Salah seorang atlet berjilbab adalah atlet lari sprint asal Bahrain, Ruqaya al-Ghasara. Sebagai seorang atlet dan muslimah berjilbab, ia telah membuat sejarah dengan meraih medali emas dalam ajang pesta olahraga Asia Barat pada tahun 2006. Ditanya soal jilbabnya, Ruqaya menjawab, "Jilbab tidak pernah jadi masalah buat saya." Dunia akan melihat muslimah-muslimah berjilbab yang ikut serta dalam aneka kompetisi olahraga dalam Olimpiade Beizing yang dibuka pada 8 Agustus kemarin. Selain Ruqaya, ada enam atlet perempuan Mesir yang mengenakan jilbab, tiga atlet asal Iran, satu atlet asal Afghanistan dan Yaman. Mereka adalah atlet-atlet yang akan bertanding di cabang olahraga lari sprint, mendayung, taekwondo dan panahan. Menurut El Gammal, jilbab memberikan kekuatan dalam dirinya. "Banyak orang melihat kami yang mengenakan jilbab dan berpikir kami sedang naik unta. Padahal seorang Muslimah biasa melakukan apa saja yang mereka inginkan, " tukasnya. Hal serupa diungkapkan oleh Ruqaya. Ia mengatakan, kaum perempuan di kampung halamannya di Bahrain sangat bangga dengan prestasinya hingga bisa mewakili negaranya di ajang olimpiade. Sebagian dari mereka, bahkan membantu Ruqaya mendesain dan menjahitkan jilbab yang sudah dipikirkan masalah aerodinamisnya agar Ruqaya bisa tampil maksimal saat bertanding. "Di Bahrain, tempat saya dibesarkan, kaum perempuan banyak yang menjadi duta besar, dokter bahkan pilot. Buat saya, jilbab adalah pembebasan, " ujar Ruqaya yang selalu mengenakan jilbab warga merah putih, warna khas bendera negaranya. (ln/iol/eramuslim) Shaimaan El-Gammal Ruqaya al-Ghasara Sara Khoshjamal Panitia Olimpiade Beijing Siapkan Makanan Halal Bagi Kaum Muslim Nah, untuk kaum muslim panitia setempat ternyata juga menyediakan makanan halal di banyak tempat. Seorang pejabat di Beijing yang dikutip media setempat menyebut panitia menyediakan 2.053 tempat penjualan makanan halal, termasuk restoran dan toko-toko makanan. Wu Shixiong, deputi direktur Kongres Rakyat Kota Beijing, menyebutkan pemerintah kota telah menyisihkan 32 juta yuan atau sekitar Rp42,7 miliar untuk membuka tempat-tempat penjualan makanan halal di pusat-pusat transportasi. Antara lain bandara ibukota dan Stasiun Kereta Api Beijing Barat, serta meningkatkan fasilitas pemrosesan makanan di tempat-tempat utama katering muslim. NIUJIE STREET Selain atlet dan ofisial, turis dari kalangan muslim diperkirakan akan banyak yang hadir untuk menyaksikan Olimpiade. Niujie Street di pinggiran Beijing diperkirakan akan menjadi salah satu tujuan wisata Olimpiade. Sebab Niujie menjadi tempat bermukimnya warga muslim China lebih dari 1.000 tahun silam, dan penganutnya mencapai angka 12.000 jiwa. Di daerah ini juga terdapat Mesjid Niujie yang dibangun sejak tahun 996 Masehi. Sedangkan di Beijing sendiri ada 70 mesjid, 12 di antaranya disiapkan untuk tamu Olimpiade yang bergama Islam untuk aktifitas salat. Para penerjemah pun disiagakan panitia di mesjid-mesjid selama gelaran Olimpade berlangsung. (pkota) NU JIE MOSQUE |
Rabu, 13 Agustus 2008
Atlet-Atlet Berjilbab, Bersinar di Olimpiade Bejing
