Sabtu, 14 Maret 2009

Mossad Terlibat Dalam Serangan 11 September 2001



Katagori : Untold Story / the X files
Oleh : Redaksi 10 Mar 2009 - 2:30 am


loose change + fables enemies

imageSebuah artikel yang dimuat di mingguan American Free Press mengungkap keterlibatan agen intelijen Israel, Mossad dalam peristiwa serangan 11 September 2001 di AS. Yang mengejutkan, ketelibatan Mossad dalam serangan Black September itu lewat sepupu salah satu tersangka pelaku serangan 11 September.

Artikel itu menyebutkan bahwa Ziad al-Jarrah, salah seorang tersangka pelaku serangan 11 September punya sepupu bernama Ali al-Jarrah yang sudah lama bekerja sebagai agen Mossad. Fakta ini membuktikan bahwa Mossad berperang dalam serangan terorisme tersebut. Sebelum mingguan American Free Press, sejumlah media massa AS sudah banyak yang mengungkap dugaan keterlibatan Israel dalam serangan teroris 11 September.

Surat kabar New York Times misalnya, sudah menurunkan laporan tentang Ali al-Jarrah yang berkebangsaan Libanon.

Menurut New York Times, al-Jarrah sudah bekerja sebagai mata-mata Israel selama lebih dari 20 tahun. Dan al-Jarrah sendiri kabarnya pernah mengakui bahwa ia pernah melakukan kegiatan mata-mata terhadap kelompok-kelompok pejuang di Palestina dan kelompok Hizbullah di Libanon, sejak tahun 1983.


New York Times juga menulis bahwa keluarga al-Jarrah dikenal dengan keterlibatan mereka dalam aksi-aksi kekerasan. Salah satunya adalah Ziad al-Jarrah yang oleh AS dituduh sebagai salah satu dari 19 orang yang membajak pesawat komersial AS dan melakukan serangan 11 September 2001.

Masih menurut New York Times, keterlibatan Israel dalam serangan teroris tersebut bisa dilacak kembali dari informasi tentang lima orang Israel yang 'tertangkap basah' menunjukkan kegembirannya dengan berjingkrak-jingkrak dan saling menepukkan telapak tangan ketika pesawat dengan nomor penerbangan 11 dan 175 menghujam gedung World Trade Center di New York. Karena kelakuanya itu, aparat keamanan dikabarkan menangkap kelima orang Israel tersebut, tapi mereka dibebaskan secara diam-diam setelah 71 hari di penjara. Kelima orang Israel itu diduga sebagai agen Mossad.

Sementara itu, mingguan Forward dalam laporannya mengutip pernyataan dua agen CIA yang mengungkapkan bahwa setidaknya dua orang Israel yang ditangkap itu kemudian diketahui sebagai tim mata-mata Mossad. "Tidak ada pertanyaan, tapi perintah untuk menutup penyelidikan atas kasus mereka datang dari Gedung Putih," kata agen CIA itu pada mingguan Forward.

Disebutkan pula bahwa setelah ada perintah dari Gedung Putih untuk menutup kasus tersebut, markas besar CIA langsung membuat keputusan untuk menutupi kasus ini agar tidak bocor sehingga tidak ada alasan untuk mengait-kaitkan Israel dalam serangan 11 September yang menelan korban jiwa sebanyak 2.970 orang.

Dugaan bahwa Mossad terlibat dalam serangan 11 September 2001 di AS juga pernah dilontarkan oleh mantan perdana menteri Italia, Francesco Cossiga. Menurutnya, serangan teroris 11 September adalah hasil konspirasi antara CIA-Mossad.

"Semua agen intelejen di AS dan Eropa ... tahu pasti bahwa serangan mematikan itu dirancang oleh CIA dan Mossad. Kedua lembaga intelejen itu juga membentuk opini sedemikian rupa sehingga negara-negara Arab yang menanggung tuduhan serangan teroris tersebut. CIA dan Mossad ingin mendorong kekuatan-kekuatan Barat untuk ikut serta dalam perangnya di Irak dan Afghanistan," kata Cossiga.

