Rabu, 16 Mei 2007

Paus Juga Manusia (Tamat)


Oleh : Redaksi 15 May 2007 - 6:00 pm

imageNama John mendapat tempat istimewa dalam Sekte Gereja Yohanit, sebuah sekte eksoterik yang menuhankan Yohannes dan mengangap Yesus hanyalah manusia biasa. Sekte Yohanit inilah tempat Ordo Biarawan Sion, Templar, dan Freemason berasal.

Para Grand Master ordo ini biasa bergelar John (Inggris), yang sama artinya dengan Giovanni (Itali), Joan (Perancis, laki-laki) dan Jeanne (Perancis, perempuan). Nama ini sebetulnya berasal dari nama Yohannes Sang Pembaptis, yang sosoknya begitu dihormati setara dengan Maria Magdalena bagi kelompok Kabbalah.

Istilah 'John' bermakna pada kecenderungan Jemaat Gereja Yohanit yang menuhankan Yohanes Kristus, sedangkan 'Peter' bermakna pada Jemaat Vatikan. Grand Master Biarawan Sion pertama saja, Jean de Gisors, pada tahun 1188 menggunakan gelar Jean II.

Jean I diduga kuat dinisbahkan kepada Yohanes Kristus itu sendiri. Nama Jean Cocteau yang muncul dalam daftar orang-orang yang diduga sebagai Grand Master Sion memakai gelar "Jean XXIII". Leonardo Da Vinci sendiri memakai gelar "Jean IX". Pada tahun 1959, ketika Cocteau masih memegang jabatan sebagai Grand Master, Paus Pius XII meninggal dunia dan digantikan dengan seorang paus baru, Kardinal Angelo Roncalli dari Venesia.

Roncalli Pilih Gelar John
Seperti yang sudah-sudah, setiap Paus baru yang dilantik bebas memilih gelar mereka sendiri. Entah mengapa, Kardinal Roncalli memilih nama 'John XXIII' dan hal ini membuat banyak tokoh Katolik cemas. Mereka menjadi bertanya-tanya mengapa gelar itu yang dipilih oleh Roncalli?

Bukankah nama John merupakan nama yang terkutuk karena nama tersebut telah digunakan pada awal abad ke-15 oleh seorang anti-paus. John XXIII, seseorang anti-paus itu telah diturunkan dari jabatannya pada tahun 1415. Ia adalah seorang uskup di Alet. Ketika Roncalli memakai gelar yang sama, tanda tanya besar kalangan Gereja menyertainya.

Di tahun 1976, sebuah buku misterius terbit di Italia dan diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis. Judulnya "The Prophecies of Pope John XXIII" (Ramalan Paus John XXIII) yang berisi kumpulan prosa liris yang mengandung ramalan aneh yang diduga telah ditulis oleh Paus John XXIII (Angelo Roncalli) yang telah meninggal di tahun 1963.

Anehnya lagi, Jean Cocteau—Grandmaster Biarawan Sion—sendiri juga meninggal di tahun 1963. Menurut Baigent, "Isi buku itu tidak jelas dan dan melukiskan segala tafsiran yang luas. " Apakah buku itu memang karya Paus John XXIII? 'Pendahuluan' pada buku tersebut menyatakan bahwa buku itu adalah benar tulisan Paus John XXIII. Menariknya, buku tersebut juga mengatakan jika Paus John XXIII merupakan anggota dari Ordo Salib Mawar (Rose-Croix), yang selalu berhubungan dengan ordo tersebut saat menjabat Papal Nuncio bagi Turki di tahun 1935.

Pada peristiwa 'Penebangan Pohon Elms' yang memisahkan Ordo Sion dengan Ordo Templar, Biara Sion yang kemudian mengubah namanya menjadi Biarawan Sion telah menggunakan gelar tambahan 'Kejujuran Salib Mawar' (Rose-Croix Veritas). Sebab itu, Ordo Salib Mawar dicurigai sebagai nama lain dari "Biarawan Sion".

"Implikasinya sungguh menggoda! Ketika akan menjadi paus, Kardinal Roncalli memilih nama Grand Masternya sendiri, sehingga, demi alasan simbolis, akan ada dua John XXIII yang memimpin Sion dan Vatikan secara bersamaan, " ujar Baigent. Jean Cocteu 'John XXIII' sebagai Grand Master Biarawan Sion dan Angelo Roncalli 'John XXIII' yang mengepalai Tahta Suci Vatikan. Keduanya pun meninggal dunia pada tahun yang sama: 1963. (!)

Kesamaan aneh ini juga bisa kita lihat pada sumbernya. Sekurangnya ada tiga sumber yang sama menunjukkan bahwa Jean Cocteau mengakhiri jabatan Grand Master Sion pada tahun 1963 yakni The Dossiers Secrets, The Priory Document, dan daftar para Grand Master Biarawan Sion versi Majalah Vaincare No. 3, September 1989 (hal. 22) yang dieditori oleh Thomas Plantard de Saint-Clair, orang yang diduga sama dengan Pierre Plantard. Ketiga versi ini menyebutkan nama-nama berbeda para Grand Master dalam setiap periodisasinya, namun untuk akhir periodesasi Grand Master Jean Cocteau, ketiganya sepakat: 1963.

Ada sebuah kejutan lagi tentang John XXIII. Pada abad ke-12, seorang biarawan Irlandia bernama Malachi mengumpulkan serangkaian ramalan yang sejenis dengan ramalan Nostrodamus. Dalam ramalan-ramalan tersebut, dikabarkan tanggapan penting dari Vatikan, termasuk Paus ketika itu John-Paul II—Malachi menyebutkan para Paus yang akan menggantikan tahta Saint Peter pada abad-abad mendatang. Untuk setiap Paus, ia menawarkan sejenis motto deskriptif.

Lalu, bagi John XXIII, motto tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis, yaitu 'Pasteur et Nautonnier' (Gembala dan Navigator). Gelar resmi bagi orang-orang yang diduga Grand Master Sion juga 'Nautonnier'.

Suatu kebenaran yang menggaris-bawahi kebetulan yang aneh ini adalah ketika berkuasa, Paus John XXIII telah memperbaiki kedudukan Gereja terhadap Freemasonry dan mengeluarkan izin bagi seorang Katolik untuk menjadi anggota Freemasonry. John XXIII ini juga bertanggungjawab atas reorientasi Gereja Katolik antara lain dengan mendirikan Dewan Vatikan yang para anggotanya berasal dari tokoh-tokoh Gereja Katolik seluruh dunia. Siapakah Paus John XXIII dan apakah ia benar seorang Freemason atau pun Biarawan Sion?

Film Produksi Vatikan
Sebuah film dokumenter yang diproduksi Vatikan memuat satu kisah khusus mengenai Paus John XXIII ini. Di Indonesia, Emperor Edutaintmen yang banyak mengedarkan film-film dokumenter tentang Kekristenan, mengedarkan film tersebut dalam format empat keeping VCD berjudul "The Bible: Pope John XXIII part 1 dan 2" (2004).

Dalam film tersebut dikisahkan bahwa Angelo Roncalli berasal dari Desa Sotto il Monto. Ia anak dari pasangan petani miskin Italia. Atas kebaikan pamannya, Angelo kecil bisa menempuh pendidikan di seminari untuk menjadi seorang pastur.

Tahun 1944 ia bertugas di Turki. Saat di Turki inilah Uskup Roncalli membebaskan orang-orang Yahudi yang memenuhi sejumlah gerbong kereta yang ditahan pihak Nazi-Jerman. Ribuan orang Yahudi selamat dari upaya pembunuhan yang ingin dilakukan Nazi dan memberi selamat kepada Roncalli. Salah seorang perempuan Yahudi memberikan sebuah kalung Bintang David seraya berkata kepada Roncalli, "Yesus juga seorang Yahudi. " Roncalli pun memberikan kalung salibnya kepada perempuan itu seraya tersenyum.

Tahun 1958 Paus XXII meninggal. Lewat suksesi yang ketat dan dipenuhi intrik sesama Kardinal Vatikan yang berambisi menjadi Paus, akhirnya Roncalli terpilih menjadi Paus pada tanggal 28 Oktober 1958. Setelah menjadi Paus, Roncalli menyatakan bahwa dirinya kini dipanggil dengan sebutan 'Giovanni' ('John' dalam bahasa Inggris).

Film itu tidak menyinggung satu pun keterkaitan Roncalli atau Paus John XXIII dengan Freemasonry dan sebagainya. Hanya saja, kejadian di Istanbul, Turki, tahun 1944, saat dia menyelamatkan ribuan orang Yahudi dari penangkapan Nazi-Jerman itu tentu didengar oleh para petinggi bangsa Yahudi dan kemudian 'berterimakasih' kepada Roncalli dengan sesuatu yang tidak biasa.

Kedekatan Roncalli dengan Yahudi juga tergambar dengan jelas tatkala saat menjadi Paus John XXIII, ia mencabut larangan orang Katolik menjadi anggota Freemasonry. Sebelumnya, orang-orang Katolik yang ingin menjadi anggota Freemason maka ia harus melakukannya dengan diam-diam, namun setelah Paus John XXIII mencabut larangan itu maka berbondong-bondonglah orang-orang Katolik menjadi anggota Freemasonry, tidak terkecuali para Yesuit yang begitu patuh pada institusi kepausan, mereka juga banyak yang menjadi anggota Freemasonry.

Adakah naiknya Roncalli jadi paus merupakan sebuah kesuksesan program rahasia Konspirasi Yahudi Internasional untuk menghantam dan menghancurkan Gereja dari dalam? Ajaran Kristen sendiri berabad sebelumnya juga telah dirusak oleh Paulus, seorang Yahudi dari Tarsus, yang menciptakan Injil Perjanjian Baru, di mana ayat-ayat dalam Perjanjian Baru ini banyak sekali yang bertentangan dengan Perjanjian Lama.

Tradisi Kekristenan juga banyak yang sesungguhnya tidak berasal dari ajaran Yesus sendiri, melainkan dari ajaran paganisme Kekaisaran Romawi yang berasal dari Mesir kuno, ajaran Kabbalah.

