Sabtu, 18 September 2010

Muslim murtad jadi Atheis Kelas Berat

Ini pengakuan dari hardcore atheis (atheis kelas berat):
============ ========= ========
Aku Meninggalkan Islam karena …
0x29a

Halo semua, Maaf jika tulisanku ini panjang. Kuharap orang-orang mau membacanya dan jika ternyata menarik, tolong disebarkan, ya?

Namaku adalah [rahasia] dan aku hidup di Yordania.

Aku merahasiakan namaku sebab Islam merupakan sistem yang begitu berbahaya sehingga aku tahu pasti sekelompok orang akan mencoba menyakitiku dan aku tidak mau celaka karena berani mengungkapkan apa yang kupikir atau kuyakini. Aku tidak mau menanggung resiko.



Aku menemukan website FFI ini kemaren. Awalnya aku heran apa sih isi website ini. Lalu aku mulai membaca dan ternyata aku suka artikel2 Ali Sina. Inilah untuk pertamakalinya aku melihat atheisme Arab dibicarakan secara bebas.

Ya, memang aku adalah atheis. Aku dibesarkan sebagai Muslim dan aku diperlakukan secara buruk dan dibohongi sama seperti para Muslim lainnya. Aku jadi agnostik ketika berusia 18 tahun. Aku menantang Tuhan untuk menunjukkan keberadaanNya. Ternyata aku membuktikan pada diriku sendiri bahwa kesuksesanku di sekolah adalah karena aku kerja keras dan rajin, dan bukannya karena pertolongan Tuhan. Ayahku terus mendorongku untuk sholat sejak aku berusia 16 tahun. Itulah saat terakhir kali aku sholat. Aku selalu mempertanyakan tentang Tuhan dan aku berusaha keras menemukanNya, tapi tetap saja tidak pernah bertemu denganNya.

Aku murtad bukan karena Islam itu banyak salahnya, tapi karena kenyataan sederhana bahwa Tuhan itu ternyata tidak ada. Karena itulah aku menolak Tuhan dan agama dalam segala cara, tidak peduli apa agama itu. Tidak usah jadi cendekiawan untuk tahu bahwa Tuhan itu tidak ada.

Aku tidak lalu mencari agama lain setelah meninggalkan Islam seperti banyak orang lain yang murtad lalu memeluk agama Kristen atau sebaliknya. Kupikir hal seperti itu sangatlah konyol karena bagaikan mengganti kotoran anjing dengan kotoran kambing. Rasanya mungkin berbeda tapi baunya tetap sama.

Semua agama yang kuamati, cepat2 mulai mengajarkan hal2 yang baik. Seperti contohnya, jangan berdusta, Muhammad tidak pernah berdusta lho, padahal semua orang lainnya berdusta dan hanya Muhammad yang tidak melakukannya. Dia itu bla, bla, bla, kita harus bla, bla, bla. Sekelompok orang mungkin mengira hal seperti ini benar, tapi kuberitahu ya bahwa hal ini hanyalah dongeng karangan orang belaka agar mereka mencintai Muhammad. Sialnya dulu aku pun tertipu, juga Muslim2 lainnya. Kita telah dicuci otak dengan segala dusta ini sejak lahir. Kita diajarkan untuk membaca Qur’an sebelum bisa mengucapkan nama kita sendiri. Begitu mereka menguasai hatimu dan membuatmu mencintai seseorang atau sesuatu, maka sangatlah mudah bagimu mengikuti kehendaknya, lebih2 dengan ancaman neraka segala. Neraka itu tempat kau dibakar dan disiksa seumur hidup tanpa ampun, dan tanpa bisa selamat lagi, di mana tiada lagi yang menolongmu, dan bahkan ibumu, bapakmu, istri, anak2mu, kawan2mu, dan siapapun akan meninggalkan dan menertawakanmu. Mereka juga mengajarkan bahwa segala yang jahat yang seharusnya tidak boleh kau lakukan, sebenarnya bukanlah keinginan hatimu, tapi keinginan setan yang menguasai benakmu dan menipumu karena setan ingin kau dibakar di neraka dan dia senang menyiksa anak2 kecil.

