Lebak: Warga Desa Pasindangan, Kecamatan Cileles, Lebak, Banten, belum lama berselang sempat dihebohkan dengan kemunculan sebuah ajaran baru. Namun, ritual dalam ajaran ini agak aneh dan menyimpang. Salah satunya adalah saat menyembah Tuhan dengan bersujud menghadap ke empat arah penjuru angin.
Meski ajaran ini telah tumbuh sekitar delapan bulan silam, warga setempat mengaku tidak banyak tertarik untuk menjadi pengikut. Mereka hanya mencoba mengintip setiap kali ritual itu dilakukan "Saya tidak tahu maksudnya apa. Mereka berlaku aneh," kata Sukarja.
Karena tak banyak yang terlibat, warga hanya menerka-nerka ajaran ini berdasarkan informasi dari mulut ke mulut. Terlebih, kata Sujarwo, mereka melakukan ritual secara sembunyi-sembunyi dan sangat mencurigakan.
Menurut mereka, tokoh yang membawa dan menyebarkan ajaran ini adalah Hery dan Ahyari.
Untuk menghindari kesimpangsiuran kabar dan mengurai lebih jauh tentang ajaran itu, sejumlah anggota Tim Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat Lebak, Banten, menyambangi kediaman Ahyari. Tujuannya mengorek informasi langsung dari tokoh yang dituding warga sebagai penyebar ajaran tersebut.
Namun, Ahyari tak ada di rumah. Tim pengawas hanya bertemu dengan Ammah, istri Ahyari. Ammah mengaku hanya sempat dua kali mengikuti ajaran suaminya. "Menurut Ahyari, ritual itu hanya sebuah doa. Tapi, kata Hery, itu adalah cara sembahyang," ujar Ammah.
Lantaran caranya tidak masuk di akal, Ammah segera keluar dari ajaran tersebut. Meski untuk itu, dia terpaksa harus bertengkar dengan suaminya. "Hery juga marah-marah karena saya tidak mau diajak ke jalan yang benar," kata Ammah.
Tim kemudian melanjutkan penelusuran ke kediaman Heri yang juga dituduh warga memiliki peran sebagai penyebar ajaran. Tapi, lagi-lagi mereka tidak menemukan orang yang dicari. Petugas hanya diterima Titin, istri Heri.
Kepada Titin, mereka juga meminta ditunjukan cara salatnya. Lebih mengejutkan lagi, Titin juga mempraktikan cara mandi dengan menggunakan air kelapa. Menurut dia, ini adalah cara suaminya dan Ahyari membaiat para pengikutnya.
Hingga kini keberadaan Ahyari dan Heri belum terlacak. Petugas Kejaksaan Negeri Rangkasbitung yang secara khusus ditugasi Zul Ardi, Kajari Rangkasbitung, mengawasi keberadaan mereka juga tak membawa hasil. Menurut Inspektur Dua Dadang Suherman, anggota intel Kepolisian Resor Lebak Banten, keduanya memang jarang di rumah dan selalu berpindah-pindah. "Sehingga kami kesulitan memanggil atau menjemput yang bersangkutan," kata Dadang.
Berdasarkan data sementara yang berhasil dikumpulkan tim, ajaran ini menyebut dirinya sebagai ajaran Islam sejati. Namun, keberadaan aliran ini sempat dipertanyakan Majelis Ulama Indonesia Banten. Lembaga ini mempertanyakan soal salat yang menghadap empat arah mata angin dan itu dilakukannya hanya tiga kali dalam sehari, yakni Dzuhur, Maghrib, dan Subuh.
Lantaran dianggap menyimpang, menurut Baijuri, Wakil Ketua MUI Lebak, Banten, secara resmi MUI Banten sejak pertengahan Mei 2007 mengeluarkan fatwa sesat untuk paham aliran itu. Apalagi kehadiran aliran Islam sejati di daerah ini menjadi kontras dengan keyakinan sebagian besar penduduk yang beragama Islam.
