Jumat, 04 Desember 2009

3 Pertanyaan Kontradiksi Alkitab

Mas T, pertanyaan2 anda pertanyaan2 lama dan akan saya jawab, semoga tidak dipake lagi dilain waktu dan diulang2 seperti biasa yg anda lakukan. :)

1.Bijbel bilang waktu Hagar diusir Ismail disampirkan dibahu Hagar padahal usia Ismail ketika itu 16 th ,kan ketika Ishaq lahir usia Ismail 14 th sedang waktu diusir Ishaq sudah disapih jadi saya tambahi 2 plus 14 = 16 th.
La opo bahu Hagar tidak semplok?

Jawaban:
1. Terjemahan Alkitab bhs Indonesia LAI tidak tepat dalam ayat Kej 21:14, saya kutipkan

Kejadian 21:14 Alkitab LAI
Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.

Marilah kita bandingkan dengan Alkitab yang LITERAL (sesuai dengan makna aslinya), dalam bhs Inggris dan juga indonesia

Kejadian 21:14 Literal Translation (LITV)
And Abraham started up early in the morning and took bread and a skin of water and gave them to Hagar, putting them on her shoulder, and the child (dan anak itu), and sent her away. And she left and wandered in the wilderness of Beer-sheba.

Modern King James Version (MKJV) yg juga Literal (sesuai makna/arti dalam bhs asli), menulis

And Abraham rose up early in the morning, and took bread and a bottle of water, and gave it to Hagar, putting it on her shoulder. And he gave her the boy, and sent her away. And she departed and wandered in the wilderness of Beer-sheba.

arti Literal ini juga sama dengan Kitab Suci-Indonesian Literal Translation (KS-ILT) Edisi 2, tahun 2008 bhs Indonesia,
Kejadian 21:14 KS-ILT Edisi 2
Dan Abraham bangun pagi-pagi, lalu mengambil roti dan sekirbat air, dan memberikannya kepada Hagar dengan meletakkannya di bahunya, dan juga anaknya, dan dia menyuruhnya pergi. Maka dia pergi dan mengembara di padang gurun Bersheba.

Jadi pertanyaan pertama anda sudah terjawab oleh arti kata dalam makna bhs asli Ibrani, jadi terjemahan Literal yg TEPAT dan menjadi acuan. Ismael tidak diletakkan di bahu Hagar, namun hanya dibawa serta oleh Hagar. Alkitab LAI tidak tepat menerjemahkan ayat ini. Terjemahan LAI biasanya akan terus diperbaiki, maklum terjemahan biasanya tidak luput dari kesalahan. Acu saja KS-ILT Edisi 2 yg LEBIH MENDEKATI MAKNA ASLI (LITERAL).

2.Ketemu lagi ayat Bijbel yang ngibul ketika air dikirbat habis lalu Hagar membuang Ismail kesemak.La opo hagar gak ditinju oleh Ismail yang jare kayak keledai liar gitu lo.

Jawaban:
2. Tidak usah heran Mas T, jika anda mau baca ayat2 itu selengkapnya mulai dari Kej 21:14-16, sudah dijawab sendiri pertanyaan anda itu oleh ayat Alkitab, perhatikan ayat 15-16

21:15 Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak,
21:16 dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: "Tidak tahan aku melihat anak itu mati." (atau Biarlah aku tidak melihat kematian anak itu-red) Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring.

Jadi, lihatlah, karena perjalanan mereka penuh dengan panas terik matahari, dan sangat mungkin menempuh perjalanan yg jauh ke Padang gurun (gersang, panas, tentunya anda bisa bayangkan) Paran, maka perbekalan mereka habis, air kirbat bawaannya juga habis, so bayangkan Anak itu sudah hampir mati lemas.....letih, capek, karena perjalanan, kehausan dan hampir mati. Gimana Ismael mau meninju ibunya, wong Ismael udah mati lemas, kehausan, alias setengah mati, pingsan, tidak bertenaga lagi, dll. Keledai kalo pas lemas juga tidak LIAR pak:)

3.Bijbel lagi2 gak teliti bilang sembelihlah anakmu yang tunggal.Jadi kalau yang disuruh mbeleh Ishaq kan ada anak Ibrahim yang lain kok bisa dikatakan tunggal?
Christian bilang katanya Allah gak ngakoni Ismail peh anak budak. Setahuku parameter Allah itu gur satu yaitu TAQWA, jadi budak atau rojo gak dilihat, cantik opo jelek gak dilihat, cukong atau melarat gak dilihat.


Jawaban:
3. Sebenarnya sangat mudah dimengerti, ada dua jawaban untuk pertanyaan ini. Jawaban utama adalah, bagi Tuhan JEHOVAH/YHWH, anak Abraham yang dimaksud adalah anak kandung Abraham dari Istrinya SARA, sesuai dengan Janji Tuhan JEHOVAH akan memberikan anak yaitu ISHAK, Anak Perjanjian itu. Makanya Ishak disebut "Anaknya yg Tunggal"

Alasan kedua, cuma tambahan saja, Hagar dan Ismael pada waktu itu sudah diusir dan menetap di Padang Gurun Paran (Bacalah Kejadian 21:21).

Kini anda sudah mengerti Kebenaran Alkitab. Jangan sungkan untuk belajar Alkitab, jika bingung dengan terjemahan Alkitab LAI, beli juga KS-ILT Edisi 2 thn 2008, atau Alkitab Bhs Inggris yg Literal (sesuai makna asli). 

Sabtu, 28 November 2009

APPENDIX B Dewa Bulan dan Arkeologi

Sebagaimana yang telah kita pelajari, agama Islam berpusat pada penyembahan keilahian yang bernama “Allah”. Para Muslim mengklaim bahwa pada jaman pra-Islam pun, Tuhannya Alkitab adalah Allah itulah, yang selalu disembah secara berkesinambungan oleh para pemuka agama, nabi-nabi, dan para rasul yang terdapat dalam Alkitab.

