Tengah yang diadakan di Vatican baru-baru ini; mengatakan bahwa orang-orang Muslim di Iran bebas untuk memeluk iman Kristiani, meskipun ada hukum Islam yang secara tegas menyatakan bahwa mereka yang meninggalkan Islam akan dijatuhi hukuman mati.
Dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan oleh the National Catholic Register, Ayatollah Seyed Mostafa Mohaghegh Ahmadabadi merespon pertanyaan-pertanyaan mengenai konversi dengan menekankan pada sebuah perbedaan antara menerima salah satu iman dan mempropagandakannya melawan orang lain. Saat didesak mengenai apakah seorang Muslim diijinkan untuk memeluk agama Kristen, ia menjawab:
"Ya, tak seorang pun bisa menanyakan seseorang apa agamanya. Hal ini dilarang. Tetapi jika mereka membuat propaganda melawan sebuah agama termasuk Islam, maka hal itu tidak diijinkan."
Jawaban imam Syiah ini tidak menjawab pertanyaan mengenai apa yang bisa terjadi ketika seseorang yang diduga telah berpindah agama, ingin membuat sebuah pengakuan publik bahwa ia sudah menjadi pemeluk Kristen, atau terlibat dalam ibadah secara publik di sebuah gereja Kristen.
Dalam tanggapannya terhadap Sidang Sinode tersebut, Ahmadabadi menyampaikan sebuah gambaran positif mengenai kehidupan orang-orang Kristen di Iran hari ini.
Sumber: http://www.catholicculture.org/news/headlines/index.cfm?storyid=8033
Rabu, 07 Juli 2010
DIANCAM HUKUMAN GANTUNG KARENA MEMURTADKAN MUSLIM
Jakarta (AsiaNews/Agencies) – Orang-orang Kristen terus mengalami penganiayaan di kota Bekasi, 25 kilometer dari Jakarta. Hari ini sebuah spanduk digantung di depan sebuah mesjid yang memperlihatkan seorang Kristen dengan seutas tali dikalungkan di lehernya dengan kata-kata: “Orang ini harus dihukum mati!” Pria ini adalah Andreas Sanau, 29 tahun, dituduh bersama-sama dengan Henry Sutanto oleh Front Pembela Islam (FPI) telah mengorganisir baptisan massal. FPI adalah sebuah kelompok Islam radikal dan selalu melakukan kekerasan terhadap kelompok agama minoritas, khususnya orang-orang Kristen.
Selama bertahun-tahun, para ekstrimis Islam telah menjadikan orang-orang Kristen di Bekasi menjadi target, dengan menuduh orang-orang Kristen telah mencoba “mengkristenkan” kota itu. Pada bulan pertama tahun 2010, kelompok-kelompok Islam radikal telah mengganggu jalannya ibadah orang-orang Kristen, menghalangi orang-orang Kristen untuk memasuki gereja-gereja mereka dan menutup pembangunan gereja-gereja baru. Tuduhan terhadap Sanau dan Sutanto merupakan hasil inisiatif dari Yayasan Mahanaim, sebuah organisasi Kristen yang bertujuan untuk membantu orang-orang miskin. Rabu yang lalu, 14 bus penuh orang bertemu di kediaman ketua yayasan, Henry Sutanto. Bagi Murhali Barda, ketua lokal FPI, Sutanto harus dibunuh; ia ingin melakukan baptisan massal.”
Juru bicara Yayasan, Marya Irawan mengatakan bahwa bus-bus itu berisi orang-orang desa yang telah datang ke sana sebagai bagian dari program penjangkauan terhadap orang-orang miskin. Yayasan tidak punya maksud untuk membaptiskan satu orang pun.
Namun demikian situasinya menjadi semakin kritis, khususnya setelah FPI lokal memutuskan membentuk organisasi para militer untuk dikirim ke situ guna mengacaukan orang-orang Kristen. Lebih dari 1500 sukarelawan tengah dilatih.
Menurut Murhali Barda,”Kami melakukan ini karena kami ingin menyebarkan ketakutan dalam hati orang-orang Kristen yang melakukan hal itu. Jika mereka menolak untuk berhenti melakukan apa yang sedang mereka lakukan, maka kami siap untuk berperang.”