Lalu mereka berdongeng tentang surga di mana kau akan diberi hadiah, makanan, permen dan kau bisa nonton segala film kartun, dan bisa seketika mendapatkan apapun yang kau inginkan tanpa usaha dan semua malaikat akan menjagamu, melayanimu, dan memijatmu sepanjang hari.

Begitu otakmu penuh dengan kasih sayang dan kebahagiaan di satu pihak dan dengan rasa sakit dan pikiran jahat di pihak lain, sungguh mudah bagimu untuk bergerak maju ke tahap berikut di mana kau harus tunduk pada semua yang dilarang Islam. Mereka juga lalu memberitahu hal ini dan itu yang harus kau lakukan dalam Islam, seperti bayar zakat, bersedekah, dll. Lalu tibalah bagian kebencian.

Kita diberitahu bahwa segala hal di sekeliling kita terjadi atas kehendak Tuhan. Kau dapat segala hal yang kau miliki dari Tuhan dan Tuhanlah yang memberikannya padamu. Karenanya kau berhutang budi buanyak sekali pada Tuhan. Terima kasih Tuhan atas makanan, terima kasih Tuhan atas minuman, boleh minta permen atau tidak, Tuhan? Jika kau meminta, maka Tuhan akan memberikannya bagimu. Dan jika Dia tidak memberi, ya terus saja memohon dan meminta. Begitulah kisahnya berulang-ulang. Semalam saja tidak akan cukup menulis semua hal yang ingin kukatakan.

Beberapa orang bertanya apakah yang kuimani. Otak mereka hanya terbatas pada agama saja sehingga mereka berpikir setiap orang mestinya juga punya agama. Tidak begitu denganku, karena aku tidak butuh agama, dan aku pun tidak butuh standard pikiranmu karena aku punya standard sendiri. Aku tahu mana yang baik dan yang salah. Aku tahu bahwa aku tidak tahu segala hal dan memang standardku bukan dari Tuhan yang ini atau yang itu, dan karenanya aku menerima perdebatan dan perbedaan pendapat untuk memperkaya moralku melalui inspeksi logis berdasarkan fakta dan perbandingan dan bukannya berdasarkan sebuah buku sampah yang ditulis ribuan tahun yang lalu. That has been moved and written from person to person and altered and who knows what did those in the power do with it to suite their needs knowing what it really was or not.

Anyway, I don’t want to talk too much in here.

Salam / Peace everyone ( not the islamic fake peace, but the real one )

And remember, god does not exist. Fairy tales and baloney does.
Have a nice day.

Rabu, 15 September 2010

KESAKSIAN Pertobatan Azali

Nama saya Azali dan saya tinggal di Pakistan. Ketika saya masih remaja, seorang guru agama Islam saya mengajarkan bahwa Al-Quran tidak bisa dikalahkan, karena dimeteraikan oleh Allah (yang disebut ma’soum). Di kelas saya semua muridnya beragama Islam, kecuali dua orang Kristen. Saya ingin mereka juga masuk Islam. Karena itu saya ingin membuktikan kepada mereka bahwa Al-Quran jauh lebih kuat daripada Alkitab mereka. Saya menantang mereka untuk membawa Alkitab mereka, supaya mereka bisa melihat sendiri bahwa Al-Quran jauh lebih kuat. Kemudian mereka membawa Alkitab mereka, dan saya membawa Al-Quran saya. Saya yakin sekali bahwa Al-Quran tidak bisa ditaklukkan, karena sudah dimeteraikan oleh Allah. Karena itu, saya menantang untuk membakar kitab masing-masing. Kitab yang terbakar adalah kitab yang lebih lemah dan kalah! Lalu saya membakar Al-Quran saya, dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan melindunginya dari api. Tetapi saya sangat terkejut, kitab saya langsung terbakar dan membara.

Ini sangat mengganggu perasaan saya. Lalu saya mau membuktikan kepada orang-orang Kristen itu bahwa Alkitab mereka juga tidak lebih baik dan berusaha membakar Alkitab itu. Tetapi biar bagaimanapun saya berusaha, Alkitab mereka tidak mau terbakar walau bagaimanapun diusahakan pada saat itu. Ini sangat membuat saya shock dan bahkan sampai jatuh pingsan.