Umat Islam mengakui pentingnya suatu kontinuitas dalam usaha mereka untuk membawa umat Yahudi dan Kristen masuk Islam. Jikalau “Allah” betul merupakan keterusan dari pewahyuan ilahi didalam Alkitab, tentunya agama Islam itu juga merupakan agama kelanjutannya Alkitab. Jadi kita semua seharusnya menjadi orang-orang Muslim. Namun, sebaliknya, jika Allah itu ternyata adalah nama dewa kafir jaman pra-Islam, maka pokok pengakuan umat Muslim tersebut otomatis salah kaprah.

Pengakuan-pengakuan religious sering tidak dapat dipertahankan akibat bukti-bukti arkeologi. Maka, daripada berspekulasi yang tidak juntrung mengenai masa lalu, lebih baik kita merujuk pada ilmu pengetahuan untuk mencari bukti-bukti yang dapat mengungkapkan kebenarannya.

Sebagaimana yang akan kita lihat, bukti-bukti keras yang ada menunjukkan bahwa Allah adalah dewa pagan/ Allah adalah dewa-bulan yang kawin dengan dewi-matahari, dan bintang-bintang adalah anak-anak perempuan mereka.

Para arkeolog telah mengungkapkan tempat-tempat pemujaan dewa bulan yang terdapat di seluruh Timut Tengah. Mulai dari gunung di turki sampai ke tepi-tepi pantai sungai Nil, agama jaman kuno yang paling luas penyebarannya adalah agama yang menyembah dewa-bulan.

Suku Sumerian, sebagai komunitas perama yang mengenal peradaban tuli menulis, mewariskan ribuan lempengan tanah liat yang mendeskripsikan kepercayaan keagamaan mereka.



Seperti yang dihunjukkan oleh Sjoberg dan Hall, suku kuno Sumerian menyembah dewa bulan yang dinamai dengan banyak nama-nama lain. Nama yang paling popular adalah: Nanna, Suen, dan Asimbabbar. Simbolnya adalah bulan sabit.

Dengan begitu banyak ditemukan artifak-artifak kuno yang berkaitan dengan penyembahan dewa-bulan ini adalah agama dominan yang terdapat di Sumerian. Mazhab penyembahan dewa-bulan adalah agama yang paling popular di seluruh Mesopotamia kuni. Kaum Assyria, Babylonia, dan Akkadia mengadopsi kata SUEN dan mentransformasikannya ke dalam kata SIN sebagai nama favorit bagi dewa ini.

Prof Potts mengutarakan “Sin adalah sebuah nama yang berasal usul dari kaum Sumerian yang telah dipinjam (dipakai) oleh kaum Semit.”

Di masa Syria dan Canna kuno, dewa-bulan Sin umumnya dilambangkan oleh bulan yang sabit. Pada ketika tertentu, symbol bulan-purnama diletakkan di dalam bulan-sabit demi menekankan semua masa peredaran bulan. Dewi matahari adalah istri dari Sin dan bintang-bintang adalah putri-putri mereka. Sebagai missal, ISTAR adalah salah satu putri dari Sin.

Pengorbanan-pengorbanan kepada dewa-bulan tertera dalam teks Ras Shamra. Dalam teks Ugarit, dewa-bulan kadang-kadang disebut Kusuh. Dalam Persia atau Mesir, dewa-bulan digambarkan pada dinding-dinding batu dan pada kepala-kepala patung. Dewa-bulan ini adalah hakim atas manusia dan dewa-dewa lain.

Sesungguhnyalah di mana-mana di dunia purba ini, simbol dari bulan-sabit dapat ditemui pada bekas cap-cap, keramik, ornamen-ornamen penangkis bala, lempengan tanah liat, silinder-silinder, alat timbangan, kalung, dinding-dinding batu untuk melukis, dan sebagainya. Dalam Tellel-Obeid, anak lembu tembaga ditemukan dengan sebuah tanda bulan sabit di atas kepalanya. Ada pula satu dewa berbadan kerbau dan berkepala manusia mempunyai bulan sabit tertera di keningnya dengan kulit kerang.

Di tanah Ur, Stela dari Ur-Nammu mempunyai simbol vulan-sabit yang diletakkan di atas dewa-dewa lain karena dewa-bulan itulah kepalanya para dewa. Bahkan roti-roti dibakar dalam bentuk bulan sabit sebagai tanda pengabdian mereka terhadap dewa-bulan.

Oang-orang kota Ur di wilayah Chaldea (catatan dari penerjemah: Ur adalah nama sebuah kota Sumerian Kuno; wilayah Chaldea adalah wilayah yang meliputi dataran rendah Tigris dan lembah Efrata. Kalau melihat peta sekarang letaknya di Irak Selatan) sangat setia beribadah kepada dewa bulan sehingga menurut prasasti yang terdapat pada jaman itu kota tersebut kadang-kadang dinamakan Nannar.

Dari hasil penggalian di kota Ur yang dilakukan oleh Sir Leonard Wooley ditemukan sebuah kuil untuk pemujaan dewa bulan. Dia menggali dan menemukan banyak bukti mengenai penyembahan bulan yang sekarang disimpan untuk dipamerkan di Museum Inggris. Demikian juga Harran dicatat karena kesetiaan beribadahnya pada dewa bulan. Pada tahun 1950-an tempat pemujaan dewa bulan yang utama ditemukan dalam suatu penggalian di Hazor, Palestina (lihat peta 1)

Dua buah berhala dewa bulan juga ditemukan. Masing-masing merupakan sebuah patung dari seorang laki-laki yang sedang duduk di atas sebuah tahta dengan ukiran bulan sabit di dadanya (lihat diagram 1). Prasasti-prasasti yang menyertainya memperjelas bahwa benda tersebut memang benar merupakan berhala-berhala dewa bulan (lihat diagram 2 dan 3). Juga ditemukan beberapa patung-patung yang lebih kecil yang diidentifikasikan oleh prasastinya sebagai anak-anak perempuan dewa bulan (lihat diagram 4).

Bagaimana mengenai Arabia? Sebagaimana yang diungkapkan oleh Professor Coon, “Para Muslim amat alergi memelihara/mempertahankan tradisi kekafiran tempo dulu dan karenanya mereka berdalih dengan memutarbalikkan fakta sejarah pra-Islam dengan menempatkan tokoh-tokoh atau hal-hal yang tidak sesuai dengan waktu dan tempat terjadinya peristiwa yang sesungguhnya (anachronistic).