Rabu, 06 Agustus 2008
Hati-Hati terhadap Virus Liberalisme
Oleh : Redaksi 07 Aug 2008 - 1:45 am
Menag: Umat Islam Digembosi Oleh Umat Islam Sendiri Menurut Maftuh, dewasa ini ada orang Muslim yang belajar di negara tertentu berupaya menunjukkan jati dirinya sebagai orang cerdik padai. Cara yang dilakukan oleh yang bersangkutan adalah memberikan argumentasi yang seolah-olah rasional terhadap hal-hal yang sudah menjadi kesepakatan para ulama. Ia mencontohkan ada pendapat yang di luar kesepakatan itu berupa pelaksaan ibadah haji yang dapat dilakukan setiap bulan. Padahal soal ibadah haji itu hanya dapat dilakukan setahun sekali dan waktunya pun sudah ditentukan, antara 1 Syawal sampai 9 Zulhijah. Contoh lain yang disuarakan kelompok orang yang disebutnya sudah "keblinger "itu adalah soal membolehkan adanya perkawinan sejenis. Menurut Menteri Agama, pendapat tersebut jelas tak bisa diterima oleh penganut agama Islam kendati mereka juga menjunjung Hak Azasi Manusia. Pendapat menyimpang ini sangat disayangkan berasal dari umat Islam sendiri, yang ketika kecil belajar di pondok pesantren di kampung namun ketika di luar negeri ingin tampil beda dengan membuat pernyataan menyimpang. Orang semacam itu juga ada dan pernah menduduki jabatan tinggi di salah satu instansi pemerintah, kata Maftuh. Sebuah Ulasan: Program Sarjana Bayaran
|
Senin, 04 Agustus 2008
Makin Banyak Perusahaan-Perusahaan di Texas Sediakan Tempat Salat
The Dallas Morning News edisi Sabtu (2/8) mengutip pernyataan Presiden of the Association of Muslim Scientist and Engineers Dr, Khurshid Qureshi yang mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan itu bahkan mengingingkan tenaga kerja Muslim. "Mereka menginginkan Muslim bekerja di perusahaan-perusahaan mereka. Menyediakan ruang salat bukan keharusan, tapi menyediakannya, " kata Dr. Qureshi. (watch : Turning Muslim in Texas Perusahaan-perusahaan di Utara Texas sekarang sudah menyediakan ruang khusus untuk salat bagi pegawainya yang Muslim, antara lain perusahaan Dallas' Texas Instrument, perusahaan maskapai penerbangan American Airlines Dallas, kampus Nortel's Dallas bahkan menyediakan bukan hanya satu ruangan tapi beberapa ruangan sebagai tempat salat dan perusahaan Electronic Data System di Plano. Brian Mershon, juru bicara Fluor Corp mengungkapkan pernyataan yang menyegarkan, "Jika pegawai Muslim kami mengajukan permintaan, termasuk tempat untuk menyusui bagi para ibu serta tempat untuk salah bagi para pegawai, kami akan memenuhi permintaan itu, " katanya. Trend positif semacam ini, tentu saja membuat warga Muslim Texas lega. Seorang teknisi bernama Manzur Mahmud mengatakan, para pengusaha menyadari bahwa jika pegawainya merasa senang, maka mereka akan bekerja lebih baik. Dulu, Mahmud yang bekerja di Dallas's Texas Instrument kesulitan untuk menemukan tempat salat yang layak, kadang ia harus ke kantor seorang temannya untuk menunaikan salat. Sekarang, ia tinggal jalan menyusuri koridor di tempatnya bekerja dan ia akan dengan mudah menemukan satu ruangan untuk salat.
|
Minggu, 06 Juli 2008
Habib Rizieq: Si goen ingin “Menggurui“ Saya ?