Sementara itu, meski dituding sesat dan menyimpang Ammah tidak merasa tersudut. Kini dia lebih peduli dengan tujuh anak dan dua cucunya. "Saya juga tidak tahu yang namanya Islam sejati. Ketemunya juga di koran," kata Ammah.(IAN/Tim Derap Hukum/liputan6)
__________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
Alkohol, diduga sebagai salah satu penyebab kematian sebagian besar warga Australia. Fakta ini berdasarkan catatan selama puluhan tahun
Hidayatullah.com--Polisi Australia yang melakukan penyelidikan kasus pembunuhan di negeri itu mengatakan Senin bahwa minuman beralkohol adalah salah satu penyebab utama kematian yang berkaitan dengan kekerasan.
Dari hasil penyelidikan ditemukan berata eratnya hubungan antara minuman beralkohol dengan kematian akibat kekerasan yang berhasil dicatat dalam penyelidikan selama sepuluh tahun berdasarkan laporan otopsi yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Minuman Alkohol dan Obat-obatan.
Hal -hal yang terjadi pada saat anda berada dalam pengaruh minuman beralkohol dan atau obat-obatan biasanya tidak terjadi pada saat anda dalam keadaan sadar seratus persen, kata Profesor Darke.
Biasanya orang tidak akan melakuan satu tindakan atau salah sangka atau salah interpretasi dan kemudian memulai perkelahian yang berakhir dengan kematian.
Tragedi dari 485 kasus pembunuhan yang disebabkan oleh tindakan kekerasan ditemukan alkohol menjadi penyebab kematian sebagian besar dari mereka.
Hampir sebanyak 66 persen dari korban pembunuhan ditemukan dibawah pengaruh obat-obatan atau alkohol.
Separuh dari korban kejadian kekerasan dalam rumah tangga berada dibawah pengaruh alkohol.
Tak jarang kondisi dari penyebab kematian cukup mengejutkan dan alkohol adalah penyebab dari aksi kekerasan yang menimbulkan perkelahian, kata Darke.
Umum terjadi sepasang suami istri baru pergi minum-minum diluar dan setibanya di rumah mereka berselisih paham kata Darke.
Karena keduanya atau salah satu diantara berada dibawah pengaruh alkohol akibatnya membawa salah satu diantaranya ke akses benda tajam yang ada didalam dapur dan akhirnya nyawa seseorang berakhir di ujung pisau.
Hasil penelitian tersebut menjadi sesuatu yang mengejutkan, karena alkohol adalah penyebab utama kecelakaan di jalan raya.
Sebanyak 25 persen pejalan kaki yang menyeberang ditabrak dan meninggal dunia di jalan raya oleh pengemudi yang memiliki kandungan alkohol yang cukup tinggi di dalam darahnya.
Menurut Darke, manusia sebaiknya menyadari bahwa minum minuman yang beralkohol adalah sangat berbahaya apalagi kalau sampai mabuk yang seringkali membawa kepada tingkah laku yang berbahaya bagi diri orang lain dan juga bagi dirinya sendiri.
Pesan yang dapat kita petik dari hasil penyelidikan tersebut ialah, bahwa seseorang mengambil risiko yang tinggi pada saat mereka minuman yang mengandung alkohol atau mengkonsumsi obat-obatan yang dapat mengurangi tingkat kesadaran mereka, sehingga mereka dapat berbuat sesuatu yang berbahaya bagi orang di sekitar mereka termasuk bagi diri mereka sendiri. [dpa/ant/www.hidayatullah.com]
__________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
Following the Council of Europe's recent decision regarding the prohibition on the teaching of the fact of Creation in schools, a second issue to take its place on the agenda was the European Court of Human Rights (ECHR) ruling on 9 October that religious classes in Turkish schools were a violation of the right to education. Under this ruling, various changes need to be made to the way religion is taught in Turkish schools and, according to the ECHR, religious classes should even be prevented in some way.