Selama abad ke-19, Arnaud, Halevy, dan Glaser pergi ke Arabia sebelah selatan, dan menggali ribua prasasti Sabian, Minaean, dan Qatabanian yang diterjemahkan mereka (lihat peta 2).

Pada tahun 1940-an, dua orang ahli arkeologi yang bernama G. Caton Thompson dan Carleton S. Coon menemukan prasasti yang luar biasa di Arabia.

Selama tahun 1950-an, Wendell Phillips, W.E Albright, Richard Bower, dan lain-lain menggali beberapa tempat peninggalan jaman kuno yang terdapat di qataban, Timna, dan Marib (ibukota Sheba kuno).

Ribuan prasasti yang tertulis pada tembok-tembok dan batu-batu karang di Arabia bagian utara juga berhasil dikumpulkan. Relief-relief (gambar-gambar timbul) dan mangkuk-mangkuk persembahan dalam pemujaan kepada “para puteri Allah” juga telah ditemukan. Ketiga puteri Allah yaitu Al-Lata, Al-Uzza, dan Manat kadang-kadang digambarkan bersama dengan Allah, dewa bulan, yang ditandai dengan sebuah gambar bulan sabit di atas gambar mereka.

Bukti-bukti arkeologi mengungkapkan bahwa agama yang paling dominan di Arabia adalah agama yang melaksanakan tata cara ibadah pemujaan dewa bulan. Alkitab Perjanjian Lama justru secara konstan melarang penyembahan-penyembahan terhadap dewa bulan (lihat contoh ayat-ayat Alkitab yang berikut ini: Ulangan 4:19; Ulangan 17:3; Raja-Raja 21:3, 5; 2 Raja-Raja 23:5; Yeremia 8:2; Yeremia 19:13; Zefanya 1:5).

Pada waktu umat Israel jatuh dalam dosa penyembahan berhala biasanya yang merea lakukan adalah upacara ibadah/penyembahan kepada dewa bulan. Pada masa Perjanjian Lama, Nabonidus (555-539 sebelum Masehi), raja terakhir dari Babilonia, membangun Tayma, di Arabia, sebagai pusat penyembahan dewa bulan.

Segall menyetakan, “agama penyembah benda-benda angkasa yang dianut masyarakat Arabia Selatan selalu didominasi oleh penyembahan kepada dewa bulan dengan berbagai variasinya”.

Banyak ilmuwan juga mengamati bahwa nama dewa bulan, “Sin”, adalah bagian dari kata Arab seperti “Sinai”, “padang belantara Sin”, dan seterusnya.

Ketika kepopuleran dewa bulan mulai sirna di tempat-tempat lain, orang-orang Arab namun tetap mempertahankan keyakinan mereka bahwa dewa bulan adalah dewa yang terbesar di antara semua dewa.

Ketika mereka menyembah 360 dewa baal yang ada di Kaabah, Mekkah, dewa bulan adalah merupakan dewa kepala. Sesungguhnya Mekkah itu dibangun sebagai tempat suci/kuil bagi dewa bulan. Itulah sebabnya Mekkah (dan bukan tempat-tempat lain) disebut sebagai tempat yang paling suci menurut kepercayaan paganisme Arab.

Dalam tahun 1944, G. Caton Thompson mengungkapkan dalam bukunya yang berjudul The Tombs and Moon Temple of Hureidha, bahwa dia telah menemukan sebuah tempat pemujaan dari dewa bulan di Arabia bagian selatan (lihat Peta 5). Simbol-simbol bulan sabit dan tidak kurang dari 21 prasasti dengan nama “Sin” juga ditemukan di tempat pemujaan tersebut (lihat diagram 5)

Sebuah berhala yang kemungkinan besar adalah dewa bulan itu sendiri telah pula ditemukan (lihat diagram 6). Penemuan ini di kemudian hari juga dikonfirmasikan oleh ahli-ahli arkeologi yang tersohor lain.

Bukti-bukti mengungkapkan bahwa tempat pemujaan dewa bulan tetap aktif bahkan pada masa Kristen sedang berkembang pesat. Bukti-bukti yang terkumpul baik dari Arab Utara maupun dari Arab selatan mengungkapkan bahwa penyembahan dewa bulan tetap aktif diakukan oleh penganutnya bahkan pada jaman Muhammad dan itu tetap merupakan upacara keagamaan yang dominan.

Menurut sejumlah besar prasasti, nama dewa bulan adalah “Sin”, sedangkan titelnya adalah al-ilah, “dewata”, yang artinya dewa paling utama dan paling tinggi dari semua dewa. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Coon, “Dewa Il atau Ilah asal mulanya adalah suatu fase dari dewa bulan”.

Dewa bulan disebut al-ilah, dewata, yang disingkat menjadi Allah pada jaman pra-Islam. Orang-oang Arab penyembah berhala bahkan menggunakan nama Allah untuk menamai anak-anak mereka. Contohnya, baik ayah maupun paman dari Muhammad menggunakan nama Allah sebagai bagian dari nama mereka. (sang ayah, bernama Abdullah = abdi Allah; sang paman, Obied Allah, tidak pernah masuk Islam).

Itulah kenyataan pada jaman Muhammad yang membuktikan bahwa Allah merupakan title dari dewa bulan. Professir Coon mengatakan. “sama seperti halnya di atas, menurut pengajaran Muhammad, Iah yang praktis tidak bernama, dijadikan Al-Ilah, Tuhan, atau Allah yang Maha Tinggi”.

Dengan fakta tersebut si atas terjawablah pertanyaan, “Mengapa Alquran tidak pernah mendefinisikan pengertian ‘Allah’ kepada pengikut-pengikutinya? Dan mengapa Muhammad engasumsikan bahwa orang-orang Arab penyembah berhala sudah tahu siapa Allah itu? [dari mana datangnya perubahan nama Yahweh mendadak menjadi Allah?].

