Rabu, 24 Oktober 2007

Dinasti Bush Ternyata Berdarah Yahudi

Oleh : Redaksi 24 Oct 2007 - 4:00 pm

imageimageMasih ingat dengan tulisan "George W Bush Sudah Lahir di Tahun 1796"? Yang dimuat di rubrik ini pada 1 Juni 2007? Kala itu tertulis bahwa di tahun 1796 atau 20 tahun setelah The Founding Fathers Amerika Serikat menandatangani Deklarasi Kemerdekaan AS, moyang dari Presiden AS George Walker Bush dilahirkan. Dia bernama George Washington Bush. Sama-sama George W Bush.

Michael Collins Piper, seorang kolumnis independen Amerika dan termasuk salah satu pengecam gerakan Zionisme, di dalam karyanya "Jerusalem Baru: Kuasa Zionis di Amerika" (edisi Malaysia diterbitkan Saba Islamic Media), mengutip penemuan Shalom Goldman, seorang Profesor Madya dalam kajian Ibrani dan Timur Tengah University Emory, yang mengatakan bahwa George Washington Bush merupakan moyang dari George Walker Bush.

"George Washington Bush yang dilahirkan pada 12 Juni 1796 dan meninggal dunia ada 19 September 1859 merupakan seorang profesor dan penulis buku 'The Life of Muhammad', sebuah pertama terbitan Amerika yang menyerang Islam, " demikian Goldman.

Goldman yang juga berdarah Yahudi ini juga menegaskan bahwa Profesor Bush merupakan pelopor atau perintis lahirnya kelompok Zionis-Kristen Amerika yang sekarang menguasai Gedung Putih dan Pentagon. "Profesor Bush sangat akif mendukung Zionisme di Amerika dan berperan penting di dalam mengirimkan orang-orang Yahudi Diaspora ke Tanah Palestina, " lanjutnya.

imageWikipedia menulis, "Selain sebagai akademisi dan penulis, Profesor Bush juga seorang sarjana Alkitab, penginjil, dan seorang kontroversial. Dia lulus dari Dartmouth College di tahun 1818 dan masuk Princeton Theological Seminary. Bush ditahbiskan di Salem Presbytery, Indiana, tahun 1825 dan menjadi pendeta di sebuah gereja Indianapolis, sebah gereja yang dipandang sangat liberal pada masanya. " Dari tahun 1831 hingga 1847, Bush menjadi Professor dalam kajian Ibrani dan Timur Tengah di New York University.

Di tahun 1845 Bush memperlihatkan dukungannya secara terang-terangan terhadap lobi Zionis di Amerika dengan berpindah gereja dan masuk ke dalam General Church of the New Jerusalem. Bush dengan cepat meraih popularitas dan dijadikan juru bicara gereja tersebut, termasuk di dalam majalah yang diterbitkan oleh gereja (New Church Review) dan The Hierophant, sebuah majalah yang sangat dokriner. Inilah sosok salah satu moyang dari Presiden Amerika George Walker Bush. Jadi, tidaklah mengherankan jika sikap dan kelakuan Presiden AS ini sangat pro-Zionisme dan sangat anti-Islam, karena moyangnya pun nsudah demikian.

Itulah sekilas tentang moyang Dinasti Bush. Namun ternyata ada penemuan lain sekitar asal-muasal Dinasti Bush yang tak kalah penting untuk diketahui.

Texe Marrs
imageimage Texe Marrs, seorang peneliti masalah-masalah Illuminati dan Zionis berkewarganegaraan Amerika Serikat, dengan susah payah berusaha menelusuri jejak sejarah Dinasti Bush selama bertahun-tahun. Dalam penelusurannya, Marrz menemui banyak sekali data yang mengagetkan terkait salah satu dinasti berpengaruh di Amerika ini. Salah satunya seperti yang dituangkan dalam satu artikel berjudul "George W. Bush, Zionis Double Agent, American Traitor" (George W. Bush, Agen Ganda Zionis, Pengkhianat Amerika).

Dalam artikel yang halamannya ditulisi sebagai "Exclusive Intelligence Examiner Report", di awal artikelnya, Marrz mencantumkan dua kutipan: satu dari Hillaire Belloc dalam bukunya Cultural Warrs (Sept 2000) yang menyatakan, "Seseorang sudah bisa dicap anti-Semit jika mengatakan bahwa orang Yahudi itu adalah Yahudi" dan satunya lagi dari Injil Yohannes 20:19 yang berbunyi, "Then... When the doors were shut where the disciples were assembled for fear of the Jews, came Jesus and stood in the midst, and saith unto them, Peace be unto you. "

Dalam artikelnya, Marrs yang beragama Kristen ini menulis bahwa mantan Presiden AS George Herbert Bush dan juga puteranya, George Walker Bush, demikian pula Jebb Bush, adik kandung George Bush Junior yang menjadi Gubernur Florida, merupakan para pelayan dan pembantu kepentingan Zionisme. Marrs awalnya ingin mengetahui akar kekristenan Dinasti Bush, namun yang didapat sungguh mengejutkannya.

Marrs mendapatkan sebuah dokumen yang dikeluarkan National Jewish Welfare Board, saat berlangsungnya perang revolusi Amerika Serikat melawan kolonialis Inggris, mencatat bahwa seluruh anggota Dinasti Bush ternyata berdarah Yahudi dan sengan sendirinya memeluk agama Yahudi. Mereka tercatat sebagai tentara dan juga pelaut Yahudi-Amerika. Ada yang bernama Mayor George Bush, Mayor Louis Bush, dan Mayor Solomon Bush. Nama-nama itu muncul di dokumen tersebut secara jelas. Dengan temuan ini, Marrs sangat yakin bahwa Dinasti Bush adalah sebuah dinasti Yahudi yang berpura-pura komit dengan kekristenannya guna mengelabui warga Amerika dan dunia pada umumnya.