Apalagi di abad-20, Konspirasi telah mengubah The Holy Bible King James Version yang dipakai di negara-negara Kristen mayoritas dunia dengan memasukan ratusan catatan kaki dari Cyrus Scofield sehingga Injil tersebut tidak ada bedanya dengan Talmud, penuh dengan catatan kaki yang mendukung kepentingan Zionis-Yahudi. Konspirasi telah begitu berhasil menaklukkan Gereja dari dalam dan menjadikannya kuda tunggangan bagi kepentingannya mencapai The New World Order.

Ataukah ia, seperti dugaan banyak peneliti semisal Baigent, diyakini anggota dari Biarawan Sion? Bukankah ketika Vatikan menerima surat pengaduan dari Uskup Carcassonne atas kelakuan Pastor Berenger Sauniere, Kardinal Angelo Roncalli yang datang kepada Sauniere sebagai utusan Vatikan?

Benediktus XVI
imageBenediktus XVI bernama asli Joseph Alois Ratzinger, lahir di Marktl am Inn, Jerman, pada 16 April 1927. Usia 14 tahun dia masuk seminari menengah di Traunstein. Setahun sebelumnya, dia sudah masuk wajib militer dengan bergabung dengan organisasi pemuda NAZI.

Singkat cerita, tahun 1977, Paus Paulus VI mengangkatnya sebagai kardinal. Bagi kalangan tertentu di Vatikan, Kardinal Ratzinger merupakan salah seorang yang paling berpengaruh dan dihormati di Vatikan. Ia dikenal dekat dengan Paus Yohanes Paulus II. Namun bagi sebagian kalangan lain di Vatikan, Ratzinger dianggap sebagai seorang Kardinal yang keras dan konservatif. Ia berpandangan tidak ada toleransi dalam hal kebenaran keagamaan. Sikapnya sesuai dengan jabatannya yang mengepalai bidang keimanan Vatikan.

Ketika Paus Yohannes Paulus meninggal, Kardinal Ratzinger memimpin upacara pemakamannya pada 8 April 2005. Ratzinger juga yang memimpin konklaf yang dimulai tanggal 18 April 2005 dan yang kemudian mentahbiskan dirinya sebagai paus yang baru. Kardinal Joseph Ratzinger terpilih sebagai Paus Gereja Katolik Roma yang ke-265 dengan nama gelar Paus Benedictus XVI di usia yang ke 78.

Salah satu masalah yang sangat mengganggunya sejak lama adalah menurunnya jumlah pemeluk Katolik di Eropa dan terutama di Amerika Latin, serta berkurangnya jumlah imam di Eropa. Di sisi lain, di Amerika dan Eropa, dalam waktu yang bersamaan, jumlah pemeluk Islam dari tahun ke tahun semakin meningkat. Permasalahan ini sungguh-sungguh dirasa mengganggunya. Pertumbuhan pemeluk Islam di Eropa dan di lain sisi menurunnya jumlah umat Kristiani di wilayah yang sama dianggapnya sebagai ancaman serius terhadap kekristenan itu sendiri.

Sebab itu, ketika ia memilih gelar Benedictus, maka hal tersebut bukan suatu kebetulan karena sangat terkait dengan sosok Santo Benedictus yang dalam sejarah gereja dikenal sebagai "Penjaga Christendom Eropa", benua tempat negeri-negeri Kristen berkumpul. Dengan memilih gelar Benedictus, Ratzinger ingin menyatakan diri sebagai penjaga Eropa Kristen dari serangan apa pun yang bisa mengubah indentitas ini. Dan seorang Ratzinger, dalam hal ini bukanlah orang yang suka bermain-main.

Dalam sejarah kekristenan, nama Santo Benedictus memiliki isyarat khusus sebagai penjaga atau pengawal kekristenan Eropa atau Dunia Barat (The Christendom) dari upaya penghancuran atau ancaman 'Kaum Barbar' yang ketika itu terjadi dalam masa keruntuhan Imperium Romawi. Dalam sejarah Eropa di abad pertengahan (Medieval), istilah 'Kaum Barbar' kerap digunakan untuk menyebut tentara kaum Muslimin. Seperti dalam episode Perang Salib, tentara kaum Muslimin sering disebut pula sebagai Saracen.

Dipilihnya gelar 'Benedictus' oleh Joseph Alois Ratzinger memberikan petunjuk secara eksplisit maupun implisit bahwa Paus yang baru ini akan menjaga kekristenan Eropa dan Barat pada umumnya, menyelamatkan kebudayaan The Christendom, dari apa yang disebutnya sendiri sebagai "Serbuan Barbarisme Modern". Lalu apa yang sesungguhnya disebut sebagai "Serbuan Barbarisme Modern"? Apakah Islam? Mengingat Ratzinher penah berpidato kontroversial menyerang makna Jihad umat Islam?

imageBagi umat Islam, sebenarnya ada cara yang amat sederhana dan mudah untuk melihat apakah seseorang itu bisa dijadikan sahabat atau tidak, apakah seseorang itu tulus mau bersahabat dengan kita atau malah menjadikan 'persahabatannya' dengan kita sebagai strategi belaka untuk menggolkan maksud-maksud tersembunyinya.

Cara sederhana itu adalah: lihat, bagaimana penyikapan mereka tentang Israel. Apakah dia bersikap benar dengan tidak mengakui Israel sebagai negara karena berdiri di atas tanah hak milik bangsa Palestina, karena ia berdiri di atas tanah milik bangsa lain yang terus dijajahnya, ataukah dia mengakui Israel walau dia tahu keberadaan Israel tidak sah dipandang dari sudut logika sehat mana pun.

Sebuah artikel yang menarik dan lugas tentang kedekatan Paus Bendictus dengan Yahudi bisa kita ketemukan di website resmi Konferensi Waligereja Indonesia (KWI (mirifica.net) berjudul "Rabi Tel Aviv: Paus Benecditus Sahabat Yahudi" (dimuat tanggal 22 April 2005, yang diambil dari Suara Merdeka, Rabu, 20 April 2005). Silakan klik dan baca sendiri artikel tersebut. (Tamat/Rizki Ridyasmara/eramuslim)


Get your own web address.
Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.

Senin, 14 Mei 2007

KDL : Hidayah tak kenal warna, bangsa dan masa

KDL : Hidayah tak kenal warna, bangsa dan masa
Dunia Islam Oleh : Redaksi 14 May 2007 - 5:00 pm
Al Shahida *)
penulis rubrik Kabar Dari London
image"Cahaya itu telah mampu menerpa celah relung hati mereka, menerobos tembus kedinding qalbu-qalbu mereka, cahaya yang yang tak kenal warna, bangsa, masa bahkan kendala".

Akhir pekan ini sebetulnya aku berencana untuk diam dirumah. Rest atau rehat. Ingin mengendur regangkan tubuhku, rehat dari berinteraksi, sekaligus ingin bebenah rumah yang begitu lama tak terjamah tangan. Tiba tiba telefon berdering, tanya apa kabar dan menanyakan:

"Kak..hari ini kaka sibuk tak, boleh kita jumpa kalau tak pegi mana mana khan ?" begitu logat Melayu Singapore dari salah seorang adikku, disuatu Sabtu pagi. Kukatakan bahwa aku tidak ada rencana untuk keluar. ( Feat Nasyid : Sulis - Jangan Tinggalkanku :sound )

"Saya hendak menemani 'orang-orang baru' ke masjid besar di Regent Park Mosque. Usroh dimulai jam tigalah, dilantai bawah kak" demikian keterangan Hilaal.

Sambil aku berfikir bagaimana caranya merubah rencanaku dari rehat tapi bisa jumpa dengan adikku satu ini. Atau kuundangkah dia kerumah atau haruskah aku ke kota London? Sambil aku menghabiskan tehku sambil terus berfikir. Aku tengah berhitung, untung rugi, manfaat dan madharatnya. Aku ingin mengundangnya kerumah, namun sepertinya aku tidak siap untuk menjamu orang.

Aku tergiur dengan undangannya. Aku tahu disetiap pertemuan selalu membuahkan sesuatu. Aku sangat percaya kalau silaturachmi mendatangkan rejeki, memanjangkan usia, bikjin awat muda. Allhu alam.

" Kalau kita jumpa di Mawar restoran, gimana ? khan cukup sentral, kalaupun kita tak makan tapi bolehlah kita minum teh atau kopi saja, bukan ? aku menawarkan. Akhirnya kita sepakat untuk jumpa pukul 5.30 sore.

Mawar Restoran, adalah restoran Malaysia yang terletak disudut jalan, tepat dipersimpangan yang cukup strategis antara Edgward Road dan Sussex Garden, antara persimpangan ke Kilburn, Oxford Street, kawasan Paddington. Restoran itu sendiri terletak di lantai dasar, basement. Cukup memadai untuk ber-randevous baik untuk organisasi atau sesama teman, dengan menu cukup mewakili dan terjangkau.

Aku ditemani oleh salah seorang karibku juga kesana. Saat kami tiba direstoran, .mereka telah berada disana. Oh, ternyata mereka bertujuh, banyak sekali. Kami disambut hangat dan saling memperkenalkan diri.

" Kak kenalkan, ini Terry, James, Ismael, Norman.. Pak Cik dan brother Yunoos", semua berdiri sambil menaruh tangannya di dada mereka, sekedar isyarat tanda hormat. Kami tidak bersalaman. Hilaalpun memperkenalkan namaku.

"This sister is from Indonesia..her father and my parents knew each other" tambahnya. Mereka mengangguk dan senyum. Iiih santun santun banget siih?. Aku dipersilakan duduk. Akupun memilih tempat yang sentral untuk memudahkan berbincang. Sementara temanku, Ridwan, pesan makanan dan minuman.

***

Aku tidak pernah mengira kalau Hilaal membawa teman barunya begitu banyak. Maksudku orang baru disini 'new muslim atau muallaf'' . Buatku ini adalah a nice surprise, kejutan bagus dan aku cukup terperangah menyaksikan wajah wajah baru, wajah bule pula yang betul betul anyar memeluk agama Islam. Aku sangat eksaiting dan mengharu biru menyaksikan ini.

Rasanya tak sabar ingin berbincang dengan mereka, semisal wawancara walau tidak resmi banget tentunya. Informal saja. Aku berceloteh dengan mereka. Sambil menunggu pesanan makanan, mulailah mereka kutimbuni dengan pertanyaan yang aku yakin mereka menikmatinya.

