Senin, 14 Juni 2010

SEPULUH MUJIZAT KRISTUS DI DALAM Al QUR'AN

Bagaimana Kita Bisa Menggunakan Apa Yang Dikatakan Al-Qur'an Tentang Kristus?

Mujizat-mujizat Kristus – tanda misi ilahi-Nya?

Muhammad ingin membawa orang-orang Kristen di Semenanjung Arabia untuk menjadi Islam. Jadi ia menyaksikan kepada mereka apa yang didengarnya tentang Yesus dari para budak Kristen, dari utusan gereja-gereja di Yaman Utara, dari para pengembara dari Etiopia, dan dari sahabat-sahabat Hanifnya, sekarang orang-orang Kristen. Muhammad sangat terkesan dengan Putera Maryam dan segala mujizatnya. Ia menyadari bahwa mujizat ini melebihi kuasa manusia dan karena itu ia menganggap hal itu sebagai bukti (bayyinaat) dari otoritas keilahian-Nya (Surat al-Baqara 2:87, 253; al-Ma'ida 5:110; al-Zukhruf 43:63; al-Saff 61:6).

Muhammad menyebutkan sembilan mujizat yang dilakukan Musa di Mesir, yang disebutnya juga sebagai bukti (Surat al-Isra' 17:101; lihat juga Surat al-Baqara 2:92; al-Qasas 28:36; al-'Ankabut 29:39). Tetapi mujizat-mujizat yang dilakukan Musa adalah serangkaian hukuman oleh Allah yang diturunkan kepada Mesir supaya mereka melepaskan anak-anak Yakub yang mereka perbudak. Mujzat Yesus di dalam Al-Qur'an, justru, muncul secara positif sebagai berkat-berkat dari Allah untuk membawa bangsa Israel percaya dan taat kepada Isa.

Muhammad memiliki kekurangan di dalam keadaan bahwa ia sendiri tidak bisa melakukan mujizat baik yang positif maupun yang negatif. Ia tidak bisa memahami mengapa orang Yahudi begitu keras hati dan tidak mau menerima bukti yang sangat nyata tentang Putera Maryam, dan justru menolak serta membenci-Nya.



Bukti-bukti mengenai Kristus (bayyinaat)

● Dalam Surat al-Baqara kita membaca bahwa Isa tidak bisa melakukan mujizat tanpa pertolongan dari Rohulqudus (Surat al-Baqara 2:87). Muhammad membayangkan bahwa Allah mengutus Jibril (Gabriel) untuk menguatkan Putera Maryam supaya ia bisa melakukan mujizat-mujizat besar. Muhammad mengatakan di dalam pernyataannya itu bahwa Yesus tidak bisa melakukan mujizat sendiri. Untuk melakukannya Ia membutuhkan pertolongan utusan Allah, yang disebutnya sebagai Rohulqudus.

Nama itu sering secara salah disamakan dengan “Roh Kudus.” Di dalam Al-Qur'an Allah sendirilah yang disebut “Kudus”, dan roh itu hanyalah hamba-Nya. Roh dari Yang Kudus tidak kudus daridirinya sendiri dan tidak memiliki hakekat ilahi. Ia hanyalah ciptaan dari Yang Mahakuasa. Roh di dalam Al-Qur'an ini jangan sampai disamakan dengan Roh Kudus yang ada di dalam Alkitab, meskipun Muhammad menganggap bahwa roh dari yang Mahakudus itu sama dengan Roh Kudus yang sesungguhnya yang menguatkan Putera Maryam. Jadi Muhammad kelihatannya memiliki pengakuan secara tidak langsung akan kesatuan dari Tritunggal yang Kudus, karena di dalam Al-Qur'an ketiganya – Allah, Roh-Nya dan Kristus – bersama-sama mendakan mujizat!

Muhammad tidak bisa memahami mengapa orang Yahudi selalu menolak bukti-bukti dari utusan-utusan Allah, dan bahkan menyebut mereka sebagai pendusta dan bahkan membunuh beberapa di antara mereka (Surat al-Baqara 2:87)!

● Dalam Surat yang sama (al-Baqara 2:253) Muhammad mengakui bahwa ada perbedaaan-perbedaan yang sangat mendasar di antara utusan-utusan Allah. Ia lebih menyukai yang satu dibandingkan yang lain dan kemudian memberikan kepadanya kedudukan yang lebih tinggi. Kepada Musa Ia berbicara secara langsung, yang tidak dilakukannya kepada Muhammad. Muhammad menerima yang disebut sebagai wahyunya melalui suatu roh yang tidak dikenal, yang kemudian disebut Jibril. Muhammad sendiri tidak pernah melihat Allah, atau mendengar suara-Nya! Ia tidak memiliki kontak pribadi dengan Allah.

Menurut Al-Qur'an, Allah menempatkan Putera Maryam dalam kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Musa, karena Ia memberikan kepada Putera Maryam bukti-bukti khusus (bayyinaat) dengan menguatkan dia dengan rohulqudus. Muhammad menggelengkan kepalanya atas pertentangan yang keras antara orang Yahudi dengan orang Kristen dan atas perpecahan di antara mereka meski memiliki hak yang sangat istimewa itu (Surat al-Baqara 2:253). Ia menganggap bahwa pertentangan sebagai penentuan yang bijaksana dari Allah yang membuat Islam sebagai kekuatan ketiga akan muncul sebagai pemenang atas kedua kelompok yang bertikai itu. Muhammad tidak menyadari bahwa Anak Allah yang tersalib itu serta karya pembenaran atas orang-orang berdosa, yang tidak didasarkan kepada perbuatan baik, adalah alasan yang paling utama terjadinya pertentangan antara orang Yahudi dengan orang Kristen. Orang Muslim dan orang Yahudi lebih memiliki kedekatan kesamaan dibandingkan dengan orang Kristen dengan orang Muslim!

● Dalam Surat al-Ma'ida kita membaca empat penjelasan yang diberikan Allah langsung kepada Kristus di dalam Al-Qur'an (Surat al-Ma'ida 5:110). Ia mengatakan, “Ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu ketika Aku menguatkan engkau dengan Ruhul Qudus.” Kemudian diikuti dengan daftar beberapa mujizat yang dilakukan Kristus yang kemudian berujung kepada penjelasan bahwa Allah menghalangi bangsa Israel mendatangi Isa, sehingga mereka tidak bisa membunuh dia, meskipun ia datang kepada mereka dengan bukti-bukti yang jelas (bayyinaat). Tetapi mereka membenci dia dan mengatakan, “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata!”

Dalam ayat ini Kristus sekali lagi muncul sebagai tokoh yang sudah diberi dan ditolong oleh roh Allah. Hal ini membuktikan bahwa di dalam Al-Qur'an Putera Maryam tidak memiliki di dalam dirinya hakekat atau kemampuan ilahi. Pada saat yang sama, bagaimanapun, Muhammad mengakui tidak bisa ditirunya mujizat-mujizat Isa dan menyebut semuanya itu bukti untuk kuasanya, yang diberikan oleh Allah. Muhammad tidak bisa memahami kerendahan hati Kristus, ketika Ia menyangkal dirinya dan memberikan semua kehormatan kepada Bapa, dan berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.” (Yohanes 5:19).

● Dalam Surat al-Zukhruf kita membaca sebuah penjelasan yang khas timur mengenai bukti yang dimiliki Kristus (Surat al-Zukhruf 43:63): Ia datang kepada orang Yahudi dengan “hikmah” untuk bisa membuka mata mereka kepada alasan dari kritik dan ketidaksetujuan mereka semua. Mungkin Muhammad pernah mendengar pengajaran yang diajarkan Yesus di dalam Matius 7:1-28 melalui tradisi lisan, dan menjelaskan perkataan Kristus itu sebagai suatu usaha untuk memperdamaikan kelompok-kelompok yang bertikai. Dengan cara ini Isa menuntut ketaatan tanpa syarat dan ketundukan mereka kepada perintah-perintahnya.

● Menurut Surat al-Saff, Isa datang kepada bangsa Israel untuk membenarkan bahwa Taurat tidaklah dipalsukan (Surat al-Saff 61:6). Ini adalah penjelasan yang sangat khusus kepada kita tentang tujuan kedatangan Isa yang memberikan kepada kita kesempatan untuk membuktikan kepada orang Muslim bahwa Alkitab tidak dibelokkan, karena, menurut Al-Qur'an sendiri, tugas pertama Kristus adalah membenarkan atau menegaskan ketidakbersalahan Taurat.

Namun, tujuan yang paling utama dari kedatangan Isa, maksud yang paling akhir dari semua mujizatnya, menurut Al-Qur'an, adalah adanya suatu janji yang dinyatakan oleh Putera Maryam bahwa sesudah dia akan datang seorang utusan Allah yang sangat terpuji. Dengan nubuat ini Muhammad menaruh peristiwa kedatangannya sendiri ke bibir Isa! Sejak itu, orang Muslim sudah berusaha menyelidiki Alkitab untuk menemukan nama Muhammad yang tersembunyi, yang secara literal berarti “Dia yang Terpuji.” Beberapa penafsir Muslim mengajarkan bahwa Muhammad adalah Parakletos yang dijanjikan, Roh Penghibur itu. Untuk membuat kata dalam bahasa Yunani ini cocok dengan Muhammad, orang Muslim mengubahkan huruf hidup dari kata Parakletos menjadi Periklytos, yang berarti “Dia Yang Sangat Terhormat.” Sebagai akibatnya orang Muslim menuduh orang Kristen sudah menutupi atau memalsukan nubuat dari Isa tentang Muhammad di dalam Alkitab, atau bahkan menghapus namanya dari dalam Alkitab,

Tanda-tanda ajaib Isa dan Muhammad ('aayaat)

Di dalam tiga ayat Al-Qur'an mujizat-mujizat Yesus disebut sebagai tanda ('aayaat) dari missi ilahinya (Surat Āl 'Imran 3:49.50; al-Ma'ida 5:114). Kata yang dipakai Muhammad untuk hal ini juga bisa dilihat di dalam Injil Yohanes untuk menyebut tentang mujizat-mujizat Yesus. Di sana kita bisa membaca, “Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya.” (Yohanes 2:11-12). Banyak orang percaya kepada nama-Nya ketika mereka melihat tanda-tanda-Nya yang dilakukan-Nya (Yohanes 2:23). Ketika Ia menyembuhkan anak seorang pegawai istana dari jauh, Yohanes menyebut hal itu juga sebagai tanda yang dilakukan-Nya (Yohanes 4:54). Ketika mereka melihat tanda itu (memberi makan 5000 orang) mereka mengatakan, “Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia.” (Yohanes 6:14). Namun, ketika Yesus melihat mereka datang dengan bergegas untuk menjadikan diri-Nya sebagai raja, karena mujizat roti itu, Ia meninggalkan mereka.

Yesus tidak melakukan tanda-tanda mujizat-Nya dengan tujuan supata orang-orang akan percaya kepada-Nya, tetapi supaya mereka mengenal kasih-Nya, kedaulatan-Nya dan kemahakuasaan ilahi-Nya. Yesus tidak ingin orang mengikuti Dia karena mujizat-Nya, tetapi Ia menghendaki pertobatan dan pembaharuan. Yesus memperigatkan orang-orang itu dan mengatakan, “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya.” (Yohanes 4:48). Di dalam Injil kita membaca beberapa kali bahwa Yesus melarang mereka yang disembuhkan-Nya untuk berbicara tentang Dia yang menyembuhkan mereka (Matius 9:30; Markusus 3:12; 5:43; 7:36; Lukas 5:14; 8:56; 9:21).

Ketika Yesus dianiaya dan diancam kematian di Yerusalem, orang banyak yang hanya ingin melihat mujizat berbalik dari pada-Nya. Hanya murid-murid-Nya, yang sudah mengakui dosa-dosa mereka di hadapan Yohanes Pembaptis dan yang kesombongannya sudah diremukkan dengan pertobatan, yang tetap setia kepada Yesus. Mereka melihat kemuliaan_nya meskipun Ia sedang dianiaya dan mati di Kayu Salib. Ketika orang Yahudi mencobai Yesus dan menuntut tanda dari-Nya untuk membuktikan kedaulatan dan missi-Nya, Ia menjawab, “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.!” (Yohanes 2:18-22). Dan kemudian Ia menambahkan, “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.” (Matius 12:39-40; 16:4)

Bukti-bukti dan tanda-tanda yang disebutkan oleh Muhammad tentang Isa di dalam Al-Qur'an berusaha untuk menciptakan suatu keyakinan yang sebenarnya ditolak sepenuhnya oleh Yesus! Karena itu kita tidak boleh menjelaskan tanda-tanda yang dilakukan Kristus kepada orang Muslim hanya karena semuanya itu bersifat mujizat, tetapi justru harus menekankan bahwa semuanya itu hanya menunjuk kepada kebesaran, kasih, kerendahan hati, kekudusan dan kedaularan-Nya. Yesus Kristus sendiri yang harus dimuliakan di dalam penyebutan akan mujizat-mujizat itu. Mujizat-mujizat itu bukanlah sesuatu yang mulia karena dirinya sendiri. Semua penyembuhan yang ajaib yang tidak membawa orang kepada pertobatan dan pembaharuan hidup bisa dikatakan gagal membangun iman yang dalam kepada Yesus.

1. Kristus berbicara ketika masih bayi yang baru lahir

Tiga kali kita menemukan tulisan di dalam Al-Qur'an mengenai Putera Maryam yang berbicara ketika baru lahir, masih ada di palungan. Kenyataan bahwa ia berbicara ditulis dua kali (Surat Āl 'Imran 3:46; al-Ma'ida 5:110), isi dari pembicaraannya bisa dilihat secara terperinci di dalam Surat Maryam (19:24-33).

Kisah yang sangat tidak masuk akal mengenai Isa yang baru lahir bisa berbicara secara sempurna, dijelaskan dengan cara yang berbeda oleh para penafsir Al-Qur'an. Ada yang mengatakan, Isa hanya membutuhkan beberapa menit, ada yang mengatakan beberapa jam, sampai ia bisa mengucapkan setiap kata dan kalimat tanpa salah. Otaknya sudah berkembang secara penuh sejak ia lahir, dan pengertiannya, perasaan dan kemampuan logikanya berkembang dalam waktu yang sangat singkat, paling tidak itulah yang mereka katakan.

Mengapa para penafsir Muslim percaya dan mendiskusikan fenomena yang demikian? Mereka membaca di dalam Al-Qur'an bahwa Kristus adalah “firman Allah” yang menjadimanusia. Yang Mahakuasa mengajarkan Taurat kepadanya, amsal Salomo, Injil dan Kitab yang asli di surga, sebelum ia lahir (Surat Āl 'Imran 3:48). Ia dilahirkan ke dunia dengan pengetahuan yang penuh, kepintaran dan kemampuan untuk berbicara. Ia harus menyampaikan firman Allah senantiasa sejak ia lahir sampai ia mati. Ia adalah seperti aliran wahyu yang dari Tuhannya.

Al-Qur'an menegaskan kebenaran bahwa Putera Maryam bukanlah manusia biasa, tetapi suatu roh dari Allah yang menjadi manusia. Ia turun dari lingkungan yang dekat dengan Yang Mahakekal (perhatikan bagian akhir dari Surat Āl 'Imran 3:45) dan memiliki pengetahuan yang besar dan kemampuan rohani yang melebihi semua makhluk yang lainnya.

Pernyataan-pernyataan spekulatif di dala, Al-Qur'an juga mendekati pemahaman Kristen tentang inkarnasi Anak Allah di dalam Alkitab. Tetapi di dalam Alkitab Yesus dilahirkan sebagai bayi manusia yang sesungguhnya yang dibungkus dengan kain lampin. Ibu-Nya yaitu Maria tidak pernah mengatakan kepada dokter Lukas mengenai pembicaraan yang dikatakan oleh anaknya setelah Ia dilahirkan, karena sebagai bayi Ia tidak bisa berbicara dan membutuhkan waktu untuk berkembang (Lukas 2:40-52).

Dari mana asalnya kisah khayalan ini? Di dalam kitab Injil apokripa tentang masa kanak-kanak yang ada di kalangan orang Kristen Syria dan Koptik kita bisa menemukan petunjuk untuk kisah yang demikian. Para ibu biasa menyanyikan lagu nina bobo yang berisi tentang bayi Yesus untuk membuat anak-anak mereka tidur. Sumber dari kisah tentang bayi Yesus bisa lebih jelas diketahui sekarang ini.

Muhammad mendengar kisah kanak-kanak itu dari para budan Kristen dari Syria dan Koptik dan – mempercayai kisah itu! Ia mempercayainya lebih daripada para Bapa Gereja, yang sama sekali tidak pernah mencantumkan kisah dongeng itu ke dalam kanon Alkitab, karena memang hal itu tidak pernah terjadi. Jadi Muhammad kelihatan seperti orang yang sungguh-sungguh mencari kebenaran, tetapi sama sekali bukan nabi. Ia tidak bisa membedakan antara dongeng dengan kenyataan.

Mengenai isi dari apa yang disebut sebagai perkataan Putera Maryam yang baru lahir itu (Surat Maryam 19:24-33) bayi itu pertama-tama ingin memberikan penghiburan kepada ibunya yang masih muda yang sudah mengandungnya tanpa menjalani pernikahan. Maria tahu bahwa dirinya bisa dirajam dengan batu. Karena itu bayi Isa yang beru lahir menghiburnya dengan berita bahwa ia baru saja melahirkan seseorang yang sangat menonjol di bawah pohon palem di padang pasir.

Dalam bahasa Arab salah satu istilah untuk orang yang luar biasa adalah suriyun, dengan bentuk jamaknya surawaa’, asriyaa' atau saraat (semua berasal dari kata dasar bahasa Arab S-R-W). Tetapi para pembaca Al-Qur'an yang cemburu mengubahkan huruf vokal dari kata itu dan makna dari kata itu menjadi “anak sungai kecil atau selokan” (yang dalam bahasa Arab adalah sariyun) kemudian dengan menarik dilahirkan kembali dari kata dasar S-R-Y membentuk kata bentuk jamak asriyat atau suryaan. Para pembaca Muslim itu menjadi marah karena Isa sebagai bayi yang baru lahir sudah memiliki tempat yang lebih tinggi dibandingkan dengan Muhammad, jadi mereka langsung saja mengubahkan huruf vokalnya dan dengan itu mengubahkan artinya juga dari ‘pribadi yang luar biasa’ menjadi ‘anak sungai’, meskipun kemudian arti dari kalimat itu menjadi sangat tidak masuk akal.

Anak yang baru lahir itu kemudian mengatakan kepada ibunya untuk menggoyang dahan pohon kurma dan membuat buah-buah yang sudah matang berjatuhan di dekatnya dan ia bisa menguatkan dirinya setelah menderita sakit melahirkan. Betapa hal itu sangat tidak masuk akal untuk orang-orang Bedouin. Beberapa orang laki-laki yang kuat belum tentu bisa menggoyang sebuah pohon kurma. Bagaimana mungkin seorang ibu muda yang baru melahirkan bisa melakukan hal ini? Pada jaman Muhammad kehidupan orang-orang Bedouin sangat berat, dua kali lipat bagi kaum wanita dan kaum ibu.

