Sabtu, 09 Oktober 2010

SAUDARIKU: HOMA DARABY

Dari: WHY WE LEFT ISLAM
Karya : Susan Crimp dan Joel Richardson

“Akhirnya dia memutuskan untuk memprotes penganiayaan wanita dengan membakar dirinya di alun-alun Teheran utara tanggal 21 February, 1994. Teriakan terakhirnya adalah: “Matilah Tirani! Hidup Kebebasan! Hidup Iran!”

Tanggal 11 September 2001, dunia menyaksikan mentalitas abad 7 fundamentalis islam yang memperalat teknologi abad 21. Hasilnya adalah bencana. Sifat kejam dari islam tiba ditanah amerika tanpa dapat mereka lupakan dan tak bisa dihilangkan. Banyak orang amerika, juga orang barat lain, tidak begitu memikirkan islam sebelumnya. 11 September mengubah semua itu, membawa islam abad 7 ke dunia barat abad 21. Mendadak, Iran dan Irak tidak terasa jauh lagi, dan orang2 barat, khususnya kami orang amerika, mendadak pula ingin belajar banyak tentang musuh tanpa wajah yang menyatakan perang terhadap kita dengan cara yang paling barbar. Kita mendapatkan sebuah kekuatan mematikan yang sebelumnya kita pikir ada setengah bumi jauhnya dan 14 abad ke masa lalu. Para pembom teroris yang cuma kita dengar di TV telah pindah dari Timur Tengah yang jauh ke halaman rumah kita. Pada 11 September, apa yang dilambangkan islam menjadi salah satu pertanyaan paling penting dihadapan dunia barat, dan pengalaman pertama kita dengan nya meninggalkan rasa pahit dalam mulut orang2 amerika.

Parvin Darabi tidak cuma bicara tentang barbar-nya islam radikal yang orang2 Amerika alami saat2 ini – dia malah hidup didalamnya jauh sebelum Menara Kembar WTC rubuh. Pada surat yang perih dan menyakitkan ini, dia menulis tentang saudarinya, Homa, yang berjuang keras melawan tangan kuat pemerintah islam iran. Hidup sebagai wanita membawa beban berat di Iran. Homa rela membayarnya. Sekarang Parvin yang meneruskannya, dan dia mendorong kita semua utk mencuekkan retorika damai islam dan alih-alih memfokuskan pada realitas kejam dari islam. Apa yang dialami Homa Darabi di Iran, satu hari nanti bisa sampai ke dunia barat jika terorisme Islamofasis tidak dikalahkan. Kisah Homa adalah sebuah contoh spesifik bagaimana pemerintah islam bekerja – dan bagaimana hal itu tidak akan pernah bisa berfungsi didunia barat.

Saudariku

Saudariku, Dr. Homa Darabi, lahir di Tehran, Iran bulan January 1940, lahir prematur dua bulan, dari ibu Eshrat Dastyar, pengantin bocah yang dinikahi ketika umur 13 oleh Esmaeli Darabi. Homa adalah saudari tuaku, pelindungku, dan panutanku. Hidup Homa penuh akan harapan dan janji2 bahwa sistem islam fundamental dan tiran akan dihancurkan.

Tentu saja, saudariku tidak pernah membayangkan apa yang akan dia hadapi ketika dia menyelesaikan SMP dan SMA di Teheran. Dia langsung masuk Jurusan Kedokteran Universitas Tehran setelah lulus tes masuknya tahun 1959. Sebuah pencapaian yang luar biasa dan yang membuat keluarga sangat bangga. Homa adalah orang pertama, 150 orang dari puluhan ribu pelajar yang ikut tes dan menjadi satu dari 300 orang yang diterima di kedokteran.

Perempuan muda yang semangat dan gembira selalu, saudariku menjadi sangat aktif dalam politik dan berharap suatu hari bisa membawa HAM dan persamaan status utk wanita di Iran. Mimpinya sangat terlihat ketika dia masih di SMA dan tahun2 pertamanya di Kedokteran. Tapi perjalanannya tidaklah mudah. Th. 1960, karena usaha2nya dia ditangkap dan ditahan, karena ikut protes pelajar melawan rejim Shah Iran. Rejim ini sangat ganas khususnya pada para pelajar dan anak2 muda yang mulai menuntut kebebasan berekspresi, berkumpul dan mengemukakan pendapat.

Tahun 1963, saudariku menikah dg teman kelasnya, Manoochehr Keyhani, sekarang ini seorang hematologis terkenal. Mereka melahirkan dua anak perempuan yang pintar2.
Setelah menyelesaikan kuliahnya, Dr. Darabi berpraktek di Bahmanier selama dua tahun, sebuah kampung di Iran Utara, sementara suaminya menyelesaikan wajib militer sebagai dokter Militer. Tahun 1968, dia dan suaminya lulus ujian Education Council Foreign Medical Graduates (ECFMG) dan berangkat ke Amerika utk meneruskan pendidikan mereka. Dia mengambil jurusan Pediatri dan belakangan spesialisasi dalam psikiatri, lalu psikiatri anak dan mendapat ijin utk praktek di New Jersey, New York dan California. Dia menjadi warganegara Amerika dipertengahan 1970.

Karena tekanan dari suami dan keluarganya dan juga hasratnya untuk berbakti pada kampung halamannya, dia kembali ke Iran tahun 1976, dan langsung diterima sebagai pengajar di Universitas Teheran Jurusan Kedokteran.

Dia menjadi orang Iran pertama yang lulus dari Kelembagaan Psikiatri Anak di Amerika dan menjadi kekuatan dibelakang pendirian Klinik Psikiatri Shahid Sahami di Teheran.
Meski dia adalah pendukung kuat revolusi, saudariku menentang pendirian Republik Islam. Terlebih lagi, ketika pemimpin partainya memakai ‘kebijakan’ dari aturan Islam yang baru diterapkan (poligami) dan mengambil istri kedua, Homa merasa hancur dan melepas diri secara total dari semua politik.

Saudariku lalu mengabdikan diri pada profesi sebagai dokter.
Th. 1990, karena ketidak sudiannya memakai Hijab, dia dipecat dari posisinya sebagai pengajar di Fakultas Kedokteran.
Belakangan, saudariku diganggu ketika praktek karena hal yang sama, hingga akhirnya, ketika dia merasa hidup sudah semakin sulit, dia menutup praktek dokternya dan menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya, untuk pertama kali dalam hidupnya.

Selama kehidupan profesionalnya, saudariku ini merasa tertekan oleh para orang tua dari anak perempuan yang menjadi pasiennya, mereka meminta dia untuk mengesahkan bahwa anak mereka itu ‘gila’, anak perempuan mereka yang muda, pintar2 dan cantik, agar mereka bisa selamat dari siksaan para islam fanatik (150 cambukan jika memakai make-up atau lipstik). Membuat pengesahan ini sungguh2 menghancurkan hati saudariku.

Ketika seorang gadis 16 tahun ditembak mati di Iran selatan hanya karena memakai lipstik, saudariku tidak bisa tahan lagi akan apa yang dia rasakan itu, terlebih lagi karena itu dilakukan oleh pemerintahan yang dulu pernah mempekerjakannya.

Revolusi. Negaraku! Kurasa Iran telah dibajak oleh faksi2 religius, dan melihat bagaimana wanita diperlakukan di Iran, sungguh tidak termaafkan… Dia ingin dunia tahu apa yang terjadi. Dia akhirnya memutuskan untuk memprotes penganiayaan wanita dengan membakar diri di alun-alun Teheran pada tanggal 21 February 1994. Teriakan terakhirnya adalah:

Matilah Tirani!
Hidup Kebebasan!
Hidup Iran!

Saudariku muncul kedunia secara prematur, dan mati secara prematur pula.

Saat ini, jutaan orang, khususnya wanita, masih meneriakkan hal itu, tapi sedihnya, sedikit sekali yang mendengarkan. Karena ini saya menulis buku saya “Rage Against the Veil” (Murka akan Kerudung). Buku ini menampilkan harapan bahwa barat, khususnya amerika akan mulai mengerti besarnya masalah.

Bagaimana, persis seperti di Iran, Islam digambarkan sebagai agama damai ketika pada akhirnya cuma sebuah bentuk pemerintahan fasis yang jelas2 terbukti dari negara ini. Inilah masalah yang membuat saudariku siap untuk mengorbankan diri dan kehidupannya dan saya menulis tentang itu sekarang demi untuk menolong mempertahankan segala yang kita anggap penting dalam dunia Barat. Kisahku ini adalah sebuah usaha utk mencoba lewat pendidikan dan kepedulian utk mencegah apa yang terjadi di Iran, terjadi dinegara lain di seluruh dunia.

Saudariku Homa percaya bahwa hal itu layak untuk membuatnya membakar diri hanya demi menarik perhatian pada masalah2 rejim fundamentalis islam. Dia mati demi mempertahankan kebebasan dan negara Iran, yang dia cinta. Saat ini, Homa akan ngeri jika tahu bagaimana makin ekstrim dan fundamentalisnya Iran, dan akan makin hancur hatinya jika melihat contoh2 tirani dan terorisme islam yang muncul dibagian dunia lain saat ini.

Tapi, mungkin sulit bagi sebagian orang untuk mengerti apa yang dialami oleh wanita ini dalam rejim radikal dan kenapa, perkataan Nabi Muhammad sendiri membiarkan kita untuk melongok kedalam jiwanya, kenapa ini dibolehkan. Jelas, ini keluar dari mulut orang yang paling dicontoh didunia islam, nabi Muhammad, hingga kita belajar bagaimana persisnya wanita diperlakukan dalam budaya islam dan bagaimana tindakan2 kejam diambil terhadap wanita, jelas menggambarkan rasa sentimen Muhammad itu sendiri.

Aku berdiri dipinggiran neraka dan mayoritas penghuninya adalah wanita. Nabi Muhammad.

Sejak saya memulai aktivitas saya dalam mengungkapkan islam serta penekanan terhadap wanita, saya telah sering diserang muslim dan muslimah tentang ‘kesalah pahaman’ dan ‘salah tafsir’ saya akan hukum islam mengenai wanita. Saya diberitahu bahwa islam adalah agama damai dan kesetaraan, bahwa islam menjunjung tinggi harkat wanita, dan bahwa hukum islam memberi wanita kuasa. Tapi, saya melihat sedikit sekali bukti tentang ini dan pastinya hampir tidak ada tertulis dalam Quran akan hal ini.

Malah, disampul bagian belakang dari salah satu edisi Quran terjemahan inggris oleh M.H. Shakir, dinyatakan bahwa:

Quran adalah kompilasi asli dan lengkap dari Wahyu terakhir Tuhan pada umat manusia lewat nabi terakhirnya, nabi Islam, Muhammad. Quran intinya punya tiga kualitas yang membuatnya universal. Pertama, dibuat dalam bentuk Arabic original, sebuah maha karya yang penuh nilai2 sastra – mengandung gaya penyajian dengan substansi penyajian dalam bentuk2 unik. Kedua, meski pesan2nya adalah kelanjutan dari wahyu yang diturunkan sebelumnya pada Abraham, David, Musa dan Yesus, tapi pesan ini merupakan pemenuhan dan punya keaslian yang membuatnya menarik bagi orang2 Yahudi, Kristen dan Muslim juga. Terakhir, penuh dengan informasi – yang memberikan kode2 kehidupan bagi umat manusia umumnya dan muslim khususnya. Jelas, kemukjijatan Quran ada pada kemampuannya untuk memberikan setidaknya sesuatu pada orang tidak percaya dan memberikan segalanya pada orang percaya.”

Quran adalah kompilasi asli dan lengkap dari Wahyu terakhir Tuhan pada umat manusia lewat nabi terakhirnya, nabi Islam, Muhammad. Quran intinya punya tiga kualitas yang membuatnya universal. Pertama, dibuat dalam bentuk Arabic original, sebuah maha karya yang penuh nilai2 sastra – mengandung gaya penyajian dengan substansi penyajian dalam bentuk2 unik. Kedua, meski pesan2nya adalah kelanjutan dari wahyu yang diturunkan sebelumnya pada Abraham, David, Musa dan Yesus, tapi pesan ini merupakan pemenuhan dan punya keaslian yang membuatnya menarik bagi orang2 Yahudi, Kristen dan Muslim juga. Terakhir, penuh dengan informasi – yang memberikan kode2 kehidupan bagi umat manusia umumnya dan muslim khususnya. Jelas, kemukjijatan Quran ada pada kemampuannya untuk memberikan setidaknya sesuatu pada orang tidak percaya dan memberikan segalanya pada orang percaya.”

Saya ingin menganalisa sedikit saja dari “nilai2 sastra” yang ada dalam Quran mengenai wanita. Saya ingin menemukan dimana islam telah menempatkan wanita ditempat tinggi untuk dihargai oleh lelaki. Dan kenapa jika kita para wanita diberikan begitu banyak hak2 oleh kitab ini, tapi kok kita tidak bisa menempatkan diri kita sebagai manusia sejajar, malah menjadi subjek dari tirani negara2 islam?

Mari kita mulai dengan pendapat bahwa islam adalah agama damai. “Islam” dalam bahasa arab artinya “penundukan” “submission”. Dg demikian, jika kita sebagai manusia mau tunduk pada aturan dan hukum islam, kita mendapat kedamaian.

Arti persisnya apa? Well, menurut perhitungan saya, didasarkan pada pengalaman2 saya akan rejim2 islam, sepertinya selama kita menerima bahwa wanita itu lebih rendah dari pria; bahwa tangan boleh dipotong jika mencuri; bahwa wanita dirajam jika berjinah; dan bahwa lelaki punya hak untuk menceraikan, mendapat hak asuh anak, dan boleh punya banyak istri – maka kita bisa hidup dalam damai.

