Rabu, 30 September 2009

Ucapan Terimakasih

TERIMAKASIH UNTUK ISTRIKU

Saya sangat berterimakasih untuk istriku yang cantik dan kukasihi. Saya tidak dapat melakukan semua ini tanpa dirimu – kau sudah tahu itu – namun saya juga ingin semua orang mengetahuinya. Kau layak mendapatkan banyak hal. Aku mencintaimu.


DAN UNTUK BANYAK ORANG LAINNYA

Saya ingin berterimakasih pada teman baik saya Adam karena dengan berani ia menolak untuk menerima status quo. Engkau meneguhkan dan menginspirasi saya untuk menggali di tempat-tempat yang hanya dijalani sedikit orang. Saya ingin berterimakasih pada Wes dan Jane atas pertolongan dan dukungan kalian. Kalian adalah pasangan yang menakjubkan. Terimakasih Robert Livingston dan Ralph Stice, untuk persahaban kalian dan juga dukungan kalian pada saya dalam menjalani seluruh proses ini. Kalian benar-benar nabi sejati. Untuk sang Profesor konservatif dari Chicago, (kau tahu kaulah orangnya) karena kaulah yang pertama-tama memberikan waktu bagiku untuk mengerjakan seluruh proses ini – engkau adalah pelopor sejati dan juga sangat bermurah hati. Juga terimakasih dan sekaligus permohonan maaf untuk J. Hall yang menjadi pembaca pertama dan mengomentari versi awal yang masih kacau balau.

Terimakasih yang mendalam untuk Jochen Katz dari Answering-Islam.org untuk kontribusinya yang kokoh dalam memaparkan dialog Kristen-Muslim dan untuk menempatkan versi online buku ini di AI. Terimakasih untuk kesabaranmu dan kemurahan hatimu. Untuk semua orang yang telah menolong memperbaiki pemahaman-pemahaman saya yang kebablasan dan tidak habis-habisnya, kesalahan-kesalahan cetak, kekeliruan, dan sebagainya: James dari AI, Marc, saudara Katolik saya dari Timur Tengah dan terutama untuk Keith, saudaraku yang “setia” karena ia tidak hanya memformat versi online buku ini namun juga mengoreksi banyak kesalahan yang kemudian bermunculan. Terimakasih saya yang mendalam dari lubuk hati untuk anda semua yang telah memberikan dukungan anda untuk buku ini. Jumlah dan kualitas orang-orang yang telah melakukannya sangat mengharukan saya. Dan akhirnya, walau bukanlah yang terkecil, terimakasih untuk rekan bisnis saya Bob karena telah menjadi sahabat rohani dan mendampingi saya setiap hari, dan karena telah mendengarkan saya yang mengoceh tak hentinya tentang topik-topik gelap seperti itu. Dan untuk semua orang lain yang telah mendukung saya dan meneguhkan saya, kiranya semua itu dikembalikan pada kalian berlipat kali ganda!

Pendahuluan

SEBUAH CATATAN DARI PENULIS

Ketika menulis buku ini, saya menemukan bahwa saya berada dalam posisi yang sulit oleh karena banyak alasan. Di satu sisi, saya ingin berbagi dengan anda sedikit hal mengenai saya – pengalaman saya dalam dialog antar agama Kristen/Muslim dan kisah tentang bagaimana sampai saya menulis buku ini. Di sisi yang lain, dengan alasan yang kuat, saya bertekad bukan hanya menggunakan nama samaran namun juga sesedikit mungkin memberikan informasi tentang pribadi saya.

Dalam suatu hari, saya menerima banyak e-mail dari sahabat-sahabat Muslim dari seluruh penjuru dunia. Umumnya e-mail yang saya terima memiliki kesan yang baik dan memuat informasi pribadi, juga potongan-potongan diskusi teologis yang tidak berkesudahan yang biasa kami lakukan. Ini sangat menyenangkan saya dan saya sangat menikmati dan menghargai persahabatan-persahabatan ini. Sayangnya, tidak semua e-mail yang saya terima menyenangkan atau bersahabat. Contohnya, e-mail yang saya terima berikut ini bukan hanya ancaman mati, e-mail ini jugalah yang menyebabkan saya mulai lebih bijaksana dalam interaksi saya dengan orang-orang Muslim dalam konteks dialog antar agama. (Bagian-bagian dalam kurung saya tambahkan untuk kejelasan):

“...Allahu Akhbar!! (Allah Maha Besar!) Yaaaa Allah!! Saya akan memenggal kepalamu! Kiranya Allah mengutukmu dan seluruh keluargamu. Kiranya kau dan keluargamu membusuk di neraka selamanya. Saya ingin anda tahu bahwa semua Muslim berseru kepada Allah untuk mengutukmu dan menaruhmu di neraka. Saya sendiri akan membunuhmu. Saya sendiri akan membunuh keluargamu. Anda akan mengalami kematian secara perlahan dan menyakitkan, Insya Allah (dengan kehendak Allah). Ameen, Ameen (Amin, amin...). Allahu Akhbar!! Allahu Akhbar!! Yaaaa Allah!”

Bukan hanya natur dan intensitas ancaman ini yang membuat saya menanggapinya dengan serius, namun juga punktuasinya, pengejaan dan struktur kalimatnya yang sempurna. Tidak ada indikasi bahwa ancaman ini berasal dari luar negeri.
Sekarang harus saya akui bahwa saya sama sekali tidak tahu apa yang menjadi motivasi munculnya ancaman ini. Saya tidak mengerti hal spesifik apa yang telah saya katakan atau lakukan yang mendorong munculnya reaksi keras semacam itu. Sudah tentu, ketika berbicara dengan Muslim, biasanya saya dengan terang-terangan menyampaikan bahwa semua orang memerlukan seorang juruselamat, demikian juga umumnya sahabat-sahabat Muslim saya juga terang-terangan berbicara mengenai bagaimana kita tidak terlalu membutuhkan juruselamat.

Menurut saya ini masuk akal. Tapi nampaknya untuk dosa sebesar ini, saya menerima ancaman atas hidup saya dan hidup keluarga saya. Walau ancaman seperti ini bukanlah hal yang baru di berbagai tempat lain di dunia, saya masih terheran-heran mengapa hanya karena saya menyampaikan iman saya, kemudian muncul reaksi yang keras seperti ini. Oleh karena itu, dengan alasan-alasan yang jelas untuk keselamatan saya pribadi dan keluarga, maka saya telah memilih untuk memakai nama samaran dalam menulis buku ini. Saya yakin anda dapat memahaminya.