Di akhir dari pembicaraannya yang pertama Isa mengatakan kepada ibunya yang merasa ketakutan bahwa ia harus menjelaskan kepada semua orang yang akan menanyakan kepadanya tentang asal-usul anak yang baru lahir itu: bahwa ia sudah berjanji kepada Allah yang Maha Pengasih untuk berpuasa dan tidak akan berkata-kata kepada siapapun hari itu. Jadi nasehat pertama, yang diberikan oleh Isa kepada ibunya, adalah suatu tipuan, suatu kelicikan, dan suatu kebohongan, untuk menyelamatkan dia dari bahaya yang mengancamnya.

Catatan selanjutnya menunjukkan bagaimana bayi yang baru lahir itu membela ibunya dari kemarahan orang-orang sedesanya dengan memperkenalkan dirinya sebagai nabi yang diberkati dalam permbicaraannya yang kedua yang dicatat oleh Al-Qur'an.

Orang-orang yang secara obyektif memperhatikan kisah ini akan melihat bagaimana mimpi dan kenyataan bergabung dan menjadi suatu fatamorgana di dalam pikiran Muhammad. Seluruh isi Al-Qur'an berisi percampuran antara fiksi dengan kenyataan yang demikian.

2. Isa menciptakan seekor burung

Dari sumber apokripa yang sama muncul kisah yang lain: Isa yang masih muda membuat bentuk burung dari tanah liat, meniupnya, dan burung itu kemudian terbang! (Surat Āl 'Imran 3:49; al-Ma'ida 5:110). Kita akan diarahkan untuk melupakan kisah yang tidak realistis tentang Putera Maryam ini, tetapi pada kenyataannya ada tiga penyebutan.

Di dalam Surat Āl 'Imran Isa mengatakan kepada bangsa Israel, “Aku akan menciptakan bagimu serupa burung dari tanah liat.” Di dalam Surat al-Ma'ida Allah, sesudah kenaikan Isa, menegsakan, “Engkau menciptakan seekor burung dari tanah liat!” Mujizat ini disebutkan di dalam Al-Qur'an dalam bentuk present tense dan past tense, sekali dikatakan oleh Isa dan sekali lagi dikatakan oleh Allah sendiri. Penegasan yang dua kali ini membuat teks ini menjadi penting.

Di kedua tempat itu kta melihat bahwa Isa mampu menciptakan burung hidup dari bahan mati. Dalam bahasa Arab, kata “mencipta” (khalaqa) yang biasanya dipakai hanya untuk Allah, sang Pencipta, yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan. Tetapi kata yang khusus ini dipakai untuk Isa, juga. Ia adalah satu-satunya manusia, menurut Al-Qur'an, yang menjadi pencipta dan bisa menciptakan sesuatu yang hidup dari benda mati. Kristus di dalam Islam ditunjukkan sebagai pencipta juga.

Muhammad, bagaimanapun, membatasi penghormatan kepada Putera Maryam ini dengan kalimat, “Dengan ijin Allah!” beberapa kali di dalam ayat-ayat Al-Qur'an mengenai mujizat-mujizat Kristus. Karena itu kita bisa bertanya kepada orang Muslim yang kritis, “Apakah anda percaya bahwa Kristus, dengan ijin Allah, mampu menciptakan burung dari benda matu?” Jawabannya kemungkinan, “Tentu saja. Al-Qur'an menegaskannya dua kali!” Kemudian kita bisa menjelaskan kepadanya bahwa Putera Maryam adalah pencipta yang sangat unik –dengan ijin Allah!

Kisah legenda masa kanak-kanak inimengandung kejutan yang lain. Isa mengangkat burung dari tanah liat ke mulutnya dan kemudian meniupnya. Lalu burung dari tanah liat itu menjadi hidup dan kemudian terbang. Menurut Al-Qur'an, Isa memiliki di dalam dirinya nafas pemberi kehidupan –dengan ijin Allah, tentu saja!

Di dalam Alkitab, Allah menghembuskan “nafas hidup” kepada Adam. Dan kemudian manusia yang pertama tercipta (Kejadian 2:7). Di malam Paskah Kristus menghembus kepada murid-murid-Nya yang sedang ketakutan dan sekaligus penuh sukacita dan berkata kepada mereka, “Terimalah Roh Kudus!” (Yohanes 20:22). Kemudian para pengikut-Nya dipulihkan, karena Kristus adalah pemberi roh yang menghidupkan (1 Korintus 15:45).

Muhammad, bagaimanapun, tidak masuk sampai sejauh itu di dalam tulisannya. Ketika Isa meniupkan nafasnya ke benda mati, benda itu tidak menjadi manusia, dan juga tidak dilahirkan kembali sebagai anak Allah. Tetapi hany emnjadi sesuatu yang seperti seekor burung! Muhammad tidak berani menyangkal bahwa Yesus sendiri memiliki roh pemberi kehidupan dari sang pencipta.

Kisah tentang penciptaan burung ini membuat sakit kepala para penafsir Al-Qur'an, karena kalau memang Isa bisa menciptakan burung yang hidup dari benda mati, meskipun atas ijin Allah, itu berarti ia jauh lebih tinggi dari semua manusia, bahkan lebih tinggi dari Muhammad. Kemudian beberapa penafsir mengatakan, “Isa sebenarnya ingin menciptakan seekor binatang berkaki empat atau seekor burung yang bisa terbang tetapi tidak menjadi kedua-duanya. Yang kemudian jadi dari apa yang dibuatnya hanyalah seekor ‘kelelawar’ yang bukan termasuk burung dan bukan juga mammalia, tetapi pada saat yang sama memiliki ciri kedua jenis itu.” Kita bisa menjawab untuk kritik yang demikian, “Kelelawar adalah satu-satunya binatang terbang yang sudah sangat berkembang, karena ia memiliki unit ultrasound (seperti radar) di dalam mulutnya yang memungkinkan ia bisa terbang bahkan pada waktu malam, seperti pesawat terbang di jaman modern!”

3. Kesembuhan orang buta

Setelah dua kisah mujizat yang meragukan yang dilakukan Isa waktu masih sangat muda, yang sebenarnya bukan sepenuhnya karya Muhammad, karena ia hanya mengambilnya dari tulisan apokripa mengenai masa kanak-kanak Yesus, kita membaca tulisan tentang Kristus sendiri, yang kebenarannya ditegaskan oleh Allah, bahwa Isa mampu menyembuhkan beberapa orang buta (Surat Āl 'Imran 3:49; al-Ma'ida 5:110).

Di dalam tulisan ini kita bisa merasakan belas kasihan Kristus kepada orang-orang hina yang tidak bisa melihat terang matahari dan berjalan di dalam kegelapan. Putera Maryam, menurut Al-Qur'an, tidak melakukan mujizat untuk membuat para raja dan penguasa tertarik kepadanya, tetapi karena ia ingin menolong orang yang sakit, orang-orang yang sengsara dan terbuang dari masyarakat. Rasa iba dan kasihnya yang membuatnya melakukan tanda-tanda yang demikian.

Kata dalam bahasa Arab untuk “menyembuhkan” (bar’ia) berhubungan dengan makna “membenarkan” atau “membasuh.” Kalau suatu penyakit dianggap sebagai penghukuman dariAllah untuk dosa-dosa yang tersembunyi, maka Kristus tidak hanya menyembuhkan penyakitnya tetapi juga berurusan dengan penyebabnya.

Yesus tidak membuka mata orang buta dengan pisau yang tajam atau dengan sinar laser, Ia juga tidak memakai obat atau antibiotik, tetapi Ia menyembuhkan dengan perkataan-Nya saja. Ia tidak menggunakan sulap, sihir atau roh-roh asing, tetapi Ia membebaskan orang-orang yang menderita, yang sengsara daridalam kegelapan dengan kuasa perkataan-Nya semata-mata. Tentu saja, Muhammad menambahkan juga kalimat yang sangat khas,: “dengan ijin Allah!” Akan tetapi, siapa saja bisa melihat kuasa Yesus Kristus dan kasih-Nya kepada orang-orang yang terbuang di dalam kitab orang Muslim.

Dari Al-Qur'an orang Muslim tidak bisa melihat secara terperinci tentang bagaimana, dimana, kapan atau siapa yang matanya dibukakan oleh Yesus. Jadi ayat-ayat seperti itu membutuhkan kesaksian dari para saksi mata yang melihatnya sendiri di dalam Injil. Kita harus membuka Alkitab dalam bagian-bagian di atas untuk orang-orang Muslim yang tertarik, tetapi jangan membacanya sendiri melainkan doronglah mereka untuk membaca bagian itu sendiri, sehingga mereka bisa mengalahkan rintangan yang ada dan menerima Roh Kudus di tangan mereka dan melihat Yesus dengan mata hati mereka. Dengan itu mereka bisa mengakui bahwa Yesus tidak pernah memaksa orang untuk menerima pertolongan atau kesembuhan dari-Nya, tetapi menunggu sampai si sakit itu datang kepada-Nya atau berseru meminta pertolongan. Yesus ingin membangkitkan kehendak untuk disembuhkan di dalam diri orang yang menderita itu, sampai mereka meminta kesembuhan. Ia menumbuhkan di dalam diri mereka kepercayaan kepada-Nya dan kemahakuasaan-Nya, sehingga Ia bisa membebaskan mereka dari beban mereka. Jarang sekali kesembuhan terjadi kalau seseorang tidak percaya kepada tabib itu di antara semua tabib yang ada. Kristus tidak memaksakan anugerah-Nya kepada siapapun, tetapi membangun di dalam diri mereka kehendak, iman dan kasih akan Dia, penebus mereka. Yesus menunjukkan bagian dari orang itu di dalam kesembuhannya, ketika mengatakan, “imanmu telah menyembuhkan engkau.” (Matius 9:22; Markusus 5:34; 10:52; Lukas 7:50; 8:48; 17:19; 18:42). Semua ini asing bagi orang Muslim. Ia tidak tahu tentang Juruselamat atau penolong. Kepercayaan kepada Kristus, Penebusnya, haruslah dipupuk, sehingga hal itu bisa bertumbuh di dalam hidupnya secara rohani.

4. Isa mentahirkan orang kusta

Dalam dua bagian Al-Qur'an ditulis mengenai pentahiran dan penyembuhan orang-orang kusta, kesaksian Isa dan Allah sekali lagi menegaskan adanya mujizat-mujizat itu (Surat Āl 'Imran 3:49; al-Ma'ida 5:110). Bentuk dalam bahasa Arab untuk penyembuhan bagi orang kusta ada dalam bentuk tunggal, tetapo memiliki makna kolektif jaman untuk menunjuk kepada beberapa orang sakit demikian. Sebagaimana dengan orang buta, hal ini tidak menunjuk kepada satu mujizat saja, tetapi serangkaian penyembuhan ajaib yang dilakukan Kristus terhadap orang-orang kusta.

Kalau anda pernah bertemu dengan orang-orang yang menderita seperti ini di India, dengan jari yang hilang atau wajah yang rusak, yang secara bersama-sama mengemis di stasiun-stasiun, anda akan memahami betapa besar kasih Yesus, keagunan-Nya dan kemenangan-Nya atas rasa jijik dan takut terinfeksi. Ia tidak mengusir orang-orang kusta itu sebagai orang-orang yang najis, tetapi berbicara kepada mereka dan bahkan menyentuh beberapa di antara mereka. Ia membangun jembatan bagi iman mereka, sehingga mereka bisa mengerti: Yesus ini mengasihi saya secara pribadi! Kristus lebih kuat dibandingkan dengan kusta! Ia bisa dan akan menyembuhkan saya (Matius 8:1-4; Markusus 1:40-45; Lukas 5:12-16). Ketika Yesus menyembuhkan kesepuluh orang kusta Ia menginginkan agar mereka memiliki iman yang melebihi manusia biasa. Mereka percaya kepada Dia yang berbicara kepada mereka dengan kasih Allah yang mereka rasakan di dalam Dia ( Lukas 17:11-19).

Yang ditulis di dalam Al-Qur'an hanyalah kenyataan umum yang memerlukan penerangan dari Injil dan tambahan kesaksian kita: bahwa Ia sudah mentahirkan kita dari segala kelemahan dan kecemaran kita.

Kepada peristiwa kesembuhan bagi orang kusta bisa ditambahkan juga pengampunan yang diberikan Yesus. Di beberapa negara, dalam keyakinan Islam secara umum, kusta sering dianggap sebagai penghukuman Allah untuk peemberontakan atau dosa-dosa yang tersembunyi. Di sini beberapa catatan Alkitab mengenai kesembuhan dari kusta bisa sangat menolong. Ia mengharapkan kata-kata “kesembuhan” dari Yesus, tetapi justru ia mendengar, “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni." Ketika para ahli Taurat berpikir bahwa Yesus menghujat, Ia menengok ke arah mereka dan berkata, “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" (Matius 9:1-8).

5. Membangkitkan orang mati

Kalau anda membaca kalimat singkat yang ditegaskan sampai dua kali di dalam Al-Qur'an bahwa Yesus bisa membangkitkan orangmati, mungkin anda akan sangat terkejut (Surat Āl 'Imran 3:49; al-Ma'ida 5:110). Di dalam dua ayat ini anda akan menemukan kata dalam bentuk jamak, bukan dalam bentuk tunggal! Dalam bahasa Arab itu berarti bahwa Kristus membangkitkan lebih dari dua orang, atau paling tidak tiga orang dari kematian. Sangat dianjurkan untuk menghafal bagian-bagian di dalam Injil dimana Yesus membangkitkan seorang anak, seorang pemuda dan seorang dewasa dari kematian, dan untuk membaca bagian-bagian itu bersama-sama dengan orang Muslim yang tertark (Matius 9:18-26; Markus 5:21-43; Lukas 7:11-17; Lukas 8:40-56; Yohanes 11:1-45).

Al-Qur'an menggunakan dua istilah yang berbeda untuk peristiwa Kristus membangkitkan orang mati. Di dalam surat Āl 'Imran (Surat Āl 'Imran 3:49) ia mengatakan, "aku menghidupkan orang mati."

Di ayat yang lain (Surat al-Ma'ida 5:110) Allah menegaskan, "engkau mengeluarkan orang mati (menjadi hidup)!"

Kalau anda mengenal orang Muslim yang sudah menunjukkan ketertarikan kepada Kristus anda bisa bertanya kepadanya berdasarkan dua kesaksian di dalam Al-Qur'an itu, “Siapakah yang bisa membangkitkan orang mati?” Yang paling sering, jawabannya adalah, “Tidak ada selain Allah.” Tetapi kalau anda bertanya, “Apakah anda mengatakan kalau Kristus itu Allah, karena Ia sudah menghidupkan kembali paling tidak tiga orang yang sudah mati?” mungkin anda mendengar penolakan yang sangat keras, “Aku berlindung kepada Allah dari orang-orang seperti anda!” Kalau anda meneruskan dengan bertanya, “Tetapi didalam Al-Qur'an anda menemukan dua ayat dimana Kristus memang membangkitkan orang mati,” mungkin anda akan mendengar jawaban setelah ia berpikir cukup lama, “Tetapi di setiap peristiwa anda akan menemukan tulisan, ‘dengan ijin-Ku’! Kristus sendiri tidak bisa membangkitkan orang yang sudah mati. Karena itu Allah mengutus Jibril untuk menguatkan dia, sehingga ia bisa melakukan tanda-tanda ajaib membangkitkan orang mati untuk kemuliaan bagi Allah!” Kalau bertanya dengan hati-hati, “Jadi anda percaya bahwa Allah dan Rohulkudus dan Putera Maryam bersama-sama bisa membangkitkan orang mati?” Mungkin anda akan mendengar jawaban yang ragu-ragu, “Ya, itu dituliskan di dalam Al-Qur'an.” Kemudian anda bisa berkata, “Jadi anda percaya kepada kerjasama Tritunggal?” Hal ini bisa jadi, setelah beberapa penyangkalan, membawa kepada pernyataan bahwa di dalam Al-Qur'an terdapat penegasan akan kesatuan Tritunggal di dalam tindakan, meskipun hal itu tidak menegaskan keberadaan di dalam roh dan hakekatnya. Memang tidak selalu menjadi keharusan bahwa orang Muslim akan diyakinkan dengan semua argumentasi kita. Tetapi akan sangat menolong bagi dia untuk mendengar ide-ide baru yang juga ditegaskan kebenarannya oleh Al-Qur'an, sehingga ia bisa mulai berpikir dengan cara yang berbeda.

Kenyataan adanya orang mati yang dibangkitkan oleh Putera Maryam adalah sesuatu yang sangat menakjubkan sampai-sampai mungkin anda sendiri bertanya mengapa di dalam Al-Qur'an Muhammad menuliskan kesaksian yang didengarnya dari orang-orang Kristen yang ada di sekitar dia. Mungkin ia melakukannya untuk menunjukkan Islam sebagai agama yang mirip dengan kekristenan untuk bisa membawa orang-orang Kristen kepada iman miliknya.

Kita percaya bahwa kesaksian tentang kemenangan atas maut di dalam Al-Qur'an akan menjadi seperti ragi, dan akan membuka mata orang Muslim dari dalam, sehingga mereka bisa mengenal Kristus yang sesungguhnya yang memiliki kehidupan kekal di dalam diri-Nya. Kemudian mereka akan memahami bahwa Kristus bisa memberikan kehidupan kekal kepada semua orang yang meminta kepada-Nya. Kenyataan bahwa Kristus membangkitkan orang mati menjadi tantangan bagi semua anak-anak Abraham, termasuk orang Yahudi maupun orang Muslim: “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup.” (Yohanes 3:36; 1 Yohanes 5:12)

6. Yang Mahatahu

Dalam surat Āl 'Imran kita menemukan ayat yang cukup menarik dimana Isa mengatakan kepada orang Yahudi bahwa ia akan menunjukkan kepada mereka apa yang sudah mereka maka secara sembunyi-sembunyi dan harta apa yang mereka sembunyikan di dalam lemari mereka.

Kisah yang tidak mungkin ini bisa memiliki banyak penjelasan: banyak orang Yahudi tidak secara tepat mematuhi hukum Musa, dan sering memakan apa yang dilarang secara sembunyi-sembunyi. Yang lainnya tidak berpuasa dengan benar di hari-hari yang ditentukan dan secara sembunyi-sembunyi makan di rumah mereka setiap kali mereka menginginkannya. Sebagai tambahan mereka menyimpan harta mereka di lemari dan bukannya membaginya untuk orang-orang miskin dan para pengungsi dari Mekkah.

Al-Suyuti, seorang penafsir Islam, menjelaskan bahwa Isa sebagai seorang anak sedang bermain-main dengan anak-anak yang lainnya ketika ia berkata kepada mereka, “Saya bisa mengetahui apa yang dimakan oleh orang tuamu ketika kamu tidak dirumah, dan apa yang secara rahasia mereka simpan di dalam lemari yang tersembunyi darimu.” Ketika anak-anak itu bertanya tentang pernyataan itu, orang tua mereka sangat terkejut dan bertanya kepada anak-anak mereka, “Siapa yang memberitahukan rahasia itu kepadamu?” Ketika anak-anak itu mengatakan bahwa Isa yang menjelaskan rahasia itu kepada mereka, para orang tua itu kemudian melarang anak-anak mereka bermain bersama dengan Putera Maryam dan mengunci mereka di halaman belakang rumah mereka.

