Kamis, 21 April 2011

Riwayat Hidup Nabi Muhammad – Ilustrasi – Vol. 1

Daftar Isi:
Pendahuluan dari Ali Sina – hal. 1
Kata Pengantar – hal. 2
Jaman Pra-Islam – hal. 3
Awal Hidup Muhammad – hal. 6
Muhammad Menikah – hal. 10
Hajar Aswad – hal. 11
Pengaruh Agama² Besar pada Islam – hal. 14
Muhammad Menyembah Al-Uzza – hal. 16
Mimpi Buruk di Gua Hira – hal. 18
Ujian Khadija – hal. 22
Umat Muslim Pertama – hal. 24
Perseteruan dengan Orang² Quraysh – hal. 27
Darah Pertama dalam Islam – hal. 28
Tiga Pertanyaan – hal. 33
Hijrah Pertama – hal. 40
Boikot – hal. 41
Ayat² Setan – hal. 42
Khadija dan Abû Talib Wafat – hal. 45
Pedofilia dalam Islam – hal. 47
Kunjungan ke Ta’if – hal. 50
Isra Mi’raj – hal. 52
Muslim Anshar – hal. 55
Hijrah ke Medina – hal. 56
Pembunuhan Umm Qirfa – hal. 58 (Klik di sini untuk melihat illustrasinya)
Pembunuhan Kaum Bajila – hal. 63

Pendahuluan dari Ali Sina
Umat Muslim adalah umat yang bertakwa. Mereka siap mati bagi Islam, tapi hanya sedikit dari mereka yang mampu membaca Al-Qur’an dan mengerti artinya. Mereka melafalkan Qur’an dalam bahasa Arab, yang merupakan bahasa yang umumnya tak dikuasai umat Muslim non-Arab. Tujuan mereka membaca Al-Qur’an bukanlah untuk memahami artinya, tapi demi harapan mendapatkan pahala illahi.Umat Muslim berusaha keras untuk melafalkan Al-Qur’an secara benar dan menghafal isinya, tapi bahkan mereka yang hafal Al-Qur’an sekali pun tidak mengerti maknanya.

Salah satu alasan ketidaktahuan ini adalah karena selama berabad-abad, pengetahuan akan Islam hanya dimiliki kaum ulama saja, sedangkan kebanyakan umat Muslim buta huruf. Di jaman modern di mana banyak Muslim sudah mampu membaca sekali pun, kebanyakan dari mereka tetap tidak membaca Al-Qur’an. Hal ini karena isi Al-Qur’an sangat membosankan dan sukar dimengerti.

Meskipun hanya sedikit Muslim yang mengerti Al-Qur’an, terlebih sedikit lagi dari mereka yang membaca hadis dan Sirat (riwayat hidup Nabi Muhammad). Akibatnya, fakta tentang Muhammad tidak diketahui oleh kebanyakan umat Muslim.

Beberapa tahun yang lalu, seorang guru Pakistan mengatakan pada murid²nya bahwa orangtua Muhammad adalah non-Muslim. Para murid melaporkan hal ini pada imam mereka, yang ternyata begitu tak berpengetahuan sehingga dia mengira guru itu menghina Muhammad. Dia lalu menuntut agar guru tersebut dipenjarakan. Kemudian, seperti yang biasa terjadi di Pakistan, ratusan Muslim lalu turun ke jalan dan menuntut agar guru tersebut dihukum mati. Rendahnya pengetahuan para Muslim akan Nabi mereka sangatlah mengejutkan.

Seluruh keterangan buku ilustrasi ini berdasarkan fakta yang benar. Buku ini menggambarkan riwayat hidup Muhammad dari sejak lahir sampai masa hijrah ke Medina, dan membahas peristiwa² penting dalam hidupnya. Buku ini akan membantu para Muslim dan non-Muslim untuk mengenal seorang tokoh yang tak disangkal lagi merupakan orang yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.