Saat saya sadar kembali, saya percaya kepada kebenaran Alkitab. Orangtua saya, keduanya Muslim yang sangat taat, sangat membenci iman saya yang baru dan mengusir saya dari rumah. Saya mengalami masa-masa yang sulit setelah itu, tetapi saya memiliki keyakinan yang sangat mendalam akan iman saya yang baru. Lalu saya masuk ke sebuah Sekolah Alkitab. Hari ini saya bersaksi kepada orang-orang Muslim di negara saya dan di seluruh dunia dengan memakai internet bahwa Alkitab bisa dipercaya dan bahwa Al-Quran bukannya tidak memiliki kesalahan.

DOA:
Allah yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi, saya sangat tersentuh dengan kebenaran-kebenaran mengenai Al-Quran ini. Saya yakin bahwa Engkau menyatakan diri-Mu melalui nabi-nabi dan rasul-Mu. Tolonglah saya menemukan Firman-Mu yang benar dan siapkan saya untuk menerima kebenaran-Mu.

Senin, 13 September 2010

KALAU KALIAN ISLAM BIARKAN AKU MENJADI KAFIR

karena aku tidak mau menjadi bagian dari kalian

Berikut ini kesaksian seorang demonstran AKKBB yang diserang oleh FPI 1 Juni yang lalu di monas. Ini aku dapat dari milis Perhimpunan Pelajar Indonesia-Australia Canberra yang dapet dari milis PAS-Jogja. Sebagian besar yang dia rasakan mengenai tragedi 1 Juni 2008 di Monas (FPI bentrok dgn AKKBB) kurang lebih hampir sama dengan yang kurasakan. FPI telah mempermalukan agama yang selama ini kuhormati dan kujunjung tinggi…
Oke ini dia:

.. aku sempat menjawab dalam hati, kalau kalian Islam biarkan aku menjadi kafir karena aku tidak mau menjadi bagian dari kalian..
Namaku Muslihah Razak, lahir dari keluarga kyai di sebuah desa yang di Kabupaten Cirebon. Dari kecil aku sudah bersekolah di sekolah agama. Pada sore harinya, aku juga ikut belajar kitab dan tata bahasa Arab, juga sekolah malam hari yang khusus mengkaji kitab-kitab kuning. Selesai Tsanawiyah aku langsung memasuki pesantren selama 4 tahun, dan kemudian melanjutkan ke IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang kini sudah berganti nama menjadi UIN, dengan mengambil Fakultas Syariah.



Aku bangga dengan keislamanku, dengan panutan suri tauladan Nabi Muhammad. Beliau adalah seorang revolusioner, seorang yang lembut dan penuh kasih. Ajarannya begitu luhur, mampu merangkul dan melindungi semua kelompok apapun agamanya.

Bagiku Muhammad bukan hanya sebuah nama atau pribadi tapi dia adalah akidah yang hidup. Raganya sudah meninggalkan kita tapi ajarannya akan hidup sepanjang jaman. Muhammad adalah kita semua, cerminan sikap yang lembut danpenuh kasih, anti kekerasan, pemaaf dan cinta damai.
Aku bangga dengan keislamanku sampai ada peristiwa yang begitu menamparku dan membuatku merasa sangat terhina dan malu. Pada peringatan 63 tahun Hari Kelahiran Pancasila, 1 Juni 2008 di Lapangan Monas yang lalu, sekelompok orang dengan memakai kaos FPI berbendera hijau bertuliskan La Ilaha Ilallah, menyerang kami sambil mengumandangkan Allahu Akbar.

Tatapan mereka sangat beringas. Teriakan ibu-ibu, suara tangisan anak kecil, jeritan perempuan-perempuan tidak membuat hati mereka luluh. Tidak ada satupun dari kami yang melakukan perlawanan. Kami hanya menghindar sampai terpojok didepan tugu yang di kanan kirinya ada pembatas. Kami masih tetap diburu walaupun sudah terpojok.
Dari atas tugu mereka bahkan melempari kami dengan batu-batu besar yang pasti sudah dipersiapkan sebelumnya, karena batu sebesar itu tidak ada di taman Monas.