Tambahan lagi, kita bisa hidup damai selama kita sholat lima waktu, lelaki ke mesjid setiap jum’at, dan jika ada acara lain di mesjid, para wanita duduk dibelakang para lelaki. Lebih-lebih lagi, dalam skenario damai ini, kita juga harus menerima harta warisan kita lebih sedikit dibanding pria. Kita juga harus selalu ingat, bahwa kita jangan jangan jangan pernah mengkritik Muhammad atau Agama Hebat seperti Islam, kalau tidak kita tidak bisa hidup damai. Juga, jika orang seperti penulis Taslima Nasrin atau Ayaan Hirsi Ali, atau saya sendiri, mengkritik Islam, kita harus tahan menghadapi kemarahan para ‘muslim baik’ dan tahan menghadapi ancaman2 bagi nyawa kita.

Saya tanya: Apakah ini yang disebut DAMAI?

Sulit sekali menemukan kata yang bisa berarti ‘damai’ bagi islam, khususnya ketika kita mengingat bahwa seorang pembuat film seperti Theo Van Gogh dibunuh secara brutal karena membuat film dokumentari tentang kehidupan wanita muslim yang menghadapi banyak kekejaman.

Inikah DAMAI?

Lagi, ketika koran Denmark mempublikasikan kartun Nabi, orang2 yang mengaku “muslim damai” berlaku kekerasan, dan mengucurkan darah di Eropa dan diseluruh dunia Islam
Apakah agama damai ini mengijinkan pembunuhan hanya karena penerbitan kartun? Saya pikir sulit sekali utk mengerti bahwa semua ini sama dengan damai. Tapi mungkin Quran sendiri telah menyetel tingkah laku ‘muslim damai’ ini? Berikut adalah wahyu2 dari Quran mengenai agama damai, yang mungkin menjelaskan kenapa jutaan pengikut kitab ini bertindak seperti setan. Dalam Quran tertulis:

[2.191] Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu

[3.4] Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat

[3.12] Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: “Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahanam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya” .

[4.56] Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

[8.12] Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.

Tentunya wahyu diatas dan banyak lagi yg seperti itu dalam Quran bukanlah berarti damai atau menghilhami kedamaian dan keagungan sang pencipta. Maka dari itu mudah utk mulai melihat kenapa definisi kita tentang damai bukanlah yang didefinisikan oleh Quran.

Tambahan lagi, definisi kita akan kesetaraan gender dan HAM, yang kita pegang di dunia Barat muncul sebagai kekontrasan dan bertentangan dengan definisi yang diartikan oleh Islam. Status wanita dalam islam tidak mengijinkan wanita utk hidup damai dan harmonis dan tentunya Quran tidak menawarkan perkataan yang mengilhami hal demikian. Menurut islam, wanita adalah asuhan ayahnya selama dia masih dalam asuhannya, dan menjadi asuhan bagi suaminya ketika dia menikah, dan ketika suami meninggal dia menjadi asuhan bagi anak, cucu dan seterusnya, dan jika dia tidak punya saudara lelaki dia menjadi asuhan dari komunitasnya.

The Webster’s New Word Dictionary mendefinisikan ‘ward’ (asuhan) sebagai ‘orang dibawah perhatian pelindung atau pengadilan.” Dg demikian, menurut islam, seorang wanita tidak pernah dewasa, dan dia akan selalu dibawah ‘asuhan’ lelaki, pelindung, atau pengadilan/aturan islam. Saya tidak menganggap ini sebagai rasa hormat pada wanita tapi sebuah penghinaan pada kewanitaan.

Pernah seorang muslim menjelaskan pada saya bahwa ini karena wanita itu hamil dan mengurus anak; dg demikian kaum lelakilah yang mengurus mereka. Ini kedengarannya ide yang hebat, lelaki mengurus wanitanya sementara si wanita hamil atau mengurus anak.

Tapi, kenapa wanita yang tidak menikah, wanita yang juga tidak hamil, nenek atau wanita lanjut usia harus dibawah ‘asuhan’ seorang pelindung? Tambah lagi, hanya orang dengan penyakit jiwa sajalah yang diatur dibawah asuhan pengadilan. Wanita2 tidaklah gila atau tidak dewasa, dg demikian, mereka tidak perlu dibawah pengawasan pelindung atau diawasi pelindung yg ditunjuk pengadilan.

Menurut Ayatollah Khomeini, pemimpin revolusi islam Iran, islam butuh hakim yang sbb: “orang yang berusia puber, tahu hukum2 islam, adil, tidak amnesia, bukan anak haram dan bukan wanita.”

Dg demikian, wanita tidak dianggap sudah puber utk menjadi hakim bagi yang lain. Ini sebabnya kenapa wanita tidak punya hak untuk memilih dalam banyak negara yang mengaku ‘demokrasi islamik’. Orang gila mana yang menganggap setengah populasi dari negara2 ini tidak boleh terlibat dalam penentuan nasib negara mereka. Tapi masih saja negara2 ini menganggap diri mereka demokratis.

Ini tentu karena banyaknya kontradiksi didalam islam hingga lama sebelum kematian saudariku juga aku telah memilih untuk keluar islam, islam yg saya warisi dari keluargaku. Saya ingin membagi sedikit pengalaman saya disini agar membuat anda tahu kenapa, seperti orang2 lain dalam buku ini, saya keluar dari islam.

Waktu itu, begitu yang diceritakan pada saya, saya baru berumur enam hari, ketika kakek mewariskan agamanya padaku. Dia melakukan itu dengan melantunkan ayat2 al-quran pada telinga saya. Saya yakin hanya itulah kalimat arab yang bisa diucapkan oleh kakek dan mungkin juga dia tidak mengerti artinya. Kami orang iran dan bahasa kami adalah bahasa Persia, mayoritas orang2 Iran, termasuk keluarga saya, tidak bicara arab, bahasanya islam. Bagi muslim, agama itu sama dengan warna mata. Diwariskan. Kau percaya atau tidak itu bukan masalahnya, hanya pastinya itu sesuatu yang lahir bersamamu.

Pendidikan taman kanak2 disekolah religius yang dekat, dimana seorang wanita bernama Kobra menjadi kepala sekolahnya. Saya benci sekolah dan kepala sekolahnya karena selalu kelihatan galak dalam pakaian dan kerudung hitam2nya itu. Dia selalu pakai warna hitam. Tidak suka ketawa, tidak ada musik, tidak ada main – hanya Allah dan Islam. Sekolahnya kotor dan semua yang guru2 lakukan hanyalah membaca Quran dan buku doa. Bahkan diumurku yang kecil, instingku mengatakan bahwa guru2 itu tidak berpendidikan dan tidak bisa baca, sebuah fakta yang belakangan terbukti ketika saya menempatkan Quran secara terbalik, tapi mereka tidak protes dan tetap ‘seakan’ membacanya.

Sebagai anak2 saya cepat belajar sesuatu, betapa bedanya anak lelaki diperlakukan dibanding anak perempuan. Saya ingin naik sepeda roda tiga seperti anak2 lelaki, tapi dibilang tidak boleh. Ketika saya sekolah saya ingin belajar meniup violin, tapi saya dibilang anak perempuan yang baik tidak main instrumen musik. Ketika saya ingin naik kuda, berenang dan aktivitas lain, jawabnya sama.

Dari waktu saya kecil saya belajar pentingnya keperawanan bagi wanita didalam budaya islam. Wanita harus perawan ketika menikah. Sebagai catatan, wanita bisa dinikahkan ketika berumur sembilan tahun. Malah, Khomeini, pemimpin Republik Islam Iran, menyatakan bahwa:

“Saat paling tepat utk menikah bagi wanita adalah jika si wanita mendapat menstruasi pertama dirumah sang suaminya, bukan dirumah ayahnya.”

Saya mengetahui bahwa kutipan kalimat ini aslinya dari Imam Musa Kazem, seorang Imam Shiah. Ini adalah pola pikir dari rejim islam.

Untungnya keluargaku tidak begitu religius; tapi, budaya keluarga dan masyarakat dimana kita tinggal masih religius. Memikirkan menikah dan dikirim kerumah orang asing diumur sembilan tahun membuat saya gemetar ketakutan. Saya pernah melihat ayah seorang gadis yang bekerja pada ibu menikahkan anaknya pada seorang pria beranak tiga, yang anak2nya saja lebih tua dari dia. Dia baru berumur 11 tahun, itu dianggap perawan tua oleh bapaknya.

Juga ada aspek islam lain yang mempengaruhi saya secara pribadi. Saya ingat ketika ayah punya kambing kurban, lalu disembelih dihalaman rumah. Melihat bagaimana binatang malang itu berjuang agar bisa lari dan bagaimana dia merintih dan menggerak2an kakinya setelah lehernya dibelah emmbuat saya membenci dan mengutuk ritual kurban ini.

Malamnya, kakek dari ibu, satu2nya orang religius dikeluarga saya, bercerita tentang Ibrahim dan anaknya Ismail. Bagaimana Tuhan meminta Ibrahim membawa anaknya kesuatu tempat dan menyembelihnya untuk menunjukkan kesetiannya pada Tuhan. Dan ketika dia menempelkan pisau keleher anaknya, dia mendengar suara kambing dan lalu jadi menyembelih kambing sebagai pengganti anaknya. Itu sebabnya kenapa kami menyembelih kambing tadi pagi.

Cerita itu menakutkan saya. Malam2 setelah itu diisi oleh mimpi buruk akan kisah itu. Saya mimpi ayah saya menyembelih saya untuk menunjukkan kesetiaan pada Tuhannya, saya akan terbangung dengan ketakutan dan lalu sadar bahwa saya masih hidup. Akhirnya saya yakin bahwa Tuhan hanya meminta pada LELAKI untuk mengorbankan anak LELAKInya dan bukan anak perempuan. Lagipula ngapain ngorbanin anak perempuan? Secara itu saya bersyukur menjadi perempuan. Kakek dari ibu saya suka mengajar tentang agama islam. Dia suka bilang, “Tuhan itu Besar, tahu segala dan menciptakan manusia serta jagat raya.” Lalu dia meminta saya berdoa dalam bahasa arab:

Saya suka bertanya pada nenek:

“Nek, apa Allah tidak mengerti bahasa Persia?”
“Well, no. Kau musti bicara pada Allah dalam bahasa arab.”
“Tapi kakek bilang Allah yg membuat segalanya. Jika dia yang membuat bahasa Persia, lalu kenapa Dia tidak mengerti?”

Sering mereka terdesak oleh pertanyaan2 semacam itu dan tidak bisa menjawabnya, hingga saya mengabaikan agama dan islam. Ketidaksukaan saya pada agama diperkuat ketika saya mempelajari Syariah di SMA. Yang saya pelajari begitu mempermalukan bagi wanita dan begitu menekan hingga saya jadi benci kenapa telah membaca buku itu.

Saya tidak mengerti kenapa perceraian menjadi hak unilateral bagi pria, atau kenapa wanita harus menyerahkan anak2nya pada keluarga suami jika sang suami menceraikan dia atau sang suami mati. Kenapa wanita mewarisi setengah dari pria dan kenapa pria boleh melakukan apa saja sedang wanita dilarang hak2nya. Kenapa kita selalu harus menunggu kaum pria selesai makan lalu mulai makan dari sisa2 makan mereka. Kenapa tubuhku ini milik orang lain bukannya milik saya pribadi? Jika saya berdiri dipintu depan dan bicara pada tetangga lelakiku, setiap kerabat pria dikeluargaku bertanggung jawab untuk membuatku masuk rumah. Saya merasa jadi tahanan. Malah, satu2nya pria yang boleh diajak bicara adalah yang dipilihkan buat saya.

Tentu saja, salah satu aspek paling menjijikan dari islam bagi saya adalah proses KHASTEGARY (penjodohan) . Dalam proses ini, kaum pria atau kerabatnya akan mencari wanita yang cocok bagi kerabat pria mereka. Setiap anggota keluargaku mengunjungi seorang wanita yang potensial untuk istri paman atau sepupuku, penilaian atau evaluasi mereka akan si wanita itu membuat saya muak. Seakan mereka itu sedang membeli barang saja. Satu hal yang paling penting adalah bentuk fisiknya. Tambahan lagi, harus perawan. Jika keperawanannya ternyata tidak terbukti, orang tua siwanita harus membayar pada mempelai lelaki serta keluarga lelaki tsb semua biaya perkawinan, lalu hari berikutnya pernikahan itu dibatalkan.

Ketika aku remaja di Tehran, saya ikut ke pernikahan kerabat. Mempelai wanita baru berumur 14 tahun. Orang tua mereka begitu khawatir akan keperawanannya hingga mereka nempeelll terus pada pasangan baru ini, sampai kepintu kamar pengantinnya. Mereka lalu masuk dan mengambil seprai yang berdarah, hasil ‘diperkosanya’ anak mereka dan dengan gagah dan bangga memperlihatkan seprai berdarah itu pada orangtua mempelai pria sebagai bukti keperawanan anak mereka. Saya tidak mau diperlakukan demikian dimalam pertama saya.

Begitu banyak hukum2 dalam islam, hingga akan memadamkan semangat orang2 berpendidikan seketika. Tapi tetap saja kita dibertahu bahwa islam itu agama damai. Salah satu hukum ini adalah SIGEK, atau Mut’ah atau perkawinan kontrak, sementara. Saya sebut ini pelacuran religius, pelacuran yang disahkan oleh agama. Pernikahan dalam islam adalah sebuah kontrak antara lelaki dan pelindung sang perempuan utk jangka waktu tertentu. Ini sama saja seperti menyewa gedung atau barang.