Sang pengarang buku menggunakan nama pena Ibn Abi Sarh. Abdullah ibn Abi Sarh adalah juru tulis Muhammad. Karena dia lebih terpelajar daripada Nabinya, maka dia sering mengusulkan perubahan kata dalam ayat² Al-Qur’an dan memperbaiki tatabahasa Nabi yang salah. Sang Nabi menerima usulnya dan memerintahkannya untuk mengganti ayat² Al-Qur’an, yang disebutnya sebagai wahyu Allâh.

Dengan demikian, Ibn Abi Sarh menyadari bahwa Al-Qur’an bukanlah wahyu illahi. Karena takut akan keselamatan jiwanya, ia lalu melarikan diri dan meninggalkan Medina untuk mencari perlindungan di Mekah. Setelah tinggal di Mekah, dia lalu menceritakan kepada orang² tentang apa yang diketahuinya. Empat belas abad kemudian, penulis buku ini melakukan hal yang sama. Dia telah membaca riwayat hidup Muhammad, telah mempelajari apa yang tidak diketahui Muslim pada umumnya, dan melalui illustrasi yang memukau, dia mengutarakan kebenaran kepada dunia.

Untuk mengerti Islam dengan tepat, kita perlu membaca riwayat hidup pendirinya. Buku² Sirat telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan bisa dibeli dengan mudah oleh siapapun yang ingin mengetahui kebenaran.

Buku illustrasi riwayat hidup Muhammad ini mudah dibaca dan seluruh isinya sesuai dengan tradisi Islam terpercaya yang disampaikan oleh para sahabat Muhammad dan dicatat oleh penulis² sejarah Islam terdahulu. Aku berharap Muslim dan non-Muslim membaca buku ini dan tergerak keinginannya untuk mempelajari Islam lebih jauh.

Ali Sina
Ali Sina adalah penulis buku “Mengenal Muhammad: Psikobiografi Nabi Allah.” Dia juga adalah pendiri Faithfreedom.org yang telah banyak menolong ribuan Muslim untuk mengenal wajah Islam yang sebenarnya.

Picture
Picture

Ulasan Buku

dari Todd Rutherford di amazon.com

Buku Abdullah ibn Abi Sarh berjudul Biography of the Prophet Muhammad – Illustrated (Riwayat Hidup Nabi Muhammad – Ilustrasi) tampak menarik secara estetis dan merupakan biografi yang mudah dibaca untuk menggali sejarah sebenarnya Nabi Muhammad yang legendaris. Banyak literatur Islam utama (Qur’an, Hadis, Sira, dll); membaca seluruhnya satu per satu akan memakan sangat banyak waktu, dan seringkali isinya terlalu rumit sehingga orang bisa salah mengerti. Abi Sarh menampilkan buku ini agar sejarah Islam bisa lebih dimengerti oleh kalangan muda Muslim, para pendidik, atau siapa saja yang tertarik untuk mengetahui kisah tentang Nabi Muhammad.

Meskipun tulisan buku ini membahas topik² teror global dan nasional yang sangat sensitif, buku Riwayat Hidup Nabi Muhammad – Ilustrasi bersifat edukatif secara keseluruhan. Setelah kejadian serangan 9/11, terdapat dua pandangan berbeda terhadap Islam dan umatnya. Contohnya, sebagian Muslim menyatakan Islam adalah agama yang damai, tapi di saat yang sama darah² korban terus mengucur atas nama Islam dan jihad.

Ada tiga tujuan Abdullah untuk menulis buku ini: “Pertama, karena terdapat begitu banyak penindasan dan penderitaan atas nama Islam, kedua karena tidak ada ilustrator lain yang berani membuat riwayat hidup Muhammad,” dan ketiga, “buku ilustrasi ini akan menolong orang untuk memahami Islam secara cepat, akurat, tanpa menghabiskan begitu banyak waktu membaca berbagai literatur Islam utama yang sulit dimengerti.” Pada intinya, penulis buku mencoba untuk menggambarkan Islam sebagai yang dilihat oleh mata Nabi Muhammad tanpa filter apapun.