Kutanya satu persatu namanya lalu kuucapkan selamat datang pada mereka: "Welcome to Islam, welcome to the club " mereka senyum bahagia mendapat sambutan.

"I am Terry, I live in Uxbridge. I work for Distributor company. I deliver the goods to supermarkets in the country.." ujarnya. Usianya baru 24 . Terry, nampak tinggi, tinggi sekali untuk ukuran pria Inggris. Itulah pria Inggris pertama yang ber'taaruf, memperkenalkan diri dan bercerita bagaimana dia masuk Islam. Lanjutnya:

" Saya baru empat bulan memeluk Islam dan saya seneng banget bisa bergabung dan ketemu Bang, brother Hilaal" ujar Terry sambil mereguk minumannya.


" Apa gerangan yang paling pertama kali menyentak hati anda yang membuatmu menoleh ke agama Islam" tanyaku pada Terry. Dia tampak bingung: "Maksud saya ada kejadian apa yang membuatmu berfikir untuk masuk Islam", aku menjelaskan.

Terry diam sambil berfikir, lalu: " Hmm I dont think I have...". Ternyata Terry tidak memiliki kisah atau catatan sesuatu yang menyentak hatinya yang membuatnya memeluk Islam secara tiba-tiba, inilah keterangan Terry.

"Saya, mungkin seseorang yang mencari-cari kebenaran, the truth, sesuatu yang membuat saya tenang. Orang tua saya masuk tipe Agnostic barangkali. Mereka tak peduli dengan agama dan merasa tidak perlu dengan agama. Saya respek itu. Repotnya, dikatakan Atheispun bukan, tapi kalau natalan mereka merayakan. Katanya tradisi. Naah halnya dengan saya memang saya mencoba mencari sesuatu. Saya merasakan ada sesuatu yang hilang dalam hidup saya. Lalu saya belajar agama Budha, kemudian ikutan meditasi, tapi koq saya masih tidak tenang", tutur Terry.


Kemudian kutantang Terry dengan gencarnya media yang menyudutkan Islam, serta sikap kebanyakan terhadap Islam dan Muslim. "Does not that put you off to come close to Islam and become Muslim ?", aku mau tahu jawabannya.

" No it does not, it is quite the opposite infact, justru malah sebaliknya, membuat saya bertanya-tanya dan bikin penasaran. Saya ingin tahu apa sih sesungguhnya Islam itu. Saya mencari dimana letak salahnya dan ingin membuktikan bahkan mencocokan dengan apa yang dikatakan media. Sambil saya terus belajar agama Budha" tambahnya.


Menurutnya gama Budha belum bisa memberikan ketenangan pada dirinya dan tidak mampu menjawab apa yang ia cari. Utamanya tentang keTuhanan. Saya tahu ada Pencipta, the Creator. Dia cuma ingin meyakinkan bahwa memang ada Sang Pencipta. Saya masih tetap merasa kosong, ujarnya.

" Saya iseng-iseng main ke google, mencari informasi tentang Islam disana, lalu saya klik ke Islamonline, di sanalah saya temukan info tentang Islam dan saya temukan jawaban-jawaban yang selama ini saya cari, straightforward, simpel, mudah, jelas koq "...demikian Terry.


Akhirnya kututup percakapan dengan Terry dan aku mendapat jawaban, diakhir percakapan ia mengatakan bahwa ia cukup groggi menghadapi Ramadhan. Kami semua meyakinkan bahwa tidak akan membuat kita madharat.

James
Giliran bincang dengan James, anak Abege usinya baru 20 tahun ini, lahir dan dibesarkan di Kilburn, London agak ke barat atau NW, mengaku bahwa kedua orang tuanya Atheis. Disekolah James berteman dengan anak-anak Asia seperti India, Pakistan dan Bangladesh. Dengan sendirinya James terbiasa mendengar istilah dan term-term Islam.

Dia memilih mata pelajaran Religion pada saat James menjalani ujian terakhir SMU, A level. James banyak membaca dan belajar berbagai agama yang multi itu sampai ia sempat belajar filosofi yang cukup berat dan serius.

Suatu hari James tersentak benaknya memikirkan kematian. Hal ini betul betul membuat James berfikir dan merenung tentang kematian. Kalau ia bertanya pada Daddy dan Mummynya tentu mereka akan mentertawakan. Sebaliknya James juga berfikir tentang kehidupan. Apa tujuan hidup ini sesungguhnya, lalu kenapa kita mati, setelah mati nanti ada apa. Hal ini terus merasuk dalam hati dan benak James, saat itu James baru menjelang usia 19 tahun.

Dari rasa ingin tahunya, James mencari buku berbagai macam agama, termasuk Islam lalu ia pelajari dengan seksama. James ingat dia memiliki teman Muslim lalu ia bertanya dan bahkan terjadi diskusi dengan teman teman ini.

Dengan mudahnya teman-teman Muslimnya menerangkan "Apa itu tujuan hidup dan kematian menurut Islam", yang membuatnya terpana.Tak berkutik. Apalagi mengingkarinya. Seakan ada semburat cahaya menyentuh galbunya.

"You are so confident mates to give me that explanation, they are all answered " responnya pada temannya yang menerangkan dengan penuh semangat dan mudah diterima oleh nuraninya. James memang tipe pemikir, serius dan cerdas.


"Well...dari kecil kita terbiasa membicarakan kematian, kemudian juga Al-Quran selalu membicarakan dan mengingatkan kita akan kematian, jadi kita tahu jawabnya" dengan pedenya si teman meyakinkkan James.

"Lalu...orang semacam aku ini mau diapakan, taruh dimana? Menurut Tuhan kalian tidak ada tempat buatku kecuali kalau aku percaya pada Tuhan kalian khan ? ". Bagaimana kalian bisa meyakinkan Tuhamu itu ? James lemparkan pertanyaan ini pada mereka sambil berfikir seribu kali.


" Its up to you, mate. Our duty is to give you infomation as you needed it - if you are not satisfy..yeah.. read the book about Islam and Alquran is the best reference', saran sang teman yang bicara dengn aksen cogney, maklum Londoner.

Pesan sang teman membuatnya mempelajari Islam lebih dalam. Dia pergi ketoko buku Islam, terus dia gali sampai kepada hal-hal yang berkaitan dengan science..banyak disebutkan didalam Al-Quran tentang ini. Artinya Islam tidak bertentangan bahkan sejalan dan saling mendukung. James berfikir. Dia perlu waktu dan perlu memperdalam Islama hingga betul-betul yakin, sesuai dengan apa yang ia cari dan butuhkan.

"Tak lama James menyatakan dirinya masuk Islam, mengikrarkan dua kalimat syahadat. Ia ke mesjid dihari Sabtu untuk belajar Islam, disanalah ia bertemu dengan Hilal dan rekan lainnya, kini James merasa banyak saudara.

" Islam is so comprehensive and straightforward " ujar James menyimpulkan pendapatnya.


Ismael
Pria berasal Polandia ini mengaku baru 8 bulan masuk Islam.Sebelumnya ia memeluk agama Katholik. Di London dia baru 2 bulan. Sengaja migrasi ke Inggris karena di Polandia dia betul betul merasa sendirian. Dia akan dikucilkan oleh teman dan keluarganya kalau mereka tahu bahwa ia memeluk agama baru, agama Islam.

"Disana hampir tidak ada Muslim ..mungkin cuma beberapa gelintir saja, bisa dihitung jari dan itupun sembunyi", paparnya dengan aksen Polishnya.

"Untuk orang Polandia sendiri Islam dianggap sesuatu yang asing, agamanya orang Arab. Sukar saya mencari orang Polandia beragama Islam..entahlah" ujarnya tak yakin.


Ismael merasa betah dan senang bisa berada di UK karena kegiatan Da'wah di London begitu banyaknya, aktif, dinamis sekali dan mudah mencari teman disini. Disamping Inggris adalah negara yang paling toleran di Eropa, menurutnya.

Aku temui Ismael di gedung WAMY, disuatu hari Jum'at bersama sister Aaishah, sahabatku asal Afghanistan. Ismael tampak hanief..baik dan sangat santun.

"Ok brother Ismael kini giliranmu cerita tentang kenapa dan apa yang membuatmu tertarik dengan Islam.." aku mulai menggelitik dia. Is senyum. Nampak keningnya berkerut yang berusaha keras mengingat sesuatu.

"Karena saya katholik.. kita kan percaya dengan yang Trinitas itu..." ia memulai.

" Naah trinitas itu membuat saya bingung, membuat saya gerah dan galau..bayangkan saya dilarang bertanya apalagi berdebat. Seolah kalau kita diskusi menjadi dosa besar. Sedang trinitas tidak bisa menjawab pertanyaanku, kebingunganku" lanjutnya.

"Ada pengalaman yang menarik dan berkesan pada saat kamu mencari islam.. ?", aku begitu penasaran.

"Ohh ada sis..saya sering main main ke perpustakaan, library, pergi ke bagian agama dan saya temukan kitab Al-Quran. Entahlah..saya begitu penasaran. Dengan hati hati saya sentuh sang kitab, sepertinya saya menyentuh kristal yang harus saya handle with care, dengan hati-hati sekali. Saya buka lembar demi lembar. Semula saya bingung, karena harus kita baca dari sebelah kanan..tiba tiba saya tergerak untuk membacanya. Surat pertama yang saya baca adalah surat An-Nahl, ayat 68 - 69 , tentang madu. Saya baca dan saya tekuni setiap kata dan makna yang sarat. Sangat fenomenal. Mengagumkan. Belum lagi yang lainnya, entah saya merasakan sesuatu usai membaca ayat ini..seakan saya jatuh cinta pada Al-Quran" Is bercerita dengan begitu terharu.

" Surat Al-Ikhlas sudah pasti menjawab tentang the Oneness of God, Ke-Esaan Tuhan ya sis..artinya trinitas yang membuat saya tidak bahagia terjawablah dengan surat ini" tegasnya. Ismael nampak merasa lega telah menyampaikan pengalaman spiritualnya. Pangalaman luar biasa dalam kehidpuan seseorang yang menemukan Tuhannya.