Hubungan antara Dinasti Bush dengan pusaran elit Zionis Amerika juga sangat dekat, sehingga Marrs tanpa ragu menyatakan bahwa Dinasti Bush merupakan sebuah kelompok elit dalam lingkaran pusat kelompok Illuminati Amerika. "Berkedok sebagai penganut Kristen fundamentalis, Bush sebenarnya bekerja sepenuhnya untuk kepentingan Zionis-Yahudi, " tegas Marrs yang telah melakukan penelitian soal keluarga Bush selama enam tahun.

Buku 'Rahasia di Balik Penggalian Al-Aqsha' (Abu Aiman, 2007) yang juga mengutip artikel dari Texe Marrs menulis, "Sewaktu terpilih sebagai Presiden AS, George W Bush langsung melantik staf pertamanya untuk Gedung Putih, Ari Fleischer. Dia adalah seorang Rabbi dari sekte radikal Yahudi Lubavitch. Kemudian Bush juga mempertahankan posisi Allan Grenspan, seorang bankir Yahudi, sebagai Komisaris Federal Reserve, dan juga mengangkat seorang Rabbi Yahudi, Dov Zackheim, sebagai pengawas keuangan Pentagon!"

Lalu, Bush juga mengangkat Michael Chertoff sebagai ketua Dalam Negeri (Homeland Security). Padahal ia adalah ideolog Yahudi dan sangat benci kepada Kristen. Ayah Chertoff adalah seorang Rabbi dan tokoh radikal Yahudi di AS. Marrs bahkan menyamakan Chertoff sebagai Himmler-nya Amerika (Himmler merupakan ajudan Hitler yang sangat kejam).

"Saya tegaskan, saya telah meneliti latar belakang Dinasti Bush, termasuk dari faksi Rothschild, tanpa keraguan sedikit pun saya tegaskan kepada Anda bahwa Dinasti Bush dan George Walker Bush memang benar adalah Yahudi tulen. Seorang Yahudi berdasarkan keturunan, seorang Yahudi berdasarkan keyakinan. Hanya saja, mereka menyembunyikan itu dari publik dan memakai kedok sebagai keluarga Kristen yang taat. " (Rizki Ridyasmara/eramuslim)

Jewish Manipulation of World Leaders

With President Ronald Reagan
 

With the Bush´s

 
Australia - Prime Minister John W. Howard
 

Austria - President Thomas Klestil
 

Azerbaijan - President Heydar Alyev
  

Bulgaria - Prime Minister Simeon II


Canada - Prime Minister Jean Cretein
 

Fiji - President Ratu Josefa
 

France - President Jacques Chirac
   

France - Prime Minister Jean Pierre Raffarin
 

Germany - Chancellor Gerhard Schroeder
 

Germany - President Horst Kohler
   

Guatemala - President Alfonso Portillo
 

Kazakhstan - President Nursultan Nazarbayev
   

Lithuania - President Rolandas Paksas
 

Mexico - President Vicente Fox


Russia - President Vladimir Putin
   

Turkey - Defence Minister Vecdi Gunul
 

Ukraine - Prime Minister Viktor Yanukovych
 

Ukraine - President Viktor Yushenko


United States of America - President George W. Bush

[b]US "Presidents"
ruled by the Jewish power...



President Gerald Ford (1974-1977)


President Jimmy Carter (1977-1981)


President Ronald Reagan (1981-1989)
 

President George W. Bush (2001-Two Stolen Elections & Counting ...)

[b]US Senators & Congressmen
ruled by the Jewish power...



Congressman Tom Davis Jr. heads a Lubavitch Ceremony ...


Congressman Eric Cantor celebrates with representatives of Lubavitch.


Congressman Adam Schiff even dons a Yarmulke
to publicly declare his support for the Lubavitch Movement.


Senator Al Gore (Former Vice President) sits with
representatives of the Jewish Supremacist Movement, Lubavitch.


Senator Joseph Lieberman accepts an Award from
the Washington-Based Organisation, "Friends of Lubavitch" ...


Senator Bob Dole visits followers of the
extremist Orthodox Lubavitch Movement.

 
Even Senator Ted Kennedy can not avoid
representatives of this Jewish Supremacist group!
 
 
Senator Rudy Boschowitz at yet another Lubavitch Award
Ceremony (Note the picture of the racist "Rebbe" in the background...)


[b]US Governors & Mayors
ruled by the Jewish power...


 
Jeb Bush (Governor of Florida, and Brother of George W. Bush)
  meets with representatives of the Zionist Lubavitch Movement.
 
 
Newly elected Governor of California, Arnold Schwarzenegger,
receives a Jewish Menorah on the steps of the State Capitol,
again, from representatives of the Lubavitch Movement.
 
 
Governor Blagojevich flanked by Members of the
Jewish Supremacist Lubavitch Movement...
 

Former Mayor of New York, Rudi Giulliani gives a speech at a Lubavitcher
"Award" Ceremony (That's The "Rebbe" [i.e. Rabbi Schneerson:
Former Leader of the extremist Lubavitch Movement] in the painting behind him).
 

Governor of New York, George Pataki, at the same Lubavitcher "Award"
  ceremony. Inset: Hillary Rodham Clinton (Wife of Bill Clinton) was also in attendance
(Again, note picture of the racist "Rebbe" [i.e. "Teacher"] in the background).
 

Former Mayor of New York, Ed Koch meeting with the Rebbe himself.


Bush is a true Jewish and Zionist


Link :
- http://www.dejanlucic.net/Jewish%20Manipulation%20of%20World%20Leaders.html

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Selasa, 23 Oktober 2007

Situs PDS Hujat Shalat Umat Islam

Oleh : Fakta 23 Oct, 07 - 7:03 pm

image"DAMAI-SEJAHTERA," adalah nama yang bagus, indah dan tenteram dambaan setiap insan. Tapi sayang, kelakuan Partai Damai Sejahtera (PDS) dalam situsnya tak seindah namanya. Dalam salah satu forum di situs resminya, terdapat ratusan link website mancanegara yang menjajakan berbagai gambar bugil dan video adegan seks bebas (gara-gara hal ini link web forum PDS dihapus oleh servernya).