In fact, the changes referred to here have no other aim than to entirely do away with religious education, to turn young people away from belief in Allah (God) and to instill a materialist mindset in them. The decision to ban the teaching of Creationism in schools under the Council of Europe decision taken in early October has the same objective. The fact that the report in question maintains that only the theory of evolution should be permitted on the curriculum clearly reveals the concern that students who learn about the fact of Creation will not grow up to be materialists. This is why Creationism has been portrayed as a threat for Europe and the above decision was taken. The same state of affairs applies to the religious classes currently provided in Turkey. Uneasy at students learning about Islam and turning away from the idea of materialism, Europe has this time encouraged the ending of religious instruction in schools under a variety of pretexts. Europe's endeavors are obvious; it has declared war on belief in Allah and Islam.
There is no doubt that the reason for all this is the revelation to the entire world that Darwinism, and its supporter materialism, are both deceptions. Darwinist and materialist circles have panicked in the face of Harun Yahya's Atlas of Creation, which demonstrates that life forms today are exactly the same as their ancestors that lived in the past. They have realized that they will no longer be able to propagate that deception in the way they have for the last 150 years. The world has now come to see that Darwin's theory of evolution is a terrible lie. Materialist philosophy, which encourages irreligion, is now in its death throes and in the 21st century mankind will be freed from such deceptions, Allah willing, and return to the true purpose behind its creation. Terrified and astonished by this realization, Darwinist-materialist circles are now attempting to take precautionary measures against this extraordinary rise. But what is done is done, and all the world now knows about the Darwinist deception. School students are now waging their own campaigns against Darwinism and refusing to learn about this fraud.
What Darwinist-materialist circles want is to form an irreligious society, with no traces of belief in Allah. The fact is, however, that this irreligious society will further encourage moral degeneration, increase the war, slaughter and rebellion that accompany irreligion, and inflict disaster on all mankind. What needs to be done is to encourage people, especially the young, to adopt religious moral values rather than turning them away from religion and encouraging materialist philosophy.
The reason for the panic being experienced by European Darwinist circles is crystal clear: They have realized that Creation is the sole fact, of which the whole world is now aware. They imagine that they will be able to put an end to this progress by banning religious classes and removing Creationism from the curriculum. They are convinced they will emerge victorious from this war they have declared against belief in Allah. (Surely Allah is beyond that.) They want to believe that Darwinism will be embraced and accepted, even though they are well aware that this will never happen. A false religion or a lie manufactured in opposition to belief in Allah has no way of survival. Almighty Allah reveals as much in His verses:
Rather We hurl the truth against falsehood and it cuts right through it and it vanishes clean away! Woe without end for you for what you portray! (Surat al-Anbiya', 18)
He sends down water from the sky and river-beds fill up and flow according to their size, and the floodwater carries with it an increasing layer of scum; a similar kind of scum comes from what you heat up in the fire, when you desire to make jewelry or other things. That is how Allah depicts the true and the false. As for the scum, it is quickly swept away. But as for that which is of use to people, it remains behind in the ground. That is a metaphor which Allah has made. (Surat ar-Ra'd, 17)
With the definitive collapse of Darwinism, the influence of Darwinists is much weaker than it once was. The rise of Islamic moral values is a promise made by Allah and will, by His leave, become a reality. The portents of this can be seen all across the world. His true religion has, by Allah's will, overcome. Darwinists are no longer able to mislead people. Europe's hostility towards Islam will change nothing. By Allah's leave, as with every heretical idea that has ever opposed Islamic moral values, this latest counter-attack, too, will merely result in a further strengthening of the Islamic faith.
__________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
Dunia Islam Oleh : Redaksi 02 Nov 2007 - 3:20 pm Suhu politik Denmark kembali menghangat. Penyulutnya adalah partai ultra kanan yang memainkan kartu fobia Islam dalam kampanyenya.