Keterlibatan Israel dalam serangan keji itu makin santer setelah muncul informasi bahwa ketika serangan terjadi, seluruh orang Yahudi yang bekerja di gedung World Trade Center sudah diberitahu untuk tidak pergi kerja pada hari itu. Informasi ini diperkuat oleh laporan yang bocor ke publik, berisi laporan bahwa dua orang pegawai perusahaan Odigo-perusahaan telekomunikasi milik Israel-menerima sms peringatan akan adanya serangan beberapa jam sebelum tragedi serangan ke gedung World Trade Center. Perusahaan Odigo pula yang mengirimkan sms berisi himbauan agar orang-orang Yahudi tidak usah pergi kerja pada tanggal 11 September 2001dan lebih baik berdiam diri di rumah. Kantor Pusat Odigo sendiri, terletak hanya dua blok dari gedung World Trade Center. (ln/prtv/eramuslim)

WATCH 2 GOOD MOVIES ABOUT 911 & FALSE WAR ON TERRORISM

1) LOOSE CHANGE - 2) FABLE MOVIES

Jumat, 13 Maret 2009

Diplomasi Kakus Hillary



Katagori : Politik
Oleh : Redaksi 12 Mar 2009 - 5:00 pm

Oleh : Munarman (Panglima Komando Laskar Islam)


Bangsa ini baru bisa memasukkan makanan keperut, bingung membuang limbah, sehingga perlu diberi hadiah kakus

Kunjungan menlu AS Hillary Rodham Clinton ke Indonesia baru baru ini menjadi kebanggaan antek antek mereka yang ada di disini. Lihat saja jubir Presiden bidang luar negeri, yang dengan gaya tengilnya dengan bangga menyatakan bahwa Indonesia mendapatkan posisi terhormat dan sangat penting bagi amerika saat ini, dilihat dari route yang dipilih hillary dari jepang langsung ke Indonesia, negara asia kedua yang dikunjungi oleh seorang menlu AS yang biasanya lebih dulu mengunjungi eropa.

Bagitu juga media massa indonesia, yang dengan politik propagandanya menjadikan hillary sebagai tuan terhormat.

Bahkan diundang ke acara hiburan remaja, agar remaja indonesia terkagum kagum dgn sosok hillary dan bangsa amerika secara umum. Begitu juga komunitas LSM komprador kapitalis liberal, mereka dgn bangga dan jadi sok penting hanya karena diundang makan malam oleh hillary di gedung arsip nasional.


Harapan mereka Amerika bisa menekan pemerintah RI agar menuntaskan berbagai kasus pelanggaran HAM disini, padahal berjibun kasus pelanggaran HAM dan pembunuhan politik di AS tidak terselesaikan hingga hari ini. Jadi tidak ada legitimasi moral bagi AS untuk mempersoalkan problem HAM negara lain. Masalah HAM bagi AS dan negara barat lainnya adalah merupakan instrumen politik luar negeri mereka dalam menekan negara lain. Inilah paradoks dan kedunguan para aktivis HAM dan aktivis demokrasi di Indonesia, menjadikan instrumen politik orang lain sebagai nilai kemanusiaan dan parameter dalam hidup mereka, padahal negara barat sendiri tidak pernah menjadikan HAM dan demokrasi sebagai standar mereka kecuali semata sebagai instrumen politik.

Begitu juga militer Indonesia, dengan bangganya marinir Indonesia baru baru ini melakukan latihan bersama marinir AS. Marinir Indonesia mengajak rekan mereka dari AS tersebut "jalan jalan" ke route perang marinir indonesia dan "memberikan" pelajaran jungle survival kepada "rekan" mereka dari AS.

Tidak terbayang oleh marinir Indonesia bahwa mereka telah memberitahu jalur jalur perang kepada calon lawan mereka dikemudian hari, atau telah memberikan orientasi medan kepada pihak lawan. Juga tidak terbayang oleh marinir Indonesia bahwa dengan "pelajaran" jungle survival tersebut telah membekali militer musuh untuk dapat bertahan hidup di wilayah pendudukan pada suatu saat.

Inilah kedunguan tak terhingga dari bangsa ini, baik kalangan sipil maupun militer, bangga sebagai inlander dan orang terjajah mental dan pikiran.