Namun demikian, untuk menetapkan sebuah tingkat kredibilitas dengan pembaca, saya hanya ingin mengatakan bahwa informasi yang terdapat dalam buku ini berasal dari orang yang tidak hanya sangat memahami materi-materi sumber Islam dan juga literatur sucinya yang dikutip dalam buku ini, namun juga seperti yang telah disampaikan diatas, ia mempunyai banyak pengalaman dalam dialog antar agama dengan Muslim. Informasi yang akan anda baca telah diselidiki dengan sangat teliti. Untuk memberikan sebuah gambaran mengenai doktrin Islam secara akurat dan komplet, saya tidak hanya menggunakan semua buku yang tersedia dalam bahasa Inggris mengenai eskatologi Islam, tetapi juga artikel-artikel yang tak terhitung banyaknya, dan juga mewawancarai ratusan Muslim mengenai keyakinan mereka akan akhir jaman. Tujuan saya bukan hanya menghadirkan sebuah buku semata untuk mendidik orang Kristen, namun saya juga bertujuan untuk menulis sebuah buku bagi orang Muslim – walau mereka tidak setuju dengan konklusi saya – namun mereka akan menghargai kejujurannya dan penggunaan referensi yang berkualitas. Walau saya sangat yakin bahwa berkenaan dengan natur buku ini, hanya sedikit orang yang tidak akan tertantang oleh para apologis Muslim, saya telah menuliskan buku ini dengan mengetahui bahwa pembaca yang memperhatikan sumber-sumber dalam buku ini akan mendapati bahwa saya telah menulis sebuah representasi dan ulasan yang akurat mengenai pengajaran dan kepercayaan Islam. Saya juga telah berjuang keras agar tidak menjadi orang yang mencari-cari sensasi dengan materi yang dibahas dalam buku ini. Saya sendiri sudah membaca banyak tulisan yang terlalu sensasional mengenai nubuatan dan secara pribadi saya tidak menghargai pendekatan semacam itu.

Alasan utama lainnya sehingga saya mengalami masa-masa sulit dalam menulis buku ini adalah karena pada tingkatan tertentu ini adalah pekerjaan yang polemis. Walau saya tidak berniat menulis buku yang menimbulkan polemik, namun jika memungkinkan saya lebih suka menghindarinya. Sekalipun saya percaya bahwa polemik mempunyai kedudukan yang sah dalam ranah dialog antara agama Kristen-Muslim, saya juga sadar bahwa kasih akan jauh lebih banyak memenangkan jiwa ke dalam Kerajaan Tuhan daripada ratusan argumen intelektual. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Samuel Zwemer, sang Rasul untuk Islam – dan seorang pelopor sejati diantara para misionaris Kristen untuk orang Muslim pada akhir abad 19 dan awal abad 20: “Setelah 40 tahun pengalaman – terkadang pengalaman yang menghancurkan hati, saat menabur diatas batu dan menyaksikan burung-burung memakan benih hingga bulirnya yang terakhir – saya yakin bahwa jalan terpendek menuju hati seorang Muslim adalah jalan kasih Tuhan, jalan salib”.1 Saya sangat menyetujuinya. Saya jauh lebih suka mempunyai relasi dengan Muslim yang diwarnai dengan dialog yang sama-sama menguntungkan dan juga persahabatan yang sejati daripada terlibat dalam polemik yang pada dasarnya mempunyai natur yang negatif hingga pada kadar tertentu. Sesungguhnya, buku ini memuat banyak informasi negatif mengenai Islam. Dan kenyataannya, banyak hal yang jelas-jelas mengusik. Namun demikian, saya merasakan sebuah mandat yang sangat kuat dari Tuhan bahwa buku ini harus ditulis dan informasi di dalamnya harus diketahui orang. Tujuan utama dari buku ini adalah untuk mengingatkan – baik mereka yang berada di dalam dan juga diluar dinding-dinding gereja.

Saya juga ingin menekankan dengan sangat bahwa buku ini sama sekali tidak bertujuan untuk “menampar” orang Muslim dengan cara apapun. Walau pemikiran dan poin-poin dalam buku ini benar-benar merupakan tuduhan yang keras terhadap agama Islam, hendaknya buku ini tidak ditafsirkan sebagai serangan terhadap orang Muslim secara pribadi. Sama seperti agama-agama lainnya, Islam tidaklah monolitik dan tidak semua Muslim percaya atau setuju dengan segala sesuatu yang dimuat dalam buku ini. Poin ini tidak dapat lebih ditekankan lagi. Ada banyak orang Muslim yang baik dan cinta damai. Janganlah sekalipun kita mengkategorikan orang menurut kelompok tertentu dimana mereka menjadi anggotanya, melainkan kita harus mengenal orang secara pribadi, satu orang setiap saat. Oleh karena informasi mengenai islam yang menakutkan dan lebih bersifat mengusik yang dimuat dalam buku ini, saya sangat menganjurkan anda untuk mengambil banyak waktu untuk berdoa dan meminta Tuhan melindungi anda dari perasaan-perasaan negatif, takut, atau buruk sangka yang cenderung menguasai hati manusia, dan agar anda minta pada Tuhan untuk menyatukan hati anda dengan hati-Nya bagi orang Muslim. Boleh jadi, seperti halnya saya, anda akan jatuh hati dengan orang-orang ini yang sangat dirindukan Tuhan agar mengalami penebusan, transformasi, dan mengenakan jubah keselamatan-Nya yang indah. Dan jika anda adalah seorang Muslim, saya berdoa bersama dengan anda, bahwa melalui nubuatan kuno yang dianalisa dalam halaman-halaman buku ini, kebenaran akan terwujud dan bahwa Tuhan akan menuntun anda di jalan yang lurus.

ANTIKRISTUS: MESIAS YANG DINANTIKAN ISLAM

Komentar

“Dengan pikiran seorang sarjana dan hati seorang pendoa syafaat, Joel Richardson telah mengemukakan sebuah gambaran yang menggugah rasa ingin tahu kita akan “peperangan akhir jaman” yang akan datang. Saat Islam militan bangkit dengan angkara murka, dan dengan dukungan suatu roh yang anti-semitis, pada saat itu akan bangkit pula sekelompok orang yang rela memberikan hidup mereka bagi Injil Yesus Kristus. Menggemparkan...Mencerahkan...dan merupakan sebuah penyadaran untuk semua orang percaya yang tulus hati”.
– James W. Goll, Pendiri Encounters Network
Penulis The Seer, The Lost Art of Intercession and Praying for Israel’s Destiny


“Joel Richardson telah menyampaikan sebuah konsep yang cerdas, patut dipikirkan, penuh belas kasih dan berdasarkan Firman Tuhan; berkenaan dengan anti paralel teologis yang menakjubkan, antara eskatologi Islam radikal dan iman Alkitabiah. Ia sangat menekankan bahwa hal ini bukan suatu kebetulan humanistis semata. Namun, Joel juga bukan seorang yang bereaksi secara berlebihan, juga bukan seorang radikal paranoid.