" Hemm". Aku meng-iyakan dan setuju banget dengan pendapatnya.Kita semua tak bisa mengelak. Begitu paparan dari Ismael, James dan Terry yang memiliki latar belakang dan cerita berbeda dalam mencari kebenaran hingga ia temukan Islam yang menjadi pilihan mereka. Maha Besar Allah.

Baik Terry dan James belum memberitahu orang tua mereka tentang Islam dan agama baru yang mereka anut. Pikirnya pada saatnya mereka akan memberi tahu pada orang tua mereka. Kapan? Pada saat mereka cukup matang tentang Islam itu sendiri dan sampai mereka cukup confident, percaya diri untuk mendeklarasikan agama baru mereka, agam Islam. Usai sejenak sambil mereguk minuman kami.

" Kamu ada rencana merubah nama atau memiliki nama Muslim" aku iseng bertanya pada Terry.

" Hmm..terfikir siih..I think Terry will match with Tariq isn it kayanya suaranya senada dengan...Tariq ya sis" oh ternyata dia mulai berfikir tentang nama Muslimnya, diiringi senyum.


"Wow Tariq.. keren ya nanti sama dengan nama Professor Tarik Ramadan"! tambahnya. Tapi aku menyarankan untuk membiarkan surnamenya, nama keluarga, kalau tidak akan merepotkan. Masalahnya nama-nama yang berbau Islam tengah menjadi sorotan dan menjadi kendala pula. Maklum Islamphobic tengah mewabah paska sebelas September. Setiap kita sepakat. Keep you original name !

Bisa kutarik kesimpulan bahwa kendati media tetap gencar menjelekkan Islam ternyata hal ini tidak membuat mereka put off, mundur bahkan sebaliknya.

***

Lewat persahabatan, dibarengi contoh dan sikap yang menyejukkan, penuh persaudaraan..ternyata cahaya itu telah mampu menerobos, menerpa dinding qalbu para pemiliknya.

Aku sangat memahami edan mensupport penuh akan gerak langkah dan kerja sdr Hilaal yang masya Allah sangat bijak untuk memupuk terus para pemeluk baru yang butuh dukungan sepenuhnya. Dengan mudahnya, mereka yang ghirrohnya (semangat berIslam) sedang menggelora, akan dengan mudahnya terperangkap oleh mereka yang mengklaim paling taqwa, paling benar yang menurutku kadang berlebihan.

Sedang Allah melarang kita untuk berlaku dan bertindak berlebihan dalam mengaplikasikan agama dan dalam hal lainnya. Islam tidak memberatkan.

"We do our best sis.." tambahnya. Hingga Ahad kemarin grup ini sudah mencapai anggota sekitar 50 orang dengan latar belakang yang berbeda tentunya baik warna, ras dan kebangsaan. Untuk menghilangkan penyakit assobiyah group kita sepakat untuk tidak diberi nama apapun. Mereka duduk bersimpuh, menyatu karena 'La illah ha illallah. Muhamamad dar Rasulullah".

Cahaya itu telah mampu menerpa celah relung hati-hati mereka, menerobos tembus ke dinding qalbu mereka, cahaya yang tak kenal warna, bangsa, warna dan masa.

"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tapi Allah memberi pertunjuk kepada orang yang dikehendakiNya dan Allah lebih mengetahui orang orang-orang yang mau menerima petunjuk" ( Al Qashash ayat 56). Allahu alam bisawab

London, 4 Mei 2006

al_shahida@yahoo.com

*) Penulis adalah penulis rubrik "Kabar Dari London" di www.swaramuslim.net


image


Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! FareChase.

Selasa, 08 Mei 2007

INFO BUKU

Display Buku
Rp 65.000,00
Disk 20%
Rp 52.000,00



Tayang: hari lagi
 
Judul The Messianic Legacy  
No. ISBN 979-1238-35-9 
Penulis Michael Baigent Cs 
Penerbit Ufuk Press
Tanggal terbit April - 2007 
Jumlah Halaman 504 
Berat Buku -
Jenis Cover Soft Cover 
Dimensi(L x P) 150x235mm
Kategori Kristen 
Bonus
Text Bahasa Indonesia 
Masukkan ke daftar keinginan Masukkan ke Daftar Keinginan
Rekomendasikan buku ini
 
SINOPSIS BUKU
Warisan Abadi Seorang Mesias

Terungkapnya warisan seorang Mesias yang sesungguhnya...

Trio penulis The Holy Blood and The Holy Grail melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui kesenjangan antara pemikiran Kekristenan awal dan modern. Mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan menggelitik:

- Apa arti menakjubkan di balik gelar Yesus: Raja Israel?
- Apakah Kristus itu lebih dari satu orang?
- Siapa sebenarnya yang kini menguasai harta karun Temple of Jerusalem?
- Apa sumber sesungguhnya Fundamentalisme Kristen saat ini?
- Apa yang menghubungkan Vatikan, CIA, KGB, Mafia, Freemasonry, P2, Opus Dei, dan Knights Templar?
- Apakah tujuan mengejutkan perkumpulan rahasia Eropa ketika dikaitkan dengan keturunan Yesus dan The House of David?
- Perang Suci modern apakah yang membawa dampak pada industri Inggris, Churchill & de Gaule, European Economic Community & Solidarity [Solidaritas & Komunitas Ekonomi Eropa]?

dan masih banyak lagi...

The Messianic Legacy menyajikan penyelidikan baru yang memikat ke dalam perkumpulan bayangan Biarawan Sion—Para Wali Holy Grail—ketika para penulisnya menemukan kegalauan dunia politik, keuangan, Freemasonry, dan agama yang terdapat di balik institusi Eropa yang paling kokoh dan konservatif. Ancaman tirai konspirasi global yang berhasil mereka sibakkan menjamin bahwa The Messianic Legacy layaknya kisah thriller paling mutakhir dan sebuah karya pendeteksi Alkitab, karya yang bahkan jauh lebih penting dari The Holy Blood and The Holy Grail (http://www.bukukita.com/infodetailbuku.php?idBook=621) atau buku-buku sejenis lainnya yang telah terbit.

***

#1 International Bestseller

***

"Mencekam dan menarik."
—Guardian

"Hasil penyelidikan yang memikat dan mencengangkan."
—Kirkus Review 


No need to miss a message. Get email on-the-go
with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.

Minggu, 06 Mei 2007

Peter Sanders : Tuhan Memilihkan Saya

Dunia Islam Oleh : Redaksi 04 May 2007 - 5:00 pm
imageimage''Assalamualaikum,'' ucap Peter Sanders sembari menjabat erat tangan wartawan Republika. Senyumnya segera tertebar ke seantero ruangan Auditorium Universitas Paramadina Mulia (UPM), Jakarta, Rabu (21/2), pekan lalu. Siang itu tubuh rampingnya dibalut kemeja dan tutup kepala biru khas Timur Tengah. Tapi sang fotografer kawakan itu sebetulnya lahir di London, Inggris, 61 tahun silam.

Di situlah Sanders memulai karir profesionalnya pada pertengahan 1960-an. Ia berdiri di gigir panggung para superstar: Bob Dylan, Jimi Hendrix, The Doors, The Who, atau Rolling Stones. Tapi Sanders merasa jiwanya kering. Akhir 1970 ia melakukan perjalanan spiritual ke India. Pulang ke Inggris setahun kemudian, ia masuk Islam dan mengganti namanya menjadi Abd al-Adheem. :foto :video

Sanders tak lagi merasa kering. Islam memberi ruh pada pekerjaannya. Islam juga mengilhaminya sebuah jalan baru. Tahun itu juga Sanders pensiun memfoto selebritis dan memulai pengembaraannya ke negeri-negeri Muslim. Pada 1971 ia memotret Ka'bah dan lautan jemaah haji dari jarak dekat. Foto-foto spiritualnya dimuat di media-media utama Barat untuk pertamakalinya, seperti The Sunday Times Magazine atau The Observer.

Sanders atau Abd al-Adheem kini dikenal sebagai fotografer dunia Muslim terbesar -- mungkin satu-satunya. Dalam rentang 35 tahun ia mengarungi tak kurang dari 40 negara Islam, dari Jerussalem hingga Sudan. Lewat foto-fotonya ia menyodorkan jejak-jejak peradaban Islam yang agung, yang kerap membikin kita merasa kagum sekaligus masygul.

Pekan lalu Sanders datang ke Jakarta untuk menggelar pameran foto The Art of Integration Islam: In Britain's Green and Pleasant Land di kampus Paramadina. Pameran serupa sudah digelar di 25 negara termasuk di Tel Aviv, Israel. Berikut petikan wawancara Sanders dengan Iman Yuniarto F dari Republika.

Setelah perjalanan ke India pada 1971, Anda masuk Islam. Bagaimana ceritanya?
Ketika usia 20 tahunan, saya bertanya tentang mati. Usaikah diri kita setelah mati? Pertanyaan itu terus menghantui saya. Akhirnya saya memutuskan untuk meninggalkan karir saya di musik. Saya pergi ke India. Saya belajar Hindu, Budha, Sikh dan Islam.

Mengapa Islam yang Anda pilih?
imageSaya tidak tahu persis. Tuhanlah yang memilihkan untuk saya. Tapi, ada peristiwa yang amat berkesan saat di India. Di suatu pagi saya menunggu kereta api di stasiun. Orang amat berjubel dan hiruk pikuk. Di tengah keramaian itu, seorang ibu tiba-tiba menggelar tikar di dekat saya. Ia lantas melakukan gerak shalat di situ. Ini mengejutkan. Saya belum pernah melihat ini sebelumnya.

Saya bertanya kepada seorang anak muda, ''Apakah ini?'' Ia menjawab, ''Ini nenek saya. Dia seorang Muslim. Ia sedang shalat.'' Barangkali ini sebuah petunjuk. Allah memberi momen fotografis tersebut agar saya terus merekamnya dalam ingatan.

Ketika saya kembali ke Inggris, teman-teman lama saya banyak yang terjerumus narkoba. Namun, beberapa teman ada yang menjadi Muslim dan tak ikut-ikutan terbelit. Dari sini saya seperti memperoleh petunjuk: inilah jalan yang harus saya tempuh.

Setelah itu saya menemukan titik balik. Tiga bulan setelah masuk Islam saya naik haji ke Mekkah. Hingga akhirnya saya pergi nonstop ke 40 negara Islam yang berbeda.