Dalam sebuah pernikahan yang permanen, lelaki menikahi wanita utk selama 99 tahun, karena tak ada orang yang bisa hidup lebih lama dari itu. Dalam kenyataannya, kebanyakan suami mati lebih dulu sebelum perioda ini habis, karena mereka menikah diusia akhir 30an atau awal 40an. Wanita yang ‘dilepas’ oleh pelindungnya ketika mereka masih sangat muda, punya kesempatan untuk hidup ‘SENDIRI’ selama sisa hidup mereka. Dalam pernikahan kontrak, lelaki menentukan jangka waktu kontrak nikah tsb. Dia meminta seorang wanita atau pada pelindung wanita tsb apakah mau dinikahi utk jangka waktu tertentu, mulai dari 10 menit sampai sejam, seminggu, atau beberapa bulan dengan imbalan uang sebanyak yang mereka tentukan. Jika si wanita atau pelindungnya setuju dengan kontrak itu, maka mereka jadi menikah dan pernikahan itu otomatis batal jika waktunya telah habis. Dalam kenyataannya, ini adalah cara legal bagi lelaki untuk menikmati tubuh wanita tanpa komitmen jangka panjang.

Hukum Islam yang barbar lainnya adalah MOHALEL. Seorang lelaki membayar seorang lelaki lain utk menikahi ‘Janda Cerai talak tiga’ bekas dia untuk semalam saja, berhubungan seks dengan janda itu lalu esok harinya menceraikannya, agar sang bekas suami ini bisa menikahi kembali istri yang ditalak tiganya itu. Beberapa tahun lalu, salah satu saudara saya menceraikan istrinya, karena marah dia tidak sengaja memberi talak tiga, lalu menyesal dan ingin kembali dengan ‘bekas’ istrinya itu. Tapi, Mullah setempat tidak mau menikahkan mereka kembali kecuali si ‘bekas’ istri menikahi dulu orang lain, ditiduri lalu dicerai, dengan demikian si ‘bekas’ suami ini bisa menikahinya kembali.

Saya ingat betapa KACAU seperti sirkus waktu itu jadinya. Sang bekas suami begitu panik mencari lelaki yang mau menikahi istrinya utk semalam saja. Karena sang ‘bekas’ istri ini seorang wanita yang sangat cantik dari keluarga terkenal, si ‘bekas’ suami ini perlu mendapatkan lelaki yang bisa dia ‘percaya’ agar betul-betul menceraikan keesokan harinya. Jadi akhirnya dia meminta salah seorang pegawai ayahnya untuk menikahi si ‘bekas’ istri. Si ‘bekas’ suami membayar pegawai ini sejumlah uang. Si pegawai menikmati tubuh ‘bekas’ istrinya selama semalam, lalu menceraikan besok harinya dan pasangan ‘bekas’ ini bisa dinikahkan kembali.

Yang mengejutkan saya adalah bahwa tak satupun para wanita dari pihak keluarga punya pikiran tentang akibat dari ‘perkosaan’ satu malam yang dialami sang ‘bekas’ istri.

Mungkin karena mereka semua merasa telah ‘diperkosa’ pada malam pertama oleh ‘orang asing’ karena pernikahan mereka semua diatur, maka ‘diperkosa’ lagi oleh orang asing lain hanya untuk semalam tidak menjadi masalah besar bagi mereka. Malah mungkin mereka berharap diceraikan agar mereka bisa menikahi lelaki lain yang bisa memperlakukan mereka lebih baik dari suami mereka sekarang.

Memikirkan aturan hukum ini, saya merasa sangan menjijikan dan memalukan bagi wanita, kedua-duanya – pertama pernikahan yang diatur, lalu ‘perkosaan semalam’ karena kebutuhan rujuk itu – para wanita sama sekali tidak dilibatkan dalam diskusi atas keputusan yang dibuat, mereka begitu saja dipaksa untuk menerima, menerima ‘diperkosa’ oleh orang asing, pertama karena tekanan dari orang tua mereka, lalu karena ‘tindakan marah dan ketidak sengajaan’ dari suami mereka.

Para pembela muslim akan memberitahu anda bahwa hukum ini ada agar lelaki tidak menceraikan istri mereka dengan talak tiga: sebuah pencegahan perceraian. Dalamislam lelaki punya hak untuk menceraikan (ini saja sudah merupakan pelanggaran HAM wanita), dibawah prosedur berikut:

- Lelaki bisa menceraikan istrinya dengan talak satu lewat perkataan: “saya ceraikan kamu,” dan jika mereka lalu bersamaan kembali, perceraian itu terbatalkan dan mereka bisa menjadi suami istri kembali.
- Lelaki bisa menceraikan istrinya talak dua dengan berkata : “Saya ceraikan kamu, Saya ceraikan kamu” – dan lalu jika mereka melakukan hubungan seks kembali, perceraian itu otomatis terbatalkan dan mereka bisa menjadi suami istri kembali.
- Lelaki bisa menceraikan istrinya talak tiga dengan mengatakan “Saya ceraikan kamu, Saya ceraikan kamu, Saya ceraikan kamu” dihadapan saksi. Lalu, jika ingin kembali rujuk, si istri harus sudah dinikahi dulu oleh lelaki lain dan diceraikannya. Lelaki lain ini dinamakan MOHALEL.

Sering kejadian si MOHALEL ini tidak mau menceraikan si istri keesokan harinya. Dan si ‘bekas’ suami tidak bisa berbuat apa-apa jika itu terjadi.

Saya rasa aturan hukumini barbar dan tidak manusiawi, karena, pertama, perasaan dan hak si wanita tidak diperhatikan dan dia ‘diperkosa’ untuk semalam oleh orang asing. Kedua, gagasan sang suami membayar lelaki lain untuk meniduri istrinya utk semalam sangat menjijikan. Terakhir, Jika si MOHALEL tidak menceraikan siwanita, wanita itu terpaksa menghabiskan sisa hidupnya dalam kesengsaraan (kecuali si MOHALEL kebetulan jauh lebih baik dari bekas suaminya) dan jauh dari anak2 dari suami pertamanya, jika dia punya anak.

Setelah pertunjukan sirkus ini, saya memutuskan tidak mau jadi Muslim; tapi, saya belum punya keberanian untuk meninggalkan agama ini sepenuhnya. Saya meninggalkan Iran dengan Kitab Qur’an kecil disaku dan meninggalkan yang besar dirumah. Meski saya bukan muslim yang rajin, tapi saya masih percaya Alloh dan Nabi Muhammad ketika saya meninggalkan Iran ditahun 1964 utk belajar di Amerika.

Setelah saya belajar bahasa inggris, cukup untuk membaca, saya membaca Quran terjemahan inggris. Saya tidak pernah membaca (dalam arti plus mengerti) Quran. Ketika saya meninggalkan Iran, tidak ada terjemahan Persia atau mungkin saya tidak tahu apakah ada terjemahan Persia atau tidak. Saya baca ayat2 Quran dalam bahasa inggris. Saya kaget akan surah2 itu, terutama Surah AL AHZAB, dimana katanya Tuhan berkata pada Muhammad:

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu” (33.59).

Masalahnya adalah sejauh itukah wanita harus menutupi dirinya? Dan lagipula, kenapa demikian? Apakah harta wanita itu ada dibawah pusar atau didalam kepalanya? Cara muslim2 bertindak dikeluarga dan tetangga saya membuat saya mengerti bahwa harta wanita itu ada dalam keperawanannya sebelum menikah dan vaginanya setelah menikah. Saya menolak itu. Lalu saya baca lagi Quran serta buku2 lain, dan setelah membaca semua itu saya yakin bahwa agama ini akan menghancurkan kemampuan manusia untuk berpikir dan bertindak sesuai akalnya. Saya membuat daftar ayat2 itu:

[2.223] Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki.

[4.34] Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka.

Aku berdiri dipinggiran neraka dan kulihat mayoritas penghuni neraka adalah wanita. Nabi Muhammad (Sahih Bukhari, Sahih Muslim Volume 4, Book 54, No.464)

Lebih baik berkubang dalam kotoran babi daripada menyalami tangan wanita. Ulama Islam di Indonesia.

Surga wanita ada dikaki suaminya.

Wanita hanya boleh terkena matahari tiga kali dalam hidupnya. Ketika lahir, ketika menikah dan ketika mati.

Belakangan dalam risetku akan islam, saya mengetahui akan pernikahan sang Nabi dengan istri pertamanya, nabi berumur 24 tahun dan istrinya 16 tahun lebih tua. Istrinya, Khadijah, seorang kaya, janda dua kali cerai yang melamar Muhammad. Lalu setelah Khadijah mati diumur 72 th, ketika nabi berumur 53 tahun dia menikahi bocah wanita Aisha berumur 7 tahun. Melakukan seks dengan bocah itu ketika ia berumur 9 tahun, dan mengumumkannya sebagai Ibu semua Muslim ketika nabi meninggal, dan Aisha baru berumur 18 tahun, ia tidak boleh menikah lagi seumur hidupnya.

Pada 8 sampai 10 tahun terakhir kehidupannya, Muhammad menikahi sekitar 15 sampai 46 wanita. Para pembela muslim bilang bahwa wanita2 ini semuanya janda dan kesusahan, tidak ada yang menolong hingga sang nabi menolong mereka dengan menikahinya, dengan perintah Allah. Saya melihat alasan ini sangat memuakkan. Aisha, yang dinikahi Muhammad ketika berumur 7 tahun, masih anak2, dan ayahnya baru jadi muslim cuma beberapa tahun saja sebelum dia lahir.

Zainab menikah dengan anak angkat sang nabi dan cukup bahagia, sampai Muhammad meminta dengan ‘halus’ pada Zaid untuk menceraikan Zainab agar sang nabi bisa menikahinya sendiri. Agar mendapat persetujuan dari suku Quraish, karena menikahi istri anak sendiri termasuk aib, Muhammad membawa-bawa ijin Allahnya, dia bilang “seorang muslim tidak boleh mengangkat anak”, dengan demikian Zain menjadi bukan anaknya, meski sebelumnya telah dia angkat anak sebelum menjadi nabi, dan dg demikian sah pulalah dia untuk menikahi Zainab. Itulah alasan utama kenapa Adopsi dilarang islam. Tambahan, Rayhanah adalah seorang istri yang sangat cantik, suaminya dipancung oleh nabi bandit ini dan dia dinikahi pada hari yang sama. Wanita-wanita ini bukanlah janda, jika jandapun karena dibuat jadi janda oleh Muhammad. Tentu saja mereka butuh orang utk mengurus mereka, apalagi setelah orang yang mengurus mereka dibunuh.

Ketika kubaca kisah2 tsb, perasaanku langsung meledak. Bagaimana bisa begitu banyak orang didunia ini mengikuti seorang penganiaya dan penista wanita? Bagaimana bisa kakekku menjadikan aku muslim ketika berumur enam hari demi mengikuti seorang bajingan kriminal ini? Lalu aku menyimpulkan bahwa kakekku tidak tahu tentang ini. Atau, jikapun dia tahu, dia menerima karena dibesarkan oleh budaya barbar itu sendiri dan tidak tahu mana yang benar mana yang salah.

Ketika anakku lahir, aku tidak memberinya agama apapun. Saya tidak memberinya pendidikan religius tentang Allah dan nabinya. Malah, saya tidak menyunat anakku itu. Imanku pada tuhan terkikis pada 1 April 1979, seiring dengan pendirian Pemerintahan Tuhan Republik Islamik Iran, tanah kelahiranku – ketika negara ini mengalami kemunduran kejaman kegelapan karena pendirian hukum syariah. Para wanitalah yang menjadi korban penganiayaan pertama. Lebih dari 130 tahun perjuangan dinihilkan oleh pemimpin religius jaman barbar. Terlucuti hak2 konstitusionalnya, para wanita secara sosial direndahkan menjadi warganegara kelas kambing.

Bulan Maret 1979, Khomeini menetapkan hijab (jilbab) sebagai sebuah perlambang perjuangan melawan imperialisme dan kerusakan. Dia menyatakan bahwa “Wanita tidak boleh masuk kenegara Islamik Iran dengan kepala tidak tertutupi. Mereka boleh terus bekerja asal mereka pakai jilbab” (Kayhan, Maret 1979).

Mentri Pendidikan menetapkan gaya dan warna dari pakaian bagi wanita pelajar, hitam, lurus dan tertutup dari kepala sampai ujung kaki bagi wanita diatas umur 6 tahun. Untuk menekan perlawanan dari wanita akan aturan ini, pemerintah mendirikan unit khusus yang melakukan patroli untuk mengawasi apakah para wanita taat pada aturan ini atau tidak, dijalan-jalan, tempat umum, dll.

Pemerintahan Islam ini bahkan bertindak lebih jauh lagi. Selama 28 tahun terakhir, kondisi wanita sangatlah banyak menurun. Tapi, meski banyaknya siksaan (cambuk, rajam, tahan dan pemisahan), wanita2 Iran tidak kehilangan semangat perjuangan mereka.

Dibawah aturan islam, hukum perlindungan keluarga digantikan. Poligami ditetapkan. Republik Islam secara penuh mendukung praktek poligami. Pernikahan Mut’a (kontrak, sementara) disahkan. Hasilnya, lelaki bisa menikahi empat istri ‘permanen’ dan sebanyak mungkin istri ‘kontrak’.

Kebanyakan orang Eropa punya gendak. Untuk apa kita menahan insting manusiawi? Ayam jago saja memuaskan nafsunya pada beberapa ayam betina, kuda jantan pada beberapa kuda betina. Wanita punya saat-saat dimana tidak bisa digauli sementara lelaki setiap saat bisa aktif.
- Ayatollah Ghomi, Le Monde, 20 Januari 1979.

Tugas khusus wanita dalam masyarakat adalah menikah dan melahirkan anak. Mereka dilarang ikut serta dalam karir legislatif, hukum atau karir apapun yang membutuhkan ‘pembuatan keputusan’, karena wanita kurang pintar, tidak punya kemampuan intelektual dan karir2 tsb membutuhkan kepintaran ini.
- Ayatollah Mutahar (salah seorang ideolog utama di Republik Islam Iran) dalam tulisannya “The Question of Veil” kesaksian pria sama dengan 2 kesaksian wanita?