Mereka memakai pentungan dan bambu berpaku untuk memukul teman-teman yang tidak bisa menaiki tembok pembatas taman. Teman-teman yang sudah jatuh tersungkur pun, masih ditendang dan diinjak-injak. Mereka menyerang siapa saja, tidak peduli orang Kristen, Hindu, Budha, Konghucu. Ibu-ibu yang memakai pakaian muslim pun mereka pukuli. Aku bahkan melihat ada anak kecil yang kepalanya dibenturkan ke tembok.

Teman-teman kami banyak yang terluka. Tidak sedikit yang harus dirawat di rumah sakit, karena gegar otak, kepalanya bocor, atau memar. Luka fisik dapat kami obati, tapi luka batin begitu dalam.
Secara pribadi sebagai muslimah aku begitu shock melihat bangsaku begitu beringas. Saat ini aku masih trauma mendengar kalimat Allahu Akbar, tulisan syahadat, dan semua panji-panji Islam. Semua nilai-nilai Islam yang kuyakini dari kecil seperti hancur berantakan.

Aku marah dan tidak rela FPI mewakili Islam. Islam yang mereka bawa sama sekali tidak mencerminkan Islam yang lembut yang aku kenal. Islam tidak perlu pembela seperti mereka yang tidak punya hati, mereka yang tidak mampu mendengar jeritan dan tangisan saudara sebangsanya sendiri.

Kata “maaf” terbersit dalam hatiku karena saat mereka meneriakkan yel-yel Islam, aku sempat menjawab dalam hati, kalau kalian Islam biarkan aku menjadi kafir karena aku tidak mau menjadi bagian dari kalian.
Aku yakin lebih banyak muslim yang waras daripada mereka yang tidak waras. Namun suara mereka terlalu keras karena hanya itu yang mereka punya untuk menutupi kekerdilan hati mereka.
Karena itu, mari teman-temanku kita saling bergandengan tangan. Mari kita membuat Nabi Muhammad terlahir setiap hari dengan perbuatan kita yang mencerminkan ahlak beliau yang penuh kasih.

Kami yakin darah dan air mata teman-teman tidak sia-sia karena begitu banyak mata melihat kebrutalan FPI. Tidak ada satupun ummat islam yang mau kalianwakili, kecuali orang-orang yang hatinya keras seperti batu.

Aku mencintai kalian semua teman-temanku di FPI. Aku yakin kalian hanyakurang memahami. Tidak usahlah berbicara tentang agama yang jelas-jelasmelarang kekerasan. Tapi bicara dengan kemanusiaan pasti kalian masihterketuk hatinya untuk tidak lagi menyakiti dan melakukan tindakan anarkis. Aku akan bergabung dengan kalian mencintai Nabi Muhammad sebagai uswatunhasanah. Dan seperti Nabi Muhammad, mari kita menciptakan perdamaian di manapun kaki kita berpijak.

Jumat, 10 September 2010

KESAKSIAN Pertobatan Ahmad

Nama saya Ahmad dan saya tinggal di Maroko. Saya seorang buruh sederhana yang tidak bisa membaca dan menulis. Tetapi saya sangat tertarik kepada Injil Kristus. Fawzi, seorang Maroko Kristen, mengunjungi saya dan bercerita mengenai Yesus. Tetapi saya memiliki masalah. Istri saya Aminah menentangnya. Ia takut bahwa saya akan menjadi tidak memiliki sopan santun kalau saya menjadi Kristen, karena ia melihat bahwa banyak turis dari Eropa bersikap tidak sopan ketika mengunjungi negara kami. Karena itu, ia selalu berdoa dengan keras setiap kali Fauzi datang ke rumah kami. Bersama dengan anak perempuan saya, ia akan mengaji ayat-ayat Al-Quran dengan keras untuk mengusir roh Kristen dari rumah kami. Suatu hari anak perempuan saya mengalami sakit batu empedu dan harus dibawa ke rumah sakit. Ketika tinggal di rumah Fauzi yang adalah keluarga Kristen, istri saya mengalami sendiri bahwa orang-orang Kristen jauh lebih baik dibandingkan dengan apa yang ada dalam pikirannya: mereka sangat ramah, tidak mabuk, tidak melakukan sesuatu yang melanggar hukum, dan berpakaian dengan sangat sopan. Hal itu sangat mengesankan baginya sehingga ia juga, setelah anak perempuan kami sembuh, mulai tertarik kepada Kristus. Setelah beberapa lama berbicara dengan Fauzi dan istrinya, Fatiha, saya dan istri saya menjadi orang Kristen. Hari ini anak-anak kami tidak lagi menghafalkan ayat-ayat Al-Quran, tetapi ayat-ayat dari Alkitab, sehingga Firman Allah yang benar bisa diam di dalam hati kami.