Ketika Isa kemudian bertanya kepada para orang tua teman-temannya mengapa ia tidak bisa bertemu lagi dengan mereka ia diberitahu bahwa teman-temannya saat itu sedang tidak ada di rumah. Ketika Isa mengatakan kepada para orang tua itu, “Tetapi aku bisa mendengar mereka ribut di halaman belakangmu,” mereka mengatakan kepadanya, “Itu hanya babi kami yang sedang kelaparan.” Kemudian Isa dengan sedih memandang mereka dan berkata, “Kamu benar! Hanya babi-babimu yang bisa membuat keributan yang demikian di halaman belakangmu.” Ketika para orang tua itu mencari anak-anak mereka, kata-kata Isa sudah menjadi kenyataan. Semua anak-anak mereka sudah menjadi babi!

Kisah yang sangat keji ini berasal dari imajinasi yang penuh fitnah terhadap orang-orang Yahudi yang tidak pernah memelihara babi di halaman belakang mereka, dan juga terhadap Yesus sendiri, yaitu untuk menjauhkan anak-anak darinya, karena ia bisa menyatakan kebenaran yang tersembunyi. Namun, teks dari Al-Qur'an ini menegaskan kebenaran bahwa Kristus bisa melihat menembus dinding sekalipun! Menurut Muhammad, ia memiliki “mata sinar X”. Di dalam Injil Yohanes kita bisa membaca bahwa Yesus melihat apa yang ada di dalam diri manusia. Ia tidak membutuhkan pemberitahuan tentang siapapun, “sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.” (Yohanes 2:24-25).

Di dalam ayat ini Al-Qur'an membuktikan kemahatahuan Isa, tetapi menarik kesimpulan yang salah akan hal itu. Bukan makanan yang dimakan secara rahasia, atau harta yang tersembunyi yang Yesus lihat dengan mata Penebus-Nya. Ia menyingkap dosa-dosa yang tersembunyi dan mengenal kerinduan seseorang akan keadilan, kesucian dan kebenaran. Ia ingin menyelamatkan, menyucikan dan memperbaharui semua orang, dan tidak ingin mengambil bagian di dalam kekayaan mereka.

Muhammad menderita karena meningkatnya ketegangan antara para pengungsi yang datang bersamanya dari Mekkah dan para penduduk asli di Medinah. Para pendatang dari Mekkah tidak bisa menemukan pekerjaan, mereka tidak memiliki rumah dan tidak memperoleh apapun dari saudara-saudara mereka. Di lain pihak, orang-orang Muslim yang asli dari Medinah semakin hari menjadi semakin kaya dan semakin kaya. Mereka sudah menampung para pendatang itu ke rumah mereka dan sudah berjanji untuk mengurus mereka seperti saudara kandung. Tetapi harapan dan kenyataan jauh sekali bedanya. Para penduduk asli makan makanan yang lebih baik ketika para pendatang itu sedang tidak ada di rumah mereka, dan para pemilik rumah menyembunyikan kekayaan mereka dari mata para pancari suaka itu. Muhammad mendengar tentang perilaku ini dan ingin ikut mengambil bagian campur tangan dalam harta mereka yang disembunyikan. Karena itu ia mengatakan, “Kalau Isa datang kembali ia akan mengatakan kepadamu apa yang kamu makan secara rahasia dan apa yang kamu sembunyikan di rumahmu, karena ia bisa melihat semua yang ada di dalam dirimu. "

Kita perlu merenungkan kesaksian dari Al-Qur'an ini, dan ketika memberikan nasehat rohani kepada orang Muslim, membuat mereka menyadari bahwa kita semua perlu diuji dan diungkap sepenuhnya oleh kasih Yesus Kristus dan oleh kebenaran ini berulang-ulang kali! Uang dan harta milik semua orang Kristen yang disembunyikan akan cukup untuk menginjili seluruh dunia ini, kalau orang-orang itu bersedia untuk membagi sebagian dari harta mereka itu.

7. Hidangan dari surga

Di dalam Surat al-Ma'ida (5:112-115) kita bisa menemukan semacam hema dari kisah Kristus memberi makan 5.000 orang dalam pandangan Islam. Kita akan menerjemahkan teks ini secara literal, sehingga cara berpikir Muhammad dan sikap orang-orang Muslim bisa dipahami sebagai dasar untuk percakapan kita dengan mereka:

112 Para hawariryin (murid) berkata, “Hai Isa Putra Maryam sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?”

Dia menjawab, "Bertaqwalah kepada Allah jika kamu benar-benar orang mukmin!"

113 Mereka berkata, “Kami ingin memakan hidangan it, dan supaya hati kami tenteram dan supaya kami mengetahui bahwa engkau telah berkata benar kepada kami dan kami menjadi saksi atas hidangan itu."

114 Isa Putera Maryam berkata, “Allahumma (Elohim), turunkanlah kepada kami hidangan dari langit yang akan jadi hari raya bagi kami dan bagi orang-orang yang bersama kami serta yang datang sesudah kami, dan sebagai tanda (kebenaran) dari Engkau! Dan berilah kami rezeki dan Engkaulah sebaik-baiknya Pemberi rezeki.”

115 Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepada kamu. Maka barangsiapa yang ingkar di antara kamu sesudah itu sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang belum pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia!”

Dalam kisah imajinatif tentang pemberian makan kepada 5,000 orang ini kita bisa memberikan penjelasan demikian:

  • Beberapa kali Muhammad membuat pembedaan di antara orang-orang Kristen berdasarkan kedewasaan mereka dan menyebut mereka sebagai hawariyin atau murid (para pemula), penolong yang giat atau pejuang, orang yang percaya yang berdoa, Muslim, pengikut dan saksi (Āl 'Imran 3:52-53). Di dalam kisah hidangan dari surga Isa berbicara kepada para hawariyin atau murid sebagai para pemula.

  • Di dalam Al-Qur'an, Isa sendiri tidak pernah disebut sebagai “Tuhan”, tetapi Allah adalah Tuhannya. Isa selalu disebut sebagai alat saja.

  • Setelah Isa memberikan khotbah yang panjang di padang pasir para muridnya menjadi lapar. Mereka tidak sabar menunggu sampai Isa menyediakan makanan bagi mereka, tetapi justru ‘mencobai’ dia dan mempertanyakan kemahakuasaan Allah, mungkinkah ia bisa memiliki kemampuan menolong mereka. Mereka tidak sungguh-sungguh percaya kepada kasih keperduliannya tanpa keinginan untuk mencobai dia.

  • Isa tidak menantang para muridnya untuk percaya, tetapi untuk takut kepada Allah. Kasih Allah dan kepercayaan kepada perhatiannya bukanlah topik yang utama di dalam Islam, dan hanya ketundukan penuh kepada Allah dan ketakutan dengan rasa hormat yang mendalam kepadanya.

  • Orang-orang Muslim tidak memiliki jaminan akan adanya penebusan dan tidak memiliki damai di dalam hati karena mereka tidak memiliki Roh Kudus di dalam agama ini. Rohulkudus dianggap sebagai Jibril (Gabriel), sehingga orang-orang Muslim sering berusaha menyelidiki bukti yang pokok untuk iman mereka. Mereka ingin menjadi saksi mata untuk hidangan itu, bukan untuk karya yang dilakukan Isa. Hidangan dan apa yang ada di dalamnya adalah pusat dari pengharapan mereka.

  • Anehnya, Putera Maryam tidak berdoa kepada Allah, tetapi kepada Allahuma (Elohim). Nama ini bagi Muhammad merupakan kunci bagi doa-doa yang sangat menolong sehingga doa bisa dijawab secepatnya. Elohim adalah bentuk jamak dari kata Allah dan mengandung kemungkinan adanya Kesatuan Tritunggal yang Kudus. Di dalam Al-Qur'an Isa menyebut Allah dari Perjanjian Lama “TUHAN Allah (Allahuma) kami”. Ini sangat bertentangan dengan apa yang “Tuhan” nyatakan kepada Musa ketika ia mengatakan, “Akulah TUHAN Allahmu!” Muhammad berusaha untuk mengislamkan Allah dari Perjanjian Lama.

  • Isa di dalam Al-Qur'an menyebut hidangan makanan dari surga itu sebagai pesta yang sangat istimewa untuk semua orang, untuk semua murid Kristus baik yang terbesar maupun yang terkecil secara setara. Mungkin Muhammad di dalam imajinasinya mencampurkan antara perjamuan Tuhan dengan pemberian makan kepada 5.000 orang sebagai peristiwa yang sama. Ia menyebut hidangan ini sebagai tanda mujizat. Itulah sebabnya ia menyebut Surat kelima di dalam Al-Qur'an sebagai “Hidangan” (al-Ma'ida).

  • Putera Maryam juga meminta kepada Allah untuk memberi rezeki kepada pengikutnya secara tetap dengan segala makanan yang diperlukan. Di dalam Islam iman berarti nafkah (Surat Fatir 35:29-30) dan akan membawa hasil keberhasilan yang nyata. Allah bukanlah bapa tetapi sultan yang secara murah memberi rezeki kepada orang-orang Muslimnya – kalau ia menghendakinya.

  • Allah langsung mengabulkan doa Isa, yang sangat luar biasa di dalam Islam. Ketika Isa masih berdoa, Allah secara seketika langsung mengirimkan hidangan surgawi untuk murid-murid Isa yang kelaparan.

  • Akibat sampingan dari mujizat Isa, bagaimanapun, sangat menakutkan. Allah mengancam siapa saja yang tidak mau percaya di antara murid-muridnya akan diberi hukuman yang sangat mengerikan di antara semua hukuman yang terjadi di dunia sekarang dan yang akan datang. Ancaman ini juga diarahkan kepada orang-orang Muslim (!) kecuali kalau mereka percaya kepada mujizat Isa sebagaimana yang tertulis di dalam Al-Qur'an.

  • Para penafsir Al-Qur'an lebih banyak membicarakan mengenai beragam makanan di dalam hidangan itu dibandingkan dengan hakekat dari dia yang sudah menyiapkan pemberian-pemberian surgawi itu. Orang-orang Muslim berusaha mencari tahu apakah anggur, daging babi dan makanan-makanan terlarang lainnya disiapkan bagi mereka di surga, tetapi mereka lupa kepada dia yang menurunkan hidangan itu bagi mereka. Kebanyakan mereka tidak menyadari bahwa di dalam Islam Putera Maryam memiliki hak istimewa untuk menjadi syafaat bagi para pengikutnya.

  • Ketika anda mengatakan kepada orang-orang Muslim bahwa Yesus hanya memiliki lima roti dan dua ikan dalam peristiwa Ia memberi makan 5.000 orang, anda akan bertemu dengan wajah yang panjang dan kecewa, karena roti dan ikan tidak dianggap sebagai makanan khusus dari Firdaus.

  • Tetapi anda bisa menolong pendengar anda untuk berpikir bahwa Yesus mengucapkan syukur untuk sesuatu yang sedikit yang ada di tangan-Nya, dan bahwa kemudian, ketika Ia mengucapkan syukur, hal itu menjadi makanan dalam jumlah yang besar. Kemudian anda bisa menjelaskan kepada orang-orang Muslim bahwa menerima makanan dan uang bukanlah bukti akan kebenaran, tetapi justru iman dengan ucapan syukur lebih dahulu di depan akan membawa berkat bagi banyak orang.

  • Kita tahu bahwa Yesus sendiri merupakan pusat dari mujizat ini, dan bukannya pelipatgandaan roti itu. Tuhan kita menjamin kepada kita bahwa Ia memberikan makanan sehari-hari kepada semua yang mengikut Dia, percaya kepada-Nya dan mengucap syukur terlebih dahulu di depan kepada-Ny untuk penyediaan perhatian-Nya. Hal ini sangat bertolak belakang dengan apa yang diajarkan oleh Al-Qur'an. Anugerah Alkitab dari Allah Bapa bisa menggantikan konsep tentang sultan yang sewenang-wenang yang menyelamatkan siapa saja yang dikehendakinya, dan yang menyesatkan siapa saja yang dikehendakinya.

  • Berita yang paling menonjol dari mujizat Kristus di dalam Al-Qur'an ini adalah bukti bahwa Ia adalah satu-satunya Pengantara antara Allah dengan manusia. Ia adalah pusat rahasia dari mujizat besar ini yang bisa dipahami oleh semua orang Muslim kalau ia memang mau. Doa di dalam nama Kristus menjadi sesuatu yang mungkin bagi orang-orang Muslim juga. Kristus sudah membuka pintu kepada Allah bagi kita. Tidak ada jalan untuk sampai kepada Bapa kecuali melalui Dia. “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus " (1 Tim. 2:5, Surat al-Anbiya' 21:28).

8. Isa pembuat peraturan yang ilahi

Di dalam Al-Qur'an kita menemukan beberapa bagian yang di dalamnya menyaksikan kedaulatan Kristus di atas Hukum Taurat. Dua dari antara bagian itu menyebut tentang sikapnya dan tindakannya sehubungan dengan ayat-ayat di dalam Perjanjian Lama sebagai suatu tanda dan suatu bukti tentang missi ilahinya (Surat Āl 'Imran 3:50-51; al-Ma'ida 5:46-47; al-Zukhruf 43:63). Beberapa hal di bawah ini mengenai mujizat berhubungan dengan hukum perlu dipertimbangkan:

  • Allah mengutus Kristus ke dalam dunia ini untuk menegaskan ketidakbersalahan Taurat. Mengapa kemudian orang-orang Muslim terus menerus menuduh bahwa Taurat sudah dipalsukan? Al-Qur'an sendiri menyangkal pernyataan itu sampai beberapa kali. Sebagai tambahannya, Kristus adalah firman Allah yang menjadi manusia dan dengan itu mewakili Taurat di dalam kehidupannya (Surat Āl 'Imran 3:50; al-Ma'ida 5:46 dll.).

  • Allah sendiri mengajar Putera Maryam – sebelum ia lahir – tentang Taurat, Amsal Salomo, Injil dan Kitab Asli dengan semua penjelasannya (Surat Āl 'Imran 3:48). Karena itu Isa mampu datang kepada bangsa Israel dengan hikmat ilahi dan menjelaskan kepada mereka semua pertanyaan yang tidak terjawab tentang hukum, dan dengan itu menghilangkan adanya alasan untuk perpecahan.

  • Menurut Al-Qur'an, Kristus memiliki kedaulatan untuk mengubah dan membatalkan beberapa perintah Allah di dalam Taurat, dan untuk membebaskan para pengikutnya dari peraturan itu. Jadi di dalam Islam Isa adalah seorang pembuat peraturan. Ia tidak ada di bawah hukum sebagai pelaksana. Ini lebih dari sekedar mujizat bagi orang Muslim, karena bagi mereka Allah sendirilah yang menjadi pembuat peraturan dan yang memberi pernyataan tentang Hukum. Menurut Al-Qur'an Kristus memiliki fungsi ilahi karena ia sendiri adalah inkarnasi dari firman Allah di dalam daging. Ia adalah kebenaran ilahi dan hukum yang menjadi manusia (Yohanes 13:34; lihat Surat Maryam 19:21; al-Anbiya' 21:91; al-Mu'minun 23:50 dan yang lainnya).

Di dalam ayat-ayat Al-Qur'an ini kita mendengar suatu gema dari pernyataan Yesus sendiri, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya." (Matius 5:17-18) Ia juga menjelaskan, "Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita … Tetapi Aku berkata kepadamu!” (Matius 5:21-48) "Bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.” (Matius 15:11.16-20)

Muhammad mungkin sudah mendengar prinsip-prinsip revoluioner yang diajarkan Kristus, tetapi ia tidak memahami semuanya itu sebagai penggenapan Hukum Taurat, tetapi sebagai dihilangkannya beberapa halangan terhadap Hukum bagi para muridnya. Dengan cara yang sangat mengejutkan ia menerapkan kepada Isa hak istimewa ilahi ini untuk meniadakan hukum dan untuk mengadakan yang baru sebagai utusan Allah.

  • Meski ada semua perubahan terhadan Hukum Taurat oleh Putera Maryam, ia menegaskan inti dari ibadah Islam: “Takutlah kepada Allah!” Islam tidak dikuasai oleh rasa kasih Allah kepada manusia, dan juga bukan kasih manusia kepada Allah. Tidak ada gambaran Allah sebagai Bapa yang ingin menyelamatkan semua manusia, tetapi hanya kuasa, kemahakuasaan dan kedaulatan yang suci dari Allah, yang, sebagai diktator, tidak bisa dipertanyakan atau diminta bertanggungjawab atas sesuatu. Orang-orang Muslim hanya bisa bersujud di hadapannya dan beribadah kepadanya dengan rasa hormat mendalam dengan penuh ketakutan.

  • Ketundukan yang serupa juga harus diberikan kepada setiap utusan dari Allah. Di dalam Al-Qur'an, Putera Maryam dua kali menuntut dari semua orang Yahudi, orang Kristen dan orang Muslim: “Taatlah kepadaku!” (Surat Āl 'Imran 3:50; al-Zukhruf 43:63). Kalimat ini tentu saja menjungkirbalikkan pemikiran Islam! Semua orang harus menghormati Kristus Yesus, menyerahkan diri kepada-Nya dan mentaati perintah-perintah-Nya dengan setia, sama seperti mereka takut kepada Allah! Islam tidak mengajarkan, “Percaya kepada anugerah Allah, atau terimalah pengampunan kasih Kristus atau kasihilah Dia karena Ia mengasihimu terlebih dahulu,” tetapi justru Isa menuntut ketaatan-iman dan ketundukan tanpa syarat di bawah kedaulatan darinya. Siapa saja yang memahami perintah di dalam Al-Qur'an ini bisa menemukan cara yang bagus untuk menginjili orang Muslim. Seorang Muslim harus terlebih dahulu belajar hukum Kristus sebelum ia belajar tentang anugerah keselamatan-Nya. Kita harus belajar dengan dia tentang 510 perintah Kristus di dalam keempat Injil dan membandingkan semuanya dengan 613 perintah Musa di dalam Taurat. Kemudian kita harus hidup menurut Hukum Yesus sebagai teladan yang sesungguhnya dan mengakui di hadapan seorang Muslim bahwa kita semua tidak bisa menggenapi perintah-perintah-Nya dengan sempurna, dan bahwa karena itu kita harus meminta pengampunan setiap hari. Seorang Muslim harus memahami bahwa sangat tidak mungkin untuk menggenapi hukum Kristus dengan kekuatan sendiri karena Ia memerintahkan kepada kita, “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna!” (Matius 5:48) dan "Kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu.” (Yohanes 13:34) Kemudian ia mungkin memahami bahwa tidak seorangpun bisa menggenapi hukum Kristus dengan kekuatannya sendiri, tetapi memerlukan pengampunan Yesus dan keselamatan dari-Nya setiap hari. Anugerah Kristus Yesus adalah satu-satunya jalan kepada Bapa (Yohanes 3:16; 14:6 dll.).