| Katagori : Focus Oleh : Redaksi 04 Jul 2008 - 3:30 pm Di balik jeruji besi, Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab masih lantang. Senin 23 Juni 2008, Advokasi Anti Ahmadiyah, selaku kuasa hukum Habib Muhammad Rizieq Shihab, mendatangi kantor majalah Tempo untuk menyampaikan hak jawab atas tulisan Catatan Pinggir Goenawan Mohamad di majalah itu pada edisi 16-22 Juni 2008. Sayangnya, hak jawab itu tak dimuat di Tempo. Melalui humas FPI, bantahan yang sedianya sebagai hak jawab itu kemudian dikirim ke redaki hidayatullah.com. Dalam suratnya yang dikirim melalui faks itu, Habib Rizieq mengatakan panjang lebar tentang beberapa pandangan tulisan Goenawan tentang FPI dan dirinya. "Setelah membaca catatan pinggir si goen dalam majalah Tempo edisi 16-22 Jui 2008, saya rasakan sel tahanan yang semula sempit dan pengap, berubah menjadi luas dan nyaman," tulisnya. Sebagaimana diketahui, dalam rubrik "Catatan Pinggir" di majalah Tempo edisi 16-22 Jui 2008, Goenawan Muhammad yang juga dikenal pendiri Tempo menulis seputur FPI dan Habib Rizieq Shihab. Dalam tulisan berjudul, "Indonesia", mas Gun, begitu kalangan wartawan menyebutnya, mengulas banyak hal. Diantaranya menyinggung masalah keadilan, kebhinekaan, Pancasila dan masalah keimanan. Ia juga mengatakan bahwa Indonesia bukan Arab Saudi dan bukan Turki. Dan tentusaja, kritik terhadap Habib Rizieq Shihab dan Ustad Abubakar Ba'asyir. "Keadilan adalah hal yang mulia, Saudara Shihab dan Ba'asyir, sebab itu pelik. Ia tak bisa digampangkan. Ia tak bisa diserahkan mutlak kepada hakim, jaksa, polisi –juga tak bisa digantungkan kepada kadi, majelis ulama, Ketua FPI, atau amir yang manapun. Keadilan yang sebenarnya tak di tangan manusia. Itulah yang tersirat dalam iman. Kita percaya kepada Tuhan: kita percaya kepada yang tak alang kepalang jauhnya di atas kita. Ia Yang Maha Sempurna yang kita ingin dekati tapi tak dapat kita capai dan samai. Dengan kata lain, iman adalah kerinduan yang mengakui keterbatasan diri. Iman membentuk, dan dibentuk, sebuah etika kedaifan," tulis Goenawan. Menjawab tulisan itu, Habib Rizieq membalasnya. "Anehnya, si goen yang selama ini tidak pernah memuji pemerintah, tiba-tiba melalui catatan pinggirnya menjilat polisi, jaksa, hakim hingga Presiden, kenapa? Takut atau cari muka? Mungkin si goen sedang depresi, takut dituntut dab diperiksa sebagai "biang kerok" insiden Monas? Atau si goen sedang ketar-ketir kedoknya terbuka sebagai antek asing? Atau si goen sedang bingung hilangkan jejak dana asing ratusan juta dolar yang diterimanya bersama "gang" AKKBB dari bosnya Amerika melalui Asia Foundation, Ford Foundation, USAID, NDI, Rockefeller, dll?", tulis Rizieq. "Lebih anehnya lagi, si goen ingin "menggurui" saya dan Ustad Abubakar Ba'asyir tentang iman, ketuhanan, kemanusiaan, keadilan dan Pancasila. "Indonesia memang bukan Arab atau Turki, tapi jangan lupa, Indonesia juga bukan Amerika! Indonesia memang bukan negara agama, tapi Indoneisa juga bukan negara syetan yang kau bisa seenaknya menistakan agama dan budaya," tambah Habib Rizieq. Ketua FPI berada di penjara Polda Metrojaya ini menyelesaikan pendidikan sarjananya dari Fakultas Hukum Islam di King of Saud University, Riyadh, Arab Saudi . Baru-baru ini ia juga lulus master di Universitas Malaya, Kuala Lumpur. Tesis masternya yang dipuji oleh para guru besarnya itu berjudul "Pengaruh Pancasila terhadap Pelaksanaan Syariat Islam di Indonesia". Karena dianggap baik mutu riset dan penulisan tesisnya itu, para guru besar universitas tertua di Malaysia itu langsung mendukung Habib Rizieq meneruskan pendidikannya ke jenjang doktor. Akibat kasus Monas, studinya itu kita tertunda lagi. [rud/cha/www.hidayatullah.com] |