Buku ini sangat menarik karena kreativitas Abdullah dalam mengembangkan struktur tulisan. Pembaca tidak dibuat pusing dalam membahami masalah agama dan budaya yang sangat sensitif, karena ilustrasi dan animasi Abdullah membuat pembaca merasa rileks. Di saat yang sama, teks dihadirkan dalam bentuk yang serupa dengan buku komik, sehingga tidak tampak terlalu rumit bagi pembaca. Meskipun tidak ada satu pun hal yang lucu tentang Islam, teror, dan terutama Nabi Muhammad, kemungkinan besar pembaca generasi muda akan lebih tertarik membaca buku ini daripada membaca berbagai literatur berat yang seringkali sukar dimengerti.

Kisah kehidupan Nabi Muhammad dimulai dari kematian ayahnya, Abdullah – ketika Muhammad masih berada dalam kandungan. Karena mengalami depresi, ibu Muhammad yakni Amina menyerahkannya kepada Halimah, yang merawatnya sampai usia lima tahun, sebelum akhirnya mengembalikannya pada ibunya karena takut melihat penyakit ayannya yang dikira sebagai tanda² kerasukan setan.

Melalui berbagai ilustrasi, penulis terus-menerus menampilkan ayat² Qur’an. Ketika kaum Bajila mencuri unta² Muhammad, penulis menampilkan Qur’an 5:33 yang berbunyi: “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.”

Secara keseluruhan, Riwayat Hidup Nabi Muhammad – Ilustrasi merupakan buku yang memancing orang untuk berpikir, dan merupakan buku awal yang ideal untuk melakukan studi atau riset lebih jauh akan Islam dan budaya Muslim. Singkatnya, buku ini wajib dibaca semua orang, terutama Muslim, para pendidik, ahli² sejarah, dan siapapun yang tertarik untuk mempelajari sosok legendaris Islam, yakni Nabi Muhammad.

zainab bhatterjee melalui PM website

Saya kagum dengan kualitas gambarnya. Saya kira buku ini berisi dengan hinaan dan ejekan akan Islam yang biasa telah kita dengar, apalagi dengan Kata Pengantar dari Ali Sina, orang yang paling anti-Islam. Tapi saya heran sekaligus senang ketika mengetahui buiku ini menjabarkan kejadian² sesuai dengan Qur’an dan berbagai hadis tanpa berpihak, meskipun penulis jelas mengajukan pertanyaan² yang sahih. Untuk orang seperti saya yang telah paham betul dengan pokok bahasan, buku ini berguna untuk membantu kita melihat masalah² utama Islam yang mempengaruhi kehidupan kita sekarang. Bagi orang yang tak paham akan pokok bahasan Islam, buku ini tak dapat disangkal menampilkan intisari berbagai kejadian yang berguna untuk menangkal propaganda atau romantisme Islam. Karena jenis buku ini adalah yang pertama, termasuk di sejarah Islam, aku sangat menganjurkan orang untuk membacanya. Cepat dapatkan, selagi masih bisa. Ada kemungkinan buku ini akan meledak sama seperti buku Salman Rushdie dulu.

dari Abul Kasem (islam-watch.org)

Salah satu sumber utama Islam adalah riwayat hidup Muhammad atau Sirah. Para nabi Alkitab tak memiliki buku khusus riwayat hidup seperti Muhammad, dan catatan riwayat hidup Muhammad sangat bisa dipercaya, karena sewaktu hidupnya orang telah banyak menulis dan banyak sahabat Muhammad yang menjadi juru tulisnya. Selain mencatat ayat² Qur’an, para juru tulis ini juga mencatat berbagai hal dalam kehidupan Muhammad. Dengan demikian dari banyak catatan mereka kita bisa menemukan keterangan berbagai tahap perkembangan hidup Muhammad.

Akan tetapi, tak satu pun dari para juru tulis ini yang membuat gambar atau lukisan apapun akan kehidupan Muhammad. Meskipun tulisna mereka kaya akan keterangan hidup Muhamma, tapi tak ada gambar apapun yang menunjukkan bagaimana kehidupan Muhammad dan masyarakat Arab di jaman itu. Para pembaca tak akan menemukan buku Islam manapun yang mengandung gambar yang jelas tentang sejarah Islam di jaman Muhammad.