Kembali ke kujungan menlu AS, Tidak ada satupun media massa atau politisi Indonesia, apalagi kalangan LSM komprador yang mengkritisi agenda dan misi yang dibawa oleh nyonya clinton ini. Semua membanggakan bahwa dirinya dan Indonesia seolah sedang mendapatkan perhatian dari perjaka ganteng amerika. Tak ada yang berpikir bahwa si perjaka sedang merencanakan pemerkosaan dan perampokan terhadap gadis lugu yang kaya bernama Indonesia.

Yang paling jahat adalah seorang presiden indonesia, yaitu menggunakan kunjungan nyonya clinton tersebut untuk mengambil hati umat islam dan mengangkat citra dirinya yang saat ini terpuruk dikalangan islam, dengan membuat pernyataan tak bermakna dan tanpa tindakan kongrit serta harapan kosong, yaitu meminta AS segera mewujudkan negara Palestina.

Ucapan yang luar biasa lucu dari seorang presiden. Bagaimana mungkin seorang presiden dari negeri yang berpenduduk muslim dan beragama islam, memiliki kekuasaan untuk menggerakkan angkatan perang guna membela saudara muslimnya, dan bisa mengerahkan sumber daya yang ada dengan kekuasaaannya untuk mewujudkan negara Palestina, malah meminta kepada negara kafir pembela Israel dan telah berkali kali khianat terhadap janjinya kepada Palestina. Inilah tipuan kampanye dari seorang presiden kepada umat islam dan dunia islam.

Tidak ada satu orangpun yang mempersoalkan agenda nyonya clinton guna mempertahankan exxon mobil di blok cepu dan natuna, freeport di papua, caltex di riau dan ratusan perusahaan AS lainnya yang telah merampok kekayaan Indonesia dan diangkut ke AS, dimana keuntungan ratusan perusahaan tersebut digunakan untuk membiayai pencalonan nyonya clinton dan obama serta sistem politik AS. Bahkan digunakan untuk membiayai Israel dalam memerangi Palestina dan membiayai zionis/illuminati/freemasonry dalam memerangi dunia Islam secara keseluruhan.

Misi bawah tanah (hidden agenda) untuk kepentingan bisnis perusahaan AS yang dibawa oleh para pejabat negara amerika ini tidak pernah di perhatikan apalagi di counter oleh bangsa ini. Padahal nyonya clinton jelas jelas dan terang benderang menyatakan hal tersebut di depan ratusan wartawan ketika melakukan konferensi pers di deplu pejambon. Nyonya clinton dengan tegas menyatakan bahwa akan "membantu dan terus menjadikan Indonesia sebagai kawasan atau tempat berdagang yang nyaman" - bagi ratusan perusahaan AS" tentunya.

Saya jadi berpikir, orang amerika yang terlalu pintar bagi para elit republik ini atau para elit indonesia yang terlalu dungu, sehingga dengan gampang ditipu dan dibodohi, sehingga menjadi terbius dan tidak sadar dengan cara cara penipuan yang dilakukan oleh AS.

Dan yang membuat saya tidak habis pikir, imbalan dari semua keuntungan yang diperoleh oleh AS tersebut adalah sebuah kakus bau dikawasan kumuh yang disulap dan dipropagandakan sebagai kakus modern, sehingga membuat banyak orang terkagum kagum. Dan elit bangsa ini, Pemerintah, LSM, media massa, merasa senang sekali diberi kakus bau seharga seratusan juta rupiah.

Barangkali memang bangsa ini baru bisa sebatas memasukkan makanan kedalam perut, namun bingung untuk membuang limbah sisa makanan yang telah diolah dalam perut, Sehingga orang amerika perlu mengahadiahkan kakus tersebut.

Mungkin pikiran dan cara berpikir sebagian elit dan "kaum terpelajar" bangsa ini baru bisa memikirkan urusan perut dan bahkan untuk urusan pembuangan sisa urusan perut perlu dibantu oleh orang orang kafir amerika.

Kondisi inilah yang perlu segera diubah oleh para ulama dan aktivis islam, agar manusia yang berada di Indonesia ini tidak sekedar menjadi hewan berkaki dua bahkan lebih hina dari hewan seperti saat ini. Sebagaimana yang telah di firmankan Allah dalam surah At Tiin : 4-6.