Menurut klausa hukum nomor 33 dan 91, qisas (Aturan ganti rugi islam), nilai kesaksian seorang wanita dianggap berharga setengah dari kesaksian satu pria. Menurut Hukum Pidana Islam yang dipraktekan di rejim Iran sekarang ini, “seorang wanita berharga setengah dari seorang pria.”

Menurut klausa nomor 6, “Jika seorang wanita membunuh seorang pria, keluarga pria punya hak utk mendapatkan sejumlah uang yang dibayarkan sebagai kompensasi dari terbunuhnya kerabat tsb, sebaliknya, jika seorang pria membunuh seorang wanita, pembunuh tsb harus membayar uang darah sebanyak setengah dari yang ditetapkan jika ia membunuh pria, dibayarkan pada pelindung wanita tsb.”
Th 1991, Jaksa Penuntut Umum Iran menyatakan bahwa “siapapun yang menolak prinsip jilbab adalah orang murtad dan dihukum sebagai orang murtad dibawah Hukum Islam, yaitu MATI!.”

Wanita2 yg dihukum mati tidak akan dihukum selama mereka masih perawan. Jadi mereka secara sistematis diperkosa terlebih dahulu sebelum hukuman mati itu dijalankan.
Sementara, sebuah laporan dari Perwakilan Khusus Komisi HAM PBB di Republik Islam Iran, th. 1992 menyatakan:

Memperkosa tawanan wanita, khususnya perawan, yang dituduh menentang rejim, adalah sebuah praktek sehari-hari yang normal di tempat tahanan Republik Islam, dan dengan melakukan itu, para ulama menyatakan bahwa mereka mengacu pada kebaikan dari hukum dan prinsip islam, mencegah seorang perawan masuk surga. Para Mullah percaya bahwa wanita perawan akan masuk surga jika meninggal, dan para wanita terhukum yang nista ini tidak pantas masuk surga, maka mereka diperkosa terlebih dahulu agar mereka yakin para wanita nista itu masuk neraka.”

Bukti lain dari perlakuan terhadap wanita ini dinyatakan dalam artikel 115 konstitusi Islamik yang jelas2 menyatakan bahwa Presiden negara ini harus dipilih dari kaum pria yang berdedikasi dan takut Allah; ini artinya seorang wanita bukan saja tidak bisa jadi presiden tapi juga tidak punya hak untuk menjadi Valiat-e-Faghih (pemimpin spiritual) atau posisi pemimpin dalam sebuah negara muslim.

Wanita2 Iran tidak boleh menikahi orang asing kecuali mereka punya ijin tertulis dari Mentri Dalam Negri. Kementerian Dalam Negeri Dirjen Urusan Kewarganegaraan dan Immigran, Ahmad Hosseini, menyatakan pada 30 Maret 1991: “Pernikahan antara wanita iran dan orang asing akan menciptakan banyak masalah bagi wnaita dan anak2 mereka dikemudian hari, karena pernikahan ini tidak secara hukum diakui. Pendaftaran religius akan pernikahan demikian tidak akan dianggap sebagai dokumentasi yang cukup utk memberikan pelayanan hukum bagi keluarga ini.” Juga, “Wanita yang sudah menikah tidak boleh bepergian keluar negeri tanpa ijin tertulis dari suami mereka.”
____________ _____
Para Muslim tidaklah bodoh. Mereka bisa melihat bahwa Islam adalah salah. Mereka tahu ayat2 Quran bertentangan satu sama lain. Mereka tahu Islam bertentangan dengan kecerdasan manusia dan tidak masuk akal, tapi mereka begitu terjebak di dalamnya sehingga mereka tidak bisa meninggalkannya. Mereka memaksa diri mereka untuk percaya, karena tanpa itu, mereka bagaikan tersesat.
- Ali Sina

Kamis, 07 Oktober 2010

Obama: Mengapa Saya Kristen

ALBUQUERQUE, KOMPAS.com Sebuah acara yang dirancang untuk diskusi mengenai masalah perekonomian berubah menjadi acara yang membahas masalah pribadi, Selasa (28/9/2010). Hal itu terjadi ketika seorang perempuan menanyakan kepada Presiden AS Barack Obama tentang iman Kristen dan pandangannya terhadap aborsi.

Pertanyaan itu mencuat pada sebuah pertemuan bergaya balai kota di halaman sebuah rumah di Albuquerque, AS, sebagai bagian dari pendekatan publik Obama untuk menjelaskan kebijakannya dan dalam rangka kampanye Partai Demokrat untuk pemilu kongres pada November mendatang.



Setelah sebuah survei terbaru menunjukkan bahwa hanya sepertiga dari orang Amerika yang dengan benar mengidentifikasi Obama sebagai seorang Kristen, Presiden memberikan tanggapan pribadi, sebagai orang dewasa, dalam percakapan itu. Ia juga memaparkan tentang bagaimana tugas pelayanan publiknya menjadi bagian dari praktik imannya.

"Saya seorang Kristen karena pilihan," kata Obama memulai jawabannya, dengan tetap berdiri di bawah terik matahari, ketika ditanya mengapa ia menjadi seorang Kristen. "Saya memeluk iman Kristen belakangan, dan itu karena ajaran Yesus Kristus yang berbicara kepada saya tentang kehidupan yang ingin saya lakoni," kata Obama seperti dikutip CNN. "Menjadi pelindung bagi saudara dan saudari saya. Memperlakukan orang lain sebagaimana mereka akan memperlakukan saya. Dan saya pikir, juga memahami itu, bahwa Yesus Kristus wafat untuk dosa-dosa saya, berbicara dengan kerendahan hati bahwa kita semua harus berlaku sebagai manusia."

Ia melanjutkan, "Manusia penuh dosa dan makhluk tak sempurna yang membuat kesalahan dan memperoleh keselamatan melalui kasih karunia Allah." Ia menambahkan, "Kita juga dapat melihat Tuhan pada sosok orang lain dan melakukan hal terbaik kita untuk membantu mereka menemukan kasih karunia mereka sendiri."

"Jadi, itulah yang berusaha saya lakukan," kata Obama. "Itu yang saya panjatkan dalam doa untuk saya lakukan setiap hari. Saya pikir tugas pelayanan publik saya adalah bagian dari upaya itu, untuk mengungkapkan iman Kristen saya."

Pada saat yang sama, Obama menekankan keyakinannya bahwa kebebasan beragama adalah bagian dari kekuatan penting Amerika Serikat. "Ini merupakan sebuah negara yang masih didominasi Kristen, tapi kita punya orang-orang Yahudi, Muslim, Hindu, ateis, agnostik, Buddha dan lain-lain," katanya. Ia menambahkan, "Jalan rahmat mereka (warga non-Kristen) adalah salah satu yang kita harus hargai dan hormati sebagaimana keyakinan kita sendiri, dan itulah yang menjadikan negara ini seperti apa adanya saat ini."

Penanya yang sama juga menanyakan tentang peraturan aborsi dini dan aborsi saat usia kandungan sudah tua, yang menjadi isu politis dalam perdebatan aborsi. Obama menjawab, aborsi harus menjadi sesuatu yang "aman, legal, dan langka" di Amerika. Ia pun menambahkan bahwa keluargalah, bukan pemerintah, yang harus membuat keputusan tentang hal itu.

Pada tanggal 19 September, Obama secara terbuka menghadiri kebaktian di gereja untuk pertama kalinya dalam hampir enam bulan sejak keluarga itu bergabung dengan kebaktian pada pukul 09.00 di Gereja St John Lafayette Square, sebuah kongregasi Episkopal yang terletak sekitar satu blok dari Gedung Putih. Keluarga itu duduk beberapa baris dari altar, di antara sekitar 40 anggota jemaat.

Sebagai informasi, sebuah survei yang dilakukan pada akhir Juli dan awal Agustus oleh Pew Forum tentang Agama dan Kehidupan Publik menunjukkan, hampir satu dari lima orang Amerika percaya bahwa Obama seorang Muslim. Angka itu naik dari sekitar satu dari 10 orang Amerika yang mengatakan ia Muslim pada tahun lalu. Jumlah orang Amerika yang menyatakan ragu-ragu tentang agama sang Presiden jauh lebih besar dan terus bertumbuh, termasuk di antara basis politik Obama. Sebagai contoh, kurang dari setengah dari pendukung Demokrat dan Afrika-Amerika saat ini mengatakan, Obama seorang Kristen.

Menurut survei Pew yang dirilis bulan lalu, sebagian besar dari mereka yang berpikir Obama seorang Muslim adalah pendukung Republik. Namun, jumlah kelompok independen yang percaya dia Muslim telah berkembang secara signifikan, dari 10 persen tahun lalu menjadi 18 persen pada musim panas ini. Pada Maret 2009, 36 persen orang Afrika-Amerika mengatakan, mereka tidak tahu apa agama Obama. Sekarang, 46 persen warga Afrika-Amerika mengatakan mereka tidak tahu.

Selasa, 05 Oktober 2010

KESAKSIAN SEORANG DUKUN : YESUS ADALAH JALAN, KEBENARAN DAN HIDUP

Salam dalam Kasih Tuhan kita Yesus Kristus,

KESAKSIAN-KISAH NYATA

DR. dr.. RM. Tedjo Oedono Oepomo.

Saat ini beliau berprofesi sebagai dosen Fakultas Kedokteran UGM, Bagian THT. Dan berjemaat di Gereja Yerusalem Baru, Yogyakarta.

Ilmu Hitam dan Ilmu Putih vs Kebenaran

Keluarga Dukun Keraton

Aku dilahirkan di dalam lingkungan keluarga keraton. Dan keluargaku adalah trah keluarga dukun keraton. Sejak kecil aku sangat mengagumi ilmu-ilmu kadigdayan gaib yang dimiliki oleh para sesepuh keluarga.

Kakekku memiliki ilmu yang sangat tinggi. Ia bisa menghilang. Bahkan hadir di empat tempat yang berbeda dalam waktu yang bersamaan. Beliau juga mampu menyembuhkan berbagai penyakit dengan tenaga gaibnya. Pamanku juga sangat tinggi ilmunya.



Di lingkungan keraton, sejak usia sekolah dasar aku mendapatkan guru-guru khusus. Mereka mengajarkan tentang berbagai ilmu agama dan falsafah Jawa. Salah satunya adalah ilmu kebatinan. Aku sangat tertarik dan tekun mempelajari ilmu-ilmu ini. Selain kekagumanku pada misteri keajaibannya, melalui ilmu-ilmu ini aku juga ingin hidup mendekatkan diri pada Tuhan yang Maha Kuasa.

Ilmu-ilmu Perdukunan

Di dalam ilmu perdukunan dan kebatinan dikenal adanya empat tingkatan. Yaitu tingkat kasantosan, kadigdayan, kawijayan dan kasampurnan.

Kasantosan berarti menguasai berbagai ilmu dasar seperti mendapatkan dan memelihara jimat-jimat, ilmu kekebalan dan gendam. Kadigdayan, selain menguasai ilmu dasar, juga menguasai ilmu yang lebih tinggi lagi. Seperti ilmu santet, ilmu terawang. Berikutnya adalah kawijayan. Di tingkat ini seseorang akan memiliki kemampuan rogoh sukma dan transfer roh-roh. Sedang kasampurnan adalah tingkatan tertinggi dalam ilmu perdukunan. Orang itu menyatu dengan roh yang dia ikuti dan ini kekuatannya sangat tinggi sebanding dengan roh yang dia ikuti itu.

Untuk mendapatkan ilmu-ilmu ini, tidaklah mudah jalan dan caranya. Berbagai-bagai syarat dan ritual harus dijalani dengan berbagai resikonya. Banyak yang gugur sebagai murid perdukunan dan tidak sedikit yang menjadi gila. Karena sulitnya itu, aku menganggap inilah jalan “Tuhan” yang sejati.

Menjadi Murid dan Guru

Minatku belajar okultisme atau ilmu perdukunan makin bergairah dan aku termasuk seorang anak yang dianggap sangat berbakat. Hal ini tidak mengherankan. Karena sejak dalam kandungan aku telah di “doa” kan oleh kedua orang tuaku dan para sesepuh keluarga. Dengan harapan, aku kelak menjadi orang yang memiliki kadigdayan atau memiliki kemampuan yang tinggi dalam ilmu kabatinan.

Berbagai ilmu telah aku kuasai sejak masa kecilku, diantaranya ilmu santet, ilmu pellet, ilmu terawang, ilmu gendam, telepati atau ilmu sirep, kekebalan dan lain-lain. Oleh sebab itu, aku menjadi anak yang sangat popular, disegani dan ditakuti di lingkunganku pada waktu itu. Inilah yang menjadi akar dari adanya rasa kesombongan dalam diri seseorang yang belajar ilmu kebatinan. Diakui atau tidak diakui, ia akan merasa lebih
super daripada manusia-manusia lainnya, demikian juga keadaanku pada waktu itu.

Selain menjadi murid, aku juga seorang guru. Aku mengajarkan ilmu kebatinan ini kepada murid-muridku sendiri. Dan murid-mu itu rata-rata umurnya lebih tua dari aku bahkan ada orang-orang yang sudah lanjut usia. Waktu itu aku masih duduk di kelas 5 SD, namun secara ilmu aku dianggap lebih tua. Dan ini terus berlangsung sampai aku dewasa dan kuliah di fakultas kedokteran.

Mempraktekkan Ilmu

Bagi seseorang yang telah mendapatkan ilmu, mempraktekkan ilmunya adalah sesuatu kebanggaan dan kepuasan tersendiri. Waktu kecil aku telah mempraktekkan ilmu santetku. Suatu hari aku dikecewakan dan dicaci maki oleh seseorang penjahit pakaian. Karena tidak terima atas perlakuannya ini, maka aku santet orang itu.