  • Muhammad dengan cepat menghentikan pemikiran dan kesimpulan kritis yang demikian dengan membuat Yesus mengatakan, “Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu. Sembahlah Dia, itulah ibadah yang benar.” Ia tidak membiarkan Isa di dalam Al-Qur'an mengatakan, “Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapa-mu, Allah-Ku dan Allah-mu!” Tidak, Muhammad menempatkan Isa di bawah kuasa dan kedaulatan Allah. Muhammad tidak pernah siap untuk mengakui bahwa Kristus Yesus adalah Tuhan sendiri bagi kemuliaan Allah Bapa-Nya. Sementara menerima prinsip-prinsip pokok dari iman Kristen ia akhirnya menolak inti yang paling dalam dan membuat Putera Maryam sebagai hamba Allah, yang akan membawa para pengikutnya ke Firdaus di “jalan yang lebar” dari Hukum Islam.

Tetapi meski ada muslihat Islami ini, Muhammad sendiri sudah menegaskan kebenaran bahwa Kristus Yesus adalah pembuat peraturan yang ilahi yang memiliki hak untuk menuntut ketaatan tanpa syarat bagi pengikutnya dan dari semua manusia. Kita harus membuat para pencari kebenaran di dalam Muslim menyadari bagian dari Al-Qur'an ini, dan menolong mereka – sesudah mereka mengalami kehancuran kesombongan rohani – untuk menerima anugerah Kristus yang tersedia bagi mereka juga.

9. Kristus memperbaharui pengikut-pengikut-Nya

Di dalam Al-Qur'an ada beberapa ayat yang menjelaskan karakter Kristen dengan cara yang positif. Dari kesaksian Muhammad orang bisa melihat bahwa Putera Maryam mampu mengubah orang yang sombong menjadi orang yang rendah hati dan orang yang egois menjadi hamba yang penuh belas kasihan. Inilah mujizat terbesar yang dilakukan oleh Kristus menurut kitab orang Muslim. Perubahan ini tidak hanya terjadi satu kali, tetapi terjadi setiap hari, dahulu dan sekarang. Orang-orang Kristen dijelaskan lebih dari 50 kali di dalam Al-Qur'an. Beberapa dari ayat itu tidak hanya menuliskan mengenai orang-orang Kristen saja, tetapi orang-orang Yahudi juga (Surat Āl 'Imran 3:55.113-114.199; al-Ma'ida 5:65-68; al-An'am 6:90; al-Hadid 57:27; al-Saff 61:14 dll.).

Di dalam Surat Āl 'Imran kita membaca evaluasi Muhammad atas suatu delegasi Kristen yang berasal dari Yaman Utara (Wadi Nadjran), yang berdiskusi dengan dia tentang iman di Medinah selama tiga hari. Ia berusaha membawa orang-orang itu kepada Islam dan membuat Allah berkata kepada Isa,

"Aku akan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas mereka yang kafir hingga hari kiamat." (Surat Āl 'Imran 3:55)

Muhammad dan orang-orang Muslimnya sangat terkesan oleh delegasi 60 orang Kristen dari Yaman Utara yang berpakaian rapi itu. Muhammad merasa bahwa budaya mereka lebih tinggi dari budayanya dan ingin menarik mereka kepada Islam. Ia melihat keunggilan mereka dan dominasi ekonomi mereka atas para penyembah berhala dan juga kaum animis. Tetapi, tentu saja, di dalam negosiasi itu ia tidak mengatakan pandangannya yang sebenarnya, yaitu bahwa orang-orang Muslim, tentu saja, dalam tingkatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang Kristen.

Di dalam Surat yang sama kita membaca tentang para budak dan pekerja yang bertemu pada malam hari dan membaca Alkitab bersama-sama, dan beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud. Mungkin mereka adalah kaum Kristen ortodoks, karena orang-orang dari gereja yang lain, dan bahkan orang Yahudi, tidak bersujud di dalam ibadah mereka. Muhammad mengakui bahwa mereka memelihara perjanjian mereka dengan Allah dan bahwa hidup mereka sesuai dengan iman mereka. Ia menyebut mereka sebagai “orang-orang baik” yang akan diberi pahala oleh Allah (Surat Āl 'Imran 3:113-114). Betapa sebuah kesaksian yang hebat tentang orang-orang Kristen yang dianggap rendah di Hidjaz!

Menurut Surat Āl 'Imran Muhammad juga bertemu dengan orang-orang Kristen yang rendah hati dan sederhana dan yang mengutip ayat-ayat dari Alkitab tanpa meminta uang, bertolak belakang dengan orang Yahudi di Medinah yang biasanya hanya mengatakan kepadanya sebagian dari Mishna atau Talmud ketika ia pada awalnya membeli barang-barang dari mereka (Āl 'Imran 3:199). Beberapa kali, orang-orang Kristen, menurut Al-Qur'an, berusaha untuk menginjili Muhammad, tetapi sia-sia.

Di dalam Surat al-Ma'ida sebuah garis pemisah ditarik untuk membedakan antara orang-orang Yahudi dengan orang-orang Kristen. Allah disebut-sebut memberi pernyataan kepada Muhammad:

"Sungguh akan engkau dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya akan engkau dapati juga orang yang paling dekat kasih sayangnya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang Nashara.” Yang demikian itu disebabkan di antara mereka ada pendeta-pendeta dan rahib-rahib, dan sesungguhnya mereka itu tidak menyombongkan diri." (Surat al-Ma'ida 5:82)

Muhammad mengenali kerendahan hati Kristus di dalam diri para pengikutnya, yang tidak berusaha untuk menjadikan diri mereka sebagai orang-orang hebat. Pada saat yang sama Muhammad mengetahui bahwa ciri ini tidak datang dari diri mereka sendiri tetapi datang dari pemimpin rohani mereka. Ayat ini memberikan pengakuan yang sangat luar biasa tentang kerendahan hati yang dimiliki oleh orang-orang Kristen pada jaman Muhammad.

Di dalam Surat al-Hadith anda bisa membaca suatu analisa yang sangat nyata tentang orang-orang Kristen. Muhammad membuat Allah mengatakan,

"Kami ikutkan Isa, Putera Maryam, dan Kami berikan Injil kepadanya, dan Kami jadikan perasaan santun dan kasih sayang dalam hati pengikut-pengikutnya." (Surat al-Hadid 57:27)

Muhammad membuat perbedaan di antara berbagai macam orang Kristen: Ia menyebut para pencari kebenaran sebagai murid-murid; para pejuang yang bersemangat dan penolong yang siap langsung berlari menuju medan peperangan memerangi doktrin baru; orang-orang yang percaya yang sadar dan para penyembah yang berdoa yang berusaha untuk hidup sesuai dengan keyakinan mereka; ‘orang-orang Muslim’ yang sejati yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dan utusannya (Kristus) dan berserah kepadanya tanpa syarat; para pengikut yang berusaha untuk meneladani guru mereka dan mengikut dia melalui masa-masa susah dan senang; dan para saksi mata dari perbuatan-perbuatannya yang siap untuk mati bagi kesaksian mereka. Mereka hanya meminta satu hal saja kepada Isa, yaitu bahwa ia akan menuliskan nama mereka di dalam Kitab Kehidupan di surga (Surat Āl 'Imran 3:52-53).

Menurut Muhammad, tidak semua orang Kristen mengambil bagian di dalam rahasia mujizat terbesar yang dilakukan Kristus – kecuali bagi para pengikutnya! Muhammad merasa bahwa Alllah secara pribadi melakukan mujizat dengan mereka. Ia meletakkan sesuatu ke dalam hati mereka sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang-orang lain: belas kasihan dan kasih karunia, bahkan untuk musuh-musuh mereka! Ketika Muhammad menyelidiki tentang asal dari kharisma ini ia tidak menemukan sumber yang lain kecuali Injil, yang diwahyukan oleh Allah kepada Isa. Muhammad percaya bahwa belas kasihan dan kasih karunia di dalam hati para pengikut Kristus berasal dari kitab itu. Tetapi ia tidak mengenal kuasa Roh Kudus yang atasnya Paulus menuliskan, “Karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” (Roma 5:5)

Muhammad berpikiran positif terhadap orang-orang Kristen yang sebenarnya. Ia tidak hanya mengenal Waraqa b. Naufal, sepupu dari istri pertamanya Kadijah, seorang penatua yang terhormat dari sebuah kelompok Pemahaman Alkitab di Mekkah, tetapi ia mengetahui bahwa 83 orang Muslim menemukan perlindungan di dalam lindungan orang-orang Kristen di Abyssinia ketika penganiayaan terhadap orang-orang Muslim di Mekkah menjadi tidak tertahankan. Sikap dari orang-orang Kristen Abyssinia membentuk gambaran tentang orang-orang Kristen di dalam Al-Qur'an lebih daripada yang kita perkirakan. Namun, orang-orang Abyssinia itu gagal menginjili para pengungsi Muslim itu. Ketika orang-orang Muslim itu kembali ke Medinah setelah Islam menjadi kuat, 230 orang Ethiopia sudah menerima Islam, sementara hanya ada seorang Muslim yang menjadi Kristen. Dan satu orang itupun mati segera setelah ia berpindah agama itu (mungkin ia mati karena kekerasan).

Di dalam Surat al-Saff orang-orang Kristen disebut sebagai penolong dan kawan sekerja Allah ketika mereka bersumpah untuk setia kepada Isa di dalam pengadilan terhadapnya dan bersiap-siap untuk berjuang baginya. Allah memastikan kemenangan mereka atas musuh-musuh mereka (Surat al-Saff 61:14).

Ketika anda membaca ayat-ayat itu di dalam Al-Qur'an anda akan menemukan bahwa Muhammad mengatakan kalau Isa sudah mengubah para pengikutnya menjadi serupa dengan dia. Mereka mengasihi musuh-musuh mereka, memberkati orang-orang yang mengutuk mereka dan melakukan kebaikan kepada mereka yang menghujat dan menganiaya mereka (Matius 5:44). Mereka sangat rendah hati dan lemah lembut, tidak tamak, tetapi berdoa di lingkungan jemaat mereka, bahkan kalau perlu pada waktu malam hari. Kitab mereka menjadi pusat dan sumber bagi ibadah mereka. Orang-orang Kristen ini, dijelaskan di dalam Al-Qur'an, biasanya bukanlah orang-orang asing, tetapi orang-orang Arab yang berasal dari utara, selatan dan barat Semenanjung Arab. Kristus menggenapkan mujizat terbesar-Nya di dalam mereka: mereka hidup seturut dengan apa yang mereka percayai dan sudah menjadi ciptaan baru dengan anugerah dari Juruselamat mereka. Hari ini orang-orang yang dulunya Muslim menemukan identitas mereka sebagai orang-orang Kristen Alkitabiah yang disebutkan di dalam Al-Qur'an. Ayat-ayat ini bisa menolong mereka ketika mereka berbicara dengan saudara-saudara mereka yang Islam.

10. Ayatullah yang sesungguhnya

Dua kali kita menemukan di dalam Al-Qur'an bahwa Kristus Yesus dan ibunya adalah dua tanda agung dari Allah (Surat al-Anbiya' 21:91; al-Mu'minun 23:50). Sekali hal itu menyatakan bahwa Kristus sendiri adalah tanda bagi manusia dan kasih karunia yang dari Allah (Surat Maryam 19:21). Ketiga ayat di atas menegaskan rahasia Kristus di dalam Al-Qur'an dan menyimpulkan hakekat yang sesungguhnya dari semua mujizatnya. Tujuan dari mujizat-mujizatnya bukanlah mujizat itu sendiri tetapi sebagau pernyataan tentang dia, yang melakukan mujizat-mujizat itu.

Di dalam bahasa Arab kata untuk tanda adalah ayatun yang juga berarti mujizat. Dengan menggabungkan kata itu dengan kata Allah maka kedua kata itu akan membentuk suatu gelar yang sangat terhormat Ayatullah! Kristus Yesus adalah tanda mujizat dari Allah! Teks di dalam Al-Qur'an memperluas makna dari kata ini dan menunjukkan tujuannya: bagi manusia! Semua orang harus melihat kemahakuasaan Allah dan kasihNya di dalam diri Putera Maryam. Tidak ada nabi, raja atau imam yang lain yang menyandang gelar kehormatan ini menurut Al-Qur'an, bahkan Muhammad juga tidak. Kristus sendiri adalah satu-satunya mujizat Allah yang harus diakui manusia. Semua Ayatullah yang lain menerima gelar mereka hanya dari manusia.

Ketika kita bertanya mengapa Putera Maryam menjadi tanda terbesar dari Allah di dalam Al-Qur'an, kita menemykan jawabannya di dalam kepercayaan Islam bahwa Allah menciptakan Kristus di dalam diri Maryam sepenuhnya hanya melalui firman, tanpa ada keikutsertaan dari seorang ayah manusia. Allah menghembuskan rohnya ke dalam tubuh Maryam. Karena itu Kristus bukan hanya sekedar seorang manusia yang dilahirkan oleh seorang perempuan, tetapi, menurut Al-Qur'an, juga roh dari Allah di dalam tubuh manusia. Isa sudah ada bersama-sama dengan Allah bahkan sebelum ia dilahirkan. Setelah kenaikannya ia kembali kepada Allah dengan tubuh, jiwa dan roh. Saat ini, Yesus hidup bersama dengan Allah. Muhammad sudah mati. Kristus Yesus adalah satu-satunya manusia yang bisa disebut sebagai “Roh Allah” dan “firmannya yang berinkarnasi.” Karena itu Kristus adalah satu-satunya tanda dari Allah yang bisa dirasakan bagi semua manusia.

Dari dua keberadaan ini – sebagai manusia yang sempurna dan roh Allah yang sempurna – semua tanda-tanda dan mujizatnya terjadi, menurut Al-Qur'an:

  • Ia adalah firman Allah yang berinkarnasi. Ia sudah bisa berbicara ketika masih bayi baru lahir yang masih ada di ayunan.

  • Ia adalah pencipta dengan roh yang memberi kehidupan – dengan ijin Allah!

  • Ia penuh dengan belas kasihan bagi orang-orang yang sakit dan sengsara. Ia menyembuhkan semua yang datang kepadanya.

  • Ia adalah dokter yang terbaik di dunia – dengan ijin Allah!

  • Ia menang atas maut, karena Ia membangkitkan orang mati – dengan ijin Allah!

  • Ia mahatahu, karena “mata sinar x” yang dimilikinya bisa melihat semua orang dan segala sesuatu.

  • Ia memiliki hak untuk menaikkan syafaat sebagai pengantara antara Allah dengan para pengikutnya.

  • Ia menurunkan makanan dari Firdaus bagi mereka dan memberi rezeki kepada mereka dengan makanan untuk setiap hari!

  • Ia adalah pemberi hukum dan sudah menegaskan ketidakbersalahan Hukum Taurat. Ia mengubah hukum ilahi dan menetapkan aturan yang baru.

  • Ia disebut menuntut ketaatan-iman dari semua manusia, termasuk orang-orang Muslim.

  • Ia mengubahkan karakter yang sombong dari antara para peengikutnya dan memenuhi mereka dengan kasih dan kerendahan hati.

Tanda-tanda ini di dalam Al-Qur'an adalah seperti cermin yang memantulkan keadaan dan difat Isa, Putera Maryam. Semuanya menjelaskan bahwa ia adalah mujizat di atas semua mujizat.

Yesus yang Alkitabiah bisa diperhatikan berulangkali di dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Muhammad mencantumkan banyak dari iman Kristen di sana untuk menjadikan Al-Qur'annya sebagai sesuatu yang sepadan dengan Injil, sehingga orang-orang Kristen akan tertarik untuk menerima Islam. Ia tidak selalu menyatakan penolakannya akan keilahian Kristus, dan juga ia tidak membuang penyaliban Yesus. Ia mengakui Isa sebagai pembuat mujizat yang penuh belas kasihan, tabib, pembangkit orang mati dan pembuat peraturan untuk membuat orang-orang Kristen tertarik kepada Islam.

Jadi, kita memiliki hak untuk mengeluarkan kesaksian yang menyimpang tentang orang-orang Kristen dari Al-Qur'an dan meletakannya secara tepat dari keseluruhan Injil yang benar, sebagai satu-satunya kebenaran dan jalan untuk berdamai dengan Allah. Tujuannya bukanlah hanya untuk menunjukkan hukum dan anugerah, perintah dan ketaatan di dalam iman, tetapiuntuk memberikan gambaran tentang Kristus yang sebenarnya di hadapan mata orang-orang Muslim, supaya mereka bisa melihat Dia, mengasihi Dia, percaya kepada Dia, berpegang kepada Dia, menerima kehidupan kekal dari Dia dan menghasilkan buah-buah Roh yang dari Dia.

Untuk ini, Yesus menyebut diri-Nya sebagai terang dunia, roti hidup, jalan yang benar, kebenaran kekal, gembala yang baik, pokok anggur yang benar, kebangkitan dan hidup, raja (dengan mahkota duri), yang awal dan yang akhir. Kata-kata “Akulah…” dari Yesus di dalam Injil bisa memberikan penerangan kepada orang-orang Muslim yang mencari kebenaran untuk memahami bahwa Yesus bukan hanya seorang pembuat mujizat tetapi sepenuhnya kasih Allah dan kekudusan-Nya yang menjadi manusia.


K U I S

Pembaca yang kekasih!

Apabila anda sudah mempelajari buklet ini dengan seksama, anda akan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan mudah. Setiap orang yang menjawab 90 persen dari semua pertanyaan di dalam kedelapan buklet dari seri ini, akan mendapatkan sertifikat dari kantor pusat kami di

Studi Lanjutan

Mengenai cara yang sangat menolong untuk mengadakan percakapan dengan orang-orang Muslim tentang Yesus Kristus

sebagai dorongan untuk masa depan pelayanannya bagi Kristus.

1. Berapa banyak mujizat yang dilakukan Musa yang disebutkan di dalam Al-Qur'an? Apakah ciri-cirinya dan tujuannya?

2. Berapa sering kita membaca tentang bukti-bukti (bayyinaat) Kristus di dalam Al-Qur'an? Apakah ciri-ciri dan tujuannya?

3. Siapakah Rohulqudus yang menurut Al-Qur'an menguatkan Kristus untuk melakukan semua mujizat-mujizatnya? (Surat al-Baqara 2:87, 253; al-Ma'ida 5:110, dll.)

4. Bagaimanakah Muhammad berusaha untuk menguatkan kenabiannya sendiri dengan bukti-bukti yang dimiliki Kristus? (Surat al-Saff 61:6)

5. Berapa sering Muhammad menggunakan istilah tanda (aayat) untuk mujizat-mujizat Kristus di dalam Al-Qur'an? Dimanakah di dalam Injil kita bisa membaca istilah yang sama untuk mujizat Kristus? Bagaimana makna dari kedua kata ini berbeda di dalam kedua kitab itu?

6. Mengapa Yesus menganggap keinginan untuk melihat mujizat sebagai ketidakpercayaan atau sebagai tindakan mencobai Allah di dalam Injil?