DOA :
Allah yang Kudus, saya bersyukur bahwa Engkau mengutus para utusan-Mu ke dunia ini, sehingga kami bisa mengenal Engkau dan melakukan yang berkenan kepada-Mu. Terima kasih atas para utusan-Mu Musa, Daud dan Kristus. Bukalah hati kami kepada sabda-Mu, yang Kau berikan kepada kami melalui mereka di dalam Taurat, Zabur dan Injil. Saya sungguh-sungguh ingin taat hanya kepada-Mu.

Selasa, 07 September 2010

MUHAMMAD dan SUPIR BIS

Sumber: http://backtojerusalem.com/Articles/Muhammad%20and%20the%20Bis%20Driver.pdf

Kisah tentang perjalanan Muhammad naik haji ke Mekah dan apa yang terjadi di sana.

Mekah! Orang yang bernama Muhammad itu merinding kegirangan. Sukar membayangkan bahwa dia akhirnya bisa tiba di kota ini, yang merupakan pusat Islam di Saudi Arabia, kota tempat lahir sang Nabi besar yang namanya sama dengan namanya – sungguh semua ini merupakan impian seumur hidup!

Meskipun Muhammad bekerja sebagai imam di mesjid lokal di Sumatra, Indonesia, dia belum pernah naik haji ke Mekah, yang merupakan ibadah yang harus dilakukan sebagai Muslim yang takwa, setidaknya sekali dalam hidup. Naik hajinya yang pertama kali ini di bulan Mei 1992 memenuhi kebulatan tekad Muhammad untuk menjalankan pilar ke 5 dan yang terakhir dalam Islam. Dia menduga perjalanan ini akan jadi pengalaman rohaninya yang terhebat dalam hidupnya.



Di hari pertama di Mekah, Muhammad mendaftarkan diri untuk ikut tour bis untuk mengunjungi tempat-tempat suci di daerah itu. Keesokan paginya dia tiba lebih awal dari jadwal tour dan dia duduk di belakang supir bis agar bisa melihat pemandangan dengan baik dari jendela depan. Dia merasa senang karena kendaraan itu tidak penuh penumpang dan kursi-kursi sekitarnya juga tampak kosong.

Bis mulai melaju dan pergi ke arah Medina and tempat-tempat keramat yang akan dikunjungi di situ. Di Medina, sang Nabi Muhammad mendirikan negara agamanya setelah hijrah dari Mekah di tahun 622 AD. Karena Medina berjarak lebih dari 200 mil ke arah Utara Mekah, Muhammad punya banyak waktu untuk bercakap-cakap dengan supir bis.

Dengan latar belakang suara mesin bis, Muhammad dan supir bis bercakap-cakap dalam bahasa Inggris sebagai bahasa perantara. “Iya, ini adalah naik hajiku yang pertama, “kata Muhammad kepada supir bis yang berambut hitam dengan relung mata yang menjorok ke dalam dan sorot mata tajam. Muhammad berkata, “Aku dari Sumatra , orang Melayu – salah satu kelompok masyarakat Muslim terbesar di Asia Tenggara.

Supir bis menolehkan kepalanya ke samping sehingga dia bisa melihat Muhammad. “Tau ngga’, engkau seharusnya tidak usah menghabiskan seluruh uangmu untuk datang ke sini.”

Muhammad mengira dia salah dengar atau salah mengerti. Dia memajukan badannya ke muka untuk mendengar perkataan supir bis lebih jelas lagi. Tanyanya, “Maaf, apa katamu?”