Muhammad memang dibesarkan dalam lingkungan agama yang menyembah dewa bulan yang dinamakan Allah, namun dia selangkah lebih maju daripada orang-orang Arab penyembah berhala lainnya. Sementara mereka percaya bahwa Allah (maksudnya dewa bulan) adalah yang paling utama.paling besar dibandingkan dengan semua dewa-dewa lain dan merupakan dewa yang termulia di dalam kuil pemujaan, Muhammad memutuskan bahwa Allah bukan saja maha besar tetapi juga satu-satunya Tuhan.

Dengan imajinasi tinggi, Muhammad seolah berkata, “Lihat, kamu telah mengimani bahwa dewa bulan Allah merupakan dewa yang terbesar. Jadi, yang saya inginkan adalah bahwa kamu sependapat bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan. Saya tidak meniadakan Allah yang sejak dulu kamu sembah itu. Saya hanya akan meniadakan istrinya (yang dimaksud adalah dewi matahari) dan anak-anak perempuan Allah dan saya juga akan meniadakan semua dewa-dewa lain”.

Hal ini dapat dilihat dengan jelas dari sebentuk slogan Islam di mana terdapat sebutan ALLAHU AKBAR, kata mana bukan berarti sebegaimana diterjemahkan “Allah Maha Besar” atau “Allah yang Terbesar”, melainkan secara harfiah berarti “Allah Yang Lebih Besar”. Dia yang lebih tertinggi di antara semua dewa-dewa. Tidak ada alasan lain mengapa Muhammad menyatakan “Allah Terbesar/Lebih Besar” selain karena adanya konteks politheistik yang menunjukkan adanya kepercayaan pada banyak dewa yang telah diimani oleh orang-orang sebelumnya. Kata Arab ini digunakan untuk mengkontraskan “lebih besar” dari “lebih kecil”.

Bahwa hal tersebut dapat dibenarkan terlihat dari kenyataan bahwa orang-orang Arab penyembah berhala tidak pernah menuduh Muhammad mengajarkan tentang sosok Allah yang berbeda dengan sosok Allah yang telah mereka sembah sebelumnya. “Allah” ini adalah dewa bulan seperti yang dapat disaksikan dari bukti-bukti arkeologi yang telah ditemukan.

Jadi, Muhammad berusaha ke kanan dan kiri sekali jalan. Kepada para penyembah berhala, dia mengatakan bahwa dia masih percaya pada dewa bulan yang bernama Allah dan kepada umat Yahudi dan Kristen, dia mengatakan bahwa Allah adalah Tuhan mereka juga.

Sayang bahwa umat Yahudi dan Kristen lebih tahu, dan mereka menolak Allah-nya Muhammad sebagai Tuhan yang palsu.

Al-Kindi, salah satu pembela Kristen mula-mula (terdahulu) menyatakan bahwa Islam dan tuhannya yang disebut Allah bukanlah berasal dari Alkitab, tetapi dari para penyembah berhala suku-suku Sabian. Orang-orang Sabian tidak menyembah Yahweh (Tuhan Alkitabiah) tetapi mereka menyembah dewa bulan dan puteri-puterinya yang bernama Al-Lata, Al-Uzza, dan Manat.

Dr. Newman, dari hasil studinya mengenai perdebatan Kristen-Muslim terdahulu menyimpulkan bahwa: “Islam membuktikan dirinya sendiri sebagai sebuah agama terpisah dan antagonistic yang muncul dari penyembahan berhala”.

Ilmuwan dalam kajian Islam yang bernama Caesar Farah menyimpulkan, “Oleh karenanya tidak ada alasan untuk menerima ide/pendapat bahwa Allah umat Muslim adalah Tuhan yang sama dengan Tuhannya umat Kristen dan Yahudi”.

Orang-orang Arab menyembah dewa bulan sebagai dewa yang maha tinggi. Tetapi hal tersebut tidaklah sama dengan yang dimaksud menurut Alkitab. Ketika dewa bulan (Allah) dinyatakan sebagai dewa yang terbesar dari segala dewa dan dewi yang ada, Allah ini masih berkonsepan politheistik dewa-dewa lain di tengah-tengah dewa bulan.

Sekarang kita telah menemukan berhala-berhala dewa bulan yang aslinya, jadi tidak disangkal lagi bahwa Allah adalah suatu dewa pagan (kafir) yang telah disembah sejak jaman pra-Islam.

Dengan demikian, tidaklah mengherankan jikalau: Simbol Islam adalah bulan sabit;

• Bulan sabit terletak di puncak-puncak masjid dan menara azan;

• Bulan sabit digambarkan pada bendera-bendera negara Islam;

• Umat Muslim berpuasa pada bulan yang berawal dan berakhir dengan munculnya bulan sabit di langit. [Di manapun, ritus-ritus, upacara-upacara, nama dan symbol-simbol ilah (bulan-bintang) tidak pernah muncul dari ajaran Taurat dan Injil. Itu merupakan kekejian di hadapan TUHAN YAHWEH; “…..Jangan engkau mengarahkan matamu ke langit, sehingga ketika engkau melihat, bulan dan bintang, segenap tentara di langit, engkau disesatkan untuk menyembah dan beribadah kepada sekaliannya itu, yang justru diberikan YAHWEH, Elohim-mu, kepada segala bangsa di seluruh kolong langit sebagai bagian mereka.” (Ul. 4:19)]

Kesimpulan

Orang-orang Arab pagan menyembah dewa bulan yang dinamakan Allah dengan cara sembahyang menghadap ke Mekkah beberapa kali sehari; mereka melakukan beribadah ziarah ke Mekkah; berlari-lari mengelilingi tempat pemujaan dewa bulan yang dinamakan Kaabah; mencium batu hitam; menyembelih hewan untuk dikorbankan kepada dewa bulan; melempari setan (roh-roh jahat) dengan batu; berpuasa pada bulan-bulan yang berawal dan berakhir dengan kemunculan bulan sabit; memberi sedekah kepada orang miskin; dan lain-lain.