"Sungguh, kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. kemudian Kami kembalikan dia ketempat yang serendah-rendahnya. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya".

Artinya Iman Islam dan mengaplikasikan iman islam dalam perbuatan amal saleh yang akan menyelamatkan manusia dari tempat yang lebih rendah daripada hewan. Dan untuk memperoleh iman dan mampu mengaplikasikan dalam sistem kehidupan sehari-hari, maka itu harus dimulai dari pemikiran yang cemerlang tentang sistem kehidupan islam dan menerapkan sistem Islam tersebut melalui metode yang juga berasal dari Islam. Penegakkan syariat islam dan membentuk pemerintahan, menerapkan ekonomi, politik, pendidikan dan hukum yang berdasarkan Islam adalah fikrah dan tariqah untuk menjadikan Islam sebagai sistem kehidupan. Sehingga nilai dan martabat manusia muslim tidak lagi dihargai sebatas kakus tempat buang air. (mj/suara-islam)



This Article Posted by : Redaksi
Date : 12 Mar 2009 - 5:00 pm

Kamis, 12 Maret 2009

Interpol Keluarkan Surat Penangkapan 15 Pejabat Israel


Katagori : Berita
Oleh : Redaksi 02 Mar, 09 - 4:00 pm

International Criminal Police Organization (ICPO) mengeluarkan daftar nama 15 orang Israel yang masuk dalam daftar pelaku kejahatan dan harus ditangkap kepada seluruh negara yang menjadi organisasi ICPO. Kelimabelas orang Israel yang terdiri dari sejumlah pejabat pemerintah Zionis itu dianggap telah melakukan kejahatan perang.

Hal tersebut diungkap oleh Saeed Mortazavi dari kantor kejaksaan publik Iran. Ia mengatakan, Iran memang sudah melaporkan sejumlah pejabat Israel yang dinilai telah melanggar Konvensi Jenewa termasuk perjanjian organisasi interpol terkait agresi Israel ke Jalur Gaza bulan Januari kemarin.

"ICPO memberikan daftar nama ke 108 negara anggotanya untuk menangkap para tersangka yang terlibat dalam agresi Israel ke Jalur Gaza selama 23 hari bulan Januari kemarin," kata Mortazavi.

Ia juga mengatakan, Iran sudah menyelesaikan investigasi terhadap 15 orang Israel yang dinilai bertanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan di Jalur Gaza. Investigasi itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan dari utusan Palestina di Iran dan pengaduan warga Palestina yang menjadi korban agresi brutal Israel. Iran menyatakan siap menggelar peradilan in-absentia (pengadilan tanpa kehadiran para terdakwa) terhadap para pejabat Israel yang terlibat dalam agresi tersebut.

"Berdasarkan investigasi kami dan berdasarkan pada pasal dua yang tercantum dalam piagam Interpol, kami meminta Interpol menangkap para tersangka dengan tuduhan kejahatan perang, melakukan invasi, penjajahan, genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan," tukas Mortazavi.

Menurutnya, lebih dari 5.700 pengacara dan jaksa yang tergabung dalam Iranian Bar Association serta sejumlah aparat medis mendukung tuntutan yang diajukan Iran terhadap kejahatan yang dilakukan Israel. Dan 15 orang Israel yang menjadi tersangka penjahat perang itu antara lain;

1. Perdana Menteri Ehud Olmert

2. Menteri Pertahanan Ehud Barak

3. Menteri Luar Negeri Tzipi Livni

4. Kepala Staff Umum Angkatan Bersenjata Letnan Jenderal Gabi Ashkenazi

5. Komandan Angkatan Udara Ido Nehoshtan

6. Komandan Operation Cast Lead, Mayor Jenderal Yoav Galant

7. Kepala Direktorat Intelejen Militer Mayor Jenderal Amos Yadlin

8. Komandan Batalion 13 Brigade Golani, Letnan Kolonel Oren Cohen

9. Deputi Brigade Givati, Kolonel Ron Ashrov

10. Komandan Brigade Pasukan Penerjun Payung, Kolonel Hertzi Halevy

11. Komandan Brigade ke-401 Korps Persenjataan, Kolonel Yigal Slovik

12. Komandan Batalion ke 101 Brigade Pasukan Penerjun Payung, Letnan Kolonel Avi Blot

13. Komandan Batalion ke-13 Brigade Infanteri Golani, Letnan Kolonel Yoav Mordechai

14. Komandan Pasukan Givati, Kolonel Tomer Tsiter

15. Komandan Brigade Batalion 51, Kolonel Avi Peled


(ln/prtv/erm)