Melainkan, ia adalah seorang yang mencari dan mengasihi kebenaran, seorang yang mempunyai kasih dan keberanian untuk memaparkan bukti-bukti historis dan teologis mengenai keyakinan-keyakinannya di hadapan kita, dan kemudian memberikan kepada kita kewenangan untuk menguji fakta-fakta itu sendiri, sehingga kita sendiri dapat menarik kesimpulan. Joel Richardson adalah seorang pelayan Yesus Kristus yang rendah hati, dan saya sangat mengenalnya sebagai seorang suami yang setia dan mengasihi keluarganya. Ia bagai seorang bapa dan sahabat bagi semua orang yang dibawa oleh Tuhan ke dalam jalan hidupnya. Kiranya Tuhan juga memberikan pada kita semua keberanian untuk membuka mata kita terhadap peperangan rohani yang terus memanas, yang harus kita hadapi dalam jaman yang rusak ini, dan juga membuka mata kita terhadap keindahan karya Kristus di bumi, sehingga dalam dunia ini kita mampu mengarahkan hidup kita dengan baik, hingga saatnya muka dengan muka kita bertemu dengan Tuhan Yesus”.
-Michael Sullivant Gembala, Penulis, Pembicara Konferensi


“Ini adalah buku yang harus dibaca oleh semua orang yang berminat mempelajari nubuat Alkitab mengenai akhir jaman! Joel Richardson telah mengungkapkan hal-hal penting mengenai adanya konsensus peranan penting Islam dalam kerajaan Anti Kristus. Bukti-bukti yang dipaparkan Joel berasal dari Hadith yang merupakan tradisi Islam, yang sangat dikenal orang Muslim dan merupakan sumber penting bagi doktrin Islam; namun tidak banyak dipahami oleh orang Barat. Pembaca yang memiliki pikiran terbuka tidak akan mampu mengabaikan paralel-paralel yang luarbiasa antara tradisi-tradisi Islam dan agenda Anti Kristus, seperti yang digambarkan oleh Alkitab. Pemaparannya yang jelas dan memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemenggalan kepala dalam hukum Islam, sangat menggentarkan. Skenario mengenai bagaimana dunia ini akan menjadi pengikut Anti Kristus benar-benar mencengangkan. Yesus mengingatkan kita untuk berdoa dan berjaga-jaga oleh karena masa pengujian sedang mendatangi dunia ini. Anda akan mendapati diri anda melakukannya. Bagi pembaca yang hanya dapat dipuaskan dengan kebenaran, buku ini adalah buku yang harus anda masukkan ke dalam perpustakaan anda”.
-Robert Livingston, Misionaris untuk Timur Tengah,
Penulis – Christian and Islam: The Final Clash


“Pengetahuan Joel yang menyeluruh mengenai Islam memberikan banyak informasi yang membantu orang Kristen untuk memahami tradisi-tradisi dan pengajaran Islam, menyingkapkan kesamaan-kesamaan mengejutkan antara nubuat Kristen mengenai akhir jaman dengan pengharapan-pengharapan Islam untuk mendominasi dunia. Keseimbangannya dalam menggunakan teks-teks Islam dan Alkitab sangat meyakinkan, sehingga setelah membaca buku ini kita tidak akan ragu lagi untuk mengatakan bahwa Anti Kristus itu tidak lain tidak bukan adalah seorang Kalifah Muslim. Namun yang paling saya hargai adalah bagaimana ia menyampaikan argumennya tidak dengan cara meracuni, namun dengan bijaksana, bahkan kasih, saat ia mendorong orang Kristen untuk mengasihi tetangga-tetangga Muslim mereka, dan memenangkan mereka bagi Kristus. Buku ini adalah bacaan yang penting bagi semua orang Kristen yang ingin belajar lebih banyak lagi mengenai agama dunia yang saat ini sedang berkembang dengan sangat cepat, atau mereka yang ingin menyiapkan diri dengan lebih baik untuk berdialog dan bersaksi kepada orang Muslim”.
-Steve Alt, Asisten Profesor teologi,
F.I.R.E. School of Ministry, Concord, NC


“Setelah bertahun-tahun berefleksi, saya mengabaikan detil-detil spesifik dalam skenario akhir jaman. Namun, buku ini sungguh memuat detil-detil spesifik seperti itu, dan saya juga percaya bahwa Islam adalah sistem Anti Kristus pada akhir jaman. Hal itu dipaparkan dalam buku ini, dalam sebuah skenario yang sangat mungkin terjadi. Sebagai tambahan, informasi dalam buku ini mengenai Islam dan Anti Kristus sangatlah penting, dan sepengetahuan saya informasi ini tidak akan anda dapatkan di tempat lain. Menurut saya, dalam jaman yang penuh dengan teror Islam seperti saat ini, memahami informasi mengenai eskotologi Islam yang dikemukakan dalam buku ini sangatlah penting. Oleh karena itu jelaslah bahwa buku ini memberikan kontribusi yang sangat berarti. Saya sangat menganjurkan agar anda benar-benar menguji informasi yang terdapat dalam halaman-halaman buku ini”.
-Dr. Daniel C. Juster, Penulis Jewish Roots dan Israel
the Church and the Last-days,
Direktur Eksekutif dari Tikkun Ministries International


“Joel Richardson melayani dalam komunitas Kristen dan juga Muslim. Secara menyeluruh ia mempelajari dokumen-dokumen penting mengenai Islam pada awal berdirinya, dan para teolog muslim yang muncul di kemudian hari, dan juga Perjanjian Baru. Ia menyimpulkan semua itu dengan baik tanpa menjadi terlalu teknis. Buku ini menjelaskan perbedaan antara kekristenan dan Islam. Ini adalah sebuah buku yang harus dibaca oleh orang Kristen dan juga orang Muslim”.
-James M. Arlandson (Ph.D.) pengajar di sebuah perguruan tinggi
di California selatan
dan secara reguler menulis untuk American Thinker.com dan Answering-Islam.org