Apakah website kejorokan ini sesuai dengan nafas "damai dan sejahtera," sehingga informasi yang merusak itu bertengger dengan gagahnya di situs partai rohani tersebut?

Yang lebih berbahaya dan memicu permusuhan antar agama, dalam forum tersebut dimuat tulisan seorang member yang menamakan diri DPP PDS. Tulisan dengan bahasa preman yang kasar, arogan sarkasme dan bombastis ini sepenuhnya mengagung-agungkan agama Kristen sembari menghujat Islam sejadi-jadinya.

Beberapa hujatan yang terdapat dalam situs ini antara lain: Allah dalam Al-Qur`an mempunyai sifat yang plin-plan; Syariat Islam itu kejam, tidak adil dan ketinggalan zaman; Al-Qur`an bukan wahyu Allah yang benar; salah satu surat dalam Al-Qur`an aneh, tidak masuk akal dan kontradiktif; Islam tidak menjamin keselamatan surgawi; Al-Qur`an membenarkan kaum Muslim bersekutu dengan jin; Nabi Muhammad inkonsisten, tak percaya diri dan plin-plan; Nabi Muhammad memberikan peluang kepada umatnya untuk berbuat syirik kepada Allah dengan jin/iblis yang prakteknya antara lain untuk mendapat ilmu kebal, ilmu santet, ilmu pellet dll.

Ketika menghujat ibadah shalat, penulis berinisial DPP PDS itu menuding umat Islam shalat menyembah Tuhan yang berwujud batu hitam yang tinggal di dalam Kabah. Berikut kutipannya:

"Mulut umat Islam 5X komat-kamit, bahkan adakalanya dengan suara yang keras-lantang dibantu dengan loudspeaker pula, mengumandangkan "BAHWA TIADA TUHAN SELAIN ALLAH -LAILAHAILALLAH, DAN KEPADANYA SAJALAH MEREKA WAJIB SUJUD MENYEMBAH". Namun dalam beberapa saat kemudian mereka ruku dan sujud menyembah kepada Allah yang wujudnya sudah berubah menjadi BATU HITAM yang ada dalam bangunan yang diberi predikat BAITULLAH/KAABAH yang ada di Mekkah.

Mulut umat Islam selalu komat-kamit mengakui bahwa Allah itu pada satu titik yang bersamaan ada di mana-mana di setiap sudut dan penjuru dimensi dunia dan alam semesta ini, namun kenyataannya minimal 5X dalam sehari-semalam mereka menyembah Allah yang hanya berada di Mekkah dalam Kaabah dalam bentuk BATU HITAM."


Oknum DPP PDS ini sungguh tidak tahu etika bahasa. Bayangkan, umat Islam dalam shalat membaca doa-doa dan pujian kepada Allah dengan khusyu', tadharru' dan tawadhu'. Ini adalah ajaran ritual ibadah yang mulia. Tapi oleh penulis berinisial DPP PDS, hal itu dijuluki dengan kata yang buruk, yakni komat-kamit. Padahal kata ini hanya layak dipakai untuk para dukun yang sedang merapal mantra untuk tujuan tertentu yang dilakukan dengan bersekutu bersama setan. Seharusnya DPP PDS belajar bahasa yang baik Pepatah "bahasa menunjukkan bangsa" nampaknya sangat tepat bagi penulis hujatan di situs PDS ini. Kejelekan gaya bahasa menunjukkan keburukan akhlak dan wawasan orang yang bersangkutan.

Dalam penggalan dua paragraf tersebut, oknum DPP PDS melakukan banyak kekeliruan dan kebohongan.

Pertama, menyebutkan bahwa hajar aswad (batu hitam) berada di dalam Ka'bah. Ini adalah tudingan yang 'asal bunyi' tanpa ilmu. Karena hajar aswad itu menempel di salah satu pojok Ka'bah, bukan di dalam Ka'bah.

Kedua, menyebutkan bahwa Allah yang disembah umat Islam itu berwujud sebuah batu hitam yang hanya ada di Mekkah. Ini adalah anggapan yang sama sekali salah dan amat menggelikan. Silakan DPP PDS tanyakan kepada seluruh kaum muslimin, apa wujudnya Allah? Tak satupun umat Islam yang meyakini bahwa Allah itu wujudnya batu hitam, karena Al-Qur`an mengajarkan bahwa Allah itu berbeda dengan makhluk-Nya. "Laysa kamitslihi syay-un" (tidak ada sesuatu apapun yang menyerupai atau serupa dengan Allah).

"Tidak ada sesuatu apapun yang serupa dengan Dia (Allah)..." (Qs. As-Syura 11). "Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia (Allah)" (Qs. Al-Ikhlash 4).

Ketiga, udingan bahwa umat Islam musyrik karena shalat menyembah Ka'bah. Tudingan ini tak berdasar sama sekali, hanya didasarkan pada khayalan DPP PDS yang penuh dengan semangat kebencian dan antiislam. Dalam kenyataan, boleh ditanyakan kepada seluruh umat Islam, apakah mereka shalat menyembah Ka'bah? Tak satupun orang Islam yang shalat menyembah Ka'bah. Salah satu syarat diterimanya shalat adalah Ikhlas, yaitu beribadah kepada Allah secara murni tanpa ada tujuan lain sedikit pun. Umat Islam bukan menyembah Ka'bah, tapi menyembah Tuhan pemilik Ka'bah tersebut, sesuai dengan perintah Allah SWT: "Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah)" (Qs. Al-Quraisy 3).

DPP PDS harus bisa membedakan makna "arah" dan "tujuan". Ka'bah adalah kiblat atau arah menghadap bagi umat Islam dalam ibadah ritual shalat. Harus digarisbawahi, hanya sebagai arah, bukan sebagai tujuan ibadah dan penyembahan. Umat Islam tidak pernah dan tidak akan menyembah apapun selain Allah SWT. Umat Islam melakukan shalat menghadap kiblat itu pun dalam rangka ketaatan kepada Allah SWT yang telah memerintahkan umat-Nya untuk melakukan itu (Qs. Al-Baqarah 144).