Islam pilihan terakhir Aquil
Jumat, 04 Juli 2008
Dr M Yahya Waloni Menemukan Kebenaran dalam Islam
Sebagai pakar teologi, Pendeta Yahya Yopie Waloni sangat mengetahui teori-teori yang ada dalam agama Islam. Meskipun masih beragama Kristen, Yahya memandang teori apa pun yang ada di Islam sangat benar. Islam pun, mampu menceritakan peradaban dunia dari yang lalu sampai sekarang. Bahkan, agama Kristen diceritakan pula dalam Islam. Namun, menurut pria kelahiran Manado tahun 1970 ini, yang paling membuatnya tunduk patuh hingga memutuskan untuk masuk Islam pada Oktober 2006 adalah Islam menunjuk satu individu yang sangat tepat untuk menyebarkan ajarannya. "Ada satu individu yang membuat saya tunduk dan patuh, dia buta huruf tapi bisa menyusun Alquran secara sistematis," ujar pria yang mengganti namanya menjadi M Yahya Waloni setelah memeluk agama Islam itu kepada Republika. Menurut suami dari Lusiana (33) yang mengganti namanya menjadi Mutmainnah setelah memeluk Islam itu, dirinya masuk agama islam karena dari sistematika teori Islam sudah benar. Sebagai akamdemisi, kata dia, dirinya pun berpikir orang yang sudah memili teori benar saja bisa salah apalagi yang tidak memiliki teori yang benar. "Orang Islam yang sudah memiliki teori yang benar saja bisa salah apalagi yang tidak memiliki teori benar. Jadi, saya mengakui Islam secara teori dan spiritual," ujar Yahya. Ketertarikan Yahya untuk masuk Islam, kata dia, sebenarnya sudah ada sejak kecil, saat berumur sekitar 14 tahun. Pada usia itu, dirinya sudah ke masjd karena tertarik melihat banyak orang islam menggunakan pakaian seperti yang digambarkan di agamanya yaitu baju ikhram. Selain itu, dirinya pun sangat tertarik dengan gendang yang suka dimainkan di masjid-masjid. "Saya hanya berani ke masjid satu kali saja karena ketahuan dan dipukul sampai babak belur oleh bapak saya. Kalau nekad ke masjid lagi, saya takut bapak saya yang seorang tentara akan menggantung saya," ujar pria yang memiliki hobi bermain gendang ini. Namun, sambung pria yang pernah menjabat Ketua Sekolah Tinggi Theologia Calvinis di Sorong tahun 2000-2004 ini, dari sekian kejadian yang mendorongnya untuk memeluk Islam adalah pengalaman spiritual yang dialaminya. "Suatu hari, saya bertemu dengan seorang penjual ikan, di rumah lama kompleks Tanah Abang, Kelurahan Panasakan, Tolitoli," ia memulai kisahnya. Pertemuannya dengan si penjual ikan berlangsung tiga kali berturut-turut dengan waktu pertemuan yang sama yaitu pukul 09.45 Wita. "Kepada saya, si penjual ikan itu mengaku namanya Sappo (dalam bahasa Bugis artinya sepupu). Dia juga panggil saya Sappo. Dia baik sekali dengan saya," ujar bapak dari Silvana (8 tahun, kini bernama Nur Hidayah), Sarah (7 tahun, menjadi Siti Sarah), dan Zakaria (4 tahun) ini. Setiap kali ketemu dengan si penjual ikan itu, kata Yahya, dirinya berdialog panjang soal Islam. Anehnya, kata dia, si penjual ikan yang mengaku tidak lulus sekolah dasar (SD) itu sangat mahir dalam menceritakan soal Islam. Ia makin tertarik pada Islam. Namun, sejak saat itu, ia tidak pernah lagi bertemu dengan