Senin, 09 Maret 2009

Gereja Katolik Luruskan Masalah Santo Valentine's


Katagori : Warta Berita
Oleh : Redaksi 17 Feb 2009 - 7:30 pm


CEO : St Valentine 'not saint of love'

Banyak remaja berdoa di Hari Valentine yang dikenal dalam tradisi Kristen. Karena sering salah sasaran, Gereja meluruskannya!

Gereja Katolik Roma Inggris menasihati orang lajang yang menginginkan hubungan asmara, yang selama ini diperingati dengan Valentine's Day (Hari Kasih Sayang) agar mengarahkan doa permintaan asmaranya pada 14 Februari kepasa kepada Santo Raphael, bukannya Santo Valentine. Selama ini banyak doa yang salah sasaran.

Menurut Gereja Katolik Inggris, bertahun-tahun, Santo Valentine telah keliru diasosiasikan dengan upaya mendapatkan cinta. Menurut kalangan gereja Roma Inggris, dia adalah Santo pelindung bagi mereka yang telah menemukan pasangan hidup mereka. Sedangkan, Santo Raphael adalah santo pelindung untuk hubungan yang bahagia dan dialah seharusnya menjadi tujuan permintaan dalam Hari Valentine.

Campur tangan

Clare Ward, jurubicara pada Catholic Enquiry Office (CEO), lembaga resmi penyedia informasi mengenai kehidupan Katolik, mengatakan, meski pembedaan di antara para santo selalu jelas di dalam Gereja, bertahun-tahun masalah itu menjadi samar di luar.

"Jika besok Anda masih mencari pasangan hidup, santo pelindung sebenarnya adalah Santo Raphael," kata Clare Ward.

"Dia orang yang tepat untuk Anda tujukan doa atau waktu Anda jika Anda mencari calon pasangan Anda," ujarnya.

Menurut legenda, Santo Raphael membantu Tobias menjadi pasangan hidup bagi Sarah, yang calon suaminya meninggal menjelang pernikahan mereka.

Dalam daftar para Santo Katolik, adalah Santo Raphael yang dikait-kaitkan dengan bantuan untuk menjalin hubungan asmara.

Santo Valentine dilaporkan menjadi martir di Roma pada tahun 269.

Meski riwayat patinya tidak jelas, Valetine diyakini memang ada, sebab para arkeolog telah menggalami gereja kuno yang dipersembahkan untuk seseorang dengan nama tersebut.

Salah satu teori menyatakan, dia adalah pendeta di Roma yang tetap menikahkan pasangan Kristen dengan melanggar ketentuan yang berlaku saat itu.

Menjelang eksekusi, dia dikatakan menandatangani pesan kepada putri orang yang memenjarakannya: "From your Valentine."

Mereka yang mengharapkan campurtangan tuhan untuk membantu kehidupan asmara mereka mungkin menghargai koreksi mengenai santo tujuan doa mereka.

"Ada banyak bukti yang mengindikasikan bahwa orang-orang muda yang mengikuti kelompok doa telah mendapatkan pasangan mereka," tambah Clare Ward. "Mereka yang telah menempuh jalur-jalur tradional seperti jasa perjodohan online semeSantoinya mencoba jaringan spiritual," katanya.

"Mengapa tidak mendatangi kelompok doa - ini mungkin malam keberuntungan Anda."

Tadisi Kristen

Sebagaimana diketahui, tradisi Valentine's Day (Hari Kasih Sayang) berasal dari tradisi Kristen kuno. Peringatan ini bermula ketika tahun 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine's Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.