Kiblat ke Ka'bah dalam shalat hanyalah arah yang ditentukan Allah sebagai pusat persatuan. Jika arah shalat umat Islam tidak ditentukan, maka akan terjadi kacau-balau. Sebagian ada yang menghadap ke barat, yang lain ke timur, ke selatan, ke utara, dan sebagainya. Untuk mempersatukan/menyeragamkan umat dalam beribadah kepada Allah SWT, maka umat Islam di manapun tinggal, diwajibkan menghadap ke satu arah yang sama yaitu kiblat ke Ka'bah.

Ada banyak fakta dan data yang secara otomatis membantah tudingan DPP PDS bahwa umat Islam menyembah Ka'bah:

Pertama, ika ada umat Islam berada dalam suatu tempat yang tidak diketahui arahnya, atau sedang duduk di dalam kendaraan yang jalannya berkelok-kelok, maka mereka boleh melakukan shalat dengan menghadap ke arah mana saja. Karena Allah berfirman: "Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui" (Qs. Al-Baqarah 115).

Kedua, tahun 930 sampai 951 hajar aswad pernah hilang dicuri dan disembunyikan oleh kaum Syi'ah golongan Ismailiyah Qarmathi. Apakah dengan hilangnya batu itu lantas umat Islam lantas heboh dan tidak shalat lagi karena hajar aswad sudah tidak ada? Meski hajar aswad pernah hilang, namun selama 21 tahun itu umat Islam tidak pernah libur shalat. Seandainya umat Islam itu shalat menyembah hajar aswad, maka selama 21 tahun itu mereka libur shalat. Tapi nyatanya tidak. Umat Islam tetap shalat menghadap kiblat, baik dengan ada batu ataupun tidak, karena esensi mereka ialah mematuhi perintah Allah bukan menghadap dan menyembah batu.

Ketiga, setelah batu hitam itu berhasil ditemukan kembali, batu itu sudah tidak utuh lagi. Ada pecahan di sana sini, sehingga volumenya sudah mulai berkurang. Dan batu hitam yang ada sampai sekarang pun itu sudah paduan antara batu hitam yang asli dengan yang imitasi. Tetapi anda lihat, apakah umat Islam heboh karena itu? Jawabnya: Tidak pernah! Sebab Tuhan yang disembah oleh umat Islam itu bukanlah batu tetapi Allah SWT. Batu boleh rusak dan hilang tetapi Allah (Tuhan mereka) tetap ada dan kekal sampai selama-lamanya.

Keempat pada masa Rasulullah SAW, para shahabat naik dan berdiri di atas Ka'bah ketika mengumandangkan azan (panggilan shalat). Sampai saat ini, bila para petugas juga naik dan berdiri di atas Ka'bah untuk mengganti Kisywah (kain kelambu penutup) Ka'bah. Ini juga bukti nyata bahwa tak seorang pun umat Islam yang menyembah Ka'bah. Andai kata mereka menganggap Ka'bah sebagai tuhan yang disembah, mana mungkin mereka berani naik, berdiri dan menginjak-injak Ka'bah?

Tuduhan memmber Kristen yang menamakan diri DPP PDS, bahwa umat Islam melakukan shalat untuk menyembah batu, betul-betul konyol dan tidak bermutu. Banyak sekali fakta-fakta yang secara otomatis dapat mematahkan hujatan dalam website resmi PDS itu. Antara lain:

Pertama,
jika berada dalam suatu tempat yang tidak diketahui arah mata anginnya, atau sedang duduk di dalam kendaraan yang jalannya berkelok-kelok, maka umat Islam boleh melakukan shalat dengan menghadap ke arah mana saja. Karena Allah berfirman:

"Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui" (Qs. Al-Baqarah 115).

Kedua, tahun 930 sampai 951 hajar aswad pernah hilang dicuri dan disembunyikan oleh kaum Syi'ah golongan Ismailiyah Qarmathi. Apakah dengan hilangnya batu itu lantas umat Islam lantas heboh dan tidak shalat lagi karena hajar aswad sudah tidak ada? Meski hajar aswad pernah hilang, namun selama 21 tahun itu umat Islam tidak pernah libur shalat. Seandainya umat Islam itu shalat menyembah hajar aswad, maka selama 21 tahun itu mereka libur shalat. Tapi nyatanya tidak. Umat Islam tetap shalat menghadap kiblat, baik dengan ada batu ataupun tidak, karena esensi mereka ialah mematuhi perintah Allah bukan menghadap dan menyembah batu.

Ketiga, setelah hajar aswad itu berhasil ditemukan kembali, batu itu sudah tidak utuh lagi. Ada pecahan di sana sini, sehingga volumenya sudah mulai berkurang. Dan batu hitam yang ada sampai sekarang pun itu sudah paduan antara batu hitam yang asli dengan yang imitasi. Apakah umat Islam heboh karena itu? Jawabnya: Tidak pernah! Sebab Tuhan yang disembah oleh umat Islam itu bukanlah batu tetapi Allah SWT. Batu boleh rusak dan hilang, tetapi Allah tetap ada dan kekal sampai selama-lamanya. Inilah bukti bahwa Allah bukan batu, dan batu tidak sama dengan Allah.

Keempat, dahulu pada masa Rasulullah SAW, para shahabat naik dan berdiri di atas Ka'bah ketika mengumandangkan azan (panggilan shalat). Mereka melakukan itu lima kali sehari. Rasulullah tak pernah menegur maupun melarangnya. Jika Ka'bah adalah Tuhan yang disembah oleh umat Islam, mana mungkin para shahabat ketika itu berani menginjak-injak Tuhannya?

Kelima, Sampai saat ini, para petugas juga naik dan berdiri di atas Ka'bah ketika mengganti Kisywah (kain kelambu penutup Ka'bah). Ini juga bukti nyata bahwa sampai saat ini dan sampai kapan saja tak seorang pun umat Islam yang menyembah Ka'bah. Andai kata mereka menganggap Ka'bah sebagai tuhan yang disembah, mana mungkin mereka berani naik, berdiri dan menginjak Ka'bah?