penjual ikan itu. Si penjual ikan mengaku dari dusun Doyan, desa Sandana, salah satu desa di sebelah utara kota Tolitoli). "Saat saya datangi kampungnya, tidak ada satupun warganya yang menjual ikan dengan bersepeda," tambahnya. Sejak pertemuannya dengan si penjual ikan itulah katanya, konflik internal keluarga Yahya dengan istrinya meruncing. Istrinya, Lusiana tetap ngotot untuk tidak memeluk Islam. Karena dipengaruhi oleh pendeta dan saudara-saudaranya. "Ia tetap bertahan pada agama yang dianut sebelumnya. Jadi, kita memutuskan untuk bercerai," katanya. Namun, sambung dia, tidak lama setelah itu, tepatnya 17 Ramadan 1427 Hijriah atau tanggal 10 Oktober sekitar pukul 23.00 Wita, ia bermimpi bertemu dengan seseorang yang berpakaian serba putih, duduk di atas kursi. Sementara, dia di lantai dengan posisi duduk bersila dan berhadap-hadapan dengan seseorang yang berpakaian serba putih itu. "Saya dialog dengan bapak itu. Namanya, katanya Lailatulkadar," kata Yahya. Setelah dari itu, Yahya kemudian berada di satu tempat yang dia sendiri tidak pernah melihat tempat itu sebelumnya. Di tempat itulah, Yahya menengadah ke atas dan melihat ada pintu buka-tutup. Tidak lama berselang, dua perempuan masuk ke dalam. Perempuan yang pertama masuk, tanpa hambatan apa-apa. Namun perempuan yang kedua, tersengat api panas. "Setelah sadar, seluruh badan saya, mulai dari ujung kaki sampai kepala berkeringat. Saya seperti orang yang kena malaria. Saya sudah minum obat, tapi tidak ada perubahan. Tetap saja begitu," ujarnya. Setelah diceritakan ke istrinya, kata dia, istrinya semakin tidak percaya dan ingin bercerai dengan Yahya. Namun, beberapa jam kemudian, istrinya menangis karena mimpi yang diceritakan suaminya kepadanya, sama dengan apa yang dimimpikan. Akhirnya istri saya yang mengajak segera masuk Islam," katanya. Akhirnya, kata Yahya, bersama istrinya memeluk Islam secara sah pada hari Rabu, 11 Oktober 2006 pukul 12.00 Wita melalui tuntunan Komarudin Sofa, Sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Tolitoli. Hari itulah, Yahya dan istrinya mengucapkan dua kalimat syahadat. "Kekuatan saya, sekarang hanya shalat tahajud malam dan Dhuha pukul 08.00," ujar mantan Rektor yang UKI Papua ini. Sumber : http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=5&id=331677&kat_id=105&kat_id1=147&kat_id2=376 |
Kamis, 03 Juli 2008
Yusuf Estes (mantan pendeta) : Islam Diminati Sebagian Besar Wanita di Dunia
"Perbandingan antara wanita dan pria yang memeluk Islam adalah 10 berbanding dua," katanya di depan ratusan orang warga Kristen dan Muslim yang memadati aula kota (City Hall) Brisbane, Australia untuk mendengarkan ceramahnya tentang Islam yang damai Ahad (22/06) Ulama Muslim AS yang merupakan imam di sebuah instalasi militer AS di Texas dan pendakwah di Biro Penjara Federal AS sejak 1994 itu mengatakan, kaum wanita yang kini lebih dominan sebagai pemeluk Islam daripada pria ini menunjukkan ketertarikan mereka pada agama yang menempatkan posisi mereka tinggi dan mulia. "Mengapa lebih banyak wanita yang memeluk Islam dari kaum pria? Apakah karena mereka mau dipukuli (pria Muslim)?" katanya bergurau untuk menepis anggapan keliru sejumlah pihak di luar Islam bahwa hak-hak wanita tidak dihormati dalam Islam. Islam tidak menyalahkan kaum wanitanya atas apa yang dilakukan oleh Hawa yang bersama Nabi Adam memakan buah kuldi yang dilarang Allah SWT sehingga