Pernyataan umat Muslim bahwa Allah adalah Tuhan Alkitabiah dan bahwa Islam adalah kelanjutan dari agama yang dianut oleh para nabi dan para rasul Alkitabiah adalah tidak benar menurut bukti-bukti arkeologi yang telah ditemukan. Islam tidak lain adalah kebangkitan kembali suatu tata cara ibadah keagamaan untuk menyembah dewa bulan jaman kuno. Islam bahkan telah mengadopsi symbol-simbol, ritus-ritus keagamaan, upacara-upacara keagamaan, dan nama tuhannya (maksudnya nama sesembahan umat Islam) dari agama pagan (kafir) kuni yang menyembah dewa bulan. Hal-hal seperti itu merupakan penyembahan terhadap berhala yang merupakan hal yang sangat terlarang bagi umat yang mengikuti ajaran Taurat dan Injil.

[ULAR TUA YANG CERDIK ITU TELAH MENYAMARKAN WAJAHNYA. BANYAK ORANG MENYANGKA BAHWA DIA ADALAH TUHAN ELOHIM.

ADA JALAN YANG DISANGKA ORANG LURUS, TETAPI UJUNGNYA MENUJU MAUT. WASPADALAH KARENA DARI BUAHNYALAH KAMU AKAN MENGENAL MEREKA. DAPATKAH ORANG MEMETIK ANGGUR DARI SEMAK DURI?]

Lampiran 10 Hal Yang Dipercaya atau Tidak Dipercaya oleh Muhammad

Muhammad mengajarkan banyak hal yang bagi pembaca modern saat ini merupakan hal-hal yang tidak mungkin masuk akal. Sebagian dari keyakinannya sampai sejauh ini merupakan hal-hal yang tidak mungkin diterima atau dipertahankan oleh seorang pun pada zaman sekarang.

Namun demikian, kita menyadari bahwa umat Muslim yang tulus memang harus menerima semuanya itu atau kalau tidak mereka harus melepaskan pengakuan mereka bahwa Muhammad itu rasul Allah.

Kita memahami kesulitan mereka. Bagaimana mereka dapat mempertahankan sesuatu yang tidak dapat dipertahankan lagi? Bagaimana mereka dapat membenarkan sesuatu yang jelas tidak masuk akal? Hal inilah yang merupakan pokok persoalannya. Berikut ini adalah sebagian dari daftar aneh-aneh yang diajarkan oleh Muhammad kepada murid-muridnya.

1. Adam yang amat raksasa

Dalam Hadis IV/543, kita membaca sebagai berikut:

Nabi berkata, “Allah menciptakan Adam, menurut bentuknya. Panjangnya 60 hasta.” Ini setinggi 90 kaki! Atau 30 meter!

Apakah Adam sungguh-sungguh setinggi bangunan sepuluh lantai?

Bagaimana dengan tinggi Hawa (isterinya)? Dan bagaimana dengan tinggi anak-anak mereka? Dan mengapa kita tidak setinggi mereka? Tidakkah ilmu pengetahuan mengenai anatomi manusia menjelaskan kepada kita bahwa Adam tidak mungkin setinggi 90 kaki? Apakah umat Muslim siap untuk mempertahankan ucapan Muhammad mengenai Adam yang tingginya 90 kaki?

2. Lalat dalam cangkir

Jika seekor lalat masuk ke dalam cangkirmu, jangan kuatir mengenai hal tersebut karena demikian sabda Muhammad bahwa kalau sayap lalat sebelah membawa penyakit, maka sayap yang sebelah lagi membawa penangkal penyakit tersebut. Jadi minum saja air di dalamnya (Hadis IV/537).



3. Anjing dilarang

Menurut Hadis IV/539, malaikat tidak akan masuk ke suatu rumah jika ada seekor anjing di rumah tersebut. Oleh karenanya Hadis IV/540 menyatakan, “Rasul Allah memerintahkan bahwa anjing-anjing harus dibunuh”.

Orang-orang yang menyukai anjing pasti bukan orang-orang Muslim yang baik. [Apa hubungannya anjing dengan malaikat? Kenapa mereka diciptakan lalu disuruh bunuh? Apakah posisi babi lebih beruntung ketimbang anjing yang diperintahkan untuk harus dibunuh? Tetapi di lain kesempatan kepada Nabi merestui anjing-terlatih (mu’allam) yang membantu berburu menangkap binatang buruannya? Hadis (Terjemahan Shahih Bukhari) No. 125]

4. Genetika Islam

Muhammad menyatakan bahwa Jibril memberitahukan suatu rahasia kepadanya mengapa seorang anak mirip ayahnya atau ibunya. Jawaban ini diberikan untuk membuktikan bahwa Muhammad adalah rasul Allah.

Dia menyatakan: “Adapun mengenai kemiripan seorang anak dengan orang tuanya adalah sebagai berikut: Jika seorang laki-laki berhubungan seksual dengan isterinya dan dia berorgasme terlebih dahulu, maka sang anak akan mirip seperti ayahnya, dan jika wanita tersebut yang berorgasme terlebih dahulu, maka anak itu akan mirip ibunya”. (Hadis IV/546)

Bagaimana orang Muslim modern dapat membuktikan bahwa ciri-ciri fisik sang anak ditentukan oleh orgasme manakah dari orang tua mereka yang keluar lebih dahulu waktu bersanggama, dan bukan ditentukan oleh genetika?!

5. Bintang-bintang sebagai Misil (peluru-peluru yang dilontarkan)

Menurut Muhammad seperti yang tertulis dalam Hadis, jilid 4, pasal 3, halaman 282, bahwa bintang-bintang diciptakan Allah sebagai misil-misil yang dilontarkan untuk menghantam setan-setan.

Para ahli perbintangan tentu tertarik dengan doktrin Muhammad ini.

6. Lakukan seperti apa yang kukatakan, bukan seperti yang kukerjakan!

Muhammad memerintahkan setiap orang untuk membuat surat wasiat sementara ia sendiri gagal membuat surat wasiat.

Saya bertanya pada Abdullah bin Abu Aufa, “Apakah Nabi membuat surat wasiat?” Dia menjawab, “Tidak”. Saya bertanya lagi, “Kalau begitu mengapa orang-orang diperintahkan untuk membuat surat wasiat?” (Hadis IV/3,4).

7. Apa yang dimakan oleh roh-roh?

Menurut Muhammad dalam Hadis V/200, jin-jin atau roh-roh makan kotoran hewan dan tulang-tulang! Informasi singkat ini sungguh jauh di luar penalaran manusia.