Keenam, ketika thawaf dengan menunggang seekor unta, Rasulullah SAW pernah tidak mencium hajar Aswad, melainkan menyentuhnya dengan tongkat beliau. (HR. Bukhari juz 2 nomor 677). Jika Nabi pada waktu hidupnya menyembah hajar aswad, mana mungkin beliau berani menyentuh Tuhannya dengan sebuah tongkat sambil duduk di atas unta? Teladan Nabi ini membuktikan bahwa beliau tidak menyembah hajar aswad.

Menghadap ka'bah ketika shalat, bukan berarti umat Islam menyembah ka'bah tersebut. Mereka melakukan ini semata-mata menjalankan aturan ibadah yang diperintahkan oleh Tuhannya (Qs. Al-Baqarah 144). Jadi, esensi qiblat umat Islam ketika shalat bukan karena batu hitam, melainkan ketundukan dan kepasrahan kepada Tuhan.

Ketundukan ini pula yang telah dilakukan oleh shahabat Umar RA ketika haji. Dalam hadits shahih dikisahkan bahwa beliau datang mendekati Hajar Aswad (batu hitam) lalu dia menciumnya dan berkata: "Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau ini batu yang tidak memberikan mudharat dan tidak pula mendatangkan manfaat. Jika aku tidak melihat Rasulullah menciummu, maka aku tidak akan menciummu pula" (HR Bukhari dari Abis bin Rabi'ah RA).

Kemudian oknum DPP PDS yang miskin bahasa itu melanjutkan hujatannya: "Apakah masuk di akal bahwa Allah yang adalah pencipta langit dan bumi beserta isinya, baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan, mempunyai RUMAH atau BAIT di dunia ini?... Yang benar adalah Alkitab, bahwa Allah tidak punya rumah di dunia ini..."

Sepenggal tulisan ini membuktikan bahwa oknum DPP PDS itu tidak memahami agama, baik agama Islam maupun Kristen. Bila memiliki wawasan yang cukup tentang kitab suci, dia tidak akan sesemberono itu. Sebab istilah Baitullah (rumah Allah) atau Bethel, bukan berarti rumah tempat tinggalnya Allah.

Istilah ini sebetulnya bukan monopoli Islam, karena sudah akrab dalam bahasa teologi para Nabi dan Rasul. Dalam Bibel sering disebut-sebut istilah "Bait Allah."

"Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau" (Mazmur 5:8).

"Dengarlah kiranya akan seru doaku apabila aku berteriak kepada-Mu, apabila aku menadahkan tanganku ke tempat kaabah-Mu yang suci itu" (Mazmur 28:2, TL).

Dalam Matius 21:12 diceritakan bahwa Yesus mensucikan Bait Allah. Injil Matius 24:1 menceritakan Yesus keluar dari Bait Allah.

"Bait Allah" atau rumah Allah adalah istilah metafora. Apabila istilah ini diartikan sebagai rumah tempat tinggalnya Tuhan dalam arti hakiki, lalu diartikan apa ayat Bibel di bawah ini, yang menyatakan bahwa manusia adalah Bait Allah?

"Tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah Bait Allah dan bahwa Roh Allah diam dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakah Bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab Bait Allah itu kudus dan Bait Allah itu ialah kamu" (I Korintus 3: 16-17).

Jika pisau analisa DPP PDS itu dipakai untuk menafsirkan ayat di atas, maka berarti bahwa rumah tempat tinggalnya Tuhan adalah manusia. Jika manusia meninggal dunia semua, maka rumah Tuhan akan binasa. Lalu apakah Tuhan kemudian tidak punya rumah?

Persoalan kiblat dalam ibadah sebetulnya bukan suatu keanehan. Sebab para nabi dan rasul sebelum Muhammad SAW pun telah mengamalkannya. Mereka berkiblat ke arah tertentu sesuai dengan ketetapan Allah. Perjanjian Lama menyebutkan para nabi terdahulu berkiblat ke Yerusalem. Tiga kali sehari mereka berlutut, berdoa serta memuji Tuhan menghadap Yerusalem. Dalam Alkitab terjemahan lama, istilah "Baitullah" diterjemahkan menjadi "kaabah" Tuhan.

"Tetapi akan Daniel, jikalau diketahuinya akan hal surat itu sudah dimeteraikan oleh baginda sekalipun, masuklah juga ia ke dalam rumahnya, yang pada alayatnya adalah tingkap-tingkap terbuka ke kiblat Yeruzalem dan pada sehari tiga kali bertelutlah ia dan meminta doa dan mengucap syukur kepada Allahnya, seperti biasa dibuatnya dahulu" (Daniel 6:11, TL).

"Maka oleh karena kaabah-Mu yang di Yeruzalem segala raja akan menyampaikan persembahan kepadamu" (Mazmur 68:30, TL). "Maka kataku: Bahwa aku sudah dibuang dari hadapan mata-Mu; kendatilah aku juga akan memandang pula kaabah kesucian-Mu"(Yunus 2:4, TL).

Meski para nabi itu berkiblat ke Yerusalem, tetapi Yesus tidak pernah menuduh mereka telah menyembah Yerusalem, bukan? Seharusnya, oknum DPP PDS ini mengikuti jejak Yesus, dengan tidak menuduh umat Islam menyembah Kabah. (timfakta-malang/majalahtabligh)

image
http://muhammadiyah-tabligh.or.id

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Pola-Pola Pemurtadan Kaum Penggembala Mbek

Oleh : Fakta 24 Oct, 07 - 1:20 am

Forum Anti Gerakan Pemurtadan
Sekretariat Pusat :
komp. LKBN ANTARA II kel. Bintara Jaya Timur Jakarta
Surat: PO. BOX. 1426 Jakarta 13014


Pola-Pola Pemurtadan Kaum Domba

Selama puluhan tahun kaum musiimin Indonesia boleh berbangga hati dengan julukan "komunitas muslim terbesar di dunia" yang disandangnya. Berdasarkan Survey Antar Sensus (Supas) yang diiakukan oleh Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 1990, tercatat bahwa dari 200 juta jiwa, prosentase umat Islam mencapai 87,3 persen (dibulatkan menjadi 90 persen). Sementara umat Kristen Protestan hanya 6 persen, umat Katolik 3,6 persen, Hindu 1,8 persen, Budha 1 persen dan agama lain 0,3 persen.