Yaitu dengan menempatkan seekor kodok dalam baskom yang berair. Melalui mulut kodok itu aku masukan satu balon udara kedalam perutnya dengan ujung balon menjulur keluar. Aku meditasi dengan membaca mantra-mantra sambil memandang foto orang itu, balon aku tiup, maka perut kodok itu menjadi menggelembung. Kemudian aku ikat dan aku lepaskan kodok itu di baskon tadi. Di rumahnya, penjahit itu tiba-tiba perutnya menggelembung dan merasakan kesakitan. Dia telah kena ilmu santetku. Dia keluar masuk rumah sakit sampai uangnya habis tapi penyakitnya tidak ditemukan dan tidak sembuh-sembuh. Kemudian dia pergi ke seorang dukun.

Dukun itu memberitahu si penjahit agar datang ke rumah seorang anak yang pernah dia caci maki untuk minta maaf. Karena anak kecil itu adalah seorang dukun. Ketika penjahit itu datang dan minta maaf. Mudah saja bagiku menyembuhkan orang itu, aku cabut balon itu dari katak dan orang itupun sembuh. Itulah keasyikannya.

Ilmu lain yang juga aku praktekkan adalah ilmu gendam. Jika aku ingin makan durian, aku tidak perlu membelinya. Aku datangi saja penjual duren. Kemudian aku tepuk orang itu, maka dia akan memberikan duren-duren yang aku minta tanpa membayar. Nanti kalau aku sudah pergi, penjual itu akan kebingungan karena beberapa durennya tidak ada. Kemudian dia sadar bahwa dia telah kena tipu dengan menggunakan ilmu gendam, istilah umumnya adalah ilmu tepuk.

Aku juga punya ilmu untuk menebak nomor buntutan. Tinggal siapa yang membayar lebih banyak. Bandarnya atau pembelinya. Karena bagiku mudah saja menebak nomor yang akan keluar. Dari sini aku bisa mendapatkan uang banyak sekali. Maka sejak kecil aku menjadi tidak menghormati dan meremehkan orang tua, karena sudah bias mencari uang sendiri. Bahkan bisa mengambil uang yang disimpan orang tua di almari besi yang terkunci. Karena aku punya tuyul-tuyul. Tinggal memerintahkan tuyul itu untuk mengambil uang.

Dari sini seharusnya sudah dapat aku sadari, sebenarnya siapa yang aku ikuti. Namun karena terpesona dengan kemampuan-kemampuan gaib itu, maka hati menjadi tertutup dan tidak mau menanyakan lagi siapa sebenarnya dibalik ilmu-ilmu itu.

Keluar Dari Ilmu Hitam

Dengan seringnya mempraktekan ilmu gendam dan beberapa ilmu lainnya, lama-lama timbul kesadaran dalam diri. Aku ini dari keluarga terhormat dan bapakku adalah seorang professor di perguruan tinggi terkenal dan tokoh masyarakat. Sebagai anaknya perasaanku menjadi tidak enak dengan perbuatan-perbuatan ku itu. Kemudian aku keluar dari perguruan ilmu hitam masuk ke perguruan ilmu putih.

Di dalam perguruan ilmu putih ini, aku harus mengalami pelepasan terhadap ilmu-ilmu hitam yang aku miliki. Inilah keanehannya, aku belajar pada sumber yang sama, tetapi harus kelepasan ketika mengmbil jurusan berbeda.
Sebenarnya sumber dari dua ilmu ini adalah sama, yaitu dunia roh-roh. Maka pada keadaan tertentu seseorang itu bisa menyandang ilmu hitam sekaligus ilmu putih. Dia bisa menyembuhkan seseorang tapi juga bisa mencelakai seseorang dengan ilmu santetnya. Perbedaan yang nyata adalah pelajaran diperguruan ilmu putih ini adalah hal-hal kebaikan, kesabaran dan ketekunan.

Juga hal-hal untuk saling mengasihi, mengasuh dan mengasah diantara para murid perguruan sangat dijunjung tinggi. Disini tidak ada pertunjukan untuk pamer kekuatan, atau pamer kadigdayan. Semua dipakai untuk kebaikan, untuk kesembuhan sesamanya. Sehingga kami merasa makin mantap bahwa inilah jalan Tuhan itu. Di tempat ini aku merasa menemukan yang kucari selama ini, yaitu mendekatkan diri pada Tuhan yang sejati dan Tuhan yang benar.

Karena jalannya memang benar-benar sulit. Untuk naik satu tingkat saja, butuh perjuangan yang sangat keras dan waktu yang lama, dengan berbagai syarat dan ritual. Di perguruan ini, aku sampai pada tingkat kawijayan. Ditingkat ini aku bisa bercakap-cakap dengan roh-roh yang aku panggil. Juga menguasai ilmu transfer roh. Yaitu bisa membuat orang gila menjadi waras atau orang waras dijadikan gila dengan cara mengirim dan mengambil roh dari seseorang. Aku juga menguasai ilmu terawang roh. Bisa menebak keadaan seseorang dengan memandang orang itu. Juga ilmu rogoh sukmo. Dengan duduk semedi ke kamar, aku bisa melihat keadaan dan keramaian kota. Dan berbagai ilmu aku dapatkan, sehingga aku merasa benar-benar diatas manusia normal. Maka sering disebut sebagai paranormal.

Dan akupun dicalonkan menjadi pengganti kepala dukun. Disini aku semakin merasa menjadi manusia super dan memandang remeh agama dan Tuhan.
Pendapatku waktu itu, apa itu agama? Hanya omong ini omong itu saja, tapi tak ada apa-apanya. Sedangkan di perdukunan kami bisa mendapatkan apa yang kami inginkan dengan kuasa gaib dan itu nyata. Aku menganggap Tuhannya agama-agama itu tuhan yang palsu. Sedang tuhan yang aku ikuti itu tuhan yang sejati!

Peristiwa Di Atas Gunung

Suatu hari kami sepakat berlima untuk mengadakan semedi di atas gunung “Selo Kemloso”. Gunung yang terletak di antara Gunung Merapi, Gunung Turgo dan Gunung Plawangan di Jawa Tengah. Beberapa hari kami telah berhasil semedi dan dialog dengan roh-roh yang kami inginkan. Kami merasa senang sekali tapi juga merasakan perut lapar. Kemudian malam itu kami berlima kembali sepakat berdoa mohon kepada “Tuhan” yang maha kuasa itu, untuk mendapatkan makanan dan minuman. Ajaib sekali, tiba-tiba di depan kami tersaji lima piring nasi lengkap dengan lauk pauk dan minumannya. Wah kami merasa senang luar biasa. Berarti tidak perlu masak, bisa menikmati makanan yang lezat.

Kemudian pagi harinya kami turun dari gunung untuk pulang kembali ke kota. Ketika kami tiba di sebuah kampong di lereng gunung, kami melewati sebuah rumah. Sepertinya tadi malam baru saja diadakan pesta perkawinan. Pagi itu, mereka telah selesai menghitung piring-piring untuk dikembalikan.
Mereka bingung mencari piring dan gelas yang hilang masing-masing sebanyak lima buah. Sudah dicari-cari tapi tidak juga ketemu. Betapa kagetnya kami, ternyata piring dan gelas yang hilang itu persis dengan piring dan gelas yang kami pakai untuk makan di atas gunung dan jumlahnya lima buah. Hari itu, perasaanku benar-benar terpukul. Bagaimana bisa “tuhan” yang aku sembah dan aku ikuti dengan susah payah, ternyata “mencuri” makanan. Berarti “tuhan” ku itu pencuri. Hatiku benar-benar hancur. Keinginan untuk mendekatkan diri pada Tuhan yang benar dan sejati, ternyata salah alamat.

Beberapa peristiwa beruntun sangat mengguncang hatiku. Salah satu guruku yang berilmu tinggi telah menceburkan diri ke dalam sumur dan mati. Dan itu sebagai tumbal bagi ilmu yang dia punyai. Kematian paman ini mulai menggores kesadaranku akan jalan yang aku tempuh selama ini. Teman seperguruan kakekku yang juga berilmu sangat tinggi, menjelang kematiannya sekujur tubuhnya membusuk dan bentuknya seperti monster. Berbagai penyakit yang pernah ia sembuhkan seakan semua ikut menempel ke dalam tubuhnya. Mengerikan sekali, satu bulan lebih didoakan baru bisa meninggal dunia.

Aku melihat nasib kakekku yang seperti itu, aku sendiri menjadi sangat ngeri dan takut. Seorang yang sakti luar biasa, akhir hidupnya kok sangat mengenaskan. Sedangkan mereka adalah orang-orang yang sangat aku kagumi sejak masa kecil.

Maka aku menemui guruku. Tiba di padepokan aku melihat mimik wajah guru nampak sangat sedih. Dan beliau mengatakan bahwa hari Jumat minggu depan ia akan meninggal dunia. Luar biasa bisa tahu hari kematiannya. Tetapi mengapa beliau sangat bersedih? Beliau mengungkapkan kesedihannya, karena tidak tahu bagaimana nasibnya setelah kematiannya. Inipun membuat aku semakin terpukul. Guru saja tidak tahu nasibnya setelah kematiannya, apalagi aku. Dan waktu aku Tanya kepada roh-roh yang selama ini mengaku sebagai utusan Tuhan, mereka tidak mau menjawab apa yang terjadi setelah kematian. Aku merasa benar-benar tertipu.

Ditaklukan Oleh Penjual Bakmi

Tujuan hidupku tiba-tiba gelap gulita. Kekagumanku pada para sesepuh yang berilmu tinggi rontok karena akhir hidup mereka. Dan “tuhan” yang aku ikuti ternyata mencuri makanan. Ilmu yang aku miliki dengan roh-roh gaibnya tidak mampu member jawaban tentang kehidupan setelah kematian.

Jalan terang yang aku inginkan ternyata ujungnya menuju maut. Aku benar-benar frustasi, kubuang jimat-jimat, dan aku putuskan, jika Tuhan yang sejati itu sulit dicari, maka aku akan menjadi orang atheis, tidak percaya pada Tuhan lagi. Ditengah kebingungan dan kegalauan hati, aku tumpahkan dengan naik sepeda mengelilingi kota tanpa tujuan yang pasti. Dua hari dua malam aku bersepeda untuk menumpahkan segala kekecewaan hatiku. Sampai di suatu tempat, aku berhenti di warung bakmi pinggir jalan untuk makan bakmi rebus. Waktu penjual itu menghidangkan bakmi, dia bertanya “Bapak sedang mencari kebenaran ya?”

Aku sangat terkejut dengan pertanyaan penjual bakmi ini. Biasanya akulah yang tahu dan bisa menebak persoalan orang lain, tetapi mengapa penjual bakmi ini malah bisa mengetahui keadaan hatiku? Dan ketika aku terawang dia, ilmuku tidak bisa menembus untuk “melihat” keadaan dia. Dilihat secara nalar, penjual bakmi ini tidak ada keistimewaan apa-apa. Dia hanyalah seorang tua setengah baya, kurus dan keturunan cina. Ternyata dia seorang Kristen.

Waktu itu aku tidak tahu kalau orang Kristen yang sungguh-sungguh di dalam Tuhan, dalam dirinya ada Roh Allah. Sehingga tidak tembus di terawang dan juga tidak mempan disantet.

Dia memberiku sebuah kitab Injil untuk dibaca. Dia bilang dari buku ini aku bisa menemukan apa yang aku cari. Karena aku merasa kalah, maka aku terima apa yang dia berikan.

Tersingkap

Aku baca dan teliti kitab itu dengan seksama. Sebelumnya aku tidak pernah dan tidak boleh membaca buku Injil. Karena dianggap itu bukunya orang kafir, kitab palsu. Sekarang alasan itu malah membuat aku makin penasaran, mengapa kok tidak boleh membacanya.

Setelah aku baca buku Injil itu, aku menemukan satu nama yang luar biasa, yaitu nama Yesus Kristus. Pribadi ini berkata “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” (Yohanes 14:16a). Selama ini yang aku terima hanyalah petunjuk jalan atau yang menunjukan ada jalan kepada Allah yang sejati. Dan ketika aku ikuti ternyata tidak bisa menemukan jalan itu. Disuruh ini itu, tirakat ini itu, melakukan ini itu tapi jalan ini bukan makin terang malah makin gelap dan akhirnya tanpa jawaban yang pasti.

Tetapi pribadi Yesus berkata: Akulah Jalan! Akulah Kebenaran! Akulah Hidup! Bagiku ini suatu pernyataan yang luar biasa. Dia tidak menunjuk pada sesuatu. Tetapi Dia menunjukan diri-Nya? Itulah jalan dan kebenaran dan Hidup kekal.

Siapakah pribadi ini yang berani mengatakan seperti itu? Belum pernah aku membaca atau mendengar seorang tokoh dunia sehebat apapun yang berani mengatakan seperti itu. Siapa pribadi ini, yang oleh orang Kristen dianggap sebagai Tuhannya? Dulu aku hanya mendengar tentang Yesus yang banyak melakukan mujizat. Maka aku menyebutnya sebagai dukun Israel . Tapi kali ini aku membaca langsung kisahNya. Makin aku baca makin penasaran dibuatnya. Bahkan tentang kematian, Yesus memberi jawaban yang pasti:
“Akulah kebangkitan dan hidup; barang siapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepadaKu, tidak akan mati selama-lamanya? .” (Yohanes 11:25,26).

Jaminan kehidupan kekal bagi orang yang percaya kepada-Nya. Guruku tidak bisa menjawab, roh-roh yang aku ikuti tidak memberikan jawaban. Kakekku dan pamanku selain tidak punya jawaban juga akhir hidupnya sanggat mengenaskan.

Tetapi dari buku Injil ini, menyingkap dan member jawaban apa yang menjadi kebutuhan dan pertanyaan manusia yang menacri Tuhan yang hidup dan yang sejati. Dan buku Injil mengungkapkan bahwa Yesus adalah Tuhan. Firman Allah yang menjelma menjadi manusia. Hidup di bumi sebagai manusia Allah untuk menyatakan kasih Allah akan dunia ini, menyatakan kuasanya, bahkan rela mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Bukan mati untuk dikubur selamanya.