“Joel Richardson memberikan sebuah analisa yang mendalam mengenai Islam dan figur mesianis dalam Islam. Buku ini penting untuk mengetahui penggenapan nubuat Alkitab mengenai akhir jaman pada masa kita dan memahami peranan yang dimainkan Islam di dalamnya”.
-Pendeta Reza F. Safa, mantan Muslim radikal,
Penulis Inside Islam


“Saya sangat menyukai buku ini! Joel Richardson adalah suara yang meneriakkan berita yang penting pada saat ini. Saya percaya bahwa semua orang harus membaca buku ini dan memahami urgensi beritanya, dan memperhatikan kenyataan-kenyataan dan peringatan-peringatan yang ada dalam buku ini. Ini adalah (tugu) pengingat yang luarbiasa akan adanya kebutuhan untuk mengerti akan posisi semua orang percaya dan tanggung-jawab yang menyertainya”.
-Mansour Khalil, mantan Muslim

Daftar Isi

DAFTAR ISI

Ucapan Terimakasih
Pendahuluan

Bagian Satu: Pendahuluan Untuk Eskatologi dan Doktrin Islam
Pasal 1 : Mengapa Buku Ini? Kesadaran Akan kebangkitan Islam
Pasal 2 : Teks-teks Suci Dalam Islam
Pasal 3 : Eskatologi Islam
Pasal 4 : Sang Mahdi: Mesias Yang Dinantikan Dalam Islam
Pasal 5 : Perbandingan Anti Kristus Alkitab Dan Sang Mahdi
Pasal 6 : Yesus Muslim
Pasal 7 : Perbandingan Antara Nabi Palsu Dan Yesus Muslim
Pasal 8 : Dajjal: Anti Kristus versi Islam
Pasal 9 : Perbandingan Antara Yesus Alkitab Dan Dajjal
Pasal 10: Kembalinya Kerajaan Anti Kristus Islam
Pasal 11: Natur Gelap Wahyu-wahyu Muhammad
Pasal 12: Roh Antikristus Dalam Islam
Pasal 13: Kebencian Kuno Islam Terhadap Orang Yahudi
Pasal 14: Kemartiran Akhir Jaman dan Praktek Pemenggalan Kepala Dalam Islam
Pasal 15: Jihad Dan Tujuan Islam Untuk Mendominasi Dunia
Pasal 16: Memahami Ketidakjujuran dan Penipuan Dalam Islam
Pasal 17: Penyesatan Besar, Teror, dan Harga Pertobatan Islam
Pasal 18: Kesimpulan Perbandingan-perbandingan Antara Narasi Islam Dan Alkitab
Mengenai Akhir Jaman

Bagian Dua: Kelanjutan Analisa
Pasal 19: Problem-problem Potensial Mengenai Tesis
Pasal 20: Pemikiran-pemikiran Selanjutnya

Bagian Tiga: Bagaimana Kita Harus Meresponinya?
Pasal 21: Merespon Dengan Doa
Pasal 22: Merespon Dengan Menjangkau
Pasal 23: Mempersiapkan Diri Untuk Kesyahidan

Tambahan
Daftar Pustaka
Catatan Kaki

Senin, 21 September 2009

Inilah Skenario Runtuhnya WTC


Oleh : Redaksi 11 Sep, 09 - 11:00 pm


Bohong Besar Amerika

Setiap 11 September, rakyat Amerika mengenang tragedi runtuhnya menara kembar World Trade Centre (WTC) di New York, AS, yang memakan banyak korban. Gedung kembar itu hancur luluh bagaikan gedung tua yang diledakkan oleh bahan peledak dari dalam setelah ditabrak dua pesawat terbang komersial. Hari itu, jaringan televisi AS meliput secara live dari lokasi peristiwa. Tayangan itu terbidik dari beberapa sudut dan terlihat langsung oleh jutaan pemirsa televisi. Pers AS lalu seperti menyanyikan lagu koor, mengutip keterangan resmi: 'Menara itu runtuh diserang oleh teroris Muslim yang digerakkan oleh Usamah Bin Laden dari Afghanistan'. Tapi, tak semua pers mengikuti koor itu. Theiry Meyssan, seorang jurnalis asal Prancis mencoba melihat peristiwa itu secara objektif. ''Saya akan menjungkirbalikkan seluruh versi resmi serangan 11 September 2001,'' katanya.

Hasil investigative reporting -nya itu kemudian ia tuangkan ke dalam sebuah buku berjudul 9/11 The Big Lie America , diterjemahkan penerbit Jalan Lurus dengan judul, Bohong Besar Amerika , Bandung, 2003.

Inilah cerita versi Thierry Meyssan: Kedua pesawat itu diidentifikasikan oleh FBI sebagai Boeing 767. Pesawat itu menghantam tepat pada sasarannya. Peristiwa ini sangat musykil. Dipandang dari ketinggian yang jauh, sebuah kota akan tampak seperti selembar peta dan semua acuan visual yang lazim menjadi hilang. Untuk menabrak menara, pesawat perlu dipraposisikan pada ketinggian sangat rendah. 'Karya' itu merupakan prestasi luar biasa bahkan pilot yang sangat berpengalaman pun sulit melakukannya. Konon yang melakukannya adalah pilot yang baru lulus latihan.


Thierry Meyssan

Namun, ada satu cara untuk mendapat hasil demikian, yakni memakai rambu tuntun dari radio. Suatu sinyal yang dipancarkan dari sasaran, menuntun pesawat itu. Tak perlu banyak orang di pesawat dalam kendali pilot otomatis. Bahkan, pembajak sama sekali tidak dibutuhkan. Pesawat itu berada di bawah kendali remote control , mengendalikan pesawat tanpa pilot.

Setelah ditabrak, Menara Kembar runtuh sendiri. Sebuah komisi penyidik menyimpulkan bahwa terbakarnya bahan bakar pesawat menimbulkan panas yang melelehkan struktur logam utama kedua bangunan. Teori ini disangkal keras oleh Assosiasi Pemadam Kebakaran New York dan Journal Profesional, Fire Engineering bahwa struktur bangunan tersebut tahan api. Para petugas pemadam kebakaran malah mendengar ledakan di lantai dasar bangunan. Pakar terkenal dari Institut Pertambangan dan teknologi, Van Romero pun mengamininya. ''Keruntuhan itu diakibatkan oleh bahan peledak,'' katanya.