Andreas Yewangoe, pengurus dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia mengatakan bahwa para milisi hanya menciptakan ketakutan, kegelisahan dan ketidakamanan di tengah-tengah bangsa ini. ”Pemerintah harus melindungi semua warga masyarakat dari tindakan-tindakan anarkis sebagaimana yang diamanatkan oleh konstitusi.” Sejauh ini, pemerintah belum melakukan apa pun.
Analis politik, Arbi Sanit mengatakan bahwa pihak berwenang merasa takut untuk mengambil tindakan yang bisa diintepretasikan sebagai anti-Islam. Bagi mereka, ”Menjadi populer itu jauh lebih penting [.....] daripada menghukum mereka yang jelas-jelas telah melakukan pelanggaran hukum,” kata Sanit.
Kamis, 25 Maret 2010
Kyai Cabuli Santri di Bawah Umur
Surabaya - Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan pendiri Ponpes Nurul Hidayah Jalan Gadel Timur, M. Shodiqin alias Imbar Mulyono (60) terbongkar karena korban, Wulan (11) melapor ke guru MI Miftahul Huda, Adib. Adib pun melapor ke bapak korban, Alfan.
"Awalnya korban cerita ke temannya. Temannya kemudian cerita ke saya. Lalu saya bertanya sendiri ke korban," ujar Adib kepada wartawan di rumahnya Jalan Gadel Sari Timur, Rabu (24/3/2010).
Saat bercerita, kata Adib, korban terlihat tertekan. Meski begitu korban bisa lancar menceritakan kasus yang dialami. Korban mengaku kejadian itu berawal saat dirinya dipanggil oleh pelaku ke sebuah rumahnya di Jalan Gadel Praja. Setelah itu korban diajak masuk ke kamar.
Di dalam kamar, korban disuruh tidur dan melepaskan celananya serta disuruh berbaring. Korban kemudian diciumi dan disetubuhi. "Kulo dikelamuti dan ditumpaki (Saya dijilati dan ditindih)," ujar Adib menirukan omongan Wulan yang saat bercerita sambil menangis.
Bahkan secara detail korban mengaku bahwa saat disetubuhi pertama kali tidak terlalu sakit pada bagian kemaluannya. Namun pada kejadian yang kelima korban mengaku sakit karena 'barangnya' sudah masuk semua. Korban juga terkadang disuruh duduk di atas dan tidur di bawah.
Korban mengaku jika sudah disetubuhi berkali-kali. Persetubuhan pertama dilakukan saat akan naik ke kelas VI. Biasanya persetubuhan itu dilakukan menjelang maghrib usai korban pulang sekolah dan selepas shubuh serta korban sebelum tidur.
"Seminggu biasanya Imbar meminta jatah hingga 3 kali," tambah Adib.
Sebenarnya, kata Adib, korban ingin berontak namun hanya disimpan dalam hati saja. Korban takut dengan kyainya tersebut. (fat/fat)
Selasa, 16 Februari 2010
Ajaran Sesat Resahkan Warga: Polisi Sumenep Terjunkan Tim Investigasi
Selasa, 16/02/2010 16:31 WIB Moh Hartono – detikSurabaya
Sumenep – Jajaran Polres Sumenep, Madura menerjunkan tim khusus untuk melakukan investigasi adanya ajaran sesat yang disebar melalui buku dan CD. Karena ajaran yang melecehkan umat Islam ini sudah meresahkan masyarakat.
Kasat Intelkam Polres Sumenep, AKP Endri Prastyo Utoro, mengatakan penyebaran buku dan CD yang diduga isinya menyesatkan merupakan masalah serius.
“Ini masalah serius karena menyangkut umat Islam,” tegas Endri, pada wartawan di ruang kerjanya, Jalan Urip Sumoharjo, Sumenep, Selasa (16/2/2010).
Endri mengaku hingga saat ini belum tahu pasti isi dari CD tersebut. Namun dia memastikan jika barang bukti telah ada di MWC NU Pasongsongan, dan pengasuh Pondok Pesantren Annur, Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk.