Selama puluhan tahun kaum musiimin Indonesia boleh berbangga hati dengan julukan "komunitas muslim terbesar di dunia" yang disandangnya. Berdasarkan Survey Antar Sensus (Supas) yang diiakukan oleh Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 1990, tercatat bahwa dari 200 juta jiwa, prosentase umat Islam mencapai 87,3 persen (dibulatkan menjadi 90 persen). Sementara umat Kristen Protestan hanya 6 persen, umat Katolik 3,6 persen, Hindu 1,8 persen, Budha 1 persen dan agama lain 0,3 persen.

Sebagai dai, kita tidak boleh silau mata dengan besarnya angka-angka mayoritas di atas. Apalagi, data-data terkini, mencatat bahwa jumlah umat Islam anjlok drastis dari 90 persen menjadi 75 persen (tabloid SIAR edisi No. 43, 18-24 Nopember 1999 hal. 14).

Terlepas dari validitas dan akurasi data di atas, perlu dicermati pula hasil temuan Litbang Departemen Agama, bahwa panyebab penurunan populasi umat Islam nusantara itu ada dua hal:

Pertama, Keberhasilan program KB yang dilakukan dengan gencar kepada kaum muslimin, sementara kepada umat non Islam, program KB tidak pernah didengungkan, nyaris tak terdengar. Dengan demikian, program KB mengakibatkan pertumbuhan populasi umat Kristen jauh lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan populasi umat Islam.

Kedua, Keberhasilan program Kristenisasi yang dilakukan dangan gencar, semakin hari semakin canggih dan tidak mengindahkan kode efik penyiaran agama.

Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa penyimpangan-penyimpangan penyiaran agama sering kali dipakai para missionaris untuk menyebarkan Injil dan kekristenan di nusantara, antara lain:

Pembangunan Gereja di lingkungan masyarakat mayoritas muslim.

Di tengah-tengah warga mayoritas muslim, pihak Salib melanggar SKB menteri dengan membangun gereja yang megah. Untuk mengisi dan meramaikan gereja pada saat kebaktian, didatangkanlah jemaat Kristen dari tempat lain yang berjauhan. Dengan demikian, syiar mereka berlahan-lahan menarik simpati warga yang lemah iman.

Kasus yang terbaru adalah terusiknya ketenangan warga Depok dengan kehadiran GPIB Shalom, akhirnya membuahkan penanganan ilegal. Sebagai kado pada ulang tahunnya yang ke-31, CPIB Depok yang agresif itu dibakar warga.

Sejak awalnya, pendirian gereja itu selalu ditentang warga sekita dengan alasan karena lokasi itu mayoritas Islam. Sedangkan keluarga Kristen hanya beberapa gelintir orang saja. Dengan sikap nekadnya, maka pihak Kristen mendirikan GPIB Shalom, tepatnya di Jl. Kembang Lio Boji, Depok, Bogor, Jawa Barat. Cara pendiriannya pun ditempuh melalui lobi-lobi licik.

Setelah gareja itu berdiri megah, maka untuk mengisinya didatangkan orang-orang Kristen dari tempat lain yang berjauhan. Setiap Minggu, kegiatan gereja tidak pernah sepi oleh orang-orang Kristen impor. Dengan syiar Kristen ini, maka beberapa keluarga muslim yang amblas iman Islamnya, murtad menjadi Kristen, mempertuhankan Yesus.

Namun, umat Kristen yang cuma segelintir itu semakin berani. Dengan semboyan maju tak gentar, ultimatum serius itu dianggapnya sebagai gertak sambal yang tidak menakutkan. Akhirnya, ultimatum warga menjadi kenyataan.

Setelah sekian lama memberikan toleransi sambil menahan emosi, maka pada hari Selasa, 2 Nopember 1999 dini hari, GPIB Shalom Depok diamuk masa, dirusak dan dibakar habis. Kesabaran manusia ada batasnya.


Kristenisasi kepada pasien muslim.

Di beberapa rumah sakit, misalnya di rumah sakit Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, kepada pasien muslim dibagi-bagikan leaflet (brosur) tentang penghiburan dan penyembuhan Yesus Kristus kepada orang-orang sakit. Di rumah sakit Advent Bandung, pasien muslim diajak berdoa berdama oleh rohaniawan rumah sakit dengan tata cara peribadatan Kristen.


Kristenisasi melalui jalur pemerkosaan gadis-gadis muslimah.

Khairiyah Anniswah alias Wawah, siswi MAN Padang, setelah diculik dan dijebak oleh aktivis Kristen, diberi minuman perangsang lalu diperkosa. Setelah tidak berdaya, dia dibaptis dan dikristenkan.

Kasus serupa menimpa Linda, siswi SPK Aisyah Padang. Setelah diculik dan disekap oleh komplotan aktivis Kristen, dia diperlakukan secara tidak manusiawi dengan teror kejiwaan supaya murtad ke Kristen dan menyembah
Yesus Kristus.

Di Bekasi, modus pemerkosaan dilakukan lebih jahat lagi. Seorang pemuda Kristen berpura-pura masuk Islam lalu menikahi seorang gadis muslimah yang salehah. Setelah menikah, mereka mengadakan hubungan suami isteri.

Adegan ranjang yang telah direncanakan, itu foto oleh kawan pemuda Kristen tersebut. Setelah foto dicetak, kepada muslimah tersebut disodorkan dua pilihan: "Tetap Islam atau Pindah ke Kristen?". Kalau tidak pindah ke Kristen, maka foto-foto talanjang muslimah tersebut akan disebarluaskan. Karena tidak kuat mental, maka dengan hati berontak muslimah tersebut dibaptis dongan sangat-sangat terpaksa sekali, untuk menghindari aib.