7. Dari sumber apakah Muhammad mendengartentang legenda bahwa Isa yang baru lahir langsung bisa berbicara setelah ia lahir? Mengapa Muhammad membiarkan dan percaya kepada kisah dongeng yang demikian?

8. Bagaimanakah pencantuman dari legenda tentang Isa ini di dalam pewahyuan Allah di dalam Al-Qur'an membuktikan bahwa Muhammad bukanlah nabi yang sesungguhnya?

9. Apakah isi yang bisa dipertanyakan dan yang terlalu berlebihan di dalam pembicaraan Kristus yang pertama di dalam Al-Qur'an? (Surat Maryam 19:24-26)

10. Bagaimana Muhammad membayangkan penciptaan seekor burung oleh Isa yang masih anak-akan?

11. Mengapa pernyataan “Aku menciptakan” di dalam penjelasan Al-Qur'an untuk mujizat oleh Putera Maryam ini begitu penting di dalam pembicaraan kita dengan orang-orang Muslim?

12. Apa yang bisa kita simpulkan dari penghembusan Isa kepada burung dari tanah liat dan pernyataan Al-Qur'an bahwa burung itu kemudian terbang? Dimana di dalam Injil kita melihat bahwa Yesus sungguh-sungguh menghembus kepada orang? Apakah perbedaan hasil dari penghembusan Kristus di dalam Al-Qur'an dan di dalam Injil?

13. Bagaimana Muhammad di dalam Al-Qur'an berusaha untuk membatasi kapasitas Isa di dalam melakukan mujizat-mujizatnya? Mengapa Yesus sendiri membatasi kapasitas-Nya untuk melakukan mujizat di dalam Yohanes 5:19?

14. Berapa banyak orang buta yang dicelikkan matanya oleh Kristus menurut Al-Qur'an? Dan bagaimana ia secara dalam tindakan membuka mata mereka menurut imajinasi Muhammad?

15. Bagaimana kusta disalahartikan dan dinilai secara negatif di banyak negara Asia dan Afrika?

16. Apakah kedaulatan Kristus yang bisa dilihat juga ketika Ia menyembuhkan orang-orang kusta?

17. Apakah kepedulian Putera Maryam bagi orang-orang sakit dan sengsara seperti yang dinyatakan di dalam Al-Qur'an?

18. Berapa banyak orang mati yang dibangkitkan Kristus dan dihidupkan kembali menurut Al-Qur'an?

19. Mengapakah Kristus menjadi satu-satunya manusia di dunia ini yang bisa membangkitkan orang mati menurut Al-Qur'an?

20. Rahasia yang mana yang bisa kita jelaskan kepada orang-orang Muslim tentang pandangan pemikiran Islam bahwa Kristus bisa melakukan mujizat-mujizatnya hanya dengan pertolongan Roh yang dari Allah?

21. Bagaimanakah Isa di dalam Al-Qur'an dinyatakan sebagai mahatahu? Bagaimana kita bisa menggunakan rahasia tentang Yesus yang tahu segala sesuatu di dalam percakapan kita dengan orang Muslim?

22. Bagaimana tafsiran al-Suyuti tentang bagian Al-Qur'an ketika ia memakai sebuah tradisi (Hadits) tentang Yesus untuk menjelaskan tentang kemahatahuan-Nya?

23. Apa yang bagi anda paling penting di dalam kisah di dalam Al-Qur'an tentang hidangan yang dari surga bagi para pengikut Isa?

24. Mengapa Yesus berdoa "Allahumma" dan tidak "Oh Allah"?

25. Bagaimana Muhammad menegaskan bahwa Kristus memiliki hak untuk menjadi pengantara antara para pengikutnya dengan Allah? Mengapa Yang Mahakuasa secara langsung menjawab dosa syafaat dari Putera Maryam?

26. Mengapakah Kristus mengubahkan Hukum Musa yang sudah diwahyukan? Bagaimana ia bisa “mengijinkan” para pengikutnya atas sesuatu yang dilarang oleh Allah? Apakah Kristus menurut Al-Qur'an memiliki hanya kuasa untuk melakukan tetapi juga kedaulatan untuk membuat peraturan?

27. Mengapa Isa di dalam Al-Qur'an berbicara sangat sering mengenai takut kepada Allah dan hampir tidak pernah berbicara mengenai kasih Allah?

28. Apakah makna dari perintah Kristus yang sangat jelas di dalam Al-Qur'an “Taatilah aku!” bagi semua orang Muslim? Mengapa kita perlu mempelajari Hukum Kristus bagi percakapan kita dengan orang-orang Muslim?

29. Bagaimanakah Muhammad dengan permainan kata-kata berusaha untuk mengosongkan kedaulata Kristus dan membuatnya menjadi seorang Muslim yang takut kepada allahnya?

30. Dengan sebutan dan nama apakah Muhammad berusaha untuk menjelaskan tingkatan yang berbeda dari para pengikut Kristus? Mengapa ia menyebut mereka semua sebagai “Orang-orang Muslim?”

31. Sebutan unik yang manakah yang dipakai oleh Muhammad untuk memberikan ciri kepada para pengikut Kristus? Dari mana ia mengetahui sebutan-sebutan itu?

32. Mengapakah perubahan dari orang-orang berdosa yang egois menjadi para hamba Tuhan yang penuh dengan kedamaian menjadi mujizat Kristus yang terbesar di antara semua mujizat?

33. Mengapa Isa di dalam Al-Qur'an menjadi satu-satunya Ayatullah sejati yang ditunjuk oleh Allah di dalam sejarah? Apa arti dari gelar ini dan gelar sepadan bagi Kristus yang mana yang bisa anda temukan di dalam Injil?

34. Bagaimanakah Muhammad menjelaskan dan memperdalam gelar Ayatullah bagi Kristus? Apakah kemungkinan makna di dalam Islam bahwa Kristus adalah anugerah Allah yang berinkarnasi?

35. Sepuluh gelar dan sebutan luar biasa Kristus yang manakah yang bisa anda ambil dari mujizat-mujizat Kristus di dalam Al-Qur'an?

36. Mengapakah Muhammad melukiskan gambaran yang sangat positif tentang Kristus bagi para anggota delegasi yang mengunjungi dia?

37. Bagaimana kita bisa menggunakan mujizat-mujizat Kristus di dalam Al-Qur'an sebagai jembatan kepada Injil yang benar? Apakah yang tidak mungkin dilepaskan dalam upaya mencapai goal ini di dalam pelayanan praktis anda di antara orang-orang Muslim?

Semua peserta dari kuis ini boleh menggunakan setiap buku yang dimilikinya dan untuk bertanya kepada orang yang bisa dipercayai yang dikenalnya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Kami menantikan jawaban tertulis anda termasuk alamat lengkap anda di selembar kertas atau di e-mail anda. Kami berdoa agar Yesus, Tuhan yang hidup, agar Ia memanggil, mengutus, membimbing, menguatkan, melindungi dan beserta dengan anda di sepanjang hari kehidupan anda!

Rekan anda dalam melayani Dia

Abd al-Masih dan saudara-saudaranya di dalam Tuhan

Kirimkan jawaban anda ke GRACE AND TRUTH P.O.Box 1806 70708 Fellbach GERMANY

Atau dengan e-mail ke: info@grace-and-truth.net

Kamis, 03 Juni 2010

AL QAEDA MENGUMUMKAN PENDETA KOPTIK ZAKARIA BOTROS SEBAGAI “KAFIR YANG PALING DICARI DI SELURUH DUNIA”



Al Qaeda Mengumumkan Pendeta Koptik Zakaria Botros Sebagai “Kafir Yang Paling Dicari Di Seluruh Dunia”

Al-Qaeda juga menawarkan upah USD $60 juta bagi kepala Botros. Silakan pula baca Musuh Islam Nomer Satu. Al-Qaeda mengarahkan serangan pada penginjil Arab yang beroperasi di AS karena dia telah menyebarkan Injil kepada Muslim.
Oleh Joel C. Rosenberg untuk Flashtraffic, 9 September 2008.

Anda mungkin belum pernah mendengar Pendeta Zakaria Botros, tapi penting untuk mengetahui tokoh ini. Dia adalah penginjil Arab Amerika yang paling efektif, terkenal, konstroversial di dunia Muslim. Dia bagaikan Rush Limbaugh bagi para Revivalis. Khotbahnya lucu, cerdas, meyakinkan, dan provokatif. Musuh-musuhnya tidak hanya ingin membungkamnya, tapi membunuhnya sekalian.



Minggu lalu aku dapat kehormatan mewawancarai Botros melalui telpon dari tempat tinggalnya yang tersembunyi di AS. Dia mengatakan padaku bahwa dia baru saja tahu website Al Qaeda memasang fotonya dan menyebutnya sebagai Kafir yang “paling dicari” di seluruh dunia. Mereka juga sudah memasang harga bayaran bagi kepalanya. Christian Broadcasting Network melaporkan bahwa harga kepalanya adalah $60 juta. Botros tidak tahu berapa tepatnya. Tapi bandingkan saja dengan kepala Osama Bin Laden yang “hanya” dihargai Pemerintah AS $25 juta.

Kenapa yah para Muslim sangat jengkel dengan pendeta tua Koptik Kristen dari Mesir yang sudah berusia 70 tahunan ini? Jawabnya adalah karena Botros memerangi Islam melalui udara, dan dia menang.

Botros mengabarkan Injil melalui teknologi satelit canggih yang mampu menembus benteng-benteng para Pemerintah Islam untuk menahan penginjilan di tanah Islam. Dengan begitu, Botros secara langsung menantang Muhammad sebagai Nabi, dan Al-Quran sebagai firman Allah SWT. Secara sistematis dia membahas kehidupan Muhammad, kisah demi kisah, untuk menunjukkan sifatnya yang buruk dan penuh dosa. Dia membahas Al-Quran dengan seksama, ayat demi ayat, sambil menunjukkan isinya yang bertentangan satu sama lain dan tiadanya konsistensi pesan. Tidak hanya kesalahan Islam saja yang dia jabarkan, tapi juga penyampaian pesan pada Muslim mengapa Yesus mengasihi mereka dan bersedia menerima dan mengampuni mereka.

Jika hal ini dilakukan Botros secara diam-diam, atau jika siaran TV satelitnya tiada yang menonton, maka tentunya tidak akan ada keributan yang ditimbulkannya. Tapi program TV-nya yang berlangsung selama 90 menit – dengan pesan campuran antara khotbah, ajaran, dan jawaban dari para penelpon (yang kebanyakan jengkel) dari seluruh dunia – merupakan program TV “wajib tonton” di seluruh dunia Muslim. Program TV-nya ditayangkan empat kali seminggu dalam bahasa Arab, yang merupakan bahasa asli Botros, di jaringan TV satelit bernama Al Hayat (TV Hidup). Siaran TV ini bisa dilihat di seluruh negara-negara di Afrika Utara, Timur Tengah, Asia Tengah, dan juga seluruh Amerika Utara, Eropa, Australia, dan New Zealand. Tidak hanya bisa ditonton di mana saja, tapi juga oleh sekitar 50 juta Muslim setiap hari.

Selain itu, website Botros dalam berbagai bahasa juga didatangi jutaan peminat. Di website ini, para Muslim bisa membaca khotbahnya dan mempelajari artikel-artikel jawaban atas FAQ (Frequently Asked Question = Pertanyaan-pertanyaan Yang Paling Banyak Diajukan). Pengunjung pun juga bisa masuk ruang chat bernama “Pal Chat” di mana mereka tidak hanya boleh tapi juga dianjurkan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang paling susah pada para penjawab di website itu yang kebanyakan adalah para murtadin yang membelot ke Kristen dan tahu betul apa yang biasanya dipikirkan umat Muslim.

Akibatnya, Botros – yang sudah mengudara sejak tahun 2003 – telah jadi nama terkenal sehari-hari di dunia Muslim. Koran Arab menyebutkan sebagai “Musuh Masyarakat Islam #1″. Jutaan Muslim membencinya, tapi tetap menonton dan mendengarkannya. Mereka memproses informasi dari Botros dan membicarakan hal itu dengan teman-teman dan keluarganya. Ketika Botros menantang Imam-imam radikal Muslim untuk menjawab tuduhan-tuduhannya terhadap Islam dan Al-Quran, jutaan penonton menunggu bagaimana para Imam akan menjawabnya. Tapi ternyata jawaban jarang muncul, karena mereka lebih memilih menyerangnya daripada menjawabnya. Tapi semakin banyak Muslim radikal menyerangnya, Botros justru jadi semakin tenar. Karena semakin tenar, maka semakin banyak pula Muslim yang menontonnya. Semakin banyak Muslim mengamati, semakin banyak pula Muslim yang akhirnya berkesimpulan bahwa Botros ternyata benar dan mereka pun lalu murtad dan beralih agama ke Kristen. Botros memperkirakan setidaknya 1.000 Muslim per bulan berdoa untuk menerima Kristus lewat telepon genggamnya. Sebagian Muslim berdoa menerima Kristus di siaran TV bersama Botros. Ini tentunya hanya pucuk gunung es saja, karena dari sekian banyak penelpon, memang hanya sedikit yang akhirnya bisa masuk percakapan per telpon. Juga karena tidak cukup banyak penjawab terlatih yang bisa menerima telpon dari para penonton.

Botros yakin kebanyakan Muslim bukanlah Muslim radikal, tapi dia menjelaskan bahwa Muslim tersesat secara rohani, dan dia ingin sekali menolong mereka mendapatkan jalan kembali ke Tuhan yang menciptakan dan mencintai mereka.

“Aku percaya semua ini hasil kerja Tuhan,” kata Botros padaku. “Dialah yang membimbingku. Dia menjelaskan padaku apa yang harus kukatakan. Dia menunjukkan pada apa yang harus kutulis di websiteku. Dia menunjukkan lebih banyak lagi bagaimana cara menggunakan teknologi untuk mencapai orang-orang dengan pesan keselamatanNya.”

Silakan kunjungi website Botros di sini.

Senin, 31 Mei 2010

WANTED! ORANG YANG BISA BIKIN MURTAD AKU

Wanted! Orang Yang Bisa Bikin Murtad Aku – (Bemuslim1) – Post Oleh Jeng Chemploeck

klik disini

Saya menemukan ketidak sempuranan ini dalam Islam. Tulisan ini murni pertanyaan saya mengenai Islam. Tidak ada keinginan untuk memfitnah atau melakukan provokasi. Saya belajar Islam dengan membaca buku dan berdiskusi dengan para tokohnya. Sebagian dari pertanyaan saya di bawah ini hanya dijawab dengan “katanya,” “wallahu alam, bisawaf,” “subhanallah,” dan sebangsa itu. Jawaban-jawaban yang tidak memiliki dasar logika, realita dan kebenaran. Yang saya temukan hanya dalih-dalih “pembenaran” yang sulit untuk diterima dengan akal sehat. Kalau ada yang mampu memberikan pencerahan pada saya untuk masalah-masalah ini, saya siap menukar agama saya dan menjadi seorang Mualaf. Satu syarat tambahan agar saya mau jadi Mualaf adalah adanya statement yang menjanjikan bahwa dengan menjadi Mualaf, saya pasti akan masuk ke Surga. Janji itu bukan dari manusia, tetapi dari pemilik kehidupan alias Tuhan.

1. MI’ROD KE LANGIT KE TUJUH

Imaginasi yang dibangun oleh Muhammad ini sulit untuk saya mengerti. Hanya manusia yang buta pengetahuan yang mau mempercayainya. Sedang manusia yang memiliki logika, masih menyimpan sejuta tanya mengenai benda berwarna biru yang membentang jauh di atas sana.



* Benarkah langit ada tujuh buah atau lebih?
* Kalau ada tujuh, bagaimana Muhammad menembus enam langit lain untuk bisa sampai ke langit ke tujuh?
* Apakah di langit pertama sampai langit ke enam ada celah seperti langit-langit rumah dan Muhammad melewati setiap celah itu untuk mencapai langit di atasnya dan sebaliknya ketika turun?
* Kemudian di atas langit ke tujuh ada apa lagi. Ruang hampa atau benda padat yang tidak tertembus oleh apapun sehingga hanya mentok sampai ke situ?
* Lalu siapa yang berkuasa atas ruangan di luar langit ketujuh?
* Pada saat kembali ke bumi, bagaimana mungkin Muhammad bisa selamat tanpa hangus terbakar seperti meteor ketika memasuki atmosfir bumi, padahal meteor hanya berasal dari kolong langit yang sama dengan bumi sedangkan Muhammad berasal dari enam kolong langit di atasnya. Artinya kecepatan Muhammad yang hanya sekejap mata mencapai bumi adalah tujuh kali lipat kecepatan meteor yang menghujam atmosfir bumi?
* Jika langit itu bertingkap-tingkap sampai tujuh lapis, terbuat dari apakah benda yang disebut langit itu?
* Kalau kita berada di sebuah tempat, maka pandangan mata kita akan terbatas sampai ke sebuah cakrawala. Jika kita mencapai cakrawala yang ada di depan mata kita, maka akan muncul cakrawala baru di tempat lain. Begitu dengan langit. Ketika kita mencapai langit, di mana-mana hanya ada langit. Begitu seterusnya. Jadi berapa jumlah langit yang sebenarnya adalah merupakan rahasia Tuhan. Bagi saya, langit itu satu tetapi tidak bisa dihitung. Saya hanya bisa memandang satu langit tetapi tidak mampu menjelaskan seberapa luas satu kolong langit ini. Di satu kolong langit ini saja terdapat milyaran galaksi walaupun hanya dua yang sering kita sebut yaitu Bimasakti dan Andromeda. Dalam gugus galaksi Bimasakti ini terdapat milyaran bintang yang salah satunya adalah matahari kita. Kalau matahari saja hanya sepersekian milyar dari Bimasakti, bagaimana bisa kita membayangkan besaran satu kolong langit. Kalau satu kolong langit saja pikiran kita tidak mampu menjangkaunya, bagaimana mungkin Muhammad bisa mencapai langit ke tujuh secara fisik. Inilah yang saya sebut sebagai OMONG KOSONG alias NONSENSE! Ini pasti khayalan seseorang yang tidak memiliki pengetahuan tentang tata surya. Bahkan boleh dibilang sama sekali tidak mampu memahami ilmu fisika maupun astronomi.
* Dengan mengatakan bahwa langit ada tujuh, maka Muhammad sudah membatasi kekuasaan Tuhan. Tuhan berkuasa tidak hanya sampai langit ketujuh tetapi ke seluruh jagat raya yang maha luas yang tidak terjangkau oleh pikiran manusia walaupun ia seorang yang diakui sebagai ‘Nabi’. Mitos ini tidak lebih baik dari Harry Potter bikinan J.K. Rowling. Untung JKR tidak sedang membeberkan khayaran tentang dirinya sebagai Harry Potter sang pahlawan. Kalau saja dia mempromot dirinya sebagai Harry Potter, saya bersumpah bahwa pengikutnya akan jauh lebih banyak dari pemeluk Islam sekarang yang diklaim sebesar 1.7 milyar jiwa.