Semua bermula saat Partai ultra-kanan Denmark, Partai Rakyat Denmark (Denmark People's Party/DPP), berniat menggunakan gambar Nabi Muhammad SAW dalam kampanye pemilu legistlatif. Dalam pernyataan yang dikeluarkan Kamis (25/10), DPP mengatakan tindakan ini sebagai wujud pembelaan bagi kebebasan berekspresi.
Juru bicara DPP, Kim Eskildsen, mengatakan keputusan itu bukan sebuah keputusan kontroversial. Eskildsen mengatakan PPD akan mengedepankan nilai-nilai Denmark, seperti toleransi dan kebebasan berekspresi, dalam kampanyenya menyambut pemilu legislatif yang akan digelar 13 November mendatang.
Untuk kepentingan ini, DPP telah membuat serangkaian gambar berdasarkan sejumlah tema. Partai ini kemudian memutuskan memilih gambar Nabi Muhammad SAW sebagai ilustrasi yang dinilai pas untuk mengkampanyekan kebebasan berekspresi. Dalam gambar tersebut, Nabi Muhammad digambarkan sebagai seorang lelaki dengan mengenakan sorban.
DPP meyakini pemilihan gambar tersebut merupakan salah satu cara untuk menjelaskan krisis yang mengguncang Denmark menyusul dimuatnya serial kartun Nabi Muhammad oleh Harian Jyllen Postend dua tahun silam, yang menuai protes internasional. PPD melihat kejadian itu merupakan ancaman bagi nilai-nilai kebebasan berekspresi.
Tiga hari kemudian, tokoh-tokoh Muslim negara itu bersuara. Intinya, mereka juga akan menggunakan hak suaranya untuk tidak memilih partai itu dalam pemilu. Kami juga menyerukan agar umat Muslim Denmark tidak terpengaruh provokasi kekanak-kanakan DPP, jelas Abdul Wahid Pederson, imam keturunan Denmark, seperti dikutip Islamonline.
Saat dia berbicara, poster yang dimaksud DPP sudah mulai digeber. Iklan partai itu berupa lukisan tangan pria bersorban, menggambarkan Rasulullah Muhammad SAW. Keterangan di bawahnya berupa kalimat Denmark menjunjung tinggi kebebasan berbicara, bukan penyensoran dan Kami menjunjung tinggi nilai-nilai Denmark.
Ada 12 gambar yang semuanya mencontek gambar poster Nabi Muhammad SAW yang pernah dipublikasi Harian Jyallands Posten tahun 2005 lalu. Rencananya, poster-poster itu akan disebar ke seantero Denmark. Menurut Pederson, reaksi berlebihan tidak akan menguntungkan umat Islam Denmark. Mereka membutuhkan strategi cerdas untuk menjawab hal itu. Mari kita gunakan provokasi itu menyusun agenda langkah kita ke depan, ujarnya.
Qasim Sayed Ahmed, juru bicara Islamic Waqfs Denmark, menyatakan, langkah DPP adalah langkah murahan menjaring suara. Kartu fobia Islam kembali dimainkan untuk tawar-menawar politik, ujarnya. Dan, political gain lah yang akan dimainkan umat Islam Denmark. "Kami menjawabnya dengan memobilisasi umat untuk memilih dalam pemilu, dan tentu suara kami tidak akan ke sana, ujarnya. "Kita sudah tahu mana pilihan yang terbaik bagi kami dan masa depan Denmark Menurut rencana, pemilu legislatif Denmark akan digelar pekan depan. Pemilu ini untuk memilih 179 anggota parlemen (Folketinget) untuk masa kerja selama empat tahun. DPP adalah partai ketiga terbesar di Denmark.
Muslimah Politisi Kendati tak terang-terangan menyebut ke partai mana mobilisasi umat Muslim diarahkan, namun agaknya partai sayap kiri Unity List yang bakal dipilih. Partai ini jauh-jauh hari menyodorkan pilihan berani, mengusung Muslimah berjilbab sebagai salah satu kandidat anggota parlemen.