Buku Riwayat Hidup Nabi Muhammad – Ilustrasi – Volume 1 oleh ‘Abdullah Ibn Sa’d Ibn Sarh memenuhi kebutuhan ini. Tidak perlu dijelaskan lagi bahwa nama pengarang jelas adalah nama samaran – karena menggunakan nama asli tentunya mengancam keselamatan nyawanya. Dalam islam, penggambaran wajah Muhammad merupakan pelanggaran berat yang bisa mengakibatkan pembunuhan terhadap si penggambar. Dalam sejarah Islam, sebenarnya ‘Abdullah Ibn Sa’d Ibn Sarh adalah juru tulis Muhammad yang bertugas menulis ayat² Qur’an yang diimlakan Muhammad, yang disebutnya sebagai wahyu dari Allah padanya. Tapi ketika ‘Abdullah Ibn Sa’d Ibn Sarh mengetahui bahwa sebenarnya ayat² yang diimlakan itu tak lain hanyalah perkataan Muhammad sendiri dan bukan perkataan Allah, maka ‘Abdullah diam² meninggalkan Muhammad di Medina, dan kembali ke Mekah, lalu murtad. Ketika Muhammad menaklukkan Mekah, dia menangkap ‘Abdullah dan menjatuhkan hukuman mati. Akan tetapi Usman, yang nantinya jadi Kalifah ketiga Islam, memohon Muhammad untuk mengampuni ‘Abdullah. Meskipun menggunakan nama samaran, pengarang buku ilustrasi riwayat hidup Muhammad telah menunjukkan keberanian untuk menjabarkan kebenaran melalui gambar.

Buku ini mungkin merupakan buku yang paling jarang ditemukan di mana pembaca bisa melihat kemungkinan gambaran keadaan kehidupan Muhammad pada jamannya. Buku ini menampilkan gambar² yang sangat jelas akan kehidupan masyarakat Arab. Dalam hal ini, sang ilustrator telah berhasil melakukan pekerjaan yang luar biasa bagus. Kisah² disampaikan dalam komposisi warna-warni yang cemerlang, alur cerita yang lancar dan sangat jelas, yang disusun dengan sangat teliti berdasarkan sumber² literatur Islam yang terpercaya. Daftar pustaka dan catatan² keterangan sangat detail dan mudah diikuti bagi siapapun yang ingin memeriksa ulang sumbernya, sehingga keterangan gambar tampil begitu meyakinkan. Bahasa yang digunakan sederhana, lancar, dan tepat, sehingga anak kecil sekalipun dapat dengan mudah memahami dasar agama Islam dan sang Nabi Islam. Penggambaran kekejaman Muhammad terhadap orang² yang menentangnya benar² tak bisa dilupakan – terutama mutilasi terhadap tubuh Umm Qirfa dan para pencuri dari suku Uki.

Di jaman sekarang, Islam telah menjadi ancaman mematikan bagi dunia beradab. Para Islamis mencoba menghancurkan kebudayaan yang kita kenal sekarang, dan menggantinya dengan Budaya Islamiah. Mereka tak peduli akan nyawa manusia atau nilai² kemanusiaan. Para Islamis ini hanya mengikuti contoh² perbuatan Muhammad secara membuta. Dunia non-Islam di jaman sekarang mengeluarkan biaya trilyunan dollar untuk memerangi teror Islam. Tapi di saat yang sama, negara² kafir ini juga menerima Islam dengan tangan terbuka berdasarkan pandangan Political Correctness (PC = politik yang ‘benar’) yang mereka anut. Demi azas PC inilah maka negara² kafir tidak menghendaki pengungkapan yang sebenarnya akan Islam. Dengan demikian, dunia tetap saja buta akan wajah Islam yang asli – para pemerintah kafir menipu masyarakat mereka melalui PC, dengan mengatakan bahwa Islam adalah agama damai. Cara yang paling tepat untuk melawan ancaman Islam adalah dengan cara menyampaikan kebenaran – bahwa Islam itu palsu, biadab dan imperialis. Buku ilustrasi riwayat hidup Muhammad menyampaikan kebenaran akan Islam dengan sangat jelas dan gamblang.