2. AL-QURAN KOREKSI BUAT KITAB SUCI TERDAHULU

Islam selalu bangga dengan jargon yang satu ini. Dikatakan bahwa Al-Quran adalah penyempurna Injil, Taurat dan Mazmur! Klaim ini tidak diketahui dilakukan atas dasar apa? Pertanyaan yang terkait dengan klaim ini adalah :

* Apa Tuhan pernah berbuat salah, sehingga karyanya harus disempurnakan oleh Muhammad?
* Kalau benar, dimana letak kesalahan perbuatan Tuhan?
* Kalau klaim ini benar, atas kuasa dari mana Muhammad diperbolehkan melakukan koreksi atas pekerjaan Tuhan?
* Terus kalau kitab terdahulu dikatakan tidak sempurna dan salah, apakah Tuhan perlu meminta maaf kepada umat dan para Nabi yang lahir sebelum Islam?

Adalah dosa yang amat besar jika manusia melakukan koreksi atas pekerjaan Tuhan. Apalagi kita meyakini bahwa TUHAN ADALAH SEMPURNA dan SELURUH CIPTAANNYA ADALAH SEMPURNA. Siapa yang berani menyangkalnya.

Jadi kalau sekarang ada yang mengatakan bahwa Al-Quran adalah untuk menyempurnakan kitab terdahulu akan sama saja mengatakan bahwa Tuhan (pernah) tidak sempurna. Barangsiapa menyangkal kesempurnaan Tuhan, dialah KAFIRUN BIN MURTADIN BIN MUSRYIKAN BIN LAKNATUN sejati. Tidak perlu bukti dan tidak perlu saksi karena mulut mereka sendiri yang mengatakannya.

Kalian hendaknya sadar bahwa BUKAN PEKERJAAN TUHAN YANG HARUS DIKOREKSI, MELAINKAN PERILAKU MANUSIA YANG MENYIMPANG DARI AJARAN TUHANLAH YANG HARUS DISEMPURNAKAN.

3. GOA HIRA

Setiap umat Islam pasti mengenal nama goa yang satu ini. Di sinilah pertama kali Muhammad menerima ‘wahyu’. Katanya. Saya bilang ‘katanya’ karena dari siapa dia menerima wahyu itu, tidak ada yang bisa memastikannya. Saat itu hanya ada Muhammad dan Jibril (katanya, lagi!).

Tidak ada pribadi lain yang menjadi saksi kejadian itu. Ada beberapa alasan yang menurut pendapat saya bahwa peristiwa itu hanyalah khayalan yaitu :

* Tempat itu sungguh gelap. Tidak mungkin membedakan Malaikat dan Setan atau Iblis. Oleh karena itu siapaun, termasuk kita, dapat menyusun cerita fiktif seperti itu demi keuntungan pribadi. Seperti seorang terdakwa melakukan pembelaan dengan berbagai alibi versinya sendiri agar terhindar dari hukuman.
* Saya meyakini bahwa yang datang kepada Muhammad saat itu bukanlah Malaikat. Alasannya, Malaikat dan seluruh makhluk ‘pro’ Tuhan tidak tinggal dalam kegelapan.
* Saya meyakini bahwa yang datang pada Muhammad adalah Iblis. Semua tempat gelap adalah domisili yang paling disukai oleh semua makhluk yang anti Tuhan. Di dalam gelapnya goa itulah Iblis leluasa menggarap Muhammad yang sedang frustasi dan depresi. Pas banget. Muhammad yang sedang memiliki masalah lari ke tempat tinggalnya si Iblis. Bukankah orang yang sedang kosong dan dalam kesendirian seperti itulah yang paling mudah kesurupan. Itulah sebabnya Muhammad lari terbirit-birit karena takut.
* Seharusnya, Muhammad tidak perlu takut setelah yang datang mengakui dirinya adalah JIBRIL sang Malaikat. Tetapi dia justru kabur, menggigil ketakutan dan membenamkan mukanya di ketiak Hadijah? Satu-satunya alasan yang bisa membuat Muhammad takut adalah bahwa dia telah bertemu dengan hantu di Goa Hira yang gelap.
* Siapa saksi yang bisa meyakinkan peristiwa ini benar-benar terjadi? Inilah bedanya antara Islam dengan agama lain. Turunnya wahyu agama lain memiliki saksi, bahkan kemudian dibukukan oleh saksi, bukan oleh penerima wahyu alias sang Nabi yang bersangkutan. Tetapi Muhammad menerima sekaligus menuliskannya sendiri, tanpa saksi. Seperti seorang novelis menuliskan karyanya atas dasar imaginasi yang dibangunnya sendiri. Tidak perlu persetujuan maupun pendapat orang lain.
* Mengenai kehadiran saksi ini sangat tidak konsisten. Orang lain memerlukan kehadiran minimal dua saksi, tetapi peristiwa Mi’rod dan gua Hira ini banyak dipercayai orang walaupun tidak ada saksi. Sulit bagi saya untuk mengerti dan memahami inkonsistensi ini.

4. MINTA WAHYU

Tuhan menurunkan Kitab Taurat, Mazmur dan Injil bukan karena diminta oleh para ‘pembawanya.’ Apalagi melalui pertapaan seperti Muhammad. Jauh sebelumnya Tuhan sudah bernubuat bahwa kepada pribadi pilihanNyalah kitab-kitab itu akan diturunkan. Para Nabi pendahulu tidak pernah meminta. Bahkan ada yang menolaknya karena ‘tahu diri’ bahwa dia tidak pantas mengemban misi suci itu.

* Nabi Musa yang menyadari bahwa dia tidak lancar bicara.
* Nabi Yunus yang menolak perintah Tuhan tetapi kemudian ditelan ikan paus raksasa selama tiga hari.
* Isa AS alias Yesus Kristus yang mengatakan kalau boleh semua itu berlalu dari padaNya.

Ketiga Nabi ini adalah contoh kerendahan hati dan mendahulukan orang lain. Mereka ingin tugas dari Surga ini sebaiknya diberikan kepada orang lain yang jauh lebih baik dari mereka. Sebaliknya Muhammad. Dia meminta-minta di tempat gelap (tempatnya para Iblis) karena merasa mampu (bentuk kesombongan) mengemban misi si Iblis. Dia tidak sadar bahwa membacapun dia tidak bisa. Namun sekarang jadi sangat aneh. Banyak Doktor dan Profesor yang mempercayai seorang buta huruf yang tidak berpengetahuan tetapi mampu mengkhayalkan berbagai kenaifan seolah menjadi kenyataan seperti JK Rowling. Mau tahu hal-hal naif yang dikatakan dan dilakukan Muhammad? Baca terus tulisan ini sampai tuntas.

Saudaraku, coba dipelajari semua kitab suci, jangan hanya Al-Quran tok yang dibaca. Disana (Injil, Weda, Tripitaka, Kong Hu Tsu, Primbon Jawa, Almanak maupun manuskrip lainnya) tidak ada ayat-ayat keji seperti yang tercantum dalam Al-Quran. Semua mengenai kasih, kesabaran, kepasrahan total, kedamaian dan pengampunan. Kalau memang kalian sudah membaca dan berkesimpulan bahwa Islam adalah yang terbaik, dipersilahkan saja tetap jadi Islam. Setidaknya, kalian telah memilih dari beberapa opsi yang semuanya sudah dipahami, bukan dari opsi tunggal buta tanpa mengerti mengapa memilih opsi satu-satunya itu. Apa enaknya memilih satu dari satu seperti tidak ada pilihan lainnya. Mau tidak mau harus diambil gitu. Padahal untuk beli sepatu saja, kalau sudah tidak ada pilihan lain, kita pasti tidak akan ambil. Siapa tahu ukurannya terlalu sempit atau longgar, lemnya sudah ada yang mengelupas, ada cacat di bagian tertentu dan seterusnya.

5. MENINGGAL DI KASIH 72 BIDADARI

Bagi saya, ini adalah mimpi gila atau nalar liar. Pertanyaan liar saya kemudian mengemuka seperti berikut :

* Bagaimana mungkin kita di Surga Islam kita bersuka ria dengan para bidadari yang demikian banyak sementara isteri kita hanya menjadi penonton ‘pertunjukkan blue film’ yang dimainkan oleh suaminya sendiri, dengan bidadari lain?
* Perempuan mana yang rela ‘tersingkir’ dari posisinya sebagai ‘isteri’?
* Mengapa yang mendapat upah hanya lelaki sedang perempuan tidak?
* Betapa celakanya perempuan Islam. Di Surgapun mengalami siksaan batin yang tidak kalah menyakitkan jika dibanding dengan di Neraka.
* Jika ada diantara kalian yang kedua orang tuanya sudah meninggal, bayangkanlah bahwa saat kalian membaca tulisan ini ayah kalian sedang ngeloni para bidadari itu dan ibu kalian menonton adegan itu sambil mengucurkan air mata meratapi nasibnya karena posisinya digantikan oleh para wanita pelacur dari Surga Islam! Apakah kalian akan masa bodoh dengan kejadian itu?
* Kalau benar, lantas dimana hati kalian yang selalu mengatakan bahwa Surga Islam berada di telapak kaki ibu?
* Tidakkah anda ingin berbakti dengan ibu kalian untuk mendapatkan Surga Islam kelak?
* Kalau benar Surga Islam di telapak kaki ibu, seharusnya kalian menghajar ayah kalian dan semua ‘pelacur’ itu. Kalau kalian tidak melakukan itu berarti kalian tidak mengikuti ajaran Muhammad yang selalu menempatkan wanita pada tempat yang paling mulia (Masa, sih). Sebaliknya kalau kalian mengikuti ajaran Muhammad, maka sama saja kalian menistakan wanita yang salah satunya adalah ibu kandung kalian. Ajaran ini sungguh mendua. Ikuti ajaran Surga Islam mendapat 72 bidadari tetapi menistakan ibu, ikuti ajaran Surga di telapak kaki ibu berati menentang ajaran mengenai hadiah bidadari itu sendiri. Ikut salah gak ikut salah pula. Jadi mesti gimana, dong?

Lagipula, apa roh kita nanti masih mengenal nafsu syahwat alias libido. Hai, boss. Libido itu hanya dikenal jika kita memiliki syaraf-syaraf yang bisa mengekspresikannya. Contohnya begini. Ketika kita masih kecil, seluruh piranti seksual kita lengkap. Tetapi karena semua itu belum berfungsi, maka kita tidak memiliki libido seksualitas. Begitu juga ketika kita sudah meninggal dan hidup dalam dunia roh. Piranti seksual kita sudah tidak punya fungsi karena syarafnya sudah mati. Bagaimana kita bisa melampiaskan nafsu birahi itu dengan para bidadari, sedang ketika kita masih kecil saja yang memiliki piranti lengkap tidak pernah berpikir mengenai hubungan seks. Waw, apa kita tidak tersiksa batin ketika melihat bidasari cantik-cantik di hadapan kita, kemudian nafsu kita bangkit namun tidak bisa berbuat apa-apa karena kita sudah tidak punya peralatan seks yang dilengkapi dengan syaraf-syaraf motorik untuk memenuhi hasrat basic instinct kita? Kasihan lah yauwww!

6. MENINGGAL DIBUATKAN 40 MESJID

* Emangnya Tuhan itu seperti tukang bangunan yang setiap hari membuatkan Mesjid untuk orang-orang seperti kalian? Emangnya Tuhan kurang kerjaan. Yang ada dan kalau benar, kalian tidak perlu meributkan tempat ibadah seperti itu. Tuhan tidak menuntut kalian memiliki tempat ibadah pribadi. Dia hanya memintamu membawa hati yang suci.
* Lagi pula kalau kalian dibuatkan 40 buah Mesjid, bagaimana cara kalian merawatnya? Tidak perlu dirawat? Atau Tuhan lagi yang harus melakukaknnya? Ooo, apa kalian pikir bahwa kalian akan menjadi bos di Surga yang bahkan Tuhanpun menjadi “pesuruh” kalian! Lho kok enak.

7. ISHAK VS ISMAEL

Kalau saja Abraham dan Sarah tetap setia pada firman Tuhan yang akan menjadikan keturunan mereka bangsa yang besar, maka dapat dipastikan bahwa Ismail tidak akan pernah lahir di muka bumi. Kalian pasti setuju dengan statement ini karena dalam riwayat yang kalian bangun selama inipun menyebutkan bahwa Ismael lahir dari isteri selir yang diberikan oleh Sarah. Kenyataannya baik Iskak maupun Ismael telah terlahir. Keduanya adalah anak Abraham dari isteri (Sarah) dan budak isterinya (Hagar). Iskak adalah anak Sarah (isteri pertama alias permaisuri) dan Ismail adalah anak Hagar (isteri kedua alias selir yang diambil dari budak keturunan Mesir). Dari sini sebenarnya sudah sangat jelas, siapa yang layak disebut pewaris utama. Tetapi Islam selalu mengklaim bahwa si anak budaklah yang lebih berhak. Anak dari permaisuri dan anak dari selir jelaslah berbeda hak, kewajiban dan kedudukannya. Dalam sejarah umat manusia, belum pernah ada seorang anak selir yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari anak permaisuri. Kalau dalam dongeng-dongeng pernah ada, itu hanya bersifat sementara karena diperoleh dengan cara culas. Kecurangan yang biasanya dilakukan oleh si selir. Hagarpun melakukannya seperti itu. Sudah dikasih suami, masih mau merebut kedudukan suami untuk diberikan pada anaknya.

Sudahlah, jangan pernah keras hati, memang begitulah adanya. Iskaklah yang merupakan putra mahkota dari Abraham Sang Bapa Orang Percaya itu, sedangkan Ismael hanyalah anak yang lahir karena ketidakpercayaan Abraham maupun Sarah akan janji Tuhan. Kalau ada diantara kalian yang menjadi isteri pertama dari kehidupan poligami, relakah kalian jika kedudukan putra pertama kalian digusur oleh anak dari madumu sendiri. Apakah kamu akan lebih mencintai anak tirimu daripada anakmu sendiri sehingga kalian rela untuk menyingkirkan anakmu dan menggantikanna dengan anak tirimu. Kalau kalian rela, pasti kalian manusia setengah Malaikat. Suami direbut orang, anakmu disingkirkan oleh anak orang yang merebut suamimu. Luarrrrrr biasa!

8. IBADAH SELALU HITUNG-HITUNGAN PAHALA

Saya selalu merasa geli dan senyum-senyum kalau melihat ustad dan ustadzah bicara di televisi. Apalagi seputar bulan Ramadhan. Gilanya semakin menjadi-jadi. Mereka selalu bilang kalau membuka Al-Quran pahalanya sekian kali, kalau membaca sekian kali, kalau sholat tahajud sekian kali dan seterusnya. Tetapi belum pernah saya mendengar mereka mengatakan kalau mencuri dosanya sekian kali, kalau berzinah dosanya sekian kali dan seterusnya (juga). Mereka begitu terampil menghitung pahala tanpa kalkulator di tangannya.

* Apa nanti kalau mati membawa juga kalkulator ke kuburan untuk hitung keuntungan seperti tukang kredit setor ke boss. Ehh, terus gimana kalau baterenya mati, apa mereka bangkit dan pergi ke warung Mas Dul untuk beli batere. Wah, ya serem dong ah.
* Udah gitu kalau untuk urusan dosa ini tidak konsisten banget. Katanya kalau mencuri mesti dipotong tangan, tetapi kalau berzinah, kenapa tidak dipotong tititnya ya? Bingung euy!

9. TERIAK MEMANGGIL AULOH

Ibadah orang Islam juga menggelikan. Pakai pasang loudspeaker segala.

* Apa karena Aulohnya jauh sehingga harus dipanggil pakai pengeras suara yang berisik dan bising?
* Pakai pengeras suara supaya orang lain tahu bahwa kalian sudah sholat/sembahyang? Lho, kalian itu beribadah pada Tuhan atau pada sesama manusia? Tuhan pasti tahu kalau kalian sudah beribadah walaupun kalian tidak memberitahunya. Tapi entahlah kalau kalian beribadah untuk mendapat pujian dari orang lain. Kalau dugaan ini benar, kalian sudah mendapat upahnya di dunia, sehingga di Surga tidak mendapat apa-apa lagi.
* Boss, saya pernah mendengar anekdod begini. Orang Kristen memanggil Tuhan dengan sebutan “BAPA”, orang Hindu dan Budha dengan sebutan “OM.” Kalian tahu kenapa? Ya karena umat dari agama-agama itu memiliki kedekatan hubungan dengan Tuhan. Khusus mengenai orang Kristen, Tuhan sendiri yang meminta dipanggil BAPA karena Dia sangat mengasihi manusia seperti seorang ayah mengasihi anaknya sendiri. Itulah sebabnya kami tidak ragu untuk menyapaNya dengan BAPA kapanpun kami mau. Persis seperti anak-anak saya selalu memanggil saya kapanpun dia membutuhkannya. Tidak ada jadwal khusus bagi buah hati saya untuk memanggil dan berbicara dengan saya. Jarak antara saya dengan anak saya hanya satu kata “ayah, papi, daddy dan sejenisnya.” Kecuali bapak. Sebutan ini saya hindari untuk membedakan siapa yang memanggil. Anak buah di kantor, tukang becak, tetangga dan orang lain sudah menggunakan kata “bapak”, maka saya ingin anak saya menggunakan kata yang spesial ketika memanggil saya. Kadang panggilan ini tidak terucap tetapi saya bisa mendengarnya karena saya memiliki ikatan batin dan ikatan emosional dengan mereka. Apakah kalian marah kalau anak-anak kalian memanggil kalian karena dia membutuhkan kalian pada saat kalian sedang tidur, bekerja, mandi atau bermesraan dengan isteri (bunda mereka, bukan ibu tiri mereka)? Itulah hebatnya Tuhan kami yang menjadi BAPA bagi kami. Dengan begitu, kami tidak perlu memanggilnya dengan teriakan, cukup dengan bisikan halus dan lembut dan hatiNyapun akan segera terketuk. Berbeda dengan kalian. Kalian tidak percaya diri memanggil dengan suara yang keluar dari mulut sendiri. Kalian memerlukan bantuan pengeras suara karena kalian merasa bahwa Auloh, Tuan kalian, berada di tempat yang sangat jauh. Kalau kalian merasakan bahwa Auloh ada di hati kalian, cukup kalian berbisik untuk memanggilnya. Setuju? Jika setuju…buanglah sekarang juga setiap pengeras suara di Mesjid-mesjid yang hanya menghasilkan polusi suara dan kebisingan. Kalian beribadah bukan pada manusia bukan? Kalau ya, kapanpun kalian beribadah, biarlah hanya Auloh yang tahu. Manusia lain tidak perlu tahu atau diberitahu melalui pengeras suara itu bahwa kalian sudah beribadah. Yang penting, Tuhan tahu bahwa kalian sudah beribadah walaupun tanpa pengeras suara.

10. POLIGAMI

Boss, tolong dilihat tulang rusuk kalian, Berapa biji yang hilang? Tulang rusuk Adam dulu hanya satu kok yang ‘dicuri’ oleh Tuhan, tetapi kemudian dikembalikan lagi dalam bentuk HAWA si manusia perempuan itu. Tuhan mengambil satu kembali satu. Bukan ambil satu kembali empat. Jadi dari sananya, Tuhan menciptakan manusia itu sepasang dan perpasang-pasangan. Satu lelaki pasangannya satu perempuan. Bukan satu lelaki empat perempuan.