Belahan dunia Muslim mana yang paling menarik bagi Anda?
Itu pertanyaan yang sering saya peroleh. Jawaban saya selalu sama: Inggris. Saya mengunjungi seluruh pelosok Inggris dan saya menyadari saya menyukai Inggris. Tentu saja saya menyukai tempat-tempat lain. Saya tiga kali pergi ke Cina. Saya akan pergi ke sana lagi tahun ini. Ya, seluruh dunia amat menarik. Setiap negara memiliki kekhasan masing-masing.

Berapa lama waktu yang Anda habiskan untuk sekali perjalanan pemotretan?
Sangat bervariasi. Saat masih muda saya bisa menghabiskan waktu hingga enam bulan di satu negara. Tapi saat ini saya membatasi hanya dua minggu. Terutama di daerah-daerah yang sulit.

Kesan Anda tentang peradaban Muslim di Indonesia?
Saya belum pernah melakukan sesi pemotretan di sini. Mungkin nanti. Tentunya saya tak bisa menilai Indonesia cuma dari Jakarta saja. Tapi satu hal, orang Indonesia sangat murah senyum. Ini membuat saya nyaman.

Anda pergi ke banyak negara. Pernah mendapat hambatan saat memfoto?
Ada beberapa lokasi di mana memfoto dilarang. Di Saudi Arabia misalnya. Tapi, fotografi telah menjadi bagian hidup saya. Anda bisa saja dilarang, ditangkap, tapi Anda lantas dibebaskan lagi, ha ha ha....

Apa tips Anda dapat berbaur dengan beragam penduduk di beragam negara?
imageCukup dengan murah senyum. Saya berupaya membuat sebuah hubungan. Tapi, percaya atau tidak, manusia itu memang ajaib. Semakin miskin seseorang, semakin murah hati dia. Di Cina, saya bertemu dengan seorang nenek Muslim umurnya sekitar 90 tahun. Mengetahui saya Muslim, ia ingin mengundang saya ke rumahnya.

Saya datang ke situ. Tapi tidak ada apa-apa di rumahnya. Cuma ada selembar kasur tipis dan seekor kucing yang kurus. Namun Islam mengajarkan untuk memuliakan tamu. Dalam keramahtamahan sejati seorang Muslim, ia tetap berusaha menghidangkan saya makanan. Di negara di mana saya dilahirkan, orang cenderung amat privat. Mereka takkan mengundangmu datang ke rumahnya di pertemuan pertama. Ini hal menarik yang kita temui pada orang-orang miskin di dunia ini. Mereka justru sangat murah hati, dengan kondisi yang mereka miliki.

Foto-foto dunia Muslim karya Anda dipublikasikan di banyak media Barat. Apa sebetulnya yang Anda harapkan dari pemuatan itu?
Banyak peristiwa yang menanam kebencian terhadap Islam. Peristiwa 11/9 di AS dan bom 7/7 di Inggris. Ini membuat orang takut. Tapi Anda harus tahu, bahwa mayoritas orang Islam di dunia ini cinta damai. Islam itu sendiri berarti damai. Mengasosiasikan Islam dengan kekerasan adalah keliru.

Saya berusaha membangun sebuah tali (hubungan). Saya orang Inggris, saya lahir di London. Saya respek terhadap Islam. Islam agama besar yang sangat mendalam. Saya bertemu dengan banyak orang Islam. Saya yakin yang terbaik di antara mereka adalah yang melaksanakan Islam dengan benar.

Saya bertemu dengan orang-orang yang beribadah dengan serius dan belajar keras tentang Islam. Dan, saya melihat mereka benar-benar mampu mengubah diri mereka. Mereka tidak picik, terbuka, dan murah hati. Inilah Islam yang sebenarnya.

Tapi, hal ekstrem terjadi, lalu dikait-kaitkan dengan Islam. Ini bukanlah Islam itu sendiri. Itu cuma politisasi atas Islam saja. Saat ini kita memiliki problem terhadap orang-orang yang mengambil sedikit saja dari Islam, tidak keseluruhannya.

Alquran menyatakan bahwa kasih sayang adalah yang utama. Bismillahirrohmanirrahim adalah yang pertama. Inilah wajah Islam yang harus tampak. Saya ingin menunjukkan sisi tersebut.

Anda lebih suka mengabadikan sisi indah dunia muslim atau mengatakan apa adanya?
Saya berusaha memotret gambar-gambar positif. Saya berupaya menonjolkan keindahaan dari orang-orang ini. Kita butuh keindahan dalam hidup ini. Tuhan juga menyukai keindahan. Saya sering berada di tengah-tengah masyarakat muslim yang miskin. Tapi saya yakin, tetap ada kemurahan dan keindahan di tengah orang-orang ini.

Setelah banyak bertualang, bagaimana pandangan Anda tentang masyarakat muslim?
Banyak budaya bisa hidup dalam Islam, Islam itu seperti air sungai yang jernih. Ketika ia mengalir di atas batu hitam, maka air itu akan berwarna hitam. Jika melewati batu berwarna kuning, maka ia pun akan berwarna kuning. Karena itu di Afrika, Islam adalah Afrika. Di Inggris, Islam adalah Inggris. Di Cina, Islam adalah Cina.

Salah satu proyek Anda adalah mendokumentasikan masyarakat Islam tradisional. Mengapa?
Saya bertualang 35 tahun. Saya menemukan bahwa Islam tumbuh subur dalam lingkungan tradisional menciptakan masyarakat yang khas. Tapi gambaran itu mulai pudar di zaman moderen. Mereka beranjak punah. Anda hanya akan menemui Islam tradisional di beberapa tempat. Di Mauritania atau Hadramaut misalnya. Amat banyak ulama di sana. Orang-orang saling menjaga dan terhubungkan dalam sense spiritual yang amat tinggi.

Hal itu tak saya dapati di Barat. Saya berusaha membawa anak-anak saya ke dalam suasana seperti itu. Tapi lingkungan memborbardir mereka. Apa yang bisa saya lakukan? Saya tidak bisa memaksa. Tidak ada paksaan dalam Islam. Kebenaran harus datang melalui pemahaman. Saya lihat di Indonesia terdapat keseimbangan antara yang modern dan yang tetap memegang nilai-nilai tradisional.

Sebagai salah satu fotografer legendaris, Sanders terbilang unik: ia tak pernah mengenyam pendidikan fotografi. Sanders belajar secara otodidak. Kursus fotografi pertama Sanders justru dilakukan akhir 1990 di Swiss, atau tiga dasawarsa setelah ia malang melintang di jagad fotografi. ''Itu pun karena saya mendapat projek di Arab Saudi yang menuntut penggunaan kamera format besar,'' tutur dia.

Sanders muda mengaku sering kesulitan uang. Tapi ia berani berspekulasi dengan menjadi seorang fotografer. Ia menjajakan karya-karyanya ke penerbitan, koran, majalah, atau sampul album musik. Sanders mengaku menuruti panggilan hatinya untuk terjun ke dunia fotografi. Lantaran hobi, ia merasa bakal mampu survive di situ tanpa harus memiliki titel mentereng. Saat ini Sanders memiliki Peter Sanders Photography Library. Ini semacam pepustakaan yang mendokumentasi karya Sanders sepanjang 35 tahun di dunia muslim. Ada lebih 250 ribu foto dalam bentuk digital di situ. Ia menjualnya untuk keperluan majalah atau buku-buku tentang Islam.

Anda tidak mencantumkan tahun lahir di website Anda. Kenapa?
Sengaja. Bukan rahasia jika umur saya sekarang sudah 60 tahun. Tapi saya tak ingin terlalu terobsesi dengan umur. Ini membuat saya selalu siap untuk melakukan apa saja. Saya tidak ingin membatasi diri saya sendiri. Ketika saya pergi ke Cina, seorang penumpang yang tengah duduk, tiba-tiba berdiri, dan memberikan kursinya pada saya. Saya sempat ragu (apa maksud dia sebenarnya). Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Lalu saya bertanya pada seseorang. Anda pikir umur saya berapa? Dia menjawab 80 tahun, ha ha ha....

Tahun ini Sanders akan meluncurkan sebuah album kompilasi berjudul /Meeting with the Mountain. Sebuah album tentang wajah para muslim dunia. Ada ulama, spiritualis, kebanyakan malah cuma orang-orang biasa yang belum pernah difoto. Mereka, kata Sanders, adalah orang muslim yang cinta damai, religius, sederhana, dan tersembunyi. ''Saya ingin memberi gambaran yang benar tentang Islam. Selama ini wajah Islam selalu dibayang-bayangi politik,'' katanya.

Toh, Sanders juga menunjukkan bahwa Barat masih menyisakan ruang toleransi yang besar untuk Islam. Karya fotonya, Mass for Peace, adalah pesan yang kuat soal itu. Foto tahun 2005 itu menangkap pemandangan seorang imam mesjid bernama Imran Golding yang tengah melantunkan adzan. Uniknya adzan tersebut dilakukan di dalam sebuah katedral besar di Salisbury Inggris.

Saat itu di katedral sedang digelar konser musik oleh komposer Karl Jenkins yang diiringi 150 penyanyi. Tapi Jenkins secara khusus mengundang Golding. Yang terasa menggetarkan, menurut Sanders, adalah suasana hening dan khusuk di katedral. Orang-orang mendengarkan Golding dengan khidmat. Salah seorang lalu berdiri dan menyalami Iman Golding seraya mengatakan bahwa lantunan adzan tadi sangat indah. (RioL )

LINK :

- Pameran di British Embassy Jakarta
- http://www.petersanders.co.uk/home.html
- http://www.ummah.net/sanders/gallery.htm
- http://www.ummah.net/sanders/index.htm
- http://www.middleeastuk.com/culture/art/sanders/


Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check out new cars at Yahoo! Autos.

Paus (bukanlah) Wakil Tuhan

Untold Story / the X files Oleh : Fakta 27 Apr 2007 - 3:30 pm

imageDalam "bungkus" resmi, Paus merupakan pimpinan tertinggi sebuah institusi terbesar dan paling berkuasa di dunia yang bernama Tahta Suci Vatikan. Paus adalah orang suci dan disucikan, bahkan dia kerap disapa dengan "Bapa Suci". Tiap perkataan yang keluar dari bibirnya menjadi titah bagi umat Katolik sedunia.