Tetapi tiga hari bangkit kembali dan naik ke surga. Dan dari surga mengkaruniakan Roh Kudus yaitu Roh Yesus Kristus itu sendiri kepada setiap orang yang mau percaya kepada-Nya. Luar biasa, inilah yang disebut tingkat kasampurnan dalam ilmu perdukunan, yaitu menyatunya roh manusia dengan roh “Tuhan”.

Dengan Roh itu manusia menjadi ciptaan baru, menjadi memiliki hayat kekal Allah, memiliki hidup yang kekal, luar biasa. Ini benar-benar kasampurnan atau sempurna, menyatunya roh manusia dengan Roh Allah. Dan jalan-Nya begitu mudah, yaitu hanya percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya. Bagiku ini suatu yang sangat mustika. Dua bulan aku mendalami buku Injil dan membandingkannya dengan buku-buku kebatinan lainnya. Dalam kepercayaan Jawa diyakini akan datangnya Sang Ratu Adil.

Dan jika seseorang menjadi pengikut ratu adil, dia akan dikatakan menjadi orang yang “Sekti tanpa aji” artinya sakti tanpa harus membawa atau mempunya ajian atau jimat-jimat. Jika seseorang masih mengandalkan jimat, atau memegang jimat-jimat berarti orang itu belum ketemu dengan Sang Ratu Adil yang sesungguhnya.

Di buku Injil dikatakan seseorang yang percaya kepada Yesus Kristus, akan menerima Roh Kudus yaitu Roh Allah “Barang siapa mengaku bahwa Yesus adalah anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah” (1 Yohanes 4:15).

Maka orang Kristen yang sungguh-sungguh di dalam Tuhan, dalam dirinya ada Roh Allah. Dia tidak membutuhkan jimat untuk menangkal santet dan tenung.

Karena dalam diri orang Kristen yang sungguh-sungguh di dalam Tuhan, dalam dirinya ada Roh Allah. Dan tidak ada orang yang mampu melawan Allah. Maka dapat dikatakan orang yang percaya Yesus menjadi orang yang sekti tanpa aji. Berarti Yeus inilah yang dimaksud sebagai Sang Ratu Adil dalam kepercayaan Jawa. Secara teori buku Injil memang lebih meyakinkan aku. Dan aku menerima kebenaran ini, tapi tetap sebagai teori.

Bertanya Kepada Roh Bima

Seperti yang dikatakan oleh penjual bakmi, aku akan menemukan kebenaran jika aku membaca buku Injil. Tetapi aku tidak bisa begitu saja menerima kebenaran dari buku itu. Meskipun itulah yang aku cari. Dan aku juga tidak mau lagi bertanya kepada manusia. Karena aku merasa diapusi terus atau tertipu terus oleh orang-orang.

Dan satu hal yang aku dapatkan di perguruan ilmu putih, roh-roh putih kalau ditanya maka dia akan menjawab. Hanya kalau ditanya tentang akhir kehidupan manusia atau kehidupan setelah kematian, roh putih tidak pernah mau menjawab, atau mengatakan keadaan yang sesungguhnya.

Waktu itu aku masih percaya bahwa roh putih tidak akan berbohong. Karena sudah mencapai tingkat ilmu kawijayan, maka aku bisa berdialog dengan roh-roh. Aku semedi untuk berkontak dengan roh yang menamakan dirinya roh Bima. Bima adalah nama tokoh dalam wayang Jawa. Dalam ilmu kebatinan, roh-roh ini mempunyai nama tokoh tertentu sesuai dengan kekuatan roh itu. Biasanya nama tokoh sejarah ataupun tokoh pewayangan. Roh Bima inilah yang selama ini aku ikuti dan yang memberikan kekuatan gaib padaku.

Dua hal aku tanyakan pada roh Bima ini. Satu, apakah isi kitab Injil itu benar adanya? Dan yang kedua, siapa Yesus Kristus itu?
Jawaban yang aku dapat dari Roh Bima adalah:
Isi kitab Injil Benar Adanya. Jawaban ini sesuai dengan yang tertulis di surat Efesus 1:13 “karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu? .” Jadi Injil adalah firman kebenaran.
Yesus Kristus Adalah Roh Yang Paling Kuat Di Dunia dan Di Akherat.

Jawaban ini seperti yang tertulis di surat 1 Yohanes 4:4b

sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” Dan ini sesuai dengan dikatakan Yesus seperti yang tertulis di Injil Matius 28:18 “Yesus mendekati mereka dan berkata: Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.”

Jawaban ini membuatku tidak bisa berdalih lagi. Mau tidak mau aku harus percaya pada Injil dan juga pada Yesus Kristus.. Karena berdasarkan pengalamanku selama ini roh putih tidak pernah membohongiku. Dan juga ketika aku membaca Injil dengan seksama, aku mendapatkan kebenaran-kebenaran yang selama ini tersembunyi bagiku.

Injil adalah kebenaran dari Allah. Yesus Kristus adalah Tuhan. Yesus adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada orang yang bisa sampai pada Allah yang benar dan sejati (Bapa) tanpa melalui nama Yesus Kristus.
“Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.” Yohanes 14:6, hanya nama Yesus Kristus inilah yang diberikan kepada manusia yang oleh-Nya, manusia dapat diselamatkan “dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Yesus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan”, (Kisah Para Rasul 4:12)

Lumpuh

Setelah mendapatkan jawaban dari roh itu. Maka aku menjadi mantap dan pasti. Nama Yesus itulah yang harus aku ikuti! Maka aku minta kepada roh Bima untuk aku dapat berkontak dengan Roh Yesus Kristus. Biasanya jika aku ingin kontak dengan roh-roh yang aku inginkan, maka roh Bima akan melayani dengan baik. Jika aku ingin bertemu dengan roh Nyai Roro Kidul pun akan dikabulkan. Dengan semedi di Pantai Selatan, maka roh Nyai Roro Kidul akan muncul, sehingga aku bisa melihat dan berkontak dengan roh itu. Namun permintaanku untuk dapat kontak dengan Roh Yesus Kristus ditolak mentah-mentah, bahkan dihalang-halangi.

Sekarang aku bisa mengerti mengapa roh Bima menolak untuk aku bisa kontak dengan Roh Yesus Kristus. Memang roh itu tidak berbohong dalam memberi jawaban atas pertanyaanku. Tetapi jika berkaitan dengan keselamatan dan kehidupan kekal dia menolak bahkan menghalangi seseorang untuk mendapatkan keselamatan. Inilah tipu daya atau dusta iblis. Dia memberikan kesaktian tetapi dia menjauhkan manusia dari keselamatan kekal. Seperti yang tertulis di Injil Yohanes 8:44 “Iblislah yang menjadi bapamu?.ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab didalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.”

Karena roh Bima ini menghalang-halangi aku untuk bisa berkontak dengan Roh Yesus Kristus yang adalah jalan kebenaran dan kehidupan ini, aku menjadi makin penasaran. Berarti roh ini bukan roh utusan Tuhan, sebagaimana dia mengaku selama ini. Melalui buku Injil yang aku baca, aku menjadi paham bahwa roh yang aku selama ini adalah roh-roh gelap, roh setan. Dan seperti yang aku baca dalam kitab Injil tentang mengusir setan-setan: “tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku.” ? Markus 16:17.

Maka aku lakukan saja, aku mencoba berdoa mengusir roh Bima dalam nama Tuhan Yesus. Saya katakan “Seperti yang ditulis dalam buku Injil, aku usir roh Bima dalam nama TUhan Yesus Kristus! Aku usir roh Bima dalam nama Tuhan Yesus Kristus! Amin!

Ajaib sekali, aku merasakan roh Bima itu meninggalkan tubuhku. Seperti hembusan angin segar datang dan menyapu debu-debu dalam diriku. Roh Bima itu pergi dan tidak pernah kembali lagi. Aku mendapatkan damai sejahtera yang luar biasa yang belum pernah aku rasakan.

Selama berada dalam perguruan kebatinan aku belum pernah mendapatkan damai sejahtera yang seperti itu, bahkan sebaliknya lebih banyak kecemasan dan ketakutan dalam batin. Jika dibandingkan seperti bumi dengan langit.
“sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah?” Roma 8: 15.

Dalam dunia ilmu kebatinan, manakala kita mendapatkan ilmu tertentu, kita merasa senang. Tapi dibalik itu, akan begitu banyak hal yang menakutkan yang membuat hati tidak tenang. Ada banyak pantangan-pantangan yang tidak boleh kita langgar.

Jika kita melanggar maka kita akan celaka atau mati. Inilah roh perbudakan. Belum lagi adanya ancaman lawan dari perguruan yang lain. Kita setiap saat bisa diserang oleh orang lain yang ilmunya lebih tinggi dari kita, dan kita bisa celaka. Seperti pengalamanku bersama seorang teman, ketika mendapat tugas dari guru kami untuk mengambil pusaka di daerah Madiun.Di dalam bis ditengah perjalanan tiba-tiba teman sebelahku muntahdarah dan mati. Itu berarti kami mendapat serangan dan temanku kena. Kamipun batal pergi ke Madiun.

Hal ini menimbulkan beban dan kecemasan dalam kehidupan sehari-hari. Itulah yang kami dapat dari ilmu kebatinan, yaitu kecemasan dan ketakutan. Saat roh Bima meninggalkan tubuh, aku seperti mendapatkan aliran roh yang baru. Saat itu aku belum tahu bahwa itulah Roh Kudus, Roh Yesus Kristus sendiri. Namun pada waktu yang bersamaan aku juga merasakan bahwa semua kekuatan ilmu-ilmuku telah lumpuh total. Aku tidak lagi mempunyai kemampuan paranormal, tidak lagi kebal, ilmu terawang, ilmu santet dan ilmu-ilmu yang lain telah hilang semua. Aku menjadi manusia biasa lagi.

Beberapa waktu aku merasakan suatu kegalauan dalam pikiranku. Namun pengalaman damai sejahtera itu tidak mudah dilupakan. Bahkan menjadikan kegairahan baru untuk terus dan tetap mengikuti jalan Tuhan yang hidup dan yang sejati. Yaitu Yesus Kristus Tuhan. Aku mantap mengikuti nama itu.

Sesungguhnya kebutuhan manusia yang utama dan terutama adalah keselamatan jiwanya dan bukan kesaktian. Apa gunanya seseorang memperoleh kesaktian yang luar biasa dalam dunia ini, namun tidak mendapatkan keselamatan hidup di alam kekekalan. Seperti tertuls di Injil Matius 16: 26 “apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?”

Okultisme dan Iman Kristen

Setelah mengikuti jalan Tuhan, aku mendapatkan terang dari firman Tuhan..

Di dunia ini hanya ada dua sumber kekuatan gaib, yaitu dari Tuhan atau dari Setan! Tidak ada sumber yang lain. Apapun istilahnya: ilmu hitam, putih atau abu-abu hanya ada dua sumber, dari Tuhan yang benar atau dari setan! Kenali siapa yang anda ikuti! “demikian kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah.” ? 1 Yohanes 4: 2, 3a.

Hanya di dalam Tuhan Yesus, kita ada pada tingkat kasampurnan atau sempurna. Karena siapa saja yang percaya kepada Yesus, maka Roh Allah akan menyatu dalam dirinya. Menerima Roh Allah berarti lahir menjadi anak-anak Allah. “tetapi semua orang yang menerima-Nya (Yesus Kristus) diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama Yesus Kristus: orang-orang yang diperanakan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani,?melainkan dari Allah” ? Yohanes 1:12, 13. “kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: ya Abba, ya Bapa!” ? Roma 8: 15b “tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu Roh dengan Dia” – 1 Korintus 6:17

Roh Yesus Kristus itulah Roh yang paling kuat. Tidak mempan santet dan tidak ada yang mampu mengalahkan. Itu juga diakui oleh orang-orang yang berada dalam ilmu perdukunan. Mereka tidak mampu melawan Roh Kudus yang berada di dalam diri orang Kristen yang betul-betul hidup di dalam Tuhan.
“kamu berasal dari Allah, anak-anak Ku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia.”

Di dalam dunia ini ada roh-roh yang ingin disembah oleh manusia. Dialah roh-roh gelap, yang menipu manusia dalam berbagai bentuk dan istilah. Ilmu hitam, ilmu putih, arwah orang mati dll. Semua itu sebenarnya hanyalah manifestasi dari iblis untuk menipu manusia supaya takluk dan takut pada roh-roh dunia ini. Dan ujungnya menuju maut yaitu kematian kekal di neraka. Itulah tujuan iblis menyesatkan manusia. Sungguh mengerikan. “pencuri (iblis) datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan” ? Yohanes 10: 10a.

“kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging (manusia), tetapi melawan?penghulu- penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat diudara” ? Efesus 6:11, 12.

“ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” ? Amsal 14: 12.

Orang yang percaya Tuhan Yesus, diberi kuasa untuk mengusir setan dengan segala atributnya dan menjadi orang-orang yang bebas dari belenggu kuasa gelap. Hanya nama Yesus yang berkuasa di surga dan di bumi.

“Yesus mendekati mereka dan berkata: kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.” ? Matius 28:18

“Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku,” ? Markus 16:17a

Bagi saudara-saudara yang selama ini berhubungan dengan kuasa-kuasa gelap, aku menasehati dengan segala kerendahan hati, bertobatlah dan tinggalkan jalanmu itu. Kamu sedang ditipu! Percaya dan terimalah Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatmu. Ia akan membebaskanmu dari kegelapan, mengampuni dosa-dosamu dan memberikanmu hayat kekal-Nya, untuk kehidupan kekal.

“Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: Akulah terang dunia; barangsiapa mengikuti Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” ? Yohanes 6:12

“Aku (Yesus) datang supaya kamu mempunyai hidup kekal dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” ? Yohanes 10: 10b

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan mensucikan kita dari segala kejahatan.” ? 1 Yohanes 1:9

“dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu.” ? Yohanes 10:28

Bagi orang-orang Kristen yang setengah-setengah, anda adalah makanan empuk untuk dipermainkan oleh Iblis. Jadilah kuat oleh firman Tuhan. “Tunduklah kepada Allah dan lawanlah Iblis, maka Ia akan lari daripadamu.” – Yakobus 4:7

“sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh,” ? 1 Petrus 5:8, 9a.

Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” ? Kisah Para Rasul 2:38.

“sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. ” ? Roma 10:9-10.

Demikianlah kesaksianku. Masih banyak perkara yang tidak kutuliskan disini.. Namun yang pasti hanya di dalam pribadi Yesus Kristus, kita dapat mencapai tujuan iman kita. Yaitu keselamatan jiwa di dunia dan di akherat.

Amin.

Minggu, 03 Oktober 2010

Muslim Ragu Mulai Murtad

DOUBTING MUSLIM (MUSLIM RAGU)

Hello, Aku adalah orang yang beralih memeluk agama Islam. Aku tidak sholat teratur beberapa bulan terakhir ini. Aku dihormati oleh sejumlah masyarakat Muslim, karena mereka bangga bisa mengIslamkan diriku. Tapi mereka tidak tahu bahwa aku meragukan Islam dan tidak beribadah lagi. Sudah dua kali aku tidak melakukan sholat Jum’at (tampaknya seperti yang dikatakan hadis kemunafikan sudah merasuk hatiku)… Aku bingung sekarang siapa diriku sebenarnya dan apa yang kulakukan jika aku tidak percaya Islam lagi (aku meragukan Allah yang ingin aku berjihad dengannya melawan Israel). Muslim adalah identitasku sepenuhnya, dan hidupku dibentuk dan terpusat pada Islam. Dulu aku meninggalkan temank2u, atau mungkin mereka yang meninggalkanku, sebelum aku masuk Islam. Tapi kawan2 Muslilmku yang sekarang terbelakang tingkat intelektualitasnya.

Sekarang aku bagaikan berada di perbatasan. Ada banyak hal2 yang baik dalam Islam… tapi kebanyakan Muslim itu bodoh. Memang sesama Muslim saling menerima dengan baik, ada persaudaraan dan ramah tamah sesama Muslim… Tapi aku tercengang melihat kebodohan Muslim dalam doktrin agama dan masalah2 dunia (terorisme, heboh boneka teddy bear yang diberi nama Muhammad, menghukum korban2 perkosaan, membunuh biarawan2 hanya gara2 kartun Muhammad..)

Aku berulang-kali menulis ulang kesaksianku ini, aku tidak yakin bagaimana tepatnya mengutarakan hal ini dan apa yang harus kukatakan.

Aku berusaha bergabung dengan forum2 muslim moderat, tapi rasanya mereka terlalu suci dan tidak cukup kritis; tapi aku juga merasa islamofobi (orang2 anti-Islam) terlalu negatif, seringkali berbohong karena benci… Jika kebenaran memang nyata, serangan mereka pada Islam akan lebih berhasil jika tidak disertai kebencian untuk membimbing Muslim meninggalkan Islam dengan cara pemberitahuan keterangan yang benar dan dengan rasa belas kasih.

Aku telah melihat beberapa orang yang penuh kebencian di sini, tapi beberapa yang lain adalah ex-muslim yang tulus…

Aku tidak tahu apakah aku siap mengumumkan diriku sebagai atheis… Aku masih banyak terpengaruh paham2 Islam.

Saudara perempuanku mualaf pula, dan dia pun sudah mengutarakan keraguannya akan Islam padaku, tapi masih mencoba menjadi Muslimah yang baik… Ibu kami adalah yang pertama memeluk Islam di keluarga kami ketika saya dan saudaraku masih remaja. Ibuku baru2 ini meninggal sebagai Muslimah.

Aku merasa sangat berdosa karena meragukan Islam, sedangkan ibuku tetap jadi Muslimah sampai di hari wafatnya.

Aku tidak tahu bagaimana jati diriku tanpa Islam. Rasanya hanya gelarku saja yang Muslim. Aku tidak ingin kehilangan kawan2ku atau keluargaku, tapi aku pun tidak mau jadi munafik.

Aku hanya ingin mencari siapa diriku sebenarnya. Aku akan menghargai semua pertolongan dan nasehat yang tulus.

-lost87

Jawaban Ali Sina pada Lost87:

Dear Lost87

Selamat datang di FFI. Kau tidak tersasar, kok. Apa yang kau rasakan sekarang nantinya juga akan hilang. Hal ini sangat wajar dan kami semua pun mengalaminya. Ada beberapa tahap perasaan yang dialami Muslim murtad dalam perubahan dari beriman menuju pencerahan (murtad). Tahap pertama adalah penyangkalan. Lalu shock, bingung, rasa bersalah, depresi, marah, dan akhirnya memaafkan dan kemerdekaan. Kau bisa saja mengalami beberapa tahap ini atau bisa juga semua tahap. Hal ini merupakan proses yang normal.

Juga, tidak ada hal baik apapun dalam Islam. Islam hanyalah kebohongan dan penipuan. Saat ini kau sukar untuk melihatnya. Jika kau meninggalkan Islam cukup jauh, maka kau bisa melihat bahwa Islam tidak punya apapun yang baik untuk ditawarkan. Juga sebenarnya Muslim tidak bodoh, meskipun mereka memang mengucapkan hal2 yang bodoh. Aku heran melihat bagaimana Muslim datang ke forum ini dan mengatakan hal yang paling konyol, tapi begitu mereka meninggalkan Islam, tiba2 saja mereka jadi cerdas dan seketika akan tampak pula nalar yang jelas dalam tulisan2 mereka. Percaya atau tidak, bahkan bahasa Inggris mereka pun bertambah baik dan mereka mulai mengutarakan pikirannya dengan teratur.

Cobalah bina kembali hubungan dengan kawan2 lamamu. Tempatkan pengalamanmu jadi Muslim dalam masa lalu hidupmu dan kau mungkin malah bisa menjadi pelita untuk membimbing Muslim lain. Para murtadin adalah penolong Muslim yang terbaik. Persenjatai dirimu dengan banyak pengetahuan dan ikutlah dalam debat2 internet. Begitu kau bebas dari Islam, kau akan jauh lebih bahagia dari yang pernah kau bayangkan. Ini adalah kebahagiaan yang muncul dari pengertian. Apa yang sedang kau alami sekarang akan berlalu. Bacalah artikel2 di bagian muka. Artikel2 itu akan banyak menolongmu.

Memang benar Islam merampok jati diri seseorang dan hal ini membuatmu dirimu kosong, sehingga Islam bisa menguasainya. Sekarang karena kau meragukan Islam, kau merasa hampa. Tapi tak lama kemudian dirimu akan dipenuhi dengan pengetahuan dan kau pun akan menemukan jati dirimu yang sebenarnya. Kami semua mengalami pengalaman ini. Kau tidak perlu merasa sendirian.

Semoga kau mengalami yang terbaik bagi dirimu.

Jumat, 01 Oktober 2010

Raja Petra dari Malaysia Murtad

Buah dari Pohon Beracun akan Beracun Pula
Oleh Raja Petra

Rabu, 19 Desember 2007

Mereka mengatakan hanya Islam saja agama yang baik, sedangkan agama2 lain adalah jelek. Mereka yang tidak beragama apapun alias atheis adalah orang yang paling jelek. Tapi umat agama terbaik justru menginginkan Pemerintah melakukan hal2 jahat. Hal ini sangat menggangguku tanpa henti. Bagaimana mungkin agama yang baik malah membuat umatnya ingin berbuat jahat?

Malaysia bisa berbangga diri karena apapun perayaan agama yang berlangsung, beraneka kelompok2 etnik akan datang bersama untuk menghormati perayaan itu, demikian ditulis di koran utama yang mengutip perkataan Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi. Abdullah berkata festival2 agama yang dirayakan di Malaysia berperan menjadi jembatan perantara dan perekat umat antar agama dan ras yang terdapat di negera itu.

Malaysia, katanya, diberkati karena orang2 tidak hanya punya rasa hormat tinggi pada agama2 umat lain, tapi karena adanya berbagai perayaan agama oleh berbagai bagian masyarakat. Abdullah juga berkata bahwa orang2 Malaysia tidak pernah gagal menunjukkan rasa hormat terhadap satu sama lain dan sudah jadi kebiasaan bagi kebanyakan orang untuk menawarkan bantuan dan uluran tangan dalam menyelenggarakan perayaan2 agama, meskipun mereka tidak termasuk dari ras yang sama.

“Perayaan agama, termasuk Hari Raya, merupakan hari di mana kita mendapat kesempatan mengunjungi rekan2 kita dan memperkuat ikatan sebagai orang2 Malaysia sejati. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengutamakan kehendak baik dan pengertian terhadap satu sama lain, termasuk dalam hal agama, yang merupakan hal yang sensitif,” kata Abdullah.

Apakah kau menyadari bagaimana para politikus dan agamawan – terutama politikus yang berkedok sebagai orang relijius – selalu mengatakan satu hal lain pada non-Muslim dan hal yang berbeda pada Muslim? Jika ras2 India dan China mulai menunjukkan tanda2 ketidakpuasan, para politikus ini akan mulai bicara tentang toleransi multi rasial, multi budaya dan berbagai tetek bengek lainnya. Tapi kepada pirsawan ras Melayu dan Muslim, jika mereka yakin kalau ras non-Melayu atau non-Muslim tidak sedang menguping, mereka mulai bicara tentang ‘musuh’ Melayu dan memperingatkan kita bahwa kafir tidak boleh dipercaya dan tidak boleh dianggap sebagai teman karena mereka merupakan musuh Islam sejak lebih dari seribu tahun.

Tayangan umum TV di mana para tokoh politik dan relijius mengibaskan keris bukanlah hal yang penting. Penonton non-Melayu memang direncanakan untuk melihat hal itu. Para politikus ini tahu betul di mana kamera TV dan apa yang harus mereka katakan dan lalukan dalam acara live itu, yang ditonton pemirsa dari ruang TV rumah mereka. Tapi para tokoh politik dan relijius berkata lain di belakang pintu tertutup. Apa yang dikatakan mereka mestinya bahkan sanggup membuat Perdana Menteri Malaysia pertama, sang Bapa Merdeka Tengku Abdul Rahman, yang di masa pemerintahannya dituduh sebagai orang yang berpihak pada ras China, bangkit dari kuburnya. Memang sang Tengku disingkirkan karena terlalu memberi banyak peluang kepada ras China. Tapi justru di jaman sang Tengku inilah Malaysia itu mengalami masa2 paling damai, sampai terjadi masa sekarang di mana orang punya ide cemerlang mempersatukan ras Melayu di bawah agama Islam.

Dapatkah aku katakan dengan berani bahwa di masa pemerintahan Tengku inilah kaum Melayu tidak terlalu bersikap relijius? Tidak satupun pejabat senior negara yang tidak memiliki bar yang penuh dengan stok bir, brandy, whisky, dan anggur yang membuat pub lain iri. Itu terjadi di jaman Merdeka di mana kau bisa menikmati kaki2 indah para wanita Malaysia, ketika mode rok mini masih ngetop. Miss Malaysia biasanya adalah gadis muda cantik yang pakai bikini, dan gadis2 China dan India juga diberi kesempatan tampil – sampai gadis2 Pan-Asia juga muncul. Lalu muncul pula gadis2 Indo. Hidup Pan-Asian!

Lima puluh tahun berlalu dan kita merayakan kemerdekaan kita yang kelimapuluh. Saat ini orang2 Melayu sudah jadi jauh lebih relijius. Tiada lagi bar2 di rumah2 Melayu. Tentara juga tidak toast anggur, tapi diganti jadi air sirup. Malah tindakan melakukan toast juga dicela sebagai kebarat-baratan. Kau tidak bisa lagi mabuk dengan minum satu kaleng bir NAFI seharga 50 sen. Kau harus bayar RM 15 segelas bir di pub dan kebanyakan orang2 Malaysia tidak mampu membeli dua lusin kaleng bir.

Tapi ini semua baik. Masyarakat Melayu telah meninggalkan jaman jahiliyah mereka. Masyarakat Melayu sekarang lebih Islami. Mereka juga tidak boleh lagi merayakan Natal atau mengucapkan Kong Hee Fatt Choy pada masyarakat China atau mengucapkan Happy Deepavali pada masyarakat India karena semua ini bertentangan dengan ajaran Islam. Karena itu, mengapak PM Abdullah Ahmad Badawi mengatakan hal di paragraf atas, seperti yang diumumkan di media2 kabar utama? Apakah dia tidak tahu apa yang diucapkannya bertentangan dengan ajaran Islam, setidaknya begitu yang disampaikan para Muslim taat pada kita? Apakah ini salah satu kasus ngomong sesuatu pada non-Muslim dan ngomong sesuatu yang lain lagi pada Muslim? Aku menentang politik bicara seperti ini. Kau harus mengarang-ngarang ucapanmu agar cocok bagi pemirsa tertentu. Yang diucapkan Abdullah adalah untuk konsumsi telinga non-Melayu, dan bukan bagi para Melayu.

Peribahasa mengatakan bahwa setiap orang mengalami tahap2 perubahan tertentu dalam hidupnya; dan aku pun tidak terkecuali mengalami hal ini pula. Jika aku harus menyarikan tahap2 perubahan dalam hidupku, aku akan membagi hidupku dalam tiga bagian. Bagian pertama, 27 tahun pertama hidupku, adalah aku sebagai seorang Melayu (dan juga Muslim) yang hidup dalam keadaan jahil. Di masa ini, aku tidak sholat, tidak pernah sedetik pun berpikir tentang Tuhan, aku minum bir, main kartu Gin Rummy, dan melakukan dosa apapun yang bisa kau bayangkan. Tapi aku tidak makan babi sama sekali. Entah kenapa, sampai sekarang pun aku tidak tahu alasannya.