“Pihak MWC NU akan meneruskan ke PCNU untuk dirapatkan. Jadi, saya belum tahu isi CD itu, anggota saya masih di lapangan,” pungkasnya.
Tiga lokasi yang menjadi sasaran penyebaran CD dan buku ajaran sesat yakni Desa Panaongan dan Desa Soddara Kecamatan Pasongsongan serta Desa Mantajun Kecamatan Dasuk, Sumenep.
Ajaran yang dianggap oleh warga sesat yakni, CD berisi ajaran bahwa Kabah adalah sebuah berhala peninggalan Kaum Kafir Quraisy dan tidak perlu dijadikan Kiblat oleh kaum muslim.
Selain itu, ajaran itu juga menyatakan jika kabah adalah berhala yang tidak dirobohkan pada saat Fatwa Mekkah, dan Hajar Aswad adalah simbol alat kelamin perempuan. Siapa yang mencium Hajar Aswad itu sama halnya mencium alat kelamin perempuan.
———————–!!———————————————–
Memang benar demikian. Kaum Muslim seandainya mau membaca sejarah Hajar Aswad, Mekah, maka mereka akan shock berat dg ajaran Muhammad, AlQuran. Baca link2 blog2 yg ada di samping kanan blog ini.
Selasa, 28 Juli 2009
KEKERASAN, BUMERANG BAGI ISLAM?
Dalam debat interview tersebut, Dr Sultan mengkritisi dengan sengit para ulama Muslim, pejuang perang suci dan pemimpin politik yang dianggap telah melencengkan ajaran Nabi Muhammad dan Al-Quran selama 14 abad. Ia berkata bahwa dunia Muslim – yang dibandingkannya terhadap Yahudi – telah jatuh dalam pusaran kasihan diri dan kekerasan.
Dr Sultan berkata bahwa dunia tidak menyaksikan adanya bentrokan antar agama atau budaya, melainkan pertarungan antara modernitas dan barbanisme, suatu pertarungan dimana kekuatan kekerasan dan reaksioner Islam dipastikan akan dikalahkan.
(Inilah yang dikatakannya):
Wafa Sultan: “Bentrokan yang kita saksikan di seluruh dunia ini bukanlah bentrokan antar agama-agama atau antar budaya, melainkan bentrokan antara dua kubu yang saling bertentangan, antara dua era. Ini sebuah bentrokan antara mentalitas milik abad pertengahan terhadap mentalitas milik abad ke-21. Ini sebuah bentrokan antara peradaban dan keterbelakangan, antara yang beradab dan yang primitive, antara barbaritas dan rasionalitas. Inilah bentrokan antara kebebasan dan opresi, antara demokrasi dan dictator. Ini juga bentrokan antara HAM di satu pihak dengan pelanggaran HAM di pihak lain. Ini bentrokan antara mereka yang memperlakukan perempuan seperti hewan dan mereka yang memperlakukannya sebagai sesama manusia. Jadi yang kita saksikan sekarang bukanlah bentrokan peradaban. Sebab peradaban tidak saling berbentrokan, melainkan saling bersaing.”
Pertanyaan Host: “Siapa yang memulai dengan konsep bentrokan peradaban? Bukankah Samuel Huntington? Jelas itu tidak diprakarsai oleh Osama Bin Laden. Bolehkah kita membahas isu itu?
Wafa Sultan: “Pihak Muslimlah yang pertama-tama menggunakan pernyataan ini. Muslimlah yang memulai bentrokan peradaban ini. Nabi Islam berkata: “Saya diperintahkan untuk memerangi mereka sampai mereka percaya kepada Allah dan RasulNya.” Ketika Muslim membagi dunia menjadi Muslim dan Non-Muslim, dan menyatakan perang kepada Non-Muslim sampai mereka tunduk pada Allah dan RasulNya, maka merekalah yang memulai bentrokan ini, dan memulai perang ini. Untuk memulai perang ini, mereka mendapat dasar hukumnya dari dari buku-buku Islam yang penuh dengan seruan untuk takfir (penuduhan terhadap bida’h) dan permusuhan terhadap kafir.