Jumat, 15 April 2011

Kesaksian Saudari Halimahthun

"…Di dalam kasih tidak ada ketakutan. Kasih yang sempurna mengusir ketakutan (serta rasanya) Kerana di dalam ketakutan ada siksa hukuman dan orang yang takut belum sempurna di dalam Kasih. Kita mengasihi sebab Tuhan Allah terlebih dahulu mengasihi kita. Jikalau seorang berkata: 'Aku mengasihi Allah' padahal dia membenci saudaranya, orang itu membohong. Kerana jikalau dia tidak mengasihi saudaranya yang dapat dilihat, maka tidak boleh dia mengasihi Allah yang belum pernah dilihatnya. Perintah ini kita kita peroleh dari Allah, yaitu bahawa orang yang mengasihi Allah, harus mengasihi saudaranya juga." Kitab Suci Injil al-Syarif, 1 Yahya 4: 18 - 21 (Al-Kitab).

Assalamu'alaikum. Nama saya Halimahthun. Saya seorang wanita bumiputera Melayu asli, Muslimah Islam sejak dilahir di dalam keluarga Islam yang taqwa kepada Tuhan. Sejak muda lagi, saya belajar tentang hal-hal keagamaan dan ajaran-ajaran Islam secara rajin dan saya telah tegakkan rukun-rukun Islam dengan penuh azam, ikhlas dan kekusyukan.

Walaupun rasa khusyuk kepada Allah saya terasa pada mula-mulanya, lambat-laun pula saya telah mulai menanyakan akan bimbingan-Nya dan kebenaran kenyataan-kenyataan sifat-sifat Allah seperti Allah itu arrahman dan irrahim dan sebagainya. Walau begitu, saya tetap beriman kepadaNya dan cuba memberi peluang untuk ajaran-ajaran Islam diyakini di dalam jiwa dan hidup saya.

Setelah saya selesaikan pengajian tinggi saya di IPT, saya pun mendapat kerja yang cukup bagus dan memuaskan. Saya telah mendalami bidang perkerjaan saya dengan penuh minat dan yakin, kerana ini merupakan pengalaman baru sebagai tenaga kerja yang sebenar dan juga memperolehi ganjaran yang wajar daripada majikan saya.

Tidak lama kemudian, saya telah menemui bakal suami saya yang disayangi! Kami telah pun menikah dan berazam untuk mendirikan rumahtangga kami sendiri seperti semua keluarga yang baru dan penuh berharapan. Setahun kemudian, kami telah dianugerahi dengan cahaya mata dan saya penuh bersyukur kepada Tuhan atas hadiah kesayangan ini!

Kami telah membangun keluarga ini dengan penuh harapan dan bertanggung jawab! Akan tetapi, entah kenapa, tidak lama kemudian, beberapa masalah telah timbul yang pudarkan hidup kami sebagai keluarga yang baru dan mengancam harapan kami sebagai rumahtangga yang baru. Tiba-tiba, suami Islam saya telah merenggangkan perhubungan kami. Akibatnya tidak lama kemudian kami telah pun bercerai!

Pengalaman yang cukup pahit itu tidak mematahkan jiwa saya! Malah saya telah mencuba mendalami iman dan akidah keislaman saya dengan lebih giat lagi, misalnya membaca dan mencari jawapan-jawapan daripada al-Quran serta karya-karya alim ulamak yang membentangkan tentang Allah dan kebaikan-Nya, kasih sayang-Nya dan lain-lain.

Akan tetapi, semua bahan-bahan keislaman yang telah saya mencari itu tidak dapat menjawab soalan soalan saya mengenai kehidupan dan kasih-sayang yang sejati dan sebenar! Apakah Allah yang arrahman dan irrahim itu mengizinkan saya dan bekas suami saya untuk mendirikan bersama-sama satu rumahtangga dengan cahaya mata kami sendiri, dan sejenak dari itu merobohkan rumahtangga itu pula? Mengapa dan kenapa? Tidakkah Allah swt itu mengasihi kami sebagai suami-isteri dan boleh memeliharakan rumahtangga kami daripada kerosakan!?