Ketika mencapai usia 27 atau 28 tahun, aku tiba2 saja melihat ‘terang’ dan ‘lahir-kembali’ menjadi Muslim. Aku biasa mengatakan pada rekan2mku bahwa aku tidak terlahir sebagai Muslim tapi masuk Islam di usia 27 tahun. Sejak masa itu, aku ngebut belajar segala hal yang tidak kuketahui tentang Islam selama 27 tahun hidupku. Aku pergi ke Mekah lebih dari 10 kali, dua kali ibadah Haji, dan lainnya untuk Umrah. Aku belajar baca Qur’an dan dalam waktu beberapa minggu saja sudah sanggup melafalkannya dengan sangat fasih bagaikan orang yang belajar Qur’an sejak usia lima tahun. Bahkan Guru Tok-ku juga sangat kagum. Dia mengatakan biasanya dibutuhkan beberapa bulan bahkan bertahun-tahun bagi orang dewasa yang otaknya beku untuk membaca Qur’an. Aku sanggup melakukan semua itu dalam waktu hanya beberapa minggu saja. Aku beli semua sembilan volume tafsir Qur’an oleh Hamka dan sembilan volume Hadis Bukhari, ditambah kitab Imam Ghazali yang terus kubaca berulang kali sampai aku hafal semuanya.

Semua ini terjadi sebelum Revolusi Islam Iran dan aku jadi fanatik Muslim. Dalam perjalananku pertama ke Mekah untuk menunaikan ibadah Haji, aku bergabung dalam demonstrasi Iran anti-Saudi dan dengan bangga membawa poster Imam Khomeini tinggi2 di atas kepalaku. Aku ingin Pemerintah Saudi digulingkan dan dua kota suci Mekah dan Medinah dipimpin oleh koalasi Islam internasional seperti kota Vatican. Saat itu aku berusia 30 tahun lebih sedikit dan sangat percaya pada revolusi Islam sampai ke akar.

Aku jadi Pemimpin empat mesjid lokal dan berusaha ‘memerdekakan’ semua mesjid dari kontrol Pemerintah. Aku membantu mengumpulkan dana untuk membangun mesjid2 independen sebanyak mungkin sehingga Departmen Agama tidak ikut campur dalam pengelolaan mesjid2 ini. Sebagian dari kalian mungkin masih ingat kejadia dua imam dari Negara Bagian Trengganu di masa itu. Datuk Yusuf, yang adalah kepala Bagian Spesial Trengganu (KCK), memilihku dan membawaku untuk bertemu dengan Menteri Besar Trengganu agar mereka bisa ‘merehabilitasi’ diriku. Mereka sebenarnya ingin aku ditahan di bawah undang2 Internal Security Act tapi tidak bisa melakukan hal ini karena sungkan dengan emak sepupuku yang adalah Teungku Ampuan Trengganu. Tengku Ampuan Trengganu adalah saudara perempuan dari Sultan Trengganu yang bernama Agong. Karena hubungan keluarga ini, mereka memperlakukan diriku dengan lembut.

Ya, memang aku menjadi problem bagi UMNO Trengganu dan mereka ingin memenjarakan diriku, tapi ‘kekebalan hukum’ istana mencegah mereka melakukan hal itu. Akhirnya aku meninggalkan Trengganu dan ini menyelesaikan banyak masalah. Lima tahun kemudian, Trengganu jatuh di bawah pimpinan PAS.

Begitulah ringkasan singkat bagian 27 tahun kedua kehidupanku. Sekarang aku berada di bagian ketiga, yang adalah 27 tahun ketiga kehidupanku. Tentu saja aku tidak yakin pasti bisa hidup 27 tahun lagi dan jika ini terjadi tentunya aku berusia 81 tahun. Memang tidak diragukan lagi bahwa Tun Dr. Mahathir sangat sehat dan aktif di usia lebih dari 81 tahun. Tapi Tun kan tidak merokok, tidak tidur jam 3 pagi, tidak tidur hanya 5 jam setiap hari, hati2 dalam menjaga makanannya, dll. Aku sih sebaliknya dari Tun, jadi aku tidak yakin bisa berharap hidup selama dia.

Tapi bukan itu masalahnya. Tidak peduli apakah bagian ketiga ini akan berlangsung selama 27 tahun atau tidak, bukan itu yang aku ingin bicarakan di sini. Yang kuingin sampaikan adalah apa yang kualami di bagian ketiga ini.

Seperti yang telah kukatakan, bagian 27 tahun pertama adalah masa jahil, dan bagian 27 tahun kedua adalah masa Revolusi Islam. Bagian ketiga merupakan bagian mempertanyakan dan keraguan yang menimbulkan munculnya masa kecewa dalam diriku.

Aku menerima kenyataan bahwa aku adalah seperti satu diantara domba2 yang tersesat di bagian pertama. Lalu aku mengira menemukan kebenaran dan melihat terang di bagian kedua. Tapi sekarang di bagian tiga, aku mulai mempertanyakan kebenaran itu sendiri. Aku mulai meragukan apakah Islam itu memang kebenaran yang dulu kumengerti. Aku mulai tidak percaya pada apa yang dulu aku mengerti sebagai kebenaran.

Agama itu bertujuan bagi kebaikan, tidak hanya agama Islam, tapi agama apapun. Aku kira aku menemukan agama di bagian kedua hidupku. Tapi jika agama itu baik, maka mengapa orang2 relijius justru jahat? Mengapa jika aku bertemu orang2 yang tidak relijius atau bahkan atheis, aku menemukan orang2 yang baik? Dan mengapa jika aku bertemu dengan orang2 relijius kolot justru aku melihat orang jahat dalam diri mereka? Ya, memang hal inilah yang terus-menerus mengganggu diriku di masa ketiga kehidupanku. Jika agama itu baik, maka tentunya orang beragama itu adalah orang yang baik pula dan orang tak beragama atau atheis adalah orang yang jahat. Tapi mengapa yang terjadi justru sebaliknya? Dan hal ini tidak hanya berlaku bagi Muslim saja.

Aku memberikan ceramah kepada sekelompok orang UMNO yang pro-Abdullah Ahmad Badawi beberapa minggu yang lalu. Dari antara pengunjung, terdapat satu orang yang bisa kusebut sebagai orang yang sangat amat relijius. Ketika aku menyatakan bahwa korupsi itu jahat dan kita harus menentangnya, dia menjawab bahwa korupsi itu tidak apa2. Aku lalu berdebat dengannya dengan mengatakan bahwa Islam mengatakan bahwa korupsi adalah riba’ dan terdapat 80 tingkatan Riba’ dan dosa dalam tingkatan terendah adalah sama besarnya dengan dosa ngeseks dengan orangtua sendiri. Dia setuju akan hal ini dan berkata hal itu merupakan perkataan Muhammad dalam hadis.

Aku kaget. Orang di hadapanku adalah orang yang relijius. Dia lalu berkhotbah padaku bahwa sistem Pemerintahan sekuler Malaysia sekarang harus ditolak demi ditegakannya sistem Islam. Dia menyalakan negara Malaysia yang menolak Islam dan lebih memilih pemerintahan sekuler dibandingkan Sharia Islam yang ditentukan oleh Muhammad. Tapi korupsi sih oke-oke saja, katanya.

Jika seorang Muslim saja meninggalkan Islam dan jadi Hindu, Kristen, atau Budha, maka sudah jadi kewajiban semua Muslim untuk melawannya dengan kekerasan. Murtad itu dilarang dan hukuman yang telah ditetapkan adalah mati. Para Muslim perlu ribut turun ke jalan dan membakar gedung2 dan membunuh orang2 jika ada Muslim yang murtad. Bunuh murtadin bukanlah tindakan kekerasan atau ekstrim. Tindakan pembunuhan murtadin bukanlah ancaman bagi keamanan negara, tapi ini merupakan tindakan membela muka Islam. Tapi jika kau berdemonstrasi damai ke istana Agong atau Parlemen untuk menyerahkan Memorandum, maka hal ini haruslah dilarang. Polisi harus menangkapmu, memukulimu, dan pemimpinnya harus ditangkap tanpa proses pengadilan di bawah UU Internal Security Acts. Inilah yang diminta Islam terhadap Muslim dan ini merupakan kewajiban.

Silakan tanya pemimpin Melayu Islam. Tanya imam manapun di mesjid. Tanya Mufti manapun. Tanya pejabat Departmen Agama manapun. Tanya siapapun dari Pusat Islam. Tiada yang menentang bahwa demonstrasi damai harus ditindas dengan keras dan pelakunya ditahan tanpa proses pengadilan di bawah UU Internal Security Act. Dan para pejabat dan tokoh2 agama Islam itu juga tidak akan menentang bahwa tindakan murtad harus ditangani dengan kekerasan, kalau perlu dengan jalan melakukan kekacauan, bakar gedung2, dan bunuh orang2 untuk membela muka Islam.

Kebanyakan polisi Malaysia adalah Muslim, dan mereka bertindak penuh kekerasan terhadap para pelaku demonstrasi damai. Kebanyakan pejabat negara adalah Muslim, dan mereka pun menindas pelaku demonstrasi damai. Mereka mengatakan mereka harus melakukan hal itu karena begitulah yang diinginkan Islam. Tapi jika kau menghina Islam atau mencoba murtad, maka kau harus siap menerima hukuman berat. Semua hal ini adalah untuk membela Islam. Korupsi sih bukan masalah. Meniup saat Pemilu juga tidak jadi masalah. Penyalahgunaan kekuasaan juga tidak apa2. Mencuri dana masyarakat juga tidak jadi masalah. Mengabaikan hak2 azasimu juga tidak apa2. Menggunakan media utama untuk berbohong juga tidak apa2. Mengancam ras non-Melayu juga tidak apa2. Penindasan juga tidak apa2. Menangkap orang tanpa proses pengadilan juga tidak apa2. Menyiksa tawanan jika tidak apa2. Pokoknya jangan menghina Islam atau coba2 murtad dari Islam. Hal ini sangat terlarang dan penggunaan kekerasan untuk mencegah ini tidak apa2 pula.

Aku bertemu dengan orang2 relijius dan aku melihat mereka itu jahat. Aku bertemu orang2 sekuler dan atheis dan aku melihat mereka itu baik. Bagaimana mungkin agama itu baik jika umatnya jahat? Bagaimana mungkin agama itu datang dari Tuhan jika hasil agama itu adalah orang2 yang jahat? Ya, hal inilah yang menggangguku di bagian ketiga 27 tahun hidupku.

Semakin rajin orang sholat, semakin jahat dia. Orang2 yang tidak sholat justru adalah orang2 yang baik. Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi? Pejabat2 polisi sholat. Para pejabat negara juga melakukan sholat. Tapi mereka justru jahat. Mestinya ada sesuatu yang sangat salah dari kegiatan sholat ini. Apakah ini berarti agama itu ternyata merupakan suatu kebohongan belaka? Bagaimana mungkin agama itu baik jika orang2 yang melaksanakan agama justru jadi jahat?

Tentu saja aku sudah sering mendengar komentar lama: Agamanya sih baik, tapi justru orang2 yang jahat karena tidak mengikuti ajaran agama yang sebenarnya. Tapi mengapa kok bisa begitu? Komentar seperti itu tidak menjawab masalah. Mengapa justru orang2 yang sangat relijius menjadi orang2 yang jahat? Bukankah agama seharusnya membimbing kita untuk jadi baik? Jika agama ternyata gagal membimbing kita untuk jadi manusia baik, maka tentunya agamanya yang salah dan bukan orangnya. Juga ada pepatah kuno: tiada murid yang jelek, yang ada hanyalah guru yang jelek. Jika muridnya jadi jelek, maka tentunya gurunya yang harus disalahkan. Dalam hal ini, apakah pepatah ini cocok dengan masalah agama yang kusebut? Jika agama gagal mendidik kita maka agama itulah, dan bukan muridnya, yang harus disalahkan.

Huuh… bagian ketiga 27 tahun hidupku tampaknya bakal jadi sangat traumatik. Bagian 27 tahun pertama sih mudah. Aku menikmati hidupku. Aku hidup untuk hari ini dan tidak peduli hari esok. Bagian 27 tahun kedua juga memuaskan sekali. Aku hidup bagi agamaku. Aku melakukan segalanya bagi Islam. Tapi bagian 27 tahun ketiga tampaknya akan jadi perjalanan tanpa akhir. Aku tidak yakin bisa mencapai tujuan hidupku, karena aku tidak yakin bisa hidup selama 27 tahun lagi. Aku harus menemukan apakah agama itu memang benar atau hanya ciptaan manusia belaka atau hanya dongeng2 saja. Buah dari agama yang baik seharusnya baik pula. Tidak mungkin bisa sebaliknya. Tapi hal ini tidak terjadi sekarang.

Saat ini, diberitakan bahwa para Muslim Malaysia mendukung penangkapan tanpa pengadilan. Diberitakan bahwa 1 ½ juta Melayu dari 395 NGO Melayu mendukung Pemerintah menggunakan Internal Security Acts untuk melawan demonstrasi2 damai. Banyak orang marah karena 31 dari HINDRAF tidak akan diadili karena melakukan pembunuhan. Mereka ingin darah. Mereka ingin darah pelaku demonstrasi BERSIH dan HINDRAF. Mereka ingin darah dari mereka yang ingin melaksanakan ibadah agama (non-Islam) mereka. Mereka berkata bahwa Islam adalah satu2nya agama yang baik, dan agama2 lainnya jelek. Dan mereka yang tak beragama atau atheis merupakan orang yang terjelek. Tapi mengapa umat agama yang terbaik justru menginginkan Pemerintah melakukan hal2 yang jahat? Hal inilah yang menggangguku terus-menerus. Bagaimana mungkin agama yang baik malah membuat umatnya jadi jahat?