mereka diturunkan ke bumi dan diampuni Allah kekhilafan mereka. "Dalam Islam, kita (setiap manusia) bertanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan...," katanya. Islam Agama Terpesat Namun, kendati Islam diturunkan Allah SWT di jazirah Arab, tidak berarti bahwa Islam identik dengan Arab. Bahkan, lebih dari 80 persen pemeluknya adalah orang-orang non-Arab, katanya. Hanya saja, masih banyak orang yang salah faham tentang Islam dan para penganutnya, termasuk mereka yang menemukan kebenaran ilahiah dengan menjadi Muslim, kata Yusuf Estes. Ia mencontohkan bagaimana banyak orang di Amerika terkejut dan mereka-reka alasan orang-orang tenar masuk Islam, seperti saat mereka pertama kali mengetahui petinju legendaris, Cassius Marcellus Clay Jr, masuk Islam tahun 1975 dan berganti nama dengan Muhammad Ali. Hal yang sama juga menimpa publik Inggris saat mereka mengetahui penyanyi kenamaan mereka, Cat Stevens, memeluk Islam dan berganti nama dengan Yusuf Islam, katanya. Muslimah di Barat, Berperan Penting
Cahaya Islam benar-benar bersinar di Barat. Demikian pula dakwah kepada Islam gencar mulai dari Eropa seperti di Inggris, Denmark, Prancis, Belanda hingga benua Amerika seperti di kota New York, California dan negeri Canada. Walaupun demikian barat tak henti-hentinya mengkampanyekan buruk tentang Islam dan pemeluknya. Karena itulah beberapa komunitas Muslim di Barat menggelar "Stand for Islam" seperti di Inggris untuk menjelaskan Islam yang sebenar-benarnya. Subhaanallah, keindahan Islam akan semakin nyata dalam keihidupan ini. Terlebih lagi bila ada institusi penegaknya. Islam bukan sebatas agama ritual, melainkan sebuah pandangan hidup yang melahirkan jalan hidup. Semenjak lebih dari 14 abad silam, Islam pernah ditegakkan dan menjadi pemersatu umat Muslim dunia. Namun kini, di manakah penegak Islam dan pemersatu umat Islam sedunia itu? Insya Allah, Khilafah kali kedua akan segera kembali! [z/m/ant/syabab.com] Ayat Al-Qur`an Menggema di Aula Kota Brisbane Beberapa ayat suci umat Islam, termasuk sebuah ayat yang mengingatkan manusia bahwa "tidak ada paksaan dalam beragama" itu, dibacakan seorang pria Muslim beberapa saat sebelum mantan pendeta asal Amerika Serikat (AS) yang memeluk Islam sejak 1991 itu muncul di podium. Ratusan orang berusia tua dan muda, termasuk ibu-ibu yang datang bersama anak mereka, duduk rapi di ratusan tempat duduk yang tersusun rapi di dalam aula kota berarsitektur khas Eropa abad pertengahan itu. Di atas kursi hadirin tersedia sebuah paket berisi CD bertajuk "Why do Priests and Preachers Enter Islam" (Kenapa Para Pendeta Masuk Islam?) dan dua buku masing-masing berjudul "The Key to Understanding Islam" (Kunci Memahami Islam) serta "Muhammad the Messanger of Allah" (Muhammad Utusan Allah). Paket itu disediakan Organisasi Keislaman "Discover Islam Australia" Dalam ceramahnya yang berlangsung sekitar satu setengah jam itu, mantan pendeta asal Texas yang lahir dan besar dalam sebuah keluarga Kristiani yang taat ini menjelaskan berbagai aspek tentang Islam. Dengan bahasa Inggris Amerika yang sesekali diselingi dengan gurauan segar, imam di sebuah instalasi militer AS di Texas dan pendakwah Islam di Biro Penjara Federal AS sejak 1994 itu menjelaskan konsep ketuhanan, kenabian, kitab suci, kedudukan Mariam (Bunda Maria) dan Nabi Isa AS (Jesus), hingga kedudukan para nabi, kaum wanita dan anak-anak, serta