Kalau dalam perjalanan selanjutnya terjadi poligami, itu merupakan kegagalan manusia dalam mengemban firman Tuhan. (Ini perilaku manusia yang perlu diperbaiki, bukan firman Tuhan yang tidak sempurna kemudian disempurnakan oleh kitab berikutnya). Biasanya orang yang gagal selalu mencari dalih untuk pembenaran.

Kita menyaksikan prototype poligami yang berakibat sangat buruk. Apakah keturunan Iskak (Israel) dan keturunan Ismael (Arab) akur walaupun perjalanan waktu mereka sebagai saudara tiri sudah melampau masa empat ribu tahun? Itulah, boss. Jangan mencari pembenaran untuk poligami dengan dalih-dalih yang mengada-ada. Tetapi jalanilah hidup ini dalam kebenaran sejati yang dari Tuhan.

* Coba kalian bayangkan, bagaimana perasaan ibu atau anak kalian seandainya mereka yang menjadi korban poligami. Akankah kalian mendukung tindakan suami-suami mereka dan membiarkan orang-orang yang kalian kasihi menderita luka batin karena kehadiran perempuan lain dengan kedudukan yang sama dengan ibu atau putri kalian Saya tidak mampu membayangkannya jika itu terjadi pada keluarga saya dan ibu/putri saya harus berbagi suami dengan perempuan lain. Mungkin saya akan mengusir ayah/menantu saya untuk menjauhi kehidupan ibu/putri kami. Bagaimana dengan kalian? Jika ibu/anak kalian wanita sejati yang kalian sayangi menjadi korban poligami, kalian pasti setuju dengan pendapat saya.
* Poligami hanyalah pembenaran untuk mereka yang gagal mengendalikan libido sexualis alias gila seks atau sexmania.

11. PHAEDOPHILIA

Ibarat buah mangga, korban phaedophil ini seperti pentil yang masih sangat muda tapi dipetik paksa. Walaupun rasanya asem, tetap ada penggemarnya, seperti wanita yang lagi ngidam. Dalam keadaan normal, orang tidak akan doyan karena membuat gigi ngilu. Membayangkan rasanya saja terkadang membuat liur sudah keluar. Ia baru terasa enak ketika sudah masak. Sudah masanya untuk dipetik dan dinikmati. Apalagi yang masak pohon.

Suka atau tidak, setuju atau tidak, Muhammad merupakan tokoh pedophilia sejati. Jangan butakan mata dan matikan perasaan kalian karena dogma agama yang tidak mengindahkan nilai moral. Kita harus konsisten. Agama harus mengajarkan moralitas yang tinggi. Tetapi menikahi dan meniduri anak bau kencur adalah tindakan amoral yang sangat parah.

* Bayangkanlah kalau anak kalian yang baru berumur 7 tahun alias masih pentil, dilamar oleh bandot yang umurnya lebih tua dari kalian sendiri. Apa kalian tidak merasa sakit bahkan lebih sakit dari anak kalian sendiri ketika umurnya belum genap 10 tahun tapi sudah dikelonin sang bandot?
* Apa anak kalian itu tidak akan menjerit ketika perkosaan legal ini menimpa dirinya yang organ kelaminnya masih jauh dari sempurna, sedangkan perempuan dewasa saja masih kesakitan ketika melakukan coitus pertama? Saya rasa hanya sesama bandotlah yang tidak iba terhadap nasib anak gadis kecilnya jatuh ke tangan bandot seperti Muhammad! Sadarlah bahwa sunnah yang satu ini hanyalah kedok dari ketidakmampuan Muhammad untuk mengendalikan sifat pedophil-nya yang kronis, sehingga dia memerlukan dalil pembenaran perilaku seksualnya yang menyimpang. Tanpa payung ‘hukum’ seperti ini, Muhammad akan dicerca oleh manusia beradab lainnya. Tetapi karena dia sudah menciptakan hukumnya sendiri maka dia bisa terbebas dari jerat jeruji besi dan bahkan dianggap sebagai contoh yang baik dalam menjalankan sunnah.

Kalau ada diantara kalian yang setuju dengan sunnah ini, aku berharap (maaf bukan berdoa) agar anak cucu kalian dilamar orang ketika mereka baru berumur tujuh tahun. Kalau ada yang marah berarti kalian menghina Nabi kalian sendiri, sedang kalau kalian setuju berarti kalian mengakui bahwa dalam agama kalian memang menjunjung tinggi dan mendukung perilaku pedophilia. Pilihan yang sulit. Tapi kalian harus tetap memilih.

12. AYAT (PEMBENARAN) PEMBUNUHAN

Ayat kalian yang mengatakan bahwa Yahudi dan Nasrani akan selalu melakukan tipu daya terhadap kamu sampai kamu mengikuti agama mereka adalah ayat fitnah yang amat keji.

Agama dan Nabi lain mengajarkan kasih dan pengampuan terhadap mereka yang bersalah. Hindu, Budha, Khong Hu Tsu dan Kristen yang kalian sebut sebagai kaum kafirun sangat mengasihi dan menyayangi semua bentuk kehidupan. Tetapi saya heran bin bingung, mengapa Islam dan Nabinya memerintahkan untuk membenci dan membunuh umat lain. Inilah akar permasalahan dari Islam. Islam bangga terhadap ayat ini. Bahkan tanpa malu-malu mengekspresikannya di depan umum dan umat agama lain.

Percayalah saudaraku. Orang Kristen, Orang Budha, Orang Hindu, Orang Khong Hu Tzu semuanya menyayangi kalian. Tidak ada satupun diantara kami yang memusuhi, mendzalimi dan menganiaya kalian. Kalian boleh melongok ke dapur kami, kalian boleh menengok ke dalam hati kami. Sekali-kali kami tidak memiliki kebencian pada kalian karena ajaran kami tidak boleh membenci sesama manusia walaupun berbeda agama. Alasannya sederhana. Kebencian adalah awal dari pembunuhan. Jadi kalau kami membenci, hukuman yang harus kamu terima sudah sama dengan membunuh. Makanya kalau kami tidak boleh membunuh, maka kami tidak boleh membenci juga.

Oleh karena itu, saya sangat prihatin kalau ada agama yang mengijinkan umatnya untuk melakukan tindak kejahatan atas nama Allah. Jauhilah segera ajaran ini. TUHAN MENCIPTAKAN KEHIDUPAN, BUKAN KUASA MANUSIA UNTUK MEMBUNUHNYA. Kalian sering bilang bahwa hidup dan mati itu di tangan Tuhan. Jalankan pedoman hidup ini dengan benar. Jangan sekali-kali melanggarnya atas alasan apapun.

* Sikap dan tindakan Nasrani dan Yahudi yang manakah yang kalian curigai sebagai tipu daya, sedang kami sendiri dilarang untuk berbohong oleh iman kami?
* Apakah kalau kami memberi sesuatu kepada kalian atas dasar ketulusan hati dan kasih kalian terjemahkan sebagai tipu daya?
* Jika demikian, bagaimana amalan bahwa tangan yang diatas (yang memberi) lebih mulia dari yang dibawah (menerima), tetapi jika pemberian selalu dianggap sebagai tipu daya, apakah itu tidak berarti menistakan sesuatu yang mulia?
* Apakah kasih sayang kami akan selalu kalian balas dengan kebencian dan pembunuhan terhadap kami hanya karena semangat demoralisasi ayat tersebut?

Islam masih eksis dan tidak ada Mesjid yang dibakar oleh pemeluk agama lain. Itu bukti bahwa kami tidak pernah melakukan tipu daya agar kalian mau menjadi Nasrani maupun Yahudi. Bagi kami, iman kalian adalah urusan kalian dengan Tuhan. Kalian bisa menjadi apa saja karena Tuhan, bukan karena manusia seperti kami.

Kalau ada perusakan terhadap tempat ibadah kalian, biasanya dilakukan oleh Islam sendiri dari aliran lain atau karena kemarahan umatnya sendiri. Namun begitu, kalian selalu menuduh bahwa semua itu adalah konspirasi Nasrani maupun Yahudi. Lihatlah sendiri bahwa di dalam Islam sendiri sangat banyak aliran dan masing-masing menduduh aliran yang lain adalah sesat.

Anehnya, pengikut alisan yang dianggap sesat biasanya lebih cool dan damai. Sebaliknya yang menganggap dirinya ‘tidak sesat’ justru mbingungi. Bukankah seharusnya yang tersesatlah yang harus bingung?

13. NIKAH MUDA VERSUS ZINAH

Islam juga mengajarkan kehidupan rumah tangga yang aneh. Kadang orang tua menikahkan anaknya atas alasan “DARI PADA ZINAH.” Hai Boss, lembaga perkawinan bukan legalisasi hubungan seksual belaka. Banyak faktor lain yang terlibat didalam perkawinan. Misalnya faktor ekonomi, mental, moral, sosial, kematangan fisik dan sebagainya. Kalau hanya masalah seksual saja yang dipikirkan, bagaimana kalau mereka nanti tidak mampu mencari nafkah sendiri, bagaimana kalau punya anak dan harus menghidupi keluarganya dan sebagainya. Akibatnya seperti kenalan saya. Mereka menikah di usia belasan. Saat ini anaknya berumur tiga tahun tapi belum mampu bicara satu patah katapun. Hati saya tersayat karena keadaan itu. Entah apa yang dirasakan oleh kedua orang tuanya. Sedih banget, Mbakyu.

Saya setuju bahwa zinah memang dilarang, tetapi apa benar bahwa itu merupakan satu-satunya alasan untuk menikah. Memang benar bahwa nikah tanpa seks itu mustahil, tetapi kalau pikirannya hanya seks dan seks saja saya kira perlu dikaji ulang alasan pernikahannya.

* Apakah ada jaminan bahwa orang yang sudah menikah pasti tidak akan berbuat zinah?
* Apakah berkeluarga hanya melulu urusan kebutuhan barang di selangkangan?
* Tidakkah kalian lihat bahwa sebagian besar pengunjung lokalisasi dan rumah bordil orang-orang yang sudah berpengalaman dalam hubungan seksual legal alias sudah menikah yang mengingingkan pelayanan yang bervariasi dan berbeda dengan ‘menu’ sehat yang disediakan di rumah?

14. PEREMPUAN TIDAK MASUK SURGA SENDIRI

Saya heran kalau masih ada perempuan yang mau beragama Islam. Bagaimana tidak. Perempuan dalam Islam, bagi saya, tidak ubanya seperti barang. Dia tidak bisa naik ke surga islam sendirian. Ia harus mengikuti suaminya. Kalau suaminya ke surga, secara otomatis diapun ke Surga, tetapi sebaik apapun perempuan kalau suaminya ke neraka, diapun harus mengikutnya.

Ajaran ini seperti menjimplak ajaran Hindu jaman dulu (Rekan Hindu, mohon koreksi kalau salah). Jaman dulu kalau seorang pria Hindu meninggal dan kemudian mayatnya dibakar, maka si isteripun harus masuk ke dalam api pembakaran. Oleh karena itu saya bertanya :

? Kalau ajaran Islam isteri harus ikut suami, lalu untuk apa seorang isteri beribadah, menjadi orang baik dan sebagainya kalau nasibnya hanya akan ditentukan oleh pahala / dosa suaminya? Ketahuilah saudaraku, dalam Hindu, Kristen maupun Budha dan Kong Hu Tzu, setiap orang bertanggung jawab terhadap amal dan dosanya sendiri-sendiri. Perempuan bisa mencapai Surga / nirwana tanpa ketergantungan pada orang lain. Sangat mengerikan kalau anak perempuan saya atau ibu saya harus mendapat siksa neraka karena dosa yang tidak pernah diperbuatnya.
? Relakah jika putri kalian yang sudah dididik menjadi wanita solehah harus mengalami siksa Neraka hanya karena perilaku menantu kalian yang menjadi koruptor, malingor, rampokor, copetor dan sebagainya?

Di Surgapun, seorang perempuan juga tetap sengsara. Mengapa? Dia hanya akan menjadi penonton karena suaminya main dengan 72 bidadari, bukan dengan isterinya. Ooo, sengsaranya perempuan Islam. Di dunia diperbudak, disurgapun tidak punya status.

15. HAK PEREMPUAN DAN FITNAH

Ketika di lingkungan saya akan membangun sebuah Musala kecil dengan daya tampung terbatas, seseorang bertanya, “Ibu-ibu kalau mau Sholat dimana?” Kemudian seseorang yang lain menjawab, “Ibu-ibu di rumah. Perempuan keluar rumah menimbulkan fitnah!” Ufh, saya hampir tertawa terbahak-bahak kalau tidak menyadari bahwa saya sedang berada di tengah umat yang selalu marah. Alasannya, kalau isteri kalian difitnah orang, yang salah yang memfitnah atau isteri kalian sebagai korban? Saya kok sulit menerima pemikiran bahwa perempuan Islam adalah perempuan yang dipermuliakan sehingga harus dilindungi di dalam rumah. Saya setuju kalau lelaki harus melindungi perempuan, tetapi saya tidak setuju kalau perempuan selalu dikorbankan dengan dalih seperti itu. Berikan posisi perempuan sesuai dengan peran yang dijalaninya. Kalau dia difitnah jangan dia yang dihukum. Sementara yang memfitnah alias pelaku kejahatan dibiarkan melenggang dari fitnah ke fitnah. Cukup kita buktikan bahwa fitnah yang ditimpakan kepadanya tidak benar.

? Mengapa kalian takut difitnah? Saya lebih takut memfitnah daripada difitnah. Sebagai umat, agama saya sudah sering difitnah. Hampir tiap hari. Itulah sebabnya kami hanya berdiam diri atas alasan, asal bukan kami yang memfitnah. Lucunya, kami sebagai kurban fitnah ini malah dihukum, bukan pelakunya yang dihukum!
? Dalam kasus isteri difitnah, mengapa perempuan itu yang harus menerima hukuman?

16. IBADAH VERSUS ZINAH

Umat Islam mempunyai kewajiban untuk pergi ke Mekah sekali seumur hidup dengan istilah berhaji. Tapi tahukah kalian apa yang dilakukan pria Arab ketika kalian pergi beribadah ke Mekah? Mereka sibuk asyik masyuk berzinah di Puncak. Di negara kita. Kalau di Mekah di sebut musim Haji, maka pada saat yang sama di Puncak ada musim Arab. Kenapa?

Pada saat yang sama rumah-rumah mereka di Mekah disewakan kepada para jemaah Haji dan hasilnya mereka bawa ke Puncak untuk memuaskan hawa nafsu birahinya. Jadi secara tidak sadar, kalian yang pernah naik Haji telah membiayai mereka untuk berzinah di Indonesia (pula). Tidak percaya? Coba kalian selidiki sendiri. Jangan mentang-mentang orang Arab selalu dianggap suci. Justru orang Arablah sebenarnya orang yang paling jahat di dunia! Paling tidak, itu kata teman saya yang seorang ustad dan pernah tinggal di Arab Saudi untuk waktu yang cukup lama. Makanya saya sangat heran kalau ada orang yang selalu mengagungkan segala sesuatu yang berbau Arab, seperti tulisan Arab, uang Riyal, kuda Arab atau madu Arab yang bikin penis kita tegang tujuh hari tujuh malam karena sudah dicampur dengan obat kuat. Keponakan saya yang lulusan pesantren pernah menderita ‘ereksi permanen’ ini karena minum madu Arab yang sangat diagungkan itu.

17. PERANG-PERANG ISLAM

Islam adalah satu-satunya agama yang selalu mengklaim sebagai pembawa damai tetapi disebarkan melalui jalan perang. Dua keadaan yang sangat kontras dan ekstrim. Lihatlah agama lain. Budha, Hindu, Khong Hu Tzu maupun Kristen, didirikan oleh tokoh-tokoh yang tangannya tidak ternoda oleh darah. Bahkan dalam ajaran mereka, mereka wajib mengasihi siapapun, bukan memusuhi apalagi membunuh.

Boss, sadarlah bahwa hanya dalam Islam saja orang mengenal permusuhan antar umat beragama. Dalam Islam saja orang boleh memusuhi orang lain. Sedang dalam agama lain, musuhpun wajib dikasihi termasuk kalian walaupun kalian sering kali memusuhi kami, menindas kami, membakar tempat ibadah kami.

Saya prihatin sekali. Kadang kalian memerangi “lawan” yang sama sekali tidak memusuhi dan tidak sedang membawa senjata. Dalam konvensi internasional, seorang tentara musuh dilarang menyerang warga sipil maupun tentara lawan yang tidak sedang memegang senjati. Tetapi kalian selalu menganggap orang yang sedang beribadah sesuai dengan ajaran agamanyapun adalah lawan yang berbahaya yang harus kalian musnahkan.

Peperangan sesama manusia adalah aib. Tetapi Islam justru membanggakan cerita perang ini turun-temurun. Perang itu sesuatu yang harus dihindari dan hanya dilakukan sebagai pilihan terakhir apabila keberadaannya terancam. Untuk bela diri gitu loh.

18. MUHAMMAD KETURANAN IBRAHIM TETAPI BUKAN YAHUDI

Selama ini kalian sudah didoktrin bahwa Ibrahim (Abraham atau Abram) bukan orang Yahudi. Padahal semua bermula dari Abraham yang tidak setia menunggu janji Tuhan untuk digenapi. Suka atau tidak, Abraham adalah orang Yahudi. Daripadanyalah kemudian terlahir dua bangsa yang selalu bermusuhan, Arab dan Israel. Kalau dilihat dari garis keturunannya haruslah Muhammad masuk dalam kelompok Yahudi. Siapa yang mengingkari ke-Yahudi-an Muhammad sama saja menyangkal asal usulnya yang merupakan keturunan Abraham sehingga bisa disebut bukan keturunan BAPA ORANG PERCAYA!

19. CINTA ARAB (BONEKA AMERIKA) TETAPI BENCI AMERIKA

Kadang saya bingung melihat sikap kalian. Kalian begitu memuja segala sesuatu yang berbau ARAB. Bahkan kalian begitu menggebu membela orang-orang Arab, sedang mereka tidak begitu peduli terhadap kesulitan kita sebagai bangsa. Saya punya teman yang bikin saya geli. Setiap produk makanan di supermarket harus ada tulisan arabnya baru dia beli. Apa urusannya?

Belum lama juga saya mendengar seorang pemimpin yang meminta kita menggunakan mata uang riyal untuk bertransaksi maupun deposito! Wow, ini mah fanatisme buta.

* Kenapa dia tidak menghimbau untuk memakai uang kita sendiri seperti Kim Jong Il dari Korut yang meminta warganya agar tidak menggunakan uang asing (nasionalis sejati?)
* Siapa yang mau membeli riyal? Laku tidaknya mata uang bukan karena agama, tetapi seberapa kuat negara yang mengeluarkan uang tersebut dalam percaturan ekonomi dunia! Arab saudi berada dimana dalam peta ekonomi ini? Dar sadarlah, kawan!