Sesudah penyelesaian penceraian itu, dan sesudah puas cuba mencari jawapan daripada sumber-sumber Islam yang cukup banyak itu, saya pun berfikir: 'Sehingga kini saya masih belum pernah merujuk kepada sumber-sumber agama Samawi yang lain, yaitu akidah-akidah lain yang juga mengesakan Allah yang Maha Kuasa itu!' Saya terasa selama ini Allah adalah terlalu jauh dan 'remote' untuk mahu mengambil tahu mengenai masalah-masalah dan kerinduan saya yang cukup perit itu! Soalan yang telah muncul untuk saya pada waktu itu ialah: 'Adakah Tuhan seperti ini benar, serta 'kasih-sayangNya adalah tulin dan sejati?' Pada waktu itu saya telah pun menyimpan sejadah sembahyang serta telekung saya dan berhenti seketika amalan-amalan seperti itu!

Tidak lama kemudian, saya telah diundang teman baik saya, untuk pergi bersama-sama menonton Wayang 'The Passion of the Christ' ('Kesengsaraan Al-Masih'). Saya tidak menyedari atau mengetahui bahawa cerita ini ialah mengenai Sayidina Rabbani Isa al-Masih, Kesengsaraan Baginda serta Kewafatan-Nya. Waktu itulah saya telah menyedari betapa perit, pahit dan dalamnya kesengsaraan yang telah diharungi Almasih Isa Putera Maryam itu! Air mata saya mengalir tanpa berhenti-henti dan saya menangis bersedu-sedu semasa menyaksikan betapa besar dan dalamnya kasih-sayang AlMasih Isa itu untuk segala bangsa dan seluruh umat manusia, termasuk musuh-musuhNya sendiri!

Sejak saat itu saya pun telah sedar bahawa pencarian saya sudah pun termakbul! Tak usahlah saya mencari dan merayu di tempat-tempat yang lain, Kasih sayang yang sejati dan yang seratus peratus tulin itu ada pada Al-Masih Isa sahaja! Saya pun mengkaji Kitab Suci Injil Syarif dengan minda dan hati yang terbuka, tanpa dikongkong oleh prasangka dan buruk-sangka kesialaman terhadap akidah umat Nasrani yang cukup tipikal itu!

Aman-damai, kesejahteraan dan pelepasan rohani yang menyusul di dalam kehidupan saya setelah saya memeluk ajaran Isa Al-Masih yang indah itu tidak dapat diungkapkan keindahan dan kepuasannya dalam kata-kata manusia! Sebelum ini semua saya tidak pernah insaf akan keperluan saya untuk diampunkan dan dihilangkan semua hukuman dan hambatan dosa-dosa saya.itu. Sekarang saya sudah faham apa yang dimaksudkan Rabbiku Sayidina Isa, "jika seseorang ingin masuk Syurga, dia haruslah dilahirkan kembali (atau semula)! (KS Injil, Yahya fasal 3:1-4, 5-16).Syukur Alhamdulillah!

Saya mengundang saudara dan saudari semua! Silalah mengkaji bagi diri anda sendiri, Siapakah itu AlMasih Isa, Putera Maryam! Abaikanlah prejudis dan prasangka lazim yang didakyahkan ramai orang itu - yang tidak berasas, lagi penuh dengan fitnah ! Bacalah Al-Kitab dan Kitab Suci Injil Syarif yang mengandungi sirah Sayidina Rabbani Isa yang sah dan sebenar. Sejarah telah membuktikan bahawa peristiwa penyaliban Al-Masih Isa Putera Maryam itu, 2,000 tahun yang lalu adalah satu hakikat dan fakta sejarah yang telah betul-betul berlaku yang tidak dapat disangkalkan oleh mana-mana pihak.

Inillah sabda Al-Masih Isa kepada para rasul-rasul-Nya, lebih 2,000 tahun yang lalu: "Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seseorang yang menyerahkan nyawanya untuk berkorban bagi sahabat-sahabatnya." KSI, Yahya 15 ayat 13.

Dan itulah yang telah disempurnakan oleh Baginda bagi sahabat-sahabatnya dan itulah juga telah Dia lakukan tanpa syarat untuk anda dan saya, supaya kita semua dapat tahu dan menghayati apakah itu kasih-sayang yang sebenar, tulin lagi sejati - yang Allah Sendiri telah menganugerahkan kepada manusia sejagat untuk selama-lamanya!