“Datang ke sini untuk naik haji hanyalah buang-buang uang saja,” kata supir bis dengan jelasnya. “Semua ibadah-ibadah untuk mendapat restu Awloh – jika kau berhenti untuk memikirkannya, Islam itu sungguh penuh kemunafikan.”

Muhammad tercenung kaget dan hanya bisa mendengarkan orang itu membicarakan hal-hal yang tadinya tidak pernah terlintas di pikirannya. Selama satu jam mereka bercakap-cakap selagi bis itu melaju di atas padang pasir.

“Yang sebenarnya adalah, ” kata supir bis sambil melihat langsung kepada Muhammad, “Awloh ingin mengenalmu secara pribadi, sebagai kawan, dan tidak hanya dari jauh melalui ibadah-ibadah agama. Islam tidak dapat memberimu hubungan dekat seperti itu.”

Karena tempat tujuan sudah dekat, supir bis memperpelan laju bis untuk parkir di suatu tempat. Semua penumpang turun, tapi kepala Muhammad berputar keras dengan pikiran-pikiran baru yang sebelumnya belum pernah dia pikirkan. Dengan bingung dia mengikuti group tour. Tapi sekarang semuanya tampak membingungkan.

Apakah yang dimaksud supir bis itu? Dari mana dia dapat pemikiran seperti itu? Bagaimana mungkin aku bisa bertemu orang seperti itu di tanah suci Islam!

Setelah tour selesai, Muhammad cepat-cepat balik kembali ke bis karena ingin bertemu dengan supir bis dan melanjutkan percakapan. Tapi ternyata supirnya sekarang adalah orang lain. Semangatnya langsung turun.

“Ke mana supir bis yang tadi”, tanyanya kepada supir bis yang baru.

Supir bis itu hanya mengangkat bahunya saja.

Muhammad lalu duduk di tempat duduk penumpang dan menatap jendela. Sepanjang perjalanan ke Mekah, dia terus memikirkan kata-kata supir bis di pagi hari itu. Dia merasa dapat ingat semua percakapan dari awal sampai akhir.

Ibadah naik haji Muhammad berlangsung lebih dari seminggu, tapi kegirangan dan antisipasi yang tadinya begitu besar, sekarang seakan hilang bagaikan ban bocor kehilangan udara. Semua yang dilihat dan dilakukannya menimbulkan pertanyaan-pertanyaan baru dan keraguan dalam pikirannya. Selagi dia melanjutkan ibadah hajinya, dia menatapi semua bis-bis yang berbaris di setiap tempat tour, tapi dia tidak pernah melihat supir bis itu lagi.

Setibanya di rumahnya di Sumatra, keluarga Muhammad bingung mengapa dia tidak kembali dengan rasa girang dan perjalanan melakukan ibadah agamanya. Dalam keheningan pikirannya, dia mengingat kembali setiap kejadian di Mekah. Dia tidak pernah lupa kata-kata supir bis itu dan juga raut mukanya. Hatinya bingung. Jika Islam bukanlah agama yang benar, yang mana dong yang benar?

Beberapa hari kemudian Muhammad berkunjung ke tetangganya yang kita sebut saja bernama A Ching, seorang Kristen Tionghoa. A Ching mempersilakannya datang berkunjung dengan ramah. Pada saat dia bercakap-cakap, mata Muhammad terbelalak melihat gambar yang tergantung di dinding rumah A Ching. Gambar yang dipigura itu menunjukkan wajah supir bis di Mekah!

Muhammad terbata-bata sambil menunjuk gambar itu, “A Ching! Kamu kenal orang itu?”

“Iya, “kata A Ching. “Itu gambar Yesus. Kau sih mengenalnya dengan nama Isa.”

Muhammad duduk terpaku bagaikan arca. Isa! Nabi kedua tertinggi dalam Islam – Mesias-nya orang Kristen! Bagaimana mungkin …?

Ketika dia akhirnya sanggup bersuara kembali, dia berbicara dengan pelan. “Aku punya cerita untukmu, A Ching.”