Pada hari yang sama, Departemen Pertahanan mengeluarkan pengumuman singkat ''Pentagon diserang teroris pada pukul 09.38,'' kata Menteri Pertahanan Donald H. Rumsfeld. Pers AS pun heboh. Namun, ketika mau meliput peristiwa itu, para wartawan diusir dari tempat kejadian dengan alasan agar tidak menghalangi operasi penyelamatan. Toh, wartawan AP, Tom Horan, berhasil mendapatkan foto-foto ekslusive dari sebuah gedung dekat lokasi kejadian.

Kepala Staf Gabungan, Jenderal Richard Myers, mengindikasikan bahwa pesawat terbang bunuh diri itu adalah Boeing 757-200. Pukul 08.55 waktu setempat, Boeing itu turun ke ketinggian 29.000 kaki. Dua pesawat tempur F-16 segera melesat untuk mencegat Boeing itu, tapi katanya kehilangan jejak.

Menurut Meyssan ini tak masuk akal. ''Bagaimana percaya sebuah pesawat jet berbadan tambun bisa mengecoh dua pesawat tempur yang memburunya?'' Seandainya si Boeing berhasil mengatasi rintangan pertama pun, dengan mudah akan ditembak jatuh saat mendekati Pentagon. Pasalnya, di pangkalan udara Saint Andrew di sekitar Pentagon, berpangkalan Wing Tempur 113 Angkatan Udara dan Wing Tempur serang 321 Angkatan Laut. Masing-masing dilengkapi pesawat tempur F-16 dan F/A-18. Di atap gedung itu pun dipasang penangkis serangan udara dan rudal-rudal supercanggih. Mereka tentu tak akan pernah membiarkan sang Boeing menghampiri Pentagon.

Pesawat raksasa itu tiba-tiba mendekati tanah, seperti akan mendarat, langsung menabrak Gedung Pentagon. Anehnya tanpa merusak tiang lampu dan bangunan-bangunan di sekitarnya. Moncong pesawat masuk ke pintu gerbang yang tengah direnovasi. Keterangan resmi ini, menurut Meyssan, meragukan. Tabrakan keras itu pastilah menimbulkan kebakaran besar, lalu pesawat menjadi onggokan gosong.

''Jika merujuk pada foto dari AP, Anda akan melihat tidak dijumpai bangkai pesawat di sana. Bahkan, sebuah gir roda pesawat pun tak tampak. Padahal pemotretan itu dilakukan di menit-menit pertama ketika mobil pemadam kebakaran tiba dan petugas belum menyebar,'' tulis Meyssan dalam bukunya itu. Diduga suara berdesing dan runtuhnya atap salah satu pintu gerbang Pentagon itu disebabkan oleh rudal tipe AGM. Jenis rudal ini menyerupai sebuah pesawat terbang sipil kecil, memang. Tapi, bukan pesawat terbang. Demikian Meyssan.

Lepas dari kontroversi itu, Presiden AS, George W Bush, segera mengumumkan bahwa serangan itu dilakukan oleh teroris Muslim, pimpinan Usamah bin Ladin. Maka, tanpa memerlukan penyelidikan seksama, dengan alasan memburu pimpinan Alqaidah itu, Bush memerintahkan penyerbuan ke negara Muslim Afghanistan. Gilirannya, Irak diduduki dengan alasan memiliki senjata pemusnah massal (yang kemudian ternyata tidak terbukti).

Kenapa Bush menuding Muslim? Rupanya Bush mendapat bisikan dari Samuel Philip Huntington. Pandangan negatif penasihat gedung putih terhadap Islam ini tertuang dalam sebuah artikel yang dimuat di media Foreign Affairs yang terbit pada musim panas 1993 dengan judul ''The clash of Civilization''. Artikel yang memancing polemik ini kemudian diterbitkan dalam bentuk sebuah buku pada 1996. Menurut Huntington, setelah Uni Sovyet (ideologi komunis) runtuh, musuh berikutnya adalah Islam. Sudut pandang negatif terhadap Islam inilah yang rupanya diyakini Presiden Bush. Bush lalu mendeklarasikan perang atas nama membasmi teror.

Sejak dulu Indonesia negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini adalah negeri yang aman. Bangsa yang yakin bahwa agama adalah rahmat bagi sekalian alam. Tapi, sejak deklarasi Bush itu, tiba-tiba bom-bom canggih berledakan merobek ketenangan negeri 'jamrud Khatulistiwa' itu dan memakan banyak korban orang tak berdosa. Lalu pesantren dituding biang teror. Orang-orang berjenggot, berpakaian gamis dengan celana menggantung dicurigai. Ujung-ujungnya, kegiatan dakwah harus diawasi. Mungkinkah malapetaka ini bagian dari skenario global untuk menyudutkan Islam? (dakta)









--
Ajaranku masih kurang, umatku. Setelah aku akan datang Nabi Lain (Yesus - Yoh 17:3)

“Kado Spesial” Mesir Bongkar Seluruh Kebusukan Yahudi Zionis


Katagori : Solidaritas
Oleh : Redaksi 18 Sep, 09 - 8:00 pm


Atas nama Agama, Israel membunuh rakyat Palestina

KAIRO - Sebuah tayangan di stasiun televisi di Mesir, yang mengudara di Al-Rahma TV, dituding oleh kaum Yahudi menyampaikan pesan antisemit. Tayangan itu menampilkan anak-anak yang mengucapkan slogan-slogan antisemit, Ulama Mesir mengatakan kaum Yahudi adalah turunan ular berbisa, menyerukan untuk membaca 'Protokol Para Sesepuh Zion', mereka juga memberi peringatan mengenai produk-produk buatan Yahudi.

Salah satu kutipan dari sebuah program anak-anak Islam, yang disiarkan di TV Al-Rahma pada tanggal 6 Maret 2009, menampilkan seorang anak yang berdoa meminta kehancuran kaum Yahudi.

"Ya Allah, hancurkan dan leburkan orang-orang Yahudi. Ya Allah, siksa mereka dengan penyakit yang tidak bisa disembuhkan atau dipulihkan. Kirimkan sambaran petir kepada mereka dari Surga. Ya Allah, siksa mereka dengan segala macam siksaan. Ya Allah, kirimkan serbuan burung ababil untuk membinasakan mereka." Mereka juga mengatakan bahwa peperangan dengan kaum Yahudi tidak akan pernah berhenti hingga akhir jaman.