Dia adalah Asmaa Abdol-Hamid, presenter televisi berusia 25 tahun. Asmaa sendiri berhasil menarik simpati tak hanya umat Muslim tapi juga publik Denmark. Dia presenter yang tangkas dan kritis.
Ketika ide pembuatan poster baru terlontar, ia menyindirnya dengan memelesetkan slogan DPP menjadi Denmark menjunjung tinggi kebebasan berbicara, bukan kekonyolan. Asmaa sendiri mengaku dirinya tak begitu terpengaruh dengan ide kampanye DPP.
Saya optimis, ujarnya. Apalagi platform partainya mengusung tema keadilan sosial dan penolakan isu rasisme. Islam adalah agama terbesar kedua di Denmark setelah Kristen Protestan. Angka resmi menyebut jumlah penganut Islam di negara itu sekitar 200 ribu orang. tri/islamonline/RiOL
__________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
Penyiar AS terkenal yang pernah on air di lebih dari 300 stasiun radio AS dan diikuti oleh jutaan rakyat AS setiap pekannya, melontarkan serangan kasar terhadap Islam. Ia menghina kaum Muslimin secara terus terang dengan ungkapan yang belum pernah dilakukan dalam sejarah inofmasi dan pers Amerika. Ia menyerukan agar kaum Muslimin membuang agamanya di belakang dan menyerukan agar kaum Muslimin diusir dari Amerika. Publik Mulism AS pun berang dan menuntut agar iklan-iklan bisnis yang ada dalam siarannya, dihentikan.
Dia adalah Michael Savage. Penyiar sekaligus reporter terkenal dalam acara "The Savage Nation". Michael Savage mengatakan, "Saya takkan membiarkan isteri saya mengenakan jilbab. Saya takkan membiarkan anak perempuan saya memakai cadar. Saya takkan shalat menghadap Makkah. Silahkan kalian mati saja bila ungkapan ini tidak mengejutkan kalian Setelah ini saya takkan mau mendengar lagi tentang Islam. Saya tidak mau mendengarkan orang bicara tentang Islam. Pergilah kalian dengan agama kalian dan letakkan agama kalian di belakang. Saya sudah bosan dengan kalian. "
Meskipun kaum Muslimin Amerika kerap mendapat cacian, penghinaan dan provokasi yang buruk, tapi ungkapan-ungkapan Savage merupakan cacian yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan dianggap yang paling keras. Terlebih ungkapan itu ia sampaikan dalam siaran yang didengarkan oleh telinga anak-anak, dan jutaan orang Amerika yang mendengarkan siaran Savage setiap pekan.
Cacian Savage terhadap Islam dilakukan secara live pada tanggal 29 Oktober 2007 melalui radio itu dilanjutkan dengan perkataannya, "Apakah Islam itu agama? Ulama apa yang hidup dan kalian memberi izin kepada mereka untuk masuk ke sini dan ke sana dengan membawa Al-Quran di tangan mereka. Itu buku kebencian. Jangan kalian katakan kepada saya, bahwa saya perlu mengulang kembali informasi yang saya terima. Mereka harus diusir. Saya tidak perlu mengevaluasi pengetahuan saya. "
Savage juga mengkritik keras pemerintah AS yang mengizinkan kaum Muslimin masuk ke wilayah AS. Lalu ia mengatakan, "Al-Quran bukanlah jaminan untuk kebebasan. Tapi Al-Quran adalah dokumen penghambaan dan perbudakan. Al-Quran mengajarkan kalian bahwa kalian itu adalah budak. "
Umat Islam yang mendengarkan radio dan kalangan non muslim, telah bergerak melaporkan perbuatan tidak menyenangkan itu kepada Organisasi HAM agar segera menyampaikan tuntutan. Kaum Muslmimin antara lain meminta seluruh perusahaan yang turut memasang iklan pada acara Savage, agar menyetop kontraknya karena ungkapan kasar dan sangat tidak sopan terhadap Islam dan keberadaan umat Islam di AS. (na-str/iol/eramuslim)
__________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
Kepalsuan ajaran Gereja terbongkar bersama ayat-ayat palsu yang dinisbahkan kepada Daud, Yohanes, Yesus, dan sebagainya. Misteri nabi Muhammad dalam Bible (alkitab) akhirnya berhasil dibongkar melalui penelitian yang dilakukan oleh seorang mantan pastur, Prof.David Benjamin Keldani, berjudul Menguak Misteri Muhammad.