jihad menurut Islam. Yusuf Estes juga membandingkan konsepsi Islam tentang ketuhanan, kenabian dan kedudukannya, serta kedudukan kaum wanita dan anak-anak dengan konsepsi Kristiani yang bersumber dari Perjanjian Baru (Injil). Mantan delegasi Konferensi Tingkat Tinggi Perdamaian PBB untuk Para Pemimpin Agama itu mengatakan, Islam tidak menyalahkan kaum wanita atas apa yang dilakukan oleh Hawa yang bersama Nabi Adam memakan buah kuldi yang dilarang Allah SWT, sehingga mereka diturunkan ke bumi dan diampuni Allah kekhilafan mereka. "Dalam Islam, kita (setiap manusia) bertanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan...," katanya. Tentang anak-anak yang dilahirkan, Islam berpandangan bahwa setiap anak mendapatkan rahmat dan dirahmati. Karena itu, menurut Islam, setiap anak yang meninggal dunia akan masuk surga terlepas dari agama apa pun yang dianut oleh orang tua mereka, kata Yusuf Estes. Makna Islam Yusuf Estes mengatakan, orang-orang yang mengikuti ajaran Islam dengan sebenar-benarnya akan senantiasa siap sedia terhadap apa pun yang menimpa diri mereka. Di dalam Islam, kejujuran merupakan nilai baik yang bersifat wajib bagi setiap diri Muslim. Umat Islam tidak boleh berbohong walaupun itu dilakukan hanya untuk tujuan "bergurau". "Jangan pernah berbohong walaupun itu hanya sekadar untuk bergurau. Karena itu, Muslim tidak melakukan gurauan terhadap Muslim lainnya, kitab-kitab suci, dan seluruh nabi dan rasul yang diyakini Islam, termasuk Isa AS (Jesus)," katanya. Bagi mereka yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Islam dan alasan mengapa dia memeluk Islam, Yusuf Estes merekomendasikan beberapa situs internet yang bisa dirujuk, seperti http://www.yusufestes.com/, http://shareislam.com/, http://www.hearislam.com/, dan http://chatislam.com/ Ceramahnya di "City Hall" Brisbane itu merupakan puncak kegiatan dakwahnya guna membangun pemahaman yang benar dan lebih proporsional tentang Islam dan Muslim kepada komunitas non-Muslim Australia di beberapa kota di negara bagian Queensland. Salah faham dan ketakutan (fobia) terhadap Islam masih terus terjadi di masyarakat Australia sebagai akibat dari rendahnya pemahaman mereka terhadap Islam serta pemberitaan media setempat yang keliru dan tidak proporsional tentang Islam dan umat Islam. Hasil penelitian pakar studi-studi keislaman dari Universitas Griffith, Halim Rane, bertajuk "Knowing One Another: An Antidote for Mass Media Islam" menegaskan besarnya sumbangan media Australia terhadap penciptaan kesalahpahaman publik ini. Yusuf Estes mengawali misi dakwahnya pada 9 Juni lalu di Masjid Lutwyche. Di masjid ini, dia mengupas masalah konflik dan koherensi. Seterusnya pada 10 Juni, dia memberi ceramah di Universitas Griffith. Selama di Brisbane itu, Yusuf Estes pun mengupas kilas balik perjalanan spiritualitas dirinya, bagaimana kehidupan Muslim di Dunia Barat, serta memberikan lokakarya tentang dakwah Islam di Masjid Kuraby, Holland Park, Darul Uloom dan Gold Coast. Kehadirannya di Brisbane tidak terlepas dari peran "Discover Islam Australia" (Temukan Islam Australia), salah satu organisasi keislaman di Brisbane yang memiliki komitmen tinggi untuk mewujudkan perdamaian dan harmoni melalui pengenalan Islam yang benar kepada masyarakat Australia. (*ant) Yusuf Estes talks about journey to Islam Baca di http://swaramuslim more.php?id=5505_0_4_0_M Islam Exposed in Brisbane |