Berikut adalah kutipan dari acara yang disiarkan pada tanggal 30 Januari dan 13 Februari 2009.

"Kaum Muslim akan menghabisi Yahudi pada hari akhir. Sampai Hari itu tiba, batu dan pohon akan berkata: "Wahai kaum Muslim, ada seorang Yahudi di belakangku, datang kemari dan bunuh dia – benda mati seperti batu dan pohon akan mengucapkan hal itu, kecuali pohon ghorqod, yang merupakan pohon kaum Yahudi."

Ulama Mesir, Salamah Abd Al-Qawi, dalam acara tersebut memberi peringatan bagi Muslim tentang 'Protokol Para Sesepuh Zion' dan perusahaan AS.

Pidato oleh ulama Mesir Salamah Abd Al-Qawi, yang disiarkan di TV Al-Rahma pada 15 Januari 2009 menyatakan, "Mereka menyusun Protokol Hitam ini sendiri, dengan maksud untuk menghancurkan kekuatan dari bangsa kita."

Salama Abd Al-Qawi: "Baca, jika Anda mau, buku hitam itu, di mana mereka termasuk Protokol Para Sesepuh Zion. Mereka sendiri yang menyusun protokol hitam ini, dalam rangka untuk menghancurkan kekuatan batin bangsa kita. Mereka mulai berkomplot untuk memusnahkan Islam dan bangsa Arab, untuk menjarah sumber daya, dan untuk menghancurkan pemuda."

"Salah satu konspirasi mereka adalah untuk mendapatkan kontrol keseluruhan atas ekonomi global, jadi mereka mendirikan perusahaan-perusahaan besar"

"Banyak produk dasar yang dapat ditemui di banyak rumah tangga Muslim seperti Ariel, Tide, dan deterjen Persil, adalah buatan Zionis. Perusahaan Coca Cola dan Pepsi dan hampir semua minuman berkarbonasi adalah produk Zionis-Amerika.

"Beberapa restoran, sayangnya penuh dengan pemuda Muslim, dan lemari besi mereka penuh dengan uang umat Islam ... McDonalds adalah Yahudi-Zionis, Kentucky Fried Chicken adalah Yahudi-Zionis, Little Caesar, Pizza Hut, Domino's Pizza, Burger King. Di samping itu, ada jenis kopi baru hari ini ... Semua ini adalah murni produk Zionis, terutama apa yang dikenal sebagai Starbucks."

Ulama Mesir Said Al-Afani menyatakan bahwa kaum Yahudi adalah keturunan ular dan merupakan dalang dibalik semua perang.

Kata Al-'Afani: "Orang Yahudi adalah orang-orang terkutuk, yang mendatangkan murka Allah. Mereka adalah keturunan ular, para pemburu Nabi kita Muhammad, yang kematiannya adalah akibat dari diracuni oleh seorang wanita Yahudi."

"Kita harus tahu bahwa orang-orang Yahudi adalah pembunuh para nabi. Mereka membunuh nabi Yahya (yang disebut oleh kaum non Islam dengan Yohanes pembaptis) dan nabi Zakaria. Mereka menyembelih nabi Yahya, dan mereka menyajikan kepalanya sebagai hadiah kepada pelacur Israel.

"Kebencian kami kepada mereka adalah semata-mata berdasarkan alasan agama, dan bukan karena murni, tanah suci, yang diberkati oleh Allah, atau karena Gaza ..."

Muhammad Abdul Al-Salam menambahkan, "Biarkan saya menjelaskan bahwa itu adalah tugas kita untuk membenci mereka, sebagai bagian dari iman kita."

Kata Al-'Afani: "Orang-orang Yahudi berada di balik Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Ketika komandan Amerika mengatakan bahwa Jepang telah menyetujui syarat-syarat penyerahan, Rothschild Amerika, atau lebih tepatnya, Roosevelt Amerika, diberitahu oleh rentenir Yahudi untuk menjatuhkan bom di Hiroshima dan Nagasaki."

Ulama Masoud Sheik Anwar menyatakan bahwa musuh terburuk kaum muslimin, setelah Setan, adalah orang Yahudi.

"(Yahudi) adalah bangsa yang mengutuk Allah siang dan malam. Orang Yahudi menggambarkan Allah dalam istilah yang paling buruk. Mereka adalah pembunuh nabi. Mereka membunuh 40 nabi-nabi. Sedangkan untuk kitab-kitab yang dikirim oleh Tuhan, orang-orang Yahudi tidak percaya baik di dalam Perjanjian Baru atau Al-Quran. Sedangkan Taurat, mereka menyimpangkan itu."


Para ulama itu juga menyebutkan beberapa karakteristik orang-orang Yahudi. Karakteristik Pertama adalah kekakuan hati mereka.

"Hati mereka kaku, dan mereka menundukkan kepala mereka hanya dengan pukulan palu. Hati yang paling sulit dari semuanya adalah hati orang Yahudi. Hati mereka kokoh, dingin, dan jauh dari segala kebaikan. Mereka tidak ada belas kasihan atau rasa iba. Kesaksian Al Qur'an, sejarah menjadi saksi, dan realitas kehidupan kita menjadi saksi untuk ini.

Karakteristik kedua adalah mereka berpegangan pada kehidupan mereka. Sedangkan karakteristik ketiga adalah sifat licik mereka.

"Kaum Yahudi menggantung hidupnya di mana saja, bahkan jika itu berarti bergantung pada hidup cacing, binatang pengerat, atau kecoak."

"Ciri ketiga orang-orang Yahudi adalah sifat licik mereka. Orang-orang Yahudi adalah pelanggar perjanjian. Barangsiapa percaya bahwa orang-orang Yahudi dapat menghormati kesepakatan berarti sedang menipu dirinya sendiri. Barangsiapa yang mengklaim bahwa orang-orang Yahudi menghormati komitmen adalah mereka yang mudah tertipu. Mereka semua adalah serigala. Orang Yahudi memegang ranting zaitun di satu tangan, dan belati di tangan lainnya.

Karakteristik lain kaum Yahudi adalah sifat dasar mereka yang cinta korupsi.

"Karl Marx, yang menyebarkan ateisme di dunia, adalah seorang Yahudi! Yang menyebarkan seks dan pelacuran di dunia adalah Freud, seorang Yahudi. Dia yang memberitahu Anda bahwa dalam segala sesuatu yang manusia lakukan, mereka didorong oleh dorongan seksual mereka. Yang menyebarkan iman Bahai adalah Orang Yahudi. Yang mendirikan Freemason, Komunisme, dan nasionalisme adalah Orang Yahudi."