Prof. David Benjamin Keldani adalah seorang mantan pastur Katholik Roma sekte Uniate-Chaldean. Ujarnya: "Kepindahan saya ke Islam tak lain karena hidayah Allah. Tanpa bimbingan-Nya, semua pengetahuan, penelitian untuk menemukan kebenaran ini mungkin hanya akan membawa kepada kesesatan. Begitu saya mengakui keesaan mutlak Tuhan, maka nabi Muhammad SAW pun menjadi pola sikap dan perilaku saya
David Benjamin Keldani David Benjamin Keldani lahir pada tahun 1867 di Urmia, Persia. Setelah masuk Islam, David Benjamin Keldani mengganti namanya menjadi Abdul Ahad Dawud. Ia adalah seorang mantan pendeta katolik Roma dari sekte Uniate-Khaldean. Ia mengenyam pendidikan sejak kecil dikota itu. Dari 1886-1889 (3 tahun) ia menjadi staf pengajar Arbischop of Canterbury's Mission untuk Assyrian (Nestorian) Christians di Urmia.
Penobatan sebagai pendeta dan perjalanannya Pada tahun 1892, ia diutus oleh Kardinal Vaughan ke Roma. Disana ia mempelajari filsafat dan teologi pada Propaganda Fide College, dan pada tahun 1895 dinobatkan sebagai pendeta. Pada tahun 1892 ia menulis serangkaian artikel di The Tablet tentang "Assyria, Romawi, dan Canterbury"; dan juga pada Irish Record tentang "keotentikan Pentateuch". Pentateuch adalah lima kitab perjanjian lama yang terdiri atas Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Ia mempunyai beberapa terjemahan Ave Maria dalam bahasa berbeda-beda yang diterbitkan di Illustrated Catholic Missions.
Ketika berada di Istanbul, dalam perjalanannya ke Persia pada tahun 1895, ia menulis serangkaian artikel panjang tentang "Gereja-Gereja Timur" dalam bahasa Inggris dan Perancis di surat kabar harian yang terbit disana dengan nama The Levant Herald. Pada tahun 1895, ia bergabung dengan French Lazarist Mission di Urmia, dan terbit untuk pertama kali dalam sejarah misi itu sebuah majalah berkala dalam bahasa Syria yang bernama Qala-la-Syara (Suara Kebenaran).
Pada tahun 1867, ia diutus oleh dua uskup besar Uniate-Khaldean dari Urmia dan Salmas untuk mewakili Katolik Timur pada Kongres Ekaristi yang diselenggarakan di Paray-le-monial, Perancis, dibawah pimpinan Kardinal Perraud. Tentu saja, ini adalah undangan yang resmi. Makalah yang dibacakan di kongres oleh Benjamin disiarkan dalan Tawarikh Kongres Ekaristik dan disebut disebut "Le Pellerin". Dalam makalah ini, Khaldean Arch-Priest (begitu gelar resminya) menyesalkan sistem pendidikan Katholik dikalangan Nestorian, dan meramalkan kemunculan yang sudah dekat dari pendeta Rusia di Urmia.
Pada tahun 1888, Benjamin kembali lagi ke Persia. Di kampung halamannya, Digala, sekitar 1 mil dari kota, ia membuka sekolah gratis.
Tahun berikutnya ia dikirim oleh otoritas Gereja untuk memimpin Keuskupan Salmas, dimana konflik yang tajam dan berbau skandal antara Uskup Besar Uniate, Khudabash, dan para Bapa Lazarist yang sudah berlangsung lama telah mengancam terjadinya perpecahan.