Di Cipayung Jakarta Tirnur, seorang gadis muslimah yang taat dan shalehahterpaksa kabur dari rumahnya. Masuk Kristen mengikuti pemuda gereja yang berhasil menjebaknya dengan tindakan pemerkosaan dan obat-obat terlarang.


Kristenisasi melalui penyebaran Narkoba.

Di desa Langensari, Lembang, Bandung, Yayasan Sekolah Tinggi Theologi (STT) Doulos meyebarkan Kristen dengan cara merusak moral terlebih dahulu. Di sana, para pemuda usia 15 tahunan dicekoki minuman keras dan obat-obat terlarang sampai kecanduan berat. Setelah kecanduan, para pemuda harapan bangsa itu dimasukkan ke panti rehabilitasi Doulos untuk disembuhkan sambil dicekoki Injil supaya murtad dari Islam. (Republik, 10 dan 12
April 1999).


Kristenisasi melalui kesaksian-kesaksian Palsu via mantan muslim (murtadin)

Tahun 1974, GPIB Maranatha Surabaya digegerkan oleh kasus pelecehan agama oleh Pendeta Kernas Abubakar Masyhur Yusuf Roni. Dalam ceramahnya, sang pendeta itu mengaku ngaku sebagai mantan kiyai, alumnus Universitas Islarn Badung dan pernah menjadi juri MTQ Internasional. Dia tafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an secara sangat ngawur. Kaset rekaman ceramah tersebut kemudian diedarkan secara luas kepada umat Islam.

Setelah diusut tuntas, ternyata pengakuan pendeta itu hanyalah bohong belaka Yusuf Roni teryata tidak bisa baca Al-Qur'an. Dengan kebohongannya itu, Pendeta Pembohong Yusuf Roni diganjar penjara 7 tahun di Kalisosok, Surabaya.

Ketika orang sudah banyak melupakan kasus pelecehan Yusuf Roni, di Jakarta muncul pelecehan plus seribu dusta yang baru. Seseorang yang menamakan dirinya Pendeta Hagai Ahmad Maulana mengaku sebagai putra kandung kesayangan KH. Kosim Nurzeha. Ceramahnya di gereja pun beredar luas di kalangan masyarakat. Setelah diselidiki, terkuaklah kebohongan besar pendeta Hagai Ahmad Maulana. Sebab belum pernah istri KH. Kosim Nurzeha melahirkan Ahmad Maulana.

Di Padang, trik yang sama dipakai untuk menggoyang akidah umat. Seseorang yang menamakan dirinya Pendeta Willy Abdul Wadud Karim Amrullah, namanya menjadi naik daun di dunia pemurtadan Kristenisasi, setelah mangaku adik kandung ulama besar pakar tafsir, Yang Mulia Almarhum Buya Hamka.

Orang awam banyak yang percaya tanpa cek dan ricek. Langsung yakin begitu saja dengan pengakuan bahwa adik kandung Buya Hamka itu sudah murtad ke Kristen.

Setelah diselidiki, ternyata pengakuan itu adalah kebohongan yang sangat besar. Salah seorang putra Buya Hamka menyatakan bahwa sepanjang hayatnya, dia tidak pernah punya paman yang namanya Willy Abdul Wadud Karim Amarullah.

Di Cirebon, murtadin Danu Kholil Dinata Ev. Danu Kholil Dinata alias Theofilus Daniel alis Amin Al Barokah, mengaku sebagai sarjana agama Islam, yang pindah menjadi pemeluk Kristen setelah mempelajari Nabi Isa versi Islam di STAI Cirebon. Setelah dilacak, ternyata ijazah sarjana yang dipakai untuk kesaksian adalah PALSU.

Para murtadin pembohong lainnya adalah Drs. H. A. Poernomo Winangun alias Drs. H. Amos, Ev Hj. Christina Fatimah alias Tin Rustini (nama asli dikampung Sutini alias Bu Nonot, Pdt. Rudy Muhammad Nurdin, Pdt. M. Mathius, Pdt. Akmal Sani, Niang Dewi Ratu Epon Irma F. Intan Duana Paken Nata Sastranagara (Ev. Ivone Felicia IDp.). Mengaku telah mengkristenkan 60 kiyai Banten, dll.


Kristenisasi berkedok sosial di desa-desa terpencil.

Kristenisasi dilancarkan kepada orang-orang miskin sambil menawarkan makanan (berisi, mie, gula, dll.) secara gratis, obat-obatan, pakaian bekas, alat-alat pertanian (bibit, pupuk, obat pembunuh serangga), dll.

Setelah orang desa merasakan manfaatnya, maka barulah para misi menyatakan maksud yang sebenarnya, bahwa mereka itu sebagai pelayan dari Yesus Kristus. Dan bantuan yang mereka nikmati itu adalah dari Yesus. Maka, mana yang lebih baik, Islam atau Kristen?

Selanjutnya, masyarakat desa dibaptis. Bagi yang tidak mau masuk Kristen maka dimulailah misi untuk menggoda iman untuk melemahkan ajaran Islam.


Kristenisasi berkedok Islam, yaitu memurtadkan akidah umat dengan strategi 'Srigala Berbulu Domba'.

Dengan memakai idiom-idiom keislaman dalam tata cara peribadatan serta menerbitkan buku-buku dan brosur (leaflet) berwajah Islam, tapi isinya memutarbalikan ayat-ayat Al Our'an dan Hadits, untuk mendangkalkan akidah. Dipermainkannya ayat-ayat ilahi untuk meleceh Islam demi untuk menjunjung tinggi kekristenan. Tujuan akhirnya, agar kaum muslimin meragukan ajaran Islam lalu pindah ke Kristen

Dengan Gerakan pemurtadan kristiani yang dikemas dalam wajah Islam, persoalan dakwah Islamiyah semakin berat. Agresivitas misi Kristen sudah memasuki tingkat berbahaya. Kaum awam sulit membedakan keislaman dan kekristenan, sehingga mudah dikaburkan akidahnya.


Bentuk-bentut Kristenisasi yang dikemas dalam wajah Islam, antara lain:
  1. Dengan meniru kebiasaan umat Islam dalam bangunan dan tata cara ritual.