"... Fear God, and give glory to Him; for the hour of His judgment is come ..." (Revelation 14:7)

Selasa, 12 April 2011

JIHAD Perang Suci

Perluas Semua
Tutup Semua

Buku Baru 1000+ Kesalahan Quran

Perluas Semua
Tutup Semua

Jumat, 08 April 2011

Adian Husaini: Film Hanung "?" = Kampanye Pluralisme yang Vulgar




 
Jum'at, 08 April 2011

Hidayatullah.com—Pakar pemikiran Islam, Dr Adian Husaini punya kesan sendiri setelah melihat langsung film karya Hanung Bramantyo berjudul '?' (baca: Tanda Tanya) yang mulai menghiasi layar lebar di Indonesia pada 7 April 2011 lalu.
Menurunya, film ini jelas-jelas sebuah kampanye pluralimse yang vulgar.
“Jelas kampanye pluralisme, malah pluralisme yang vulgar,” ujar Adian.
Peniliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) ini menambahkan, dalam pandangan Islam, orang Murtad itu sangat serius, tidak bisa dianggap main-main. Dalam Islam, orang murtad itu dianggap kafir dan kata kafir itu bukan kata main-main.
"Setelah saya melihat trailer film ini yang lebih dulu disebarkan di YouTube, hingga menonton langsung filmnya malam ini, jelas sekali, film ini sangat merusak, berlebihan, dan melampaui batas.”
Menurut pria yang juga kolumnis tetap di hidayatullah.com ini pesan dalam film ini ingin memberikan kerukunan, tetapi justru memberikan streotype (cap) yang buruk pada Islam,
Misalnya; kasus menusup pendeta, mengebom gereja dll. Kasus-kasus itu kemudian diangkat menjadi sterotype. Menurut Adian, peran-peran Islam juga digambarkan dengan buruk. Orang murtad dari Islam dianggambarkan sebagai hal yang wajar saja, juga semua agama digambarkan menuju tuhan yang sama.
“Dalam film ini, dibuat seolah orang keluar dari agama Islam itu sesuatu yang biasa saja,” katanya.
Menurut Adian, semua yang digambarkan Hanung dalam film itu jelas paham Pluralisme yang sangat ditentang dalam Islam. Sebab kerukunan itu, kata Adian, bisa diwujudkan tanpa mengorbankan keyakinan masing-masing.
Karena itu, Adian menilai, pesan film Hanung ini sangat berlebihan, terutama jelas merusak konsep Islam. Merusak konsep tauhid, syirik, iman dan kufur.
“Sangat disayangkan film seperti ini disebarluaskan. Ini bukan menumbuhkan kerukunan, malah merusak kerukunan itu sendiri.”
Menurutnya, atas nama Pluralisme, semuanya dirusak dengan cara berlebih-lebihan. Padahal tidak mungkin semua agama dihilangkan klaim kebenaran.Padahal selama ini tidak ada masalah. Jadi film ini sangat berbahaya.
Adian juga mempertanyakan, “Apa sih yang mau dicapai dengan tontonan-tonan seperti ini?”
Padahal jelas sekali dalam Islam, ada tauhid ada syirik, ada iman ada kufur. Batas-batas itu harus dipegang. Kalau produser, penulis, pemain dan sutradara mengaku dirinya Muslim, seharusnya dia menjaga batas-batas aqidah dan keimanan dia.
Kapan dia memegang keyakinannya dan kapan harus menjaga kerununan dengan orang lain.
“Jadi film ini salah kaprah dan berlebihan yang justru merugikan kerukunan umat beragama sendiri.”
Dia menyarankan, di era kebebasan ini, umat Islam harus berhati-hati, karena banyak ide-ide menyesatkan digambarkan dengan cenematografi yang dibungkus humor atau memancing tawa. Orang lupa, padahal di balik tawa dan canda itu ada sesuatu yang serius.
Dengan era apa saja sekarang ini, di mana orang bisa nonton apa saja, bisa produksi apa saja, langkah terbaik adalah “Kuu anfusakum wa ahlikum naaro” (jagalah keluargamu dari api neraka).
Film Hanung ini, kata Adian seperti pernah disampaikan Allah dalam Qur’an Surat Al-An’am; 112, dengan istilah “Zuhrufal Qauli Ghururo” [perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)].
Sebagaimana disebutkan dalam terjemahan Quran Surat Al-An’am: 112, berbunyi, “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” [Quran Surat 6:112]
Lebih lanjut, ia berharap Hanung memang sedang tidak menyadari kekeliruannya.
“Saya berharap ia (Hanung) tidak sadar dan keliru. Dan bertaubat, memohon ampun pada Allah itu lebih baik daripada mempertahankan hal yang salah,“ ujarnya.
Sebelum ini, KH A.Cholil Ridwan, Ketua MUI Bidang Budaya sempat mengirimkan rilim kepada redaksi hidayatullah.com, yang menyebut film ini dapat mendukung orang murtad (keluar Islam). */the Islam Media
Rep: CR-3
Red: Cholis Akbar