Tetangganya yang mendengarkan kisahnya juga akhirnya merasa kaget. Setelah selesai bercerita, Muhammad mulai tersedu-sedu dan tiba-tiba mengutarakan dosa dalam hidupnya. A Ching menjelaskan padanya bahwa Yesus telah menyatakan diriNya sendiri kepada Muhammad.

“Muhammad, kau bisa menerima anugrah keselamatan sebagai pemberian Cuma-cuma dari Tuhan melalui Yesus Kristus, “A Ching berkata padanya. ”Kau dapat berhubungan secara pribadi dengan Tuhan.”

Muhammad berdoa dan menyerahkan jiwanya kepada Kristus. Ketika dia kembali ke rumahnya, dia mengumpulkan anggota keluarganya dan menceritakan semuanya kepada mereka. Mereka pun kaget mendengar kisah dan perubahannya, dan mereka akhirnya juga menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

A Ching memperkenalkan Muhammad kepada pendetanya di gereja lokal. Lalu demi keselamatan mereka, Muhammad sekeluarga pindah ke tempat baru agar tidak dicelakai orang-orang Islam lainnya yang marah karena kemurtadannya.

Perjalanan Muhammad ke Mekah benar-benar merupakan titik balik kehidupan spiritualnya. Tapi dia tadinya tidak pernah menyangka pernyataan ilahi datang melalui seorang supir bis.

Sabtu, 04 September 2010

KESAKSIAN Pertobatan Ahmad

Nama saya Ahmad dan saya tinggal di sebuah negara di Afrika yang bernama Chad. Saya dulunya seorang yang mengajarkan Al-Quran dan bekerja sebagai penjual radio serta memperbaiki radio yang rusak. Di tempat saya bekerja terdapat banyak radio dan saya bisa menyalakan salah satunya untuk mendengarkan siaran dari berbagai pemancar. Suatu hari saya memakai salah satu radio itu untuk mendengarkan sebuah program yang disiarkan dan saya mendengarkan berita yang disampaikan. Tidak lama kemudian saya mulai menyadari bahwa stasiun radio pemancar itu adalah statiun radio Kristen. Penyiarnya membaca bagian dari Mazmur Daud dalam bahasa Arab. Saya sangat tersentuh dengan isi dari kitab Mazmur ini. Di dalam hati saya berkata bahwa kalau seorang Kristen bisa memuji Allah dengan cara yang sangat indah seperti yang ada di dalam kitab Mazmur ini pastilah mereka bukan orang yang jahat seperti yang selama ini saya ajarkan mengenai mereka. Saya sangat ingin membaca Mazmur itu lagi, tetapi saya tidak memiliki Alkitab. Saya mencari selama berbulan-bulan sebelum akhirnya saya menemukan sebuah Alkitab berbahasa Arab. Tetapi masih memerlukan waktu berbulan-bulan juga untuk saya bisa menemukan halaman di dalam Alkitab itu yang berisi kitab Mazmur yang pernah saya dengar melalui radio. Mazmur itu ternyata dari Mazmur 145. Saya sangat senang ketika saya menemukannya. Saya sangat tertarik dengan isinya. Dan lama kelamaan, Allah menolong saya untuk memulai dari Mazmur ini kemudian membuka berita yang ada di dalam Alkitab. Saya sangat tersentuh dengan berita tentang Kristus. Karena itu saya kemudian memutuskan untuk mengikut Yesus. Saya kemudian mengatakan kepada murid-murid yang belajar Al-Quran dari saya bahwa mulai saat itu kami tidak akan belajar Al-Quran lagi, tetapi belajar Alkitab. Kebanyakan dari mereka mengikuti apa yang saya lakukan dan sekarang sudah percaya kepada Kristus.

DOA : Dengan segenap hati saya bersyukur kepada-Mu ya Allah, Rajaku, karena Engkau penuh dengan kasih dan rahmat, kesabaran dan kebaikan. Engkau setia kepada segala Firman-Mu, dan karena itu saya percaya kepada Firman-Mu. Saya mengakui bahwa saya sudah berdosa terhadap Engkau. Selamatkanlah saya dari dosa-dosa saya, dari Iblis, dan maut. Engkau mendengar seruanku dan menolongku. Biarlah semua makhluk memuji nama-Mu yang kudus selama-lamanya.