Ada teman Muslim saya yang mengatakan Ia tidak pernah menghina kepercayaan orang lain. Namun peradaban manakah di dunia ini yang memanggil Non-Muslim dengan kata-kata yang mereka sendiri tidak suka kalau diarahkan pada mereka? Sekali ia memanggil Non-Muslim itu Ahl Al-Dhimma, tetapi diwaktu yang lain Muslim memanggil mereka “Ahli Kitab,” dan pada kesempatan yang lainnya lagi Muslim menyebut mereka sebagai monyet dan babi (bahkan, binatang yang sejahat-jahatnya, Surah 8:55). Atau ia memanggil orang Kristen “mereka yang dimurkai Allah.”
“Siapa bilang mereka ‘Ahli Kitab’? Mereka bukan Ahli Kitab, mereka hanyalah orang dengan banyak kitab-kitab! Semua buku-buku ilmiah yang berguna bagi dunia saat ini adalah milik mereka, buah hasil pemikiran bebas dan kreatif mereka. Apa hak anda menyebut mereka sebagai “Orang-orang yang dimurkai Allah” atau “Orang-orang yang telah sesat”, dan lalu datang ke sini untuk berkata manis bahwa agamamu melarangmu menghina kepercayaan orang lain?”
Dr. Ibrahim Al-Khouli: Anda seorang heretic, penganut agama bidat?
Wafa Sultan: Anda boleh bilang apa saja. Saya seorang sekuler yang tidak mempercayai hal-hal supranatural…
Dr. Ibrahim Al-Khouli: Jikalau anda heretic, tidak ada gunanya saya menantang anda, karena anda pada dasarnya telah menghina Islam, Nabi dan Quran…
Wafa Sultan: Apa yang saya percaya adalah urusan saya, bukan urusan anda.
Wafa Sultan: Saudara, silahkan anda percaya pada batu, selama anda tidak melemparkan batu itu kepada saya. Anda bebas menyembah apa saja, namun kepercayaan orang lain bukanlah urusan anda. Apa urusan anda sesungguhnya kalau ada orang mempercayai bahwa Sang Mesias (Al-Masih) adalah Tuhan, putera Maryam? Atau bahwa Setan adalah Tuhan, putera Maryam? Biarlah orang mempercayai apa yang mereka mau percayai.
Wafa Sultan: Bangsa Yahudi telah mengalami tragedi Holocaust (pembantaian jutaan orang Yahudi) dan dunia terpaksa menghormati mereka karena sumbangan pengetahuan mereka, bukan sumbangan teror. Mereka bisa sukses lewat kerja keras, bukan lewat menjerit-jerit dan berteriak-teriak. Dunia patut berterimakasih atas penemuan dan kemajuan sains yang dicapai oleh para ilmuwan Yahudi pada abad ke-19 dan 20 ini. Ada 15 juta orang Yahudi tersebar di seluruh dunia, bersatu dan memenangkan hak mereka lewat banting tulang dan peras otak mereka. Kami belum pernah satu orang Yahudi pun yang meledakkan diri di sebuah restoran Jerman (bangsa yang pernah membantai Yahudi). Kami belum pernah melihat satu orang Yahudi pun yang membakari gereja. Belum pernah ada satu Yahudi yang memprotes dengan cara membunuhi orang lain.
Walau Muslim Taliban telah menghancurkan-leburkan 3 patung suci Budha, belum pernah kami melihat satu orang Budhis pun membalas menghancurkan mesjid, membunuhi Muslim atau membakari kedutaannya. Hanya Muslim yang membela agama mereka dengan cara membakar gereja, menghancurkan kedutaan besar, dan membunuh orang. Tindakan demikian tidak akan membuahkan hasil. Muslim seharusnya bertanya pada diri sendiri, sumbangan apa yang dapat mereka bagikan kepada kemanusiaan, sebelum mereka berani-beraninya menuntut dunia untuk menghormati mereka…”
Lebih jauh dengan Dr. Wafa Sultan
Saya percaya orang-orang kami ini adalah tawanan dari kepercayaan dan ajaran kami sendiri”, demikian kata Dr. Sultan dalam sebuah interview baru-baru ini di rumahnya di suburb Los Angeles. “Pengetahuan telah membebaskan saya dari pengetahuan yang terkebelakang ini. Seseorang perlu untuk membantu memerdekakan teman Muslim dari kepercayaan yang keliru ini.”