Rabu, 06 April 2011

Shoaib Assadullah Diancam Dibunuh Karena Murtad

Reformata.com - Pindah agama seorang pria Afghanistan dilaporkan pemerintah yang kemudian menjebloskannya ke penjara.

Shoaib Assadullah, 23, ditahan di kota Mazar-e-Sharif beberapa waktu lalu karena memiliki sebuah Alkitab yang gara-gara itu ia dilaporkan ke pihak berwenang setempat. Namun karena desakan Internasional Assadullah dibebaskan pada tanggal 30 Maret lalu.

Dalam sebuah surata kepada Bosnewslife ia menceritakan bagaimana kondisinya selama dipenjara. Assadullah mengatakan selama dipenjara dia disiksa secara fisik dan kerap menerima ancaman, tidak hanya dari aparat, tapi juga ancaman akan dibunuh oleh sesama tahanan.

"Beberapa kali saya diserang secara fisik dan diancam hendak dibunuh oleh sesama tahanan, terutama tahanan dari anggota kelompok Taliban dan anti-pemerintah yang berada di penjara," tulisnya dalam surat kepada BosNewsLife .

Upaya menekan hak asasi orang bukan pertama kali terjadi di Afghanistan, sebelumnya ada serangkaian nama lain yang salah satunya adalah Said Musa yang ditangkap oleh pihak berwenang intelijen Afghanistan di dekat Kedutaan Jerman di Kabul karena murtad menjadi Kristen.

Tak hanya itu, menurut direktur zona utara pengadilan Kabul, Qamaruddin Shenwari, seperti dilangsir Reformata.com dari CNN, orang-orang seperti Musa juga berpotensi besar dikenai hukuman mati, sesuai dengan hukum syariah.

"Menurut konstitusi Afghanistan, jika tidak ada putusan yang jelas, apakah perbuatan itu pidana atau tidak dalam hukum pidana Konstitusi Afghanistan, maka akan disebut hukum syariah di mana hakim memiliki kuasa penuh untuk memutuskan, " kata Shenwari

Memeluk agama apapun secara sadar adalah hak setiap orang. Karena itu negara tidak boleh memaksa atau mengintervensi orang untuk memeluk satu agama tertentu. Internasional harus mendesak tindakan pemerintah yang tidak menghargai Hak asasi orang.

Tentang intoleransi di Afganistan sendir, Departemen Luar Negeri AS awal tahun 2011merilis Laporan tahunan tentang Kebebasan Beragama Internasional, yang didalamnya menyebutkan toleransi beragama di Afghanistan menurun drastis, khususnya terhadap kelompok Kristen secara lembaga maupun individu.

Dalam laporan tahunan tersebut disebutkan Kristen, Hindu dan Sikh - serta praktek-praktek umat Islam minoritas lainnya kerap mendapatkan perlakuan intoleran dalam bentuk pelecehan, kekerasan, diskriminasi dan pernyataan publik yang keras. Saat ini sedikitnya terdapat 8.000 orang Kristen yang hidup di Afganistan. Slawi/dbs