"Apa yang menghancurkan dunia? Riba, diciptakan oleh orang Yahudi. Siapa yang berada di belakang perdagangan alkohol di dunia? 60% dari alkohol dunia industri penyulingan dipegang oleh orang-orang Yahudi. Orang-orang Yahudi berada di belakang setiap bentuk korupsi di dunia."

"Karakteristik Yahudi yang kelima adalah kekikiran, dan penyembahan dari Dirham dan Dinar(mengagung-agungkan uang dan kekayaan)."

"Saudara-saudaraku, Allah telah membuat orang-orang Yahudi contoh dari kekikiran. Di Mesir, ketika kita menghadapi seseorang yang pelit, kita katakan kepadanya: Apa yang salah dengan Anda, saudaraku? Anda benar-benar orang Yahudi!" (iw/mr/smedia)


"Kill The Jews!" Muslim Children Memorize and Recite Antisemitic Messages on Egyptian TV Channel


http://www.youtube.com/view_play_list?p=5CF390CFF68CAFAF


--
Ajaranku masih kurang, umatku. Setelah aku akan datang Nabi Lain (Yesus - Yoh 17:3)

Rabu, 02 September 2009

Drake Wiley Pastur Gereja California Doakan Obama Cepat Mati



Pendeta AS Doakan Obama Segera Mati.

Sungguh berani pastor satu ini, pastor dari gereja Baptis di Buena Park, California bernama Drake Wiley - meminta kepada para jemaat gereja untuk mendoakan supaya Presiden Barack Obama segera mati.

Dalam sebuah wawancara yang dilakukan oleh radio Fox, sewaktu ditanyakan apakah benar dirinya mendoakan presiden Obama mati, dengan tegas pastor tersebut menjawab "Ya".

Sewaktu ditanyakan kepada dirinya, apakah dia tidak khawatir dengan mengatakan
seperti itu, dirinya akan dipanggil oleh pasukan pengawal presiden (Secret Service) atau FBI dan menjadi orang yang paling dicari, serta apakah menurutnya sesuatu yang tepat untuk mendoakan presiden Obama segera mati.

Pastor Drake malah mengatakan bahwa dirinya berdoa seperti itu adalah merupakan kehendak dari Tuhan, dengan penuh percaya diri dia mengatakan semua yang dilakukannya hanya mengulangi apa yang Tuhan katakan dan ia tidak takut seandainya ia masuk dalam daftar orang yang akan dicari oleh FBI atau secret service sekalipun.

Pastor Drake juga mengatakan bahwa jika Obama tidak segera kembali hidupnya ke
jalan Tuhan dia akan tetap meminta kepada Tuhan untuk menegakkan hukumnya
dengan balasan Obama segara mati.

Rekaman wawancara Radio Fox dengan pastor Drake Wiley bisa didengar di sini.
Sebagian Kristen di Amerika masih belum percaya bahwa presiden Barack Obama
adalah seorang Kristen juga dan masih banyak yang menyatakan dia adalah Muslim
mengingat dari keluarga bapaknya adalah Muslim Kenya, sedangkan di Israel
banyak masyarakat Yahudi meragukan komitmen Obama untuk membela negara Yahudi

tersebut, setelah dirinya melakukan kunjungan ke beberapa negara Muslim dan di
Mesir dia sempat menyampaikan pidato serta menyampaikan pesan khusus kepada
dunia Islam. (Sabili)

http://www.youtube.com/watch?v=DRKrGbu7aXQ

Buka Puasa Bersama Presiden AS: Islam Agama yang Besar


Katagori : Dunia Islam
Oleh : Redaksi 02 Sep 2009 - 11:30 pm


Pendeta AS Doakan Obama Segera Mati.

Presiden AS Barack Obama menyebut Islam sebagai "agama yang besar" dan memuji warga Muslim AS karena keberadaan mereka telah memperkaya budaya di negeri itu. Pujian itu disampaikan Obama dalam acara buka puasa bersama yang digelar di Gedung Putih, Selasa (1/9). "Kontribusi warga Muslim di AS sangat panjang jika ingin dibuatkan daftarnya, karena umat Islam sudah menjadi bagian dari jalinan masyarakat kita dan negara kita," kata Obama.

Acara buka puasa bersama itu dihadiri oleh para menteri kabinet, korps diplomatik, anggota legislatif, termasuk dua anggota Kongres muslim yaitu senator Keith Ellison dan Andre Carson serta para duta besar dari negara-negara Muslim dan dubes Israel untuk AS, Michael Oren. Pada kesempatan itu Obama menyatakan penghormatannya pada Islam "sebagai agama yang besar dan komitmennya terhadap kemajuan dan keadilan."

Ia mencontohkan sosok Bilqis Abdul-Qaadir yang juga hadir dalam acara itu, sebagai sosok muslim AS yang berhasil mencapai prestasi gemilang sebagai siswa sekolah menengah di Massachusets.

"Ia adalah pelajar yang terhormat, juga sebagai seorang atlet, Bilqis adalah inspirasi bagi remaja muslim, bagi kita semua," puji Obama.

Obama juga menyebut nama Muhammad Ali-ia berhalangan hadir dalam acara buka puasa bersama-yang telah memberikan kontribusi bagi AS dalam bidang olahraga tinju.

Buka puasa bersama sudah menjadi tradisi yang dilakukan Gedung Putih sejak masa Presiden AS, George W. Bush. Pada masa pemerintahan Obama, presiden pertama AS dari kalangan kulit hitam itu menyampaikan pesan-pesannya dalam rangka menyambut bulan Ramadan.

Dalam pernyataannya Obama mengatakan bahwa ibadah puasa Ramadan mengingatkan kembali prinsip-prinsip yang sama-sama diyakini oleh umat Islam maupun Kristiani dalam masalah keadilan, toleransi dan martabat umat manusia.