Dr. Sultan dibesarkan dari keluarga Muslim tradisional di Banias, Syria. Ayahnya adalah pedagang beras, seorang Muslim yang taat, dan anak ini pun mengikuti iman sang ayah secara ketat hingga dewasa. Namun, kata Dr. Sultan, hidupnya berubah di tahun 1979 ketika ia masih mahasiswi kedokteran pada Universitas Alleppo, di bagian utara Siria. Ketika itu, organisasi radikal Muslim Brotherhood sedang memanfaatkan terorisme guna melemahkan pemerintahan Presiden Hafez Al-Assad. Para penembak dari Muslim Brotherhood mendobrak masuk ke dalam suatu kelas dan universitas dan membunuh profesornya di depan matanya, demikian tuturnya.
Mereka menembak ratusan peluru kepada profesornya sambil berteriak: “Allahu Akbar!”Sejak itulah kepercayaan saya gugur terhadap Allah mereka, dan saya pun mulai mempertanyakan semua ajaran-ajaran kita. Itulah titik balik dari hidup saya. Saya harus pergi. Saya harus mencari Tuhan yang lain…
Wafa Sultan: Memang bahwa pembunuhan adalah sebuah terorisme tersendiri, dimana pun dan kapan pun terjadinya. Namun ketika hal itu dilakukan atas perintah dan aturan dari Allah, maka semuanya menjadi lain…”
Wafa Sultan: Kenapa seorang muda Muslim dalam usianya yang sedang prima-primanya, dengan kehidupan yang penuh ke depan, namun pergi untuk meledakkan dirinya (bom bunuh diri)? Betapa dan kenapa ia meledakkan dirinya di dalam sebuah bus yang penuh dengan penumpang yang tidak berdosa? Ya, di banyak negara kita (Islam), agama adalah sumber pendidikan satu-satunya. Itulah mata air satu-satunya darimana seorang teroris meminumnya untuk memuaskan dahaganya. Teroris itu tidak dilahirkan teroris dan tidak menjadi teroris dalam satu malam. Ajaran-ajaran Islam memainkan peran dalam merajut pakaian ideologinya – benang demi benang tanpa membolehkan sumber lainnya untuk berperan (sumber ilmu dan pengetahuan lainnya). Ajaran sepihak inilah yang melencengkan teroris ini serta membunuh kemanusiaannya. Jadi, berbeda dengan pendapat sebagian orang, itu bukanlah pelencengan ajaran dan salah paham dari si teroris…
Di seluruh dunia Islam para ulama telah mengutuk dirinya (Dr. Sultan) dan telepon answering-machinenya dipenuhi dengan ancaman-ancaman jahat. Namun para reformer Islam telah memuji unjuk bicaranya yang lantang dalam bahasa Arab dan dalam jaringan TV yang paling luas jangkauannya di dunia Arab, yaitu menyangkut hal yang hanya berani diutarakan oleh segelintir Muslim saja.
“Saya tidak takut”, kata Dr. Sultan….
“Saya percaya atas apa yang saya sampaikan. Ini ibarat perjalanan sejuta mil, dan saya yakin saya telah memulai perjalanan 10 mil yang pertama dan yang paling berat.”…
Dr. Sultan sedang menulis sebuah buku yang apabila jadi terbit, akan membalikkan dunia Islam…. Buku tersebut direncanakan berjudul: “Narapidana Yang Lolos: Ketika Allah Adalah Monster Yang Mengerikan”
“Saya telah mencapai titik yang tidak bisa dibalikkan lagi. Saya tak ada pilihan lain. Saya akan bertanya terus terhadap setiap butir ajaran-ajaran dari Kitab Suci.