Khotbah terakhir Pada tahun 1900, Bapak Benjamin menyampaikan khotbah terakhirnya dan patut dikenang dihadapan banyak sekali jemaat, termasuk orang Armenia yang non-Katholik dan lain-lainnya, didalam Katedral Khorovabad St. George, Salmas. Pokok bahasan sang pengkhotbah adalah "Abad Baru dan Manusia Baru". Ia mengingatkan kepada fakta bahwa misionaris Nestorian, sebelum munculnya Islam, telah mengabarkan ajaran-ajaran Yesus (injil) diseluruh Asia; Bahwa mereka memiliki banyak lembaga di India (khususnya pantai Malabar), di Tartar, Tiongkok, dan Mongolia; dan bahwa mereka menerjemahkan kitab Injil kedalam bahasa Turki, Uighur, dan bahasa-bahasa lainnya; Bahwa misi-misi Katholik, Amerika, dan Anglikan, meskipun mereka telah melakukan sedikit kebaikan untuk bangsa Assyro-Khaldean melalui pendidikan dasar, telah memecah bangsa itu di Persia, Kurdistan, dan Mesopotamia menjadi banyak sekali sekte yang bermusuhan; dan bahwa upaya-upaya mereka ditakdirkan untuk menyebabkan keruntuhan yang terakhir. Konsekuensinya, ia menganjurkan kepada orang-orang pribumi untuk melakukan pengorbanan agar dapat berdiri diatas kaki sendiri sebagai manusia sejati, dan tidak tergantung pada misi-misi asing, dan sebagainya.
Ucapan-ucapannya menyinggung para misionaris. Khotbah ini segera mendatangkan Delegasi Apostolik, Mgr. Lesne dari Urmia ke Salmas. Ia tetap menjadi teman yang terakhir bagi Benjamin. Mereka berdua kembali ke Urmia. Sebuah misi Rusia baru sudah diadakan di Urmia sejak tahun 1899. Kaum Nestorian dengan antusias memeluk agama Tsar untuk seluruh Rusia.
Lima misi yang besar dan angkuh (Amerika, Anglikan, Perancis, Jerman, dan Rusia) disertai universitas-universitas mereka, pers yang didukung oleh kalangan agamawan yang kaya, para konsul dan duta besar, berusaha keras mengajak sekitar 100.000 orang Assyro-Khaldean untuk pindah dari Bid'ah Nestorian ke salah satu dari lima bid'ah itu. Tetapi misi Rusia segera melampui misi-misi lainnya, dan misi inilah pada tahun 1915 mendorong bangsa Assyria dari Persia dan juga suku-suku pegunungan Kurdistan, yang kemudian pindah ke Salmas dan Urmia, untuk angkat senjata melawan pemerintah mereka masing-masing. Hasilnya adalah separuh pengikutnya lenyap dan sisanya terusir dari kampung halaman mereka.
Berpindah agama Pertanyaan besar yang sudah lama berkecamuk dalam benak pendeta ini sekarang mendekati klimaksnya: "Apakah agama Kristen, dengan banyak sekali bentuk dan warnanya, dan dengan naskah-naskah sucinya yang tidak otentik, palsu, dan menyimpang, adalah agama Tuhan yang sejati?"
Pada musim panas tahun 1900, ia pensiun dan tinggal di villa mungilnya ditengah-tengah kebun anggur dekat air mancur Challi Boulaghi yang terkenal di Digala, dan disana selama sebulan ia habiskan waktunya untuk sembahyang dan meditasi, membaca berulang-ulang naskah-naskah suci dalam teks-teks aslinya. Krisis pun berakhir dengan pengunduran resmi yang dikirimkan ke Uskup Agung Uniate, Urmia, dimana ia secara terbuka menjelaskan kepada Mar (Mgr.) Touma Audu mengenai alasan-alasan dia melepaskan fungsi kependetaannya. Segala upaya yang dilakukan oleh otoritas kependetaan untuk membatalkan keputusannya sia-sia belaka. Tidak ada perselisihan atau permusuhan pribadi antara Benjamin dan para atasannya.