Namun tahukah Anda bahwa Paus adalah ternyata juga manusia biasa yang kerap melakukan salah. Ironisnya, kesalahan itu banyak pula yang dilakukannya dengan sadar dan disengaja. Tulisan ini berupaya memotret sosok Paus sebagai manusia apa adanya, yang memiliki sifat-sifat kemanusiaan yang kadang cenderung kepada kebaikan dan terkadang meluncur jatuh kepada keburukan. Berbagai sikap dan tindakan Paus yang akan dipaparkan di dalam tulisan bersambung ini meliputi kontroversi hidup selibat yang ternyata tidak semua Paus dan Orang Suci (Santo atau Santa) mengikutinya, ada pula kasus pandangan politik para Paus yang tidak satu, karena ada Paus yang mendukung Zionis-Israel namun ada pula yang pro Nazi-Hitler.

Selain itu ada pula Paus yang mengutamakan prinsip bisnis material dunia dibanding mengutamakan norma-norma moralitas dan kemanusiaan. Bahkan menggiring Vatikan untuk terlibat dalam bisnis senjata dan alat kontrasepsi, sesuatu yang selalu ditentang Vatikan di dalam kotbah-kotbahnya.

Dogma Hidup Selibat
Dogma hidup selibat atau berpantang menikah bagi seorang Paus—dan juga bagi para Biarawati dan Biarawan atau Pendeta Katolik—sudah menjadi tradisi yang berjalan ratusan bahkan ribuan tahun. Namun ternyata, dogma yang dikatakan mengikuti "jalan hidup" Yesus yang mereka yakini tidak pernah menikah dalam hidupnya itu, sesungguhnya tidak berasal dari awal Katolikisme itu sendiri.

Santo Petrus sebagai peletak batu Tahta Suci Vatikan pertama, sehingga namanya diabadikan dalam nama Basilika Santo Petrus, ternyata tidak menjalankan hidup selibat. Santo Petrus menikah dan memiliki anak keturunan. Injil-Injil Kanonik seperti Injil Markus, Matius, dan Lukas menyebutkan fakta bahwa Paus pertama ini memiliki seorang isteri ketika Yesus menemuinya.

Nigel Cawthorne dalam "Sex Lives of the Popes" (London, 2004) yang telah diindonesiakan menjadi "Rahasia Kehidupan Seks Para Paus"(Alas, 2007), menulis bahwa Santo Paulus di dalam surat pertamanya kepada orang-orang Korintus menceritakan bahwa Petrus membawa serta isteri dan keluarganya dalam perjalanan-perjalanannya selama masa kerasulan. Jasad Santa Petronilia yang dikuburkan di Roma telah lama dimuliakan sebagai putri dari Santo Petrus.

Para sejarawan Barat sendiri masih silang pendapat soal apakah Yesus sungguh-sungguh hidup selibat ataukah telah melakukan pernikahan. Dalam Injil Gnostik macam Injil Thomas yang oleh Vatikan dimasukkan dalam kategori Injil Apokrif (Injil terlarang), disebutkan bahwa Yesus telah melangsungkan pernikahan di Qana, Lebanon. Pandangan Injil Gnostik ini selaras dengan Hukum Mishnais kaum Yahudi yang mengatakan, "Seorang lelaki yang tidak menikah tidak akan bisa menjadi Guru."

Dalam pandangan kelompok ini, adalah mustahil Yesus diterima menjadi seorang Guru dan Raja kaum Yahudi jika ia sendiri tidak menikah. Bahkan Yesus tidak mungkin bisa mengunjungi tanah suci dan berkotbah di sana jika ia belum menikah.

imageimageBagi penulis "The Holy Blood Holy Grail" (Henry Lincoln dkk, 1982) disebutkan bahwa Yesus menikahi Maria Magdalena di Desa Qana, Lebanon. Bahkan Barbara Thieling dalam "Yesus The Man" menuturkan dengan berani bahwa pasangan Yesus dan Maria Magdalena memiliki anak, dua anak lelaki dan satu perempuan.

Pada tahun 44 M, lanjut Thieling, Yesus bercerai dengan Maria Magdalena dan menikahi Lydia, uskup perempuan dari para 'perawan' Thyiatira.

Namun yang lebih mengagetkan adalah apa yang termaktub di dalam Injil Thomas, salah satu Injil Gnostik, bahwa Yesus selain menikahi Maria Magdalena ternyata juga mengawini Salome "Sang Pemikat".

Santo Paulus juga bukan bujangan. "Orang yang disucikan" ini berperan sangat besar dalam merancang dan membentuk dogma seksualitas Vatikan. Namun Cawthorne menulis, "…dia adalah seorang duda yang lama menderita akibat pernikahannya yang tidak membahagiakan. "

imageCawthorne mengutip surat pertama Santo Paulus kepada orang-orang Korintus yang berbunyi: "Apakah aku tidak punya hak untuk memiliki isteri beragama Kristen seperti para rasul yang lain?"

Paulus juga mengatakan, "Lebih baik menikah dari pada terbakar. " Istilah 'terbakar' dianggap memiliki makna "terbakar nafsu".

Dogma selibat bagi para Biarawati pun sesungguhnya tidak murni berasal dari Kekristenan awal, melainkan berasal dari ritual paganisme Roma yang diistilahkan dengan nama "Para Perawan Vesta" yang terdiri dari para pendeta perempuan Dewi Vesta yang salah satu tugasnya memelihara nyala api Vesta dengan menjaga keperawanannya.

"Hanya saja, para perawan Dewi Vesta ini pun jarang yang mampu menjaga kesuciannya. Banyak dari mereka yang dipenjarakan karena tidak mampu mempertahankan keperawanannya, " tulis Cawthorne.

imageDogma selibat yang bertentangan dengan fitrah kemanusiaan ini menimbulkan aib dalam perjalanan Gereja sejak masa awal. Paus Damasus I (366-384) merupakan salah satu Paus yang oleh Sekretarisnya sendiri, Santo Jerome, dituding sebagai Paus yang rendah moralitasnya. "Perawan Kristen berjatuhan setiap hari, " ujar Santo Jerome.

Damasus akhirnya diseret oleh Dewan Gereja yang terdiri dari 44 Uskup dan dikenai tuduhan telah melakukan perzinahan. Walau demikian, ketika meninggal, Paus Damasus I diangkat sebagai 'Santo' atau Orang Suci.

Paus Clemens V (1305-1314) merupakan salah seorang Paus yang terkenal dalam sejarah Eropa. Dia-lah yang membantu Raja Perancis, King Philip Le Bel, dalam menumpas Ksatria Templar di tahun 1307. Dalam menumpas Templar, Paus Clemens menyatakan bahwa alasan penumpasan itu dikarenakan Templar telah banyak melakukan 'Heresy' atau Bidah terhadap Gereja.

Namun di sisi lain, Paus Clemens V ternyata oleh para sejarawan Barat juga dianggap sebagai orang yang suka berzina dan memiliki banyak gundik. Salah satu gundiknya yang terkenal bernama Countess Perigord, seorang perempuan cantik putri dari Earl Foix. Konon, siapa saja yang mencari berkah sang Paus harus menaruh surat permohonannya di dada putih sutera Countess Perigord.

Tentang Clemens, Catholic Encyclopaedia bahkan menulis, "Seorang pecinta hiburan, pecinta perjamuan yang mewah, di mana para perempuan amat bebas bergabung." Di masa Clemens-lah, institusi Gereja dibuat sedemikian kotor sehingga kecabulan terlihat dengan kasar dan ada di mana-mana.

Sejarawan Joseph McCabe bahkan menemukan adanya bukti jual-beli rumah bordil antara seorang pejabat kepausan dengan seorang janda dokter di mana dalam kertas pembelian itu tertulis, "Atas nama Tuhan Kita Yesus Kristus." (Cawthorme, hal. 126).

imageDogma hidup selibat ternyata banyak dirusak oleh Paus dan Para Pendetanya sendiri. Para sejarawan Barat dengan teliti dan berani, menyingkap banyak ketidak-senonohan yang terjadi di Gereja pada masa-masa awal kekristenan hingga saat kini yang melibatkan Paus sendiri.

Sejumlah kasus yang melanda gereja, seperti paedofilia, perzinahan, dan sodomi, yang mencuat beberapa tahun lalu di beberapa negara sesungguhnya bukan hal yang baru. Karena di masa-masa dahulu yang terjadi bahkan jauh lebih menyeramkan ketimbang sekarang.

Dalam tulisan selanjutnya akan dikisahkan tentang sikap Paus Pius XI yang menjalin persekutuan dengan Mussolini dan Hitler dalam mengelola Bank Vatikan yang merupakan cikal bakal dari Vatikan Incorporated, salah satu institusi terkaya dan paling berpengaruh di dunia. (Bersambung/Rizki Ridyasmara/eramuslim)


Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check out new cars at Yahoo! Autos.

Jumat, 04 Mei 2007

Lebih dari 40 Ribu Warga Belgia Telah Memeluk Islam

Pemerintahan Jerman mengadakan konfrensi tentang Islam.Sejak 9/11, penduduk Muslim Eropa meningkat pesat. Ada 13 juta umat Muslim tinggal di Eropa, 3,2 juta di Jerman, 2 juta di Inggris, 4-5 juta di Perancis.[afp]


Lebih dari 40 Ribu Warga Belgia Telah Memeluk Islam

Kamis, 03 Mei 2007
Sebuah mingguan Belgia, Le Soir melaporkan, lebih dari 40 ribu warga Belgia telah memeluk Islam pada beberapa tahun terkahir
Hidayatullah.com--Mingguan Belgia, Le Soir menulis, lebih dari 40 ribu warga Belgia telah memeluk Islam pada beberapa tahun terkahir. Berdasar terbitan koran Resalat cetakan Tehran, Le Soir menampilkan bahwa Brussel dibanding dengan kota-kota Eropa lainnya memiliki prosentasi tertinggi dalam hal banyaknya jumlah warga non Muslim yang telah memeluk Islam.
Mingguan ini, sembari menyebutkan bahwa dari sekitar 10 juta penduduk Belgia, 450 ribu di antaranya adalah Muslim.
Mingguan itu menambahkan, seandainya laju pertumbuhan jumlah pemeluk Islam di Belgia dengan kecepatan seperti sekarang ini, jumlah warga Muslim pada tahun 2012 diperkirakan akan bertambah menjadi setengah juta orang.
Le Soir juga menuliskan, para pemeluk Islam di Belgia menyatakan bahwa ketertarikannya kepada Islam disebabkan oleh tidak adanya perantara antara Tuhan dan manusia, dan sucinya kehidupan spiritual Islam, di mana Barat sekarang ini tengah dirundung oleh tidak adanya ihwal tersebut. [irib/www.hidayatullah.com]



Kamis, 03 Mei 2007

Perjalanan Panjang Memperoleh Hidayah Islam

Linda Widad Delgado : Perjalanan Panjang Memperoleh Hidayah Islam
Journey to Islam Oleh : Redaksi 04 May 2007 - 7:00 am
imageLINDA DELGADO, adalah seorang anggota polisi berpangkat Sarjana di Arizona, Amerika Serikat. Beliau menerima hidayah Allah dan memeluk agama Islam ketika dunia digegarkan dengan isu terrorisme. Ikuti kisah beliau berikut ini dalam terjemahan bahasa malaysia.