  2. GPIB Padang memakai lambang-lambang Minang dalam bangunan Gereja untuk
    merayu orang Minang agar tertarik kepada Kristen.


  3. Di beberapa desa di Yogyakarta, misi Kristen meniru adat kebiasaan umat Islam, seperti tahlilan, pakai kopiah yang biasa dipakai oleh umat Islam, mengucapkan salam `Assalamu'alaikum', dll.


  4. Shalat 7 waktu dengan pakai peci, sajadah, tiwalul Injil dan qasidah versi Kristen yang dilakukan oleh Kristen sekte Ortodox Syria. Buku-buku yang diterbitkan antara lain. Kitabus Sholawat as Sab'u, Almasih Juru Selamatku, Muslim Sahabatku, La ilaha illallahu, Tauhid dalam perspektif Gereja Ortodox Syiria, dll.


  5. Melalui berbagai penerbitan kristenisasi berkedok Islam.


Ada dua target yang ingin dicapai oleh missi dengan penerbitan buku-buku berwajah Islam.

Pertama, target ke dalam, untuk memantapkan ajaran Kristen. Seoiah-olah ajaran Kristenlah yang paling benar.

Kedua, target ke luar, untuk mengelabuhi umat Islam yang masih dangkal pemahamannya, agar mau membaca lalu meyakini doktrin agama Kristan. Ini sangat ditekankan mereka, sebab mereka melihat bahwa umat Islam awam tidak sudi membaca buku-buku yang berwajah Kristen.


Daftar berbagai penerbitan kristenisasi berkedok Islam yang ketahuan, antara lain:

Buku karya Drs. A. Poernarna Winangun: Upacara lbadah Haji, Ayat-ayat Al Qur'an Yang Menyelamatkan, Isa Alaihis Salam Dalam Pandangan Islam, dan Riwayat Singkat Pustaka Peninggalan Nabi Muhammad saw.

Buku Kristus dan Kristen di Dalam Al-Qur'an (Al Masih Wal Masihiyun Fil Quur'an) karya Drs. Amin Al Barokah alias Danu Kholil Dinata.

Buku Karya mendiang Hamran Ambrie: Allah Sudah Pilihkan Saya Kasih Buat Hidup Baru Dalam Yesus Kristus, Keilahian Yesus Kristus dan Allah tritunggal Yang Esa, Dengan Kasih Kita Jawab, Jawaban Atas Buku Bible Qur'an dan Science, Dialog Tertulis Islam-Kristen, Surat bari Mesir, Siap Sedia Menjawab Tantangan Benteng Islam, Sebuah Memori Yang Tak Terlupakan, dll.

Terbitan Yayasan Jalan Al Rachrnat: Sejarah Naskah Al Qur'an dan Alkitab, oleh John Gilchrist; Sulitkah Menjadi Orang Kristen, oleh Abdul Masih; Siapakah Kristus Selayaknya Menurut Anda, oleh Abdul Masih; Sudah Kutemukan, oleh Iskandar Jadeed; Benarkah Alkitab Dipalsukan, oleh
Iskandar Jadeed; Injil Barnabas Suatu Kesaksian Palsu, oleh Iskandar Jadeed; Kesempurnaan Taurat dan Injil, oleh Iskandar Jadeed; Bagaimana Supaya Dosa Diampuni, oleh Iskandar Jadeed; Bagaimana Kita Berdoa, oleh Iskandar Jadeed; Kristus Menurut Islam dan Kristen, oleh John Gilchrist, Benarkah Nabi Isa Disalib, oleh John Gilchrist; Allah Itu Esa di Dalam Tritungga! Yang Kudus, oleh Zachariah Butrus; Selidikilah, Anda Pasti Selamat, oleh Sultan
Muhammad Paul.

Terbitan Yayasan Christian Centre Nehemia: Kerudung Yang Dikoyak, oleh Gulshan Ester; Seorang Gadis Kristen Mempertanggungjawabkan Imannya, oleh Nita; Apakah Al Qur'an Benar-benar Wahyu Allah, oleh Ev. J. Litik; Kebenaran Firman Allah, oleh Pdt. M. Matheus; Lima Alasan Pokok Tentang Isi Al Qur'an Yang Menyebabkan Saya Beralih Dari Islam ke Kristen, oleh
Ev. J. Litik; dll.

Karya Pdt. R. Muhammad Nurdin: Ayat-Ayat Penting Di Dalam Al-Qur'an, Keselamatan Di Dalam Islam, Selamat Natal Menurut Al Qur'an, Kebenaran Yang Benar (As Shodiqul Mashduuq), Rahasia Allah Yang Paling Besar (As Sirrullahil Akbar), Telah Kutemukan Rahasia Allah Yang Paling Besar, Ya Allah Ya Ruhul Qudus Aku Selamat Dunia dan Akhirat, Wahyu Tentang Neraka, Wahyu Keselamatan Allah, dan lain-lain.

Kaligrafi dan kalender tulisan Arab yang berisikan ayat-ayat Injil tentang ketuhanan Yesus.

Brosur-brosur: Brosur Dakwah Ukhuwah, Brosur Shirathal Mustaqim, Brosur Jalan Al Rachmat, dll.

Kaset: Kaset tilawatul Injil, Dzat dan Sirat Allah (ceramah Pendeta Kemas Abubakar Mashur Yusuf Roni), Kesaksian murtadin Muhammad Imran, Kesaksian murtadin Ikhwan Luqman, Kesaksian murtadin Pdt. Akmaal Sani, Kesaksian murtadin Lies Saodah, Kesaksian murtadin Hagai Ahmad Maulana yang mengaku-ngaku putera KH. Kosim Nurzeha, dan lain-lain.


Oleh: FORUM ANTISIPASI KEGIATAN PEMURTADAN (FAKTA)
Source : Tabloid SIAR/FAKTA



image
atau Cek
Galery Pemurtadan & Penistaan terhadap Islam


di http://swaramuslim.net/fakta/html/index.php

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com