Selama beberapa bulan Mr. Dawud begitulah panggilannya sekarang dipekerjakan di Tibriz sebagai inspektur di Kantor Pos dan Bea Cukai Persia dibawah para ahli Belgia. Kemudian ia ditugaskan sebagai guru dan penerjemah Putera Mahkota Muhammad Ali Mirza.
Pada tahun 1903, sekali lagi ia mengunjungi Inggris dan disana ia bergabung dengan komunitas Unitarian. Pada tahun 1904 ia dikirim oleh British and Foreign Unitarian Association untuk menangani masalah pendidikan dan penerangan ditengah masyarakat desanya. Dalam perjalanan menuju Persia ia mengunjungi Istanbul; dan setelah mengadakan beberapa wawancara dengan syeikh Islam yang bernama Jamaluddin Effendi dan beberapa ulama lainnya, ia memeluk agama Islam. (dari wikipedia)
Sejarawan terkemuka di AS yang pernah memenangkan hadiah Pulitzer, Profesor Herbert Bix menilai, negara AS di bawah pemerintahan Presiden George W. Bush hampir sama dengan Jepang ketika di bawah kepemimpinan Kaisar Hirohito.
"Keganasan Amerika saat ini di Irak dan di mana saja, tanpa harus menyebut ancaman perang pemerintahan Bush terhadap Iran, sangat jelas merupakan replika dari pemerintahan imperialisme Jepang pada masa ketika para pemimpin pemerintahan negara itu tidak mempedulikan hukum internasional dan lebih mengedepankan diplomasi kekuatan senjata, " papar Bix di sela-sela kunjungannya ke Jepang.
Hirohito adalah kaisar Jepang yang ke-124 dan memerintah dari tahun 1926 sampai 1989. Selama pemerintahannya sampai ia wafat, Hirohito tidak pernah dituntut atas peperangan yang dilakukannya.
Di bawah kepemimpinan Hirohito, militer hampir menguasai semua kekuatan politik di Negeri Matahari Terbit itu, dan membawa Jepang ke kancah Perang Sino-Jepang Kedua (1937-1945) dan Perang Dunia II.
Sosok Bush hampir sama dengan Kaisar Hirohito, terutama dalam kebijakannya yang lebih mengedepankan kekuatan militer. Bedanya, Bush mengobarkan perang dengan memakai alasan memberantas terorisme, pasca serangan 11 September 2001 di New York, AS. Lewat kampanye Perang Melawan Teror, Bush menginvasi Afghanistan, kemudian Irak. Dan sekarang mengancam akan menyerang Iran, dengan dalih Iran sedang mengembangkan persenjataan nuklir. Padahal, semua tuduhan Bush untuk melancarkan perangnya ke dunia Islam, tidak pernah terbukti.
Bix juga membandingkan pemboman-pemboman dan kekerasan yang dilakukan AS di Irak dan Aghanistan dengan kejahatan-kejahatan yang dilakukan Jepang pada masa perang.
"Kejahatan perang yang dilakukan AS sudah diinstitusionalkan, seperti yang pernah dilakukan Jepang, " tukas Bix.
Ia melanjutkan, "Di Amerika sekarang ini, penyiksaan bukan hanya standar yang digunakan dalam medan pertempuran yang mereka sebut untuk memberantas terorisme, tapi penyiksaan itu sudah menjadi semacam perayaan yang populer dalam budaya AS. Ini dibuktikan dalam '24', nama program televisi di mana seorang pahlawan melawan skenario bom yang bakal meledak, yang didisain untuk membenarkan penyiksaan. "
Profesor Bix memenangkan hadiah Pulitzer tahun 2001 untuk buku biografi Hirohito yang ditulisnya. Saat ini ia mengajar sejarah dan sosiologi di Bingmiham University, New York. (ln/iol/earmuslim)
__________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com