LIMA tahun yang lalu, usia saya 52 tahun dan merupakan seorang Kristian. Saya bukannya ahli pada mana-mana gereja, tapi sepanjang hidup, saya sentiasa mencari kebenaran. Saya menghadiri banyak gereja dan belajar daripada guru-guru mereka.

Semuanya tidak lengkap dan saya menyedari tiada apa yang benar melainkan Allah. Sejak usia saya 9 tahun saya membaca Injil setiap hari. Tidak dapat dikatakan, sejak sekian tahun lamanya, kerap kali saya mencari kebenaran yang hakiki.

Bertahun-tahun lamanya sepanjang pencarian saya untuk kebenaran, saya mempelajari beberapa ajaran agama. Lebih setahun lamanya saya belajar dua kali seminggu bersama seorang paderi Katolik, tapi tidak boleh menerima kepercayaan Katolik.

Kemudian selama setahun saya mempelajari Kesaksian Jehovah dan juga tidak dapat menerima kepercayaan mereka.

Saya menghabiskan masa hampir dua tahun bersama Mormon dan masih tidak menjumpai kebenaran.

Saya pergi ke beberapa gereja Protestan, sesetengahnya selama beberapa bulan, cuba mencari jawapan pada persoalan saya.

Hati saya mengatakan Jesus bukannya Tuhan tapi adalah merupakan Nabi. Hati saya mengatakan Adam dan Hawa bertanggungjawab atas dosa mereka, bukan saya. Hati saya mengatakan saya mesti menyembah Tuhan dan tiada yang lain.

Perasaan saya mengatakan saya bertanggungjawab atas usaha baik dan jahat saya dan Tuhan sesekali tidak akan menjelma menjadi manusia untuk memberitahu bukan saya yang dipertanggungjawabkan. Dia tidak perlu hidup dan mati sebagai manusia, kerana Dia ialah Tuhan.

Begitulah kedudukan saya, penuh persoalan dan memohon doa kepada Tuhan untuk pertolongan. Saya begitu takut menghadapi maut tanpa mengetahui kebenaran. Saya berdoa dan terus berdoa.

Saya menerima jawapan daripada paderi-paderi dan mubaligh-mubaligh mengatakan, "Ini ialah satu misteri".

Saya merasakan Tuhan mahukan manusia masuk ke syurga jadi Dia tidak akan menjadikan ianya satu misteri untuk pergi ke sana, bagaimana untuk menguruskan kehidupan ini, dan bagaimana untuk mengenali Dia. Saya tahu hati saya menyatakan iaitu apa yang saya dengar selama ini tidak benar.

Saya tinggal di Arizona, Amerika Syarikat dan pada usia 52 tahun belum pernah bercakap dengan orang Islam. Saya seperti kebanyakan orang Barat, telah membaca banyak melalui media mengenai Islam sebagai agama fanatik dan teroris, jadi saya tidak pernah mengkaji apa-apa buku atau maklumat mengenai Islam. Saya tidak tahu apa-apa mengenai agama tersebut.

PENEMUAN SAYA
Empat tahun yang lalu, saya bersara setelah berkhidmat selama 24 tahun sebagai pegawai polis. Suami saya juga pesara polis. Setahun sebelum kami bersara, saya merupakan seorang sarjan polis dan penyelia. Anggota polis seluruh dunia mempunyai ikatan yang sama, kita panggil sebagai Persaudaraan Penguat kuasa Undang-Undang. Kita sentiasa membantu antara satu sama lain tidak kira polis dari jabatan mana atau negara mana sekalipun.

Tahun tersebut saya menerima satu risalah yang memerlukan bantuan daripada sekumpulan anggota polis dari Arab Saudi yang datang ke Amerika Syarikat untuk belajar bahasa Inggeris di universiti berdekatan dan mengadakan latihan di akademi polis di bandar tempat tinggal saya.

Anggota polis dari Arab ini sedang mencari rumah untuk mereka tinggal bersama keluarga angkat bertujuan untuk mereka mempelajari budaya Amerika dan mempraktikkan bahasa Inggeris yang mereka pelajari.

Anak lelaki saya membesarkan cucu perempuan saya sebagai bapa tunggal. Saya membantunya mencari rumah berhampiran rumah kami agar kami dapat menjaga cucu. Saya berbincang dengan suami saya dan kami bersetuju ada baiknya kita membantu anggota polis tadi. Ianya juga merupakan satu peluang untuk cucu saya mempelajari mengenai orang daripada negara lain. Saya diberitahu anak-anak muda tadi beragama Islam dan saya begitu tertanya-tanya.

Seorang jurubahasa dari Arizona State University membawa seorang pemuda Arab bernama Abdul untuk bertemu dengan kami. Kami menunjukkan kepada pemuda tadi bilik tidur dan bilik mandi yang dia akan guna apabila tinggal bersama kami. Saya terus sukakan Abdul. Perwatakannya yang baik dan menghormati orang memikat hati kami!

Kemudian Fahd dibawa ke rumah kami. Dia lebih muda dan pemalu, tapi seorang anak muda yang ceria. Saya menjadi tutor mereka dan kami berkongsi banyak pengalaman kerja kepolisian, mengenai Amerika Syarikat dan Arab Saudi, Islam dan lain-lain.

Saya memerhatikan bagaimana mereka saling bantu membantu antara satu sama lain dan juga 16 anggota polis Arab Saudi yang lain yang datang mempelajari bahasa Inggeris.

Sepanjang tahun mereka di sini, saya menghormati Fahd dan Abdul yang tidak membiarkan budaya Amerika mempengaruhi mereka. Mereka ke masjid setiap hari Jumaat, menunaikan solat pada setiap waktu walaupun mereka keletihan, dan sentiasa berhati-hati apa yang mereka makan dan seterusnya. Mereka menunjukkan kepada saya masakan tradisional mereka dan mereka membawa saya ke pasar dan restoran Arab. Mereka begitu baik dengan cucu saya. Mereka sentiasa memberi cucu saya hadiah, berjenaka dan bersahabat.

Mereka melayan saya dan suami saya dengan penuh hormat. Setiap hari mereka akan bertanya sekiranya mereka perlu membantu saya membeli barangan di pasar sebelum mereka pergi belajar bersama anggota polis Arab yang lain.

Saya mengajar mereka bagaimana menggunakan komputer, dan saya melanggani akhbar Arab online dan mula membuat carian di internet untuk mempelajari lebih mendalam mengenai mereka, budaya mereka dan agama mereka. Saya tidak mahu melakukan perkara yang boleh menyinggung perasaan mereka.

Satu hari, saya menanyakan mereka jika mereka ada Quran lebih. Saya hendak membaca apa yang diperkatakan didalamnya. Mereka membuat permohonan daripada kedutaan mereka di Washington DC dan mendapatkan saya Quran terjemahan bahasa Inggeris, kaset-kaset dan risalah-risalah. Atas kehendak saya, kami mula berbincang mengenai Islam (mereka terpaksa bercakap bahasa Inggeris dan ini menjadi fokus sessi pembelajaran).

Saya mula menyayangi anak muda ini, dan mereka memberitahu saya bahawa sayalah orang bukan Islam yang pertama mereka mengajarkan Islam!

Setelah setahun, mereka menamatkan pengajian mereka serta latihan di akademi polis. Saya telah dapat membantu mereka dalam pengajian kepolisian, kerana saya pernah menjadi jurulatih polis.

Saya mengajak ramai kawan-kawan polis mereka ke rumah saya untuk menyiapkan projek universiti dan mempraktikkan bahasa Inggeris. Seorang daripada mereka membawa isteri ke Amerika, dan saya diajak ke rumah mereka. Mereka begitu baik dan saya berbicara dengan isterinya mengenai pakaian Islam, wudhu dan perkara lain.

Seminggu sebelum "anak-anak angkat" saya pulang ke Arab Saudi, saya merancang untuk mengadakan jamuan makan malam dengan hidangan tradisional mereka (saya membeli separuh daripadanya kerana tidak tahu memasaknya). Saya membeli hijab dan baya (gaun panjang). Saya hendak mereka pulang mengingati saya memakai pakaian wanita Islam yang sempurna.

Mengucap dua kalimah syahadah
Sebelum kami mula hendak makan, saya mengucapkan dua kalimah syahadah. Anak-anak muda tadi menangis dan ketawa dan ia sungguh istimewa sekali. Saya percaya dalam hati saya, Allah telah menghantar anak-anak muda ini sebagai membalas jawapan saya dalam doa-doa saya selama ini. Saya percaya Allah telah memilih saya untuk melihat kebenaran pada cahaya Islam. Saya percaya Allah telah menghantar Islam ke pintu rumah saya. Saya memujiNya atas sifat keampunan, penyayang dan pengasihNya kepada saya.

PENGEMBARAAN SAYA DALAM ISLAM
Anak-anak angkat Arab saya pulang ke kampung halaman mereka seminggu selepas saya memeluk agama Islam. Saya amat rindukan mereka, tapi masih terasa gembira. Saya telah menghadiri masjid berdekatan tempat tinggal saya sebaik sahaja saya memeluk agama Islam dan mendaftarkan diri saya sebagai seorang Islam. Saya menjangkakan sambutan yang baik daripada masyarakat Islam tempatan. Saya menyangkakan semua orang Islam adalah seperti anak-anak angkat saya yang telah bersama saya setahun yang lalu.