Kata Santa atau Santo sendiri berasal dari bahasa Latin 'sanctus', yang artinya "suci, kudus". Dengan kata lain, seorang santa atau santo adalah seorang yang sangat baik, penuh belas kasihan dan iman. Kalangan Kristen yakin, para Santo adalah seseorang yang telah berada di surga. Gereja mengangkat seorang Santo melalui suatu cara yang khusus, yaitu melalui suatu proses yang disebut "Kanonisasi". [bbc/cha/hidayatullah.com]

Baca : St Valentine 'not saint of love'

Minggu, 08 Maret 2009

AS Diambang Kerusuhan Massal



Katagori : Amerika
Oleh : Redaksi 28 Feb 2009 - 2:00 am


10 Orang Paling Bertanggung Jawab Akan Resesi Dunia

AS tidak henti diguncang masalah. Setelah isu pengangguran yang meledak tak terhingga, rakyat negeri Paman Sam juga terkejut dengan kabar yang sekarang tengah beredar. Di tengah krisis ekonomi yang sangat parah dan membuat rakyat AS frustrasi tak berkesudahan, sekarang kesatuan tentara AS akan membelanjakan $7 juta untuk membeli senjata. Hal ini secara tak sengaja terendus oleh media AS dari Agensi Kontrak Tentara AS, yang berbasis di Leavenforth, Kansas.

Budget $7 juta itu akan digunakan untuk membeli sebanyak 84 jenis senjata. Diperkirakan, pembelian senjata ini akan jelas-jelas digunakan untuk keperluan pengendalian massa di AS. Krisis ekonomi yang melanda AS sangat parah dan pemerintah AS sudah takut akan terjadi ledakan besar di negaranya.

Sepertinya, kekacauan massal di negara itu tinggal menunggu waktu belaka.


Amerika yang multiras sedang dalam persimpangan jalan

Yang membuat rakyat AS marah adalah, dana itu berasal darimana lagi kalau bukan dari stimulus yang telah dicanangkan oleh Presiden Barack Obama. Bahkan pengamat militer dan politik AS bernai menyebutkan dengan jumlah senjata yang bisa dibeli itu, AS tengah menyiapkan pasukan tentara untuk melakukan sebuah pembunuhan massal. Bulan ini saja, AS telah mengerahkan lebih dari 20.000 unit tentara aktif di seluruh negeri, bersiap mengantisipasi kerusahan massal. Yang terjadi di Islandia dan Latvia dan beberapa negara Eropa lainnya rupanya telah membuat AS ketar-ketir.

Berbagai kajian dari kesatuan tentara AS kini banyak digelar. Intinya sama, yaitu, AS harus menyiapkan diri akan sebuah rusuh massal dalam negeri yang disebabkan himpitan ekonomi kolektif pada rakyat AS.

Pengamat ekonomi AS sekarang sudah melabeli AS dengan berbagai sebutan di antaranya, "kejatuhan ekonomi tiada ujung," "perlawanan domestik", "emergensi kesehatan publik", dan "pemerintah legal dan politik yang tidak berfungsi.". Dengan gambaran kondisi seperti ini, tidak heran, rakyat AS akan menuntut pemerintah AS. (sa/bln/eramuslim)




THE TRUTH ABOUT AMERIKA


SEING IS BELIEVING......

Sabtu, 07 Maret 2009

Di Israel Supermarket Bangkrut Dijarah Karyawannya

Oleh : Redaksi 07 Mar 2009 - 2:30 am

Krisis ekonomi global mulai merambah Israel. Sebuah cabang jaringan supermarket di Israel, Birkat Hashem harus menelan pil pahit, dagangannya dijarah oleh para karyawan, pemasok bahkan para kreditor setelah dinyatakan bangkrut.

Surat kabar Israel Haaretz menyebutkan puluhan karyawan, pemasok bahkan para kreditor menjarah barang-barang yang masih tersisa di rak-rak supermarket tersebut. Bahkan lampu-lampu penerangan di langit-langit dan pintu-pintu di supermarket itu, juga mereka preteli.

Menjelang sore, supermarket itu sudah kosong melompong karena barang-baranya habis dijarah oleh mereka yang mengaku tidak puas dengan pihak perusahaan. Dari beberapa orang yang menjarah, diketahui bahwa perusahaan supermarket yang dinyatakan bangkrut itu masih punya hutang pada mereka.