8. Tidak ada jaminan

Muhammad tidak memiliki jaminan keselamatan. Nabi berkata, “Demi Allah, walaupun aku adalah seorang Nabi Allah, namun aku tidak mengetahui apa yang akan Allah lakukan terhadap diriku dan dirimu”. (Hadis V/266 dan Qs 46:9)

[Yang ada justru jaminan yang memastikan bahwa semua orang akan masuk neraka.

“Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhan mu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan”. (Qs 19:71)

Karena itulah maka Muhammad minta didoakan supaya dia juga diselamatkan. Umat Islam semua harus berdoa buat nabinya, 17 kali sehari dengan kata-kata: “Ya Allah, selamatkanlah junjungan kami Muhammad dan keluarga junjungan kami Muhammad”. Doa ini dikenal dengan doa shalawat nabi. Berbeda sekali dengan Yesus Kristus yang berdoa untuk para pengikutNya (Yoh. 17:1-26)]

[….Di lain pihak, Muhammad mengantagoniskan dirinya dengan berani menjamin orang masuk surga, yaitu cukup kalau orang tersebut benar dalam seksualitas dan lidahnya:

“Siapa menjamin kepadaku apa yang di antara dua kakinya (kelamin) dan apa yang antara dua rahangnya (lidahnya), niscaya aku menjamin surga kepadanya.” (HSB no.1816). Pertanyaan bagi kita adalah apakah surga mentoleransi dosa-dosa selebihnya yang bahkan tidak ditoleransikan oleh Allah SWT, misalnya dosa syirik?]

Setelah merestui berbohong demi dapat membunuh seorang “jahat”, kini Muhammad (kontradiksi dengan butir 8 di atas), memastikan bahwa “setiap umatnya yang mati, sedangkan dia tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, orang itu masuk surga, sekali pun ia berzinah dan mencuri” (HSB 647). Surga apaan itu yang menampung pencuri, penipu, pembunuh, pezinah?]

9. Pembunuhan dan penipuan

Muhammad menyetujui suatu pembunuhan terhadap seseorang melalui cara bohong dan penipuan. Hadis V/369. Dia jelas tidak menganut nilai-nilai kebenaran atau kehidupan.

10. Enam ratus sayap

Menurut Muhammad seperti yang tertulis dalam Hadis VI/380, malaikat Jibril mempunyai 600 sayap.

11. Setan di lubang hidungmu

Muhammad menyedot air ke dalam hidungnya kemudian menyemprotkan kembali keluar sebab, Setan bertengger pada lubang hidung (bagian atas) sepanjang malam (Hadis IV/516)

Saya harus mencari siapa di antara umat Muslim yang akan mempertahankan doktrin dan kebiasaan aneh dari Muhammad ini.

12. Demam dari Neraka

Muhammad meyakini bahwa sakit demam berasal dari panasnya Api Neraka. Nabi berkata, “Demam berasal dari panasnya api (Neraka), maka dinginkan sakit demam tersebut dengan air” (Hadis IV/483-486).

Banyak macam pertanyaan berkecamuk dalam pikiran anda kalau anda sungguh-sungguh memikirkan tentang doktrin Muhammad tersebut.

13. Bahtera Nuh

Bahtera Nuh nampak dan terapung di depan mata mereka (Hadis VI/391, pasal 288). Bagaimana dan mengapa hal ini terjadi kita tidak diberitahu.

14. Air kotor yang mengandung kekuatan magis

Para pengikut Muhammad berebutan untuk mendapatkan air kotor bekas cucian Muhammad. Mereka akan mengolesi tubuh mereka dengan air kotor itu dengan maksud agar mendapatkan rahmat magis darinya. Hadis I/187, 188. (Pendewaan sosok Muhammad sulit dihindari)

15. Air ludah yang suci

Bahkan yang lebih jijik adalah kebiasaan meludah ke tangan-tangan para pengikutnya agar mereka dapat mengolesi wajah-wajah mereka dengan air ludah itu.

Demi Allah, kapan saja rasul Allah meludah, air ludah itu akan jatuh di tangan salah seorang dari mereka (maksudnya sahabat-sahabat nabi), yang kemudian akan dioleskan pada wajah dan kulitnya. Hadis III/891.

Itulah sebabnya kita dapat memahami mengapa Muhammad mengolesi tubuh-tubuh yang telah mati dengan air ludahnya. Hadis II/360, 433.

16. Setan buang air kecil di telinga

Setan mengencingi orang-orang yang tertidur selagi sembahyang (Hadis II/245)

17. Mengeluarkan angin busuk (kentut)

Menurut Muhammad, jika anda berbuat dosa “hadath” (mengeluarkan angin busuk/kentut) ketika anda bersembahyang, Allah akan menolak sembahyang anda. (Hadis I/628; IX/86)

18. Bau Mulut

Bau mulut berarti bahwa Allah tidak akan mendengar sembahyang anda. Anda tidak boleh makan bawang sebelum sembahyang sebab Allah tidak akan mendengar anda yang berbau bawang di mulut anda. (Hadis I/812, 813, 814, 815; VII/362, 363).

19. Menguap itu dari Neraka

Menguap adalah dari setan. Itu menurut Muhammad dalam Hadis IV/509. Jelas dari Hadis ini, dan dari 2 Hadis sebelumnya, Muhammadlah yang merasa tersinggung oleh hal-hal yang tidak diingininya seperti bau mulut, menguap dan kentut.

Tetapi bahwa Tuhan yang merasa tersinggung oleh proses-proses alamiah dari tubuh manusia yang diciptakanNya ini, tentu sulit diterima oleh pikiran rasional.

20. Burung-burung hijau

Menurut Sheikh Abdullah bin Muhammad bin Hamid dari Mesjid Suci di Mekkah: Rasul Allah berkata: Jiwa-jiwa para syuhada ada di dalam tubuh burung-burung hijau yang tinggal di Firdaus menurut sukunya (vol. I, hal. XXVIII).

Jika hal ini benar, kita tidak akan mengerti betapa “burung-burung hijau” akan dapat menikmati perempuan-perempuan cantik yang ditambatkan pada pelbagai sudut-sudut Firdaus!