Keluarga saya masih dalam keadaan terperanjat! Mereka menyangkakan saya akan berpegang pada agama baru ini hanya untuk sementara waktu, menjadi tidak ketentuan, dan beralih ke agama lain, seperti mana yang saya lakukan sebelum ini. Mereka begitu hairan dengan perubahan pada kehidupan harian saya. Suami saya seorang yang serba boleh, jadi dia membeli makanan halal apabila saya katakan kita akan makan makanan halal dan menjauhkan makanan haram, dia setuju.

Perubahan seterusnya ialah mengalihkan semua gambar manusia dan gambar haiwan daripada semua bilik di rumah kami. Satu hari apabila suami saya pulang kerja dia mendapati gambar-gambar yang digantung di dinding sebelum ini, telah disusun dalam album. Dia hanya melihat tanpa sebarang komen.

Seterusnya saya menulis surat pada keluarga saya yang bukan Islam dan memberitahu mereka keadaan saya dan menjelaskan bagaimana ianya tidak akan mengubah hubungan kekeluargaan. Saya menerangkan sedikit asas Islam. Keluarga saya tetap dengan pendirian mereka, dan saya meneruskan usaha belajar sembahyang dan membaca Quran. Saya menjadi aktif dalam kumpulan wanita Islam melalui internet dan ini memudahkan pembelajaran saya.

Saya juga menghadiri kelas asas Islam di masjid apabila saya tidak bekerja. Saya masih seorang sarjan polis ketika itu dan ianya adalah sukar â€" sebenarya mustahil untuk bertudung. Ini begitu menggusarkan saya dan amat saya bimbang. Hanya lapan bulan lagi dan saya boleh bersara, jadi saya membuat permohonan, lalu dibenarkan untuk bekerja tiga hari seminggu untuk saya membuat perancangan dan projek penyelidikan.

Enam bulan berlalu, muslimah di masjid tidak begitu mengendahkan saya. Saya merasa kecewa. Saya terasa seperti orang luar. Saya jadi keliru. Saya cuba bergiat aktif dalam komuniti bersama segelintir muslimah yang baik dengan saya. Saya tercari-cari mereka yang baik hati, setia kawan dan sikap yang baik yang ditelah ditunjukkan oleh anak-anak muda polis Arab pada setiap hari.

Saya melakukan banyak kesilapan di masjid, seperti bercakap di tempat sembahyang. Saya pergi ke majlis komuniti dan makan dengan menggunakan tangan kiri; saya menggunakan ‘nail polish’ dan telah dimarahi. Saya mengambil wudhu dengan cara yang salah dan dipandang serong. Saya menjadi lemah semangat.

Pada satu hari saya menerima bungkusan daripada kawan muslimah saya yang saya kenal melalui internet. Dalam bungkunsan tersebut terdapat beberapa abayas, hijabs, stokin sutera dan sekeping nota yang mengalu-alukan kemasukan saya ke dalam agama Islam. Wanita ini daripada Kuwait.

Seterusnya seorang muslimah yang baik hati mengirimkan telekung dan sejadah yang dia buat sendiri. Wanita baik ini tinggal di Arab Saudi.

Saya menerima e-mel yang saya sentiasa ingat apabila saya terasa seperti orang asing. Nota dalam e-mel tersebut berbunyi : " Saya merasa gembira anda memeluk agama Islam, sebelum saya menemui ramai orang Islam". Ini bukanlah penghinaan. Ianya adalah peringatan iaitu Islam itu sempurna dan kita sebenarnya orang Islam yang tidak sempurna. Sepertimana diri saya sendiri yang mempunyai kelemahan, begitulah juga saudara-saudara Islam saya yang lain.

Saya juga mula memahami apa yang saya percaya sebagai anugerah Allah pada umat Islam : iaitu persaudaraan dalam Islam.

Empat tahun berlalu, kehidupan saya berubah dengan begitu ketara. Keluarga saya telah menerima dengan rasa baik dan toleran yang saya adalah seorang Islam dan akan sentiasa berada dalam keIslaman. Segala puji bagi Allah yang telah menguji saya yang memeluk Islam dan berhadapan dengan keluarga yang berusaha untuk mengeluarkan saya daripada Islam.

Beransur-ansur, saya mendapat kawan setempat dan melalui ruangan siber, ramai kawan-kawan muslimah saya telah menjadi keluarga Islam saya yang membantu, mengasihi dan menjalinkan persahabatan. Penghujung tahun pertama saya memeluk Islam, saya telah jatuh sakit dengan penyakit yang membahayakan. Saya berpegang teguh pada tali Islam dan bersyukur dengan pemberian teh biji hitam dan air zam-zam serta doa daripada sahabat saya serata dunia.

Setelah keadaan kesihatan saya bertambah teruk saya menjadi lemah. Saya terpaksa memberhentikan kerja komuniti dan terpisah daripada komuniti Islam setempat. Saya berusaha keras dalam solat saya, menghadapi kesukaran untuk menyebut perkataan Arab, tapi tidak pernah putus asa.

Guru yang mengajar Islam membuat beberapa kaset, dan sahabat saya membawanya ke rumah saya. Setelah dua tahun, saya telah belajar empat surah daripada Quran. Ini mungkin nampak sedikit pada kebanyakan orang Islam, tapi untuk saya ianya adalah satu pencapaian yang besar. Saya belajar memahami ayat-ayat yang diucapkan didalam solat, perjuangan selama dua tahun.

Tahun ketiga keIslaman saya, saya terkena serangan sakit jantung dan terpaksa melalui pembedahan jantung. Ianya waktu yang begitu sedih untuk saya, kerana saya tahu saya tidak akan dapat menyentuh dahi saya ke lantai ketika solat, tapi akan selamanya terpaksa duduk atas kerusi untuk menunaikan solat. Pada masa inilah saya memahami kemudahan yang Allah berikan dalam ibadah. Bersembahyang secara duduk diatas kerusi adalah dibolehkan; tidak berpuasa apabila keuzuran adalah dibolehkan. Saya tidak merasakan keIslaman saya kurang apabila saya melakukannya dalam keadaan yang demikian.

Setelah menziarahi beberapa buah masjid, ianya adalah seperti Mini Bangsa Bangsa Bersatu, saya dapat melihat beberapa kumpulan kecil di masjid yang terhasil mengikut bahasa dan budaya bukannya disebabkan oleh suka atau tidak suka pada seseorang. Saya merasa senang walaupun terdapat banyak perbedaan, saya sentiasa boleh mendapatkan ucapan "Assalamualaikum" dan senyuman.

Kemudian, saya mula berkenalan dengan mereka yang memeluk Islam seperti saya. Terdapat banyak persamaan antara kita â€" kami menghadapi ujian yang sama, seperti ahli keluarga yang bukan Islam, kesukaran menyebut perkataan Arab, terasa kesunyian pada hari perayaan Islam, dan tidak mempunyai ahli keluarga untuk berbuka pada bulan Ramadhan.

Adakalanya keIslaman kami akan mengakibatkan sahabat lama kita yang tidak boleh menerima perubahan pada diri kita, atau disebabkan oleh aktiviti yang kita tidak dapat bersama dengan mereka yang bukan Islam seperti menari serta pergaulan bebas lelaki dan perempuan.

Apabila saya tidak berupaya melakukan khidmat komuniti, saya berusaha dengan cara lain untuk kebaikan komuniti Islam. Saya berterusan memohon pertolongan Allah dalam hal ini.

Pada satu hari, cucu saya mencadangkan agar saya menulis buku mengenai anak-anak angkat saya daripada Arab Saudi, Islam dan pengalaman keluarga saya dengan Islam. Saya membuat keputusan untuk menulis buku dan termasuk juga cerita mengenai sekumpulan gadis, Islam dan bukan Islam. Cerita tersebut termasuklah masalah yang dihadapai oleh anak gadis di sekolah dan di rumah dan saya akan menggunakan pengetahuan saya dalam Islam sebagai panduan untuk karektor dalam buku tersebut.

Saya mula menulis beberapa siri buku yang dipanggil "Islamic Rose Books". Saya membentuk kumpulan penulis wanita Muslim dan penulis aspirasi dan seterusnya terhasillah persatuan Islamic Writers Alliance (Persekutuan Penulis Islam). Persekutuan ini ialah organisasi antarabangsa yang memberi sokongan untuk penulis wanita Islam dan penulis aspirasi. Matlamat utama kami ialah untuk mempromosi hasil kerja kami kepada para pembaca dan penerbit.

Saya juga membuat keputusan untuk membantu dua Tabung Makanan Islam dengan cara membantu mereka membuat pangkalan data yang digunakan untuk tujuan inventori, pelanggan, dan untuk menghasilkan lapuran yang diperlukan untuk tujuan penajaan serta pembiayaan.

Saya juga membuat keputusan iaitu saya akan membelanjakan sebahagian besar keuntungan hasil jualan buku tersebut untuk membeli buku dan ditempatkan di perpustakaan kanak-kanak. Saya dapati banyak perpustakaan yang mempunyai banyak ruangan kosong ditempat buku kanak-kanak Islam.

Banyak lagi yang saya perlu pelajari mengenai Islam. Saya tidak pernah jemu membaca Quran dan saya gemar membaca kisah-kisah mengenai tokoh-tokoh Islam yang unggul.

Apabila saya merasa ragu-ragu dalam sesuatu perkara, saya akan merujuk pada sunnah Rasul saw. Saya akan melihat bagaimana Baginda saw akan bertindak dalam sesuatu situasi dan saya akan menjadikannya sebagai panduan.

Pengembaraan saya dalam Islam akan berterusan, dan saya sentiasa mengharapkan pengalaman-pengalaman baru. Saya bersyukur pada Allah atas sifat keampunanNya dan sifat penyayangNya - zs

Tulisan asal di
http://www.islam-online.net/english/journey/2004/03/jour02.shtml


Link
- http://www.widad-lld.com/
- http://www.islamicwritersalliance.net/Fullbios/Delgado.html
- http://muslimspace.com/Linda_Delgado_Widad