Sebaliknya, Anda begitu benci Amerika dan sekutunya. Tetapi tahukah kalian bahwa eksistensi Arab saat ini masih terjaga karena adanya proteksi dari Amerika. Artinya Arab sangat membutuhkan perlindungan dari Amerika. Oleh karena itu kalau kalian meruntuhkan negara adidaya itu sama saja kalian menghancurkan juga negara-negara Arab. Tanpa proteksi dari Amerika, Arab sudah lama lenyap dari muka bumi.

Maaf, ungkapan ini bukan berarti saya pendukung merika, tetapi hanya mempertanyakan logika berpikir kalian yang jauh dari konsisten. Meruntuhkan Amerika secara tidak langsung akan berakibat ambruknya negara Arab.

Apakah pepatah Arab ini memang telah menjadi pegangan anda. KAWANNYA KAWAN KITA ADALAH MUSUH KITA. Artinya kalau memang ini benar berarti anda hanya ingin memonopoli perkawanan dan tidak menginginkan kawan kita memiliki kawan lain selain kita sendiri. ARAB HARUS MENJADI KAWAN ANDA TETAPI TIDAK BOLEH MENJALIN PERSAHABATAN DENGAN AMRIK DSB. Eh, emangnya Arab itu pacar kalian sehingga tidak boleh pacaran dengan Amerika?

20. BENCI AMERIKA MINTA SUAKA KE AMERIKA DAN SEKUTUNYA

Dalam sejarah peradaban manusia modern, semua orang Timur Tengah dan Islam umumnya, kalau melarikan diri dan minta suaka politik pasti ke Amerika atau Eropa. Trend belakangan, orang Asia Tengah dan Selatan pergi ke Australia. Semua tujuan pelarian politik ini adalah negeri Kafirun mutlak. Kenapa? Karena lari ke negara sesama Islam tidak ada jaminan keselamatan. Berbeda dengan negeri kafir. Di sana, para pelarian bisa hidup damai, penuh kebebasan dan tidak ada yang mengusik. Contohnya :

* Ayatulloh Rohulloh Khomaeni selamat karena ngumpet di Prancis yang nota bene negeri kafir.
* Bani Sadrpun setali tiga uang. Diapun kabur ke negeri mode itu.
* Hasan Tiro juga demikian. Dia kabur dan ngendon di Swedia selama puluhan tahun.
* Benazir Butto, dua kali indekost di Inggris sampai saatnya dia kembali ke negerinya.

Kalau si Muh, mengaharamkan perlindungan dari kaum kafir, seharusnya kepemimpinan Khomaeni di Iran tidaklah sah. Kepemimpinan Housni Mubarak, Benazirpun demikian karena dia bersekolah politik di Inggris, negeri kafirun lainnya. Bahkan dinasti Al Saud di kerajaan Arab Saudipun dihidupkan kembali oleh Inggris yang waktu itu bertindak sebagai penjajah kawasan itu. Uuuuhhh, bingung aku kalau sudah begini. Hanya Shah Reza Pahlevi dari Iran yang numpang hidup di Mesir setelah digulingkan oleh Khomaeni. Padahal sang Raja adalah dukungan Amerika.

21. LEBIH ARAB DARI ARAB ASLI

Belum lama saya membaca di media masa bahwa Suriah, negara yang paling keras dalam memerangi Yahudi/Zionis telah membuka dialog dengan Israel. Orang Yahudi tidap hari berinteraksi dengan orang Palestina karena yang berperang adalah para politisi yang ambisius dan tentara pendukungnya. Orang sipilnya bergaul biasa bahkan pernah membentuk tim sepakbola bersama. Sebelumnya, ada dua negara, Yordania dan Mesir, sudah sangat lama menjalin hubungan dengan negara itu.

Arab Saudi sendiri, secara diam-diam, memiliki hubungan dagang dengan Israel. Jadi apanya yang aneh dengan orang-orang Arab Timur tengah itu? Yang aneh bukan mereka, tetapi orang Islam di Indonesia. Kalian lebih Arab dari orang Arab sendiri. Jangankan membentuk sepakbola dengan Yahudi, melintas di depan mereka saja sudah merasa berdosa.

Terakhir malah saya lihat di tv bahwa Israel berunding dengan Hamas. Orang yang kita bela ketika berperang dengan negeri Yahudi itu ternyata berdamai dengan musuhnya, tetapi kita yang hanya pembela tetap tidak mau akur. Ini seperti anekdot orang tua yang membela anak-anaknya yang sedang bertengkar. Ketika anak-anak sudah runtang-runtung main bareng lagi, kedua orang tua yang membela terus-menerus melakukan perang dingin.

* Mengapa kamu mudah sekali terperangkap dalam pemikiran sempit orang Timur Tengah?
* Bagaimana sikap kalian kalau ternyata Palestina membuka hubungan diplomatik dengan Israel, apakah kalian akan terus berjuang untuk memusnahkan negeri Yahudi itu hanya karena Al-Quran menyebut bahwa Yahudi sebagai musuh Auloh harus dimusnahkan dari muka bumi?
* Kalau benar, bukan tidak mungkin kalian akan berhadapan dengan negara-negara yang selama ini kalian bela karena mereka sudah berdamai dengan muruh mereka, bagaimana kalian menerima kenyaatan seperti ini?

22. PERANG PALESTINA VS YAHUDI = PERANG AGAMA?

Ini benar-benar pengalihan isu yang telah membodohi umat Islam di Indonesia (Wong Islam Indonesia TOLOL-TOLOL GIMANA LAGI = islamidiot), khususnya kelompok radikalis. Belum lama saya membaca di sebuah situs, ternyata di jajaran tentara Israel terdapat ribuan orang Palestina maupun orang Arab Islam lainnya. Mereka menjadi tentara Israel bukan karena berkianat terhadap agamanya, melainkan karena mereka menikmati kehidupan yang lebih terjamin. Di tangan mereka ada senjata. Kalau mereka setuju bahwa perang itu adalah perang agama, mereka pasti akan berkhianat terhadap negeri Yahudi itu dan membunuh seisi barak tentara di sana. Tapi mereka melihat kenyataan bahwa tinggal dan bekerja sebagai tentara negara Yahudi adalah sebuah jaminan kehidupan yang lebih baik ketimbang ‘membela’ agama. Sayang, apa yang mereka laukan tidak seperti yang dibayangkan oleh para pemimpin umat di Indonesia yang kemudian ditransfer ke otak amrosi dan kawan-kawan yang bodoh dan termakan oleh propaganda murahan seperti itu. Atas kenyataan ini, DIMANA PERANG AGAMANYA kalau di pihak Yahudi ada tentara Islam dan Kristennya sementara di pihak Palestina ada Yahudi dan Kristennya, dimana Islam menjadi mayoritas? Ayolah kawan, jangan mau dibutakan oleh kemauan pemimpin yang hanya ingin mengeruk keuntungan dari kebuntungan umatnya.

23. SIBUK MENGURUS URUSAN ORANG LAIN

Saudaraku, negara Islam selalu ketinggalan dalam segala hal karena selalu sibuk mengurusi orang lain seperti dunia barat, Amerika atau Yahudi. Apalagi kalau sudah merasa diserang, dirugikan, diperlakukan tidak adil. Bos, kalian terlalu ‘peduli’ dengan mereka, sedang mereka melenggang dengan urusannya sendiri.

Contohlah Barcelona. Klub sepakbola Catalan itu. Mereka dulu hanya sibuk dan fokus untuk ngurusi Real Madrid. Hasilnya, mereka susah untuk jadi juara karena terlena ketika berhadapan dengan klub lain. Namun setelah mereka mengalihkan fokus pada apa yang harus dilakukannya sendiri tanpa peduli apa yang dilakukan oleh orang lain, hasilnya seperti yang kita lihat sekarang.

Jadi saya sarankan pada kalian. Pikirkanlah bagian kalian sendiri. Berhentilah memikirkan kedzaliman Yahudi, Eropa maupun Amerika (yang mungkin tidak seperti yang kalian bayangkan). Belum tentu mereka medzalimi Islam? Saya percaya bahwa itu hanyalah sifat inferior para pemimpin Muslim yang gagal mendorong umatnya yang serba ketinggalan alias minder. Untuk menutupi kegegalan mereka, mereka ciptakan kambing hitam bernama Yahudi Israel dan Amerika Kristen.

Contoh yang paling naif dalam urusan ini adalah apa yang dibaca oleh tetangga saya. Beberapa waktu lalu dia pergi ke toko buku. Di sana dia menemukan sebuah buku yang sangat menarik untuk dibaca. Hasilnya dia tertawa terbahak-bahak sendirian dan…malunya, nggak ketulungan! Mau tahu apa yang dia baca?

Menurut si penulis, gempa dan tsunami hebat yang terjadi di Aceh tahun 2004 adalah buatan AMERIKA! Kata si pengarang, Amerika telah memasang bom maha dahsyat di Samudera India dan kemudian terjadi gempa bumi itu. Buktinya, tidak ada seorang pun warga amerika yang jadi korban!!! Silahkan simpulkan sendiri kekonyolan si pengarang ini. Kalau kesimpulan saya, orang ini kalau nggak gila, ya super gila pangkat tiga! Sebentar…saya mau ngakak dulu, bos! Nggak tahan nih. Udah ngampet dari tadi!

24. LEMPAR JUMROH

Bagi saya, upacara yang satu ini adalah ilusi Muhammad yang sulit dicerna oleh pikiran saya. Konon di tempat itu si Muhammad pernah bertemu Setan dan melemparinya dengan batu kerikil. Kita sering bilang bahwa Setan adalah roh (jahat, tentu!), bukan berbentuk fisik seperti kita. Sebagai roh, tidak mungkin dia bisa merasa timpukan batu itu. Pasti batu itu akan menembus tubuhnya dan melesat ke belakang dia karena batu itu tidak menabrak benda padat seperti tubuh kita. Contohnya dalam kehidupan sinetron tuyul dan mbak yul dimana para kawanan tuyul itu bisa keluar masuk rumah mbak yul tanpa harus membuka pintu. Dia cukup menabrakkan dirinya dan tau-tau sudah berada di ruangan lain di balik pintu.

? Untuk apa si Muhammad ini melempari Setan, jangan-jangan yang dilempar bukan Setan tetapi Jibril. Bukankah tempat itu lebih terang dari Goa Hira. Seperti saya katakan di awal tulisan ini bahwa Malaikat tinggal di tempat terang, bukan di tempat gelap.
? Apa salah si Setan sehingga Muhammad merasa perlu menimpuknya?
? Mengapa Muhammad tidak mengumandangkan ayat-ayat suci agar si Setan pergi kesakitan dan ketakutan, tetapi hanya menimpukinya. Kata kalian, Setan itu akan merasa kesakitan dan ketakutan kalau sudah mendengar ayat-ayat suci Al-Quran, tapi Muhammad tidak konsisten dengan menimpuk si Setan.

25. MARAH MELULU

Boss, saya ingin sekali melihat Islam yang tidak marah, yang panjang sabar dan murah senyum, damai dan manusiawi. Tidak hanya di mulut, tetapi dalam hati, sikap, ucapan dan tindakan. Saya selalu melihat kalian ini sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit tersinggung, defensif, posesif, ngamukan, beringas dan sangar. Mungkin saat membaca tulisan inipun ada yang marah, bahwa sangat mungkin berteriak ‘Auloh huk akbar, bunuh, bunuh, bunuh!!! Kalian pasti kalap karena menurut persepsi kalian, tulisan ini sudah menghina agama dan Nabi kalian. Muka kalian pasti merah karena menganggap bahwa saya sudah menghujat Islam. Kalian pasti akan menjatuhkan vonis bahwa saya anti Islam. Padahal tunggu, tunggu!!! Saya pasti ingin ‘bertobat’ dan menjadi Islam untuk mendapatkan pengampunan kalian karena tulisan ini.

Syaratnya, pertama ada yang berani menjamin bahwa dengan memeluk Islam saya pasti ke Surga Islam berikut cara saya mengambil jaminan itu jika kelak saya tidak ke Surga. Kedua, tolong jawab persoalan-persoalan di atas dengan logika, bukan dengan wallahu’alam. Pertanyaan saya :

? Apakah Al-Quran tidak mengajarkan tentang kesabaran dalam menghadapi pencobaan? Kalau ada, tolong jalankan dengan sebaik-baiknya.
? Apakah Al-Quran tidak mengajarkan pengampunan pada mereka yang (dianggap) salah?
? Apakah Al-Quran mengatakan bahwa Auloh senang jika kalian marah karena membelanya?
? Apakah kemarahan dibenarkan dan diperbolehkan dalam Al-Quran, apalagi atas nama Auloh atau atas nama Muhammad?

26. JUST ANECDOTE

Ini sekedar anekdot. Sampai kapanpun orang Islam tidak mungkin bisa menerima bahwa Yesus adalah TUHAN YANG MENJADI MANUSIA karena kalian selalu membaca dari kanan ke kiri. “MANUSIA YANG MENJADI TUHAN.” Dimana letak perbedaannya?

Yang pertama adalah mungkin, serba mungkin dan sangat mungkin. TUHAN MAU MENJADI APAPUN PASTI BISA!
Yang kedua, dibaca secara terbalik, mustahil bin tidak mungkin bin tidak mungkin banget lah yaow!!! Makanya agar Islam bisa menerima kenyataan ini, cara baca mereka harus dibenahi terlebih dahulu. Menyesuaikan dengan cara membaca huruf latin, huruf jawa, huruf bali, huruf hierogliph, huruf kanji, huruf mandarin dan semua huruf yang berlaku di masing-masing bangsa di dunia. Keanehan huruf Arab adalah sebuah kelainan genetik, jangan dibanggakan!

27. TANAH ITU SUCI APA NAJIS

Tanah itu kotor dan najis sehingga orang yang sudah wudhu dan mau Sholat tidak boleh menginjak tanah secara langsung tanpa alas kaki. Bahkan ada yang ekstrim, kalau pakai celana ujungnya tidak boleh menyentuh tanah alias harus di atas mata kaki supaya tidak terantuk pada najis dari tanah. Ooo, tapi bagaimana dengan jilatan anjing yang harus dicuci dengan tanah sebanyak tujuh kali, yang konon menurut para ahli kalian, tanah itu steril. Pertanyaan saya :

? Sesungguhnya tanah itu suci apa kotor alias najis.
? Kalau tanah dianggap suci sehingga bisa dipakai untuk membersihkan najis berarti kalian tidak konsisten.
? Tetapi jika tanah itu kotor, apa bisa najis dicuci dengan najis? Ibarat membersihkan kotoran pada baju dengan kotoran yang sama apa tidak tambah kotor? Yang ada ya membersihkan kotoran di baju dengan deterjen plus air bersih. Konsistenlah supaya mudah dimengerti. Ajaran kok mbingungi, to Boss! Bikin bingung saja.

28. INJIL PALSU PERLU BUKTI

Islam selalu mengklaim bahwa Injil yang ada sekarang adalah palsu. Bagi saya palsu atau asli, tidaklah penting, karena prinsip-prinsip ajaran Injil masih lebih baik dari Al-Quran yang asli. Jadi secara pribadi saya tidak mempermasalahkan KEASLIANNYA, tetapi APAKAH FUNGSINYA BAIK ATAU TIDAK. Walaupun barangnya asli tetapi kalau tidak berfungsi dengan baik ya buat apa? Saya tidak ngecap dan saya tidak terdoktrin. Saya berpendapat seperti ini karena saya mengimani KITAB SUCI dengan dasar logika dan realita. Iman saya tidak buta dan sayapun tahu ada kelemahan dalam KITAB SUCI SAYA. Al-Quran pun saya tahu isinya dan saya tahu kelemahannya sebaik saya tahu kelemahan kitab suci agama lain. OK, Boss. Dari klaim Injil palsu ini, saya punya beberapa pertanyaan :

? Apakah kalian sudah mengetahui yang asli seperti apa?
? Kalau belum bagaimana kalian meyakini kalau itu Injil sekarang adalah palsu?
? Apa ciri dan dimana letak kepalsuannya?
? Apakah kalau yang asli ditemukan, maka kalian akan menukar Al-Quran kalian dengan Injil asli itu karena dengan mengakui dan mempercayai adanya Injil yang asli, maka secara implisit sudah mengakui bahwa Al-Quran adalah pelarian yang bersifat sementara? Sebagai pelarian, Al-Quran hanya akan menjadi problem solver darurat. Nanti sesudah ‘diketemukan’ Injil asli, semua pasti akan kembali dan menyadari bahwa pemecahan masalah sementara itu akan menimbulkan masalah baru yang lebih besar dan mengguncang.

29. INTERCOURSE TIDAK BOLEH TELANJANG

Ada fatwa dari Ulama Mesir yang mengharamkan bersetubuh dengan isteri dalam keadaan telanjang. Bagi aku nih, fatma ini membingungkan.

? Bagaimana kita bisa melakukannya dengan pakaian lengkap? Terus kalau tidak boleh telanjang, bagaimana caranya. Celana masing-masing dilobangi dulu, gitu. Lha apa gak lecet itu barang tergesek celana yang berlobang?
? Bagaimana kita bisa tahu kalau mereka sedang bersetubuh?
? Siapa yang harus mengawasi kehidupan dikamar pribadi seperti itu?
? Apa kita perlu (boleh) pasang CCTV untuk mengetahui bahwa mereka sedang bermain cinta?

30. HELLIOPHOBIA

Islam adalah penderita helliophobia (ketakutan yang tidak beralasan tentang Neraka). Bahkan juga Theophobia (sebuah perasaan takut kepada Tuhan yang luar biasa yang selalu menghantui kehidupan, sikap dan tindakan sehari-hari). Cobalah simak pertanyaan berikut ini:
? Mengapa kalian selalu mengatakan “kalau begini nanti Tuhan marah.” Ungkapan ini adalah fitnah yang sangat keji. Mengapa? Pernahkan kalian memiliki bukti atau pengalaman bahwa Tuhan marah ketika kalian melakukan perbuatan yang tidak. Itu identik dengan “Awas, nanti Pak Harto marah kalau kamu bilang dia ideot!” Hampir pasti pemilik nama Pak Harto akan benar-benar marah ketika mendengar perkataan itu. Ungkapan sejenis sering saya dengar dari mulut banyak orang. Betapa teganya mereka mempermainkan perasaan Tuhan hanya untuk menyesatkan orang melalui ajaran agama yang belum tentu mengandung kebenaran. Belum lagi lembaga-lembaga keagamaan yang terlalu mudah mengatakan ini halal dan itu haram tanpa mendapat petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
? Awas, kamu nanti ke neraka kalau kamu tidak mengaji! Woeee, mengapa selalu Neraka, Neraka dan Neraka yang dijadikan acuan untuk membuat seseorang mengikuti agamanya. Belajarlah agama lain, disana orang tidak pernah ditakut-takuti agar mau ikut ajaran agama itu. Hanya kalian satu-satunya.

Sementara ini dulu ya Boss, biar sampeyan ga pusing mikirin jawabannya. Nanti kalau udah ketemu, silakan diemail balik atau dijawab melalui postingan ini biar semua orang tahu seperti apa ajaibnya Islam. Tapi kalau ga bisa menjawab, mau ga menanggung resikonya?

MURTADLAH SEKARANG JUGA!