KESIMPULAN

Jika Muhammad adalah benar-benar Rasul Allah, maka tentulah apa yang diajarkannya berasal dari Allah dan pasti benar.

Tetapi apa yang dikatakannya ternyata begitu “asing” dan “absurd” sehingga tidak ada peluang untuk benar. Jadi bagaimanakah Muhammad sebagai rasul Allah? Logika tidak lari kemana-mana. Hadis adalah pukulan final yang meledakkan klaim bahwa ia adalah seorang diantara jajaran rasul dan nabi Allah.

APPENDIX A Terjemahan Alquran Dalam Bahasa Inggris

Pernyataan umat Muslim bahwa bahasa Arab Alquran tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris atau bahasa-bahasa lain telah menyebabkan orang-orang Muslim non-Arab hanya dapat bersembahyang dan membaca ayat-ayat Alquran dalam bahasa Arab sekalipun tidak mengerti apa yang diucapkannya. Pernyataan tersebut juga merupakan pelecehan terhadap seluruh generasi para ilmuwan Arab yang nyatanya tidak mengalami kesulitan apa-apa untuk menerjemahkan Alquran.

[Para Muslim perlu beratanya: Kenapa Taurat dan Injil tidak memerlukan bahasa Arab untuk komunikasi Allah dengan umatNya? Jadi bahasa lain pun mampu menyatakan Firman Allah kepada manusia dan sebaliknya, tidak harus dalam bahasa Arab?]

Terjemahan Alquran dalam bahasa Inggris oleh ilmuwan Barat yang pertama kali dilakukan pada tahun 1734 oleh George Sale.

Kemudian tidak pernah diakukan lagi sampai tahun 1861 dimana orang kedua melakukannya lagi yaitu Rodwell, diikuti oleh Palmer pada tahun 1880, kemudian Wherry pada tahu 1882, selanjutnya Pickthal pada tahun 1930, Lalu Arberry pada tahun 1955, setelah itu Mercier pada tahun 1956, dan Dawood pada tahun 1974.

Orang Muslim yang pertama menerjemahkan Alquran ke dalam bahasa Inggris yaitu Adul Hakim Khan pada tahun 1905. Diikuti oleh Mirza Hairat pada tahun 1919. Sekte Ahmadiya menerjemahkannya tahun 1915. Kemudian diikuti oleh terjemahan Yusuf Ali tahun 1934 dan selanjutnya Rashad Khalifa tahun 1981.

Karena sangat banyak umat Muslim berbahasa Inggris di Barat yang mengacu pada terjemahan Yusuf Ali, maka kami mengikuti sistem penomeran ayat-ayat Alquran seperti yang dilakukannya. Peniruan ini mungkin akan sedikit membingungkan, karena aslinya ayat-ayat Alquran tidak dinomeri. Penomeran ayat-ayat semacam itu merupakan ide dari Barat.

Para penerjemah berbeda satu dengan yang lain dalam hal penomeran ayat. Mungkin saja terjadi bahwa Yusuf Ali memberi nomer ayat 5, sedangkan Pickthal memberinya nomer ayat 4. Bahkan Arberry tidak memberi nomer pada masing-masing ayat, dia malahan memberi nomer pada pasal-pasalnya.

Jika anda memeriksa ayat referensi yang telah kami berikan dalam buku ini dan anda tidak menggunakan terjemahan Yusuf Ali, anda dipersilahkan untuk memeriksa satu ayat sebelum atau sesudahnya dari ayat tersebut dan anda akan menemukan ayat yang kami maksudkan.

Kami telah mengungkapkan sebelumnya bahwa para penerjemah Muslim seperti Yusuf Ali tidak ragu-ragu (maksudnya dengan sengaja) menerjemahkan teks Arab secara meleset demi menutup berbagai kesalahan yang terdapat dalam Alquran. Yusuf Ali memang seorang apologet Islam, lalu menjadi menerjemah Alquran. Namun demikian Ali justru telah terjebak dengan caranya menterjemahkan Alquran tersebut yang sebelumnya tidak pernah dibayangkannya. Karena dengan catatan-catatan kaki yang dilakukannya secara kostan yang mana dia mencoba menyelamatkan Alquran dari berbagai kesalahan dan pertentangan yang terdapat di dalamnya, dia justru menyadarkan para pembaca bahwa terdapat banyak sekali kesalahan dan pertentangan dalam teks Alquran tersebut.

Selain itu, argumentasinya yang tidak rasional dan kesengajaannya menterjemahkan secara meleset berbagai teks (misalnya mengenai Trinitas), telah menyebabkan munculnya kecurigaan besar di kalangan para pembaca bahwa Ali sedang mencoba menyembunyikan sesuatu. Para pembaca Alquran hasil terjemahan Ali harus mewaspadai suatu agenda apologetika yang disembunyikannya.

Lampiran 9 Buang Air Kecil dan Buang Air Besar

Muhammad menderita obsesi psikologis dengan buang air kecil dan buang air besar. Pada kenyataannya, dia menghabiskan banyak waktu untuk mengajarkan mengenai kapan, di mana dan bagaimana seseorang boleh buang air kecil dan buang air besar. Dia sedemikian terobsesinya dengan masalah tersebut sehingga mengajarkan bahwa jika seseorang buang air kecil dan mengenai pakaian atau tubuhnya, dia (orang tersebut) akan menderita Api Neraka setelah meninggal dunia.

Salah satu dosa besar yang dilakukan seseorang adalah bahwa dia tidak menjaga dirinya (pakaian dan tubuhnya) dari air seninya (maksudnya pakaian dan tubuhnya terkena air seninya sendiri). Pada suatu hari Nabi, selagi melewati salah satu kuburan di Medinah atau Mekkah, mendengar suara dari dua orang yang disiksa dalam kuburan mereka. Nabi kemudian menambahkan, “Ya” (mereka disiksa karena suatu dosa besar yang mereka lakukan).

Sesungguhnya, salah seorang di antara mereka tidak pernah menjaga dirinya sendiri dari air seninya. (Hadis jilid I, pasal 57, nomor 215).