Haaretz menulis bahwa kebangkrutan salah satu cabang supermarket Birkat Hashem dan penjarahan yang dilakukan para karyawan, kreditor dan para pemasok barang itu menunjukkan makin memburuknya krisis ekonomi yang sedang dialami Israel.

"Pemandangan dimana orang menjarah kulkas, pendingin udara, makanan dan rak-rak dari supermarket itu, adalah gambaran makin dalamnya krisis ekonomi," tulis Haaretz.

Indikasi krisis ekonomi yang dialami Israel akibat krisis ekonomi global terlihat dari keputusan bank sentral Israel yang menurunkan tingkat bunga sampai ke basis terendah, yaitu 0,75 persen pada bulan Februari kemarin. Penurunan tersebut dilakukan untuk memberikan stimulus pada aktivitas business, mengantisipasi makin jatuhnya harga-harga dan mencegah PHK.

Tapi, seperti juga di negara induknya, AS, Israel ternyata tidak bisa mencegah bertambahnya pengangguran akibat PHK. Hari Rabu kemarin, menurut Haaretz, ratusan tenaga kerja di bidang teknologi tinggi sudah terkena PHK. (ln/mol/eramuslim)




Negara Penjajah bisa Bangkrut??

Jumat, 06 Maret 2009

Amerika Serikat Adalah Israel


Oleh : Redaksi 06 Mar 2009 - 6:00 pm


Duet AS-Israel; Obama-Clinton + Netanyahu-Lieberman

Tak perlu harus menunggu lebih lama sampai empat tahun untuk membuktikan Hillary Rodham Clinton, tak lebih hanyalah 'copy paste' dari Condoleeza Rice. Tak akan ada perubahan kebijakan apapun, yang akan dilakukan Menlu AS, Hallary Clinton. Menlu AS Hillary ini sama dengan Condoleeza Rice, Menlu AS di zamannya Presiden Bush. Tak ada perbedaan antara Menlu AS dari Republik dan Demokrat. Keduanya, mempunyai pandangan yang sama, karena siapapun yang berada di Gedung Putih, pasti akan mengabdi kepada Israel.

Bandingkan. Selama pemerintahan Presiden George Walker Bush dengan visinya terhadap solusi atas konflik di Palestina, berbentuk dua negara 'Palestina-Israel' yang akan hidup berdampingan secara damai, akhirnya hanya sebuah utopia belaka.

Dan, selama pemerintahan Presiden Bush, Menlu AS, Condoleeza Rice, tak kurang dari 24 kali melakukan kunjungan ke Yerusalem dan Ramallah, dua wilayah yang sekarang ini, diduduki atau dijajah Israel. Kunjungan itu, tak dapat merealisasikan apapun yang menjadi visi Presiden Bush, sampai akhir masa jabatannya.

Pada akhirnya cerita yang pernah dibuat Bush dengan visinya, yang menciptakan dua negara "Palestina dan Israel', yang hidup berdampingan secara damai, tak lain adalah kebohongan besar. Karena, hakikatnya AS, tak memiliki kekuatan yang dapat memaksa Israel, melaksanakan visi dari pemerintahan Presiden Bush, dan semuanya itu hanyalah basa-basi, dan mengulur-ulur waktu, sampai berganti presiden berikutnya. Kemudian, di masa pemerintahan berikutnya, tentu akan diulang kembali 'cerita' yang mirip sebuah khayalan, dan meninabobokkan rakyat Arab, sampai seluruh tanah Palestina di duduki dan dikuasai Israel.

Dan, kebohongan itu diulangi lagi oleh mantan Senator dari New York, Hillary Clinton, yang menjual 'dagangan' tentang dua negara 'Palestina-Israel', dan skenario hidup berdampingan secara damai, yang di kalangan para pemimpin dan rakyat Israel, gagasan itu sudah ditolak dan dianggap mati. Bagi para pemimpin Israel, yang sekarang ini dikuasai partai-partai sayap kanan, dan rakyat Israel mendukungnya, visi dua negara 'Palestina-Israel', sudah tidak memiliki landasan politik. Kemenangan kelompok sayap kanan adalah sebuah fakta yang menolak segala bentuk negosiasi dengan berbagai kelompok di Palestina. Dan, selama ini Washington selalu tunduk dengan rejim Zionis-Israel, tak pernah mengakomodasi aspirasi rakyat Palestina.