Semoga saja pujian Obama terhadap Islam dan Muslim bukan sekedar basa-basi mengingat masih banyak kebijakan AS yang tidak adil di sejumlah negara Muslim. Meskipun, faktanya AS telah banyak melukan ketidak adilan terhadap umat Islam di berbagai tempat, termasuk di AS sendiri yang masih terdiskrimasi dan dicurigai sebagai teroris.(ln/isc/FN/eramuslim)

http://www.youtube.com/watch?v=1R4KfYuDrvU

Sabtu, 29 Agustus 2009

Kristiane Backer : Bintang Televisi MTV Jerman Memeluk Islam


Katagori : Muslim Convert News
Oleh : Redaksi 27 Aug 2009 - 10:00 pm

Allah menurunkan dan memberikan cahaya hidayah-Nya kepada siapa saja yang Ia kehendaki, dan lewat jalan yang tak disangka-sangka. Demikian jualah yang terjadi pada Kristiane Backer , seorang bintang televisi asal Jerman yang namanya tersohor di dunia entertainmen Eropa. Parker adalah penyiar di stasiun televisi musik raksasa MTV, yang memiliki jaringan di hampir setiap negara di dunia. Bagi khalayak pemirsa Eropa, Backer adalah salah satu sosok penyiar favorit karena kecakapannya.

Kisah bermulanya Backer mendapatkan cahaya hidayah terbilang unik, yaitu melalui jalan dan falsafah cinta.

"Ketika saya mencari tahu hakikat cinta, di sanalah saya mulai mengenal Islam. Dan dari Islam, saya menemukan cinta paling sejati, paling murni, yaitu kecintaan para pemeluknya terhadap Allah yang begitu tulus," tutur Backer sebagaimana dilansir harian Alarabiyyah (25/8).

Ketertarikan Backer terhadap Islam pun kian dalam. Ia pun lebih jauh mempelajari agama pungkasan itu secara lebih detail lagi, hingga akhirnya mengikrarkan diri menjadi seorang Muslimah.

"Saya akhirnya menetapkan Islam sebagai pilihan dan jalan hidup saya. Dan setelah menjadi seorang Muslimah, saya pun harus giat menjalani beberapa hak dan kewajiban agama saya," terangnya.

Namun, keputusannya untuk menjadi seorang Muslimah juga menuai berbagai macam cobaan. Backer tidak lagi diizinkan untuk tayang menjadi pembawa acara. Tak hanya itu saja, kawan-kawan dan kerabatnya pun mengucilkannya.

Untunglah, kedua orang tua Backer tak mempermasalahkan jalan hidup yang dipilih anaknya itu. Mereka malah mendukungnya.

"Beberapa waktu setelah saya memutuskan untuk menjadi Muslimah, saya merasa keterasingan yang sangat. Saya dikucilkan oleh kawan-kawan dan kerabat saya. Tetapi Alhamdulillah, kedua orang tua saya mendukung langkah dan pilihan hidup saya untuk berislam."

Keislaman Backer itu juga yang membawa berkah bagi kehidupan keluarganya. Kedua orang tuanya merasa bahagia melihat sosok Backer yang baru, yang telah menjadi umat Muhammad.

"Ia kini telah menjadi seorang gadis yang energik, penuh keoptimisan, beretika, dan relijius," aku kedua orang tua Backer.

Backer juga menceritakan, suasana keluarganya kian hangat oleh diskusi-diskusi seputar keislaman. "Keluarga saya sangat banyak mengambil hal-hal positif dari ajaran agama yang ia anut sekarang ini."

Untuk berbagi pengalaman spiritualnya, Backer pun menulis buku dengan tema menarik, yaitu "From MTV to Mecca", atau "Dari MTV Menuju Mekkah". Dalam buku itu, Backer menceritakan bagaimana ia mengalami perpindahan kehidupan dari yang semula di dunia hiburan yang dilimpahi popularitas dan finansial, untuk kemudian menjadi seorang Muslimah Eropa yang taat.

Apa yang telah dialami oleh Backer merupakan pelajaran berharga bagi siapa saja. Dan benar saja, hidayah Allah dapat digapai oleh cinta dan kasih, bukan oleh perang dan kekerasan. [atjeng/arb/www.hidayatullah.com]



Kristiane Backer Presenter Kondang MTV
"Aku menemukan bahwa Al-Quran sarat dengan hal-hal rasional. Dan pandangan lamaku tentang Islam berubah

"Saya menemukan kenyataan bahwa Islam berpihak kepada perempuan dan laki-laki. Di dalam Islam perempuan telah memiliki hak untuk memilih pada tahun 600 Masehi. Perempuan dan laki-laki di dalam Islam berpakaian dengan cara yang sopan. Mereka pun tidak diperkenankan saling menggoda. Bahkan, kaum perempuannya diperintahkan untuk memanjangkan pakaian mereka."

Kristiane Backer lahir dan tumbuh dewasa ditengah keluarga Protestan di Hamburg, Jerman. Pada usia 21 tahun, ia bergabung dengan Radio Hamburg sebagai wartawati radio. Dua tahun kemudian, ia terpilih sebagai presenter MTV Eropa diantara ribuan pelamar. Sebagai konsekuensi pekerjaannya, ia pun pindah ke London, Inggris.

"Begitu luar biasa. Pada usia 20-an, aku tinggal di Notting Hill. Sebagai gadis muda di kota yang sama sekali baru, aku diundang ke mana-mana, difoto banyak papparazi, dan bekerja sebagai presenter. Saat itu aku bertemu dengan banyak orang-orang terkenal. Aku merasakan kehidupan yang sangat menyenangkan. Rasa-rasanya hampir semua gaji yang aku terima habis untuk membeli baju dan pernak-pernik yang bagus dan trendy. Aku pun sering melakukan perjalanan ke seluruh tempat-tempat menarik di Eropa", begitulah Kristiane menceritakan awal kehidupannya sebagai selebritis muda.

Sekali waktu, Kristiane pergi ke Boston mewawancari Rolling Stone dan mengikuti tur-tur besar para artis terkenal. Kristiane bahkan dinobatkan sebagai presenter perempuan nomor satu di MTV sehingga selalu muncul di layar kaca. Kristiane juga pernah menjadi presenter untuk acara Coca-Cola Report dan Europe Top 20. Boleh dibilang, jika ada kelompok musik baru, maka Kristiane-lah orang pertama yang mewawancarai mereka. Jutaan orang di Eropa pun mengenal gaya Kristiane dengan seksama dan banyak acara besar dengan penonton sebanyak 70.000 penonton sering ia bawakan. (swaramuslim)



Bersama sama mualaf lainnya Kristiane Backer, Yusuf Estes, Yvonne Ridley dll
Mengadakan berbagai Seminar tentang "Islamophobia" sebuah Dilema di Barat

credit photo : http://www.moftak.com/ip/picturegallery.asp?id=1

http://www.youtube.com/watch?v=8hgqQrIzrd4