Menurut Hadis, II/443, Muhammad berkata bahwa orang-orang disiksa dalam Api Neraka karena mereka mengotori diri dengan air seni mereka sendiri.

Namun, pada saat yang sama, Muhammad memerintahkan orang-orang untuk minum air kencing onta dicampur dengan air susu onta itu juga, sebagai obat.

Maka Nabi memerintahkan mereka untuk pergi mencari kumpulan onta-onta dan minum air susu dan air seni onta-onta tersebut (sebagai obat) (Hadis I/234)

Peraturan-peraturan mengenai buang air kecil dan buang air besar adalah sebagai berikut:

1. Kamu tidak boleh menghadap ke Mekkah ketika kamu buang air kecil atau buang air besar (Hadis I/146, 147, 150, 151).

2. Kamu tidak boleh menggunakan tangan kananmu untuk memegang kemaluan dan untuk cebok. Hadis I/155, 156.

3. Kamu harus membersihkan alat vitalmu dengan air setelah ke kamar kecil. (Hadis I/152, 153, 154, 157).

Lampiran 8 Muhammad Mengenai Wanita

Muhammad mengajarkan bahwa mayoritas penghuni Neraka adalah wanita!

Nabi berkata, “Saya melihat ke dalam api neraka dan ternyata mayoritas penghuninya adalah wanita” (Hadis I/ 28, 301; Hadis II/161).

Alasan mengapa mayoritas penghuni Neraka adalah wanita jelas-jelas tertulis dalam Hadis II/541,

Wahai wanita! Aku tidak pernah melihat manusia yang begitu kurang dalam kecerdasan dan dalam agama selain dari jenismu.

Muhammad meyakini bahwa para wanita “kurang cerdas” dan oleh karenanya menurut Hukum Islam mereka tidak layak diberi hak-hak yang sama dengan pria.

Contohnya, Muhammad mengatur dalam undang-undang bahwa kesaksian wanita di pengadilan nilainya hanya setengah dari kesaksian seorang pria. Jadi diperlukan kesaksian dari dua orang wanita untuk mengimbangi kesaksian seorang pria. Bayangkan bagaimana dampak peraturan tersebut terhadap wanita-wanita yang diperkosa.

Nabi bersabda, “Bukankah kesaksian seorang wanita sama dengan setengah dari kesaksian seorang pria?” Para wanita itu berkata “Ya”. Nabi berkata lagi, “Hal itu disebabkan karena kemampuan berpikir wanita sangat kurang” (Hadis III/826).

Muhammad bahkan membuat peraturan bahwa hak warisan yang diterima anak wanita hanya sebesar setengah dari yang diterima anak laki-laki (Hadis IV/10). Jadi para wanita dihukum secara keuangan semata-mata karena mereka wanita.

Dan barangkali gambaran terendah dari martabat wanita Islam tercermin dalam pernyataan bahwa dalam Firdaus tersedia wanita-wanita cantik yang tugas utamanya adalah untuk memuaskan nafsu seksual pria, dan mereka ditambatkan pada sudut-sudut suatu paviliun.



Pernyataan Allah, wanita-wanita cantik ditambatkan di paviliun-paviliun. Rasul Allah berkata, “Si Surga ada sebuah paviliun yang terbentuk dari sebuah lubang terowongan mutiara yang lebarnya 60 mil, pada masing-masing sudut terdapat para isteri yang terpisah dan tidak dapat saling melihat dengan sudut lainnya, dan orang-orang beriman akan mengunjungi para wanita tersebut untuk “menikmati” mereka. (Hadis VI/406).

[Bahwa di mata Allah, wanita Islam tampak merupakan obyek-seks dari pria, dijelaskan dalam HSB 1439, dimana Muhammad berkata: “Apabila seorang laki-laki mengajak isterinya tidur, sedang perempuan tidak mau, lalu laki-laki tadi semalaman itu dalam keadaan marah, malaikat melaknati perempuan itu sampai pagi”. Tidakkah pelaknatan malaikat semacam ini sungguh bermasalah?

1) Hukuman sepihak tanpa mempersoalkan keberatan-keberatan di pihak sang isteri?

Capai, sakit, labil mental atau fisik, salah waktu, salah tempat, salah kondisi, salah cara mengajak hubungan seks dari pihak suami, -semuanya adalah sah bagi sang isteri untuk menolak seks sepihak. Bila tidak, tentu seks suami-isteri itu akan berubah menjadi “pemerkosaan suami” atau sang isteri hanyalah budak-seks belaka! Adilkah Allah?

2) Apakah malaikat perlu bekerja semalam suntuk demi melaknati sang isteri? Apakah penghakiman Allah dibatasi waktunya sepanjang beberapa jam itu saja (dari malam tersebut hingga paginya), dimana sang isteri segera akan terlunas dari laknat keesokan harinya? Dan benarkah sang isteri akan betul-betul merasakan ujud laknatNya semalaman, padahal ia tertidur? Telah maha benarkah Allah membela semua kemarahan/kebencian karena nafsu berahi di pihak laki-laki, tanpa menawarkan pendamaian keluarga, kecuali melaknati pihak perempuan?]

Lampiran 7 Mengenai Yahudi dan Kristen

Muhammad mengajarkan bahwa umat Yahudi menyembah Ezra sebagai Anak Allah sama seperti umat Kristen menyembah Yesus sebagai Anak Allah (Hadis , vol.1, halaman xvii). Dan Muhammad pun membuat kesalahan ganda mengenai kedua pernyataan tersebut di atas.

Muhammad berkata, Setiap orang Yahudi atau orang Kristen yang pernah mendengar tentang aku namun tidak percaya kepadaku dan tidak percaya pada apa yang diwahyukan kepadaku lewat Alquran dan tradisi (Hadis), orang tersebut akan berakhir ke dalam Api Neraka. Hadis I, jilid 1, halaman li (li=51).

Menurut Hadis II/414, Muhammad mengatakan, Allah mengutuki orang-orang Yahudi dan Kristen sebab mereka menjadikan kuburan-kuburan para nabi mereka sebagai tempat-tempat untuk menyembah/beribadah. (Nonsense! Yahudi dan Kristen manakah yang memberhalakan kuburan nabinya?)