Ketika, rejim Zionis-Israel melakukan agresi militer ke Gaza, tak ada sedikitpun dari para pemimpin AS yang memberikan komentar. Presiden Bush yang menjelang akhir kekuasaannya, justru mendukung agresi militer Israel ke Gaza, dan Obama, hanya menyatakan memahami atas agresi Israel ke Gaza, yang bertujuan menghentikan tindakan serangan roket Hamas ke wilayah Israel - Sderot.

Zionis-Israel membunuhi ribuan rakyat Palestina, dah menghancurkan segala sesuatu yang ada di wilayah itu, kemudian AS dan masyarakat internasional sibuk membela Israel, sambil membujuk dunia Arab dan rakyat Palestina, sambil mengucurkan bantuan. Sesudah itu, segala cerita kesengsaraan dan pembantaian dianggap selesai.

Sekarang ini, ketika pemerintah Israel melakukan pengusiran terhadap ribuan penduduk Arab yang tinggal di Yerusalem, tak ada komentar apapun yang dibuat pemerintah AS. Zionis-Israel mengintensifkan pembangunan pemukiman baru di wilayah Tepi Barat dan Yerusalem yang penduduknya sudah diusir oleh Israel. Jika AS serius dan mempunyai komitmen mendukung ide dua negara, tentu pemerintahan Obama tidak akan membiarkan rejim Zionis-Israel membangun pemukiman baru di wilayah Tepi Barat dan Yerusalem. Tapi, faktanya pemerintah Amerika terus mendorong perluasan pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah pendudukan. Ketika melakukan kunjungan ke Yerusalem, dan Hallary bertemu dengan sejumlah tokoh politik, termasuk dengan calon perdana menteri Israel yang baru, Benyamin Netanyahu, saat itu dengan nada yang tegas Hallary mengatakan, AS akan tetap melindungi keamanan Israel.

Apakah AS dan Obama masih dapat berpikir jernih dan objektif, khususnya dalam memandang soal Palestina? AS sangat serius memperhatikan keamanan Israel, akibat serangan roket Hamas, yang dibikin dari besi 'rongsokan', yang tidak mempunyai efek apa-apa, sementara senjata yang dikirimkan AS kepada Israel, berupa pesawat F.16 dan helikopter Apache, serta senjata pembunuh massal lainnya, yang digunakan membunuhi ribuan rakyat sipil Palestina, sama sekali tidak mendapatkan perhatian dari Obama. Lebih dari 1300 yang tewas dan 6000 orang Palestina yang luka, dan ribuan bangunan yang hancur, tapi sama sekali tidak mendapatkan perhatian apapun. Inikah pemerintahan AS yang beradab, dan menganut demokrasi?

Jadi, pemeritahan AS, dibawah Obama, dan Hillary sebagai operatornya di bidang kebijakan luar negeri AS, menunjukkan langkah-langkah yang nampak lebih jelas, ingin menjadikan Gaza sebagai 'kamp konsentrasi', seperti yang dibikin zamannya Nazi terhadap orang Yahudi dahulu. Dan, sekarang menjadi korbannya adalah orang-orang Palestina, dan yang menjadi tukang 'jagal'nya adalah Israel dan AS.

Tak mungkin AS akan memperbaiki nasib orang Islam di Palestina, semua itu hanyalah kebohongan besar.

Lihatlah, Knesset (Parlemen) Israel telah dikuasai oleh mayoritas orang fascist tulen, dari Partai Likud dan Yisrael Beitenu, yang sangat rasialis dan anti-Arab. Dan, pemimpin baru Israel, selalu mengatakan tidak akan ada negara Palestina yang berdaulat.

Dan, Menlu AS, Hillary R.Clinton, selalu mengatakan akan bekerjasama dengan pemerintah baru. Artinya, tidak perlu bermimpi akan jualan Hllary dengan cerita dua negara 'Palestina-Israel', karena itu tak akan pernah terwujud, selama rejim Zionis-Israel masih bercokoh di tanah Palestina. (m/pic/eramuslim)